Ahmadiyah dan Kebebasan Beragama
3 August 2005 – 2:17 pmKasus Ahmadiyah di Parung Bogor memang menyebabkan polemik berkepanjangan antara pejuang HAM serta Islam Liberal (apa pula ini) Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Islam Konservatif. Bahkan dalam suatu wawancara terhadap pihak liberal di suatu harian jumpa pers bersama Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, pembicara pihak liberal Ulil Absar Abdala, tokoh JIL, sempat mengatai fatwa MUI tentang pelarangan Ahmadiyah adalah tindakan tolol dan konyol. Dzigh… tidak adakah kata yang lebih sopan lagi…
Namun menurut Pak Din Syamsudin dari MUI, fatwa MUI hanya melarang aliran Ahmadiyah yang menyimpang yaitu aliran yang mengakui pendirinya sebagai Nabi baru. Karena sudah jelas-jelas di Al-Quran dikatakan bahwa nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW. Kalaupun ada, dan itu merupakan salah satu tanda-tanda akhir jaman, adalah kemunculan kembali Nabi Isa A.S.
Apakah Ahmadiyah bentuk lain dari musuh-musuh Islam yang ingin memporak porandakan Islam? Bila memang salah kaprah dari hal-hal dan aturan yang jelas tertulis di Al Quran dan Al Hadits, maka sudah sepatutnya Ahmadiyah dilarang. Gak perlu lah denger lagi pejuang HAM, kebebasan beragama dan lainnya. Suru mereka kelaut aja.
461 Responses to “Ahmadiyah dan Kebebasan Beragama”
di laut ga ada pemandangan, di pantai ada
By Saya on Aug 3, 2005
biar nemenin ikan-ikan
By donie on Aug 5, 2005
hal ini sudah tertera jelas di blog side A…
http://tausyiah275.blogspot.com/2005/07/tentang-ahmadiyah.html
By Junkerz on Aug 5, 2005
no comment deh ^_^
Love for All, Hatred for None
http://www.ahmadiyya.or.id
http://www.alislam.org
By dien on Aug 15, 2005
Harap di garis bawahi kata-kata “Bila memang salah kaprah” di paragraf ketiga loh. Artinya saya hanya mendukung pelarangan Ahmadiyah bila memang dia begitu, karena sesungguhnya saya tiada mengetahui apapun tentang ahmadiyah ini. Dan sesungguhnya tiada seorang pun yang tahu melainkan Allah SWT.
By donie on Aug 15, 2005
Dalam alqur’an Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW yang patut di Imani, tidak ada Nabi ghulam, Imam Mahdi kerjanya merangi dajjal, jangan mati dulu. so what gitu lho….
orang india bikin2 tafsir dan menganggap dirinya nabi? TIDAK ADA orang yang bisa menyamai Nabi Muhammad! Dan pada kenyataanya, si Ghulam itu tidak memerangi Dajjal dan dunia tidak kiamat.
INI HANYA SEBUAH BUAH PIKIRAN MANUSIA YANG TERBATAS YANG INGIN MEMECAHKAN MISTERI ALAM SEMESTA!
dan anda tahu kenapa Ahmadiyyah dilarang naik haji? KARENA MEREKA TIDAK BERIMAN TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW!
mekkah dan ka’bah adalah tempat kuburan nabi muhammad saw. MENGAPA KALIAN TIDAK NAIK HAJI KE INDIA?! ke kuburannya ghulam?!
By Neon Bontang on Aug 15, 2005
setuju ama Neon Bontang, Jangan ngikutin Nabi Muhammad SAW yang cara Sholatnya, si Gholum bikin sendiri aja Cara Sholat Sendiri biar si Ahmadyah ngikutin cara si Gholum, kalo mau ikut Nabi Muhammad berarti harus ngaku dan percaya kalo Nabi Muhammad itu nabi terakhir
By 123 on Aug 16, 2005
Makanya dikasih link dimana bisa dipelajari sesuatu langsung dari sumbernya, itu juga kalo mau lho.
Salah satunya, buat menjawab postingan LPPI soal kesesatan Ahmadiyah yang kebanyakan isinya cuma fitnah, bisa dibaca di buku Bukan Sekedar Hitam Putih http://www.ahmadiyya.or.id/pustaka/buku/bshp. Atau Apakah Ahmadiyah http://www.ahmadiyya.or.id/pustaka/buku/apakahahmadiyahitu.
Yang jelas susah kalo bersandar sama media massa sekalipun, sebagai contoh berita di Jakarta “Post Service, not just prestige, sought from diplomats” dengan link http://www.thejakartapost.com/detailheadlines.asp?fileid=20050811.A06&irec=5 tadinya berisi berita “Government rejects MUI’s demand to ban Ahmadiyah” http://www.ahmadiyya.or.id/berita/?action=show&id=93. Boleh dicari versi cetaknya kalo mau bukti.
Soal fatwa (nasihat) Ahmadiyah ’sesat dan menyesatkan’, sebenernya ga ada masalah sebab itu hak MUI untuk merasa perlu memberi nasihat yang dianggapnya benar. Yang penting jangan sampe atas dasar fatwa tadi jemaah Ahmadiyah ‘dipaksa’ berlaku ’sesat’ seperti yang difatwakan.
Analoginya misalnya ada orang yang dipanggil anjing. Selama itu cuma panggilan ga ada masalah, tapi janganlah dia dipaksa untuk menjadi anjing, sebab itu sudah menyalahi hak hidup orang itu.
Sebagai contoh, di Pakistan itulah yang terjadi. Kalo ada orang Ahmadiyah mengucapkan kalimah syahadat, shalat, puasa atau beribadah menurut tata cara Islam, orang itu bisa ditangkap dan dipenjara. Indonesia, mau jadi kayak gitu kah???
Pertanyaan itu retorik.
-dien-
By dien on Aug 22, 2005
Maap ternyata masih ada beritanya tapi udah masuk archive http://www.thejakartapost.com/Archives/ArchivesDet2.asp?FileID=20050811.A06.
By dien on Aug 22, 2005
#4 - kalau domain name nya alislam.org (Al Islam = THE (real) Islam), tapi ternyata bukan, ya itu namanya cari gara-gara.
Invitation for people to hate you
Satu lagi domain milik Ahmadiyyah adalah muslim.org - dulu waktu awal2 dapat akses Internet di Indonesia saya sampai kebingungan, kok namanya muslim.org, tapi isinya begini ?
Ternyata Ahmadiyyah, oalah… saya tidak tahu sudah berapa orang awam yang tertipu juga.
#8 - Jadi ingat kasus detik.com
detik melaporkan bahwa Ulil bilang KH. Sahal tolol (berkaitan dengan fatwa2 MUI ini).
Ulil lalu mengirim email menjelaskan bahwa dia tidak pernah mengatai KH. Sahal tolol.
Udah, enggak jelas deh apa yang terjadi sebenarnya. Mengambang saja.
Back to this case - kalau mau clear, Ahmadi harus ketemu dengan LPPI itu di suatu forum. Lalu diskusikan semuanya sampai jelas. Biar kita semua tidak bingung terus.
Tuh Ulil kemarin sudah mau ketemu dengan Hartono, hebat dia.
Gitu lho.
By Harry on Aug 26, 2005
ASS. WBB.
JIKA SAUDARA BELUM TAHU SELUK BELUKNYA MENGENAI AJARAN AHMADIYYAH JANGAN SOK TAHU, PELAJARI DULU, TANYA DULU. JANGAN MALU BERTANYA SESAT DIJALAN. JIKA ANDA INGIN TAHU APA SIH PENGERTIAN NAIK HAJI ? NAIK HAJI ITU ADALAH PERJALANAN NABI IBRAHIM DAN CEITA TENTANG NABI IBRAHIM.
SEKARANG JIKA ANDA TAHU RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN PASTI TAK AKAN SEHGAMPANG UNUTK MENFITNAH ALIRAN ORANG LAIN.
1. IMAN KEPADA ALLOH
2. MALAIKAT
3. PARA ROSUL (BERARTI ROSUL YANG DAHULU SPAI DEG SEKARANG)
4.IMAN PADA HARI AKHIR ATAU KIAMAT (KIAMAT KECIL & KIAMAT KUBRO)
5.IMAN KODO DAN KODAR
6.iMAN KEPADA kITAB suci.
sudah jelas toh point ke 3 iman kepada para rosul ? berarti ALLOH tdak membatasi rosul berapa jumlahnya, dia lah yg maha tinggi dan maha mengetahui siapa yang mau diutus memlalui malaikat itu semua rahasiah ALLOH.
Jika anda membatasi Subject seorang Nabi berarti anda melebihi Alloh SWT, dan otoriter.
Coba anda baca surat Al-baqoroh ayat 30. dengan artinya.
Lagi surqat al a-zhab ayat 40 itu kan mengenai perseteruan sahabat nabi yaitu para jaiz yang diceraikan oleh para sahabat nabi apakah boleh nikah lagi atau tidak.
Jadi setiap ayat itu harus dilihat dulu dalam rangka apa surat itu diturunkan dan semua surat ada paralelnya dengan surat lainnya jangan asal mendengar dari Ustaz yang secara lisan aja mengajarkan saudar saudara harus baca al-quran beserta kandungannya dan isinya, dan asal bunyi saja baca huruf arabnya sementara isi kandunganny tidak tahu.
Cobalah baca lagi ayat-ayat suci alqur’an yang ada tafsirnya, agar saudara tidak tersesat.
By praitiwi on Sep 14, 2005
sedikit cerita
ada orang yang sangat rajin ibadah,..dari shubuh sampe malam mulai dari yg fardu sampe ke yg sunah2,….sampe sytan membisikan ke dalam pikirannya bahwa dia mempunyai karomah2 dan kedudukannya telah diangkat oleh Tuhan ke tingkat yg lebih tinggi, dan sytan menampilkan kebusukan dalam bungkus yang indah2 serta menampilkan ilusi2.
akhirnya orang ini terpedaya dan mentazkiyah dirinya, dan mulai menggunakan akal pikirannya yang terbatas untuk menafsirkan dan menterjemahkan semuanya.
hingga akhirnya dia di sebut ghollum.
kepada lia aminudin he2 selagi masih hidup
“hati2 dengan apa yang dibisikan pada pikiranmu”
By bourne on Sep 16, 2005
Astagfirullah…astagfirullah….astagfirullah
Mohon ampun ya Allah atas kesesatan hamba. Tiada tuhan selain Engkau, Muhammad SAW adalah utusanMu. Mohon tunjukkan jalanMu yang lurus, yang Engkau ridhoi dan hindarkan hamba dari siksa api neraka.
Amiin ya robbal alamin.
By nabi lama on Sep 21, 2005
sedikit informasi tentang tradisi tauhid “naik haji” dan pelarangan nak haji.
1. naik haji sudah ada sejak jaman Nabi Ibrahim AS.
2. tempat dimana orang berkumpul untuk naik haji ini bukanlah kuburan. baca lagi sumber yang anda percaya tentang apakah tempat haji itu.
3. Muslim pertama yang dilarang naik haji adalah Nabi Muhammad SAW. baca sejarah Islam tentang pelarangan atas Nabi Muhammad SAW masuk ke Makkah.
salam,
“love for all, hatred for none”
By choesnah on Sep 24, 2005
No hate at all, but truth will reveal anyway.
By Nabi lama on Sep 25, 2005
Alloh SWT menciptakan agama Islam dari yg pertama merupakan agama yang asing lalu dijalankan oleh orang2 yang asing dan akhirnya menjadi asing pada akhir zaman. Sekarang liat aja zaman sekarang, orang yang menjalankan syariat dgn benar, orang yang ngga pernah korupsi di tengah2 lingkungan yg korupsi, orang yg ngga pernah dugem, dll malah menjadi ‘aneh’… Ayolah saudara-saudaraku, Alloh SWT menurunkan Kitab Suci Al-Qur’an adalah semata-mata untuk jadi pegangan umat manusia, jadi kalo ada yg salah dan miring, tegakkanlah dengan berpedoman pada Al-Qur’an jangan mengambil kesimpulan sendiri, nanti ditumpangi sama yang namanya Syaiton…
By Ochie on Sep 28, 2005
Memang ada dan banyak yang aneh.
Mempelajari Quran, tapi kelakuan kok tidak sesuai. Itulah manusia, yang diciptakan Allah. Kita hanya ikuti saja petunjukNya. Jangan lupa hormati orang tua dan guru.
Ada yang bilang, dengan mempelajari agama dan mengamalkannya secara tulus ikhlas, Allah akan memberikan balasan yang berlipat-lipat. Amiin.
By nabi lama on Sep 28, 2005
meskipun saya kurang respect sama gusdur, tapi ada kata-katanya yang menurut saya benar, bahwa ahmadiyah bukanlah agama, dan ahmadiyah bukanlah ISLAM.
jadi saya mensikapi mereka yang ahmadiyah seperti mereka penganut agama lain selain ISLAM, sama seperti nasrani, yahudi, atau animisme.
hmmm…temen saya si bedul juga ngaku nabi terakhir tuh, dia bikin aliran beduliyah…ada yang mau ikut?
oiya, info aja, waktu zaman khalifah, musaillamah al-kazzab bikin Islam tandingan, dan si makhluk itu berakhir dengan hukuman mati.
By ian on Oct 13, 2005
…hak Allah untuk mengutus nabi-Nya kedunia, kita sebagai manusia yang lemah tidak akan pernah bisa menentang apa yang akan Allah berikan dan tidak akan pernah bisa menuntut apa yang Allah tidak akan berikan. Sebagai sesama manusia, saya hanya ingin mengingatkan….jangan pernah menjadi ‘juri’ untuk masalah-masalah kenabian, Allah akan mengutus nabi-Nya ke dunia kapanpun Dia menghendaki…
By otaklucu on Oct 23, 2005
Tiada petunjuk yang jelas mengenai kedatangan nabi setelah Nabi SAW (selain yang dungkap para Ahmadi). Apakah para sahabat Nabi SAW membiarkan sesorang mengaku nabi baru? Tentu tidak. Hanya ketika Mirza mengaku menerima wahyu dan sebagai Al Masih sekaligus Al Mahdi siapa yang hendak menolak dia? Tentu para ulama yang hidup di zamannya.
Hingga kini, sesudah Mirza, masih ada orang yang mengklaim menerima wahyu. Baik itu dengan tanda dua gerhana pada satu bulan Ramadhan atau yang lain. Apakah sikap para Ahmadi mengenai hal ini?
By Nabi lama on Oct 29, 2005
…Hz.Siti Aisyah r.a. berkata:
“Katakanlah, sesungguhnya ia [Muhammad] adalah khaatamul-anbiya’, tetapi jangan sekali-kali kamu mengatakan laa nabiyya ba’dahu (tidak ada nabi sesudahnya).” (Durrun Mantsur, jld.V, hlm.204; Takmilah Majmaul Bihar, hlm.5) –> M. Ahmad Nuruddin, Masalah Kenabian, (Jakarta: Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1997), hlm.9
Apabila menurut pendapat Hz. Aisyah r.a. sesudah Rasulullah s.a.w tidak dapat datang kenabian jenis apa pun juga, maka mengapakah beliau r.a melarang orang-orang mengatakan laa nabiyya ba’dahu (tidak ada nabi sesudahnya)? Dan apabila pendapat beliau itu salah, mengapa para Sahabat r.a. tidak ada yang menyangkal ucapan Hz. Aisyah r.a. itu?
…….
mungkin anda dapat membaca buku ‘Bukan Sekedar Hitam Putih’ karangan M.A. Suryawan.
Semoga Allah selalu memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya. Amin.
By otaklucu on Dec 11, 2005
Anda hanya berpegang pada ’satu’ hadist tersebut, sedangkan lebih dari satu hadist yang menyatakan tiada nabi sesudah Nabi SAW. Apakah anda menolak hadist yang lebih banyak itu??
Bacalah kajian Ahmadiyah oleh non Ahmadi, karena kalo cuman baca yang dikarang para Ahmadi doang,yah… wawasannya cuma sampe disitu saja (Salah satunya ‘Menguak Kesesatan Aliran Ahmadiyah’ tulisan (bukan karangan) dari Dr. Ahmad Lutfi Fathullah,MA, Jakarta, Al-Mughni Press, 2005)
Selamat menyimak!!!
Terimalah kebenaran itu walau pahit dan tolaklah kesesatan walau manis.
By Nabi lama on Dec 22, 2005
Kami umat Islam yang dari sebelum Mirza sampai sekarang tidak banyak berubah. Mengapakah Mirza membuat suatu umat sendiri dengan baiat atas dia, selain syahadat? Apakah ada keharusan buat umat muslim untuk mengikutinya, sedangkan dasar-dasarnya saja tidak kuat?
Mirza menerima wahyu, apakah bisa dipertanggung jawabkan? Bagaimana fenomena sekarang, orang yang mengaku menerima wahyu? Ahmadiyah belum menjawab fenomena ini.
Wassalam,
By Nabi lama on Dec 27, 2005
Wahai para Ahmadi….
Sudah menyimak ataukah masih berfikir untuk mencari jawaban dari buku internal Ahmadiyah???
Kami masih menunggu….
Wassalam,
By Nabi lama on Dec 27, 2005
Saudara bisa menyimak mengenai pertobatan seorang mantan Ahmadi pada situs di bawah ini.
http://irshad.org/info_q/reverts/akhter.php
Wassalam,
By Nabi lama on Dec 29, 2005
Islam sangat toleran, gak da paksaan beragama dlm islam, agama ape nyang ente mo pelok silakan. BEBAS!!!. mo bikin agama baru juga boleh asal jgn mengatasnamakan Islam lalu bikin aturan2 sendiri dlm Islam dan menyimpangkan syariat2 Islam.
By ONY on Dec 29, 2005
Dengan nama ALLAH yg maha pengasih dan penyayang
wahai sodaraku semua sudahkah benar agama(ibadah) kalian semua sehingga saling mencela dan memaki sesama ciptaan tuhan..bukan kah kita di beri akal dan pikiran agar berfikir(kebenaran)..semoga kalian di beri kesadaran dalam berfikir oleh ALLAH SWT,agar tidak saling menganggap anda paling benar..yang paling benar hanya ALLAH ..dan yang terjadi pasti terjadi…ingatlah syetan tidak ingin kita bersatu..bersihkan kedengkian hati..saling mengasihi memberi tahu kebenaran bukan saling mencaci dan menghujat apalagi menumpahkan darah sesama makhluk ciptaan ALLAH..
trima kasih
oppay
By oppay on Dec 29, 2005
Sandaran anda menyatakan…yang paling benar hanya Allah… apa?? Ada kitabnya?? Kami bersandarkan Al Qur’an, Anda??
Betul, musuh kita yang nyata adalah Syaitan. Maka hati-hatilah dalam melangkah.
Diskusi ini karena ada yang mengklaim Nabi lalu kita membantah. Wajar kan tukar menukar pikiran, jangan sampai akal sehat kita sampingkan hanya mengikuti hawa nafsu (amarah).
Wassalam,
By Nabi lama on Dec 29, 2005
Udah tau di Indonesia banyak masalah. Eh,ada lagi soal baru.
Masa gak pernah ngaji apa dari kecil tentang risalah para nabi dan rosul.
Yang jelas, nabi muhammad saw penutup para nabi dan rosul yaitu junjungan kita, tauladan, pemberi syafaat kepada umatnya yang senantiasa mengikuti sunnahnya.
Inget, sifat wajib yang dimiliki rosul.
1. Fathonah: sempurna pengertiannya
2. Amanah
3. Sidiq: benar
4. Tabligh: menyampaikan
Coba, dipikir!!!
Banyak orang ngaku, misalnya: nih gue imam mahdi, gue abis ketemu jibril??????
Sebetulnye, banyak orang salah tafsir terhadap islam. sesungguhnye islam itu indah.
Masa sih islam disamain ama kristen,budha, konghucu. Nah,lu gila, tunggu aje kalo udah ketangkep malaikat iszroil (jadi buronannya). Mati aja deh daripada jadi orang belagu.
Menurut kita bener tapi menurut orang lain.??
Ya udah banyakin ibadah, rajin sholat, ngaji, gak usah neko2. Jangan nyampur adukin agama. Udah kaya gado22222. Ingat, dirikanlah sholat. Emang gampang mendirikan sholat, gue aja blom bisa.Jalanin mah udah tapi nyatanya….
Mari kita meningkatkan ketakwaan kita kepada 4JJI Azza Wajalla Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Zat yang tidak beranak lagi diperanakan. Zat Yang Maha Tunggal. Zat Yang Tidak Mengambil Faedah Dari Perbuatan Makhluknya. Wasalamualaikum
By bang simon on Dec 29, 2005
Oiya, temen gue mao bikin aliran tuh,
Namanye aliran selokan.
By bang simon on Dec 29, 2005
Jangan sok tau, nge-judge keyakinan orang lain, kaya dirinya sendiri udah bener !
Hak-untuk mengutus seorang nabi dan rasul itu semata hak Allah SWT
Belajar sejarah dong !
Kaumnya Nabi Yusuf mengatakan Nabi Yusuf nabi terakhir, nyatanya Allah masih mengutus nabi lainnya (baca Qur’an )
Kaumnya Nabi Musa mengatakan “la nabi yaa ba’da musa” tidak akan ada nabi setelah musa, nyatanya Allah masih mengutus banyak nabi lagi (baca Qur’an)
Kaum yahudi menganggap nabi isa a.s. nabi palsu (baca Qur’an)
Kaum yahudi menganggap tidak mungkin kenabian akan datang dari bangsa arab, sehingga mereka menganggap nabi muhammad saw adalah nabi palsu
apakah kita akan terjebak mengikuti jejak mereka, wahai umat muslim ???
namun memang sebagian akan terjebak, sehingga dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :
“pada akhir zaman umatku akan menuruti tingkah laku kaum yahudi dan nasrani”
renungkanlah !
Nabi Isa datang 1400 tahun setelah nabi musa a.s., nabi isa adalah almasih bagi kaum israil,
Nabi mirza ghulam ahmad datang 1400 tahun
setelah Rasulullah Saw, Nabi Mirza Ghulam ahmad adalah almasih bagi umat muslim yang akan membawa kemenangan Islam di atas agama lainnya !
Baik nabi isa maupun Mirza Ghulam ahmad adalah nabi yang tidak membawa syariat baru, hanya meneruskan saja. Ghulam ahmad hanya melanjutkan perjuangan Rasulullah yang sangat dicintainya itu
By anak bengal on Jan 5, 2006
Tolong lihat tulisan dari Ahmadi sendiri, sehingga Anda bisa berkaca. Bukan begitu?
“Verily, the British government is our shield. We move forward and on and on under the protection of this shield. If this shield is removed, we would be torn and pierced by a volley of poisoned arrows from all direction. Our interests are linked with this Government to such an extent that its ruin will be our ruin and its progress our progress. Wherever the British empire spreads, we find a field for our mission.”
(Al-Fadl, October 19, 1915; by Mirza Mahmood Ahmad)
“The Muslim Ulama accuse us of cooperation with the England and taunt us at our happiness at their victories. We ask: Why shouldn’t we be happy? Why shouldn’t we rejoice? Our Imam has said: ‘I am the Mahdi and the British Government is my sword.’ We rejoice at this victory, and we wish to see the glare and lightening of this sword in Iraq, in Syria, and everywhere. He has said: ‘Verily, Allah had sent down angels to lend support and help to this Government’.”
(Al-Fadl, No. 22, 12 July, 1918, by Mohammad Amin Qadiani)
“We suffer all tribulations for the sake of our beneficent Government. We shall bear these in the future also as it is a duty of ours to thank it for its beneficence and kindness towards us. Undoubtedly, we will sacrifice our soul and our property as a ransom for the British Government.We continually pray for their height and might secretly and openly.”
(Arya Sharm, Roohany Khazaen, Vol. 10, P. 81; Arya Sharm, P. 79-80)
Kepada siapa Mirza berbakti? Jelas?
Wassalam,
By Nabi lama on Jan 7, 2006
Assalamu’alaikum,
Nampaknya si Nabi Lama ini berkeliaran di berbagai blog cuma kerjanya mau mendiskreditkan saja…sementara di blog-nya Imponk saya pernah tampilkan soal Inggris, dan Nabi Lama hanya diam seribu bahasa…
Di bawah ini saya tampilkan lagi penjelasan soal Inggris…
—-
Banyak orang Islam mainstream yang tidak mengerti tetapi suka mencela, menghujat serta mendiskreditkan Hz. Mirza Ghulam Ahmad a.s. dan Jemaat Ahmadiyah dengan mengatakan Ahmadiyah tidak mau mengusir penjajahan Inggris dari India, membela Inggris, berbakti kepada Inggris, memuji Inggris, mengharamkan jihad kepada Inggris di India, di sponsori oleh Inggris, dll.
Orang-orang yang menentang itu perlu disajikan FAKTA seperti di bawah ini agar dapat terbuka matanya dan sekaligus membuktikan bahwa perkataan mereka itu absurd dan cuma untuk mendiskreditkan saja.
The Islamic Cultural Centre & The London Central Mosque (Lihat: http://www.iccuk.org/icc/history/history.htm) adalah mesjid dan pusat kebudayaan Islam yg menjadi kebanggaan kaum Islam mainstream di Inggris dibangun dan didanai oleh Kerajaan Inggris dan diresmikan
oleh Raja George VI pada tahun 1944 dengan maksud:
(i) Sebagai hadiah tanpa syarat dari Pemerintah Inggris untuk semua masyarakat Islam di Inggris.
(ii) Sebagai penghormatan atas matinya ribuan orang-orang Muslim India yang telah berjasa sebagai tentara dalam membela dan mempertahankan Kemaharajaan Inggris Raya (British Empire).
Jadi, coba Anda renungkan dan coba Anda pikirkan seandainya apa yang Anda katakan kepada Ahmadiyah itu ditujukan kepada Anda dengan melihat fakta tersebut. Apakah Anda akan menolak kenyataan/fakta itu?
Catatan bagi orang-orang Islam yang baik hatinya, seyogyanya Anda harus meneliti dan mencari tahu fakta yang sebenarnya kenapa dahulu para ulama Islam mainstream melarang ummat Islam melakukan perlawanan
fisik dg senjata (Jihad) kepada Inggris di India.
Jawabannya adalah: Karena dahulu ketika Inggris menduduki Hindustan pada abad 19 sampai akhirnya menjadikan India sebagai negara pada th 1947, Inggris tidak pernah mempersekusi umat Islam, bahkan Inggris memberi kebebasan dan perlindungan bagi umat Islam di Hindustan untuk menjalankan ibadah dan keyakinannya. Oleh sebab itu para ulama Islam mainstream mengeluarkan fatwa-fatwa tentang Jihad dan Inggris sbb:
(i)Sayyid Ahmad Brelwi mengatakan:
“Walaupun pemerintah Inggris mengingkari Islam, tetapi mereka tidak berbuat zalim dan aniaya terhadap umat Islam. Dan tidak pula mereka melarang umat Islam melaksanakan kewajiban-kewajiban agama serta
ibadah-ibadah utamanya. Saya melakukan dakwah dan tabligh di wilayah kerajaan mereka, namun mereka tidak melarang maupun menghalangi. Justru jika ada yang berbuat berlebihan menentang terhadap kita,
mereka siap untuk menghukumnya. Tugas utama kita adalah menyebarkan Tauhid Ilahi dan menghidupkan ajaran dan Sunnah Sayyidul Mursaliin – yang mana kita dapat melakukannya tanpa hambatan di negeri ini.
Lalu, dengan alasan apa kita harus melakukan jihad terhadap pemerintah Inggris yang mana hal itu bertentangan dengan prinsip-prinsip aqidah kita, [dan dengan alasan apa] kita harus menumpahkan darah di kedua belah pihak?†(Swaaneh-e-Ahmadi, Maulvi Muhammad
Ja’far Thanesari, hlm.71).
(ii)Mengenai Maulana Shah Ismail Shaheed kita temukan:
“Maulana Ismail Syahid tetap melakukan jihad terhadap orang-orang Sikh karena campur-tangan mereka dalam agama Islam. Untuk menggalakkan motivasi jihad itulah ia telah membuat pidato tertentu. Ia tidak melakukan jihad terhadap pemerintah Inggris, dan tidak pula
di dalam pidatonya terdapat uraian secara nyata maupun secara tidak langsung untuk ber-jihad melawan pemerintah ini. Bahkan ia menganggap jihad terhadap pemerintah ini sebagai sesuatu yang tidak dibenarkan.†(Isyaa’atus-Sunnah, jld. 9, no. 1, hlm.11-12)
(iii)Fatwa dari Maulvi Nazir Ahmad Dehlwi:
“Dikarenakan di negeri ini sudah tidak ada lagi syarat-syarat [yang mengharuskan] jihad, maka melakukan jihad di sini dapat dianggap sebagai bunuh diri dan dosa.†(Fatawa Nadziriyah, jld. 4, hlm. 472).
(iv)Fatwa dari pemimpin golongan Ahlul Hadits, Maulvi Muhammad Hussein Batalwi:
“Bagi kaum Muslim di Hindustan, adalah haram untuk menentang dan memberontak terhadap pemerintah Inggris.†(Risalah Isyaa’atus-Sunnah, jld. 6, no.10, hlm. 287).
“Orang-orang Islam yang terlibat dalam pemberontakan tahun 1857, perbuatan mereka adalah dosa besar, dan berdasarkan Al-Qur’an serta Hadits, mereka adalah pembuat kekacauan, pemberontak, dan memiliki karakter setan.†(Risalah Isyaa’atus-Sunnah, jld. 9, no.10).
“Berperang melawan pemerintah ini atau memberi bantuan jenis apa pun kepada orang-orang yang memerangi pemerintah ini (bahkan jika mereka
adalah saudara-saudara Muslim kita), jelas-jelas merupakan pemberontakan dan haram.†(Risalah Isyaa’atus-Sunnah, jld. 9, no.10, hlm. 38-48)
(v)Fatwa Maulvi Ahmad Reza Khan Brelwi:
“Di dalam buku I’alaamul I’alaam bi-Anna Hindustan Daarus-Salaam, hamba yang rendah ini telah membuktikan dengan dalil-dalil yang meyakinkan bahwa Hindustan merupakan Daarus-Salaam (kawasan yang
aman-damai), dan menyebutnya sebagai Daarul-Harb (kawasan peperangan) adalah sama-sekali tidak benar.†(Nushratul Abrar, hlm.29; Diterbitkan oleh Sahafi Publishers, Aitcheson Gang, 17 Rabiul Awwal 1306 H, 1888 M).
(vi)Fatwa dari para Mufti Mekkah Al-Mu’azzhamah:
“(1) Jamaluddin bin Abdullah Syekh Umar, Mufti Mazhab Hanafi dari Mekkah Al-Mukarramah, (2) Hussein bin Ibrahim, Mufti Mazhab Maliki dari Mekkah Al Mu’azzhamah, (3) Ahmad bin Dzahni, Mufti Mazhab
Syafi’i dari Mekkah Al-Mu’azzhamah, telah menerbitkan fatwa yang menyatakan bahwa Hindustan adalah Daarus-Salaam (kawasan yang aman damai).†(Sayyid Atta’ullah Syah Bukhari, hlm.31, sebuah buku oleh Shorish Kashmiri).
(vii)Pernyataan Sir Sayyid Ahmad Khan:
Sir Sayyid Ahmad Khan pendiri Darul Uluum (Universitas) Aligarh menulis dalam bukunya Asbaab-e-Baghaawat-e-Hind (Sebab-Sebab Pemberontakan di Hindustan) sebagai berikut:
“Tatkala umat Islam memperoleh perlindungan yang penuh kedamaian dari pemerintah [Inggris] kita, maka umat Islam tidak mempunyai hak untuk ber-jihad dalam wilayah kekuasaan hukum pemerintah ini. Sekitar duapuluh atau tigapuluh tahun yang lalu, seorang tokoh
terkenal bernama Maulvi Muhammad Ismail telah mengajarkan pesan jihad di Hindustan, dan mendorong orang-orang agar ber-jihad. Pada saat ini ia dengan jelas mengatakan bahwa rakyat Hindustan yang hidup dengan aman di bawah perlindungan pemerintah Inggris, tidak memiliki hak untuk melakukan jihad di Hindustan.†(Asbaab-e-Baghaawat-e-Hind, hlm. 4, terbitan Urdu Academy, Sind, Mission Road, Karachi, Pakistan).
Jadi, dalam konteks seperti para ulama non-Ahmadi yang menolak jihad fisik itulah Hz. Mirza Ghulam Ahmad a.s. juga menolak jihad dan memberikan respect kepada Inggris.
Salam,
M. A. Suryawan
By M. A. Suryawan on Jan 27, 2006
Assalamu alaikum
Mas MA Suryawan jangan marah begitu dong. Saya sudah bilang saya masih belajar. Tentu belajar dari anda juga, ya toh.
Tolong Mas juga komentari mengenai perpecahan Islam karena beberapa pengakuan Imam Mahdi, Isa AS dan Maryam akhir2 ini.
Apakah fenomena ini akan terjadi lagi di masa yang akan datang?
Wassalam,
By Nabi lama on Feb 2, 2006
Nabi Lama,
Islam sudah pecah bukan akhir2 ini saja karena ada beberapa pengakuan Imam Mahdi, Isa as dan Maryam seperti yang Anda katakan.
Islam sudah terbagi menjadi banyak firqah/golongan/mazhab sejak dulu. Yang namanya Sunni dan Syi’ah sudah ada sejak dulu. Yang Syi’ah hanya mengakui Hz. Ali r.a. saja sebagai Khalifah dan tidak mengakui 3 Khalifah Rasiyidin. Yang namanya Sunni itu sejak dulu sampai sekarang telah terbagi menjadi banyak firqah, demikian pula dengan Syi’ah.
Jadi, karena telah muncul banyaknya firqah dalam Islam sejak dulu, maka sesuai dengan kehendak Allah, maka diutuslah Hz. Imam Mahdi/Masih Mau’ud/The Promised Messiah a.s. untuk mengajak umat Islam kembali mengenal Islam yang hakiki.
Imam Jalaluddin Abdur Rahman as-Suyuthi r.h. mengatakan ketika Nabi Isa a.s. diutus maka ia tidak akan mengikuti satu firqah/mazhab apa pun, karena yang dibawa adalah Syari’at Islam yang berdasarkan Al-Qur’an.
Nah, buat Anda Nabi Lama, pelajarilah kembali sejarah Islam.
Salam,
M. A. Suryawan
By M. A. Suryawan on Feb 12, 2006
Bung MA Suryawan
Menurut kepercayaan Anda Nabi Isa sekaligus Imam Mahdi itu adalah Mirza Ghulam Ahmad.
Menurut hadis Nabi SAW:
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abi Hurairah, bahwa Nabi bersabda: “Para Nabi itu bersaudara seayah berlainan ibu, dan Din mereka satu. Dan aku adalah manusia yang paling dekat dengan ‘Isa putra Maryam’, karena antara aku dan dia tidak ada nabi lagi. Dan sesungguhnya dia akan turun kembali ke bumi, maka jika kamu melihatnya maka kenalilah dia.”
(Musnad Ahmad 2:406 dan hadis ini shahih).
Yang dimaksud Nabi SAW di atas adalah Nabi Isa putra Maryam, sedangkan Nabi “Isa” anda itu putra siapa??
Anda menolak hadis di atas? Juga menolak penterjemahan Khatamun Nabiyyin sebagai nabi penutup pada surat Alhazab 40 ??
Mirza Anda itu membuat penterjemahan mengenai Khatamun Nabiyyin sendiri sebagai alasan bahwa dia adalah Nabi Isa yang diutus. Padahal Nabi SAW jelas-jelas menggambarkan siapa Nabi Isa yang dimaksud.
Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
Wassalam,
By Nabi lama on Feb 13, 2006
Kesesatan Menggerogoti Ummat Islam
Tanggal: Tuesday, 20 May 2003
Topik: Artikel Islam
Ust. Hartono Ahmad Jaiz
AlDakwah.org–Kesesatan itu bahasa Arabnya dholal. Yaitu setiap yang menyimpang dari jalan yang dituju (yang benar) dan setiap yang berjalan bukan pada jalan yang benar, itulah kesesatan. Demikian menurut Tafsir At-Thobari Juz 1 halaman 84.
Dalam Al-Qur’an disebutkan, setiap yang di luar kebenaran itu adalah sesat. Allah SWT berfirman:
“…maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (QS Yunus: 32).
Kebenaran itu datangnya dari Allah. Sebagaimana telah Allah tegaskan:
Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS Al-Baqarah: 147).
Apa-apa yang dari Tuhan berupa kebenaran itu disampaikan kepada manusia ini lewat wahyu Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw. Dalam hadits dijelaskan:
Hadits dari Miqdam bin Ma’di Karib Al-Kindi yang berkata, Rasulullah saw bersabda: Ingatlah sesungguhnya aku diberi Al-Kitab (Al-Qur’an) dan yang sesamanya bersamanya. Ingatlah sesungguhnya aku diberi Al-Qur’an dan yang sesamanya bersamanya. (HR Ahmad).
Hadits itu menjelaskan bahwa Nabi saw diberi wahyu berupa Al-Qur’an dan wahyu yang sesamanya besertanya, yaitu wahyu berupa hadits. Sehingga Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menjadi sumber Islam itu sebenarnya adalah wahyu dari Allah. Maka benarlah bahwa Islam itu agama dari sisi Allah, karena memang berupa wahyu dari Allah SWT.
Dari pengertian tersebut maka hal-hal yang tidak sesuai atau menyimpang dari Al-Qur’an dan Al-hadits/ As-Sunnah itu adalah kesesatan.
Untuk lebih mudahnya, maka letak kesesatan yang sudah jelas berada di luar garis Al-Qur’an dan As-Sunnah itu letaknya di mana, bisa dijelaskan sebagai berikut.
Di dalam Islam ada wilayah-wilayah:
1. Wilayah prinsip/ pokok/ dasar (ushul).
2. Wilayah cabang-cabang (furu’)
3. Wilayah yang didiamkan (maskut ‘anhu) yaitu mubah atau boleh-boleh saja.
Keterangan 1. Dalam hal wilayah pokok (ushul) biasanya dalilnya (ayat atau hadits)nya jelas, tegas, tidak ada makna-makna lain lagi. Hingga tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Misalnya Allah itu Esa. Nabi Muhammad nabi terakhir. Ka’bah adalah kiblat ummat Islam. Shalat 5 waktu itu wajib. Puasa Ramadhan wajib. Akherat itu ada. Surga, neraka, malaikat, hisab/ perhitungan amal di akherat itu pasti ada. Al-Qur’an dan hadits itu pedoman Islam. Dan sebagainya. Itu semua dalilnya jelas, tegas, dan tidak ada makna-makna lain lagi, serta tidak ada perbedaan di kalangan ulama.
Siapa saja yang menyelisihi dari hal-hal pokok yang sifatnya sudah tegas dalilnya seperti tersebut, itu jelas sesat.
Contoh:
1. Orang yang tidak mempercayai hadits Nabi saw sebagai landasan Islam, maka dia sesat. Itulah kelompok Inkar Sunnah.
2. Orang yang mengakui adanya nabi lagi sesudah Nabi Muhammad saw maka mereka sesat. Itulah kelompok Ahmadiyah yang mempercayai Mirza Ghulam Ahmad dari India sebagai nabi setelah Nabi Muhammad saw.
3. Orang yang menganggap Al-Qur’an dan As-Sunnah baru sah diamalkan kalau manqul (yang keluar dari mulut imam atau amirnya), maka anggapan itu sesat. Sebab membuat syarat baru tentang sahnya keislaman orang. Akibatnya, orang yang tidak masuk golongan mereka dianggap kafir dan najis. Itulah kelompok LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang dulunya bernama Lemkari, Islam Jama’ah, Darul Hadits pimpinan Nur Hasan Ubaidah Madigol Lubis (Luar Biasa) Sakeh (Sawahe Akeh/ sawahnya banyak) dari Kediri Jawa Timur yang kini digantikan anaknya, Abdu Dhohir. Penampilan orang sesat model ini: kaku –kasar tidak lemah lembut, ada yang bedigasan, ngotot karena mewarisi sifat kaum khawarij, kadang nyolongan (suka mencuri) karena ada doktrin bahwa mencuri barang selain kelompok mereka itu boleh, dan bohong karena ayat saja oleh amirnya diplintir-plintir untuk kepentingan dirinya.
4. Orang yang menganggap bahwa dirinya mendapat wahyu dan didampingi malaikat Jibril, maka dia sesat. Karena wahyu kenabian telah selesai dengan wafatnya Nabi Muhammad saw. Kelompok inilah yang mendirikan agama baru, Salamullah yang menghimpun semua agama, yaitu perempuan bernama Lia Aminuddin di Jakarta. Dia mengaku sebagai Imam Mahdi padahal wanita. Perangkai bunga kering ini gundah gulana akibat kecewa dengan dua muballigh (Nur Muhammad Iskandar dan Zainuddin MZ) dan Anton Medan (mantan penggede preman) dalam hal Yayasan At-Taibin (yang menggarap/ mendakwahi preman-preman, bajingan, pelacur dan sebagainya), menurut pengakuan Lia Aminuddin kepada MUI (Majelis Ulama Indonesia). Lalu MUI memfatwakan (22 Desember 1997) bahwa pengakuan Lia Aminuddin yang dirinya didampingi Malaikat Jibril dan mendapatkan ajaran keagamaan darinya itu sesat lagi menyesatkan. Namun ajaran sesat agama Salamullah itu ada Wakil/ Imam Besarnya bernama Abdul Rahman, konon alumni IAIN Jakarta.
5. Orang yang menganggap hadits Nabi saw yang sah hanyalah yang diriwayatkan oleh Ahlul Bait, maka mereka sesat. Sebab sama dengan menuduh para sahabat yang bukan Ahlul Bait (keluarga Nabi saw) itu tidak bisa dipercaya. Padahal Allah SWT saja memuji para sahabat Nabi saw. Orang yang tak mempercayai sahabat untuk jadi periwayat hadits itulah kelompom Syi’ah. Orang Syi’ah yang ghuluw/ ekstrim sampai menuhankan Ali bin Abi Thalib, maka mereka dihukum bakar oleh Ali bin Abi Thalib ra. Syi’ah Imamiyah (Itsna ‘Asyariyah) yang kini merupakan mayoritas, di Iran, Irak, dan menyebar ke lain tempat, mereka mempercayai adanya 12 Imam keturunan Ali yang dianggap ma’shum (terjaga dari dosa). Padahal yang ma’shum itu hanya Nabi. Perkataan Imam dianggap sama dengan perkataan Nabi. Syekh Muhammad At-Tamimi menjelaskan, Syi’ah –yang benar adalah sebutan Rafidhah karena pengelompokan mereka kepada Ali bin Abi Thalib ra adalah pengelompokan yang ekstrim keterlaluan, tidak diterima oleh Ali ra. Rafidhah/ Syi’ah seperti yang disifatkan oleh Syekh Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya, Iqtidho’us shirothil mustaqiem mukholafafatu ash-haabil jahiim, halaman 391, beliau berkata: Sesungguhnya mereka (Rafidhoh/ Syi’ah) adalah kelompok paling dusta dari kalangan ahlil ahwa’ (pengikut hawa nafsu), paling besar kemusyrikannya, maka tidak ada pengikut hawa nafsu yang lebih dusta dibanding mereka, dan tidak ada yang lebih jauh dari Tauhid (melebihi mereka). (Muhammad At-Tamimi, Fatawa Muhimmah, juz 1 halaman 145).
Karena sikap ghuluw (ekstrimnya) hingga menuhankan Imam mereka dan keekstriman-keekstriman lainnya, maka Imam Ibnu Taimiyyah menyebut orang Syi’ah atau Rafidhah itu sebagai pengikut hawa nafsu (ahlul ahwa’) yang paling sesat, dan paling jauh dari Tauhid.
6. Orang yang memaknakan Al-Qur’an semaunya, tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw, bahkan tak sesuai dengan lafal/ kalimat Al-Qur’an, maka mereka sesat. Itulah kelompok Isa Bugis. Contohnya, mereka memaknakan al-fiel yang artinya gajah menjadi meriam atau tank baja. Alasannya di Yaman saat zaman Nabi tidak ada rumput maka tak mungkin ada gajah. Mereka tidak percaya mu’jizat, maka dianggapnya dongeng lampu Aladin. Nabi Ibrahim menyembelih Isma’il itu dianggapnya dongeng belaka. Tafsir Al-Qur’an yang ada sekarang harus dimuseumkan, karena salah semua. Al-Qur’an bukan Bahasa Arab, maka untuk memahami Al-Qur’an tak perlu belajar Bahasa Arab, tata bahasa Arab dan sejenisnya. Lembaga Pembaru Isa Bugis adalah Nur, sedang yang lain adalah dhulumat, maka sesat dan kafir. Itulah ajaran sesat Isa Bugis.
7. Orang yang menggabung-gabungkan Islam dengan Yahudi, Nasrani dan lainnya, maka sesat. Itulah kelompok Baha’i. Menghilangkan setiap ikatan agama Islam, menganggap syari’at Islam telah kadaluarsa. Persamaan antara manusia meskipun berlainan jelnis, warna kulit dan agama. Inilah inti ajaran Baha’i. Menolak ketentuan-ketentuan Islam. Menolak Poligami kecuali ada kekecualian, dan tak boleh dari dua isteri. Melarang talak dan menghapus ‘iddah. Janda boleh langsung kawin lagi, tanpa ‘iddah (masa tunggu). Ka’bah bukanlah kiblat yang mereka akui, Kiblat mereka adalah di mana Tuhan menyatu dalam diri Bahaullah (pemimpin mereka). Ini sama dengan pandangan sufi /orang tasawuf sesat bahwa qolbul mu’min baitullah, hati mukmin itu baitullah. Ini mirip Gatoloco (penghina Islam model Kebatinan Jawa) bahwa hati manusia itu bikinan Allah, sedang ka’bah itu bikinan Ibrahim dan Isma’il, maka lebih baik mana bikinan Allah dibanding bikinan manusia. Demikianlah kesesatan model penolak Islam sambil mencari-cari spiritualitas yang dibikin-bikin syetan.
