Archive for October, 2004
Friday, October 29th, 2004
Setelah sms-sms-an untuk menentukan dokter kandungan, akhirnya saya berhasil membujuk istri untuk memeriksakan diri ke dokter di klinik depan rumah. Biar mudah dan gampang maksudnya. Sementara istri sebenarnya menginginkan ke dokter kandungan tempat ibunya dan temannya diperiksa yang membuka praktek di daerah air mancur, cukup jauh dari tempat kami tinggal.
Sepulang kantor, istri langsung saya giring ke klinik. Diperiksa berat badan dan tekanan darah, agak rendah ternyata tekanan darahnya. Mungkin capek sehabis pulang kantor. Dan kami menunggu kedatangan dokter, menunggu dengan sangat lama, lama sekali deh. Bahkan kami sempat pulang dulu untuk makan dan dokter tersebut belum datang juga. Akhirnya sang dokter datang di sekitar jam 8. Dan lagi-lagi kami menunggu giliran diperiksa.

Waktu diperiksa dokter, beliau bengong saat diketahui bahwa istri belum terlambat haid. Setelah diceritakan bahwa kita menggunakan testpack baru-lah mengerti. Akhirnya dicek menggunakan USG, dan Alhamdulillah.. ternyata memang istri sedang hamil. Umurnya mungkin kurang dari 3 minggu. Dokter hanya mengingatkan karena biasanya pasangan suami istri datang setelah istri telat haid. Maklumlah dok, kita kan sudah gak sabar pengen tahu. Pulang dari klinik kita dibekali tagihan dan obat oleh pak dokter. Terima kasi pak dokter.
Posted in Personal | No Comments »
Friday, October 22nd, 2004
Sehabis buka puasa di pasar kota Solok, seperti biasa saya telepon istri di Bogor. Mengobrol sana-sini dikit, tanya kabar dan lain sebagainya. Biasalah, melepas kangen. Tiba-tiba istri berkata bahwa dia mencoba menggunakan testpack kehamilan lagi, padahal sudah saya larang loh, dan hasilnya.. positip. Bingung, senang, pusing, kaget, bahagia.. wah campur aduk dech. Tapi karena masih hasil test-pack jadi kami sepakat untuk tidak langsung percaya dahulu. Rencananya sehabis saya pulang lagi ke Bogor kita akan periksa langsung ke dokter kandungan.
Posted in Personal | 1 Comment »
Thursday, October 21st, 2004
Puasa kali ini saya berada di Kabupaten Solok, kurang lebih 4 jam perjalanan darat dari Padang, Sumatera Barat. Saya berangkat dari Jakarta menggunakan Lion Air. Pada awalnya kita bermaksud bertemu salah satu rekan yang berangkat dari Medan di Padang. Namun saat mendarat di Padang kita mendapat konfirmasi bahwa tim tersebut berangkatnya dari Jakarta juga namun sore harinya… huh menyebalkan sekali. Dan saat berbuka kita disambut hujan deras… deras sekali. Akhirnya kita baru bertemu rekan tersebut malam harinya… dan itupun malam sekali karena ternyata rekan tersebut sedang menjamu tamu dari Pariaman.
Tadinya sih ingin menginap di wisma yang dekat dengan lokasi, namun karena khawatir tidak ada makanan buka dan sahur akhirnya kita sepakat untuk menginap di Kota Solok, sekitar 30 menit dari lokasi. Harga hotelnya lumayan mahal dengan kualitas yang gak terlalu meyakinkan. Tidak diberikan handuk namun tersedia sajadah dan Al-Qur'an. Tak lupa pihak hotel memberikan sedikit makanan kecil untuk buka dan sahur. Kamar mandinya kurang terawat, airnya tidak bersih dan malam hari pun terganggu dengan lolongan anjing .. auuuuuuuuu.
Untuk makan buka dan sahur, kita biasanya membeli di pasar solok sekitar 5 menit menggunakan CakTor (Becak-Motor). Dan karena ini padang so pasti gudangnya restoran padang dan karenanya seluruh makanannya bersantan semua.. hwarakadah. Namun setelah mencoba kiri dan kanan, akhirnya kita mendapatkan warung langganan.
Untuk jalanan dan lingkungan sudah pasti tidak bisa dibandingkan dengan jakarta dan bogor. Tidak ada kemacetan angkot disini, namun ada tikungan maut yang menurut orang solok asli akan memakan korban setiap minggunya. Udara masih segar, dipagi hari kadang masih dapat melihat kabut… brrr… dingin.
Posted in Indonesia | No Comments »