8. Orang yang menyamakan semua Agama, hingga Islam disamakan dengan Yahudi, Nasrani, dan agama-agama kemusyrikan, maka mereka sesat. Itulah kelompok yang berfaham pluralisme agama, yang sejak Maret 2001 membentuk kelompok yang bermarkas di Utan Kayu Jakarta dengan menamakan diri sebagai JIL (Jaringan Islam Liberal) yang dikordinir oleh Ulil Abshar Abdalla dari unsur NU (Nahdlatul Ulama). Ulil tidak mengakui adanya hukum Tuhan, hingga syari’at mu’amalah (pergaulan antar manusia) dia kampanyekan agar tidak usah diikuti, seperti syari’at jilbab, qishosh, hudud, potong tangan bagi pencuri dan sebagainya itu tidak usah diikuti. Bahkan larangan nikah antara Muslim dengan non Muslim dianggap tidak berlaku lagi, karena ayat larangannya dianggap tidak jelas. Vodca (minuman keras beralkohol lebih dari 16%) pun menurut Ulil bisa jadi di Rusia halal, karena udaranya dingin sekali. Pemahaman “kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah/ Al-Hadits†seperti yang difahami ummat Islam sekarang ini menurut Ulil salah, karena menjadikan penyembahan terhadap teks. Maka harus difahami dengan bahwa Al-Qur’an itu yang sekarang ini baru separuhnya, sedang separuhnya lagi adalah pengalaman manusia. Itulah kemauan Ulil, yang kalau dituruti, maka justru akan menyembah kemauan manusia. Dengan pemahaman Ulil yang sudah membabat dan menghina Islam seperti itu, maka fatwa hukuman mati yang semula oleh FUUI (Forum Ulama Ummat Islam) di Bandung ditujukan kepada penghina Islam dari kalangan Nasrani (Pendeta Suradi dan H Amos) tinggal dirujuk untuk Ulil. Kelompok JIL (Jaringan Islam Liberal) ini mengacak-acak Islam, pemahaman Islam, yang akibatnya menguntungkan gerakan pemurtadan. Itulah menurut hadits Hudzaifah yang terkenal diriwayatkan oleh Imam Bukhari telah disinyalir adanya penyeru-penyeru di pintu-pintu neraka jahannam. Siapa yang mengikuti ajakannya maka dilemparkan ke dalam neraka. Na’udzubillaah min dzaalik.
9. Orang yang mengibaratkan Rasul bagai menteri, sedang kerasulan bagai departemen. Lalu Rasul boleh wafat sebagaimana menteri boleh mati, namun kerasulan atau departemen tetap ada, maka tetap diangkatlah rasul baru sebagaimana diangkat pula menteri baru, maka mereka itu sesat. Karena Nabi Muhammad saw adalah rasul terakhir. Yang berfaham Rasul tetap diangkat sampai hari Qiyamat itulah kelompok Lembaga Kerasulan.
10. Orang yang menghalalkan merampas dan merampok harta orang lain asal untuk disetorkan kepada pemimpin, itu adalah sesat. Itulah kelompok NII KW IX (Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah IX) yang kini punya Ma’had Al-Zaitun dipimpin Abdul Salam (AS) Panji Gumilang. Anehnya, orang sesat ini justru dijadikan ketua alumni IAIN (kini UIN Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan dipuji-puji oleh Rektor Azyumardi Azra yang disebut-sebut sebagai simpatisan JIL (Jaringan Islam Liberal) yang sesat menyesatkan itu.
11. Orang yang menganggap Nabi saw memberikan wirid-wirid untuk diamalkan, padahal beliau telah wafat, maka mereka sesat. Itulah kelompok Darul Arqam berasal dari Malaysia, yang mengaku bahwa Syeikhnya, Syaikh Suhaimi bertemu Nabi Muhammad saw dalam keadaan melek/ jaga di Ka’bah lalu Nabi saw memberikan wirid-wirid yang mereka sebut Aurad Muhammadiyah. Kelompok ini sekarang menamakan diri Hawariyyun. Nama itu aslinya adalah sebutan untuk sahabat-sahabat Nabi Isa as. Kelompok ini termasuk sejenis kalangan tasawuf sesat dan tarekat, makanya ketika Ummat Islam ramai agar kelompok sesat ini dilarang, maka yang tampak agak keberatan dilarangnya adalah orang-orang NU (Nahdlatul Ulama) yang di antara mereka ada yang bergelimang bahkan membuat tasawuf sesat (Lihat buku Hartono Ahmad Jaiz, Bila Kyai Dipertuhankan Membedah Sikap Beragama NU dan buku Tasawuf Belitan Iblis)..
Keterangan 2. Mengenai wilayah cabang (furu’) adalah yang tidak ada dalilnya, atau ada dalilnya namun tidak menunjukkan makna yang pasti, bisa punya dua makna atau maknanya tidak tegas pasti. Misalnya, apakah sesudah Imam shalat membaca fatihah secara jahar/ keras, lalu ma’mum wajib membaca fatihah? Itu tidak ada dalil yang pasti. Maka di situlah ruang ijtihad (mencurahkan pikiran) untuk menentukan hukumnya. Yang berijtihad itu adalah yang memenuhi syarat, yaitu ulama yang menguasai ilmunya. Hasil ijtihad itu bisa berbeda satu dengan lainnya. Maka ada istilah ikhtilaf, yaitu beda pendapat. Di situ masih ada kesempatan lagi untuk menentukan mana yang lebih kuat dalilnya. Itulah namanya mentarjih yaitu menentukan mana yang lebih kuat.
Di wilayah furu’ inipun bisa timbul kesesatan, apabila orang yang tidak tahu malah memberi fatwa tanpa ilmu. Atau bila orang sengaja untuk menyelisihi dari ketentuan Islam. walaupun ketentuan itu bukan merupakan pokok, dan hanya menyangkut sunnat, namun bila diubah semaunya, maka sesat pula. Contohnya, Ma’had Al-Zaitun pimpinan AS Panji Gumilang di Indramayu Jawa Barat mengubah penyembelihan hewan qurban dengan duit, tanpa diadakan penyembelihan qurban, dengan alasan, telah banyak hewan diqurbankan namun tidak mensejahtera-sejahterakan ummat pula. Pengubahan itu adalah kesesatan.
Contoh lain, orang-orang sekuler dan anti Islam memaknakan negara agama itu adalah teokrasi yang pengertiannya negara kependetaan. Lalu mereka menimpakan pengertian dari luar Islam itu kepada Islam, padahal negara agama kalau dirujuk kepada praktek kepemimpinan kekuasaan dalam Islam (zaman Nabi saw dan Khluafaur Rasyidin) maka istilah sekarang adalah negara hukum atau nomokrasi, yang hukumnya itu adalah syari’at Islam. Jadi negara agama menurut praktek dalam Islam adalah negara berdasarkan syari’at Islam, bukan negara teokrasi yang muatannya adalah kependetaan. (Lebih jelasnya, silakan baca buku Gus Dur Menjual Bapaknya, Bantahan Pengantar Buku Aku Bangga Jadi Anak PKI, Darul Falah, Jakarta 2003).
Keterangan 3. Mengenai wilayah yang didiamkan (maskut ‘anhu), biasanya adalah menyangkut dunia. Hal-hal yang dibiarkan, tidak ditentukan oleh ayat ataupun hadits, dalam urusan dunia ini, maka boleh-boleh saja, alias mubah. Terhadap yang mubah/ boleh-boleh saja inipun bisa timbul kesesatan, yakni apabila orang membuat larangan untuk drinya atau pengikutnya dalam rangka ibadah atau mendekatkan diri kepada Allah padahal tak ada larangan syari’atnya.
Misalnya, orang-orang Tarekat untuk mendekatkan diri kepada Allah maka mereka mengadakan larangan sendiri, tidak boleh makan daging atau ikan ketika mereka mengadakan suluk (mengkhususkan waktu untuk beribadah). Memakan daging halal.itu hukum asalnya adalah mubah/ boleh-boleh saja. Lalu diadakan larangan sendiri demi beribadah kepada Allah. Pengadaan larangan sendiri dan untuk ibadah, itulah kesesatan. Namun kalau pelarangan itu karena menjaga kesehatan, misalnya tidak minum kopi karena darah tinggi, maka boleh. Demikian pula, kalau makanan syubhat (samar antara halal dan haram) kemudian kita menjauhinya karena menjaga ibadah, justru baik. Karena berarti kita menjauhkan diri dari yang mendekati keharaman. Ini berbeda dengan mengharamkan sendiri hal yang halal demi ibadah.
Kesimpulan: Dari 3 wilayah (ushul, furu’, dan mubah) itu ada celah-celah yang bisa timbul kesesatan. Namun kesesatan yang paling banyak dan membahayakan aqidah/ keyakinan adalah yang menyangkut ushul (pokok). Karena, begitu menyelisihi dalil yang sudah jelas, maka sesat.
Adapun mengenai yang furu’, kesesatannya adalah mengada-adakan sesuatu tanpa diketahui dalilnya, ataupun mengubah aturan tidak sesuai dengan dalil, seperti tentang menyembelih binatang qurban diubah jadi penyetoran duit lalu duit itu tidak untuk beli binatang qurban tetapi untuk lain-lain, dengan alasan yang dibuat-buat. Juga mengalihkan pengertian istilah dalam Islam kepada istilah yang bukan Islam hingga pengertiannya jauh berubah.
Kesesatan pun bisa timbul di wilayah yang mubah/ boleh-boleh saja. Yaitu bila orang mengadakan pelarangan terhadap hal yang sebenarnya tidak dilarang, yang pengadaan larangannya itu demi ibadah.
Kesesatan-kesesatan itu beda-beda tingkatnya, ada yang sampai kafir, misalnya menganggap Allah SWT tidak mengutus Nabi Muhammad saw, shalat 5 waktu itu tidak wajib dan sebagainya.
Ada yang sesatnya tidak sampai kafir, misalnya atas nama untuk ibadah, lalu melarang dirinya makan daging (pada waktu-waktu tertentu) padahal daging halal. Meskipun kesesatannya itu tidak sampai kafir, namun merusak agama. Sebab sudah mengada-adakan aturan/ syari’at baru. Dan hal itu dilarang mengadakannya oleh Rasulullah saw.
Itulah letak-letak kesesatan dan contoh-contoh jenisnya yang senantiasa menggerogoti Ummat Islam di Indonesia bahkan bisa jadi sedunia. Ummat Islam wajib mewaspadainya dan menghindarkan diri serta keluarga dari aneka kesesatan itu, supaya ketika maut menjemput, masih tetap dalam keadaan Muslim. Sebagaimana Allah swt telah wanti-wanti (berpesan dengan sungguh-sungguh agar dijaga pesan itu):
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS Ali Imran: 102).
Untuk lebih komplitnya silakan baca buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia. (Hartono Ahmad Jaiz). [Majalah Media Dakwah, Jakarta, Mei 2003].
By Nabi Lama on Feb 14, 2006
Apakah ada bangsa yang terjajah (India/Pakistan) menyembah kepada bangsa yang menjajah (Inggris) sebagai imam. Kemudian mengaku-ngaku Kitab Tadzkirah (Al-Qur’an mereka) sebagai Muk’jizat sang nabi palsu. Cuci Otak kalian wahai saudaraku….!.
By dafie on Feb 15, 2006
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya” (QS 4:136)
By Nabi lama on Feb 24, 2006
Ada pertanyaan sederhana yang dilontarkan pada saya
Dari sejarah, kita tahu bahwa yang dihukum oleh Allah Swt itu adalah orang yang menolak kedatangan nabi bukan yang menerima nabi. Adakah suatu kaum yang dihukum oleh Allah swt karena menerima pendakwaan seorang Nabi?
Umat Yahudi selalu menolak nabi-nabi yang datang dari kalanganya, termasuk yang terakhir Isa as. Akhirnya nikmat kenabian dari kaum bani israil dicabut dan dianugrahkan kepada keturunan Ismail as. Pertanyaannya apakah umat islam akan mengikuti umat yahudi yang menolak penerus syariat nabi musa dengan menolak nabi yang mungkin datang meneruskan syariat islam ?
Saya “share” pertanyaan ini, keterbatasan pengetahuan, logika dan hati kita akan menjawabnya.
By aa on Feb 25, 2006
Apakah penolakan terhadap Nabi Mirza merupakan bagian dari penolakan terhadap nabi-nabi lain seperti tercantum dalam Al Quran?
Kami hanya mengakui Nabi Muhammad, Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir. Apakah ini salah? Padahal anda, para Ahmadi, juga mengakui kerasulan dan kenabian Muhammad SAW.
Seperti sabda Nabi SAW, untuk mengikuti Al Quran dan Hadist. Apakah ini belum cukup? Apakah mesti menjadi pengikut Mirza lagi? Logikanya dimana?
Siapa Mirza, Nabi Isa yang baru?
Dalilnya mana? Apakah ada di Al Quran yang menyebut nama Mirza?
Apakah Mirza menerima wahyu sama seperti Lia Aminuddin?
Wassalam,
By Nabi lama on Feb 28, 2006
gini aja daripada saling berantem coba biarkan aja ahmadiyah dgn itikadnya dan kita yang ngaku islam yg benar dgn jalan kita juga ,semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita amin
By asnawi on Mar 24, 2006
Buat para mantan Islam Jamaah/LDII/Lemkari, mari kita bergabung bersilaturahmi berbagi cerita dalam milis islam-jamaah kirim ke islam-jamaah-subscribe@yahoogroups.com atau url groups.yahoo.com/groups/islam-jamaah
By livetod1e on Mar 27, 2006
silakan baca
http://www.muslim.or.id
insya Allah sejalan dengan alquran wa sunnah sesuai dengan pemahaman salafush sholih
By dhewa on Mar 29, 2006
Bt para Ahmadi,
Pelurusan penafsiran Al Quran yang anda maksud adalah versinya Mirza, bukan begitu? Sedangkan penterjemahan dan tafsir Al Quran sudah ada sejak zaman Nabi SAW, para sahabat Rasulullah SAW hingga pada masa kini (yang kami meyakini kemurniannya). Logikanya Mirza (dan anda) telah menyalahkan tafsir Kitab Suci Islam itu mulai dari Nabi SAW, para sahabat dan para ulama. Nauzubillah.
Apakah anda meyakini bahwa ajaran Nabi SAW itu sekarang telah melenceng? Jadi, jalan Mirza itu kah yang anda yakini kebenarannya? Logikanya anda telah meyakini ajaran Mirza adalah yang paling benar dibandingkan ajaran Nabi SAW (atau pelurusan ajaran atau apaun namanya).
Umat Islam selain pengikut Ahmadiyah menurut Mirza (dan anda) adalah kafir? Yaitu dengan meyakini kenabian Mirza. Logikanya umat Islam (selain Ahmadiyah) adalah bukan umat Islam sebenarnya (sejati), posisi kami dianggap sebagai posisi umat Nasrani terhadap umat Nabi SAW. Padahal kami adalah pengikut Nabi SAW (yang khatamun nabiyyin).
Renungkanlah sebelum ajal datang.
Wassalamualaikum,
By Nabi lama on Apr 6, 2006
Yakinkah bahwa Tafsir yg anda pegang sama dengan tafsir versi Muhammad SAW
Kalo sama mengapa Islam terpecah belah banyak firqah..ada suni, syiah, Nu, Muhammadiyah dll sampai 73 golongan…
coba baca tafsir Depag ada yang kontradiktif ayat yang satu dengan yang lain…jadi kalo tafsir bisa bermacam-macam walau ayatnya tidak berubah…pernah baca sejarah penulisan Qur’an yang penuh dengan kontradiktif..
saran saya belajarlah lebih banyak
By yono on Apr 25, 2006
Bt Ahmadi
Ya, kita yakin bahwa tafsir versi Nabi SAW pun masih ada yang mengikutinya. Namun dari sekian generasi sesudah Nabi SAW tidak ada yang berani untuk mengakui ada nabi sesudah Beliau, QS Al Ahzab-40.
Kapankah tafsir yang menyatakan Khatamun Nabiyyin itu cincin atau perhiasan para nabi? Para Ahmadi pun harus belajar ini dan ambil logikanya.
Wassalam,
By Nabi lama on Apr 27, 2006
Ini Blog panjang banget lagian Mas MA Suryawan sudah cukup menerangkan dengan jelas masalah kenabian tapi
Diterangkan beberapakali juga ngga bakalan ngerti..karena emang benar petunjuk itu datangnya dari ALlah
Lebih baik anda sholat Istikhoroh 7 malam minta petunjuk apakah benar
HMGA itu Nabi atau Palsu, Insya Allah akan ada jawaban Nya
Wasalam
By yono on Apr 27, 2006
Bt Ahmadi,
Apa komentar anda mengenai perpecahan Qadyan dengan Lahore? Adakah perbedaan yang mendasar? Kami sebagai orang non Ahmadi mengamati mulai dari timbulnya sampai kondisi Ahmadiyah sekarang. Adakah orang Ahmadiyah sendiri yang berfikir dengan jernih?
Apakah anda dengan shalat istikharah 7 malam akan meyakinkan anda bahwa Mirza mendapat wahyu yang benar? Yang kemudian menjadikan dia seorang Nabi?
Ingatlah waktu terus berjalan dan ajal pun akan menjelang.
Ber-istigfar-lah.
Wassalam,
By Nabi lama on Apr 27, 2006
Sabar-sabar…Islam aja terpecah jadi suni dan syiah, apa lantas Islam ngga bener?
dari tulisannya anda kelihatan masih “childhood” alias kekanak-kanakan gampang emosian bila pendapat anda terbantahkan…
lagian katanya mau belajar…
Kasihan sekali anda sampai Sholat Istikohoroh aja anda ngga ngerti sama sekali, bagaimana anda mau berdakwah kepada orang lain tanpa ilmu sama sekali…
Mari sini saya ajarin :
Kita dianjurkan untuk sholat istikhoroh
agar kita mendapatkan petunjuk yang terbaik atas sesuatu pilihan…
..tanya deh sama ustadz AA GYM kalo ngga percaya…he..he..he..
Jadi saran saya belajarlah dalam banyak hal, jangan hanya kata orang trus anda copy paste disini, tanpa melihat ada bantahannya apa ngga, asal tau aja semua pernyataan anda diatas sebenarnya sudah terbantahkan oleh MA Suryawan
atau kalo mau, sekali-kalilah buka website resmi ahmadiyah di http://www.alislam.org atau http://www.ahmadiyya.or.id/page
Sudah dulu yah saya ngga bisa terus berdialog disini karena lawan diskusi kita masih hijau masalah keagamaan bisa dilihat dari pernyataan anda mengenai sholat istikhoroh…maaf..
wasalam
By yono on Apr 28, 2006
Bt Ahmadi,
Terima kasih atas penilaiannya.
Buat kami adalah simpel, berikrar: Tiada tuhan selain Allah, Muhammad SAW adalah utusanNya.
Terserah bagi anda, seperti firman Allah:
Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
Wassalam
By Nabi lama on Apr 28, 2006
Bt Ahmadi,
Hadist-hadist di bawah ini yang Anda mencoba untuk menolaknya:
Abu Daud:
Book 37, Number 4310:
Narrated AbuHurayrah:
The Prophet (peace_be_upon_him) said: There is no prophet between me and him, that is, Jesus (peace_be_upon_him). He will descent (to the earth). When you see him, recognise him: a man of medium height, reddish hair, wearing two light yellow garments, looking as if drops were falling down from his head though it will not be wet. He will fight the people for the cause of Islam. He will break the cross, kill swine, and abolish jizyah. Allah will perish all religions except Islam. He will destroy the Antichrist and will live on the earth for forty years and then he will die. The Muslims will pray over him.
Muslim:
Book 030, Number 5674:
Abu Huraira reported Allah’s Messenger (may peace be upon him) as saying: The similitude of mine and that of the Apostles before me is that of a person who built a house quite imposing and beautiful and he made it complete but for one brick in one of its corners. People began to walk round it, and the building pleased them and they would say: But for this brick your building would have been perfect. Muhammad (may peace be upon him) said: And I am that final brick.
Book 030, Number 5673:
Abu Huraira reported Allah’s Messenger (may peace be upon him) as saying: The similitude of mine and that of the Apostles (before me) is that of a person who constructed a building and he built it fine and well and the people went round it saying: Never have we seen a building more imposing than this. but for one brick, and I am that brick (with which you give the finishing touch to the building).
Book 030, Number 5675:
Abu Hurairh reported Allah’s Messenger (may peace be upon him) as saying: The similitude of mine and that of the Apostles before me is that of a person who built a house quite imposing and beautiful, but for one brick in one of its corners. People would go round it, appreciating the building, but saying: Why has the brick not been fixed here? He said: I am that brick and I am the last of the Apostles.
Book 030, Number 5677:
Jabir reported Allah’s Messenger (may peace be upon him) as saying: The similitude of mine and that of the Apostles is like that of a person who built a house and he completed it and made it perfect but for the space of a brick. People entered therein and they were surprised at it and said: Had there been a brick (it would have been complete in all respects). Allah’s Messenger (may peace be upon him) said: I am that place where the brick (completing the building is to be placed), and I have come to finalize the chain of Apostles.
Book 030, Number 5810:
Jubair b. Mut’im reported on the authority of his father that he heard Allah’s Messenger (may peace be upon him) as saying: I am Muhammad and I am Ahmad, and I am al-Mahi (the obliterator) by whom unbelief would be obliterated, and I am Hashir (the gatherer) at whose feet mankind will be gathered, and I am ‘Aqib (the last to come) after whom there will be no Prophet.
Book 030, Number 5813:
Abu Musa Ash’ari reported that Allah’s Messenger (may peace be upon him) mentioned many names of his and said: I am Muhammad, Ahmad. Muqaffi (the last in succession), Hashir, the Prophet of repentance, and the Prophet of Mercy.
Book 030, Number 5834:
Abu Huraira reported Allah’s Messenger (may peace be upon him) as saying: I am most akin to the son of Mary among the whole of mankind and the Prophets are of different mothers, but of one religion, and no Prophet was raised between me and him (Jesus Christ).
Book 030, Number 5836:
Abu Huraira reported many ahadith from Allah’s Messenger (may peace be upon him) and one is that Allah’s Messenger (may peace be upon him) said: I am most close to Jesus, son of Mary, among the whole of mankind in this worldly life and the next life. They said: Allah’s Messenger how is it? Thereupon he said: Prophets are brothers in faith, having different mothers. Their religion is, however, one and there is no Apostle between us (between I and Jesus Christ).
Seperti disebutkan pada hadist pertama dan terakhir, tiada nabi sesudah Nabi SAW dan Isa AS, yang tersirat adalah sesudah beliau Nabi SAW hingga turun/diutusnya Nabi Isa AS, putra Maryam.
Jadi apakah Mirza mengaku sebagai Isa AS yang anak dari Maryam, sekaligus Imam Mahdi?
Shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad SAW.
Wassalam,
By Nabi lama on May 2, 2006
Bt Ahmadi,
Salah satu ciri ahlus sunnah adalah kecintaan mereka terhadap imam-imam sunnah dan ulamanya dan para penolongnya dan para walinya. Dan mereka membenci tokoh-tokoh ahli bid’ah yang mereka itu mengajak kepada jalan menuju neraka dan menggiring pengikutnya menuju kehancuran. Allah telah menghiasi dan menyinari ahlus sunnah dengan kecintaan mereka kepada ulama-ulama ahlus sunnah, sebagai karunia dan keutamaan dari Allah ta’ala.
Barangsiapa yang pada hari ini berpegang teguh dengan sunnah Rasul shallallahu’alaihiwa sallam, melaksanakannya, istiqamah diatasnya serta mendakwahkannya, ia akan mendapatkan pahala yang lebih banyak dibandingkan yang mengamalkan diawal munculnya Islam, sebagaimana sabda Nabi :
“Sesungguhnya dibelakang hari nanti akan datang hari-hari yang penuh kesabaran. Orang yang berpegang teguh dengan apa yangkalian pegang teguh akan mendapat 50 kali pahala yang kalian peroleh”. Beliau ditanya(oleh sahabat) :”Mungkin 50 kali pahala diantara mereka”. Rasulullah shallallahu’alaihiwa sallam menjawab:”Bahkan 50 kali pahala kalian” (HR. Ibnu Nashar dalam As-Sunnah dengan sanad shahih)
Abu Utsman berkata:”Demikianlah seharusnya seseorang dalam mengagungkan hadits-hadits Nabi, menerimanya dengan sepenuh penerimaan, kepasrahan dan mengimaninya. Membantah orang yang menempuh jalan selain ini, sebagaimana yang dilakukan oleh Harun Ar-Rasyid rahimahullam terhadap orang yang dengan beraninya membantah hadits dengan mengatakan: “Bagaimana mungkin?” yang tujuannya adalah membantah dan mengingkarinya. Padahal seharusnya ia menerima semua yang diberitakan oleh Nabi.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk diantara mereka yang ketika mendengar hadits kemudian mengikutinya. Berpegang teguh sepanjang hidup dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul shallallahu’alaihi wa sallam, serta menghindari hawa nafsu yang menyesatkan, pendapat-pendapat yang sesat dan berbagai kejahatan yang menghinakan dengan karunia dan keutamaan dari Allah ta’ala.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya serta para sahabat ridhwanullahu ‘Alaihi ajma’in.
By Nabi lama on May 2, 2006
anda percaya bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir tapi anda percaya bahwa nanti akhir zaman Nabi Isa akan turun, gimana sih?? bukankan kepercayaan Nabi Isa ada dilangit itu sama saja dengan kep. kristen, lalu kalo Nabi Isa turun akan menghapus syariat Nabi Muhammad???
karena Nabi Isa diutus hanya untuk kaum Bani Israil, kemudian di Injil juga beliau menyatakan beliau diutus hanya untuk menggenapkan taurat, lalu kenapa beliau sekarang mengimami sholat kaum nya Nabi Muhammad SAW, jadi sebenarnya siapa yang melecehkan Nabi Muhammad SAW ??? belajar dari mana nabi Isa mengenai syariat Nabi Muhammad SAW?? apakah akan mendapat wahyu lagi?, sementara anda juga percaya bahwa wahyu sudah terputus !!! benar-benar membingungkan, !!! Trus beliau sekarang ada diplanet mana?? apakah beliau sholat? puasa?? bayar zakat???
trus makanan beliau apa??? padahal beliau juga manusia biasa, iya apa ngga?? kecuali kalo sudah menganggap beliau Tuhan..!! lalu apa bedanya kaum Muslim dengan Kaum Nabi Isa..???
toh pada akhirnya mereka mengakui juga kalo Nabi Isa itu lebih superior dari Nabi Muhammad buktinya akan menjadi Imam di Akhir zaman !!!
Trus adakah hadist yang menunjuk bahwa yg disalib itu Yudas bukan ISA as??? tau darimana ente?? kalo itu Yudas??
….benar-benar menyedihkan kepercayaan Mainstream ini mengenai Nabi Isa…
Kepercayaan itulah yang telah dpatahkan oleh HMGA as beliau diutus memang untuk mematahkan salib…!!!
bahwa Nabi Isa sudah wafat secara wajar setelah mengalami penyaliban dan mencari 12 domba Israeli yg hilang..
mohon dijawab !!!
By yono on May 2, 2006
Bt Ahmadi,
Sungguh jelas, jawaban Anda itu sama saja dengan menolak hadist-hadist di atas, apakah layak Anda mengaku beragama Islam, pengikut Nabi SAW tapi menolak sunnah-sunnahnya? Ataukah anda meyakini ucapan Mirza itu sebagai sunnah baru?
Logika Anda itu sepertinya Anda paksakan buat Anda sendiri.
QS Al Baqarah:117,
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia.
QS Ali Imran:59,
Sesungguhnya misal ‘Isa di sisi Allah, adalah seperti Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” , maka jadilah dia.
QS An Nisaa:135,
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya serta para sahabat ridhwanullahu ‘Alaihi ajma’in.
By Nabi lama on May 3, 2006
kasihan sekali kamu !!! kamu lebih memepercayai hadist2 palsu dari pada Qur’an !!!
dan Kamu sama sekali tidak menjawab pertanyaan diatas, yang ada hanya
menuduh kita sesat keluar dari Islam
Silahkan saja menuduh toh akhirnya Hanya Allah sajalah yang mengetahui kebenaran. dan pernyataan kamu diatas Insya Allah akan dimintai pertanggung Jawaban kelak diakherat,
kami tidak menafikan hadist tetapi cukup dengan Qur’an karena hadist pun banyak yang palsu dan lemah…
mungkin Artikel dibawah bisa buat pencerahan, kalau anda yakin Nabi Isa masih hidup coba beri jawaban !!!
Masih Hidup Atau Telah Wafat
Kepercayaan yang diterima kebanyakan Muslim adalah bahwa Isa AS masih
hidup di Surga. Menurut mereka, orang-orang Yahudi ingin membunuh Isa
AS dengan menyalibkannya, tetapi Allah menyelamatkannya dengan
mengangkatnya ke Surga.
Apabila Anda adalah salah satu dari Muslim yang percaya akan
pemikiran di atas, Anda perlu membaca keseluruhan artikel ini.
Boleh saya bertanya pada Anda: ‘Apakah Anda memiliki bukti dari
Qur’an yang mendukung pemikiran Anda bahwa Isa AS masih hidup dan
beliau diangkat oleh Allah dalam keadaan hidup?’ Kemungkinan besar,
Anda tidak memiliki bukti. Anda hanya bergantung pada pendapat yang
dipercaya oleh kebanyakan Muslim. Beberapa orang mencoba membawa
bukti argumen tersebut, dan hal itu yang membuat diskusi di sini jadi
menarik
Saya mencoba menunjukkan kepada Anda bukti-bukti dalam Qur’an yang
membuktikan bahwa Isa AS tidaklah hidup saat ini, beliau telah wafat
dan beliau tidak diangkat dalam keadaan hidup ke surga. Memang benar bahwa wafatnya Isa
AS secara wajar dan bukannya beliau diangkat Allah ke Surga, pada
awalnya lahir dari pemikiran sekte Qadian. Karena berawal dari
pemikiran sekte Qadian, kelihatannya jika Anda percaya pemikiran
tersebut, Anda jadi percaya dengan seluruh pemikiran sekte Qadian.
Dan karena Anda tidak mau disangka dari sekte Qadian, Anda memutuskan
untuk menolak seluruh pemikiran sekte tersebut, termasuk mengenai
wafatnya Isa.
Karena isi artikel ini sangat luas, saya anjurkan untuk menyimpan
file ini dalam disk atau mencetaknya. Hasil cetakan akan lebih mudah
dibaca dalam menganalisa masalah ini.
Saya akan menunjukkan, bagaimana seorang Muslim tradisional seperti
saya dan Anda percaya akan wafatnya Isa, Saya anjurkan para pembaca untuk membuka
pikirannya dan membaca keseluruhan artikel ini.
Untuk memudahkan pemaparan saya, sebelum memulai artikel ini saya
ingin mengumumkan sesuatu:
Bahwa saya bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad SAW adalah
Rasul-Nya
Mari kita lihat apakah Anda dapat mengikuti peraturan
tersebut seperti saya.
Saya percaya pada Qur’an Total - keseluruhan pesannya dan ajarannya.
Saya percaya tidak ada ayat dalam Qur’an yang saling bertentangan,
dan tidak ada perubahan ayat-ayatnya. Pengertian saya terhadap Qur’an
tidak dimaksudkan untuk mempertentangkan pesan dan ajarannya.
Saya tidak akan memutarbalikkan makna ayat-ayat untuk mencapai
kesimpulan. Apabila mungkin, saya akan menganalisa dan mengkritik dari
kedua sisi, dan menunjukkan berbagai kemungkinan masalah tersebut.
Kita, sebagai orang Muslim, percaya akan banyak hal yang kebetulan
juga disebutkan dalam Alkitab. Kita mengetahui nabi-nabi seperti
Adam, Isa, Nuh, Yusuf, Musa, dan nabi lainnya, yang juga tercantum di
Alkitab. Kita mempercayai nabi tersebut, karena kita menemukan
rujukannya dalam Qur’an. Mempercayai nabi yang kebetulan sama dengan
orang Kristen, tidak membuat kita otomatis menjadi orang Kristen.
Kita juga menemukan tentang penciptaan Adam dalam Alkitab. Tetapi
kita mempercayai penciptaan Adam, karena Qur’an menuliskannya, dan
riwayat penciptaan Qur’an kebetulan mirip dengan Alkitab. Mempercayai
penciptaan Adam tidak membuat kita menjadi orang Kristen. Dan,
kelihatannya hanya penganut sekte Qadian yang percaya wafatnya Isa
AS. Tetapi apabila kita menemukan bukti wafatnya beliau dalam Qur’an,
kita sepatutnya percaya.
Argumen lainnya oleh umat Muslim untuk tidak mempercayai wafatnya Isa
AS, adalah bahwa kebanyakan umat Muslim seluruh dunia percaya Isa AS
masih hidup di Surga. Mungkinkan mereka salah? Hanya karena sebuah
pendapat banyak diterima orang, tidak berarti pendapat itu benar.
———————————————————————-
———-
Wafatnya Isa AS Secara Wajar
Kebanyakan orang Muslim dari seluruh dunia menganut kepercayaan yang
sama dengan orang Kristen bahwa Isa AS masih hidup di Surga. Seluruh
dasar agama Kristen berdasar kepada konsep ini, dan kebanyakan Muslim
juga mendukung sudut pandang ini. Entah bagaimana, sejak lama konsep
Kristen telah menginfiltrasi konsep Islam, dan kini tampaknya konsep
tersebut adalah murni konsep Islam. (Tambahan dariku: Contoh lainnya adalah kepercayaan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk kiri Adam, Adam dan Hawa
diciptakan di Surga kemudian “diturunkan†ke bumi padahal mereka
diciptakan di bumi juga, dlsb.)
Orang Muslim biasanya menggunakan dua bagian dalam Qur’an untuk
mendukung sudut pandang mereka, yaitu ayat Qur’an 3:55 dan 4:157-158.
Kami akan membeberkan terjemahan yang tepat untuk ayat tersebut, kata-
perkata, agar Anda dapat mengerti intinya. Sayangnya, banyak orang
Muslim malah menyalahkan terjemahan yang benar, dan malah menilai
terjemahan yang salah sebagai ‘otentik’. Kami akan menunjukkan
beberapa contoh terjemahan yang benar dan salah sehingga Anda dapat
melihat gambaran masalah ini.
Analisis ayat 3:55 Surat Ali Imran
Dalam ayat 3:55 Allah berfirman:
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan
menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku
serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan
orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga
hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku
memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih
padanya.
Kalimat kuncinya di sini adalah “Ya Isa, inni mutawaffika wa
rafi’uka ilaiya” yang berarti “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan
menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku ”
Interpretasi Kata “wafat”
Kata kuncinya adalah “wafat”. Makna yang paling tepat untuk “wafat”
adalah kematian, atau pengambilan ruh. Apabila ruh diambil dari
seseorang, itulah kematian. Ironisnya, para ulama yang menerjemahkan
Qur’an setuju bahwa “wafat” berarti kematian. Setiap ulama
menerjemahkan “wafat” sebagai kematian muncul 20 kali dalam
terjemahan mereka. Namun, khusus ayat ini, mereka menginterpretasikan
ayat ini dengan bermakna “pengambilan” dan akhirnya menyinggung
makna “kenaikan / pengangkatan secara fisik”. Para penerjemah tidak
ragu untuk memutarbalikkan makna aktual Qur’an untuk mendukung
kepercayaan Kristen dengan didukung hadith lemah seperti yang
diriwayatkan Wahab bin Munnabba, Kab Akbar, dan Abu Hurairah.
Quran adalah Firman Allah, sedangkan hadith adalah perkataan manusia.
Hadith bukan Firman Allah. Seseorang dapat salah, namun Allah tidak
mungkin salah. Karenanya kita sering merujuk pada hadith yang Sahih,
yaitu hadith yang benar, karena hadith yang lain belum tentu benar.
Kita tidak mengatakan hal yang sama tentang Qur’an, bahwa beberapa
ayatnya Sahih dah beberapa Dha’if(lemah). Fakta ini mengindikasikan bahwa
beberapa hadith tidak benar. Hadith adalah perkataan Nabi Muhammad
SAW, tetapi pada zaman Nabi sendiri tidak ada penulisan Hadith.
Beberapa generasi setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, hadith baru
dikumpulkan oleh para ulama dan sahabat. Dalam proses ini ratusan
hadith ditolak karena berupa hadith palsu. Pada akhirnya, saat para
ulama dan sahabat setuju bahwa suatu hadith adalah Sahih, baru
dikumpulkan menjadi buku.
Karena itu, kita menganggap beberapa hadith sebagai benar, dan
beberapa lagi lemah. Beberapa Muslim bahkan berkata untuk setiap satu
Hadith yang benar, ada ribuan hadith palsu. Artinya, ada hadith yang
tidak benar. Dasarnya, tetap bahwa Hadith adalah kumpulan perkataan
seseorang yang diriwayatkan oleh orang-orang. Jangan salah mengerti,
saya tidak mengatakan kalau saya menolak semua Hadith.
Sikap saya adalah menganggap posisi Qur’an di atas Hadith. Apabila
suatu hadith bertentangan dengan ayat Qur’an, maka Qur’an lah yang
harus diterima, bukan Hadith. Tetapi, seluruh Muslim (termasuk Anda)
berargumen bahwa suatu Hadith haruslah benar karena para ulama
sepakat hadith tersebut Sahih / benar. Dan karena status hadith
tersebut yang Sahih, jika Qur’an menjadi salah atau satu ayat Qur’an
menjadi bermakna bertentangan dengan ayat lainnya, siapa peduli?
Biarkan Firman Allah jadi membingungkan dan bertentangan, dan
bergembiralah karena Hadith Sahih tersebut diterima Mutlak! Betapa
memalukannya!
Dalam ayat 3:55, dua keadaan mengenai Isa AS ditetapkan:
Pertama, Allah akan menyebabkan wafatnya beliau
Kedua, Isa AS akan diangkat
Keadaan kedua tidak mungkin terjadi sebelum keadaan pertama terjadi.
Dalam kata lain, sebelum Isa AS diangkat, beliau harus wafat dahulu.
Mari kita lihat berbagai terjemahan bahasa Inggris ayat tersebut.
Terjemahan yang tepat : Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan
kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku…”
Yusuf Ali : “O Jesus! I will take thee and raise thee to Myself…”
Yang artinya : “O Isa! Aku akan mengambil kamu dan mengangkat kamu
kepada-Ku…”
Pickthall : “O Jesus! Lo! I am gathering thee and causing thee to
ascend unto Me…”
Yang artinya : “O Isa! Lo! Aku membawamu dan menyebabkan kamu naik
kepada-Ku…”
Rashad Khalifa : “O Jesus! I am terminating your life, raising you
to Me…..”
Yang artinya : “O Isa! Aku menghentikan hidupmu, dengan mengangkatmu
kepada-Ku…”
Mohammad Sarwar : He told Jesus, “I will save you from your enemies,
raise you to Myself…”
Yang artinya : Dia berkata pada Isa “Aku akan menyelamatkan kamu dari
musuh-musuhmu, dengan mengangkatmu kepada-Ku…”
M. H. Shakir : “O Isa! I am going to terminate the period of your
stay (on earth) and cause you to ascend unto Me…”
Yang artinya : “O Isa! Aku akan menghentikan waktu tinggalmu (di
bumi) dan menyebabkan kamu naik kepada-Ku…”
Al-Hilali & M. Khan: “O ‘Iesa (Jesus)! I will take you and raise you
to Myself….”
Yang artinya : “O Isa (Yesus)! Aku akan mengambil kamu dan mengangkat
kamu kepada-Ku…”
Kritik: (****Paling Tepat, *** Agak Tepat. **Tidak Tepat, *Sangat
Tidak Tepat)
Yusuf Ali: “take thee / mengambil kamu” bukanlah makna yang tepat
untuk “wafat”. “Take thee / mengambil kamu” bisa berarti kematian
dengan makna literal, tetapi kelihatannya Yusuf Ali ingin menghindari
polemik apakah Isa AS wafat atau dinaikkan secara fisik. Karenanya
Yusuf Ali meninggalkan masalah ini dengan banyak pemaknaan. Dalam
kasus lain, apabila kata “wafat” digunakan dalam Qur’an, Yusuf Ali
menggunakan terjemahan “take soul / mengambil ruh”, “die /
meninggal”, atau “death / kematian”. Tetapi khusus ayat ini Yusuf Ali
nampak bingung. Rating ***
Pickthall: “Lo!” adalah kata yang ditambahkan, yang tidak ada dalam
Qur’an. “I am gathering / Aku membawamu” memiliki makna yang dekat
untuk kata ” wafat”. Allah menggunakan kata kerja waktu yang akan
datang, karenanya penggunaan kata kerja waktu sekarang “membawamu”
sangat tidak benar. Dengan menggunakan kata “ascend / naik” Pickthall
menyinggung kenaikan fisik dan bukannya pengangkatan kehormatan.
Rating **
Rashad Khalifa: Penggunaan kata kerja waktu sekarang “menghentikan”
dan “mengangkatmu” adalah salah. Rating **
Mohammad Sarwar : Sarwar menghilangkan kata “O Isa” dalam
terjemahannya. Di sini Allah memanggil Isa AS dengan namanya.
Terjemahan “Dia berkata pada Isa” tidaklah tepat. “Menyelamatkan kamu
dari musuh-musuhmu” adalah kata yang ditambahkan, yang tidak ada
dalam Qur’an. Sarwar menghilangkan terjemahan kata “warafiuka” dalam
terjemahannya, malahan dia memasukkan pemikirannya ke dalam
terjemahan ini. Rating *
M.H. Sakir: “menghentikan waktu tinggalmu (di bumi)” adalah bertele-
tele. Kalimat tersebut bisa berarti kematian, tetapi Sakir
menambahkan ‘di bumi’ di dalam kurung, maka maksud terjemahan
tersebut menjadi nyata. Sakir tidak memaknakan kematian, tetapi Sakir
dengan jelas memaknakan kedudukan Isa AS di bumi telah berakhir, dan
karenanya Isa AS melewatkan sisa hidupnya di luar bumi. Dalam
terjemahan lain Sakir menguatkan pemikiran ini. Rating **
Al-Hilai & M. Khan: Terjemahan mereka identik dengan terjemahan Yusuf
Ali. “take you / mengambil kamu” bukanlah makna yang tepat
untuk “wafat”. “Take you / mengambil kamu” bisa berarti kematian
dalam makna literal, tetapi kelihatannya Hilali & Khan menghindari
debat apakah yang dialami Isa kematian atau kenaikan fisik. Karenanya
mereka menggantungkan masalah ini. Di tempat lain ketika kata “wafat”
digunakan dalam Qur’an mereka menerjemahkannya sebagai “meninggal”
atau “kematian”. Rating ***
Dari analisis ini kita dapat melihat bagaimana para penerjemah ini
telah mengganti Firman Allah menurut keinginan mereka sendiri.
Beberapa penerjemah salah menggunakan kata kerja (Pickthall,
Khalifa). Beberapa penerjemah mengabaikan kata-kata kunci dan
menambahkan kata-kata karangan sendiri pada ayat-ayat Allah
(Pickthall, Sarwar) dan ini bisa digolongkan tindakan korupsi! Dan
penggunaan sinonim dilakukan oleh Yusuf Ali, Sakir, dan Al-Hilali &
M. Khan.
Terjemahan paling tepat untuk kata “wafat” adalah kematian. Kapanpun
di dalam Qur’an digunakan kata “wafat”, setiap penerjemah ini
menggunakan makna kematian, KECUALI untuk ayat 3:55, di mana mereka
mengecualikan kata “wafat” sebagai bukan kematian!! Apa masalahnya di
sini? Mengapa mereka berhenti menerjemahkan Firman Allah dalam
konteksnya yang benar? Apakah motif tindakan mereka untuk
mengambarkan “wafat” bukan sebagai kematian melainkan
sebagai “pengambilan” dan bermakna kenaikan secara fisik? Mengapa
mereka takut menerjemahkan kata tersebut secara benar? Mengapa mereka
mempertentangkan makna “wafat”? Apakah mereka agen-agen Krsiten yang
menyebarkan kepercayaan Kristen dan bukannya Firman Allah?
Di sini ada beberapa ayat Qur’an di mana Allah menggunakan
kata “wafat”. Ayat tersebut adalah : 2:234, 2:240, 3:193, 4:15, 4:97,
6:61, 7:37, 7:126, 8:50, 10:46, 10:104, 12:101, 13:40, 16:28, 16:32,
16:70, 39:42, 40:67, 40:77, 47:27 dsb. Setiap kali, semua penerjemah
di atas menerjemahkan kata “wafat” sebaga kematian, atau kata lain
yang memiliki makna dekat dengan kematian. Tetapi tidak satupun di
antara penerjemah di atas menggunakan kata “wafat” untuk kondisi
hidup. Mari kita memeriksa beberapa ayat dan melihat bagaimana
penerjemah mengambil makna “wafat” untuk contoh.
Ayat 3:193
Yusuf Ali: “…and take to Thyself our souls in the company of the
righteous”
Pickthall: “…and make us die the death of the righteous.”
Khalifa: “…..let us die as righteous believers”
Sarwar: “…let us die with the righteous ones.”
Sakir: “….and make us die with the righteous”
Hilali & Khan: “……and make us die in the state of righteousness….”
Ayat 4:15
Yusuf Ali: “…until death to claim them….”
Pickthall: “….until death take them…..”
Khalifa: “…..until they die,…..”
Sarwar: “…until they die…”
Sakir: “….until death takes them away…”
Hilali & Khan: “……until death comes to them…”
Ayat 7:126
Yusuf Ali: “…and take our soul unto thee as Muslims!”
Pickthall: “…and make us die as men who have surrendered.”
Khalifa: “….and let us die as submitters.”
Sarwar:”…let us die Muslims (submitted to God).”
Sakir: “…and cause us to die in submission.”
Hilali & Khan:”….and cause us to die as Muslims.”
Ayat 10:46
Yusuf Ali: “…or We take thy soul…”
Pickthall: “…cause thee to die,…”
Khalifa: “…or terminate your life….”
Sarwar: “…or you die…”
Sakir: “….or cause you to die….”
Hilali & Khan:”…. - or We cause you to die,- ….
Ayat 12:101
Yusuf Ali: “…take Thou my soul (at death) as one submitting…”
Pickthall: “… Make me to die muslim (unto Thee), …”
Khalifa: “…Let me die as submitter…”
Sarwar: “…cause me to die as a Muslim…”
Sakir: “…make me die a muslim….”
Hilali & Khan: “…cause me to die as a Muslim…”
Anda bisa melihat juga terjemahan ayat-ayat lainnya. Apabila Anda
melakukannya, Anda bisa melihat kesalahan yang dilakukan para
penerjemah itu. Mereka menyesatkan Anda apabila terjemahannya salah.
Dengan fakta tersebut, dapatkah kita simpulkan bahwa Isa AS harus
wafat dahulu sebelum beliau dapat diangkat?
Beberapa Muslim mengatakan bahwa “wafat” di sini berarti kematian Isa
AS setelah beliau turun dari Surga di masa depan. Syukurlah beberapa
Muslim tersebut setuju dengan makna “wafat” sebagai kematian! Dan
silakan lihat, ayat di sini jelas menggambarkan hubungan Isa dengan
umat beliau, dan bukannya umat dari masa depan. Umat dari masa depan
tentunya akan mengakui diri sebagai pengikut Muhammad SAW dan bukan
pengikut Isa AS. [Juga lihat : Apakah Allah SWT Berkata Bahwa Isa AS
Akan Turun Kembali Ke Bumi?]
Catatan :
Umat Muslim saat ini tentunya percaya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah
Nabi Terakhir. Namun kepercayaan ini akan bertentangan, apabila Umat
Muslim percaya Isa AS akan turun kembali ke bumi, karena apabila
demikian, Nabi terakhir akan menjadi Isa AS dan bukannya Muhammad
SAW. Meski Umat Islam percaya bahwa di masa depan Nabi Isa AS turun
ke bumi dan mengakui serta menjalankan ajaran Islam, namun tetap saja
kepercayaan tersebut bertentangan dengan kepercayaan bahwa Muhammad
SAW adalah nabi terakhir.
Interpretasi Kata “rafa” - menaikkan / mengangkat
Dalam ayat 3:55 dua kata kunci yang digunakan yaitu “wafat”
dan “rafa” dapat menggiring Anda kepada buah simalakama. Tambahan
lagi, Anda berada dalam pengaruh doktrin Kristen secara terus-
menerus. Hasilnya, Anda mempercayai bahwa Isa AS tidak meninggal,
tetapi diangkat dalam keadaan hidup ke surga. Dengan mempercayai hal
tersebut, Anda sebenarnya mempercayai doktrin Kristen dan gagal
melihat ajaran murni Qur’an. Tidak hanya itu, Anda pun
menginterpretasikan Qur’an sehingga terkesan saling bertentangan!
Makna kata “rafa” adalah “menaikkan” atau “mengangkat”. Untuk sejalan
dengan kepercayaan Kristen, Anda menolak melihat makna kematian
terhadap kata “wafat”, dan kemudian malahan menginterpretasikan
kata “rafa” sebagai kenaikan fisik. Saat kedua interpretasi yang
tidak tepat tersebut digabungkan, Anda berkesimpulan bahwa Isa AS
dinaikkan ke Surga.
Mari kita menganalisa penggunaan kata “rafa” dalam Qur’an.
Kata “rafa” muncul beberapa kali dalam Qu’ran dengan mengandung makna
kehormatan spiritual dan pengangkatan. Mari kita lihat apa yang Allah
firmankan dalam ayat di atas. Allah berkata bahwa Isa AS akan
diangkat kepada-Nya, dan bukan ke dalam Surga. Jadi, pertanyaan
apakah Isa AS hidup di surga tidak dapat diajukan, karena Isa AS
tidak dinaikkan ke Surga. Dalam konteks literal, meski kita berpikir
bahwa Isa AS diangkat badannya ke dekat Allah, kemudian muncullah
pertanyaan, di manakah Allah? Apakah Allah berdiam di langit, di
Surga, atau di Singgasana seperti raja? Tetapi, bukankah Allah
berkata bahwa Dia omnipresent - dengan kata lain Allah ada di mana-
mana? Apakah Anda akan berkata, bahwa Allah terbatas dalam suatu
bentukan fisik saat Ia mengangkat Isa AS? Silakan Anda jawab,
bagaimana mungkin Isa AS naik ke langit atau Surga, ketika Allah
berkata bahwa Isa AS akan diangkat kepada-Nya. Dan kemanapun engkau
menghadap, di situlah Allah (2:115), Allah lebih dekat kepada
seseorang daripada urat lehernya (50:16). (Tambahan dariku: Mengenai masalah
ini aku memiliki pertimbangan pandangan yang agak berbeda dari penulis, coba baca di web assunnah.or.id bagian Masalah Penting )
Maka kita bisa menyimpulkan makna yang tepat untuk kata “rafa” - yaitu
mengangkat kehormatan atau harkat spiritual. Ayat ini mengatakan pada
kita, bahwa ketika orang Yahudi berencana untuk membunuh Isa AS, (Isa
AS tidak akan dibunuh mereka, tetapi - ) Allah akan menyebabkan Isa
wafat secara wajar dan membersihkannya dari tuduhan musuh-musuhnya.
Sekali lagi, mohon Anda lihat kalimat: “Ya Isa, inni mutawaffika wa
rafi’uka ilaiya…” di mana “rafa” hanya akan terjadi setelah
terjadi “wafat”. “Rafa” setelah kematian tidak mungkin berarti
pengangkatan fisik Isa AS, tetapi pengangkatan harkat Isa AS. Hal ini
tampak jelaas ketika ayat itu dilanjutkan “(Allah akan) membersihkan
kamu dari orang-orang yang kafir”. Hal ini berarti bahwa orang Yahudi
merencanakan sebuah perbuatan tercela terhadap Isa AS, dan
mempermalukan Isa AS, dan menuduhnya, dan merencanakan untuk membunuh
Isa AS dengan cara yang paling memalukan yaitu penyaliban. Tetapi
Allah akan menyelamatkan Isa AS dan mengangkat kehormatannya.
Apabila kata “rafa” dimaknakan pengangkatan Isa AS dalam keadaan
hidup pada ayat 3:55, tentunya kata tersebut akan berarti sama dalam
ayat lain dalam Qur’an. Tanyakan diri Anda sendiri, apakah Anda
mengenal nabi lain yang juga diangkat hidup-hidup ke Surga? Tidak
ada? Bagaimana dengan Nabi Idris AS? Tentang Idris AS, Allah
berfirman dalam surat Maryam 19:57 : “wa rafa’naa hu…”. Penggunaan
kata “rafa”, seperti pada 3:55:, seharusnya yang berarti bahwa Allah
mengangkat Idris AS dalam keadaan hidup ke Surga atau langit. Dengan
logika yang sama, penggunaan kata “rafa” untuk Isa AS akan menjaga
beliau tetap hidup selama 2000 tahun, karena itu Idris juga tentunya
masih hidup lebih dari 2000 tahun. Masalahnya, sekarang ada dua orang
yang hidup di Surga, yaitu Isa AS dan Idris As. Banyak orang Muslim
yang beranggapan dan berspekulasi bahwa Isa AS akan turun lagi ke
bumi dari Surga di masa depan, tetapi bagaimana dengan Idris AS?
Apakah Idris AS sudah turun kembali, atau apakah dia akan turun di
masa depan, atau apakah dia akan tetap tinggal di Surga?
Kata “rafa” banyak digunakan dalam Qur’an yang bermakna pengangkatan
harkat spiritual. Mari kita tinjau beberapa contoh.
Nabi-Nabi Besar seperti Muhammad SAW diangkat
43:32 ….and We have raised some of them above others in rank.
(….wa rafa’ na…)
Yang artinya “… dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas
sebahagian yang lain beberapa derajat”
94:4 And We have exalted for you your mention (….wa rafa’ na…)
Yang artinya “Dan Kami tinggikan bagimu sebutan namamu”
Nabi Ibrahim AS diangkat oleh Allah
6:83 ….We exalt in degrees whom We please (…narfa’u darazaa…)
Yang artinya “… Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa
derajat …”
Nabi Idris AS diangkat oleh Allah
19:57 And We raised him to an elevated state. (wa rafa’naa hu…)
Yang artinya “Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi”
Umat yang lurus di jalan Allah diangkat derajatnya
6:166 …and He raises some of you above the others in degrees…. (…
wa rafa’ aa
ba’dakum…)
Yang artinya “… dan Dia meninggikan sebahagian dari kamu atas
sebahagian (yang lain) beberapa derajat …”
7:176 And had We wished We would invariably exalted him; …. (…
rafa’naa hu….)
Yang artinya “Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan
(derajat)nya …”
56:3 It will abase it will exalt (…rafi’aah…)
Yang artinya “(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan
meningkatkan (golongan yang lain)”
Seluruh amal yang baik akan diangkat kepada Allah
35:10 …all pure speech and all good deed, –He exalts it…. (…
yarfa’uhu. …)
Yang artinya “… perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh
dinaikkan-Nya …”
Dari paparan di atas, kita bisa melihat penggunaan kata “rafa”
yang bermakna kenaikan fisik. Namun dalam ayat 3:55, Anda akan
menginterpretasikannya sebagai kenaikan fisik untuk sejalan dengan
ajaran Kristen. Sedangkan, apabila kita secara jujur menerjemahkan
kata “wafat” sebagai kematian, maka “rafa” setelah kematian tidak
mungkin berarti kenaikan fisik, melainkan pengangkatan kehormatan.
Kecenderungan yang banyak dilakukan Muslim adalah menghancurkan
ajaran Qur’an untuk menjadi sejalan dengan dogma Kristen. Percaya
atau tidak, banyak orang Muslim mencoba memahami Qur’an seperti orang
munafik, yaitu percaya sebagian Qur’an tetapi menolak sebagian yang
lain. Orang Muslim tidak mau mempercayai Qur’an yang total. Ketika
hal tersebut ditunjukkan pada Anda, maka Anda akan menjawab secara
defensif :
Semua Muslim percaya Isa AS dinaikkan dalam keadaan hidup, maka saya
juga percaya hal itu (saya tidak peduli dengan apa yang ditulis
Qur’an)
Jika saya percaya Isa AS tidak dinaikkan dalam keadaan hidup, maka
saya menjadi pengikut sekte Qadian. Sedangkan saya tidak ingin
menjadi pengikut sekte itu.
Moyang saya percaya Isa AS dinaikkan dalam keadaan hidup, salahkan
mereka? Saya lebih baik ikut ajaran moyang saya (daripada mengikuti
ajaran Qur’an).
Saya sendiri menghadapi dilema ketika mendekati kebenaran. Akhirnya
saya dapat melihat bahwa ayat Qur’an memang tidak saling
bertentangan. Saya dapat keluar dari pengaruh ajaran Kristen yang
telah tercampur dengan Islam, dan akhirnya saya temukan makna yang
benar. Saat ini saya tidak peduli apa yang dikatakan oleh sekte
Qadian. Saya adalah Muslim, agama saya Islam, dan saya percaya Firman
Allah dan apa yang dikatakan Rasul-Nya.
My aim is not to blame you for believing in certain way. My aim is
to show you that you have been kept in darkness, away from the truth.
Unlike others, I am not jumping into conclusions by force, rather I
am trying to show you the true picture, and leaving the decision to
yourself. With this let us revisit two verses from Surah Al-e Imran,
3:53-54.
Tujuan saya bukan untuk menyalahkan kepercayaan dan pemikiran Anda.
Tujuan saya adalah menunjukkan kepada Anda, bahwa kebenaran telah
lama ditutup-tutupi. Tidak seperti yang lain, saya tidak membuat
kesimpulan ini dengan memaksa, melainkan, saya mencoba menunjukkan
Anda gambaran yang nyata, dan membiarkan Anda memutuskan sendiri.
Karena itu, mari kita tinjau kembali dua ayat dari Surat Ali Imran
3:54-55
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya
mereka itu. Dan Allah sebaik-baiknya pembalas tipu daya.(3:54)
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan
menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku
serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan
orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga
hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku
memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih
padanya” (3:55)
Dalam setiap kisah Nabi-Nabi, Allah membuat rencana-rencana melawan
rencana tipu daya orang yang mengingkari Nabi itu. Ini dilakukan
Allah untuk melindungi Rasul-Nya dari serangan musuh mereka saat itu.
Allah melindungi Musa AS, Ibrahim AS, Yusuf AS, Luth AS, dan Muhammad
AS, contohnya. Dan pada kasus Isa AS, menyingkirkan beliau dari
musuhnya dan mengangkat beliau hidup-hidup ke Surga bukanlah rencana
Allah yang baik dan tersirat (subtle). Rencana Allah, seperti pada
kisah Nabi-Nabi lainnya berbentuk suatu rencana yang baik dan
tersirat (subtle), [Catatan Penerjemah: Intervensi Allah pun sesuai
tetap dengan hukum-hukumNya karena Dia Maha Konsisten, dan dalam hal
ini Allah tidak melawan hukum alam, hukum ciptaan Allah sendiri]
Analisis ayat 4:158-158 Surat An-Nisa’
Ayat 4:157-158 Surat An-Nisa’ adalah ayat lain yang seringkali
digunakan untuk membuktikan bahwa Isa AS tidak wafat. Mari kita
melihat, apakah makna tersebut valid ataukah makna tersebut hasil
sebuah analisis yang cacat?
Dalam ayat 4:157-158 Allah berfirman:
Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih,
Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan
tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang
diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang
berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-
raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan
tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka,
mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu Isa. (4:157)
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan
adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (4:158)
…Wa ma qataluhu yaqinan (4:157)
Bal rafa’ahu-llahu ilaihi …..(4:158)
Orang Yahudi selalu mengklaim bahwa mereka telah membunuh Masih anak
Maryam. Allah berkata pada Muhammad SAW bahwa meski mereka mengklaim
telah membunuh Masih, pada kenyataannya mereka tidak dapat
membunuhnya dengan menyalibkannya. Karena itu, dalam ayat yang sama,
Allah berkata bahwa mereka tidak bisa yakin bahwa telah membunuh Isa
As.
Dua tipe kematian dibahas di sini (a) pembunuhan secara umum (b)
pembunuhan dengan jalan penyaliban. Orang Yahudi ingin menyebabkan
salah satu dari 2 tipe kematian Isa AS. Allah meyakinkan kita semua,
bahwa orang Yahudi gagal menyebabkan kedua jenis kematian tersebut.
Tetapi kepercayaan Muslim tradisional adalah bahwa Isa AS tidaklah
wafat atau dibunuh dengan penyaliban, karena itu ada kemungkinan
beliau hidup di suatu tempat!!! Orang Muslim mengabaikan kemungkinan
lain bahwa Isa AS bisa saja wafat secara wajar di waktu kemudian
(apabila tidak wafat oleh orang Yahudi), bukan karena orang Yahudi
membunuh atau menyalibkannya, tetapi karena dipanggil Allah.
Penyaliban atau Pembunuhan dengan cara Penyaliban?
Argumen Anda di sini adalah bahwa ayat tersebut dengan jelas
mengatakan “… mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula)
menyalibnya …”. Saya telah memeriksa terjemahan bahasa Inggris
kata “swalabu” oleh Yusuf Ali, Pickthall, Hilali & Khan, Rodwell,
Sarwar, Khalifa dan Shakir. Semuanya menerjemahkan kata tersebut
sebagai “crucify / penyaliban” dan bukannya “kill by crucifixion /
pembunuhan dengan cara penyaliban”. Saya tidak berkata bahwa mereka
salah. Untuk mengerti kata “penyaliban” Anda harus menganalisisnya
secara lebih mendalam.
Maksud diletakkannya seseorang di kayu salib adalah untuk
membunuhnya, karena dia itu seorang yang bersalah atau jahat. Dalam
beberapa kasus, jika seseorang tidak mati disalib, orang Yahudi akan
mematahkan kaki dan tangannya, dan membiarkannya hingga mati. Orang
Yahudi ingin meyakinkan diri, bahwa apabila seseorang terkutuk untuk
disalibkan, maka orang itu harus mati. Orang Yahudi tidak akan
meletakkan seseorang di kayu salib dan kemudian membiarkannya turun
sendiri dan pergi. Maka, makna penyaliban di sini memiliki makna
inheren terjadinya kematian oleh hal tersebut. Kamus Webster
mendefinisikan “crucify / penyaliban” sebagai “to put to death by
nailing or binding the hands and feet in a cross” yang berarti
kematian akibat pemakuan atau pengikatan tangan dan kaki ke kayu
salib”. Dalam kasus Isa AS, apabila Ulama menerjemahkan
kata “swalabu” sebagai “crucify / penyaliban” mereka tidaklah salah.
Tetapi apabila kita menerjemahkan makna bahwa Isa AS TIDAK PERNAH
diletakkan di kayu salib, maka kita mengabaikan keseluruhan pesan
dari ayat tersebut. Apabila kita mengatakan lagi lebih lanjut bahwa
Yudas-lah (Tambahan dariku: maksudnya Yudas Iskariot) yang disalib
atau orang lain, kita benar-benar telah menyimpang dari pesan yang
disampaikan ayat tersebut.
Mari kita lihat secara berhati-hati ayat tersebut. Masalahnya
adalah “pembunuhan / membunuh”. Allah menjawab klaim orang Yahudi,
bahwa mereka telah membunuh Isa AS. Jawaban Allah adalah (1) Isa AS
tidak wafat melalui pembunuhan, (2) Isa AS tidak dibunuh dengan cara
penyaliban. Kita bisa simpulkan bahwa karena itu orang Yahudi
tidaklah berhasil membunuh Isa AS dengan jalan apapun, didukung
kalimat terakhir ayat itu, “… mereka tidak pula yakin …”
Sebuah Kisah Rekayasa
Meski setiap upaya dilakukan untuk membuktikan Isa AS selamat dari
kematian dan diangkat hidup ke surga, namun dengan ayat 3:55 orang
Muslim tidak bisa membuktikan dan menyimpulkan bahwa Isa AS diangkat
dalam keadaan hidup. Maka mereka beralih melihat ayat 4:157-158 untuk
melegitimasi klaim tersebut. Untuk lebih mendukung pemikiran itu,
dikaranglah kisah pelengkap yang tidak ada dalam Qur’an. Mari kita
analisa kisah tersebut.
Menurut kisah pelengkap tersebut, pada malam sebelum penyaliban,
seseorang berubah menjadi persis mirip dengan Isa AS. Orang Yahudi
malah menahan orang tersebut (Yudas?) karena disangka sebagai Isa AS,
dan orang tersebutlah yang disalibkan. Kita tidak mau mendebatkan
betapa absurdnya bahwa wajah orang tersebut diubah. Atau, kita bisa
interpretasikan kisah tersebut dengan mengartikannya bahwa wajah
orang itu tidak diubah Allah, tetapi bagi orang Yahudi tampaknya
orang tersebut mirip Isa AS, karenanya mereka menangkap orang itu.
Sekarang kita tidak usah peduli dengan kisah tersebut, apakah benar
atau salah. Dan kita juga tidak usah peduli apakah Isa AS disalib
atau tidak. Tetapi, satu fakta tetap ada bahwa Isa AS tidak mungkin
diangkat sebelum kematiannya, seperti di ayat 3:55. Jika Isa AS
diangkat dalam keadaan hidup, maka ayat 4:157-158 dengan 3:55 saling
bertentangan. Dan Ulama tidak ingin Anda mengetahui hal ini.
Mari saya tunjukkan kasus pengubahan ayat yang ekstrim. Terjemahan
4:157 oleh Hilali & Khan diterbitkan oleh pemerintahan Saudi. Dan
mereka tidak pernah menempatkan teks asli bahasa Arab di sisi
terjemahan bahasa Inggris tersebut. Pembaca yang naif akan berpikiran
bahwa terjemahan tersebut adalah terjemahan kata-perkata dari bahasa
Arab, karena Hilai & Khan dan pemerintahan Saudi pasti benar. Tetapi
sebaliknya, terjemahan itu justru tidak tepat dan terdapat
pengubahan. Anda akan terkejut sejauh apa manipulasi ini. Mari kita
lihat.
Hilali & Khan : “And because of their saying (in boast) “We killed
Messiah Isa (Jesus) son of Maryam (Mary), the Messenger of Allah,” -
but they killed him not, nor crucified him, but the resemblance of
Isa (Jesus) was put over another man (and they killed that man)…
(4:157)
Yang artinya “Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah
membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka
tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka
bunuh ialah) orang lain yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.”
[Terjemahan bahasa Indonesia dari Hilali & Khan ini mirip dengan
terjemahan bahasa ndonesia Depag]
Silakan dilihat dengan seksama, terjemahan Hilali & Khan terhadap
kalimat Arab “wa lakin subbiha lahum” menjadi “but the resemblance of
Isa (Jesus) was put over another man” yang artinya “tetapi orang lain
yang diserupakan dengan Isa”. Dalam teks Arab aslinya, tidak ada
kata “of Isa / dengan Isa” dan “another man / orang lain”. Apakah
Allah menurunkan kata tambahan tersebut secara rahasia, karena Allah
lupa menurunkannya pada Muhammad SAW (naudzubillah!!!)? Ataukah
penerjemah itu menganggap diri lebih tahu dari Allah? Perhatikan
bahwa Yusuf Ali, Pickthall, Shakir, Rodwell, dan banyak lagi tidak
mengubah makna hingga sejauh / seekstrim ini.
Hanya orang-orang yang tersesat, termasuk Hilai & Khan yang berkeras
bahwa terjemahan ini baik. Apakah saya harus membukakan mata mereka
supaya mereka melihat bahwa “of Isa / dengan Isa” dan “another man /
orang lain” tidak ada dalam teks asli Arabnya? Mereka menjawab, bahwa
teori ini berdasarkan Hadith atau Ijma para Ulama, atau semacamnya!
Karenanya, kata tambahan ditulis dalam kurung. Lalu diletakkan cerita
tambahan jadi-jadian itu dalam catatan kaki, dan bukan dalam
terjemahan Firman Allah. Kini kita tahu, terjemahan Hilali & Khan
tidaklah tepat, sesat, dan jadi-jadian. Ini hanya salah satu contoh
bahwa mereka menyesatkan orang Muslim, dan orang Muslim menelan
kesesatan itu!
Mari kita mengabaikan kisah tambahan itu, dan berkonsentrasi untuk
mengerti ayat tersebut dengan sudut pandang lain. Silakan perhatikan
ayat 4:157 dengan seksama “wa lakin subbiha lahum” lebih tepat
diterjemahkan sebagai “he was made to resemble to them” yang
berarti “dia dibuat menyerupainya kepada mereka, atau “it was made to
resemble to them” yang berarti “itu dibuat menyerupainya kepada
mereka”, atau “a likeness of that was made for them” yang
berarti “kemiripan hal itu dibuat kepada mereka”, atau “a similitude
was made for them” yang berarti “kemiripan dibuat bagi mereka”- dan
bukan “someone was made to resemble him” yang berarti “seseorang yang
lain dibuat mirip dia”. Dalam contoh-contoh terjemahan
tersebut “it / -nya”, “it / itu”, “that / hal itu” memiliki arti yang
merujuk pada kejadian dan bukannya seseorang. Karenanya seorang Yudas
yang dibuat mirip Isa AS tidak mungkin terjadi. Dalam ayat tersebut,
yang terjadi adalah Isa AS yang dibuat “menyerupai” bagi mereka,
yaitu, “menyerupai” dalam konteks “menyerupai atau mirip dengan
kematian”. Jadi bukan orang lain dibuat “menyerupai” Isa AS dan Isa
AS dibuat menyerupai orang lain. Isa AS diletakkan di kayu salib dan
Allah membuat beliau menyerupai mati, dengan membuat beliau pingsan
atau koma.
Orang Yahudi menganggap pingsan atau koma-nya Isa AS sebagai
kematian “… Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang
(pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang
dibunuh itu …”. Kata “berselisih paham” di sini mengacu pada orang
yang menolak klarifikasi dari Allah bahwa “… mereka tidak
membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya …”. Mungkin juga mereka
saling berselisih paham mengenai pendapat mereka bahwa “Sesungguhnya
kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam”. Timbullah
pertanyaan, mengapa harus ada kebingungan apabila mereka benar-benar
membunuh Isa dengan cara penyaliban? Karena seharusnya, sisa-sisa
jenazah beliau masih ada di Yerusalem. Tetapi, berdasarkan penjelasan
dari Allah, berdasarkan fakta bahwa Isa AS hidup hingga “he had gray
hairs” (3:46 yang akan didiskusikan di bawah) [Catatan
Penerjemah: "he had grey hairs" adalah terjemahan bahasa Inggris,
sedangkan terjemahan bahasa Indonesianya lebih berhati-hati
yaitu "ketika sudah dewasa" sesuai terjemahan Depag]. Berdasarkan
berbagai kejadian setelah penyaliban, dan tidak adanya bukti jenazah
dan makam beliau di Yerusalem, orang Yahudi tetap dalam keadaan ragu
apakah mereka telah benar-benar membunuh Isa atau tidak. Kebingungan
yang terjadi di antara orang Yahudi pada masa itu, adalah karena
setelah penyaliban, mereka masih mendengar Isa AS berbicara,
berjalan, dan berkumpul dengan murid-muridnya (secara terbuka atau
rahasia).
Apabila mereka telah membunuh Yudas karena mirip Isa AS, maka
seharusnya sisa jenazah atau makamnya ada di Yerusalem. Makam ini
seharusnya dikenal sebagai makamnya Isa AS. Tetapi pada kenyataannya,
tidak ada makam di Yerusalem yang diidentifikasi atau dapat
diidentifikasi sebagai makam Isa AS (ataupun Yudas)
Kesimpulannya: Kebingungan muncul karena Allah berfirman “…mereka
tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya …”. Yang penting
untuk dimengerti, makna “menyalibnya” adalah “membunuh Isa AS dengan
cara penyaliban”. Orang Yahudi meletakkan seseorang di kayu salib
adalah untuk membunuh mereka sesuai adat mereka. Mereka tidak akan
meletakkan seseorang di kayu salib dan lalu membiarkan orang tersebut
selamat / bebas. Maka kata “menyalibnya” dalam ayat ini tentunya
memiliki makna / maksud “membunuh Isa AS dengan cara penyaliban”.
Tujuan orang Yahudi adalah “membunuh dengan cara penyaliban”, dan
dengan tujuan ini mereka meletakkan Isa di kayu salib. Meski
demikian, mereka tetap gagal membunuhnya.
———————————————————————-
———-
Apa Yang Terjadi Dengan Isa AS Setelah Kejadian Penyaliban?
Bukti dari Alkitab dan sejarah lainnya, mengatakan bahwa Isa AS
disidang untuk disalib ketika berumur 32 tahun. Untuk diskusi ini,
jika Allah tidak mengangkat beliau dalam keadaan hidup, dan beliau
tidak wafat di salib, apa yang terjadi dengan beliau? Apakah ada
bukti dalam Qur’an? Percayalah, ada.
Dalam Surat Ali Imran Allah berfirman
And he will speak to the people in the cradle and then of gray-haired
age and (he will be) one of the righteous. (3:46)
Yang artinya “dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan
ketika rambutnya kelabu, dan dia termasuk di antara orang-orang yang
lurus”
[Catatan Penerjemah : Terjemahan Depag menghindari polemik Isa AS
dengan menggunakan kata yang dapat diinterpretasikan secara terbuka
yaitu "dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah
dewasa... "
...We sheltered them in a plateau having meadows and springs.(23:50)
Yang artinya "... Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang
datar yang banyak terdapat padang rumput dan sumber air bersih yang
mengalir"
Berbagai penafsir dan penerjemah Qur'an setuju dengan penggunaan
kata "rambutnya kelabu / umur yang tua". Namun mereka beralasan bahwa
umur tua Isa AS ini terjadi setelah beliau turun dari langit. Tetapi
kita sudah lihat sebelumnya, bahwa Isa AS tidak dinaikkan hidup-hidup
ke Surga, dan beliau sudah wafat (secara wajar, tidak dibunuh
Yahudi). Rambut kelabu Isa AS haruslah terjadi ketika beliau masih
hidup sekitar 2000 tahun yang lampau. Kemudian, Allah juga mengatakan
bahwa Isa AS dilindungi di suatu tempat yang banyak padang rumput
dan sumber airnya. Karena ayat-ayat Qu'ran tidak saling bertentangan,
maka ayat-ayat ini mendukung ayat lainnya, dan kita bisa yakin bahwa
Isa AS selamat dari upaya pembunuhan dan tetap hidup hingga umur tua.
[Catatan Penerjemah : Wawasan Islam juga berusaha, Insya Allah memuat
terjemahan dua buah buku yang menjelaskan kehidupan Isa AS pasca
penyaliban, satu dikarang oleh Barbara Thiering seorang teolog
Kristen, dan satu lagi dikarang oleh Nasir Ahmad, anak pendiri Mesjid
Woking Inggris]
———————————————————————-
———-
Apakah Isa AS Masih Hidup?
Semua umat Muslim tradisional secara tidak sadar mengikuti ajaran
Kristen dengan percaya Isa AS hidup di Surga. Umat Muslim percaya
bahwa Allah menaikkan Isa AS dalam keadaan hidup dan menempatkan
beliau di sisi-Nya. Apabila benar, maka kini, tahun 1999, umur Isa AS
akan mencapai 2000 tahun!!! Bagaimana mungkin seseorang hidup
sedemikian lama? Seorang Muslim berkata, mengapa tidak, jika Allah
berkehendak, Dia bisa melakukan apapun. Tidak ada keraguan, benar
Allah Maha Kuasa, dan Dia memiliki kemampuan melakukan semuanya.
Tetapi, pertanyaannya adalah, apakah Allah mau melakukannya? Apakah
Allah akan mematahkan hukum alam? Apakah Allah mematahkan hukum yang
diciptakan-Nya sendiri? Mari kita lihat di bawah ini:
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali
tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak
seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang adakah kamu lihat sesuatu yang
tidak seimbang? (67:3)
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali
kepadamu dengan tidak menemukan suatu cacat dan penglihatanmu itu
dalam keadaan payah (67:4)
Ada beberapa ayat lain di mana Allah berkata tidak ada perubahan
dengan sunnah Allah, yaitu seimbangnya hukum alam.
… tidak akan kamu dapatkan perubahan bagi ketetapan Kami itu
(17:77)
… Tidak ada perubahan pada fitrah Allah… (30:30)
…dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah
Allah. (33:62)
… Kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan
sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah
itu. (35:43)
Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-
kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. (48:23)
Sunnah / hukum Allah yang mana yang berjalan sejak dahulu kala?
Apakah hukum pergerakan bumi mengelilingi matahari, dan planet-
planet, itu saja? Bagaimana pendapat Anda tentang hukum kelahiran,
dan kematian? Apakah Anda setuju bahwa lahir dan mati adalah hukum
Allah? Bahwa bunga berkembang, angin bertiup, siang dan malam
terjadi, matahari terbit dan tenggelam - semua terjadi menuruti hukum
Allah. Lalu Allah bersaksi, bahwa Anda tidak akan menemukan perubahan
hukum Allah. Apabila ada perubahan, tentu Anda yakin bahwa Allah akan
mengatakannya pada kita semua.
Jika Isa AS hidup di Surga, umur beliau saat ini akan lebih dari 2000
tahun. Bagaimana seseorang dapat hidup sedemikian lama melanggar
hukum Allah? Apakah kita akan membuat Firman Allah saling
bertentangan, dengan mengatakan Isa AS masih hidup, dan Allah
mengubah hukum-Nya mengenai umur manusia? Hal ini menggiring kita
pada pertanyaan selanjutnya, dapatkah seseorang hidup sedemikian
lama? Mari kita lihat bagaimana pendapat Allah mengenai hal itu.
Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu, dan di antara kamu
ada yang dikembalikan ke pada umur yang paling lemah (pikun) supaya
dia tidak mengetahui lagi segala sesuatupun yang pernah
diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. ()
0.715277778
… dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara
kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak lagi
mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya tidak diketahuinya…
(22:5)
Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan
dia kepada kejadian(nya). (36:68)
Ayat-ayat di atas mengatakan pada kita, bahwa siapapun yang umurnya
terlalu panjang, Allah akan mengembalikannya pada keadaan lemah dan
tidak mengetahui apa-apa. Ini seperti siklus hidup yaitu Lahir ->
Bayi -> Anak -> Dewasa -> Tua. Pada umur yang sangat tua, seseorang
kembali ke keadaan seperti bayi, keadaan tergantung pada bantuan
untuk setiap kegiatan sehari-hari, mandi, makan, berjalan, ke WC,
dsb. Allah mengembalikan seseorang kepada kejadiannya, dan membuat
seseorang menjadi bayi kembali. Seperti bayi, pada saat tua dia tidak
mengingat hal-hal dan pengetahuan atau apa yang terjadi di
seputarnya.
Dalam konteks tersebut, jika Isa AS diizinkan untuk hidup sedemikian
lama, kini dia akan sangat lemah, dan sangat pikun, sehingga kalaupun
beliau turun kembali ke bumi, sudah tidak ada gunanya lagi bagi
Islam. Pada umur 2000 tahun, tidak ada yang dapat beliau perbuat.
Jadi, Anda bisa lihat. Ketika seorang Muslim menyangkal kematian Isa
AS, maka Muslim tersebut mempertentangkan ayat Qur’an. Banyak Muslim
tidak menyadari hal ini. Ketika hal ini ditunjukkan pada mereka,
kagetlah mereka sehingga mereka mencoba berbagai cara untuk
melegitimasi kepercayaan mereka. Mereka sukses melakukannya, tetapi,
setelah menambahkan cerita-cerita yang absurd, kemudian mengubah
terjemahan Qur’an, kemudian mencoba memahami Qur’an seperti orang
munafik - percaya sebagian Qur’an tetapi menolak sebagian yang lain.
Kata-kata ditambahkan dalam terjemahan Qur’an sehingga mengesankan
Allah berfirman betul-betul seperti terjemahan tersebut, dan mereka
menolak menggunakan kata yang tepat. Qur’an tidak bisa mendukung
cerita yang mereka rekayasa. Kisah rekayasa tersebut bertentangan
dengan Qur’an. Sayangnya, orang Muslim tidak ingin percaya Qu’ran
secara total.
———————————————————————-
———-
Bukti Wafatnya Isa AS
Ada beberapa bukti yang meyakinkan dalam Qur’an mengenai kematian
semua makhluk termasuk para Rasul dan Nabi. Kebanyakan Muslim tidak
memperhatikannya karena banyak alasan, antara lain, takut terjebak
polemik mengenai kematian Isa AS. Apabila seseorang tidak percaya
suatu ayat dan ajaran, maka dia menolak sebagian Kitab Suci dan
menerima sebagian yang cocok untuknya. Ini perbuatan munafik [Catatan
Penerjemah : kadang memotong-motong ayat Kitab Suci sering dilakukan
untuk menjustifikasi suatu ajaran, misalkan kalangan Kristen anti
Islam, ataupun sebaliknya. Menurut penerjemah, lebih baik hal ini
dihindari demi kerukunan antar agama]
Mari kita mulai dengan ayat dari surat Al Maidah di mana Allah
berkata :
Al Masih, putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya
telah berlalu sebelumnya beberapa rasul. Dan ibunya seseorang yang
sangat benar. Kedua-duanya biasa memakan makanan. (5:75)
Ayat ini mengatakan pada kita dua hal.
(1) Isa AS hanyalah seorang Rasul
(2) Rasul-rasul sebelum Isa AS telah berlalu (wafat)
Berdasarkan hal ini, kita dapat menginterpretasikan bahwa karena
seluruh
Rasul sebelum Isa telah wafat, tentunya Isa AS juga akan wafat.
Anda dan saya sepakat akan hal ini, tetapi pertanyaannya,
kapan beliau wafat? Menurut saya, Isa AS wafat setelah melewatkan
kehidupan normalnya, dan Anda mengatakan beliau sekarang masih hidup
dan akhirnya beliau akan wafat setelah turun kembali ke bumi,
menghidupkan Islam, dst. Penting untuk kita mengerti kata “berlalu”.
Apabila Anda berpikiran bahwa “berlalu” tidak berarti “kematian”,
maka seharusnya sekarang ada di antara Nabi yang disebut Qur’an masih
hidup. Anda harus mengatakan Nabi yang mana, yang hidup sebelum Isa
AS, yang tidak mati dan masih hidup saat ini. Karena kita tahu, bahwa
semua Nabi sebelum Isa As sudah meninggal, maka tentunya “berlalu”
bermakna meninggal.
Apabila ayat di atas kurang meyakinkan Anda, mari kita lihat ayat
lain dari surat Ali Imran. Dalam perang Uhud, nabi Muhammad SAW,
memimpin pasukan Muslim, kemudian jatuh cedera. Kabar burung tersebar
bahwa Muhammad SAW telah terbunuh. Orang-orang Muslim putus asa. Pada
saat ini, untuk mempertahankan moral pasukan Muslim, sebuah ayat
dibacakan:
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu
sebelumnya Rasul-rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu
berbalik ke belakang (murtad?)… (3:144)
Ayat ini mengatakan pada kita dua hal.
(1) Muhammad SAW hanyalah seorang Rasul
(2) Rasul-rasul sebelum Muhammad SAW telah berlalu (wafat)
Dalam ayat 5:75, kita tahu bahwa Rasul sebelum Isa AS telah wafat,
tetapi hanya berdasarkan 5:75 saja kita tidak pasti mengenai wafatnya
Isa. Lalu, berdasarkan ayat 3:144 saja, kita semakin tahu bahwa
Rasul sebelum Muhammad SAW telah berlalu. Kita menyimpulkan
bahwa “berlalu” dalam ayat 5:75 berarti wafat. Dalam ayat ini,
makna “berlalu” jelas Allah berikan arti (a) meninggal, (b) terbunuh.
Jadi, “berlalu” dimaksudkan Allah sebagai kematian, pembunuhan, dan
tidak lain dari keduanya. Jadi kita bisa menyimpulkan bahwa
penggunaan kata “berlalu” yang sama antara 3:144 dengan 5:75 artinya
tidak lain adalah kematian. Jika Isa AS merupakan pengecualian, Allah
akan menyatakan demikian. Karenanya tidak ada pengecualian khusus
untuk Isa.
Kedua ayat ini begitu meyakinkan dan pasti, karenanya tidak boleh ada
keraguan wafatnya Isa! Tetapi, umat Muslim enggan menerima Firman
Allah ini! Ayat ini menyimpulkan bahwa Isa AS yang lahir 600 tahun
sebelum Muhammad SAW, tentunya telah wafat.
Ingat, jika Anda tidak percaya ayat tersebut, Anda tidak percaya
Qur’an secara total. Ketika 3:144 diwahyukan, apabila orang Muslim
saat itu tahu bahwa Isa AS masih hidup, tentunya mereka akan
mempertanyakannya pada Muhammad.
Setelah itu, saat Muhammad SAW wafat, sulit bagi umat Muslim menerima
berita sedih tersebut. Umar RA berpikir bahwa berita itu adalah kabar
burung hasil persekongkolan, maka Umar berkata bahwa beliau akan
membunuh siapapun yang berkata Muhammad SAW telah wafat. Pada situasi
kritis saat itu, Abu Bakar RA tiba, dan beliau masuk ke gubuk
Muhammad SAW dan memastikan kebenarannya. Kemudian Abu Bakar RA
keluar lagi dan membacakan ayat 3:144 dan kemudian menekankan, bahwa
siapapun yang menyembah Muhammad, sesungguhnya Muhammad sudah wafat.
Dan siapapun yang menyembah Allah, sesungguhnya Allah abadi.
Dari kejadian ini dapat kita simpulkan bahwa para sahabat nabi dan
khalifah saat itu tahu bahwa semua Rasul sebelum Muhammad telah
wafat. Apabila para sahabat percaya Isa AS masih hidup, tentunya hal
itu akan disebutkan saat itu juga.
Jika tidak cukup, mari kita telaah ayat lainnya. Dari 5:75 kita
tahu “Al Masih, putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul…” Mari
kita lihat apa yang Allah katakan mengenai Rasul secara umum.
Dalam Surat Al-Anbiya ayat 21:7-8 Allah berfirman
Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan
beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka
tanyakan olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada
mengetahui. (21:7)
Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tidak memakan
makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.(21:8)
Inti yang penting dari ayat-ayat di atas adalah:
(1) Semua Rasul itu Manusia
(2) Badan mereka bergantung pada makanan
(3) Mereka semua wafat
Qur’an mengatakan bahwa Nabi-nabi dan Rasul itu manusi, mereka bukan
manusia super, atau dewa. Karena mereka manusia, apapun yang terjadi
secara alami pada badan manusia juga terjadi pada mereka. Semua
manusia memakan makanan untuk bertahan hidup, dan karena itu semua
Rasul bergantung pada makanan untuk badan mereka.
Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelumnya, melainkan mereka
sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. (25:20)
Apapun yang berlaku untuk manusia juga berlaku untuk para Rasul.
Penyebutan hal-hal remeh seperti memakan makanan, atau berjalan di
pasar, berarti bahwa tiada yang luar biasa dalam kehidupan mereka.
Mereka juga manusia biasa. Ini juga berlaku untuk hidup dan mati
mereka. Karena itu, saya harus menekankan lagi, bahwa jika Anda tidak
percaya kematian Isa AS, Anda mempertentangkan ayat-ayat di atas.
Tidak hanya itu, Anda hanya percaya sebagian Qur’an yang sesuai
dengan Anda, dan menolak yang tidak sesuai dengan pemikiran Anda
tentang Isa (dan dogma Kristen).
———————————————————————-
———-
Bukti-bukti Lainnya
Ada satu ayat dalam Qur’an di mana Isa AS menyimpulkan hubungannya
dengan umatnya.
Surat Al Maidah 5:116-117
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman “Hai Isa putera Maryam, adakah
kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang
tuhan selain Allah!’”, Isa menjawab “Maha Suci Engkau, tidaklah patut
bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku
pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau
mengetahui apa yang ada pada diriku, dan aku tidak mengetahui apa
yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui
perkara-perkara yang ghaib-ghaib” (5:116)
“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau
perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Tuhanku
dan Tuhanmu’, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama
aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku,
Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan engkau adalah Maha Menyaksikan
atas segala sesuatu (5:117) ”
Ini adalah bukti pasti mengenai kematian Isa AS. Pada hari Kiamat
Allah akan menanyakan Isa AS apakah dia mengajarkan umatnya supaya
mengambil dirinya sebagai tuhan. Isa AS akan menjawab bahwa dia tidak
mengajarkannya, dan dia bersaksi bahwa selama hidupnya orang-orangnya
tidak menyembah Isa AS dan Maryam, atau apapun selain Allah, tetapi
Isa AS tidak mengetahui perbuatan mereka setelah ia wafat.
Kita semua tahu bahwa orang Kristen mengenal Isa sebagai Anak Tuhan
dan Maryam sebagai Ibu Tuhan / Santa. Jika Isa AS masih hidup,
tentunya hal ini tidak akan terjadi! Mengapa? Karena menurut ayat
tersebut, orang Kristen seharusnya menuhankan Isa dan Maryam setelah
wafatnya Isa AS. Tetapi sekarang orang-orang Kristen menuhankan Isa!
Bagaimana mungkin ini terjadi, KECUALI (menurut Qur’an) kalau Isa AS
telah wafat! Karena orang Kristen sekarang menuhankan Isa AS, maka
tentunya Isa AS telah wafat.
Kata kuncinya adalah “wafat” - kematian. “Falamma tawaffai tani”
terjemahannya “but when You caused me to die” berarti “Maka setelah
Engkau wafatkan aku”. Tetapi para penerjemah yang tidak percaya hal
ini, menerjemahkannya sebagai “when You took me away” yang
berarti “ketika Engkau ambil / angkat aku” dengan demikian merujuk
pada kesimpulan bahwa Isa AS diangkat hidup-hidup.
Inilah contoh lain, di mana makna “wafat” diartikan di luar konteks
yang nyata. Kita telah membahasnya di atas mengenai para penerjemah
yang menerjemahkan makna kata “wafat” sebagai kematian, tetapi
kecuali menyangkut Isa AS kata “wafat” diselewengkan sehingga
berarti “kenaikan fisik”. [Lihat : Interpretasi Kata "wafat"]
———————————————————————-
———-
Apakah Allah SWT Berkata Bahwa Isa AS Akan Turun Kembali Ke Bumi?
Berdasarkan dua ayat berbeda Anda percaya mengatakan bahwa Isa AS
dinaikkan badannya ke Surga. Jika demikian, Isa AS harus kembali lagi
di masa depan. Setidaknya Anda percaya Isa AS akan turun kembali satu
saat di masa depan. Tolong tunjukkan pada saya, satu ayat saja, di
mana Allah berfirman Isa AS akan kembali turun ke bumi. Ayat
tersebut, haruslah jelas dan persis. Jika Anda temukan, tolong kirim
e-mail pada saya.
Tidak ada satupun ayat dalam Qur’an di mana Allah berkata Isa AS akan
kembali turun ke bumi di masa depan, baik secara gamblang ataupun
tersirat. Karena Allah tidak mengatakan hal itu, bagaimana Anda bisa
dapatkan kisah itu?
Anggapan Anda adalah Allah mengatakan Isa AS diangkat hidup-hidup ke
Surga! Argumen saya, dalam kasus itu Allah harus mengatakan dengan
spesifik di mana dan kapan Isa AS akan kembali turun. Allah tidak
mungkin meninggalkan masalah itu tidak terjawab, karena hal itu
sangat serius. Hal seserius itu tidak mungkin dibiarkan hanya
bergantung pada Hadith, penafsiran Kristen, atau fatwa Islam.
Saudara-saudara dalam Islam, perhatikan bahwa dalam Qur’an Allah
menyebutkan di dalam banyak ayat mengenai Isa AS, kelahirannya,
bundanya Maryam, masa kanak-kanaknya, dewasanya, kematiannya, dsb.
Dan hanya sedikit Nabi yang dibeberkan sedemikian mendetail oleh
Allah. Dan lalu Anda berpikir Allah hanya lupa menyebutkan turunnya
Isa AS ke bumi, terutama mempertahankannya tetap hidup setelah 2000
tahun?
———————————————————————-
———-
Pertentangan Dalam Argumen
Singkat kata, mari kita lihat siapa yang bertentangan. Apabila Anda
berkata Isa AS tidak wafat, maka Anda mengakui Qur’an penuh
kontradiksi. Sedangkan Allah dengan jelas berkata pada kita, bahwa
tidak ada pertentangan di dalam ayat-ayat Qur’an.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al
Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat
pertentangan yang banyak di dalamnya. (4:82)
Sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan antara
yang hak dan yang bathil, dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau
(86:13-14)
Fakta dari Qur’an Jika Anda percaya Isa AS masih hidup, maka
Rasul sebelum Muhammad SAW telah berlalu (3:144) Kepercayaan Anda itu
kontradiktif dengan ayat Qu’ran.
Makna kata “wafat” yang berarti kematian muncul dalam 20 ayat berbeda
dalam Qur’an. Pengecualian arti kata “wafat” pada 3:55 dan 5:117 yang
berarti “pengangkatan” adalah kontradiktif dengan makna ayat secara
literal dalam bahasa Arab di Qur’an.
Orang Kristen akan menyembah Isa dan Maryam, HANYA setelah wafatnya
Isa (5:116) Kenyataan sejarah kontradiktif dengan pemikiran ini,
karena orang Kristen telah lama menyembah Isa dan menyembah Maryam.
Hukum Allah senantiasa berlaku sejak dahulu (48:23) Hidupnya Isa AS
bertentangan dengan hukum Allah, sehingga pemikiran ini kontradiktif
dengan Qur’an. Anda tidak akan menemukan perubahan Sunnah / Hukum Allah Hidupnya Isa
AS adalah perubahan dan pengecualian sunnah / hukum Allah yang sangat
serius, yaitu seseorang dapat hidup secara fisik selama 2000 tahun.
Pemikiran di atas kontradiktif dengan ayat ini.
Beberapa ayat mengatakan tidak ada perubahan hukum Allah dan hukum
Alam (67:3-4; 17:77; 30:30; 33:62; 35:43; 48:23) Tidak ada manusia
yang hidup 2000 tahun. Karenanya pemikiran Anda bertentangan dengan
ayat tersebut.
Allah akan mematikan Isa AS dulu, kemudian mengangkatnya (3:55).
Pemikiran bahwa Isa AS diangkat sebelum wafat adalah bertentangan
dengan ayat Qur’an.
Yang diberi umur panjang oleh Allah, akan dibuat lemah badannya dan
dibuat pikun oleh Allah (16:70) Dalam umur 2000 tahun Isa AS tentunya
sangat amat lemah dan pikun, bagaimana beliau bisa berbuat sesuatu
untuk Islam?
Seluruh Rasul sebelum Muhammad tidak abadi atau hidup (21:8). Jelas
pemikiran ini bertentangan dengan ayat ini.
Badan seluruh Rasul bergantung pada makanan (21:8). Bagaimana Isa AS
makan?
Siapapun yang Allah panjangkan umurnya akan Allah kembalikan dia
kepada kejadian(nya). (36:68) Isa AS tentunya akan dikembalikan, ke
dalam keadaan lemah dan tergantung orang lain seperti bayi.
Tidak ada pertentangan dalam penciptaan Allah. Semakin kita cari
pertentangan, semakin lelahlah mata kita, tetapi tetap saja tidak
akan ditemukan pertentangan. Pemikiran ini adalah pertentangan yang
luar biasa mengenai penciptaan Allah. Seseorang tidak mungkin hidup
2000 tahun.
Terserah Anda apakah Anda akan berkesimpulan untuk menolak argumen
saya, karena tampak seperti diskusi sekte Qadian. Sekali lagi saya
ingatkan Anda, Anda tidak perlu menjadi pengikut sekte Qadian untuk
percaya Qur’an secara total. Cobalah Anda melihat diskusi ini dengan
pikiran yang terbuka. Bagaimana Anda bisa mengerti Qur’an jika tidak
bisa menerima 2 ayat? Bagaimana Anda bisa menganggap Qur’an penuh
pertentangan dan ketidakcocokkan? Sekali lagi, silakan lihat tabel di
atas, dan periksa ayatnya.
———————————————————————-
———-
Dilema Yang Besar
Saya tahu, sulit bagi Anda untuk menerima fakta di atas. Jauh di
lubuk hati Anda, sesuatu mencegah Anda menerima diskusi logis ini.
Banyak di antara Anda akan berkata bahwa ini interpretasi yang salah.
Pikiran Anda akan berkata, bahwa ini adalah penyimpangan ajaran
Qur’an. Silakan baca lagi, dan katakan mana yang salah, dan di mana
saya menyesatkan Anda. Tidak ada yang ditutup-tutupi.
Karena itu, saya minta Anda untuk mencetak artikel ini, supaya
praktis, sehingga Anda bisa menganalisis dan membacanya berulang-
ulang. Ada beberapa situs lain di bawah artikel ini, silakan Anda
baca juga.
Pikirkan lagi: Apabila Anda tidak percaya Isa AS telah wafat,
tentunya Anda memiliki bukti konkrit dari Qur’an dan hanya Qur’an.
Anda harus merekonsiliasi ayat-ayat tersebut yang saya sebutkan dalam
diskusi saya. Mohon jangan berkata pada saya, ulama atau imam yang
ini atau itu berkata bahwa Isa AS hidup! Mohon jangan berkata pada
saya bahwa buku itu dan ini berkata Isa AS masih hidup! Mohon jangan
katakan pada saya bahwa fatwa ini dan itu berkata bahwa Isa AS masih
hidup! Untuk melegitimasi kata-kata ulama dan imam itu, apakah Anda
akan menguncangkan Firman Allah? Mohon untuk tidak melebihkan buku
buatan manusia di atas Kitab Suci.
Beranilah menerima kebenaran. Hal ini tidak ada hubungannya dengan
sekte Qadiani. Mempercayai artikel ini tidak berarti Anda menjadi
penganut sekte Qadiani. Ini bukan propaganda Qadiani.
Akhir kata, bagaimana dengan kisah bahwa Isa AS akan turun kembali ke
bumi dan menghidupkan Islam? Setelah diskusi di atas, kita dapat
simpulkan, bahwa seorang yang telah wafat tidak akan kembali, apabila
Anda percaya hal itu bisa terjadi, itu bertentangan prinsip Islam.
Isa As yang Asli - yang Nabi - tidak akan dan tidak bisa kembali di
masa depan. Titik. Meski demikian, mengenai kisah tersebut, mungkin
seseorang dengan semangat Isa AS akan datang dan berbuat sesuatu
untuk Islam, dan ini di luar cakupan diskusi kita ini.
———————————————————————-
———-
Hadith yang Bertentangan
Banyak pembaca menjawab artikel ini dengan beberapa hadith yang
berkata Isa AS akan kembali datang dan berbuat sesuatu untuk Islam.
Para pembaca tidak bisa mengabaikan / membuang hadith tesebut, tetapi
tidak bisa juga menunjukkan validitas hadith itu.
Apabila kita ambil makna literal dari hadith tersebut, tentunya akal
sehat kita tidak dipuaskan. Meski demikian, hadith tersebut, bisa
diinterpretasikan dengan makna alegoris d
By yono on May 4, 2006
Kalau kamu seorang yang mencari kebenaran pasti kamu akan kaget melihat artikel diatas kecuali kamu hanya seorang yang mencari pembenaran !!!
Kalau kamu ragu coba sholat Istikhoroh minta petunjuk dari Allah SWT, oh ya saya lupa “TUHAN” kamu sudah bisu tidak bisa lagi memberi petunjuk, itu anggapan kamu loh, karena kamu tidak percaya bahwa Allah masih mendengar dan masih “bicara ” dulu, sekarang dan selamanya…alias ABADI
By yono on May 4, 2006
Jadi ternyata benar bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah Imam Mahdi beliaulah yang mematahkan kepercayan salibis…..
By yono on May 4, 2006
Bt Ahmadi,
Kami adalah pencari kebenaran apakah Anda juga?
Anda ingin kami mencantumkan Al Quran mengenai Allah yang berkata-kata? Perhatikanlah ayat-ayat di bawah ini.
QS Ali Imran:69-83
69. Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
70. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah , padahal kamu mengetahui .
71. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil , dan menyembunyikan kebenaran , padahal kamu mengetahuinya?
72. Segolongan dari Ahli Kitab berkata : “Perlihatkanlah kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka kembali .
73. Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu . Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk ialah petunjuk Allah, dan bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu”. Katakanlah: “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”;
74. Allah menentukan rahmat-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.
75. Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi . Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
76. sebenarnya siapa yang menepati janji nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
77. Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.
78. Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.
79. Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi : “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani , karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.
80. dan menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah Islam?”.
81. Dan , ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya” . Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah dan Aku menjadi saksi bersama kamu”.
82. Barang siapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik .
83. Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”
Wahyu Allah yang kami akui hanya kepada Nabi SAW, sebagai khatamun nabiyyin.
Logika Anda, bahwa dengan kami meyakini Nabi SAW sebagai nabi penutup maka kedatangan Nabi Isa AS menjadi bertentangan. Anda salah, justru dengan mengakui Mirza yang bukan putra Maryam itu menyalahi pernyataan nabi penutup. Nabi Isa AS itu adalah putra Maryam, jelas disebutkan berulang-ulang di Kitabullah, bukan nabi baru.
Para sahabat Nabi SAW dan ulama sesudahnya bahkan tidak ada yang berani menyebutkan siapa Nabi Isa AS yang diutus itu, kecuali berdasarkan hadist-hadist Nabi SAW.
Jadi setelah Mirza mengaku sebagai Isa AS, semua ulama menolak karena dalil-dalil yang dibawanya sangatlah lemah.
Pertanyaan kami adalah:
1. Mengenai turunnya Nabi Isa AS putra Maryam menyalahi prinsip Islam, apakah yang Anda maksudkan prinsip Islam itu?
Mukjizat dan hal-hal yang ghaib adalah salah satu prinsip Islam juga. Apakah Anda meyakini itu semua sebagai dongeng atau mitos belaka?
2. Apakah wahyu yang diterima Mirza sama dengan yang diterima Lia Aminuddin, seperti yang Anda sebut-sebut Allah itu selalu berkata-kata? Apakah mereka Anda sebut sesat atau membenarkannya?
3. Apakah makam yang anda akui sebagai kuburan Nabi Isa AS itu, di India/Pakistan, ada dasar-dasar ilmiahnya? Sampai sekarang tidak ada yang menggubrisnya, kecuali para Ahmadi sendiri.
4.Apakah alasan perpecahan sebagian Ahmadiyah (Lahore), yang tidak mengakui Mirza sebagai Nabi?
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya serta para sahabat ridhwanullahu ‘Alaihi ajma’in.
By Nabi lama on May 4, 2006
Bt Ahmadi,
Sungguh jelas Anda menolak hadist-hadist Nabi SAW tersebut, bahkan mengatakannya palsu. Nauzubillah.
Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
By Nabi lama on May 4, 2006
He…he….
Apakah sesudah Ghulam Ahmad ada nabi-nabi lagi? Atau dia yang khatamun nabiyyin?
Allah berkata-kata, apa nggak cukup dengan yang disampaikan Nabi Muhammad SAW?
Berkata-kata sama Ghulam Ahmad ama Lia Aminuddin ‘kali.
Menolak hadist Nabi SAW tidak layak menjadi ummatnya, jadilah umat Ghulam Ahmad dengan agama barunya.
Chaooo
By noto on May 5, 2006
Perhatikanlah ayat-ayat yg kamu copy paste di bawah ini.
72. AL AHZAB (33:7)
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh,
(kamu sendiri = Muhammad Saw)
Perjanjian apa sih antara para Nabi dan Allah :
lihat ayat yang anda copy pastekan:
QS Ali Imran: 81
81. Dan , ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya†. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?†Mereka menjawab: “Kami mengakuiâ€. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah dan Aku menjadi saksi bersama kamuâ€.
Sudahlah kita akhiri saja diskusi kita karena hanya buang-buang waktu dan membuat kita saling bermusuhan, maaf kalau saya sudah menyinggung anda
sama sekali bukan maksud saya ingin mendakwahkan Ahmadiyah apalagi mengajak-ngajak anda masuk ahmadiyah tapi hanya ingin meluruskan yang selama ini orang berpandangan kami sesat, kafir dan diluar Islam…
Kita serahkan saja semua sama Allah,
Biar Allah yang jadi hakim
Tapi Kita sudah setuju satu hal :
bagimu agamamu dan bagiku agamaku…
Wasallam,
Yono
By yono on May 5, 2006
Bt Ahmadi
Terima kasih atas balasan-balasannya.
Bahwa yang anda kutip itu adalah Al Quran yang diturunkan kepada kita melewati Nabi Muhammad SAW. Jadi perjanjian yang disebutkan itu tentu ditujukan kepada para nabi serta Nabi Khatamun nabiyyin Muhammad SAW. Apakah itu juga berlaku bagi Nabi anda, Mirza, ataukah pada nabi-nabi sesudahnya (itupun jika anda percaya bahwa Tuhan berkata-kata)? Wallahu alam.
Wassalamu alaikum
By Nabi lama on May 5, 2006
Nabi Lama,
Kenapa saya nyerah berdebat dengan anda..?? bukan karena tidak adalagi hujah-hujah kuat yang kami pegang tapi lebih dikarenakan (mohon maaf) anda tidak menguasai masalah sehingga anda sama sekali tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kita sering kemukakan diatas..
mulai dari MA Suryawan yang males meladeni sampai saya sendiri ikut merasakannya…dan itu bisa dilihat dari postingan anda semua ….contoh saya menanyakan ini itu tentang Nabi Isa anda bukannya menjawab malah bilang kita sesat, saya bertanya kematian Nabi Isa anda malah copy paste ayat-ayat Qur’an yang nyata2 buat Ahli Kitab..saya bertanya apa isi perjanjian antara Nabi2 dahulu dengan Allah anda menjawab perjanjian itu tidak berlaku untuk MIRZA ..dan etc..etc..
JADI DISKUSI KITA KAYA DAGELAN SI BOLOT SAMA SI MALIH..
(garuk-garuk kepala habis bingung & sudah kehabisan akal buat menerangkannya lagi..harus gimana lagi gitu loh???)
HE..hhe..he… mendingan buka website lain…
By yono on May 6, 2006
Orang bolot itu mengutip buku Ahmadiyah Lahore yaitu:
Falsafah Islamiyah
Oleh
HAZRAT MIRZA GHULAM AHMAD
MUJADDID ABAD 14 H.
PENERBIT
DARUL KUTUBIL ISLAMIYAH
Jl. KESEHATAN IX/12
JAKARTA PUSAT
TLP. 3844111
Setiap anggota Gerakan Ahmadiyah
(Ahmadiyyah Anjuman Isha’at Islam –
Lahore, Pakistan) berkeyakinan bahwa:
Setelah Nabi Suci Muhammad s.a.w. ,Tuhan
tidak lagi mengutus seorang Nabi, baik Nabi
lama atau pun Nabi baru.
Malaikat Gibril tidak lagi membawa ‘wahyu
nubuah’ kepada semua orang, karena ini
bertentangan dengan dua ayat : “Pada
hari ini telah Aku sempurnakan bagi Kamu
Agama Kamu†(5:3); “Muhammad itu
utusan Allah dan segel (penutup) para
Nabi†(33:40). Siapa pun yang melanggar
hal ini dianggap telah melanggar kesucian
akhir kenabian dalam Islam.
Semua sahabat Nabi Suci Muhammad
s.a.w. (ashab) dan semua pimpinan
spiritual (imam) wajib dimulyakan
Berkewajiban mempercayai semua ajaran
para pembaharu (mujadid)
Siapun yang berkeyakinan bahwa “Tiada
Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul
Allah†(kalimah) tidak dapat dikeluarkan
dari Islam (kafir)
Tidak ada satu pun ayat Qur’an Suci
dapat dihapus atau pun akan dihapus.
(Halaman 2)
Silakan simpulkan sendiri.
Wassalamua alaikum,
By noto on May 8, 2006
Bt Ahmadi.
Terserah lah. Orang bolot itu mengutip buku Ahmadiyah Lahore yaitu:
Falsafah Islamiyah
Oleh
HAZRAT MIRZA GHULAM AHMAD
MUJADDID ABAD 14 H.
PENERBIT
DARUL KUTUBIL ISLAMIYAH
Jl. KESEHATAN IX/12
JAKARTA PUSAT
TLP. 3844111
Setiap anggota Gerakan Ahmadiyah
(Ahmadiyyah Anjuman Isha’at Islam –
Lahore, Pakistan) berkeyakinan bahwa:
Setelah Nabi Suci Muhammad s.a.w. ,Tuhan
tidak lagi mengutus seorang Nabi, baik Nabi
lama atau pun Nabi baru.
Malaikat Gibril tidak lagi membawa ‘wahyu
nubuah’ kepada semua orang, karena ini
bertentangan dengan dua ayat : “Pada
hari ini telah Aku sempurnakan bagi Kamu
Agama Kamu†(5:3); “Muhammad itu
utusan Allah dan segel (penutup) para
Nabi†(33:40). Siapa pun yang melanggar
hal ini dianggap telah melanggar kesucian
akhir kenabian dalam Islam.
Semua sahabat Nabi Suci Muhammad
s.a.w. (ashab) dan semua pimpinan
spiritual (imam) wajib dimulyakan
Berkewajiban mempercayai semua ajaran
para pembaharu (mujadid)
Siapun yang berkeyakinan bahwa “Tiada
Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul
Allah†(kalimah) tidak dapat dikeluarkan
dari Islam (kafir)
Tidak ada satu pun ayat Qur’an Suci
dapat dihapus atau pun akan dihapus.
(Halaman 2)
Silakan simpulkan sendiri.
Wassalamua alaikum,
By Nabi lama on May 8, 2006
Kok berhenti nih si ahmadiyanese atau JILer.
Gak ada sanggahan lagi….
Atau sudah tobat???
Mudah2an Amiiinnn.
By Ahmadiyah bukan islam on Aug 8, 2006
ada yang berani diskusi dengan ahmadiyah?
ditunggu di http://www.ahmadiyah.co.nr
By wawan on Aug 25, 2006
Nabi terakhir adalah Isa anak Maryam, kalau ada claim adalah Nabi Muhammad itu memnang adalah Nabi Palsu, yang paling banyak bersumbah untuk menguatkan para pengikutnya agar mengakuinya.
Ya karena seperti ‘KAMBING DUNGU’ Pengikutnya ikut saja.
“Laa mahdiya illa isabnu Maryama”
TIDAK ADA IMAM MAHDI SELAIN ISA PUTRA MARYAM”.( HADIS IBNU MAJAH).
By Mr. Nunusaku on Sep 5, 2006
Anda Pelajari Al-Qur’an dan Hadits sebelum anda memberikan komentar!
By Hedeyatch on Sep 22, 2006
ahmadiyah memang sudah dari sananya sesat. jadi kalau memberitahukan orang yang sesat memang agak susah. jalan terbaik adalah semoga 4JJI memberikan kita hati yang senantiasa berada di jalan dakwah 4JJI yang lurus. dan tidak disesatkan oleh-Nya. kepada para jemaat ahmadiyah, bertobatlah, selagi ada kesempatan
By reby bagja on Sep 24, 2006
Wawan wrote:
==============================
ada yang berani diskusi dengan ahmadiyah?
ditunggu di http://www.ahmadiyah.co.nr
=============================
tantangan gombal dimana-mana hi hi.hi…
jawab dulu ini, jangan ngacir doang ke ke ke… :
http://z7.invisionfree.com/AHMADIYAH/index.php?s=06d72cd8bc0010d6c65ef40795ace290&showtopic=98&st=60
Besar mulut dimana mana ngajak debat….
By MilaOnRamus on Nov 1, 2006
basmi aja ahmadiyah itu sampai ke akar - akarnya. biar ga ada lagi perusak akidah dalam agam kita.
By peter on Nov 16, 2006
Setelah saya melihat komentar-komentar tentang ahmadiyah di meiling list ini saya mempunyai beberapa kesimpulan :
1. Semua bantahan yang pro ahmadiyah sudah tidak terbantahkan lagi oleh yang kontra ahmadiyah.
2. Pendapat - pendapat dari yang kontra ahmadiyah terlalu dipaksakan dan memutarbalikan fakta yang ada.ini di karenakan di pengaruhi sifat benci,kerdil, kesombongan sebagaimana sifat yang di pertunjukan syaitan sewaktu di suruh sujud pada adam.
3.Pendapat-pendat dari nabi lama selalu di ulang-ulang walaupun sudah di patahkan oleh pihak yang pro ahmadiyah
4.Saya juga mengambil kesimpulan bahwa ahmadiyah bagian dari islam karena pendapat-pendapatnya berdasarkan pada al-quraan dan hadist tanpa di bumbui oleh hawa nafsu.
5. Pendapat nabi lama tentang isa ibnu maryam sama persis dengan pendapat para pendeta dan umat kristiani pada umumnya.Yang tidak didasarkan pada dalil yang kuat tetapi pada khayalan belaka sebagaimana orang-orang kristiani selama ini
Wassalam
MWR
By Munawar on Dec 10, 2006
MASALAH POLIGAMI DALAM PANDANGAN THEOLOGIS ISLAM
Akhir-akhir ini masalah poligami menjadi pembicaran umum baik di media electronika maupun di media cetak. Pendapat-pendapat yang dilontarkan oleh pihak yang pro dan kontra masalah poligami kian kencang dan rame . Ada yang didasarkan dengan HAM adapula yang didasarkan pada dalil-dalil kitab suci Al-Quran dan ada pula yang didasarkan pada angan-angan dan prasangka belaka tanpa didasarkan pada dalil yang haq dan benar.
Lontaran pendapatpun dari berbagai ragam tingkat kelas sosial mulai dari presiden,staff presiden, mentri,agamawan,artis, aktifis perempuan dan masyarakat umum yang tidak tahu menahu asal-usul dan pengertian tentang poligami.
Bagi yang pro dengan masalah poligami mereka berpendapat bahwa poligami merupakan syariat yang di benarkan dalam Islam dan dicontohkan oleh nabi besar Sayidina Almustofa Muhamad Rasulullah Saw. Tetapi bagi para penentang mengatakan bahwa Islam menganut sistem monogami dan bukan poligami bahkan ada yang mengatakan bahwa poligami dapat dimasukan kedalam katagori prilaku kekerasan dalam rumah tangga. Naudzubillah himindzalik…
Bagi saya pendapat-pendapat seperti itu merupakan hal yang biasa dalam sebuah negara demokrasi tetapi hal yang menyakitkan hati saya adalah pendapat-pendapat yang kontra tersebut di lontarkan oleh mereka-mereka yang mengaku umat Muhamad Saw.
Al-Quran adalah kitab yang logis. Karena itu tidak mungkin Al-quran tersebut memerintahkan pada umat Muslim untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin. Tuhan telah menciptakan pria dan wanita dalam jumlah yang kurang lebih seimbang. Lalu bagaimana suatu agama yang rasional seperti Islam yang selalu menekankan bahwa tidak ada kesenjangan antara tindakan Tuhan dengan kalam Tuhan, mengutarakan sesuatu hal yang terlihat tidak alamiah dan tidak realistis, yang jika dilaksanakan akan menimbulkan situasi ketidak seimbangan, kesulitan yang gawat dan prustasi ? Bayangkan suatu negri kecil berpenduduk pria laik kawin satu juta jiwa dan wanita dalam jumlah yang hampir sama. Kalau peraturan poligami tadi dijalankan mereka sepenuhnya secara harfiah, maka kurang lebih ada 250.000 orang pria yang mengawini satu juta wanita dan sisanya 750.000 pria lagi yang tidak mempunyai istri.Tetapi bagaimana pula bila suatu penduduk negri jumlah wanitanya lebih banyak dari pria ?. Umpamakan jumlah wanita 1,5 juta jiwa sedangkan jumlah pria hanya 1 juta jiwa maka kalau asas monogami yang kita jalankan sekitar 500.000 orang wanita lagi tidak mempunyai suami.
Sedangkan dibanding dengan agama-agama lainnya, Islam menekankan keharusan menikah bagi pria dan wanita. Al-Quran menggambarkan hubungan di antara suami dan istri didasarkan pada cinta alamiah dan sebagai sumber kedamaian bagi keduanya
“… Dan dihalalkan pula bagimu wanita-wanita yang memelihara kehormatannya di antara yang beriman dan wanita-wanita yang memelihara kehormatanya dari antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu berikan kepada mereka mas kawin mereka untuk menikah, bukan untuk berbuat zina dan tidak pula menjadikan gundik-gundik rahasiah…(S.5 Almaidah : 5 )
Pada saat yang sama Al-Quran menolak hidup tidak kawin seperti pada beberapa golongan pendeta sebagaimana di kemukakan dalam surah 57 : 28. Tidak ada manfaat yang diperoleh jika menutup diri dengan cara mengingkari nafsu alami.
Kembali kemasalah poligami, dalam surat 4 AN-NISA ayat 3 yang berbunyai “ Dan, jika kamu khawatir bahwa kamu tak akan dapat berlaku adil terhadap anak-anak yatim, maka kawinilah perempuan- perempuan lainya yang kamu sukai: dua, atau tiga, atau empat, akan tetapi, jika kamu khwatir kamu tak akan berlaku adil, maka kawinilah seorang perempuan saja, atau kawinilah yang dimiliki tangan kananmu. Cara demikian itu lebih dekat untuk kamu supaya tidak berbuat aniayaâ€.
Dalam ayat ini, Islam memperkenankan ( walaupun tentu saja tidak menganjurkan atau mendorong) seorang laki-laki beristri lebih dari satu sampai empat orang pada satu waktu. Karena izin ini telah diberikan sehubungan dengan masalah anak-anak yatim, maka haruslah di artikan bahwa hal itu pertama-tama didasarkan pada soal pengurusan golongan masyarakat yang paling terlantar itu. Ada peristiwa-peristiwa ketika kepentingan anak-anak yatim hanya mungkin dapat dilindungi dengan jalan mengawini seorang atau lebih dari seorang dari antara perempuan-perempuan asuhan atau diantara perempuan-perempuan lain menurut tuntutan keadaan. Walaupun ayat ini menyebutkan poligami sehubungan dengan masalah-masalah anak-anak yatim, namun suasana lain dapat timbul saat poligami dapat menjadi satu obat yang diperlukan untuk mengobati beberapa keburukan sosial atau moral. Jika hanya tujuan-tujuan pernikahan itu sendiri diperhatikan, maka izin itu nampaknya tidak hanya dibenarkan, malah adakalanya sangat tepat dan bahkan perlu.Dalam kasus-kasus tertentu, justru jika tidak memanfatkan izin ini niscaya akan dapat mengganggu kepentingan individu dan masyarakat.
Menurut Al-Quran , tujuan perkawinan ada empat yaitu :
1. Pencegahan terhadap penyakit-penyakit jasmani,akhlak, dan rohani (S 2 : 187; S4:25)
2. Mendapatkan ketentraman hati dan untuk memperoleh seorang teman hidup yang mau mencurahkan cinta kasihnya ( S 30 : 22)
3. Mendapat keturunan
4. Memperluas lingkup kekeluargan ( S4 : 2 )
Sekarang kadangkala salah satu di antara semua keempat tujuan tersebut di atas itu tidak tercapai oleh keadaan hanya beristri seorang, misalnya istri menjadi penyandang cacat seumur hidup, atau menderita penyakit menular, maka tujuan perkawinan itu pasti tidak akan tercapai bila orang yang dihadapkan pada situasi semacam itu tidak mengawini perempuan lain lagi. Memang tidak ada jalan lain bagi dia kecuali kawin lagi secara sah bila, karena tidak mampu menahan godaan nafsu berahi lalu menjalani kehidupan amoral(asusila).
Seorang istri yang mengindap penyakit menahun tidak akan mampu menjadi teman hidup yang baik sebab betapapun perlu dihormati dan dikasihi,wujudnya tidak memberikan ketentraman hati kepada suaminya dalam segala hal. Begitupula , jika kebetulan ia mandul, keinginan alami sang suami yang sepenuhnya beralasan untuk mempunyai keturunan yang akan menjadi penerusnya dan mengabadikan namanya, tetap tak akan terpenuhi kalau tidak kawin lagi. Untuk memenuhi kebutuhan-kebuthan semacam itulah Islam telah mengizinkan mengikat tali perkawinan menjemuk. Tetapi jika dalam kasus yang disebutkan di atas, sang suami menceraikan istrinya yang pertama, maka hal demikian akan merupakan sesuatu yang memalukan dan membawa kenistaan bagi sang suami.
Sebenarnya tujuan-tujuan perkawinan ganda ( poligami) itu, sampai batas tertentu, sama dengan tujuan-tujuan perkawinan tunggal. Bila salah satu atau semua tujuan itu tidak tercapai dengan perkawinan tungal, maka perkawinan poligami menjadi suatu keperluan. Namun, ada beberapa alasan juga yang kadang-kadang dapat menjadikan seseorang perlu mempunyai seorang lagi istri atau lebih, di samping seorang yang sangat mencintai dan cukup memenuhi tujuan-tujuan perkawinan. Alasan-alasan itu ialah :
1. Untuk melindungi anak-anak yatim
2. Untuk mempersuamikan janda-janda yang layak bersuami lagi dan
3. Untuk mengisi kekosongan anggota keluarga laki-laki dalam suatu keluarga atau masyarakat.
Sudah jelas dari ayat yang sedang kita bahas ini bahwa poligami diikhtiarkan , pada khususnya, dengan tujuan melindungi anak-anak yatim yang terlantar. Dari ayat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ibu anak-anak yatim yang bernaung di bawah perwalian seseorang, lebih baik dikawini oleh wali itu sendiri agar menjadi langsung terikat dalam tali kekeluargan dengan mereka dan lebih erat hubungannya dengan mereka. Dengan demikian lebih dapat mencurahkan perhatian demi kesejahteraan mereka ketimbang ia tidak berbuat demikian.
Mempersuamikan janda-janda ( S 24 :32) merupakan tujuan lain yang dicapai dengan adanya peraturan poligami. Orang-orang Islam di jaman Rasulullah s.a.w senantiasa report menghadapi peperangan. Banyak sekali yang gugur dalam medan perang dan meninggalkan janda-janda dan anak-anak yatim tanpa mempunyai keluarga dekat yang mengurus mereka. Kelebihan jumlah kaum wanita daripada kaum laki-laki dan luar biasa banyaknya bilangan anak yatim tanpa seorangpun mengurus mereka sebagai akibat tak terelakan dari peperangan maka menghendaki agar perkawinan-perkawinan poligami di ajurkan guna menyelamatkan Islam dari keruntuhan akhlak.
Kedua perang Dunia telah membenarkan peraturan Islam yang amat berfaedah ini. Peperangan ini telah meninggalkan wanita-wanita muda usia tanpa suami dalam jumlah yang luar biasa besarnya. Sungguh, bilangan kaum wanita yang lebih besar jumlahnya dari pada pria di Dunia Barat, disebabkan kehilangan banyak sekali kaum pria akibat perang dunia itu dan menjadi penyebab kemunduran akhlak dewasa ini sehingga menggerogoti kehidupan masyarakat Barat .
Disamping memenuhi kebutuhan akan suami bagi janda-janda muda itu, peraturan poligami juga dimaksudkan untuk mengatasi keadaan yang timbul sebagai akibat peperangan bila, di samping segi-segi kemunduran lainnya, tenaga laki-laki suatu bangsa menjadi demikian langkanya sehingga timbul kehancuran total bangsa itu. Menurutnya angka kelahiran yang merupakan penyebab penting dari keruntuhan suatu bangsa, dapat di obati secara jitu hanya dengan menggunakan peraturan poligami. Poligami bukanlah untuk menyalurkan kebutuhan syahwat, seperti disalah artikan orang, melainkan merupakan pengorbanan yang meminta supaya perasan pribadi dan sepintas lalu diberikan untuk kepentingan umum atau kepentingan nasional yang lebih luas.
Islam mengizinkan mengawini lebih dari seorang wanita hanya dengan persyaratan bahwa pria mampu menangani situasi yang spesifik dan sulit itu dengan penuh tanggungjawab dan bisa bertindak adil dan seimbang kepada isteri kedua, ketiga dan keempatnya.
Alternatif lainnya jauh lebih buruk. Sejumlah besar wanita yang tidak bisa menikah tidak bisa disalahkan jika mereka mencoba menggoda dan menggaet pria di suatu masyarakat yang kurang mengenal agama. Wanita pun manusia juga. Mereka memiliki emosi dan nafsu yang ingin dipenuhi. Pada satu sisi, trauma kejiwaan akibat perang menumbuhkan keinginan mencari seseorang tempat berlindung, di sisi lain adalah kehidupan yang kosong tanpa tempat berteduh dan keamanan lembaga perkawinan, tanpa pasangan hidup dan tanpa kemungkinan mempunyai anak sendiri. Masa depan sama hampa dan gersangnya dengan keadaan saat ini.
Bila wanita-wanita demikian itu tidak diakomodasi secara benar menurut hukum dan berasimilasi menurut prinsip memberi dan menerima yang seimbang, maka keadaannya akan menjadi ancaman bagi masyarakat. Mereka secara tidak sah akan berbagi suami-suami dari wanita lain. Akibatnya sungguh dahsyat. Kesetiaan menjadi terbelah. Wanita bersuami kehilangan kepercayaan pada suami-suaminya. Kecurigaan berkembang subur. Meningkatnya kesenjangan antara suami dan isteri akan menggoyahkan banyak landasan perkawinan. Bagi pria-pria tidak setia tersebut akan muncul rasa bersalah yang selanjutnya menimbulkan kompleks kejiwaan yang akan mendorong pada kejahatan. Konsep mulia mengenai cinta dan kesetiaan termasuk yang hancur di awal. Romansa kehilangan kelembutannya dan merosot menjadi kegandrungan umum yang bersifat sesaat. Mereka yang berbicara mengenai persamaan di semua bidang melupakan bahwa hal itu tidak relevan karena pria dan wanita tumbuh berbeda.
Hanya wanita yang bisa melahirkan anak. Hanya merekalah yang dapat menghidupi benih manusia generasi mendatang selama lebih dari sembilan bulan. Hanya mereka juga yang dapat merawat bayinya di awal masa kehidupan dan masa kanak-kanak. Dan karena hubungan darah yang lama dan intim dengan keturunannya itu maka wanita memiliki ikatan kejiwaan yang lebih kuat dengan anaknya dibanding pria.
Kalau sistem sosial dan ekonomi mengabaikan perbedaan tubuh antara pria dan wanita serta akibatnya pada perbedaan peran kedua jenis kelamin itu dalam masyarakat maka sistem sosio-ekonomi demikian tidak akan mungkin menghasilkan keseimbangan yang sehat. Justeru karena adanya perbedaan phisik antara pria dan wanita itulah Islam menerapkan ajaran tentang peran yang berbeda bagi masing-masing jenis kelamin.
Sedapat mungkin wanita harus dibebaskan dari tanggungjawab mencari nafkah bagi keluarganya. Secara prinsip, tanggungjawab untuk itu harus dipikul oleh pria. Namun tidak ada alasan untuk melarang wanita ikut berkiprah memutar roda perekonomian sepanjang mereka melakukan itu tanpa menimbulkan gangguan, seperti mereka tidak mengabaikan tanggungjawab utamanya dalam reproduksi manusia dan memelihara keluarga. Inilah yang ditawarkan oleh Islam.
Di dalam surat surat 4 Anisa:3 di atas ada dikatakan “jika kamu khwatir kamu tak akan berlaku adil…â€. Kata-kata ini menjelaskan bahwa setiap suami tidak akan bisa berbuat adil terhadap istri-istrinya karena akan dipengaruhi rasa cinta dan senang antara satu sama lain, sesuai dengan surat 4 Anisa : 129 “ Dan, kamu sekali-kali tidak akan berbuat adil diantara istri-istrimu, betapapun kamu boleh jadi menginginkannya. Maka janganlah mencondongkan seluruh kecondongan hati hanya kepada seorang sehingga kamu meninggalkan yang lain sebagai barang terkatung…â€. Sebagai manusia, mustahil seorang laki-laki dapat berlaku seadil-adilnya terhadap istri-istri dalam segala hal. Misalnya, karena perasaan cinta soal hati dan orang lain tidak berhak ikut campur tangan, maka seorang suami tidak bisa diharapkan mempunyai rasa cinta yang sama terhadap semua istri. Akan tetapi, tentu saja ia dapat memperlakukan dengan adil dalam hal-hal lainnya, dan inilah yang harus dikerjakannya. Jadi, berlaku adil terhadap istri-istri itu hanya berhubungan dengan perbuatan-perbuatan yang dapat di kendalikan olehnya. Inilah tafsiran yang telah diberikan oleh syaidina Almustofa Muhawad Rasulullah s.a.w mengenai ayat ini.
By Munawar on Dec 10, 2006
waduh klw baca posting dari ente2 jadi pusing ane. disatu sisi ada yang mbenarkan, disisi lain ada yang nganggep salah. tp klw menurut ane tuh ahmadiyah klw mang keukeuh nganggep Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi dengan argumentasi bahwa umat terdahulu ngaku nabinya yang terakhir, yah bikin agama baru aja!!!! biar ga bentrok sama orang muslim. dan juga biar masuk surganya ga ngantri. heeeeeeeeeeeeeee
lagian kalau ngantri nanti kelamaan, nyodok aja kaya kebiasaan orang indonesia. huhahuaaaaaaaaa
By ule urang banten on Dec 21, 2006
Mendingan para ahmadi bantu teman-teman anda. Mereka nggak mampu tuh utk menjawabnya. silahkan anda kesini:
http://www.ahmadiyah.co.nr
Lantas klik “FORUM”
Apakah nanti ahmadi disini bisa membantu atau tidak. Jangan lupa ente lihat Thread “Hadist dan maudhu’ “. Disitu sudah saya jelaskan beberapa hadits yg biasa digunakan dan ditulis dlm buku-buku Ahmadiyah. Membuktikan MGA sbg Nabi saja kenapa mesti pake hadits dhaif dan Maudhu’. Apalagi tafsirnya yang sudah ngaco. Semau sendiri dlm menterjemahkannya.
By shadow on Dec 26, 2006
Percuma ke situs Ahmadiyah. Orangnya di situ suka emosian kalo terpojok. Thread saya udah ada 2 yang ditutup gara-gara orang ahmadiyah nggak kuat menanggung malu karena gak bisa jawab.
By (¯`?.¸¸.»ll«.¸¸.?´¯) on Dec 27, 2006
Ditutup threadnya takut ditinggalin jemaatnya kali. Bisa-bisa pemasukan dari candah bisa berkurang.
By shadow on Jan 2, 2007
Saya MENANTANG kepada seluruh Ahmadi dimanapun untuk BERDEBAT secara terbuka dgn tujuan agar semua org tau tentang KESESATAN Ahmadiyah dan saya sudah baca buku BSHP jawabannya org Ahmadi tapi semua jawabannya BASI dan dapat ditebak… saya TIDAK ingin buang waktu untuk menulis buku bantahannya saya MENGAJAK ANDA atau siapapun yang anda kenal dari PIHAK AHMADI yang paling menguasai tentang ajaran Ahmadiyah…
Khusus pihak Ahmadi yg ingin memenuhi TANTANGAN DEBAT saya silahkan kirim ke email enjoybisnis@gmail.com
Berani Karena Benar
Takut Karena Salah
By wifiman on Aug 16, 2007
Ass.wr.wb
Perkenalkan saya seorang ahmadi yang baru saja bai’at. untuk saudara wifiman Insya Allah saya terima tantangan diskusi anda. mingkin saya dan rekan-rekan saya yang lebih ilmunya siap berdiskusi dengan anda apabila ingin berbicara tentang Ahmadiyah lebih jauh lagi.
Sedikit informasi tentang kasus Ahmadiyah di negeri ini. saya heran dengan umat islam non Ahmadiyah yang menentang Ahmadiyah agar segera dibubarkan dengan berbagai alasan karena Kanjeng Nabi besar Muhamad SAW saja tidak begitu terhadap orang-orang kafir (segi konteks apabila Ahmadiyah dikatakan kafir).
Berbicara keyakinan memang sulit untuk dijastifikasi. dalam hal ini adalah apabila kita berbicara tentang keyakinan kita berharap menemukan suatu jawaban mana yang benar dan yang salah. Namanya keyakinan sifatnya khusus absolut dalam artian sekalipun 2 ditambah 2 adalah 4 (secara mendasar) akan tetapi bila keyakinan mendarah dagingnya adalah sepuluh adalah tak dapat dipaksakan.
Dalam kasus Ahmadiyah adalah selama tidak melanggar ketertiban umum dan telah menjadi sesuatu yang sah dan diakui sebelum negeri ini mendapatkan kemerdekaan adalah tidak masalah keberadaannya.
Perlu di ingat bahwa bangsa kita adalah negara demokrasi bukan negara agama.
Tidak bermaksud untuk tidak mendambakan suatu negara yang berdasarkan syariat Islam, akan tetapi apabila negara ini akan di ubah menjadi negara tersebut adalah alangkah baiknya bahwa wilayah yang mayoritas non muslim harus diberi pilihan yang adil. Sebagai contoh pilihan merdeka atau otonomi khusus. (PERUMPAMAAN)
Menanamkan keyakinan yang dianggap benar dengan cara kontak fisik atau paksaan adalah cara yang tidak terpuji, akan tetapi apabila menanamkan keyakinan dengan dalil-dalil yang kuat adalah cara baik dan benar.
Ahmadiyah berkeyakinan bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang tunggal dan memiliki seluruh nama besar kebaikan dan Nabi besar Muhamad SAW adalah Nabi syariat yang terakhir dan penghabisan, akan tetapi sesuai dengan sabda beliau bahwa akan turun seorang Imam zaman, Mahdi sekaligus penjelmaan dari Nabi Isa As kebumi ini untuk memenangkan Islam atas agama lain di muka bumi ini.
Nabi Isa telah wafat dan tidak akan turun dengan ujud kasarnya dari langit kemuka bumi ini lagi.
Bukan tidak meyakini akan kekuasaan Allah SWT, akan tetapi Allah karena maha kesuciannya pun tidak membuat sesuatu hal yang bertentangan dengan hukum alam yang telah dibuat Nya sendiri. Subhanallahu
Suatu pendekatan logika apabila Nabi Isa dengan tubuh kasarnya akan turun kemuka bumi ini lagi, maka apa bedanya dengan adanya Nabi lagi setelah kenabian Nabi Muhamad SAW.
Sekian dari saya yang lemah ini, Ahmadi Qodian.
Wassalam
By Ahmad Walij on Aug 17, 2007
pusiiiiing,..capeeeek…
By coang on Aug 17, 2007
Jangan meladeni ahmadiyah.Mereka itu ibarat masuk telinga kanan,keluar lagi telinga kiri. Kalau kita
yakin akan kebenaran qur’an n sunnah, mengapa kita percaya dengan bualan si tukang pembohong besar yang mengaku jadi Nabi. Allah SWT menegaskan
bahwa Muhammad SAW itu penutup para Nabi(al-ahzab :40).Dalam haditsnya,Muhammad SAW mengatakan tidak ada Nabi setelahku.(HR.Mutafaq alaih).Ini masalah aqidah.Apakah qt katakan Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan imam besar lainnya lebih juhala dari Mirza Ghulam Ahmad.Sungguh naif sekali!!!Para Nabi itu banyak dan yang wajib diketahui ada 25,dan Muhammad Nabi dan Rasul penutup,jadi kalau ada orang ngaku jadi Nabi setelah Muhammad SAW, maka orang itu tidak perlu diragukan kekafirannya alias orang itu kafir,sesat dan menyesatkan.Kalau Khilafah Islam tegak maka orang dan gerakan seperti ini akan diberantas bila tidak mau taubat.Astaghfirullah !!! Sungguh sebuah kebodohan besar n Dajjal-dajjal itu adalah Mirza Ghulam Ahmad dan penyebar kesesatannya di tengah-tengah manusia.
By mizan on Sep 8, 2007
Nabi Isa turun ke bumi menjelang kiamat adalah untuk memberantas segala kejahatan dan meluruskan sunah dan ajaran Muhammad SAW yang sudah diinjak-injak manusia.Dan ini adalah ketetapan Allah.Jadi,tidak dapat dikatakan bahwa ada Nabi lagi setelah Muhammad SAW dengan turunnya Isa as menjelang kiamat.Nabi dan Rasul diutus dengan membawa sebuah ajaran dari Allah, sedangkan Isa turun nanti dalam rangka menegakkan ajaran Islam yang dibawa Muhammad SAW yang sudah banyak di rusak manusia.Islam yang dibawa Muhammad adalah adal agama penutup semua ajaran para Nabi dan Rasul.artinya,jika ada manusia yang tidak mau menerima ajaran Islam yang lurus sesuai petunjuk dan teladan Muhammad SAW, maka orang itu adalah sesat. Nabi Muhammad menyatakan bahwa tidak beriman salah seorang di antaramu sahingga hawa nafsunya tunduk dengan yang aku bawa (ajaran Islam)(Bukhori-muslim). Keliatan sekali juhala’nya ahmadiyah.Apakah oarang-orang seperti ini yang akan diikuti ? orang-orang yang membaca al-qur’an tapi jauh dari petunjuk qur’an. mereka semua telah jatuh kedalam kesesatan dan kekafiran yang nyata.Wahai, saudaraku di ahmadiyah.kembalilah kalian ke ajaran Islam yang lurus.Jangan ikuti hawa nafsu dan syetan yang selalu menyesatkan manusia.Aku ingatkan kalian dengan adzab siksa neraka yang pedih.Sadarlah saudaraku !!!kembalilah !!! sebelum maut menjemputmu dengan keras dan menyakitkan.
By mizan on Sep 8, 2007
Ass.Wr.Wb
Apakah Isa turun hanya dengan namanya dengan tanpa menyandang status kenabiannya?
By Ahmad Walij on Sep 8, 2007
Tentu saja beliau akan berpangkat Nabi..
namun Nabi Isa Israeli sudah wafat menurut Qur’an !
jadi wujud orang lain yang akan sesuai dgn sifat2nya…
By alif on Sep 12, 2007
Ass.wr.wb
Saudara Alif yang saya cintai, saya paham akan hal itu, karena saya adalah seorang Ahmadi. Akan tetapi pertanyaan itu saya tujukan kepada saudara ghair sebagai penegasan atas keyakinan bahwa Nabi Isa AS akan turun dengan tubuh kasarnya ke muka bumi ini kelak (sebagaimana yg diyakini ghair atau Islam pada umumnya).
Terima kasih saudara Alif.
Dari saya yang lemah ini, Ahmad Walij
By Ahmad Walij on Sep 13, 2007
apakah ada bukti Isa yg datang dgn wujud orang lain yang akan sesuai dgn sifat2nya.
Adakah buktinya dalam Al-Qur’an dan hadits ?
Bisa dibuktikan!
By eman on Sep 25, 2007
kasihan sekali si Ahmad walij yg baru saja masuk kedalam aliran sesat. Pendalaman agamamu betul-betul kurang.
By eman on Sep 28, 2007
ahmad walij, apa tantangan wifiman sudah ditanggapi?
By eman on Sep 28, 2007
Ass.wr.wb
Saudara Eman jelas ada, akan tetapi saya akan merangkumnya secara detail dalam waktu dekat ini, karena jika seingatnya saja saya takut salah dan berakhir dengan dosa.
Tantangan Wifiman sudah saya tanggapi, akan tetapi mungkin wifiman belum menceknya lagi dalam forum ini.
Terima kasih anda telah mengasihani saya saudara eman, akan tetapi sekali lagi, apapun orang berkata tentang ahmadiyah saya tetap berkhidmat didalamnya apapun halangan dan rintangannya, meski berkorban nyawa sekalipun. Amin
Dari saya yang lemah ini Ahmad Walij
By Ahmad Walij on Sep 30, 2007
Saudara Ahmad walij kenapa tidak ikutan diskusi di http://www.ahmadiyah.co.nr
atau bisa ikutan juga diskusi di forum non ahmadi http://z8.invisionfree.com/islamic
By eman on Sep 30, 2007
“TADZKIRAH”
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59&st=0
By EMAN on Oct 6, 2007
pada achirnya memang kesana,kembali kepada keyakinan dan pemahaman masing masing,kalaupun setiap umat itu punya kewajiban amr ma’ruf nahi munkar,kalau sudah di jalnkan ya sudah,orang itu mau terima ngaknya terserah dia,karena semua punya alasan dan mersa paling benar semua,wacana, polimik selama masih menggunkan etika dansaling menghargai tidak jadi masalah, bukankah kebenaran hakiki itu hanya milikNya, cuma saya mau mengingatkan semua ada pertanggungjawabannnya di sisi Alloh.
By Arman on Oct 17, 2007
eman = lukman = shadow = alias lose man terus
wassalam
alif
By alif on Oct 23, 2007
Alif=Hendy=sering mengskak mat dirinya=kena skak mat terus-menerus
Hanya orang bodoh yg selalu mengskak mat dirinya sendiri dan mengulangi lagi kebohodohannya tersebut….wakakak.
By eman on Oct 28, 2007
Hendy…bagaimana tuh diskusinya di http://www.ahmadiyah.co.nr
saya kena banned, takut kena skak mat lagi ya….ke..ke..ke..
ayo deh kamu aktifkan saya lagi, saya dengan senang hati meladenimu.
By eman on Nov 5, 2007
Bung Eman,
Selamat ketemu lagi…
Nge-blok /ban itu sudah lumrah untuk Ahmadi untuk mempertahankan akidah mereka. Yah, mungkin disini kita lebih bebas (tapi bertanggung jawab) berbicara bukan?
Setuju dengan Bung Arman, kebenaran itu hanya milik Allah. Tinggal manusia mau tidak mengikuti jalanNya atau tidak, melalui Quran dan tuntunan Nabi SAW (tali Allah).
Wassalam
By Nabi lama on Nov 5, 2007
Selamat juga Bung.Nabi lama…
Lama juga nggak anda tdk berkunjung ke islamic
Memang disini lebih bebas namun kurang canggih….tidak bisa di edit.
Ngeban ahmadi nggak seperti biasanya….No IP saya yang di banned…jadi tidak meregister ulang.
Terlalu berbahaya mungkin kalau saya ikutan diskusi. Bukti-bukti berupa buku-buku ahmadiyah selalu turut serta ketika saya berdiskusi. Takut borok mereka terungkap…ke..ke..ke.
By eman on Nov 6, 2007
mau tahu tadzkirah, buku-buku ahmadiyah dan tafsir resmi ahmadiyah, khataman nabiyyin…anda buka saja link yang saya berikan.
Tadzkirah…
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59
Buku-Buku Ahmadiyah….
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=62
Tafsir Resmi Ahmadiyah…
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=64
tambahan “Khataman Nabiyyin”….
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=49
By super sangat anti ahmadiyah on Nov 7, 2007
Yah…
Mana nih kaum Ahmadiyah. Sudah nyerah atau masih tanya sesepuhnya/guru agamanya. Atau…
Wassalam,
By Nabi lama on Nov 24, 2007
Jangankan sesepuhnya ataupun mubalighnya, khalifahnya pun bakalan keok dan bungkam.
By eman on Nov 24, 2007
Bung Eman,
Alif, Hendy atau yang lainnya mungkin sudah bosan dengan diskusi ini.
Ahmadiyah selalu mengelak jika disodorkan bukti-bukti.
Lepas dari itu semua, apa bedanya Ahmadi dengan muslim lainnya? Tentu, mereka tidak mau sholat dengan berimam pada muslim lainnya. Tidak mau berkeluarga dari pihak perempuan dengan muslim lainnya.
Eksklusifisme macam begini ini selalu betujuan untuk mengumpulkan jemaat(kekayaan) sebanyak-banyaknya demi kepentingan pemimpin-pemimpin mereka. Walau sebenarnya pada masa lalu (atau sekarang juga) ada dukungan asing (mesti dibuktikan) pada jemaat ini.
Bung Eman mungkin bisa berbagi pengalaman tentang hal ini.
Wassalam,
By Nabi lama on Nov 25, 2007
Di forum ini saya tidak bisa mengupload alasan mereka tidak boleh menikah selain nonn ahmadi. Ada sih penjelasannya di buku “penjelesan ahmadiyah” oleh jemaat ahmadiyah indonesia. Begitu pula ttg dukungan asing, ada sebuah buku yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa ind. Buku ini dikarang oleh cinioti.
Mungkin para ahmadi yg ingin mengetahui bisa ke http://islamic.us.to, Insya Allah saya akan menguploadnya karena di forum ini belum ada fasilitas menampilkan gambar.
By eman on Nov 27, 2007
Cerita Menarik untuk Ahmadi
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=76&view=getnewpost
By eman on Jan 2, 2008
Wahai kaum Ahmadiyah, engkau tidak akan menemukan kebenaran dengan pikiran yang dangkal. Wahai Kaum Muhammad Saw. kalian yang belum memahami ajaran Al Qur’an & As Sunnah pelajarilah lebih dalam sehingga kalian memiliki benteng yang kuat. “…Gigit eratlah Sunnahku…” (Al Hadist).
Orang-orang Ahmadiyah telah diperdaya oleh bisikan syaetan yang terkutuk. Mereka selalu menggunakan Hadist-hadist tanpa mengetahui asal-usulnya, mereka tidak lagi mau mengkaji hadist-hadist shahih lainnya. Mereka hanya mencari hanya mencari hadist untuk memperkuat nafsu Syaetan mereka. Hati-hatilah wahai manusia…
Wahai kaum Ahmadiyah. Kalian tidak patut memakai nama Muhammad, karena kalian telah menginjak-injak Sabdanya..
Wahai kaum Ahmadiyah, pelajari lagi… pelajari lagi… pelajari lagi… pelajari lagi…!! Agama ALLOH Swt., jangan sampai Alloh Mengunci mati hati kalian…
Wahai kaum Ahmadiyah… Ilmu kalian belum ada setetes air pun di tengah lautan… Kami Para Salaf tidak Ridho Al Qur’an dan Sunnah Rasul engkau permainkan. Kami pada Salah dalam beribadah selalu mengikuti apa yang dicontohkan Rasullulloh, dalam Urusan Dunia kami hanya akan meninggalkan apa yang dilarang-Nya.
Wahai Kaum Ahmadiyah… Semakin engkau memperdalam ajaran kalian, Maka kalian akan semakin jauh dari Alloh Swt., kalian akan semakin ditelantarkan dalam kesehatan. Allah Maha Segalanya…
By Usamah Zaid Mujtahid Hibatullah on Jan 12, 2008
Wahai kaum Ahmadiyah, engkau tidak akan menemukan kebenaran dengan pikiran yang dangkal. Wahai Kaum Muhammad Saw. kalian yang belum memahami ajaran Al Qur’an & As Sunnah pelajarilah lebih dalam sehingga kalian memiliki benteng yang kuat. “…Gigit eratlah Sunnahku…” (Al Hadist).
Orang-orang Ahmadiyah telah diperdaya oleh bisikan syaetan yang terkutuk. Mereka selalu menggunakan Hadist-hadist tanpa mengetahui asal-usulnya, mereka tidak lagi mau mengkaji hadist-hadist shahih lainnya. Mereka hanya mencari hanya mencari hadist untuk memperkuat nafsu Syaetan mereka. Hati-hatilah wahai manusia…
Wahai kaum Ahmadiyah. Kalian tidak patut memakai nama Muhammad, karena kalian telah menginjak-injak Sabdanya..
Wahai kaum Ahmadiyah, pelajari lagi… pelajari lagi… pelajari lagi… pelajari lagi…!! Agama ALLOH Swt., jangan sampai Alloh Mengunci mati hati kalian…
Wahai kaum Ahmadiyah… Ilmu kalian belum ada setetes air pun di tengah lautan… Kami Para Salaf tidak Ridho Al Qur’an dan Sunnah Rasul engkau permainkan. Kami para Salaf, dalam beribadah selalu berusaha untuk mengikuti apa yang dicontohkan Rasullulloh, dalam Urusan Dunia kami hanya akan meninggalkan apa yang dilarang-Nya.
Wahai Kaum Ahmadiyah… Semakin engkau memperdalam ajaran kalian, Maka kalian akan semakin jauh dari Alloh Swt., kalian akan semakin ditelantarkan dalam kesehatan. Allah Maha Segalanya…
By Usamah Zaid Mujtahid Hibatullah on Jan 12, 2008
Ass.wr.wb
terima kasih atas nasehatnya….
namun keyakinan adalah keyakinan….
Ahmadiyah adalah darah dagingku….
kemanapun, dimanapun, kapanpun….
akan kubawa….
Amin!!!!!!
By ahmad on Jan 14, 2008
Kalau sudah bebal sulit untuk dinasehati Bpk.usamah
By eman on Jan 15, 2008
kemanapun, dimanapun, kapanpun….
akan kubawa….
Kesesatan….gitu kamsudnya ya Bpk.Ahmad….he..he..he..
By eman on Jan 15, 2008
Ass.wr.wb
kesesatan yang digembar gemborkan adalah wajar apabila keluar dari yang tidak setuju
saya sebagai pemeluk merasa itu tidak sesat
coba saudara Eman bisa tunjukan dimana kesesatan itu?
By Ahmad on Jan 17, 2008
coba anda komentari link yg saya berikan
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=62
Sesudah anda baca semuanya..Apakah masih Ahmadiyah itu tidak sesat…Selanjutnya mari kita diskusikan.
By eman on Jan 18, 2008
Sdr. Ahmad Kalau dalam diri anda tdk memiliki hati yg ikhlas anda tidak akan menenmukan suatu kebenaran dan anda akan tdk akan bisa dan tidaaaak akaaan bisaaa mengatakan Ahmadiyah sesat. Ditunjang lagi dengan akal yang sehat. Dengan menghamba kepada akal-akal imam-imam anda kebenaran tidak akan bisa anda peroleh.
By eman on Jan 18, 2008
Bagaimana Sdr.Ahmad….apa sdh dibaca linknya….bagaimana tanggapan anda…kenapa bungkam…hii…hii..hii
By eman on Jan 18, 2008
saya kasih bukti lain Sdr.Ahmad ttg sesatnya Ahmadiyah
http://img293.imageshack.us/img293/7816/buku294bew9.jpg
Yang distabillo tertulis “saya diberi sebagian sifat-sifat Allah”
Mana ada manusia yg memiliki sifat-sifat Allah…..he..hhee…bertentangan dgn Al-Qur’an. Udah deh ngomong sesat aja susah amat.
By eman on Jan 18, 2008
Bagaimana tanggapannya Sdr.Ahmad….
Kenapa lama menganalisanya….
Sdr.Ahmad sepertinya terpukul thd link yg telah saya berikan…he..he..he..
Bungkam sudah menjadi kebiasaan Ahmadi ketika tersudut…hiii..hiii
By eman on Jan 19, 2008
ini bukti lain sesatnya ahmadiyah
http://img264.imageshack.us/img264/3884/riwayathidup2py2.jpg
http://img522.imageshack.us/img522/5065/riwayathidup3nx6.jpg
(Sumber:”Riwayat Hidup Ahmad”,Bashiruddin Mahmud Ahmad)
By eman on Jan 20, 2008
Yah Bung Eman..
Kenyataanya memang seperti itu. Seperti di forum di situs ahmadiyya.co.nr. mereka hanya bisa berakrobat kata-kata saja. Berputar-putar dengan kalimat/pertanyaan yang diulang-ulang. Sudah habis akal untuk membantah bukti-bukti yang disodorkan.
By nabi lama on Jan 22, 2008
ya gitu itu Bung Nabi Lama….selanjutnya mereka hanya bisa diam dan diam tanpa mau adanya perubahan, keras kepala, dll….terbuai janji surga.
By eman on Jan 23, 2008
Ass.wr.wb
Ahmadiyah tetap Ahmadiyah
Islam sejati kasih sayang Ilahi
Apapun orang berkata, what everlah
Saudara sekalian itulah diskusi
Tidak harus orang mengikuti keyakinan kita
Keyakinan menurut hemat saya adalah apa yang paling benar menurut pemeluknya
Bukan tidak mau menanggapi, jika saya mengeluarkan pendapat belum tentu mau di hargai
ujung2 nya ya di cela lagi
jadi percuma….
Apabila kita merasa yakin dengan apa yang kita yakini, cukup didalam hati dan ditanamkan menurut cara2 yang sehat bukan pengrusakan dan anarkis.
memang wajar apabila umat Islam non Ahmadi marah, karena itu tanggung jawab untuk suatu keyakinan, tapi ingat bukan cara cara kasar
Yang hebat dan jantan adalah penanaman dalil yang aktif…
pake otak bukan pake otot
jadi maaf saudara sekalian bukan saya tidak menanggapi, tapi pengalaman saya bukan hanya sekali ini saja
dulu saya dengan kemampuan dan kekurangan saya, mencoba untuk memberikan pendapat, saya tidak harus menuntut ikut dalam Ahmadiyah tetapi sekedar share….
Tapi apa boleh buat yang diajak diskusinya tidak berdsarkan keikhlasan….(tidak semua lho)
jadi ya silakan anda menilainya saja sendiri…
Wassalam
By ahmad on Jan 27, 2008
hee…hee..bungkam lagi…nggak bisa memberikan kesimpulan….ini sebenarnya yang pake otak itu siapa…ke..ke.kee…nggak sadar lu Sdr.Ahmad kalau lu itu yang nggak pake itu otak…ke..ke..ke..Dan sebenarnya yang nggak ikhlas itu ente…nggak ikhlas dgn fakta yang saya berikan kpd anda akan kesesatan Ahmadiyah….ck..ck..ck…Bisa diputar balikkan oleh Sdr.Ahmad…beginilah kaum muslimin contoh ahmadiyah yang tidak memiliki otak, tidak ikhlas thd bukti yang diberikan dan keras kepala…oh ya sangat bebaaaallllll sekaaliiiii.
Jalan terakhir mereka kalau tersudut ya bisanya bungkam….tidak bisa memberikan bantahannya…ke..ke…ke…Gini katenye minta bukti kesesatan ahmadiyah. ehhhh giliran dikasih buktinya malah diputar balik..hee…he..hee…Nabi, Khalifah, sama petinggi-petinggi nggak ada bedanya…urusan berdusta & memutar balikkan fakta memang ahmadiyah memang jagonya..he..he..he..nggak ada deh yang bisa ngelawan…hee..hee..hehe..uhuk..uhuk.uhuk..sampe batuk nih saking nggak kuatnya nahan tawa dan ngeliat tingkah si Ahmad ini…he…he..he…uhukk..uhukk..tuh khan batuk-batuk lagi….aduh saking lucunya malah tambah nih sakit perut gue…he..he…hee
By eman on Jan 27, 2008
Quote:
Apabila kita merasa yakin dengan apa yang kita yakini, cukup didalam hati dan ditanamkan menurut cara2 yang sehat bukan pengrusakan dan anarkis.
Jawab:
jangan buruk sangka semua non ahmadiyah itu suka ngerusak dan anarkis…suka fitnah anda ini. Sudah tersudut ama itu bukti bahasnya yang lain…ehh main fitnah lagi…he..he..he..
Ohhh ya ahmad, keyakinan itu bukan hanya hati aja tapi otak juga perlu dipake. Gua liat lu nggak make itu otak dan hati nurani elu…hee.hhe..hee.
Quote:
memang wajar apabila umat Islam non Ahmadi marah, karena itu tanggung jawab untuk suatu keyakinan, tapi ingat bukan cara cara kasar
Jawab:
tuh khan fitnah lagi…menganggap semua non ahmadi marah dan bersikap kasar…sadar men…fitnah and firnah men…dosa–dosa. Apa ini hasil didikan Nabi elu , Khalifah dan petinggi-petinggi Ahmadiyah…suka fitnah dan buruk sangka. Mau cari simpati ni yee….biar dibilang nggak sesat…he..he..he…emang gua pikirin…lu mau sesat kek, itu urusan elu…gua disini hanya sebatas membuktikan bahwa ahmadiyah itu sesat..Mana ada tuh seorang nabi dapet wahyu dan mengaku sebagai “TUHAN”…he.hee.hee…lu baca baek-baek itu “tadzkirah” yang sudah gua kasih…dibukunya juga ditulis “saja diberi sebagian sifat-sifat Allah…he..he..hee..Udahlah ngomong sesat susah amat….tuh pake otak elu…sesat atau nggak?????????
Apa Sdr.Ahmad punya akal sehat ya…hee.hee..he…dengkul kali yang dipake..he..he..he.
By eman on Jan 27, 2008
Ass.wr.wb
Wah wah saudara Eman hebat sekali menyusun kalimatnya buat saya.
Ya itu hak saudara Eman
Kalo berbicara otak..
Ok
Ada sedikit maen logika neh
Tapi ini bukan pemaksaan lho, tapi share alias berbagi aja
Ahmadiyah berpendirian bahwa Nabi Besar Muhamad SAW adalah Nabi syariat terakhir atau tidak akan ada lagi nabi syariat yang baru yang akan datang diakhir zaman.
Jadi Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang Isa Almasih dan Imam Mahdi yang turun diakhir zaman untuk memperbaiki dunia dan kelakuan manusia didalamnya agar tidak ada lagi pertentangan dan kerusakan. Dimana beliau tidak keluar dari koridor Islam, akan tetapi justru memperbaiki Islam dari segala campur aduk yang tidak seharusnya. Ya sebagai contoh pertentangan2 yang ada didalam Islam sendiri, kepercayaan2 yang sudah membudaya yang sebenarnya di luar ajaran Islam murni. maka utusan atau Imam Mahdi tersebut selalu mendapatkan petunjuk dari Allah karena dia manusia pilihan dan Allah maha hidup dan karena Islam adalah agama Islam.
Ahamadiyah berkitab suci Al-qur’anul Qarim bukan Thadzkirah yang digembar gemborkan selama ini menyangkut kesesatannya.
Ahmadiyah berukun Islam yang lima.
Ahmadiyah berukun Iman yang enam
Dan Ahmadiyah bukan sebagai suatu independent absolut
Melainkan Islam sejati yang untuk sementara menamakan Ahmadiyah yang diperuntukan untuk memisahkan kadar2 yang tidak murni.
Nah yang menjadi masalah adalah pemahaman akan Kebesaran Allah SWT itu sendiri.
Nah ini bagian menarik mengenai penggunaan otak
dan logika
Ahmadiyah dianggap seolah olah tidak meyakini akan kebesaran Allah karena tidak meyakini bahwa Nabi Isa diangkat kelangit, hidup disana dan akan turun diakhir jaman, yang dalam hal ini Ahmadiyah menganggap bahwa Isa yang dijanjikan itu adalah penjelmaan dari seseorang yang bernama Mirza Ghulam Ahmad tersebut.
Nah pada Intinya Ahmadiyah sangat sangat dan sangat meyakini akan kebesaran Allah SWT, Tuhan semesta alam, tiada sekutu baginya dan segala maha maha kebesaran dan kebaikan lainnya.
Akan tetapi Ahmadiyah berkeyakinan bahwa karena kesucian dari maha sucinya Allah, Dia pun tidak akan melanggar ketentuan mengenai hukum alam yang telah Dia ciptakan sendiri, sekali lagi karena Dia maha suci.
Jadi logikanya tidaklah mungkin jika seorang Nabi Isa manusia jasad akan naik kelangit atau alam akhirat dengan tubuh duniawinya dan akan turun dari langit diakhir jaman. Memang Allah Maha bisa segala-galanya, Kun Fayakun jadi maka jadilah, Tapi ingat Allah tidak akan melanggar apa yang disebut hukum alam. Dia maha suci!!!!!!.
Dan logikanya lagi apabila Nabi Isa turun diakhir zaman maka apa bedanya dengan adanya lagi Nabi setelah nabi Muhamad, nah masuk akal nda mas eman?
Dan yang terakhir, dengan berlandaskan Allah maha bisa segala galanya….., dengan melihat Islam sudah terlalu banyak pelencengan2, apakah kita punya hak melarang Allah untuk menurunkan agama baru, syariat baru dalam ujud peradaban yang baru. gimana mas Eman apakah kita mau membantah dan tidak meyakininya?
Sekali lagi bahwa kita butuh keteraturan, bahwa apabila hal tersebut diatas terjadi maka akan bertentangan dengan Islam sebagai agama dan syariat yang terakhir dan paling benar. dan Allah tidak akan melakukan itu, tapi jika Dia mau, apa hak kita?, tapi sekali lagi Allah adalah Dzat yang maha suci yang tidak akan melanggar janjiNya.
Jadi silakan Mas Eman menilainya sendiri.
Sekian dari saya yang lemah ini, mohon maaf apabila ada kata yang tak berkenan di hati.
Kesempurnaan hanya ada pada Allah SWT dan kekurangan selalu ada pada saya manusia yang hina dina ini.
Wassalam
By Ahmad on Jan 28, 2008
Assalamu alaikum
Quote:
apakah kita punya hak melarang Allah untuk menurunkan agama baru, syariat baru dalam ujud peradaban yang baru.
Jawab:
Lha, Allah SWT sudah menjamin agama Islam sudah sempurna. Anda masih membantah hal itu?
Quote:
Sekali lagi bahwa kita butuh keteraturan, bahwa apabila hal tersebut diatas terjadi maka akan bertentangan dengan Islam sebagai agama dan syariat yang terakhir dan paling benar.
Jawab:
Maksudnya? Menerima MGA sebagai nabi Isa yang baru, begitu?
Masalah Nabi Isa telah wafat atau belum bukan masalah akidah yang pokok buat ummat Islam. Tapi buat anda mengakui MGA sebagai nabi Isa baru adalah salah satu kewajiban anda.
Bukan begitu?
Wassalam,
By nabi lama on Jan 31, 2008
Quote ahmad:
Ass.wr.wb
Wah wah saudara Eman hebat sekali menyusun kalimatnya buat saya.
Ya itu hak saudara Eman
Kalo berbicara otak..
Ok
Ada sedikit maen logika neh
Tapi ini bukan pemaksaan lho, tapi share alias berbagi aja
Jawab:
Gua mau tahu logika kamu…apakah terbukti kamu gunakan otak…he..he..he..kalau kamu gunakan otak link-link yang saya berikan sebagai bukti kesesatan ahmadiyah sudah lu jawab dulu. Jujur kalau gw bilang semua jawabanmu disini nggak nyambung dengan bukti yang saya berikan…..anda berusaha untuk mengalihkan permasalahan dan berusaha menghindar dari bukti-bukti tsb agar saya melupakannya….apakah ini namanya orang yang berakal dan memiliki otak yang sehat…he..he…he..orang yang memakai otaknya dan berakal sehat akan membantah semua bukti-bukti tsb….apa sudah pernah lu jawab bukti tersebut….ngaca dong fren…he..he..he…tahu dirilah.
Quote:
Ahmadiyah berpendirian bahwa Nabi Besar Muhamad SAW adalah Nabi syariat terakhir atau tidak akan ada lagi nabi syariat yang baru yang akan datang diakhir zaman.
Jawab:
Bukan hanya nabi yang membawa syariat tapi nabi yang tidak membawa syari’at sudah tidak ada lagi….he…he..he..lu bukti’in tuh jawaban lu. Coba anda tunjukkan baik di Al-Qur’an maupun hadits ada keterangan yang bersifat khusus “yang membawa syariat”…..jangan bisanya ngomong aja fren…yang penting itu bukti…anak kecil aja bisa ngomong seperti itu.
Quote:
Jadi Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang Isa Almasih dan Imam Mahdi yang turun diakhir zaman untuk memperbaiki dunia dan kelakuan manusia didalamnya agar tidak ada lagi pertentangan dan kerusakan. Dimana beliau tidak keluar dari koridor Islam, akan tetapi justru memperbaiki Islam dari segala campur aduk yang tidak seharusnya. Ya sebagai contoh pertentangan2 yang ada didalam Islam sendiri, kepercayaan2 yang sudah membudaya yang sebenarnya di luar ajaran Islam murni. maka utusan atau Imam Mahdi tersebut selalu mendapatkan petunjuk dari Allah karena dia manusia pilihan dan Allah maha hidup dan karena Islam adalah agama Islam.
Jawab:
faktanya mana…..justru malah Isalam semakin terpecah. Mana juga bukti memperbaiki dunia….malah beliau ini merusak akidah Islam. Aliran seperti anda ini lebih berbahaya ketimbang agama lainnya karena Aliran anda merusak akidah Islam dari dalam. Munculnya Ahmadiyah bukannya memperbaiki dunia dan kelakuan manusia justru malah merusak Agama Islam dengan keyakinan-keyakinan sesatnya.
Jangan lupa dalam wahyunya bahwa Ghulam Ahmad adalah “ALLAH” dan mempunyai sebagian sifat-sifat Allah dan bisa mencipatakan sesuatu seperti Allah (bukti sudah saya berikan). Coba anda jawab dengan jujur, ini sesat atau tidak? hee…hee…kalau orang mempunyai otak dan logikanya hebat mampu menjawab pertanyaan saya ini….kalau sebaliknya malah bungkam…he…he..he…sudah pasti anda tidak memakai otak anda dan bertaklid buta…ke…ke..ke.
Oh yaa tolong buktikan di Al-Qur’an akan datangnya Manusia seperti Isa (pengakuannya khan Ghulam Ahmad adalah Manusia seperti Isa)….tolong tunjukkan ayatnya….Begitupula tolong tunjukan hadits-hadits akan datangnya “Manusia seperti Isa”….Hadits-hadits yang diyakini Ahmadiyah sebagai hadits shahih semuanya menubuatkan kedatangan “ISA BIN MARYAM”….he…he…he…tolong bukti’in ya!!!
Jangan lupa Ghulam Ahmad itu bukan hanya mendakwakan diri sebagai Mahdi dan Manusia seperti Isa tetapi juga mendakwakan diri sebagai Manusia seperti Muhammad, Manusia seperti Musa ( ada dalam tadzkirah, khrishna, avatara, budha, dll.
Sekarang pertanyaannya Apakah sifat Isa itu sama dengan Muhammad SAW, Musa, khrisna, avatara, budha (Ghulam Ahmad mengaku sebagai itu semua lho)? dimana letak persamaannya ? Apakah benar menurut Ahmadiyah Muhammad SAW adalah nabi yang paling mulia, yang paling afhdhol? tetapi kenapa sifat Isa sama dengan Muhammad,…he..he..he..???? Kalau Ahmadiyah mengartikan Nabi Muhammad sebagi nabi yang paling mulia dan paling Afhdol seharusnya tidak ada nabi yang menyamainya dan seharusnya Nabi Muhammad melebihi nabi-nabi sebelumnya…he…he..he..ini semuanya logika lho ??????
Quote:
Ahmadiyah berkitab suci Al-qur’anul Qarim bukan Thadzkirah yang digembar gemborkan selama ini menyangkut kesesatannya.
Jawab:
Inilah wahyu yang dierima Ghulam Ahmad diimani oleh ahmadiyah dan sering dijadikan pegangan ketika melakukan mubahalah. Gini bunyi wahyunya..
Inni Muhinun Man Arooda ihaanataka….silahkan anda terjemahkan sendiri arti wahyu tsb. Wahyu ini ada dalam Tadzkirah.
Tenang aja wahyu yg lain akan saya uploadkan, lagi ada masalah nih ama komputer gw.
Secara teori Ahmadiyah memang mengaku berdasarkan Al-Qur’an tetapi seperti pengakuan Aliran-Aliran sesat lainnya dalam prakteknya Ahmadiyah juga mengimani wahyu-wahyu dlm tadzkirah…he..he..he…Ghulam Ahmad mengaku sebagai Al-Masih berdasarkan wahyunya yg ada di tadzkirah, Ghulam Ahmad mengaku sebagai nabi juga berdasarkan wahyunya yg ada di Tadzkirah begitupula Ghulam Ahmad mengaku sebagai “ALLAH” juga berdasarkan wahyunya yg ada didalam tadzkirah. Bagaimana penjelasan anda????? coba jawab dengan otak dan logika…he..he..he..Pengakuan sebagai Allah bertentangan sekali dengan AL-Qur’an.
Quote:
berarti anda menerima kalau dalam Ahmadiyah berukun Islam yang lima.
Jawab:
Saya nerima
Quote:
Ahmadiyah berukun Iman yang enam
Jawab:
Saya nggak nerima…menuurut saya Ahmadiyah berukun iman lebih dari enam.
Yang saya tahu Ahmadiyah juga mengimani nabi palsu dan mengimani bukan kitab suci yang datangnya dari Allah….jadi rukun iman mereka lebih dari enam..he..he..he.
Saya buktikan….
Menurut Ahmadiyah khrisna adalah seorang nabi dan Ahmadiyah mengimanninya, termasuk budha, khong hu chu, dll (bisa dilihat buku ahmadiyah “Bukan sekedar Hitam Putih” karangan M.A.Surayawan).
Silahkan Anda baca buku “Analisa Khaataman Nabiyyin” karangan Sadiq…disitu Ahmadiyah mengutip sebuah buku yaitu tafsirul khaazin dan disebutkan dal buku tsb bahwa yang menerima kitab suci sebanyak 104 buah tidak terdapat nama Krishna, budha, khong hu chu, dll namun Ahmadiyah mengimani isi dari kitab-kitab yg datangnya bukan dari Allah dan meyakini mereka-mereka itu adalah seorang nabi berdasarkan kitab suci mereka…hee…he..he…Dari tafsirul khazin saja sudah terbukti bahwa kitab-kitab mereka bukanlah kitab suci dan Allah tidak pernah menurunkannya kepada mereka-mereka dan itu juga berarti mereka bukanlah seorang nabi..he.he..he..tuh khan terbukti bahwa Ahmadiyah rukun imannya lebih dari enam…he..he..he..Kamu sendiri khan tahu kalau krishna adalah “TUHAN”
Quote:
Dan Ahmadiyah bukan sebagai suatu independent absolut
Melainkan Islam sejati yang untuk sementara menamakan Ahmadiyah yang diperuntukan untuk memisahkan kadar2 yang tidak murni.
Jawab:
Tidak terbukti tuh…kebanyakan mengkhayal nih ente…he..he..he…mana ada Aliran yg mengajarkan kesesatan bisa dibilang Islam sejati…he…he..he..
By eman on Jan 31, 2008
Quote:
Nah yang menjadi masalah adalah pemahaman akan Kebesaran Allah SWT itu sendiri.
Nah ini bagian menarik mengenai penggunaan otak
dan logika
Jawab:
Seluruh jawaban lu diatas aja semuanya terbukti ente tidak memakai otak anda dan logika anda…he…he..he..
Quote:
Ahmadiyah dianggap seolah olah tidak meyakini akan kebesaran Allah karena tidak meyakini bahwa Nabi Isa diangkat kelangit, hidup disana dan akan turun diakhir jaman, yang dalam hal ini Ahmadiyah menganggap bahwa Isa yang dijanjikan itu adalah penjelmaan dari seseorang yang bernama Mirza Ghulam Ahmad tersebut.
Jawab:
Kena Skak Mat.
Siapa yang meyakini Isa hidup di langit fren…keyakinan gue Isa udah wafat sama seperti Ahmadiyah.
Sekarang tinggal lu bukti’in aja yang udah gua tanyakan yaitu tunjukkan baik di Al-Qur’an maupun di Hadits akan datangnya “MANUSIA SEPERTI ISA” menurut pengakuan Ghulam Ahmad.
Pengakuan Ghulam Ahmad sebagai Muhammad, krishna, avatara dll memang ada tuh dalam Al-Qur’an dan Hadits….he..he..he… : pendakwaan nabi elu ini aja udah menunjukkan bahwa Isa yang elu cari itu bukan Ghulam Ahmad. Ya elu cari itu seharusnya orang lain yang hanya mendakwakan diri SEBAGAI MAHDI DAN ISA SAJA, dan tidak mengaku sebagai wujud khrisna, avatara, dll….he…he..he…
Quote:
Nah pada Intinya Ahmadiyah sangat sangat dan sangat meyakini akan kebesaran Allah SWT, Tuhan semesta alam, tiada sekutu baginya dan segala maha maha kebesaran dan kebaikan lainnya.
Akan tetapi Ahmadiyah berkeyakinan bahwa karena kesucian dari maha sucinya Allah, Dia pun tidak akan melanggar ketentuan mengenai hukum alam yang telah Dia ciptakan sendiri, sekali lagi karena Dia maha suci.
Jawab:
Bukan Ahmadiyah men yang berkeyakinan seperti itu non ahmadipun berkeyakinan seperti itu juga
Quote:
Jadi logikanya tidaklah mungkin jika seorang Nabi Isa manusia jasad akan naik kelangit atau alam akhirat dengan tubuh duniawinya dan akan turun dari langit diakhir jaman. Memang Allah Maha bisa segala-galanya, Kun Fayakun jadi maka jadilah, Tapi ingat Allah tidak akan melanggar apa yang disebut hukum alam. Dia maha suci!!!!!!.
Jawab:
siapa yang punya keyakinan Isa hidup di langit fren…kalau gua sih nggak lah…keyakinan gua Isa sudah wafat. Kalau ngomongin “KUN FAYAKUN” jadi teringat wahyu yang diterima Ghulam Ahmad nabi ente….Ghulam Ahmad juga memiliki kemampuan seperti tuhan…he…he..he..
link yang gua kasih nggak dibaca ya….memang udah kebiasaan ahmadi kalau dikasih bukti keras kepala, nggak make otak, nggak nyangka itu kun fayakun elu bahas….jadi jawaban wahyu dari miza tsb penjelasan seperti apa????????? dibantah dong!!!!
he..he..he..
Quote:
Dan logikanya lagi apabila Nabi Isa turun diakhir zaman maka apa bedanya dengan adanya lagi Nabi setelah nabi Muhamad, nah masuk akal nda mas eman?
Jawab:
Masih bebal aja…siapa juga yang berkeyakinan Isa hidup di langit. Patokan gua itu Al-Qur’an. Kalau Isa sdh wafat ya dibilang wafat. Kalau di Al-Qur’an tdk satu ayatpun kedatangan Isa bin Maryam maupun Manusia seperti Isa…kenapa mesti mengada-ada….sama juga bid’ah…he..he..sesat fren. Mana dalil ente Manusia sepeti Isa akan datang??????? he…he..he…gw yakin lu nggak bakalan bisa bukti’in dan akan bungkam. Yang penting itu bukti, bukti dan bukti…he..he..he..paling-paling mentok hadits ttg kedatangan ISA BIN MARYAM dan bukan kedatangan MANUSIA SEPERTI ISA….percuma deh lu ubek-ubek itu kitab hadits nggak bakalan ketemu akan datangnya “MANUSIA SEPERTI ISA”..he..he..he
Quote:
Dan yang terakhir, dengan berlandaskan Allah maha bisa segala galanya….., dengan melihat Islam sudah terlalu banyak pelencengan2, apakah kita punya hak melarang Allah untuk menurunkan agama baru, syariat baru dalam ujud peradaban yang baru. gimana mas Eman apakah kita mau membantah dan tidak meyakininya?
Jawab:
terlihat anda ini jarang baca Al-Qu’ran. Apa ada dlm Al-Qur’an Allah akan menurunkan agama baru dan syari’at baru meskipun Allah Maha bisa segala-galanya. Apa landasan ucapan anda itu??? Jangan hanya doktrin-doktrin Ahmadiyah aja yang ditelen dan dilahap. Kalau Allah sudah memberikan batasan kenapa mesti mendikte Allah harus ada lagi sesudah batasan tsb…..Naudzubillahi min Dzalik anda sepertinya mau mendikte Allah.
Anda ini kelihatan plin plan….sebelumnya mengatakan “tidak akan ada lagi nabi syariat yang baru yang akan datang diakhir zaman”…sekarang ngomong lagi “apakah kita punya hak melarang Allah untuk menurunkan agama baru, syariat baru dalam ujud peradaban yang baru”…kelihatan anda ini tidak punya pendirian.
he..he…he…
Quote:
Sekali lagi bahwa kita butuh keteraturan, bahwa apabila hal tersebut diatas terjadi maka akan bertentangan dengan Islam sebagai agama dan syariat yang terakhir dan paling benar. dan Allah tidak akan melakukan itu, tapi jika Dia mau, apa hak kita?, tapi sekali lagi Allah adalah Dzat yang maha suci yang tidak akan melanggar janjiNya.
Jadi silakan Mas Eman menilainya sendiri.
Sekian dari saya yang lemah ini, mohon maaf apabila ada kata yang tak berkenan di hati.
Kesempurnaan hanya ada pada Allah SWT dan kekurangan selalu ada pada saya manusia yang hina dina ini.
Wassalam
Jawab:
Hee….hee…he..plin-plan lagi…nih gua ingetin lagi perkataan elu….dengerin baik-baik…ini perkataan elu “tidak akan ada lagi nabi syariat yang baru yang akan datang diakhir zaman”(lu baca lagi postingan ente)
Apa karena Allah bisa berbuat segalanya sehingga Allah SWT bebas melakukan sesuatu sehingga apa yang dilakukannya bertentangan dengan apa yang diucapkannya didalam Al-Qur’an…Naudzu billahi min dzalik….Istighfar mas..Istighfar. Apa yang diucapkan Allah didalam Al-Qur’an tidak akan berubah fren. Kalau anda benar-benar mempelajari Al-Qur’an dgn benar-benar, saya yakin antara ayat yang satu dengan lainnya tidak ada pertentangannya dan Allah tidak pernah plin-plan dengan apa yang pernah diucapkannya. Allah mengatakan Khaatman Nabiyyin (penutup para nabi) dan Rasulullah mengatakan Laa nabiyya ba’di (tidak ada lagi nabi sesudahku). Jadi untuk apa ditambah-tambahi lagi. Itu sudah kemauan Allah….bukan kemauan manusia. Jadi untuk apa mendikte Allah….harus begini dan harus begitu dikarenakan Allah bisa melakukan segalanya. Gini katenye pedomannya Al-Qur’an…he..he..he..
By eman on Jan 31, 2008
Geu setuju alasan dari Bpk. Nabi lama…
By eman on Jan 31, 2008
Hee….hee…he..plin-plan lagi…nih gua ingetin lagi perkataan elu….dengerin baik-baik…ini perkataan elu “tidak akan ada lagi nabi syariat yang baru yang akan datang diakhir zaman”(lu baca lagi postingan ente)
Apa karena Allah bisa berbuat segalanya sehingga Allah SWT bebas melakukan sesuatu sehingga apa yang dilakukannya bertentangan dengan apa yang diucapkannya didalam Al-Qur’an…Naudzu billahi min dzalik….Istighfar mas..Istighfar. Apa yang diucapkan Allah didalam Al-Qur’an tidak akan berubah fren. Kalau anda benar-benar mempelajari Al-Qur’an dgn benar-benar, saya yakin antara ayat yang satu dengan lainnya tidak ada pertentangannya dan Allah tidak pernah plin-plan dengan apa yang pernah diucapkannya. Allah mengatakan Khaatman Nabiyyin (penutup para nabi) dan Rasulullah mengatakan Laa nabiyya ba’di (tidak ada lagi nabi sesudahku). Jadi untuk apa ditambah-tambahi lagi. Itu sudah kemauan Allah….bukan kemauan manusia. Jadi untuk apa mendikte Allah….harus begini dan harus begitu dikarenakan Allah bisa melakukan segalanya. Gini katenye pedomannya Al-Qur’an…he..he..he..
Asalamualaikum wr.wb
Ya inilah letak permasalahannya, anda tidak memahami apa yang saya maksudkan
Binasalah saya dengan hina jika benar apa yang anda maksudkan diatas.
Segitu saja batas kemampuan saya, mungkin ada baiknya berdiskusi tatap muka langsung saja. karena menurut saya kata kata dalam penulisan terlalu terbatas dibandingkan dengan tatap muka langsung yang lebih jelas.
O iya ngomong2 saudara eman dan rekan rekan berdomisili dimana ya?
Wassalam
By Ahmad on Jan 31, 2008
Assalamu alaikum,
Quote:
Segitu saja batas kemampuan saya, mungkin ada baiknya berdiskusi tatap muka langsung saja. karena menurut saya kata kata dalam penulisan terlalu terbatas dibandingkan dengan tatap muka langsung yang lebih jelas.
O iya ngomong2 saudara eman dan rekan rekan berdomisili dimana ya?
Jawab:
Silakan anda buka situs yang ditunjukkan Bung Eman. Kita bisa lebih terbuka dan lebih banyak yang bisa diambil hikmahnya di sana. Amiin.
Wassalam,
By nabi lama on Jan 31, 2008
Asalamualaikum wr.wb
Ya inilah letak permasalahannya, anda tidak memahami apa yang saya maksudkan
Jawab:
Udah tersudut 

he..he..berkelit ni yee..
Jawabanmu itu udah menyimpang dari keyakinan Ahmadiyah
he..he..berusaha menghindar dari bukti-bukti yg saya berikan.
Quote:
Binasalah saya dengan hina jika benar apa yang anda maksudkan diatas.
Jawab:
begitulah
Quote:
Segitu saja batas kemampuan saya, mungkin ada baiknya berdiskusi tatap muka langsung saja. karena menurut saya kata kata dalam penulisan terlalu terbatas dibandingkan dengan tatap muka langsung yang lebih jelas.
Jawab:
he..he..he pake tatap muka segala Sdr.Ahmad Walij…khan udah pernah ditantang mila tetapi anda tidak bersedia
Quote:
O iya ngomong2 saudara eman dan rekan rekan berdomisili dimana ya?
Wassalam
JawaB:
Saya sih di Surabaya sedangkan anda di jakarta khan…Anda lebih baik diskusi aja dgn saya di http://islamic.us.to disitu ada teman anda yg ahmadi si Alif/Hendy
By eman on Feb 1, 2008
Sdr.Ahmad silahkam anda gabung untuk diskusi disini http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=76&st=0
itung-itung menguji kemampuan anda dalam berdiskusi. Terbukti tidak nantinya anda berdiskusi dengan memakai otak dan logika anda
Kalau masih penasaran ingin diskusi tatap muka, saya punya teman yang bisa menuruti kemauan anda utk berdiskusi tatap muka. Silahkan kamu bawa Mubaligh yang paling terhebat…kalau teman saya ngelawannya yg masih kerucuk buang-buang waktu. Silahkan anda bawa Bpk.Abdul Basith.
Kalau anda setuju saya beri alamat rumahnya dan no.telpnya
By eman on Feb 2, 2008
Ass.wr.wb
Wah semakin menarik saja percakapan ini
o iya katanya saudara Mila pernah mengajak saya tatap muka langsung ya, wah sayang sekali saya tidak tahu..
o iya saya tertarik dengan tawaran saudara eman, katanya ada temannya yang bisa diajak tatap muka langsung, tapi kira kira saudara eman ukut ngga ya?
kalau saudara eman ngga ikut, ngga rame ah
ini no hp saya 085221020442
By Ahmad on Feb 4, 2008
Terserah kapan enaknya.
Mending diliput media saja, biar nanti hasilnya bisa disebarluaskan ke masyarakat banyak.
Dan juga jangan atas nama pribadi, tapi atas nama Ahmadiah. Jadi sekalian dikeluarkan pentolan2 ahmadiyah.
Oke Pren?
Sdr Ahmad, kalau berkenan silakan daftar di forum kami dengan mengklik ini : http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?act=Reg&CODE=00
By mila on Feb 5, 2008
Kami2 di sana jadi bersemangat lagi nih… dapat teman ahmadi baru.
Ditunggu lho….
NB : Jangan takut ke sana kalau memang yakin ahmadiyah benar. Sip deh
By mila on Feb 5, 2008
Buat apa takut..
buat apa takut…
takut itu tak ada gunanya…
By mila on Feb 5, 2008
Kita lihat saja saya ikut atau tidak.
Seperti katanya mila “Mending diliput media saja, biar nanti hasilnya bisa disebarluaskan ke masyarakat banyak.
Dan juga jangan atas nama pribadi, tapi atas nama Ahmadiah. Jadi sekalian dikeluarkan pentolan2 ahmadiyah.”
saya setuju dengan usul mila ini.
coba Sdr.Ahmad bergabung diskusi di http://islamic.us.to
kasihan teman anda sendirian menghadapi non ahmadi….tolong dibantu.
Silahkan daftar di forum islamic biar rame. Tinggal klik saja
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?act=Reg&CODE=00
By eman on Feb 6, 2008
kita lihat saja saya ikut atau tidak.
usulan mila “Mending diliput media saja, biar nanti hasilnya bisa disebarluaskan ke masyarakat banyak.
Dan juga jangan atas nama pribadi, tapi atas nama Ahmadiah. Jadi sekalian dikeluarkan pentolan2 ahmadiyah”.
saya sangat setuju sekali.
mari coba bergabung di http://islamic.us.to
kasihan teman anda yg ahmadi berjuang sendirian…tolong dibantu.
silahkan daftar di http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?act=Reg&CODE=00
By eman on Feb 8, 2008
Don,
Kalo menurut gue ya prinsip kebebasan beragama itu ya termasuk kebebasan agama2 yg root dan mainstreamnya Islam seperti Ahmadi.
Kenapa harus dilarang kalau di Indonesia dibilang bebas beragama?
Anggap aja Ahmadi itu sama spt agama2 lain spt Kristen, Hindu dan Budha kan beres.
By riza on Feb 13, 2008
Riza;
Kenapa harus dilarang kalau di Indonesia dibilang bebas beragama?
Anggap aja Ahmadi itu sama spt agama2 lain spt Kristen, Hindu dan Budha kan beres.
Jawab:
Kalo mau beres, buat aja agama baru agama Ahmadiyah atau apa kek, terserah.
Jangan dompleng nama Islam, spt Islam Ahmadiyah. Itu menyakiti ummat Islam.
Kalo kita lihat Islam Sunni atau Islam Syiah itu secara prinsip tidak jauh berbeda. Mengakui “laa nabiya ba’d”. Tapi kalo Ahmadiyah sudah berbeda prinsip, ada nabi baru sesudah Nabi SAW. Ya.. mesti buat agama sendiri lah ya?
Salam,
By Nabi lama on Feb 15, 2008
Ada masalah lain kalo yang di Indonesia mendirikan agama Ahmadiyah. Mereka harus lapor ke khalifahnya di Inggris, yang masih pakai nama Islam. Spt nama situs Islamic, dsb.
Yah… itu lah kerepotan mereka.
Salam,
By Nabi lama on Feb 15, 2008
Eeh maaf bukan islamic tapi alislam.
Wassalam,
By Nabi lama on Feb 15, 2008
Quote riza:
Don,
Kalo menurut gue ya prinsip kebebasan beragama itu ya termasuk kebebasan agama2 yg root dan mainstreamnya Islam seperti Ahmadi.
Kenapa harus dilarang kalau di Indonesia dibilang bebas beragama?
Anggap aja Ahmadi itu sama spt agama2 lain spt Kristen, Hindu dan Budha kan beres.
Jawab:
Ajaran ahmadiyah ini lebih berbahanya bang dari agama lain karena merusak akidah umat islam dari dalam. Sedangkan Agama lain tidaklah begitu berbahaya selama kita mau belajar Al-Qur’an dengan benar
By eman on Feb 15, 2008
Sdr.Riza silahkan gabung diskusi di http://islamic.us.to, jangan takut untuk berdiskusi…ada temen anda disana
By eman on Feb 15, 2008
Riza ini emangnya siapa tho ? kok dibilang udah ada temen?
By mila on Feb 22, 2008
WAH..SETELAH ABSEN LAMA, TERNYATA DEBAT DISINI MASIH AKTIF
HATI-HATI BERDISKUSI DI FORUM TSB, KARENA KOMENTAR KITA SERING DI EDIT DAN DIRUBAH SEKEHENDAKNYA…
KARENA MEREKA DIBUAT BUNGKAM MAKA MEREKA MEMAKAI CARA-CARA YANG TIDAK FAIR
BISA SAJA MEREKA MEMBUAT FITNAH ATAS NAMA KITA…
BUAT TIGA SERANGKAI ANTI AHMADIYAH SINCE 2005
SHADOW=EMAN, NABI LAMA, MILA
SUNGGUH SANGAT TERCELA PERBUATAN TEMAN ANDA TSBSI MIRZA..SUDAH MERUSAK FORUM YANG BIASA KITA ISI..
SUNGGUH2 MEMALUKAN !!!
WASSALAM,
ALIF
By alif on Feb 22, 2008
ass.
Jangan lupa juga bahwa yang non Ahmadi disana jarang yang berani mengutarakan keyakinan + landasannya. Kebanyakan hanya mencecar pertanyaan.
Tapi tidak apa-apa. MASALAH KEBERANIAN MEMANG TIDAK BISA DIPAKSA.
Wass.
By awi on Feb 23, 2008
hii.hii..Alif=Hendy mau ngadu domba segala
By shadow on Feb 23, 2008
kalau awi ini sama seperti Alif…nggak berani berkata jujur….ke..ke..ke
By shadow on Feb 23, 2008
Ditambah lagi nyalinya para ahmadi itu langung ciut ketika disuruh mempertanggung jawabkan apa yang pernah keluar dari mulutnya…
By shadow on Feb 23, 2008
quote alif:
KARENA MEREKA DIBUAT BUNGKAM MAKA MEREKA MEMAKAI CARA-CARA YANG TIDAK FAIR
Jawab:
bukannya ente yang selalu dibuat bungkam oleh non ahmadi…hii..hii menghibur diri lagi 

Kapan ente membuat bungkam non ahmadi
kapan juga saya memakai cara-cara yg tidak fair…main fitnah segala
By shadow on Feb 26, 2008
Wajar kalau para ahmadi sering dipermalukan karena dalil-dalil dipatahkan non ahmadi ujung-ujungnya menghibur dirinya dengan perkataan yang ngelantur…mohon para pembaca memakluminya….lagu lama…
By shadow on Feb 26, 2008
Wajar kalau para ahmadi sering dipermalukan karena dalil-dalil mereka mudah dipatahkan oleh non ahmadi ujung-ujungnya menghibur dirinya dengan perkataan yang ngelantur…mohon para pembaca memakluminya….lagu lama…
By shadow on Feb 26, 2008
Alif:
SUNGGUH SANGAT TERCELA PERBUATAN TEMAN ANDA TSBSI MIRZA..SUDAH MERUSAK FORUM YANG BIASA KITA ISI..
Jawab:
Saya nggak yakin kalo bisa diedit sama moderator, di situs kita itu. Saya nggak mau berprasangka jelek dulu, tapi bagaimana dengan nasib forum di situs ahmadiyah.co.nr? Apa disana juga ada edit-mengedit oleh moderatornya?
Wassalam,
By Nabi lama on Feb 26, 2008
Kalau di ahmadiyah.co.nr bukannya di edit tetapi di delete dan di banned
By shadow on Feb 27, 2008
Quote awi:
Jangan lupa juga bahwa yang non Ahmadi disana jarang yang berani mengutarakan keyakinan + landasannya. Kebanyakan hanya mencecar pertanyaan.
Jawab:
ada buktinya dalam Al-Qur’an 


hiii…hiii..menghibur diri…gw pernah mengutarakan keyakinan gw…pake memfitnah segala…selain itu gw juga kalau ngomong ada landasannya….BTW kedatangan manusia seperti Isa, Muhammad, Budha, Krishna dll memang ada landasannya
Apa pernah tuh dibuktikan…hii…hiii…hiii…membuktikan hal ini saja udah pade keok. Jadi kaum muslimin jangan percaya kalau landasan Ahmadiyah akan kedatangan Manusia seperti Isa, Muhammad, budha, krishna, dll ngakunya berdasarkan Al-Qu’ran dan Hadits….omong kosong….
Tiga Masalah penting yang menjadi andalan Ahmadiyah sudah pade keok jadi mau ngandalin apalagi
By shadow on Feb 28, 2008
Shadow ini sehari-harinya cuma disibukan dengan kegiatan memfitnah dan menghujat ahmadiyah
kelihatannya tambah parah penyakitnya….
Takutlah akan Tuhan, shadow..
diakherat kelak anda akan dimintai pertanggung jawabannya karena sudah memfitnah dan menghujat jemaat Ilahi..jemaat yang diciptakan oleh ALlah
Benarlah kata Qur’an :
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian ,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Dalam hati mereka ada penyakit , lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
Jadi ayat-ayat tsb hiburan bagi kami…
Berbahagialah bagi orang2 ahmadi yang telah masuk kedalam jemaat Ilahi
Segala puji bagi Allah swt yang telah memberi karunia berupa hidayah kepada saya untuk masuk ahmadiyah…sekali ahmadiyah tetap ahmadiyah..
yah..yah..
(pasti makin menjadi nih komentarnya..sesuai ayat2 qur’an diatas: ditambah terus penyakit iri, dengki dsb)
By alif on Feb 28, 2008
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan . Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi “.
By Alif on Feb 28, 2008
saran saya buat anda shadow:
Perbanyaklah istighfar dan mintalah doa petunjuk dari Allah diwaktu malam…
Semoga saja anda memperoleh hidayah-Nya
Amiin..
By Alif on Feb 28, 2008
Bung Shadow, kita harus bersabar dan tawakal dalam memberikan dakwah buat para Ahmadi. Anda lihat sendiri khan mereka mengutip ayat Quran. Walau berikutnya mereka bilang:
“Berbahagialah bagi orang2 ahmadi yang telah masuk kedalam jemaat Ilahi
Segala puji bagi Allah swt yang telah memberi karunia berupa hidayah kepada saya untuk masuk ahmadiyah…sekali ahmadiyah tetap ahmadiyah..
yah..yah..”
Jadi apa mereka anggap kita ini nasrani atau yahudi?
Tuduhan2 semacam ini memang lumrah, karena mereka meyakini apa yang mereka anggap selalu benar. Menganggap yang lain adalah salah. Padahal anggapan2 seperti itu bisa mereka cari lagi lebih dalam apakah yang mereka yakini itu benar2 apa yang telah Nabi SAW sampaikan atau bukan.
Kita bisa belajar dari Anda, Bung Shadow, tentang ajaran Ahmadiyah ini. Mudah-mudahan Anda tidak terlalu emosi untuk menanggapi komen Ahmadi di atas.
Wassalam,
By nabi lama on Feb 29, 2008
Bung Shadow,
Maksud saya kalo mereka mengutip Tadzkirah, itu memang pantesnya. Lha, ini kok mengambil ayat dari Quran, lantas menjelek-jelekkan kita. Orang ini pantesnya disebut apa ya?
Salam,
By nabi lama on Feb 29, 2008
Quote:
Shadow ini sehari-harinya cuma disibukan dengan kegiatan memfitnah dan menghujat ahmadiyah
kelihatannya tambah parah penyakitnya….
Takutlah akan Tuhan, shadow..
diakherat kelak anda akan dimintai pertanggung jawabannya karena sudah memfitnah dan menghujat jemaat Ilahi..jemaat yang diciptakan oleh ALlah
jawab:
bukannya ente yg terlalu sering memfitnah…takutlah hen thd fitnah yg lu sebarkan…ente juga akan mempertanggung jawabkan perbuatan ente di akhirat kelak dgn mengikuti aliran sesat. Dosa ente ditanggung sendiri bukan ditanggung Ghulam Ahmad. jemaat ilahi apaan tuh…jemaat ilahi tidak ada yg sesat…jemaat setan pantesnye
menghibur diri lagi
kapan gw memfitnah
Quote:
Benarlah kata Qur’an :
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian ,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Dalam hati mereka ada penyakit , lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
Jadi ayat-ayat tsb hiburan bagi kami…
Berbahagialah bagi orang2 ahmadi yang telah masuk kedalam jemaat Ilahi
Segala puji bagi Allah swt yang telah memberi karunia berupa hidayah kepada saya untuk masuk ahmadiyah…sekali ahmadiyah tetap ahmadiyah..
yah..yah..
(pasti makin menjadi nih komentarnya..sesuai ayat2 qur’an diatas: ditambah terus penyakit iri, dengki dsb)
jawab:
nggak la yaw
Coco deh ayat ini ditujukan kpd ahmadiyah
untuk apa kita-kita ini iri dan dengki thd ahmadiyah…Aliran sesat kok diiriin
Quote:
Jadi apa mereka anggap kita ini nasrani atau yahudi?
jawab:
kapan non ahmadi menuduh seperti itu, main fitnah segala
quote:
Tuduhan2 semacam ini memang lumrah, karena mereka meyakini apa yang mereka anggap selalu benar. Menganggap yang lain adalah salah. Padahal anggapan2 seperti itu bisa mereka cari lagi lebih dalam apakah yang mereka yakini itu benar2 apa yang telah Nabi SAW sampaikan atau bukan.
jawab:
Disuruh buktiin pake Al-Qur’an aja udah pade keok
Malah bisanya menghibur diri terus
Non Ahmadi menganggap benar karena sumbernya Al-Qur’an sedangkan Ahmadiyah sumbernya apa? wahyu dari setan…
Quote:
Kita bisa belajar dari Anda, Bung Shadow, tentang ajaran Ahmadiyah ini. Mudah-mudahan Anda tidak terlalu emosi untuk menanggapi komen Ahmadi di atas.
Wassalam,
Jawab:
wihh…wiih bilang emosii segala…pembaca lihat aja sendiri di http://islamic.us.to siapa yang suka emosian
Mungkin benar kata alif. Para ahmadi bisa belajar banyak dari saya ttg Ahmadiyah dan bagimana sesatnya Ahmadiyah. Jadi para ahmadi bisa mencari buktinya di http://islamic.us.to
Banyak sekali saya memberikan bukti kesesatan Ahmadiyah disana.
By shadow on Mar 1, 2008
quote:
Bung Shadow,
Maksud saya kalo mereka mengutip Tadzkirah, itu memang pantesnya. Lha, ini kok mengambil ayat dari Quran, lantas menjelek-jelekkan kita. Orang ini pantesnya disebut apa ya?
Salam,
jawab:
pantesnya disebut orang yang suka di SKAK MAT oleh perkataannya sendiri
By shadow on Mar 1, 2008
quote:
saran saya buat anda shadow:
Perbanyaklah istighfar dan mintalah doa petunjuk dari Allah diwaktu malam…
Semoga saja anda memperoleh hidayah-Nya
Amiin..
jawab:
seharusnya anda banyak-banyak beristighfardan meminta petunjuk dari Allah karena telah tersesat dengan menjadi pengikut setan
piyee mas
kebalik Alif..
By shadow on Mar 1, 2008
Hehe…
Jadi jawab punya saya juga ya Bung Shadow.
Ngga pa.
Kita tunggu aje Bung Alif ato Awi.
Salam,
By nabi lama on Mar 2, 2008
HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
SEKALI LAGI HUAHAHAHAHAHAHAHAHA
WAKAKAK WAKAKAK WAKAKAK 3 X
SHADOW UDAH RABUN…UDAH PIKUN SAKING PARAH PENYAKITNYA….SAKING EMOSINYA TIDAK BISA MELIHAT SIAPA YANG MENULIS…
HUAHAHAHAHAHAHA
COBA AJA YANG NGOMONG DIATAS EMANGNYA SIAPA?
AHMADI?? ATAU TEMEN SEGOLONGAN ENTE? SI NABI LAMA??
EHEHEHEH EH TERBALIK HEHEHEHE
EMANG KALO FITNAH ITU BERBALIK KEPADA SI TUKANG FITNAH KOQ….
SEKALI LAGI HUAHAHAHAHAHAHA
DASAR BEGO !
PS: OH YA BILANGIN TUH AMA SI MIRZA TEMEN ELO..YANG TIDAK GENTLE DI FORUM ELO TUH SI MIRZA.. UDAH DIBUAT KEOK BUKANNYA NGAKUIN MALAH BERBUAT MEMALUKAN DENGAN MENGEDIT SEMUA POSTINGAN AHMADI…HAHAHAHAHA
FORUM APAAN TUH….
By alif on Mar 3, 2008
Buat Bung Shadow,
Kesabaran itu nilainya tinggi. Apalagi terhadap olok-olokan orang yang masih belum tahu (atau dibutakan) bahwa yang dia yakini itu adalah kesesatan yang nyata. Kita khan belajar dari Nabi SAW.
Buat Bung Alif.
Anda sadar nggak sih ngomong kayak gitu? Kayak orang yang 100% sempurna aja.
Ngaca dong!
Masih ngagung-ngagungin si Mirza Ghulam Ahmad?
Istighfar!!!
Wassalam.
By Nabi lama on Mar 3, 2008
huahahahaha
nabi lama berusaha menghibur diri…
sabar?
Apa yang anda pelajari dari Nabi Muhammad saw nabi lama?
dengan memfitnah dan menghujat tiada henti dari tahun 2005 sampai sekarang?
Makanya tidak ada basa-basi deh buat anda2..
percuma…
itu bukanlah olok-olokan tapi memang kenyataan koq, adalah bukti bahwa fitnah akan berbalik kepada si tukang fitnah…
By alif on Mar 3, 2008
hi..hi..gw udah kirim sms kok kalau gw salah lihat. berhubung disini tidak bisa diedit jadi diabiarin aja. yang penting yg bersangkutan udah ngerti.
jadi apa jawaban dari PR nya Alif ?
Siapakah Isa yg turun kalau bukan Ghulam Ahmad?
By shadow on Mar 3, 2008
Buat Bung Alif, saya kutipkan lagi dari yang pernah saya kirim. Supaya jelas siapa menghibur diri:
“Barangsiapa yang pada hari ini berpegang teguh dengan sunnah Rasul shallallahu’alaihiwa sallam, melaksanakannya, istiqamah diatasnya serta mendakwahkannya, ia akan mendapatkan pahala yang lebih banyak dibandingkan yang mengamalkan diawal munculnya Islam, sebagaimana sabda Nabi :
“Sesungguhnya dibelakang hari nanti akan datang hari-hari yang penuh kesabaran. Orang yang berpegang teguh dengan apa yang kalian pegang teguh akan mendapat 50 kali pahala yang kalian peroleh”. Beliau ditanya(oleh sahabat) :”Mungkin 50 kali pahala diantara mereka”. Rasulullah shallallahu’alaihiwa sallam menjawab:”Bahkan 50 kali pahala kalian” (HR. Ibnu Nashar dalam As-Sunnah dengan sanad shahih”
Shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad SAW.
Amiin ya rabbal alamiin.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 3, 2008
Alif Says : PS: OH YA BILANGIN TUH AMA SI MIRZA TEMEN ELO..YANG TIDAK GENTLE DI FORUM ELO TUH SI MIRZA.. UDAH DIBUAT KEOK BUKANNYA NGAKUIN MALAH BERBUAT MEMALUKAN DENGAN MENGEDIT SEMUA POSTINGAN AHMADI…HAHAHAHAH
——————————————
Emang yang diedit bagian mana? Coba elo tunjukin dong disini
Apa yang kamu tulis, trus setelah diedit bagaimana jadinya.
Setau gw yang bisa edit kan yang yang punya ID sendiri
By mila on Mar 5, 2008
Quote Alif:
Alif Says : PS: OH YA BILANGIN TUH AMA SI MIRZA TEMEN ELO..YANG TIDAK GENTLE DI FORUM ELO TUH SI MIRZA.. UDAH DIBUAT KEOK BUKANNYA NGAKUIN MALAH BERBUAT MEMALUKAN DENGAN MENGEDIT SEMUA POSTINGAN AHMADI…HAHAHAHAH
Jawab:
Gw sendiri heran bagian mana Alif mengKO Mirza…justru yang saya baca malah sebaliknya Aliflah yang dibuat keok….ha…haa..haaaa…uhukkk..uhuuukkkk…huaaa..haa..haa…bertmbah pikun nih Mbah Alih…haa…haaa…haaa
By shadow on Mar 5, 2008
Alif Says : PS: OH YA BILANGIN TUH AMA SI MIRZA TEMEN ELO..YANG TIDAK GENTLE DI FORUM ELO TUH SI MIRZA.. UDAH DIBUAT KEOK BUKANNYA NGAKUIN MALAH BERBUAT MEMALUKAN DENGAN MENGEDIT SEMUA POSTINGAN AHMADI…HAHAHAHAH
——————————————
Hen, kamu itu lho ya kok bodoh amat.
Kalau emang diedit kenapa nggak kamu edit lagi?
Buktinya Awi lho nggak protes…
By mila on Mar 5, 2008
Biasalah Mil, kalau orang terbiasa menyebar fitnah, mulut bawaannya usil melulu. Kalau Alif nggak memfitnah nggak enak rasanya
By shadow on Mar 6, 2008
Quote Alif:
huahahahaha
nabi lama berusaha menghibur diri…
sabar?
Apa yang anda pelajari dari Nabi Muhammad saw nabi lama?
dengan memfitnah dan menghujat tiada henti dari tahun 2005 sampai sekarang?
Makanya tidak ada basa-basi deh buat anda2..
percuma…
itu bukanlah olok-olokan tapi memang kenyataan koq, adalah bukti bahwa fitnah akan berbalik kepada si tukang fitnah…
Jawab:
percuma deh kalau model menjawab seperti tayangan iklan spontan hiii….hiii…hiii….huaaa..haa..haa..Bisa menyalahkan tetapi tidak bisa membenarkan…huaa..haa.ha..ujung-ujungnya bego ha…haa..haa..ilmu ente lif masih kalah jauh dibandingkan dengan nabi lama…nyatanya ente sering menghindar ketika ditanya oleh nabi lama…huaa…ha…haaa…haa
By shadow on Mar 6, 2008
Kenapa ahmadi yang lain kok pade bungkam semua…huaa..haa..haa…udah semakin tahu ya sesatnya Ahmadiyah makanya pade bungkam semua…huaa..haa..haa.haa.
By shadow on Mar 6, 2008
Assalamualaikum,
Bung Shadow dan Bung Mila, tugas kita hanya menyampaikan hal-hal yang kita ketahui buat mereka, dengan hati tulus dan ikhlas. Sekarang tinggal (kewajiban jatuh atas) mereka mau terima atau menyangkal bukti-bukti itu.
Saya pikir kenapa mereka selalu menganggap pembuktian yang disampaikan adalah fitnah, bisa jadi karena mereka hanya terima dakwahnya saja secara lisan atau membaca buku2/majalah terbitan baru saja. Padahal buku2 lama yang Shadow punya cukup otentik dan mereka bisa cek ke perpustakaan mereka (kalo punya).
Yah.. sayang kalo diskusi ini berakhir karena mereka sedikit emosi atau bosan, begitu?
Wassalam,
Nabi Lama
By Nabi lama on Mar 7, 2008
ternyata ahmadi menyangkalnya dengan tulus iklas pula…
By mila on Mar 7, 2008
Nabi Lama :
“Barangsiapa yang pada hari ini berpegang teguh dengan sunnah Rasul …………, ia akan mendapatkan pahala yang lebih banyak dibandingkan yang mengamalkan diawal munculnya Islam.(HR. Ibnu Nashar dalam As-Sunnah dengan sanad shahih”
Pertanyaan untuk nabi lama :
Pd masa rasulullah, umat islam dalam 1 jemaat dengan 1 khalifah/pemimpin. pertama kali dipimpin oleh Nabi saw, kemudian berturut disambung oleh para Khalifah beliau saw, menurutmu apa umat islam sekarang sudah dalam 1 jemaat dengan satu khalifah?
Adakah kecocokan hadist yang anda paparkan tersebut sama dengan kondisi umat islam skrng?
By awi on Mar 8, 2008
Rekan-rekan Ahmadi yang saya cintai, apapun yang mereka katakan terhadap Ahmadiyah yang tidak sepatutnya, adalah bukti bahwa makna berdiskusi telah sirna.
Siapa saja berhak menganggap bahwa keyakinannya adalah yg baik.
segala niat yang dimaksudkan untuk kembali ke jalan yg benar bagi ahmadi oleh mereka, adalah niat baik yg tulus.
segala cemoohan yg dilontarkan, sampai sekarang saya tidak paham apa maksud dan maknanya.
Tetapi yang pasti apapun kata dunia tentang ahmadiyah, Islam sejati melalui jemaat ini akan tersebar luas dan semakin tersebar luas diseluruh dunia kebenarannya.
Inilah kebenarannya, karena ini pekerjaan Allah SWT, Tuhan semesta alam.
Amin
By ahmad on Mar 8, 2008
Quote:
menurutmu apa umat islam sekarang sudah dalam 1 jemaat dengan satu khalifah?
Jawab:
ke..ke..ke…ujung-ujungnya khalifah ahmadiyah…ha..ha..haa…ngomong pake- teka-teki segala…ha..ha..ha..khalifah Ahmadiyah itu memang khalifah siapa bang…apa sudah kesepakatan seluruh umat Islam…ha…ha..haa.
By shadow on Mar 8, 2008
Tolong dong tuliskan pidato khalifah Abu bakar, khalifah yang seperti apa yang harus ditaati menurut Abu Bakar r.a.? ke..ke…ke..

Ada pertanyaan untuk anda Pak.Awi, PERNAHKAH AHMADIYAH BERBUAT BID’AH? ke..ke..ke..ini pertanyaan mudah
By shadow on Mar 9, 2008
Sdr.Ahmad ini juga ikut-ikutan bebal seperti ahmadi lainnya seperti Alif/Hnedy/wowong/anti repot(saudarantya si cepot..hii…hii), Awi, Dino, dll. Sudah lagu lama apabila ahmadi diberikan bukti nyata pasti ujung-ujungnya bersikap bebal…haa…haa..haa…kalau salah dosa ditanggung si mirza ni yee…ini menurut pendapat salah seorang ahmadi…mau cari selamet tetapi salah menfsirkan Al-Qur’an…haa…haa..haa
By shadow on Mar 10, 2008
shakow:
ke..ke..ke…ujung-ujungnya khalifah ahmadiyah…ha..ha..haa…ngomong pake- teka-teki segala…ha..ha..ha..khalifah Ahmadiyah itu memang khalifah siapa bang…apa sudah kesepakatan seluruh umat Islam…ha…ha..haa.
jawab:
Khalifah Ahmadiyah adalah kekhalifahan yang sudah dinubuwatkan oleh Nabi suci Muhammad saw
yaitu kekhalifahan yang mengikuti cara-cara kenabian dan seorang khalifah ahmadiyah tidak perlu menunggu ada kesepakatan seluruh umat Islam didunia…Apakah dulu ketika Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali diangkat menunggu kesepakatan seluruh umat Islam? Bagaimana dgn golongan syiah yang tidak mengakui kekhalifahan kecuali khalifah Ali?
Lagian jika menunggu ksepakatan seluruh umat Islam sampai kapan mereka akan satu suara? Lha umat Islam sekarang yang getol menyuarakan terbentuknya kekhalifahan saja tidak pernah kesampaian koq keinginannya
karena memang kalau Allah tidak menghendaki dan meridoi seorang khalifah maka sampai kapanpun tidak akan pernah terbentuk kekhalifahan kecuali khalifah Ahmadiyah…ngomong2 sudah 100 tahun lho.. Biarpun diterjang badai fitnah, kemudian fitnah usang tersebut dibungkus dengan yang baru ditambah oleh ulama2, politisi2, para kepala pemerintahan dari mulai tingkat RT sampai Presiden diseluruh dunia bersatu untuk menghancurkan ahmadiyah tetap saja ahmadiyah bukannya hancur malah semakin berkembang…
Itu adalah takdir, shadow dan orang2 seperti anda mungkin hanya sebagai pupuk alias kotoran saja yang menumbuh kembangkan ahmadiyah…segeralah bertobat..
Orang seperti anda nanti hanya akan dicatat dalam sejarah oleh anak cucu anda sendiri sebagai musuh-musuhnya Imam Mahdi…
shakow:
Tolong dong tuliskan pidato khalifah Abu bakar, khalifah yang seperti apa yang harus ditaati menurut Abu Bakar r.a.? ke..ke…ke..
jawab: Ikutilah apa kata nabi yaitu Kekhalifahan yang mengikuti kenabian begitu kata Muhammad saw, makanya kalo umat Islam kepengin terbentuk kekhalifahan maka harus turun dulu seorang nabi…wakakak 3x
shadow:
Ada pertanyaan untuk anda Pak.Awi, PERNAHKAH AHMADIYAH BERBUAT BID’AH? ke..ke..ke..ini pertanyaan mudah ..
jawab:
Jawabnya ama gw aja…
Ahmadiyah tidak pernah berbuat bid’ah tapi justru umat Islam seperti anda shadow sekarang telah berada dalam bid’ah terbesar yaitu hidup tanpa seorang khalifah…
padahal dahulu umat Islam pada zaman Sahabat, para tabii dan tabiin berada adalam satu kekhalifahan yang dipimpin oleh seorang khalifah…
hehehe mudah kan..jadi siapa yang ahli bid’ah…??
padahal setiap bid’ah adalah sesat..sat..sat..
1 nol buat anda…
By alif on Mar 10, 2008
Awi:
menurutmu apa umat islam sekarang sudah dalam 1 jemaat dengan satu khalifah?
Jawab:
Sekarang, belum saatnya. Apa Ahmadiyah meyakini dengan membentuk ummat sendiri (Ahmadiyah) bisa menyatukan muslim secara keseluruhan? Jawabnya mustahil, karena sejarah akan membuktikan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah bukan Imam Mahdi. Yang jelas dalam tubuh Ahmadiyah saja sudah terpecah menjadi Lahore dan Qadyan, sedangkan MGA sudah tiada. Gimana mau nyatuin yang seluruh dunia?
Alif:
Kalo umat Islam kepengin terbentuk kekhalifahan maka harus turun dulu seorang nabi…wakakak 3x
Jawab:
Pernyatan yang jelas dari pengikut Ahmadi, Ahmadiyah bukan Islam.
Alif:
“Ahmadiyah tidak pernah berbuat bid’ah”
Jawab:
Dengan mengingkari hadist Nabi (mengakui nabi Mirza Ghulam Ahmad) apa Anda tidak bid’ah?
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 10, 2008
Nabi Lama,
yang bisa menyatukan umat cuma satu yaitu sistem kekhalifahan…
karena dipimpin oleh seorang khalifah..
Jika seluruh orang baiat kepada khalifah ahmadi
bukanlah hal yang mustahil bagi Ahmadi untuk menyatukan umat baik muslim, Kristen, Budha dan lain-lain dalam satu kekhalifahan
Ahmadiyah lahore dan Qadian tidaklah dalam satu jemaat, dikarenakan Lahore tidak mengakui kekhalifahan Jemaat Ahmadiyah (Qadian)
tapi jangan lupa didalam Islam juga terbagi 2 kelompok besar yaitu suni dan syiah..
kata anda Nabi lama, Umat Islam sekarang belum bisa bersatu, sampai kapan????
Menunggu seorang khalifah? Nah karena yang dinubuwatkan oleh Nabi suci Saw hanya khalifah ala minhajin nubuwah (khalifah yang mengikuti kenabian) itu artinya harus turun dulu seorang nabi kepada umat Islam ini..
Masalah ahmadiyah islam atau bukan saya tidak butuh fatwa anda..anda emang siapa? Tuhan?? Nabi???
Islam bukan milik anda..
Yang berhak menilai dan meridoi itu Islam atau bukan hanya Allah saja..bukan anda..
makanya baca lagi qur’an..
mengaku Islam tapi koq tidak mau menelaah isi Qur’an…
Terbalik !!!
hehehe
By alif on Mar 10, 2008
Alif:
yang bisa menyatukan umat cuma satu yaitu sistem kekhalifahan…
karena dipimpin oleh seorang khalifah..
Jika seluruh orang baiat kepada khalifah ahmadi
bukanlah hal yang mustahil bagi Ahmadi untuk menyatukan umat baik muslim, Kristen, Budha dan lain-lain dalam satu kekhalifahan
Ahmadiyah lahore dan Qadian tidaklah dalam satu jemaat, dikarenakan Lahore tidak mengakui kekhalifahan Jemaat Ahmadiyah (Qadian)
tapi jangan lupa didalam Islam juga terbagi 2 kelompok besar yaitu suni dan syiah..
kata anda Nabi lama, Umat Islam sekarang belum bisa bersatu, sampai kapan????
Menunggu seorang khalifah? Nah karena yang dinubuwatkan oleh Nabi suci Saw hanya khalifah ala minhajin nubuwah (khalifah yang mengikuti kenabian) itu artinya harus turun dulu seorang nabi kepada umat Islam ini..
Jawab:
Itu (semua jadi Ahmadiyah) pasti mustahil, karena fatwa ulama seluruh dunia mengisyaratkan MGA itu bukan nabi.
Jadi bukan fatwa saya, Pak!!
Bukan kah para ulama itu pewaris Nabi SAW?
Yang jelas sampai akhir hayat, kami akan beriman pada Allah dan mengakui Rasulullah SAW adalah rasul akhir zaman.
Sedangkan Anda, kukuh pada pendirian bahwa MGA adalah rasul setelah Nabi SAW dan meyakini ajaran yang dibawanya adalah benar, sampai Anda mati. Itu yang jadi pilihan Anda…
“Lakum diinukum waliya diin”
Alif:
Yang berhak menilai dan meridoi itu Islam atau bukan hanya Allah saja..bukan anda..
Jawab:
Nggak nyambung Mas. Kalo lihat jawaban saya di atas, siapa yang Islam dan yang bukan, khan jelas. Saya Islam sedangkan Anda Ahmadi.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 10, 2008
Alif Says : PS: OH YA BILANGIN TUH AMA SI MIRZA TEMEN ELO..YANG TIDAK GENTLE DI FORUM ELO TUH SI MIRZA.. UDAH DIBUAT KEOK BUKANNYA NGAKUIN MALAH BERBUAT MEMALUKAN DENGAN MENGEDIT SEMUA POSTINGAN AHMADI…HAHAHAHAH
——————————————
Emang yang diedit bagian mana? Coba elo tunjukin dong disini
Apa yang kamu tulis, trus setelah diedit bagaimana jadinya.
Setau gw yang bisa edit kan yang yang punya ID sendiri
By mila on Mar 10, 2008
memang menurut fatwa Ulama Ahmadiyah itu sesat,
Tapi jangan lupa juga dahulu Islam pun dianggap sesat oleh para kaum quraisy, apakah dengan disesatkan oleh manusia maka Islam lantas tidak berkembang…??
Sudah beberapa kali dibilang…
ahmadiyah tidak butuh fatwa dari manusia seperti anda dan para ulama karena ahmadiyah percaya apa kata qur’an bahwa yang mengetahui sesat tidaknya seseorang itu hanya Allah saja..
Jadi kalau anda bilang bahwa ahmadiyah itu sesat itu artinya anda tidak mau mengikuti apa kata qur’an..dan perlu dipertanyakan nilai keimanan anda kpd qur’an..
Oh ya Ulama yang mana yang pewaris nabi?
bahkan Nabi Muhammad saw sendiri menyuruh kita didalam hadist agar kita berhati-hati dengan yang namanya ulama di akhir zaman, karena mereka adalah seburuk-buruknya makhluk di kolong langit ini karena dari mereka fitnah2 itu keluar.
nabi lama, sudah beberapa kali anda mengetik:
Lakum dinukum waliadin, coba telusuri dari atas.. kamu tahu artinya itu apa??
aneh anda mengetik ayat qur’an tsb tapi tidak mengetahui artinya…
Kalau sudah mengucapkan “lakum dinukum waliadin” kenapa anda masih mempermasalahkan dan menghujat ahmadiyah terus???
bagi kamu agama kamu, bagi saya agama saya..
tidak ada paksaan dalam agama…
Anda mau sesat atau mau beriman itu hak anda..
ya sudah itu aja yang menjadi patokan buat anda gitu aja koq repot…
Apa nya yang tidak nyambung???
Terserah anda mau bilang saya sesat, kafir dan diluar Islam, saya tidak peduli
toh anda bukan Tuhan..
catat baik-baik ya nabi lama..
ahmadi atau saya tidak butuh fatwa dari manusia
Karena kebenaran datangnya hanya dari Allah..
itu kata Qur’an..
Nabi lama, apakah anda merasa sebagai pemilik Islam? yang berhak menentukan seseorang itu sesat atau tidak? siapa anda? manusia atau bukan?
Ngaku Islam tulen tapi koq tidak mau mengikuti apa kata qur’an..aneh !!
terakhir buat anda saya sarankan untuk sering-seringlah membuka dan memahami ayat-2 qur’an
agar wawasan keislaman anda bertambah..
Buat Mila, coba anda tanyakan sendiri sama teman anda tsb benarkah dia sudah mengedit tulisan2 gw…. beranikah dia itu berkata jujur?? ingat loh berkata bohong itu termasuk sirik kecil…
wassalam,
By alif on Mar 11, 2008
Alif : Buat Mila, coba anda tanyakan sendiri sama teman anda tsb benarkah dia sudah mengedit tulisan2 gw…. beranikah dia itu berkata jujur?? ingat loh berkata bohong itu termasuk sirik kecil…
=========================
Kenapa ente sendiri gak jujur hen? Tulis aja di sini apa yang telah diedit ama MIrza, kalau emang benar si mirza ngedit. Gw curiga nih ama ente, kok malah gw disuruh tanya ama Mirza. Kan ente sebgai pihak yg “diedit” pasti tau dong bagian mana yang diedit.
Paling nggak postingan yg tgl brp, nanti aku cek.
By mila on Mar 11, 2008
Pertanyaan berikutnya : kalau tau diedit, ngapain ente biarin? Kan ente bisa ubah lagi?
By mila on Mar 11, 2008
Terserah ente mau percaya atau tidak..
yang pasti gw kagak mau ikutan lagi di forum itu.. adminnya memakai cara-cara yang memalukan..tidak fair..persis kelakuan Yahudi..
Demi Allah (gw berani bersumpah atas nama Allah)
bahwa postingan gw diedit….
nah sekarang tanya ama temen ente itu si Mirza bener ngga omongan gw….Ajak dia sumpah atas nama Allah…berani kagak..
Allah Maha Tahu Mil..
Lagian gimana gw mau mengedit kembali lha gw sendiri di banned..
coba baca postingan gw yang terakhir, apakah disana ada kata-kata yang menurut ente janggal???, yang tidak mungkin gw ketik …
By alif on Mar 11, 2008
ah masak sih ente di baned hen? Status ente masih members, sama dengan yg lain. Sama dengan mirza, sama dengan shadow.
Gw udah liat kok,menurut gw kok gak ada yg janggal ya…???
Plis deh, kata-kata yg mana itu…
By mila on Mar 11, 2008
Tambahan lagi..
Ente bilang yang diedit adalah semua postingan ahmadi, ini kutipannya hen :
OH YA BILANGIN TUH AMA SI MIRZA TEMEN ELO..YANG TIDAK GENTLE DI FORUM ELO TUH SI MIRZA.. UDAH DIBUAT KEOK BUKANNYA NGAKUIN MALAH BERBUAT MEMALUKAN DENGAN MENGEDIT SEMUA POSTINGAN AHMADI…HAHAHAHAH
Lha kok yang disuruh liatin cuma postingan ente yang terakhir sih?
By mila on Mar 11, 2008
Quote:
shakow
Jawab:
wakakak…hendy emosinya semakin memuncak karena terlalu sering dipermalukan non ahmadi makanya dia dendam sekali sama non ahmadi sampe gw dibilang “shakow”…..kata-kata fitnah selalu melekat dimulutnya..haaa…haaa..haaa…kapan gw memakai bahan haram tsb Mbah Alif sampe gw shakow segala….hii…hiii…hiii fitnah oh fitnah…memang pantas ente sbg raja fitnah dari Ahmadiyah…haa…haa…haa
Quote:
Khalifah Ahmadiyah adalah kekhalifahan yang sudah dinubuwatkan oleh Nabi suci Muhammad saw
yaitu kekhalifahan yang mengikuti cara-cara kenabian dan seorang khalifah ahmadiyah tidak perlu menunggu ada kesepakatan seluruh umat Islam didunia…
Jawab:
wakakak…wakakak kapan Nabi Muhammad SAW menubuatkan kekhalifahan Ahmadiyah…haa…haa…mana ada seorang khalifah dipimpin oleh orang-orang yang sesat….wakakakak…Tunjukkin Surat berapa dan ayat berapa, seorang khalifah dipimpin oleh seorang yang sesat….haaa…haa…haaa….ujung-ujungnya paling keok juga.
Quote:
Apakah dulu ketika Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali diangkat menunggu kesepakatan seluruh umat Islam? Bagaimana dgn golongan syiah yang tidak mengakui kekhalifahan kecuali khalifah Ali?
Jawab:
Meskipun Khalifah pd zamannya Rasulullah tidak menunggu kesepakatan umat Islam tetapi mayoritas umat Islam menerima mereka. Selain itu mereka bukanlah orang-orang yang sesat. Berbeda dengan Ahmadiyah dipimpin oleh orang-orang yang sesat….haaa….haaa…haaa…khalifah Ahmadiyah mau disamain dgn khalifah pd zaman Rasulullah….Orang yang lurus disamain dengan orang yang sesat seperti Ahmadiyah….bego banget….wakakakak.
Quote:
Lagian jika menunggu ksepakatan seluruh umat Islam sampai kapan mereka akan satu suara?
Lha umat Islam sekarang yang getol menyuarakan terbentuknya kekhalifahan saja tidak pernah kesampaian koq keinginannya.
Jawab:
ya menunggu figur yang tepat toh Mbah Alif yang bisa diterima mayoritas umat Islam. Bukan asal ngikut aja….nggak peduli sesat pokoknya diimani…wakakakak…kita khan punya akal….mana ada umat Islam mau dipimpin Orang yang bego dan sesat seperti Khalifah Ahmadiyah….haa…haa…haa…yang jadi pengikutnya ya sama juga “bego”…haa…haa…haa…Khalifah yang membantah perkataan Allah dan Rasulnya untuk apa diikuti.
Quote:
karena memang kalau Allah tidak menghendaki dan meridoi seorang khalifah maka sampai kapanpun tidak akan pernah terbentuk kekhalifahan kecuali khalifah Ahmadiyah…
Jawab:
Nah…itu kamu juga ngerti kalau semuanya kehendak Allah. Kalau Alllah tidak menghendaki kedatangan seorang Khalifah kita mau apa? mau ngeyel sama Allah? mau merintah Allah? Naudzubillahi min dzalik…Jadi kalau Allah tdk menghendaki adanya khalifah kemudian muncul Seorang khalifah yang meyakini seorang Nabi palsu itu artinya Khalifah Gadungan atau khalifah-khalifahan yang ingin mengacaukan umat islam…..wakakak.
Quote:
ngomong2 sudah 100 tahun lho.. Biarpun diterjang badai fitnah, kemudian fitnah usang tersebut dibungkus dengan yang baru ditambah oleh ulama2, politisi2, para kepala pemerintahan dari mulai tingkat RT sampai Presiden diseluruh dunia bersatu untuk menghancurkan ahmadiyah tetap saja ahmadiyah bukannya hancur malah semakin berkembang
Jawab:
haa…haa…haa….Agama Kristen, Hindu, budha, dll selain Islam saja yang lebih dari 100 tahun saja nggak hancur-hancur apalagi Aliran sesat seperti Ahmadiyah….bego amat ente..itu artinya Allah membiarkannya karena sekarang ini manusia sudah bisa memakai akalnya dgn baik dan kata Allah tidak ada paksaan dalam agama….kalau masih ada yang tersesat itu artinya orang itu adalah orang “bego”…haa…haa…haa
Quote:
Itu adalah takdir, shadow dan orang2 seperti anda mungkin hanya sebagai pupuk alias kotoran saja yang menumbuh kembangkan ahmadiyah…segeralah bertobat..
Jawab:
Memang sudah takdirnya anda itu sesat dan bersikap bebal….nggak anehlah…..dan kapan pula gw memupuk Ahmadiyah…malah gw membongkar kesesatan Ahmadiyah….namanya mempupuk itu sudah pasti memeliharanya….kapan pula gw memelihara ahmadiyah….huaaa…huaaa…huaaa…justru jemaat ahmadiyahlah seperti anda ini yang sesat sbg kotorannya dan sebagai pupuknya karena andalah yang sebagai kotoran atau pupuknya Ahmadiyah menjadi berkembang….haa…haaa…haaa…kalau orang sudah bego berpikir rasional aja nggak bisa…apalagi orang pikun seperti Mbah Alif…haa..haaa…makanya jangan pake doktrin ahmadiyah sembarangan malah jadinya berbalik mengenai anda sendiri.
Quote:
Orang seperti anda nanti hanya akan dicatat dalam sejarah oleh anak cucu anda sendiri sebagai musuh-musuhnya Imam Mahdi…
Jawab:
wakakakak…menghibur diri lagi….memang gw nanti dicatat dlm sejarah oleh anak cucu gw sebagai sebagai pejuang yang berjasa melawan Nabi gadungan yang mengaku sebagai MAHDI, ISA, MUHAMMAD, BUDHA, KRISHNA, dll huaaa…haaa…haa…PR ente sama gw saja segudang dan dibuat bungkam malah mau ngingetin gw…jadi jawablah dulu pertanyaan saya itu (COBA DIJAWAB YANG TERTULIS HURUF BESAR TERLEBIH DAHULU). Tolong sebutkan masing-masing kiasannya seperti apa (menurut ente itu khan hanya kiasan). Kemudian apa yang sudah jawab dibuktikan dgn Al-Qur’an.
Quote:
Ikutilah apa kata nabi yaitu Kekhalifahan yang mengikuti kenabian begitu kata Muhammad saw, makanya kalo umat Islam kepengin terbentuk kekhalifahan maka harus turun dulu seorang nabi…wakakak 3x
Jawab:
Wakakak…huaaa..haaa….haaa… disuruh tuliskan pidatonya Abu Bakar malah yang ditulis pidatonya Mbah Alif….begonya udah kebangetan….wakakak
Jadi sekali lagi ya tolong ya tuliskan pidatonya Abu Bakar? (telinganya dibuka lebar-lebar ya)…Nanti dari pidato Abu Bakar kamu tahu sendiri Khalifah yg bagaimana yang hrs diikuti selain itu kata Abu Bakar orang yg tidak mentaati khalifah itu termasuk apa nanti dijelaskan bealiau dalam pidatonya tsb. Oh ya tolong tunjukkan dalilnya kalau kepingin terbentuk seorang khalifah maka hrs turun nabi terlebih dahulu? Surat berapa dan ayat berapa Mbah Alif? wakakak paling-paling ujung-ujung keok juga….silahkan para pembaca baca sendiri, bisa tdk Mbah Alif menunjukkan buktinya….paling-paling daya khayal saja sebagai buktinya…wakakakak…Maklum jamaah setan…terbentuk karena wahyu yang asalnya dari setan….ha…haaa…haaaaaaaaa
Quote:
Jawabnya ama gw aja…
Ahmadiyah tidak pernah berbuat bid’ah
Jawab:
oke sebelum saya membuktikan kalau Ahmadiyah pernah membuat fitnah, maka saya tanya terlebih dahulu kepada anda. KALAU SAYA BISA MEMBUKTIKAN AHMADIYAH TELAH BERBUAT FITNAH, BERSEDIAKAH ANDA KELUAR DARI AHMADIYAH?
Anda tahu sendiri khan bid’ah itu sesat dan kesesatan itu tempatnya di neraka. Tidak mungkin khan kalau saya bisa membuktikan Ahmadiyah telah berbuat bid’ah anda masih menjadi pengikut Ahmadiyah. Mana mungkin anda mau dipimpin oleh orang yang telah berbuat bid’ah yang menuntun anda ke neraka….ama juga “bego” kalau msh mengkituinya.
Jadi saya ulangi pertanyaan saya “KALAU SAYA BISA MEMBUKTIKAN AHMADIYAH TELAH BERBUAT FITNAH, BERSEDIAKAH ANDA KELUAR DARI AHMADIYAH” ?
Pembaca disini menjadi saksinya lho Mbah Alif….jadi tolong jawab dulu pertanyaan saya tersebut. BERSEDIA ATAU TIDAK?
Quote:
tapi justru umat Islam seperti anda shadow sekarang telah berada dalam bid’ah terbesar yaitu hidup tanpa seorang khalifah…
padahal dahulu umat Islam pada zaman Sahabat, para tabii dan tabiin berada adalam satu kekhalifahan yang dipimpin oleh seorang khalifah…
hehehe mudah kan..jadi siapa yang ahli bid’ah…??
padahal setiap bid’ah adalah sesat..sat..sat..
Jawab:
kelihatan begonya si Mbah Alif
wakkakk…wakaak…wakakak…tolong deh buktiin dlm Al-Qur’an kalau Umat Islam tanpa khalifah adalah bid’ah dan termasuk sesat. Adakah dalam rukun iman wajib mengimani seorang khalifah? huaaa…haa…haa…yang penting itu bukti Mbah Alif..Bagaimana orang-orang yang menolak kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Usman, Ali pd zaman dahulu….bagaimana dgn Aisyah yang juga menolak khalifah….apa menurut anda mereka yang menolak adalah Ahli bid’ah juga….Naudzubillahi min dzalik….coba dijawab ….huaa…haa..haa…
Quote:
1 nol buat anda…
Jawab:
tapi anda salah kalau skor saya satu karena PR anda menumpuk dan belum terjawab sama sekali….mungkin skor saya lebih dari satulah…haaa…haa…haaa…harap dimaklumi para pembaca kalau Mbah Alif pikunnya malah menjadi-jadi….wakakak. 
Terima Kasih kalau saya nilainyai satu dan anda nilainya nol….haaa….haaa…haaa….
Sekalian kita tes ya PR nya Mbah Alif, udah lama lho belum terjawab.
SIAPAKAH ISA YANG TURUN MBAH ALIF, KALAU BUKAN GHULAM AHMAD?
By shadow on Mar 11, 2008
Diriwayatkan dari Huzaifah bin al-Yaman r.a, yang bertanya kepada Rasulullah SAW yang artinya”
“….Bagaimana sekiranya ketika itu umat Islam tidak mempunyai jemaah (kesatuan) juga tidak ada pemimpin? Rasulullah menjawab lagi dengan bersabda: Kamu hendaklah memencilkan diri kamu dari kumpulan mereka walaupun kamu terpaksa memakan akar-akar kayu dan tinggallah kamu di sana sehingga kamu mati dalam keadaan yang demikian. (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Maksud hadits ini adalah apabila khalifah tidak ada, maka menghindar.
Baidhawi berkata: “Makna hadits diatas adalah apabila di bumi tidak ada khalifah, maka wajib bagimu menghindar dari berbagai golongan dan bersabar untuk menangung beratnya zaman (lihat Fathul Bari, Juz XII, hal,36)
By farhan on Mar 11, 2008
SHAKOW:
wakakak…hendy emosinya semakin memuncak karena terlalu sering dipermalukan non ahmadi makanya dia dendam sekali sama non ahmadi sampe gw dibilang “shakow”…..kata-kata fitnah selalu melekat dimulutnya..haaa…haaa..haaa…kapan gw memakai bahan haram tsb Mbah Alif sampe gw shakow segala….hii…hiii…hiii fitnah oh fitnah…memang pantas ente sbg raja fitnah dari Ahmadiyah…haa…haa…haa
JAWAB:
Kapan gw bilang elo lagi sakaw?
mau make mau ngga keq EGP…
tapi ngomong2 koq komentar-komentar sampeyan koq kayak orang yang lagi begituan ya?
————-
SHAKOW:
wakakak…wakakak kapan Nabi Muhammad SAW menubuatkan kekhalifahan Ahmadiyah…haa…haa…mana ada seorang khalifah dipimpin oleh orang-orang yang sesat….wakakakak…Tunjukkin Surat berapa dan ayat berapa, seorang khalifah dipimpin oleh seorang yang sesat….haaa…haa…haaa….ujung-ujungnya paling keok juga.
JAWAB:
Sesat kan kata ente, kalo menurut gw sih ngga sesat…
coba tunjukan juga dlm ayat berapa bahwa ahmadiyah itu sesat…
kalo tidak ada itu artinya ahmadiyah tidak sesat…
maka pertanyaan ente tsb otomatis gugur…
—————-
SHAKOW:
Meskipun Khalifah pd zamannya Rasulullah tidak menunggu kesepakatan umat Islam tetapi mayoritas umat Islam menerima mereka. Selain itu mereka bukanlah orang-orang yang sesat. Berbeda dengan Ahmadiyah dipimpin oleh orang-orang yang sesat….haaa….haaa…haaa…khalifah Ahmadiyah mau disamain dgn khalifah pd zaman Rasulullah….Orang yang lurus disamain dengan orang yang sesat seperti Ahmadiyah….bego banget….wakakakak.
JAWAB:
mayoritas? Siapa itu mayoritas? Kalau semua menerima, terus kenapa terjadi bunuh-bunuhan kepada khalifah dan terjadi perang saudara..
——————-
SHAKOW:
ya menunggu figur yang tepat toh Mbah Alif yang bisa diterima mayoritas umat Islam. Bukan asal ngikut aja….nggak peduli sesat pokoknya diimani…wakakakak…kita khan punya akal….mana ada umat Islam mau dipimpin Orang yang bego dan sesat seperti Khalifah Ahmadiyah….haa…haa…haa…yang jadi pengikutnya ya sama juga “bego”…haa…haa…haa…Khalifah yang membantah perkataan Allah dan Rasulnya untuk apa diikuti.
JAWAB:
Sesat kan kata ente..kalau menurut gw sih tidak sesat tuh..
menunggu figur yang tepat??? Sampe kapan bos?? Masa diantara 2 milyard umat muslim tidak ada satupun yang menjadi figur yang tepat sih? Hehehe khalifah di zaman sahabat yang hidupnya sezaman dgn nabi saw saja saling bunuh-bunuhan, lha gimana kita yang sudah ribuan tahun di tinggal nabi saw? emangnya menurut ente semudah itu menjadi khalifah? maen tunjuk aja??
mimpi kali ye…
duh enaknya hidup dinaungan seorang khalifah…PENUH BERKAH…kacian deh kamu yang tercerai berai..hehehe
——————-
SHAKOW:
Nah…itu kamu juga ngerti kalau semuanya kehendak Allah. Kalau Alllah tidak menghendaki kedatangan seorang Khalifah kita mau apa? mau ngeyel sama Allah? mau merintah Allah? Naudzubillahi min dzalik…Jadi kalau Allah tdk menghendaki adanya khalifah kemudian muncul Seorang khalifah yang meyakini seorang Nabi palsu itu artinya Khalifah Gadungan atau khalifah-khalifahan yang ingin mengacaukan umat islam…..wakakak.
JAWAB:
hehehe siapa bilang Allah tidak menghendaki adanya seorang khalifah?
Lha Allah sendiri koq yang menjanjikan dan juga dinubuwatkan oleh nabi suci akan adanya khalifah kenabian…
————————–
SHAKOW:
haa…haa…haa….Agama Kristen, Hindu, budha, dll selain Islam saja yang lebih dari 100 tahun saja nggak hancur-hancur apalagi Aliran sesat seperti Ahmadiyah….bego amat ente..itu artinya Allah membiarkannya karena sekarang ini manusia sudah bisa memakai akalnya dgn baik dan kata Allah tidak ada paksaan dalam agama….kalau masih ada yang tersesat itu artinya orang itu adalah orang “bego”…haa…haa…haa
JAWAB:
Nah kalau tidak ada paksaan dalam agama, kenapa ente memaksakan kehendak agar ahmadi keluar dari keahmadiyahannya
itu artinya ente tidak berakal, alias biadab…hehehe
————-
SHAKOW:
Memang sudah takdirnya anda itu sesat dan bersikap bebal….nggak anehlah…..dan kapan pula gw memupuk Ahmadiyah…malah gw membongkar kesesatan Ahmadiyah….namanya mempupuk itu sudah pasti memeliharanya….kapan pula gw memelihara ahmadiyah….huaaa…huaaa…huaaa…justru jemaat ahmadiyahlah seperti anda ini yang sesat sbg kotorannya dan sebagai pupuknya karena andalah yang sebagai kotoran atau pupuknya Ahmadiyah menjadi berkembang….haa…haaa…haaa…kalau orang sudah bego berpikir rasional aja nggak bisa…apalagi orang pikun seperti Mbah Alif…haa..haaa…makanya jangan pake doktrin ahmadiyah sembarangan malah jadinya berbalik mengenai anda sendiri.
JAWAB:
Ahmadiyah adalah ibarat sebuah pohon yang makin lama makin berkembang dan bercabang karena memang takdir Allah
tentu saja yang memeliharanya adalah Allah…
Jadi maksud gw: anggota Ahmadiyah adalah pohonnya, Allah yang memelihara dan andalah sbg pupuknya
(sorry ya biar ente jelas) gw ibaratkan ente itu kotoran kambing…emang ente tidak merasakan telah memelihara..namanya kambing mana ada yang memelihara tanaman, yang ada malah merusak..tapi dibalik itu kotorannya berguna menjadi pupuk untuk tanaman tsb..
masa gitu aja kagak ngerti sih…
————————-
SHAKOW:
wakakakak…menghibur diri lagi….memang gw nanti dicatat dlm sejarah oleh anak cucu gw sebagai sebagai pejuang yang berjasa melawan Nabi gadungan yang mengaku sebagai MAHDI, ISA, MUHAMMAD, BUDHA, KRISHNA, dll huaaa…haaa…haa…PR ente sama gw saja segudang dan dibuat bungkam malah mau ngingetin gw…jadi jawablah dulu pertanyaan saya itu (COBA DIJAWAB YANG TERTULIS HURUF BESAR TERLEBIH DAHULU). Tolong sebutkan masing-masing kiasannya seperti apa (menurut ente itu khan hanya kiasan). Kemudian apa yang sudah jawab dibuktikan dgn Al-Qur’an.
JAWAB:
Pejuang koq kalah terus dimedan perang? Berani karena malu.. Hehehe
membuat suatu pertanyaan saja sudah demikian bingungnya…apa coba maksudnya ini:
” Tolong sebutkan masing-masing kiasannya seperti apa (menurut ente itu khan hanya kiasan). Kemudian apa yang sudah jawab dibuktikan dgn Al-Qur’an.”?
Kiasannya seperti apa? Wakakak…..
—————————-
SHADOW:
Jawab:
Wakakak…huaaa..haaa….haaa… disuruh tuliskan pidatonya Abu Bakar malah yang ditulis pidatonya Mbah Alif….begonya udah kebangetan….wakakak
Jadi sekali lagi ya tolong ya tuliskan pidatonya Abu Bakar? (telinganya dibuka lebar-lebar ya)…Nanti dari pidato Abu Bakar kamu tahu sendiri Khalifah yg bagaimana yang hrs diikuti selain itu kata Abu Bakar orang yg tidak mentaati khalifah itu termasuk apa nanti dijelaskan bealiau dalam pidatonya tsb. Oh ya tolong tunjukkan dalilnya kalau kepingin terbentuk seorang khalifah maka hrs turun nabi terlebih dahulu? Surat berapa dan ayat berapa Mbah Alif? wakakak paling-paling ujung-ujung keok juga….silahkan para pembaca baca sendiri, bisa tdk Mbah Alif menunjukkan buktinya….paling-paling daya khayal saja sebagai buktinya…wakakakak…Maklum jamaah setan…terbentuk karena wahyu yang asalnya dari setan….ha…haaa…haaaaaaaaa
JAWAB:
Waktu pidato dimana nih?? Soalnya Abu Bakar sering berpidato…
jawab itu dulu biar jelas? Waktunya kapan dan dimana tempatnya…?
Lagian kenapa tidak langsung saja mendengar apa kata Nabi suci saw bahwa khalifah yang akan datang adalah khalifah la min hajin nubuwwah. Kalifah yang berjalan diatas prinsip-prinsip kenabian.. Itu artinya harus ada seorang nabi dulu baru diikuti oleh khalifah…
—————————-
SHAKOW:
oke sebelum saya membuktikan kalau Ahmadiyah pernah membuat fitnah, maka saya tanya terlebih dahulu kepada anda. KALAU SAYA BISA MEMBUKTIKAN AHMADIYAH TELAH BERBUAT FITNAH, BERSEDIAKAH ANDA KELUAR DARI AHMADIYAH?
Anda tahu sendiri khan bid’ah itu sesat dan kesesatan itu tempatnya di neraka. Tidak mungkin khan kalau saya bisa membuktikan Ahmadiyah telah berbuat bid’ah anda masih menjadi pengikut Ahmadiyah. Mana mungkin anda mau dipimpin oleh orang yang telah berbuat bid’ah yang menuntun anda ke neraka….ama juga “bego” kalau msh mengkituinya.
Jadi saya ulangi pertanyaan saya “KALAU SAYA BISA MEMBUKTIKAN AHMADIYAH TELAH BERBUAT FITNAH, BERSEDIAKAH ANDA KELUAR DARI AHMADIYAH” ?
Pembaca disini menjadi saksinya lho Mbah Alif….jadi tolong jawab dulu pertanyaan saya tersebut. BERSEDIA ATAU TIDAK?
JAWAB:
Lho koq maksa…buktikan aja dulu..paling-paling itu fitnahan ente…kagak jauh-jauh deh…gw yakin..
kalau ente bisa menjamin gw akan masuk surga dan diselamatkan dari neraka jika gw keluar ahmadiyah maka hari ini juga gw akan keluar dari ahmadi..
bisakah ente menjamin gw ? Kalau tidak bisa kenapa maksa?
siapa ente? Koq maksa-maksa keyakinan gw? Allah dan nabinya aja tidak pernah memaksa keyakinan .. Eh ente..Tuhan bukan, Nabi bukan, Ulama pun bukan, punya pengikut aja tidak, Pengikutnya dari dulu Cuma si Nabi lama dan si Mila, 2 orang pengikut setia..wakakak..
——————————-
SWALLOW:
wakkakk…wakaak…wakakak…tolong deh buktiin dlm Al-Qur’an kalau Umat Islam tanpa khalifah adalah bid’ah dan termasuk sesat. Adakah dalam rukun iman wajib mengimani seorang khalifah? huaaa…haa…haa…yang penting itu bukti Mbah Alif..Bagaimana orang-orang yang menolak kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Usman, Ali pd zaman dahulu….bagaimana dgn Aisyah yang juga menolak khalifah….apa menurut anda mereka yang menolak adalah Ahli bid’ah juga….Naudzubillahi min dzalik….coba dijawab ….huaa…haa..haa… kelihatan begonya si Mbah Alif
JAWAB:
Khalifah itu bukan untuk diimani tapi untuk taati…suseh emang diskusi ama orang yang tulalit..
Mengenai Aisyah yang menolak khalifah..lha katanya khalifah itu harus diakui mayoritas umat Islam…gimana sih ente??
kok plinplan..dot com
——————
SWALLOW:
Terima Kasih kalau saya nilainyai satu dan anda nilainya nol….haaa….haaa…haaa…. tapi anda salah kalau skor saya satu karena PR anda menumpuk dan belum terjawab sama sekali….mungkin skor saya lebih dari satulah…haaa…haa…haaa…harap dimaklumi para pembaca kalau Mbah Alif pikunnya malah menjadi-jadi….wakakak.
Sekalian kita tes ya PR nya Mbah Alif, udah lama lho belum terjawab.
SIAPAKAH ISA YANG TURUN MBAH ALIF, KALAU BUKAN GHULAM AHMAD?
JAWAB:
Bodoh..mana ada murid idiot ngasih nilai kepada gurunya…apalagi ngasih PR..
pertanyaannya lucu lagi:
SIAPAKAH ISA YANG TURUN MBAH ALIF, KALAU BUKAN GHULAM AHMAD?
Gw ini kan meyakini Ghulam Ahmad sebagai Isa yang dijanjikan, lha koq ngasih pertanyaan bego begitu??
Pertanyaan itu tuh justru buat ente-ente…
wasallam
By alif on Mar 12, 2008
Bung Shadow, Bung Mila,
Lucu ya… ada orang punya kepercayaan yang kita anggap di luar Islam, trus ngaku-ngaku Islam. Nah.. apa ini bukan keblinger. Kalo punya kepercayaan sendiri yah… namain aja agama Ghulam atau agama Ahmadiyah. Khan beres tuh persoalan.
Ini malah nyebut2 diri Islam, buat orang yang awam Islam tentu ini menyesatkan, bukan?
Kita masih akui Syiah itu Islam, tapi yang satu ini bukan. Trus dia maksain2 diri ngaku Islam. Apa ini nggak melanggar HAM? He..he…
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 13, 2008
Nabi Lama, Swallow, Mila On Ramus…
Tiga serangkai anti ahmadiyah since 2005 hahaha
Coba baca komentar gw diatas !
Ente mau bilang gw orang kafir keq, diluar Islam keq, orang Murtad keq, calon neraka keq…
Bukan Islam keq, dajjal keq… EGP
Karena apa?
Karena ente2 bukan Tuhan yang bisa menentukan seseorang sesat, Islam atau bukan…
Itu menurut Kitab suci kalian..
cuma aneh aja..ente yang mengaku Islam tapi tidak mau menjalankan apa yang diperintahkan oleh Kitab suci ente ya?
kebalikannya gw yang dibilang bukan Islam, Kafir, sesat, dsb malah berusaha mengingatkan apa kata Qur’an kepada ente2…
Gw jadi inget pesan Nabi yang mengatakan barang siapa yang mengatakan seseorang itu kafir, sesat padahal orang tsb tidak demikian maka kekafirannya akan berbalik kepada dirinya…
Jelas???
jadi biar Allah saja yang menilai, apa gw ini Islam atau bukan….
bukan hak ente…
Wassalam,
By alif on Mar 13, 2008
Hendy bilang :
kebalikannya gw yang dibilang bukan Islam, Kafir, sesat, dsb malah berusaha mengingatkan apa kata Qur’an kepada ente2…
Emang Quran bilang MGA nabi euy? Emang Quran bilang nabi Muhammad adalah penutup nabi yg membawa syariat euy?
By mila on Mar 13, 2008
Rasul Ahmad jelas sekali tercantum dalam qur’an !
Emang di Qur’an dibilang Nabi Muhammad adalah nabi terakhir euy?
Emang di Qur’an ada dibilang ahmadiyah sesat euy?
coba ente cari?? kalo ada gw keluar dari ahmadi sekarang juga …
By alif on Mar 13, 2008
Alif:
Rasul Ahmad jelas sekali tercantum dalam qur’an !
Jawab:
Ada… betul… di Quran versi Ahmadi. He… he…
Jadi, apa hadist yang menyebut Ahmad itu Muhammad, menurut Anda dhaif? Yang nggak sejalan ajaran Mirza, Anda buang.
Nah, disini jelas siapa yang Islam atau bukan.
Quran diobok2, hadist dipilih2. Apa itu yang namanya Islam?
Buat aja agama sendiri, kok susah amat.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 14, 2008
Nabi Lama, ini kelihatannya memang belum pernah baca qur’an, Jelas ada koq di qur’an tercantum adanya seorang Rasul yang akan datang yaitu yang bernama Ahmad..Bukan yang bersifat Ahmad..
Kalau Ahmad = Muhammad
lha ente sendiri mau tidak bersyahadat dengan kata Ahmadarasulullah toh menurut anda Ahmad dan Muhammad itu adalah nama yang sama…
Wakakak lucu juga nih Orang Islam seperti ente..
Mengenai Ahmad untuk siapa..tanyakan aja ke nabi Isa yang mengabarkan akan datangnya rasul ahmad tersebut..toh menurut anda Nabi Isa as masih hidup..kalau masih hidup kan bisa ditemui keberadaannya…wakakak
dan yang mengobok-obok Qur’an itu siapa?
di Qur’an jelas tercantum nama AHMAD apa gw salah kalau gw bilang adanya Rasul Ahmad??
Di Qur’an jelas disebutkan Nabi Isa sudah wafat eh ente bilang masih hidup..
Di qur’an jelas hanya Allah saja yang mengetahui tentang masalah kesesatan eh ente mau nyaingi Allah dgn ngomong ahmadi sesat..
DI Qur’an jelas tertulis yang meridhoi dan berhak memberi nama Islam itu hanya Allah eh
ente mau nyaingi Allah dgn ngomong ahmadi bukan Islam..
Nah coba 4 point diatas saja sudah cukup bagi orang untuk menilai Siapa coba yang mengobok-ngobok isi Qur’an???
Ente lah yang mengobok-ngobok isi QUr’an…!!!
Gw jadi curiga nih, ama ente sepertinya ente adalah agennya Paulus untuk melegitimasi keyakinan bahwa Isa itu adalah Tuhan, sampai ente berani mengobok-ngobok isi Qur’an…???
Aneh ente yang ngaku-ngaku orang Islam koq tidak mau baca qur’an udah gitu seenaknya diobok-obok tulisannya !
wakakak
By alif on Mar 14, 2008
Alif:
Gw jadi curiga nih, ama ente sepertinya ente adalah agennya Paulus untuk melegitimasi keyakinan bahwa Isa itu adalah Tuhan, sampai ente berani mengobok-ngobok isi Qur’an…???
Jawab:
Begitu ya jawaban orang yang udah di brain-wash di Ahmadi. Aneh!
Mana jawaban dari hadistnya? Malah ngoceh ke sana kemari.
By Nabi lama on Mar 14, 2008
Alif:
di Qur’an jelas tercantum nama AHMAD apa gw salah kalau gw bilang adanya Rasul Ahmad??
Jawab:
Itu lah orang Ahmadi memang pinter puter-puter kata. Plototin tuh tafsirnya Ahmadi, bandingin ama tafsir Muslim. Apa ada tuh dicetak nama Mirza Ghulam Ahmad di Quran Muslim? Cuma ada di tafsir Ahmadi doang. Kita liat tafsir Ahmadi dibikinnya kapan. Nah, keliatan khan siapa yang nambah-nambahin Quran?
By Nabi lama on Mar 14, 2008
Emang dipikir Quran itu kaya Injil, bisa ditambah tambahi?
By mila on Mar 14, 2008
2. Sejak semula kami warga jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa Muhammad Rasulullah adalah Khatamun Nabiyyin (nabi penutup).
Itu apa artinya hen?
By mila on Mar 14, 2008
oo-oow si nabi Lama sudah tidak meyakini qur’an
dia tidak yakin di qur’an ada tertulis namanya Rasul Ahmad..
gw menjadi semakin yakin kalau dia ini agennya yahudi dan paulus…pura-pura ngomongin Islam padahal isi qur’an aja kagak pernah baca…..
By alif on Mar 14, 2008
tiga serangkai ini koq senangnya ngikutin gw terus ya…?? kangen ya ama gw…hehehe
gw pindah ah..jgn di blog ini..udah kepanjangan…
eh ngomong2 kasian temen ente si Mirza tuh nongkrongin terus diforumnya…hehehe
Makan tuh forumnya…
jadi sepikan ditinggal gw….
hehehe
By alif on Mar 14, 2008
Nggak bisa jawab, langsung….ngaciiirr!
By Nabi lama on Mar 14, 2008
Sudah menjadi tradisi…..
By Nabi lama on Mar 14, 2008
Quote Alif:
Kapan gw bilang elo lagi sakaw?
mau make mau ngga keq EGP…
tapi ngomong2 koq komentar-komentar sampeyan koq kayak orang yang lagi begituan ya?
Jawab:
huaa…haaa…haaa…tuh fitnah khan kalau gua lagi gituan.
==========================
Quote:
Sesat kan kata ente, kalo menurut gw sih ngga sesat…
Jawab:
“Sesat” bagi gw berdasarkan Al-Qur’an dan menurut ente ahmadiyah nggak sesat karena berdasarkan “Tadzkirah”…haaa..haaa…haaa itulah perbedaannya…Mana ada manusia menjelma sebagai tuhan….sesat khan….ingat lho pengakuan nabi ente bahwa dirinya adalah tuhan…wakakak…Masalah Khaatam Nabiyyin, Laa Nabiyya ba’di, Isa, Ash-shaff, dll aja udah pade keok sampai PR nya menumpuk masih ngeyel nggak sesat…..wakakkak
Jadi para pembaca bisa membedakan sesat berdasarkan apa dan tidak sesat berdasarkan apa…nah itulah bedanya antara non ahmadi dgn non ahmadi dalam menggunakan dalil…haaa…haaa…haaa
========================
Quote:
coba tunjukan juga dlm ayat berapa bahwa ahmadiyah itu sesat…
kalo tidak ada itu artinya ahmadiyah tidak sesat…
maka pertanyaan ente tsb otomatis gugur…
Jawab:
di situs Ahmadiyah aja udah gw kasih ayat-ayat kategori sesat…macam-macam sesat oleh Allah sudah diterangkannya dlm Al-Qur’an bahkan nabipun juga sdh menjelaskannya…salah satunya Khaataman Nabiiyin(penutup para nabi) dan Laa Nabiyya Ba’di (tidak ada lagi nabi sesudahku)….mana ada Allah pernah mengatakan ada lagi nabi sesudah Nabi Muhammad SAW…..Mana juga ada akan datang tuhan setelah Nabi Muhammad SAW….wakakak. Itu artinya kalau ada orang yang mengaku sebagai Nabi setelah beliau SAW bahkan mengaku tuhan itu artinya orang tersebut adalah orang yg sesat…
masih ngebantah perkataan Allah dan Rasulullah SAW wakakak..Orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasulullah sesat atau tidak Mbah Alif?….haaa…haaa…haaa 
SKAK MAT. Bahkan Ghulam Ahmadpun mengatakan non ahmadi adalah orang yang sesat….haaa…haa…haa SKAK MAT LAGI….jadi kesimpulannya non ahmadi seperti Muhammadiyyah, NU, Persis, dll adalah sesat. Jadi pertanyaan Mbah Alif yg ditujukan ke gw malah berbalik lagi kpd Mbah Alif sendiri, “dalam ayat berapa Muhammadiyyah, NU, Persis, dll adalah sesat”? haaa….haaa…haaa.. SKAK MAT
“DOKTRIN MAKAN TUAN” 
Wakakak…tidak sesat berdasarkan apa Mbah Alif? kalau berdasarkan Al-Qur’an Ahmadiyah itu sesat? lho Nabi ente saja ngakunya tuhan….wakakakak….cari deh di Al-Qur’an kalau ada manusia bisa menjadi tuhan….haaa…haaa…haa….jadi sesat khan.
Nih yang begonya lagi pertanyaan dari Mbah Alif tersebut di SKAK MAT sendiri oleh Ghulam Ahmad, fatwa Ahmadiyah dan perkataan Mbah Alif sendiri.
Sekarang kita mulai dari Ghulam Ahmad dan fatwa Ahmadiyah…menurut Ghulam Ahmad dan fatwa Ahmadiyah orang yang mengingkari Ghulam Ahmad adalah orang yang kafir. Ente tahu khan “kafir”…kafir itu juga termasuk sesat karena sesat adalah menyimpang dari kebenaran=salah jalan…..haaa…haaa..
Yang lucunya lagi Mbah Alif mengatakan pendiri Al-Qiyadah sudah keluar dari Islam..itu artinya orang yang keluar dari Islam itu adalah sesat=salah jalan….dan juga itu artinya Al-Qiyadah adalah sesat.
Jadi pertanyaan Mbah Alif yang ditujukan kpd gw “dlm ayat berapa ahmadiyah sesat” berbalik kpd lagi Mbah Alif?….wakakak…..ini namanya “doktrin makan tuan”…wakakak
nih bukti perkataan ente…
[QUOTE=Alif Posted: Nov 8 2007, 04:15 PM]
Mengenai Ahmad Mushadiq sekali lagi gw tegaskan karena beliau udah merubah-rubah shahadat dan Rukun Islam tidak diwajibkan maka gw tidak bisa menerimanya karena sudah keluar dari Islam…jelas?
silahkan klik disini : http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0
Jadi kesimpulan pertanyaan Mbah Alif tsb sesat atau tidaknya suatu golongan, nama golongan tsb harus tercantum dlm Al-Qur’an dan kalau tidak tercantum berarti tidak sesat….wakakak….ente perlu belajar lagi deh dengan tekun kitab Al-Qur’an……wajar aja Mbah Alif tersesat, logika dan akal aja kagak punya…wakakakak.
===========================
Quote:
mayoritas? Siapa itu mayoritas? Kalau semua menerima, terus kenapa terjadi bunuh-bunuhan kepada khalifah dan terjadi perang saudara..
Jawab:
….nggak naik kelas berapa kali ente
atau nggak pernah sekolah 
mayoritas itu nggak hubungannya dengan urusan bunuh-membunuh…tetapi mayoritas itu hubungannya dgn jumlah terbanyak orang yang menerima kekhalifahan khulafa Ar-Rasyidin.
katanya punya referensi orang terkenal malah kenyataannya omong kosong begini.
…membedakan antara “Mayoritas” dengan “Minoritas” aja kagak ngerti 
huaaa…haaa…haaa…ngerti nggak artinya “MAYORITAS”…nih gw jelasin, anggap aja gw sbg guru yang mengajarkan muridnya ttg definisi suatu kata….masak setiap diskusi harus dijelaskan terus definisi suatu kata…bego amat ente
Mayoritas adalah “JUMLAH ORANG TERBANYAK yang memperlihatkan ciri tertentu menurut suatu patokan dibandingkan dengan jumlah yang lain yang tidak memperlihatkan ciri itu”…udah ngerti nggak….jangan lu samain antara “MAYORITAS” dengan “JUMLAH KESELURUHAN”….itu beda ngerti.
Jadi pertanyaannya orang yang menolak khalifah pd zaman Rasulullah itu lebih kecil atau lebih besar
Masih begong dan Masih tetep bego
Apa para pembaca masih percaya ama Mbah Alif….nggak la yaw
===========================
Quote:
Sesat kan kata ente..kalau menurut gw sih tidak sesat tuh..
jawab:
pertanyaan ini sdh dijawab, lihat diatasnya
Sekarang gw mau tanya, ORANG YANG MENGAKU SEBAGAI TUHAN SESAT ATAU TIDAK?????
=======================
Quote:
menunggu figur yang tepat??? Sampe kapan bos?? Masa diantara 2 milyard umat muslim tidak ada satupun yang menjadi figur yang tepat sih? Hehehe khalifah di zaman sahabat yang hidupnya sezaman dgn nabi saw saja saling bunuh-bunuhan, lha gimana kita yang sudah ribuan tahun di tinggal nabi saw? emangnya menurut ente semudah itu menjadi khalifah? maen tunjuk aja??
mimpi kali ye…
duh enaknya hidup dinaungan seorang khalifah…PENUH BERKAH…kacian deh kamu yang tercerai berai..hehehe
Jawab:

Lagipula mana enaknya dipimpin oleh Khalifah Sesat yang dipimpin oleh nabi palsu dan seorang tuhan kalau mati nantinya di neraka….neraka dibilang enak..apa nggak bego tuh…haaa…haaa…haaa. 

berarti diskusi selanjutnya nggak salah kalau ane memanggil ente “Kacung Alif”
wakakak…wakakak…Mbah ingin menuhankan dirinya sendiri….naudzubillahi min dzalik…banyaklah beritghfar…..Ingat lho ente sendiri pernah menulis “kalau Allah tidak menghendaki dan meridoi seorang khalifah “….masih ingat nggak …kok berubah 180 derajat jadi ingin mengatur Allah dengan suatu keharusan “Naudzubillahi min dzalik”…..yang mengatur semuanya adalah Allah Mbah, bukannya manusia…..Ingat Allah mempunyai sifat berkehendak…apa nggak baca tuh apa yang ditulis oleh saudara “farhan” kalau tidak ada khalifah bagaimana sebaiknya langkah yg diambil menurut Rasulullah…
By farhan on Mar 11, 2008 | Reply
baca aja hadits yg ditulis farhan tsb, apa yg dikatakan Rasulullah dalam Hadits tsb Mbah Alif?….gw ulangi lagi, apa katanya Rasulullah Mbah Alif?…coba ente tuliskan lagi
Jadi gw tanya sekali lagi, “ORANG YANG MENGAKU SEBAGAI TUHAN SESAT ATAU TIDAK?????
Terima kasih ya Mbah Alif gw dipanggil “bos”. Biasanya kalau ada “bos” pasti ada “kacung”…berarti ente “kacung” ya Mbah Alif…haa…haaa
==========================
Quote:
hehehe siapa bilang Allah tidak menghendaki adanya seorang khalifah?
Lha Allah sendiri koq yang menjanjikan dan juga dinubuwatkan oleh nabi suci akan adanya khalifah kenabian…
Jawab:
….kalau dtgnya khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah itu mungkin saja selama Allah berkehendak…kacian, kacian oh kacian…ternyata Mbah Alif banyak berkhayal
kalau kebanyakan berkhayal bisa “gila” lho ente….haaa…haaa…haaa
huaaa…haaa..haaa…mau mengatur Allah….naudzubillahi min dzalik….istighfar Mbah…Istighfar….janganlah ente durhaka kepada Allah Mbah…sekali lagi Istighfar…Istighfar….ingat lho kata ente “kalau Allah tidak menghendaki dan meridoi seorang khalifah “.
gw tahulah kalau Rasulullah dalam haditsnya akan datangnya khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah….he…he…itu artinya yang datang khalifah saja tidak ada pernah Allah maupun Rasulullah mengatakan akan datangnya nabi dan seorang tuhan sebelum kedatangan khalifah tsb….wakakak SKAK MAT..Allah mengatakan “khaatman Nabiyyin” & Rasulullah ngomong laa nabiya ba’di jadi mana mungkin adanya lagi nabi apalagi seorang tuhan
==========================
Quote:
Nah kalau tidak ada paksaan dalam agama, kenapa ente memaksakan kehendak agar ahmadi keluar dari keahmadiyahannya
Jawab:
Apa gw maksa Mbah Alif…kapan…gw hanya menghimbau saja dan menawarkan saja. Kalau gw maksa itu sudah pasti ente gw geret-geret sambil diancam segala…apa pernah gw berbuat seperti itu. Urusan ente mau keluar kek mau tetap sesat kek EGP…haaa…haaa…
Menyampaikan kebenaran itu memang tugas gw lif. Beda dengan ente menyebarkan kesesatan dgn begitu bangganya
Jadi jawabannya apa Mbah Alif, Kenapa Agama Kristen, Hindu, budha, dll selain Islam saja yang lebih dari 100 tahun saja nggak hancur-hancur??????
=======================
Quote:
itu artinya ente tidak berakal, alias biadab…hehehe
Jawab:
justru ente pulalah yang biadab dgn menyesatkan umat islam menuju kesesatan.. 
huuaaa…haaa…haaa…apa nggak salah tuh ente ngomong begitu. Dari dulu khan yang tidak berakal itu khan ente. Apa selama ini gw kagak pernah kasih bukti-bukti kesesatan Ahmadiyah
=========================
Quote:
Ahmadiyah adalah ibarat sebuah pohon yang makin lama makin berkembang dan bercabang karena memang takdir Allah
tentu saja yang memeliharanya adalah Allah…
Jadi maksud gw: anggota Ahmadiyah adalah pohonnya, Allah yang memelihara dan andalah sbg pupuknya
(sorry ya biar ente jelas) gw ibaratkan ente itu kotoran kambing…emang ente tidak merasakan telah memelihara..namanya kambing mana ada yang memelihara tanaman, yang ada malah merusak..tapi dibalik itu kotorannya berguna menjadi pupuk untuk tanaman tsb..
masa gitu aja kagak ngerti sih…
Jawab:
nah kalau kotorannya itu yg dimaksud adalah “ajaran sesat” ente
, yang namanya sesat itu “kotor”….pas deh
Mbah kalau non ahmadi itu justru merusak tanaman tsb bukannya memelihara tanaman tsb….haaa…haaa…haaa….mengibaratkan sesuatu saja masih salah malah doktrin makan tuan…..wakakak 


huaa…haaa…haaa……kambing khan tidak punya akal mirip seperti ente yang diberikan bukti kesesatan tapi tetap tidak menggunakan akalnya jadi para ahmadi itu ibaratnya seperti kambing…jadi ente yang berakin itu Ahmadiyah….sepakat deh
Agama selain Islam saja tidak hancur-hancur Mbah bahkan makin berkembang seperti contohnya kristen.. Apa itu artinya Allah memeliharanya….coba dijawab
Percuma deh lu tinggal nyaplok apa yg dikatakan pentolan-pentolan ente. gw udah tahulah doktrin ttg kotoran tsb. Dalam jalsah salanah Syamsir Ali juga ngomong begituan….nggak nyangka yang dimaksud kambing itu adalah ente yg sebagai jemaatnya dan kotorannya adalah ajaran sesat ente….haa…haa..haa.. sehingga berkat ente yg sebagai kotorannya ahmadiyah makin berkembang….wakakak
==============================
Quote:
Pejuang koq kalah terus dimedan perang? Berani karena malu.. Hehehe
Jawab:
Alif menghibur diri…Alif menghibur diri…bukannya ente yang kalah terus, sampe-sampe PRnya menumpuk….
Apa pernah lu jawab pertanyaan gw dibawah ini dan membuktikannya dgn Al-Qur’an.
haaa…haaa..haaa..
GW MAU NANYA HEN, GHULAM AHMAD MENDAKWAKAN DIRI SBG APA AJA HEN? COCOK TIDAK PENDAKWAANNYA DENGAN HADITS YANG LU IMANI? KENAPA GHULAM AHMAD DLM WAHYUNYA ADALAH TUHAN? APA YANG TERTULIS DIDALAM HADITS TTG KEDATANGAN ISA, “ISA BIN MARYAM” ATAUKAH MANUSIA SEPERTI ISA, MUHAMMAD, KRISHNA, BUDHA, DLL”? TOLONG BUKTIKAN DGN AL-QUR’AN TTG KEDATANGAN MANUSIA SEPERTI ISA, MUHAMMAD, KRISHNA, BUDHA, DLL?
haa….haa…itu baru segitu belum yg lainnya
apa pernah tuh dijawab…
=========================
Quote:
membuat suatu pertanyaan saja sudah demikian bingungnya…apa coba maksudnya ini:
” Tolong sebutkan masing-masing kiasannya seperti apa (menurut ente itu khan hanya kiasan). Kemudian apa yang sudah jawab dibuktikan dgn Al-Qur’an.”?
Kiasannya seperti apa? Wakakak…..
Jawab:



Kalau orang bego nggak bakalan ngerti maksud pertanyaan tsb
ente bilang khan Isa ente artikan manusia seperti Isa, muhammad maksudnya juga manusia seperti muhammad, nah kalau budha, krishna, dll apa lho???? khan mudah tinggal ngelanjutin aja khan….jawab gini aja kagak ngerti…..apa lu mau bilang Isa, Muhammad, Musa, Budha, krishna, dll itu semuanya adalah manusia seperti isa…ini malah lebih “bego lagi”….wakakak
Dikias ataupun tidak dikias pun ujung-ujung keok juga karena tidak ada pembuktiannya melalui Al-Qur’an…wakakakak.
Hadits yg Isa ente imani ada nggak menyebutkan bahwa yang turun adalah Muhammad, budha, krishna, dlll….wakakak. Justru kalau ente mengutip hadits turunnya Isa, Nabi ente sama juga seorang pendusta alias dajjal atau nabi palsu karena menurut ente hanya Isa saja yang turun, bukan muhammad, budha, krishna, musa, dll bahkan juga bukan seorang tuhan….wakakak SKAK MAT.
Malu deh kalau selama ini ente menjawab model anak kecil
BTW menurut keyakinan Ahmadi Isa yg turun nanti seorang nabi atau seorang tuhan Mbah Alif????….wakakak
============================
Quote:
Waktu pidato dimana nih?? Soalnya Abu Bakar sering berpidato…
jawab itu dulu biar jelas? Waktunya kapan dan dimana tempatnya…?
Jawab:
Khan gw sudah kasih petunjuk khalifah yg bagaimana yg harus ditaati dan orang yang menolak khalifah itu termasuk apa….itu semua ada dalam pidatonya abu bakar.
=============================
Quote:
Lagian kenapa tidak langsung saja mendengar apa kata Nabi suci saw bahwa khalifah yang akan datang adalah khalifah la min hajin nubuwwah. Kalifah yang berjalan diatas prinsip-prinsip kenabian.. Itu artinya harus ada seorang nabi dulu baru diikuti oleh khalifah…
Jawab:
dan jangan lupa beliau SAW berkata “laa nabiyya ba’di”
jangan lupa ente baca yang diposting oleh farhan pada tgl 11 Maret 2008… 
gw tahulah hadits tersebut….ente mengambilnya khan sepotong-sepotong itu haditsnya…dalam hadits tsb disebutkan yg pertama kali ttg kedatangan nabi, kemudian khalifah la min hajin nubuwwah , kemudian kerajaan, kemudian khalifah la min hajin nubuwwah. Ketika Rasulullah menyebutkan khalifah la min hajin nubuwwah selanjutnya Rasulullah terdiam. Nanti gw carikan tulisan haditsnya selengkapnya. Coba ente perhatikan yg pertama kali Rasulullah menyebutkan kedatangan nabi, selanjutnya ente perhatikan antara “kerajaan” dengan “khalifah la min hajin nubuwwah”, tidak ada sedikitpun Rasulullah mengatakan akan kedatangan nabi apalagi tuhan (naudzubillahi min dzalik)….kalau akan kedatangan nabi pasti Rasulullah sdh menyebutkannya sama seperti diawal perkataannya….wakakak..
Nggak heranlah ente mengutip perkataan Allah ataupun Rasulullah sepotong-sepotong. Itu memang tabiat ente yang suka mendustakan perkataan Allah dan Rasulullah SAW
===========================
Quote:
Lho koq maksa…buktikan aja dulu..paling-paling itu fitnahan ente…kagak jauh-jauh deh…gw yakin..
kalau ente bisa menjamin gw akan masuk surga dan diselamatkan dari neraka jika gw keluar ahmadiyah maka hari ini juga gw akan keluar dari ahmadi..
bisakah ente menjamin gw ? Kalau tidak bisa kenapa maksa?
siapa ente? Koq maksa-maksa keyakinan gw? Allah dan nabinya aja tidak pernah memaksa keyakinan .. Eh ente..Tuhan bukan, Nabi bukan, Ulama pun bukan, punya pengikut aja tidak, Pengikutnya dari dulu Cuma si Nabi lama dan si Mila, 2 orang pengikut setia..wakakak..
Jawab:
….pembaca tahulah kalau orang yang tidak berani itu adalah orang yang berdusta…..mengatakan ahmadiyah nggak pernah berbuat bid’ah tetapi ketika mempertanggungjawabkan apa yang diucapkannya malah keder….wakakak, ujung-ujungnya kelihatan kalau entelah yg sedang berdusta….haaa…haaa..haaa…Ternyata Mbah Alif rela meninggal dlm keadaan sesat ketimbang wafat dlm keadaan mengikuti jalan yg lurus…wakakak….hidup dineraka bagi Mbah Alif lebih nikmat ketimbang di surga….wakakak.
Wakakak…wakakak…tuh khan nggak berani….kalau gw memfitnah untuk apa menantang ente untuk membuktikannya….bego amat ente…wakakak
Selain itu siapa yang maksa….gw hanya ingin membuktikan kpd para pembaca bahwa siapa sebenarnya diantara kita yg berdusta dan siapaun yang berdusta harus menerima konskwensinya dengan menerima adzab dan laknat Allah haa…haaa…haaa…apa ente berani….gitu aja udah keder….maklum pembaca iman mereka(ahmadi) iman tempe….haaa…haa…haa
Jadi saya ulangi lagi ya tantangan gw Mbah Alif:
KALAU SAYA BISA MEMBUKTIKAN AHMADIYAH TELAH BERBUAT BID’AH, BERSEDIAKAH ANDA KELUAR DARI AHMADIYAH?
ente sendiri tahu bidah itu sesat dan kesesatan itu tempatnya di neraka…jadi kalau saya bisa membuktikan ahmadiyah pernah berbuat bid’ah kenapa anda tetap ngeyel tetap berada dalam kesesatan…malah tidak waras ente…dimana-mana orang berusaha untuk tidak masuk neraka…ehhhh ini ente malah seneng masuk kedalam neraka…..waakakak ujung-ujungnya ternyata “bebal” juga…..lagu lama….coba deh ente menjawabnya
nanti urusan ente mengingkari atau tidak sumpah ente itu urusan ente….gw nggak maksa…tinggal ente nanti menerima konskwensinya kalau mengingkari sumpah ente….bagaimana bersedia atau tidak????????
gw yakin deh ujung-ujungnya keok lagi…..haaa…haaa…haaa
===============================
Quote:
kalau ente bisa menjamin gw akan masuk surga dan diselamatkan dari neraka jika gw keluar ahmadiyah maka hari ini juga gw akan keluar dari ahmadi..bisakah ente menjamin gw ? Kalau tidak bisa kenapa maksa?
Jawab:
…..mana ada manusia bisa menjamin orang bisa masuk surga….makanya Al-Qur’an itu dibaca setiap waktu dgn serius…bukannya buku doktrin sesat yang dipelajari terus meneru 
tuh khan para pembaca Mbah Alif kelihatan begonya
===============================
Quote:
Khalifah itu bukan untuk diimani tapi untuk taati…suseh emang diskusi ama orang yang tulalit..
Mengenai Aisyah yang menolak khalifah..lha katanya khalifah itu harus diakui mayoritas umat Islam…gimana sih ente??
kok plinplan..dot com
Jawab:
apa ente dan ahmadiyah mengatakan hukumnya “kafir” Mbah Alif?????? artinya ente mengkafirkan Aisyah dan orang-orang pd zaman Rasulullah, begitukah Mbah Alif? 
wakakak….nah ente ngerti kalau khalifah bukan untuk diimani….itu artinya orang yang menolak khalifah hukumnya bukan kafir toh seperti halnya Aisyah….lalu kenapa Ahmadiyah memfatwa kafir….coba dijawab…wakakak….jadi ente itu yang tulalit….jawaban ini kembali lagi deh pada pidatonya abu bakar. Abu bakar menjelaskan dalam pidatonya orang-orang yang menolak dirinya sbg khalifah termasuk apa dan bagaimana khalifah yang harus ditaati? makanya cari dong referensi buku orang terkenal….wakakak.
Nih gw kasih sedikit penjelasan…..khalifah yang harus ditaati itu adalah khalifah yang mentaati Allah dan Rasulnya sedangkan khalifah tsb menentang Allah tidak ada kewajiban untuk mematuhinya….nah Ghulam Ahmad saja tidak taat kepada Allah dan Rasulnya, jadi kenapa ente mesti taat kepadanya….ingat lho dia it seorang tuhan…jadi sesat….orang sesat tidak wajib dipatuhi……tapi pantas mendapatkan laknat Allah..
Jadi pertanyaannya “orang yang tidak taat thd khalifah hukumnya apa Mbah Alif”?
heee…heee…masih aja kagak ngerti arti mayoritas….wakakak…udah gw kasih definisinya diatas. Apakah menurut ente mayoritas itu jumlah keseluruhan…wakakak…bego amat ente…apa ente anggap aisyah itu mayoritas dan orang yang mengakui khalifah itu minoritas…lebih bego lagi ente….haaa….haa…haaa.
Para pembaca aja pasti akan tertawa geli membaca jawaban ente yang tidak bisa membedakan antara “Mayoritas”, “Minoritas”, dan “Jumlah Keseluruhan”.
=============================
Quote:
Bodoh..mana ada murid idiot ngasih nilai kepada gurunya…apalagi ngasih PR..
Jawab:
wakakakak…wakakak….kapan gw berguru sama ente….haaa…haaa…haaa..MBah Alif menghibur diri…Mbaaaaah Aliiiiiif Menghibuuuuur diriiiiii….haaa…haaa….haa.
Ente aja manggil gw bos berarti ente khan kacung…..dimana-mana bos itu yang ngajarin kacung….haaa…haaa.
===========================
Quote
pertanyaannya lucu lagi:
SIAPAKAH ISA YANG TURUN MBAH ALIF, KALAU BUKAN GHULAM AHMAD?
Gw ini kan meyakini Ghulam Ahmad sebagai Isa yang dijanjikan, lha koq ngasih pertanyaan bego begitu??
Pertanyaan itu tuh justru buat ente-ente…
wasallam
Jawab:
wakakak…wakakakk…wakaak…..kura-kura dalam perahu…INGAK-INGAK DI MILIS MANAPUN ATURAN ENTE TETAP BERLAKU….haaa…haa…haaa
jadi jawabannya apa pertanyaan saya dibawah ini….
SIAPAKAH ISA YANG TURUN MBAH ALIF, KALAU BUKAN GHULAM AHMAD?
GW MAU NANYA LIF, GHULAM AHMAD MENDAKWAKAN DIRI SBG APA AJA HEN? COCOK TIDAK PENDAKWAANNYA DENGAN HADITS YANG LU IMANI? KENAPA GHULAM AHMAD DLM WAHYUNYA ADALAH TUHAN? APA YANG TERTULIS DIDALAM HADITS TTG KEDATANGAN ISA, “ISA BIN MARYAM” ATAUKAH MANUSIA SEPERTI ISA, MUHAMMAD, KRISHNA, BUDHA, DLL”? TOLONG BUKTIKAN DGN AL-QUR’AN TTG KEDATANGAN MANUSIA SEPERTI ISA, MUHAMMAD, KRISHNA, BUDHA, DLL?
wakakakak Mbah Alif udah dipermalukan oleh aturannya sendiri dan PR nya….wakakak
ini masih belum PR lainnya…..masih menumpuk deh….wakakak.
===================
By shadow on Mar 15, 2008
Dari Nu’man bin Basyir.a:
Rasullah bersabda: “Masa kenabian itu berlangsung ditengah-tengah kalian selamanya yang dikehendaki oleh Allah, kemudian dia menangkatnya apa ia menghendaki untukmengangkatnya. Kemudian berlangsung masa khalifah la min hajin nubuwwah selama yang dikehendaki oleh Allah, kemudian dia mengangkatnya apabila Allah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang menggigit selama yang dikehendaki oleh Allah, kemudian Dia mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerjaaan yang sewenang-wenang selama yang dikehendaki oleh Allah, kemudian Dia mengangkatnya apabila Dia menghendaki untukmengangkatnya. Kemudian akan ada khalifah la min hajin nubuwwah. kemudian beliau diam (HR.Ahmad IV/273, Al-Baihaqi)
By farhan on Mar 15, 2008
Quote farhan:
Dari Nu’man bin Basyir.a:
Rasullah bersabda: “Masa kenabian itu berlangsung ditengah-tengah kalian selamanya yang dikehendaki oleh Allah, kemudian dia menangkatnya apa ia menghendaki untukmengangkatnya. Kemudian berlangsung masa khalifah la min hajin nubuwwah selama yang dikehendaki oleh Allah, kemudian dia mengangkatnya apabila Allah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang menggigit selama yang dikehendaki oleh Allah, kemudian Dia mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerjaaan yang sewenang-wenang selama yang dikehendaki oleh Allah, kemudian Dia mengangkatnya apabila Dia menghendaki untukmengangkatnya. Kemudian akan ada khalifah la min hajin nubuwwah. kemudian beliau diam (HR.Ahmad IV/273, Al-Baihaqi)
JAWAB:
Terima kasih Bang Farhan atas haditsnya……
Haloo Kacung Alif…..tunjukin dlm hadits yg ditulis farhan tsb Rasulullah SAW ada mengatakan akan datangnya nabi dan seorang tuhan sebelum kata “khalifah la min hajin nubuwwah”….wakakak
By shadow on Mar 15, 2008
Bung Shadow,
Walau dia sudah ngacir dari sini. Kita ikutin ekornya terus, di Jusman. Dari sana apa dia mau ngacir lagi, habis lah dia. Itu pun kalo dia udah nggak ada rasa malu ama Jusman.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 16, 2008
oke kita kejar Pak.Ane…
Saya sampe tertawa pak postingan Mbah Alif nanyain ttg Ahmad….udah keok begitu masih bebal juga
By shadow on Mar 17, 2008
Quote:
Ente mau bilang gw orang kafir keq, diluar Islam keq, orang Murtad keq, calon neraka keq…
Jawab:
huaaa…haaa…haaa…Nabi ente maupun fatwa Ahmadiyah ngomong apa lif ttg non Ahmadi…percuma deh PR di forum islamic saja ttg “kafir” masih belum dijawab….maklum Mbah Alif pikunnya semakin berat.
nih malunya lagi ente ngomong begini….
[QUOTE=Alif Posted: Nov 8 2007, 04:15 PM]
Mengenai Ahmad Mushadiq sekali lagi gw tegaskan karena beliau udah merubah-rubah shahadat dan Rukun Islam tidak diwajibkan maka gw tidak bisa menerimanya karena sudah keluar dari Islam…jelas?
silahkan klik disini : http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0
==========================
Quote:
Karena ente2 bukan Tuhan yang bisa menentukan seseorang sesat, Islam atau bukan…
Jawab:

Pikun lagi….Apa lupa nabi ente bilang non ahmadi itu sesat……wakakaak….jangan lupa tuh PRnya masih saja belum terjawab di forum Islamic ttg jawaban ente tsb…..Alif mengadopsi pemikirannya JIL
nih ente lihat lagi postingan ente biar puas…
[QUOTE=Alif Posted: Nov 8 2007, 04:15 PM]
Mengenai Ahmad Mushadiq sekali lagi gw tegaskan karena beliau udah merubah-rubah shahadat dan Rukun Islam tidak diwajibkan maka gw tidak bisa menerimanya karena sudah keluar dari Islam…jelas?
silahkan klik disini : http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0
wakkkaaak…senjata makan tuan
=========================
Quote:
Itu menurut Kitab suci kalian..
Jawab:
huaaa…huaa…haaa….tuh alif ngomongnya kpd non ahmadi “kitab suci kalian”….artinya kitab sucinya kita dengan kitab suci alif berbeda….wakakak….non ahmadi berkitabkan “Al-Qu’ran” sedangkan Alif/Ahmadi berkitabkan “Tadzkirah”…wakakak
==================================
Quote:
cuma aneh aja..ente yang mengaku Islam tapi tidak mau menjalankan apa yang diperintahkan oleh Kitab suci ente ya?
Jawab:
hhaaaa…haaa…haaa….tuh kata si alif “kitab suci ente”….artinya kitab suci kita dengan Alif udah beda….wakakak.
========================
Quote:
kebalikannya gw yang dibilang bukan Islam, Kafir, sesat, dsb malah berusaha mengingatkan apa kata Qur’an kepada ente2…
Jawab:
wihh…wihhh…pake memfitnah segala…kapan gw bilang ente bukan Islam, Kafir. Nah kalau sesat gw pernah sih ngomong begitu…..udah ada lah kriteria sesat di Al-Qur’an. Ente saja yang males buka-buka Al-Qur’an.
nih salah contohnya…
QS.33:36,”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
ente khan sudah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya karena membangkang thd perkataan Alllah “Rasulullah adalah penutup para nabi” dan kata Rasulullah “tidak ada lagi nabi sesudahku”. Jadi wajar kalau gw bilang ente itu telah sesat.
Ayat lain ttg sesat ente lihat saja di ahmadiyah.co.nr, ente khan pernah diskusi sama ane ttg hal ini tapi ente bungkam khan
============================
Quote:
Gw jadi inget pesan Nabi yang mengatakan barang siapa yang mengatakan seseorang itu kafir, sesat padahal orang tsb tidak demikian maka kekafirannya akan berbalik kepada dirinya…
Jawab:
Wakakak…wakakakkk…wakakak…Nabi ente dan Ahmadiyah, apa tdk pernah mengatakan non ahmadi kafir…wakakak…wakakaka…wakakak…Nabinya sendiri dan Ahmadiyah di SKAK MAT oleh jawabannya Alif….sebelum ngomong itu ngaca terlebih dahulu Mbah…udah pikun nih orang…..masalah ini udah ada di forum islamic dan PRmu ini belum terjawab sedikitpun oleh ente
=========================
Quote:
Rasul Ahmad jelas sekali tercantum dalam qur’an !
Emang di Qur’an dibilang Nabi Muhammad adalah nabi terakhir euy?
Jawab:
percuma deh PR ente mengenai hal tsb masih belum terjawab dan ujung-ujung malah keok….wakakakak..
========================
Quote:
Emang di Qur’an ada dibilang ahmadiyah sesat euy?
coba ente cari?? kalo ada gw keluar dari ahmadi sekarang juga …
jawab:
sumpah deh lif orang yg membaca pertanyaanmu ini akan menganggap ente ini “super sangat bego sekasli”….wakakak..wakakak….bagaimana dgn “Al-Qiyadah” Mbah Alif. Berarti ente mengakui bahwa Al-Qiyadah itu tidak sesat dikarenakan di Al-Qur’an tidak pernah ada menyebutkan Al-Qiyadah itu sesat 
:D
:D
:D
huaaa…haaa…haaa…haaaa
lucunya ente bilang begini….
[QUOTE=Alif Posted: Nov 8 2007, 04:15 PM]
Mengenai Ahmad Mushadiq sekali lagi gw tegaskan karena beliau udah merubah-rubah shahadat dan Rukun Islam tidak diwajibkan maka gw tidak bisa menerimanya karena sudah keluar dari Islam…jelas?
======================
Quote:
Nabi Lama, ini kelihatannya memang belum pernah baca qur’an, Jelas ada koq di qur’an tercantum adanya seorang Rasul yang akan datang yaitu yang bernama Ahmad..Bukan yang bersifat Ahmad..
Kalau Ahmad = Muhammad
lha ente sendiri mau tidak bersyahadat dengan kata Ahmadarasulullah toh menurut anda Ahmad dan Muhammad itu adalah nama yang sama…
Wakakak lucu juga nih Orang Islam seperti ente..
Mengenai Ahmad untuk siapa..tanyakan aja ke nabi Isa yang mengabarkan akan datangnya rasul ahmad tersebut..toh menurut anda Nabi Isa as masih hidup..kalau masih hidup kan bisa ditemui keberadaannya…wakakak
dan yang mengobok-obok Qur’an itu siapa?
di Qur’an jelas tercantum nama AHMAD apa gw salah kalau gw bilang adanya Rasul Ahmad??
Di Qur’an jelas disebutkan Nabi Isa sudah wafat eh ente bilang masih hidup..
Di qur’an jelas hanya Allah saja yang mengetahui tentang masalah kesesatan eh ente mau nyaingi Allah dgn ngomong ahmadi sesat..
DI Qur’an jelas tertulis yang meridhoi dan berhak memberi nama Islam itu hanya Allah eh
ente mau nyaingi Allah dgn ngomong ahmadi bukan Islam..
Nah coba 4 point diatas saja sudah cukup bagi orang untuk menilai Siapa coba yang mengobok-ngobok isi Qur’an???
Ente lah yang mengobok-ngobok isi QUr’an…!!!
Gw jadi curiga nih, ama ente sepertinya ente adalah agennya Paulus untuk melegitimasi keyakinan bahwa Isa itu adalah Tuhan, sampai ente berani mengobok-ngobok isi Qur’an…???
Aneh ente yang ngaku-ngaku orang Islam koq tidak mau baca qur’an udah gitu seenaknya diobok-obok tulisannya !
wakakak
Jawab:
Aliiiiif Menghiburrr Diriii 1000x
Wakakak…wakakakkk…waakakak….Mbok ya diminum obatnya biar nambah pikunnya
Apa sudah lupa tuh tantangan gw….wakakak…
============================
Quote:
lha ente sendiri mau tidak bersyahadat dengan kata Ahmadarasulullah toh menurut anda Ahmad dan Muhammad itu adalah nama yang sama…
Jawab:
Syahadat saja dihina dan dirubah oleh Mbah Alif…Naudzubillahi min dzalik..orang seperti ini pantas mendapatkan adzab dan laknat dari Allah.
============================
Quote:
Di qur’an jelas hanya Allah saja yang mengetahui tentang masalah kesesatan eh ente mau nyaingi Allah dgn ngomong ahmadi sesat..
Jawab:
kebodohannya diulangi lagi
==========================
Quote:
Gw jadi curiga nih, ama ente sepertinya ente adalah agennya Paulus untuk melegitimasi keyakinan bahwa Isa itu adalah Tuhan, sampai ente berani mengobok-ngobok isi Qur’an…???
Jawab:
gw ente jadi curiga Ghulam Ahmad dan ente adalah “agennya setan”
Huaaa…haaa…haaaa…Ghulam Ahmad ngakunya tuhan lif…..berani sekali Nabi ente mengobok-obok isi Al-Qur’an
=========================
Quote:
Aneh ente yang ngaku-ngaku orang Islam koq tidak mau baca qur’an udah gitu seenaknya diobok-obok tulisannya !
Jawab:
Apa ente pernah baca di Al-Qur’an ada tertulis manusia bisa menjadi tuhan dan mempunyai sebagian sifat-sifat Allah…
=======================
Quote:
DI Qur’an jelas tertulis yang meridhoi dan berhak memberi nama Islam itu hanya Allah eh
ente mau nyaingi Allah dgn ngomong ahmadi bukan Islam..
Jawab:
[QUOTE=Alif Posted: Nov 8 2007, 04:15 PM]
Mengenai Ahmad Mushadiq sekali lagi gw tegaskan karena beliau udah merubah-rubah shahadat dan Rukun Islam tidak diwajibkan maka gw tidak bisa menerimanya karena sudah keluar dari Islam…jelas?
silahkan klik disini : http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0
======================
By shadow on Mar 17, 2008
Dari Jabir bin Abdullah: Rasullulah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pada masa terakhir dari umatku akan ada khalifah yang membagi-bagi harta dengan tiada terhitung.” Al-Juzairi (salah seorang perawi hadits ini) berkata: “Saya bertanya kepada Abu Nadharah dan Abul ‘Ala’: “Apakah anda berdua berpendapat bahwa orang tersebut adalah Umar Abdul Aziz?” Mereka menjawab: ”Bukan!” [HR. Muslim]
By farhan on Mar 17, 2008
Quote farhan:
Dari Jabir bin Abdullah: Rasullulah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pada masa terakhir dari umatku akan ada khalifah yang membagi-bagi harta dengan tiada terhitung.” Al-Juzairi (salah seorang perawi hadits ini) berkata: “Saya bertanya kepada Abu Nadharah dan Abul ‘Ala’: “Apakah anda berdua berpendapat bahwa orang tersebut adalah Umar Abdul Aziz?” Mereka menjawab: ”Bukan!” [HR. Muslim]
JAWAB:
Mbah Alif mana ada hadits yg ditulis farhan tsb menyebutkan akan kedatangan nabi sebelum kedatangan khalifah
By shadow on Mar 17, 2008
Quote:
adanya seorang Rasul yang akan datang yaitu yang bernama Ahmad..Bukan yang bersifat Ahmad..
jawab:
bisa dilihat postingan shadow Posted on Nov 13 2007, 12:57 PM
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=62&st=60#entry2796775
By mila on Mar 17, 2008
Nah masih ada muka nggak ya, Hendy alias Alif alias ….
By Nabi lama on Mar 17, 2008
Tenang gurumu masih nongkrong disini….
semua kebagian tanda tangan..hehehe
Murid-muridku, beberapa Ulama sepakat bahwa yang dimaksud khalifah la min hajin nubuwah diakhir zaman dlm hadist tsb adalah khalifah Imam Mahdi yang berdiri di atas kenabian…
Murid-muridku..Imam mahdi itu artinya pemimpin yang mendapat petunjuk (tentu saja petunjuk dari Allah) beliau juga sebagai khalifah
Sdr. Farhan sudah menquote hadist yang mendukung bahwa khalifah tsb akan membagi-bagikan harta itu artinya khalifah tsb adalah khalifah Imam Mahdi yang akan membagi-bagikan harta
Jadi segeralah kalian berbaiat kepada khalifah Imam Mahdi murid-muridku..
Barang siapa yang tidak ada ikatan baiat di lehernya maka matinya mati jahiliyah…
wakakak
By alif on Mar 18, 2008
Jadi segeralah kalian berbaiat kepada khalifah Imam Mahdi murid-muridku..
Barang siapa yang tidak ada ikatan baiat di lehernya maka matinya mati jahiliyah…
wakakak
janganlah kalian baiat pada dajjal yang mengaku nabi
By mila on Mar 18, 2008
Quote:
Tenang gurumu masih nongkrong disini….
semua kebagian tanda tangan..hehehe
Murid-muridku, beberapa Ulama sepakat bahwa yang dimaksud khalifah la min hajin nubuwah diakhir zaman dlm hadist tsb adalah khalifah Imam Mahdi yang berdiri di atas kenabian…
Murid-muridku..Imam mahdi itu artinya pemimpin yang mendapat petunjuk (tentu saja petunjuk dari Allah) beliau juga sebagai khalifah
Sdr. Farhan sudah menquote hadist yang mendukung bahwa khalifah tsb akan membagi-bagikan harta itu artinya khalifah tsb adalah khalifah Imam Mahdi yang akan membagi-bagikan harta
Jadi segeralah kalian berbaiat kepada khalifah Imam Mahdi murid-muridku..
Barang siapa yang tidak ada ikatan baiat di lehernya maka matinya mati jahiliyah…
wakakak
jawab:
perkataan ulama yg diimani bukannya perkataan Rasulullah 
Wakakak…
Ngaku guru lagi…mana ada kacung menggurui bos
Quote:
Sdr. Farhan sudah menquote hadist yang mendukung bahwa khalifah tsb akan membagi-bagikan harta itu artinya khalifah tsb adalah khalifah Imam Mahdi yang akan membagi-bagikan harta
Jawab:
kalau mengeruk uang dengan pengikutnya membayar berbagai macam candah sih iya 
apa ada dlm hadits tsb menyebut ttg Imam Mahdi dan menyebut akan datangnya nabi….wakakakak
Kapan khalifah ente membagi-bagikan harta
By shadow on Mar 18, 2008
Quote:
Jadi segeralah kalian berbaiat kepada khalifah Imam Mahdi murid-muridku..
Barang siapa yang tidak ada ikatan baiat di lehernya maka matinya mati jahiliyah…
wakakak
Jawab:
hadits beginian lu imani….payah
By shadow on Mar 18, 2008
Khalifah yang mana yang bagi2 harta.
Bukannya khalifah Ahmadi malah ngumpulin chandah?
Buat siapa uang itu dikumpulkan?
Nah, apa ini yang disebut khalifah Imam Mahdi?
Anak lulusan SD Inpres juga ngerti, harta itu dikumpulin buat bikin jamaahnya “keliatan gede”, pemimpinnya kaya,jamaahnya banyak. Padahal….
Pengikutnya banyak yang terpaksa, padahal itu diluar yang diwajibkan (bagi Muslim), zakat.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 18, 2008
Shadow muridku..
jangan GR ya BOS itu singkatan dari Bekas Orang Sakit..hehehe.
Murid2ku janganlah kalian hidup ini terpaku oleh harta dunia…itu bukanlah tujuan hidup manusia diciptakan oleh Allah, jadi murid2ku tidak ada ceritanya Imam mahdi akan membagi-bagikan harta dunia… Untuk urusan harta dunia bukanlah tugas Imam Mahdi dan utusan-utusan Allah untuk merubah nasib kalian… dlm Qur’an dijelaskan hanya kalian sendirilah yang bisa merubah nasib kalian..
Murid2ku janganlah kalian bermimpi dgn kedatangan Imam Mahdi maka semisal beras, minyak tanah, Migor dll akan gratis dibagikan ke jamaahnya..
yang dimaksud harta disini adalah harta Rohani
berupa khazanh-khazanah ilmu agama yang belum tergali…
jadi murid2 ku segeralah kalian berbaris untuk berbaiat dan menerima imam mahdi kalian…
wakakak
By alif on Mar 19, 2008
Ini dia:
“Maka, Tahrik Jadid adalah sebagai
hadiah tanda kepercayaan Allah swt untuk
menyatakan bahwa sebelum berdiri Tertib Baru
menurut Al-Wasiat dengan lengkap, lebih dahulu kita adakan suatu gambaran kecil mengenai Tertib Baru itu berupa TahrikJadid ini supaya dengan usaha yang suci ini akan berdirilah kekuatan pusat dan keuangan untuk lebih meluaskan tabligh Ahmadiyah, yang berarti
meluaskan rencana Al-Wasiat itu.”
TERTIB BARU
MENURUT ALWASIYAT
PETIKAN DARI
BUKU TERTIB BARU
Oleh
HAZRAT MIRZA
BASHIRUDDIN MAHMUD AHMAD
Khalifatul Masih II r.a
JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA
1988
Halaman 19
By Nabi lama on Mar 19, 2008
oh ya satu lagi buat nabi lama muridku yang setia dan tidak pernah lulus2 dari tahun 2005, camkanlah oleh kalian bahwa Imam Mahdi bukanlah seorang konglomerat ataupun seorang Taipan yang bisa membagi-bagikan harta dunia seperti yang kalian impi2kan..
coba kalian pikirkan Bisnis apa yang dikerjakan oleh Imam Mahdi sampai bisa membagi-bagikan harta dunianya ke seluruh pelosok negeri?
Murid2ku bukalah tirai yang menutup hati dan otak mu agar kalian bisa berpikir lebih terang..
Janganlah karena azab yang ditimpakan kepada bangsa Indonesia ini seperti beras mahal, harga sembako mencekik leher kalian, minyak tanah susah, minyak goreng mahal bencana dimana-mana dll maka kalian kemudian berkhayal dengan kedatangan Imam mahdi yang membawa harta dunia untuk dibagi-bagikan kepada rakyat miskin kemudian rakyat akan sejahtera
tidak ada ceritanya itu…
Terimalah azab tsb dengan lapang dada dan beristiqomahlah kalian
oh ya murid-muridku janganlah kalian menyalahkan Tuhan dan pemimpin-pemimpin kalian karena semua kerusakan yang ada dimuka bumi ini dikarenakan ulah manusia juga ulah kalian juga..
yang sudah menyia-nyiakan kedatangan Imam mahdi seorang utusan Allah….
Allah tidak akan mengazab suatu umat sebelum didatangkan seorang Rasul kepada mereka
segeralah kalian untuk berbaris dan antri (seperti ibu-ibu yang menanti pembagian minyak tanah) untuk berbaiat kepada Imam Mahdi kalian agar bencana dan berbagai penderitaan di Indonesia segera berakhir…
wakakak
By alif on Mar 19, 2008
Quote:
Shadow muridku..
jangan GR ya BOS itu singkatan dari Bekas Orang Sakit..hehehe.
JAWAB:
wakakak…wakakak berusaha berkelit….kalau memang itu artinya kenape nggak disebut dari dulu-dulu Kacung…
Quote:
Murid2ku janganlah kalian hidup ini terpaku oleh harta dunia…itu bukanlah tujuan hidup manusia diciptakan oleh Allah, jadi murid2ku tidak ada ceritanya Imam mahdi akan membagi-bagikan harta dunia… Untuk urusan harta dunia bukanlah tugas Imam Mahdi dan utusan-utusan Allah untuk merubah nasib kalian… dlm Qur’an dijelaskan hanya kalian sendirilah yang bisa merubah nasib kalian..
JAWAB:
Wakakak…wakakak berkelit lagi.. Ceritanya nggak ada lagi nabi gitu aja kok repot..
Quote:
Murid2ku janganlah kalian bermimpi dgn kedatangan Imam Mahdi maka semisal beras, minyak tanah, Migor dll akan gratis dibagikan ke jamaahnya..
yang dimaksud harta disini adalah harta Rohani
berupa khazanh-khazanah ilmu agama yang belum tergali…
jadi murid2 ku segeralah kalian berbaris untuk berbaiat dan menerima imam mahdi kalian…
wakakak
JAWAB:
Harta rohani berupa ilmu sesat… Wakakak
Kesimpulannya Alif Menghibur diri
By shadow on Mar 19, 2008
Quote:
oh ya satu lagi buat nabi lama muridku yang setia dan tidak pernah lulus2 dari tahun 2005, camkanlah oleh kalian bahwa Imam Mahdi bukanlah seorang konglomerat ataupun seorang Taipan yang bisa membagi-bagikan harta dunia seperti yang kalian impi2kan..
coba kalian pikirkan Bisnis apa yang dikerjakan oleh Imam Mahdi sampai bisa membagi-bagikan harta dunianya ke seluruh pelosok negeri?
Murid2ku bukalah tirai yang menutup hati dan otak mu agar kalian bisa berpikir lebih terang..
Janganlah karena azab yang ditimpakan kepada bangsa Indonesia ini seperti beras mahal, harga sembako mencekik leher kalian, minyak tanah susah, minyak goreng mahal bencana dimana-mana dll maka kalian kemudian berkhayal dengan kedatangan Imam mahdi yang membawa harta dunia untuk dibagi-bagikan kepada rakyat miskin kemudian rakyat akan sejahtera
tidak ada ceritanya itu…
Terimalah azab tsb dengan lapang dada dan beristiqomahlah kalian
oh ya murid-muridku janganlah kalian menyalahkan Tuhan dan pemimpin-pemimpin kalian karena semua kerusakan yang ada dimuka bumi ini dikarenakan ulah manusia juga ulah kalian juga..
yang sudah menyia-nyiakan kedatangan Imam mahdi seorang utusan Allah….
Allah tidak akan mengazab suatu umat sebelum didatangkan seorang Rasul kepada mereka
segeralah kalian untuk berbaris dan antri (seperti ibu-ibu yang menanti pembagian minyak tanah) untuk berbaiat kepada Imam Mahdi kalian agar bencana dan berbagai penderitaan di Indonesia segera berakhir…
wakakak
JAWAB:
Alif menghibur diri dan berkhayal…nunjukin buktinya aja udah keok..
Jadi kesimpulannya..SIAPA ISA YANG TURUN LIF KALAU BUKAN GHULAM AHMAD?
By shadow on Mar 19, 2008
Lif tolong dong artikan “KHALIFAH” ?
By shadow on Mar 19, 2008
Sumir sekali jawaban Alif alias Hendy.
Duit Ahmadiyah itu ditujukan buat ongkos penyebaran ajaran Ahmadiyah. Mimpinya sih pengen seperti Keuskupan di Roma, tapi yang diajarkan adalah kesesatan. Ndompleng nama Islam, padahal bukan.
Saya pasti ngerti pertanyaan lanjutan si Alif ini. Apa itu Islam?
Dia pengen ajaran Islam itu dilebarkan sejauh logika dia bisa capai, buat merangkul pemikiran bahwa sesorang yang ditunggu oleh ummat-ummat lain itu adalah MGA.
Perjalanan waktu sudah membuktikan bukan MGA atau yang lain yang pernah mengaku-ngaku Imam Mahdi atau Nabi Isa (atau sekaligus keduanya), sebagai orang yang ditunggu.
Justru Nabi SAW lah, yang dianggap orang yang paling berpengaruh di muka bumi ini, semua orang mengakui itu kecuali orang-orang kafir. Sampai detik ini, orang masih tidak meragukannya.
Orang semacam MGA ini selalu memanfaatkan pemikiran orang lain bahwa dia lah orang yang ditunggu, guna memenuhi hasrat dia untuk menyebarkan pemikiran/ajaran yang jelas-jelas menyalahi kaidah-kaidah/sendi-sendi agama Islam.
Masalah ada persamaan diantara ajaran lain di luar Islam, spt. Hindu, Budha, Kong Hu Chu, saya sendiri sudah ngerti. Seperti kepercayaan akan adanya hari akhir, hari kebangkitan, surga dan neraka, dsb. Wallahualam. Itu memang Allah sudah takdirkan bahwa ajaran Islam merupakan agama samawi yang benar, yang berakar pada ajaran Tauhid (mengesakan Allah).
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 20, 2008
Quote Alif :
yang dimaksud harta disini adalah harta Rohani
berupa khazanh-khazanah ilmu agama yang belum tergali…
JAWAB:
wakakakak….bego amat ente….bego semakin dipelihara…doktrin ente malah senjata makan tuan…nurut aja yang gw bilang…itu hadits dhaif lif ttg kedatangan Mahdi….apa sdh ketemu ayatnya lif
sampe orang nggak mau menerimanya, gitu khan Mbah Alif menurut hadits yang ente imani….mana ada harta rohani berupa khazanah2 ilmu agama yang belum tergali sampe orang-orang menolaknya…mana ada ilmu agama sampe ditolak Mbah….kalau Ilmu agama sesat baru orang menolaknya
JADI SIAPA ISA YG DATANG LIF KALAU BUKAN GHULAM AHMAD ?????
memalukan sekali sih ente
By shadow on Mar 20, 2008
Quote:
oh ya satu lagi buat nabi lama muridku yang setia dan tidak pernah lulus2 dari tahun 2005, camkanlah oleh kalian bahwa Imam Mahdi bukanlah seorang konglomerat ataupun seorang Taipan yang bisa membagi-bagikan harta dunia seperti yang kalian impi2kan..
coba kalian pikirkan Bisnis apa yang dikerjakan oleh Imam Mahdi sampai bisa membagi-bagikan harta dunianya ke seluruh pelosok negeri?
Murid2ku bukalah tirai yang menutup hati dan otak mu agar kalian bisa berpikir lebih terang..
JAWAB:
Jadi kesimpulannya hadits mahdi tsb dengan akal saja tidak bisa diterima apalagi dengan Al-Qur’an. Ingak…ingak… “imam mahdi tidak terdapat dlm Al-Qur’an”…kenapa mesti dipercayai….ente lebih percaya ulama ketimbang Allah…naudzubillahi min dzalik…
By shadow on Mar 21, 2008
Quote Alif:
Murid-muridku, beberapa Ulama sepakat bahwa yang dimaksud khalifah la min hajin nubuwah diakhir zaman dlm hadist tsb adalah khalifah Imam Mahdi yang berdiri di atas kenabian…
JAWAB:
Harap dicatat “PERKATAAN ULAMA” bukan perkataan Allah maupun Rasulullah….wakakak
Kembali pd hadits yg dikutip farhan diantara kerajaan dan khalifah la min hajin nubuwah, adakah Rasulullah menyebut kedatangan Nabi…wakakak
Quote:
khalifah la min hajin nubuwah diakhir zaman dlm hadist tsb adalah khalifah Imam Mahdi
JAWAB:
wakakak 
jadi menurut ente Imam Mahdi berpangkat khalifah dan bukan berpangkat Nabi
By shadow on Mar 21, 2008
Jadi ngemeng yang bener Ghulam Ahmad itu Khalifah atau nabi ????

tolong sekalian tuliskan definisi dari khalifah?
By shadow on Mar 22, 2008
Bung Shadow,
Seperti ditulis oleh moderatornya di atas:
“Apakah Ahmadiyah bentuk lain dari musuh-musuh Islam yang ingin memporak porandakan Islam? Bila memang salah kaprah dari hal-hal dan aturan yang jelas tertulis di Al Quran dan Al Hadits, maka sudah sepatutnya Ahmadiyah dilarang. Gak perlu lah denger lagi pejuang HAM, kebebasan beragama dan lainnya. Suru mereka kelaut aja.”
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 24, 2008
Mereka lebih percaya “Tadzkirah” ketimbang “Al-Qur’an
By shadow on Mar 24, 2008
Saya quote dari pernyataan Sdr. Ahmad di atas:
“Dan Ahmadiyah bukan sebagai suatu independent absolut
Melainkan Islam sejati yang untuk sementara menamakan Ahmadiyah yang diperuntukan untuk memisahkan kadar2 yang tidak murni.”
Nah jelas kan, kenapa masih ngotot pake/ndompleng nama Islam sih. Pake aja nama agama Ahmadiyah.
Selesai tuh urusan (maksud dari saya mencantumkan “Lakum diinukum waliya diin”).
Agama saya Islam dan Anda Ahmadiyah.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 24, 2008
ba ta sak jim khak khok dal dzal ro zal sin syin shod dhlot ain ghoin fak kof kaf lam mim nun wawu….
By alif on Mar 24, 2008
Bung Shadow,
Kita liat orang yang nggak bisa jawab, malah ngelantur… He..he…
Bung saya mau garis bawahi kata2 Sdr Ahmad:
“untuk memisahkan kadar2 yang tidak murni”
apa kita juga nggak boleh memisahkan dia dari agama Islam, sementara dia menganggap dia sendiri Islam.
Saya pikir sih terserah dia mau anggap dia sendiri Islam sejati atau Islam jungkir balik. Yang jelas kalo nama ajaran yang keluar adalah nama Islam, nah ini menyinggung agama Islam kita bukan?
Logika akal sehatnya kan seperti itu. Nggak tau kalo mereka masih punya akal sehat atau nggak.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 25, 2008
Quote Nabi Lama:
Bung Shadow,
Kita liat orang yang nggak bisa jawab, malah ngelantur… He..he…
JAWAB:
Saking tersudutnya menjawab jawaban kita sampe ngelantur…apa ada omongan lain lif
Quote Nabi lama:
Bung saya mau garis bawahi kata2 Sdr Ahmad:
“untuk memisahkan kadar2 yang tidak murni”
apa kita juga nggak boleh memisahkan dia dari agama Islam, sementara dia menganggap dia sendiri Islam.
Saya pikir sih terserah dia mau anggap dia sendiri Islam sejati atau Islam jungkir balik. Yang jelas kalo nama ajaran yang keluar adalah nama Islam, nah ini menyinggung agama Islam kita bukan?
Logika akal sehatnya kan seperti itu. Nggak tau kalo mereka masih punya akal sehat atau nggak.
Wassalam,
JAWAB:
harap citatat perkataan tsb pak.
By shadow on Mar 25, 2008
Demi Allah,
perkataan sdr. alif yang ngelantur tsb bukan berasal dari gw Alif yang selama ini menjadi guru kalian..
oh ya kenapa gw sama sekali tidak mau menjawab ocehan kalian? karena sampai sekarang pertanyaan gw ini tidak pernah dijawab oleh si nabi lama padahal dia merasa sebagai pemilik nama Islam
nah pertanyaannya simple:
Apa definisi Islam?
gitu aja koq berbelit-belit..
By alif on Mar 25, 2008
Umar bin Khothob r.a. berkata: Ketika kami berada di sisi Rosululloh SAW, tiba-tiba kami didatangi oleh seorang laki-laki yang sangat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya, hingga tak kelihatan pada dirinya bekas perjalanan yang melelahkan. Tidak seorangpun dari kita mengenalnya, sehingga ia duduk di samping Nabi SAW dan kedua lututnya disandarkan pada lutut Nabi. Kedua tangannya diletakkan di atas kedua lutut Nabi sambil menanyakan:
Yaa Muhammad, mal islaam?
Artinya: Ya Muhammad, apakah Islam itu?
Maka Nabi SAW menjawab:
Al islaamu antsyhada anlaa ilaaha illallahi wa anna muhammadar rosuulullahi wa tuqiimus sholat wa tu’tiz zakaata wa tasuuma romadhoona wa tahajjul baita inistatho’tu ilaihi sabiila
Artinya:
Islam itu adalah:
- Hendaklah kamu bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut disembah melainkan Alloh dan bahwa sesungguhnya Muhammad itu utusan Alloh.
- Dan hendaklah kamu mendirikan sholat
- Dan hendaklah kamu memberikan zakat.
- Dan hendaklah kamu berpuasa di bulan romadhon
- Dan hendaklah kamu mengerjakan haji ke Baitulloh kalau kamu dapat menjalankannya jika mampu)
Laki-laki itu berkata: “Engkau benar.”
Maka kami heran padanya, ia menanya Nabi SAW (seakan-akan ia belum tahu) dan ia membenarkannya (seperti orang yang tahu).
Laki-laki itu bertanya lagi tentang iman dan ihsan dst.
Setelah peristiwa itu, Umar berkata: “Lalu lama saya diam.”
Kemudian beliau (Nabi) bertanya: “Ya Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya itu?”
Kataku: “Alloh dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.”
Nabi bersabda: “Sesungguhnya itu Jibril. Ia datang kepadamu untuk mengajarmu tentang agamamu.” (HR Muslim)
Sudah cukup Akang Alif?
Kalo kurang lihat di:
http://www.dtjakarta.or.id/content/view/162/33/
Met baca….
By Nabi lama on Mar 25, 2008
nah jelaslah dari komentar anda sendiri mengenai definisi Islam tsb maka sekali lagi gw tegasken disini bahwa ahmadiyah pun bisa dikatakan sebagai Islam karena menjalankan apa yang menjadi kriteria rukun Islam tsb. Paham?
Lalu dari mana anda bisa mengatakan bahwa ahmadiyah bukan Islam padahal ahmadiyah sudah mengikuti apa yang disebutkan oleh kanjeng Rasulullah saw di atas tsb?
Apakah anda lebih tahu dari Rasulullah tsb?
Ataukah anda sama sekali tidak menggubris perkataan Rasulullah saw tsb sampai mengabaikan kriteria2 yang sudah dibuat oleh Rasul mengenai “Islam” ?
jelas sdr. nabi lama?
By alif on Mar 25, 2008
Dear Akang Alif,
Rasulullah sudah wafat, jadi penerus/pewaris Beliau itu adalah para Ulama.
Nah, Ahmadiyah kalo mau jungkir balik (mau ikut jalanin rukun Islam) juga kalo kesepakatan ulama bukan Islam, mau apa lagi?
Yang jadi masalah diantara kita ini karena Akang ini masih ngotot mau pake nama Islam. Padahal menurut orang Islam sendiri Anda itu bukan Islam. Silakan tanya orang NU atau Muhammadiyah tetangga Akang.
Jadi, orang yang nggak ngerti Islam pun akan terseret ke ajaran Ahmadiyah. Nah dosa itu siapa yang nanggung?
Sakie wae ah, cape deh….
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 26, 2008
Nabi Lama (kelamaan),
Nabi Saw memang sudah wafat dan beliau juga mengingatkan kepada kita agar kita harus hati-hati di akhir zaman nanti, dimana ulama-ulama adalah seburuk-buruknya makhluk di kolong langit ini (hadist) dan beliau pun mewanti-wanti kepada umatnya agar mau berbaiat kepada Imam Mahdi akhir zaman.
sudahkah anda mengikuti perintah nabi tsb?
masalah ahmadiyah atau bukan kenapa harus bertanya kepada NU atau Muhammadiyah? kenapa anda tidak mau mengikuti kriteria Islam yang sudah dibuat oleh Rasulullah sendiri? padahal hadist tsb anda yang copy paste tapi anda sendiri malah ingkar kepada hadist tsb.. aneh..
anda ini pengikut Rasulullah saw bukan sih?
wassalam,
By alif on Mar 26, 2008
Quote:
“kepada kita agar kita harus hati-hati”
Jawab:
Akang bisa menimbang-nimbang dengan nurani Akang sendiri, apakah hadist (ttg ulama yang buruk) itu sudah berlaku sekarang?
Sekarang Anda timbang2 sendiri, mana yang buruk para Ulama sekarang atau Mirza Ghulam Ahmad dan khalifahnya. Resiko Anda tanggung sendiri, kalo Anda ikut MGA dan khalifahnya, sebagai pengikut agama di luar Islam (Akang tau sendiri ayat Quran yang menyebutkan sbg orang yang merugi).
Tentang hadist Nabi SAW, Imam Mahdi, insya Allah akan saya ikuti jika memang bukti-bukti tentang itu telah melengkapi/menyertainya.
Saya nukilkan lagi ya Kang:
Lakum dinukum waliya diin.
Wassalam,
By Nabi lama (biar lama asal selamat) on Mar 26, 2008
Quote Alif:
Nabi Saw memang sudah wafat dan beliau juga mengingatkan kepada kita agar kita harus hati-hati di akhir zaman nanti, dimana ulama-ulama adalah seburuk-buruknya makhluk di kolong langit ini (hadist) dan beliau pun mewanti-wanti kepada umatnya agar mau berbaiat kepada Imam Mahdi akhir zaman.
JAWAB:
Mubaligh Ahmdiyah termasuk ulama juga khan Mbah…heee..hee..jadi ulama yang buruk salah satunya ulama yang mengajarkan kesesatan seperti ulama ahmadiyah. 
Jadi menurut hadits yg ente imani Imam Mahdi itu pangakatnya apa Mbah ????
Quote:
padahal hadist tsb anda yang copy paste tapi anda sendiri malah ingkar kepada hadist tsb.. aneh..
anda ini pengikut Rasulullah saw bukan sih?
JAWAB:
jadi kenapa ente mengingkari perkataan Rasulullah
bahkan Rasulullah mengatakan “tidak ada lagi nabi sesudahku” tetapi kenapa pula ente mengingkarinya 
hii..hii…kalau ente pengikut Rasulullah kenapa ente mengingkari perkataan Rasulullah lif.
Rasulullah mengatakan setelah kerajaan mengatakan “Khalifah ‘ala minhaj annubuwah/khalifah diatas minhaj nubuwwah” dan tidak ada mengatakan setelah kerajaan akan kedatangan seorang nabi
Banyak hadits-hadits dha’if dan maudhu’ mengatasnamakan Rasulullah…nah ente harus berhati-hati itu. Al-Qur’an lah sebagai alat ukurnya lif bukannya wahyu yg diterima Ghulam Ahmad sebagai alat ukurnya
Quote Alif:
anda ini pengikut Rasulullah saw bukan sih?
JAWAB:
Tanyakan pada hatimu, apakah ente pengikut Rasulullah SAW ataukah pengikut Mirza
By shadow on Mar 27, 2008
lif pengertian ulama khan udah pernah ane jelasin di forum islamic….masak nggak nyantol juga. INGAK ulama pengertiannya adalah orang yang berilmu dan mubaligh ente termasuk ulama juga

jadi hadits itu bisa terkena kepada ulama manapun termasuk ulama Ahmadiyah.
By shadow on Mar 27, 2008
1. Shadow cucuku baca dong kelanjutan hadist tsb tentu saja Ulama yang dimaksud adalah ulama2 yang sering menghamburkan fitnah…
nah siapa kah ulama yang sering menghamburkan fitnah bahwa ahmadiyah itu bla..bla..bla…???
hehehe gitu aja bingung.
2. Shadow cucuku sekaligus muridku yang idiot
Tentu saja jangan mencampur adukan sistim pemerintahan Islam pasca nabi dengan kedatangan nabi lagi, Masalah kedatangan nabi lagi dalam hadist tsb memang tidak diberitakan tapi diberitakan didalam hadist2 lain yang lebih mutawatir
3. masalah “tidak ada nabi lagi setelah ku”
memang beliau mengatakan dalam hadist2 sahih demikian tapi jangan lupa pula nabi juga mengatakan akan adanya nabi lagi yang datang setelahnya yaitu nabi Isa as yang tercantum dalam hadist2 mutawatir..
Dilihat dari derajatnya seharusnya justru hadist mutawatirlah yang wajib di Imani
Mustahil nabi mengatakan hal yang bersebrangan !
coba renungkan apa maksud nabi berkata demikian?? ini gw copas dari berbagai sumber :
Imam Jalaluddin as-Suyuthi memahami hadits L? Nabiyya Ba’d? sebagai berikut:
Orang yang berprasangka itu berkata, “tapi dalilnya adalah, ‘Tidak ada wahyu setelahku’”. Kami berkata, “Hadits ini dengan lafazh seperti ini adalah tidak benar”. Orang yang berprasangka itu berkata, “Dalilnya adalah hadits, Tidak ada nabi setelahku”. Kami mengatakan: Kasihan sekali engkau, tidak ada dalil pada hadits ini dari sisi mana pun, karena yang dimaksudkan oleh hadits ini adalah: tidak muncul setelahku seorang nabi dengan syariat yang menghapus syari’atku, sebagaimana yang ditafsirkan oleh para ulama.
II. Imam al-Rabban? al-Quthb Abdul Wahhab asy-Syafi’i asy-Sya’rani rh (898 – 983 H.).
Imam Abdul Wahhab asy-Syafi’i asy-Sya’rani rh. memahami hadits L? Nabiyya Ba’d? sebagai berikut:
“Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “L? Nabiyya Ba’d? Wal? Ras?la” itu berarti:Tidak ada Nabi dan Rasul yang membawa syari’at baru sesudahku”.
III. Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi rh (560 – 638)
Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi menjelaskan hadits L? Nabiyya Ba’d? sebagai berikut:
“Maksud Hadis “L? Nabiyya Ba’d? ialah tidak akan ada lagi Rasul dan Nabi yang mengikuti syari’at yang menyalahi syari’atku bahkan apabila ada Nabi nanti dia akan mengikuti hukum syari’atku”
Jadi tafsir Ahmadiyah itu sudah sesuai dengan ulama-ulama salaf yang dulu..kalo ente tidak mau mengikuti ulama2 salaf yah udah..itu urusan ente..
Lakum dinukum waliyadin..
hehehe
By alif on Mar 27, 2008
Quote:
memang beliau mengatakan dalam hadist2 sahih demikian tapi jangan lupa pula nabi juga mengatakan akan adanya nabi lagi yang datang setelahnya yaitu nabi Isa as yang tercantum dalam hadist2 mutawatir..
Dilihat dari derajatnya seharusnya justru hadist mutawatirlah yang wajib di Imani
Mustahil nabi mengatakan hal yang bersebrangan !
Jawab:
Nabi SAW memang tidak mengatakan yang bersebrangan. Ingat juga, ada hadist yang menyebutkan tiada nabi antara Beliau dan Nabi Isa AS. Itulah yang dimaksudkan Beliau, laa nabiya ba’di.
Nah, kalo ada MGA yang ngaku sebagai nabi baru, itu kan jelas-jelas menyalahi Hadist. Apalagi kalau MGA sendiri ngaku2 sebagai Nabi Isa yang diutus.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 28, 2008
Ini Kang:
Menurut hadis Nabi SAW:
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abi Hurairah, bahwa Nabi bersabda: “Para Nabi itu bersaudara seayah berlainan ibu, dan Din mereka satu. Dan aku adalah manusia yang paling dekat dengan ‘Isa putra Maryam’, karena antara aku dan dia tidak ada nabi lagi. Dan sesungguhnya dia akan turun kembali ke bumi, maka jika kamu melihatnya maka kenalilah dia.”
(Musnad Ahmad 2:406 dan hadis ini shahih).
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 28, 2008
laamm mimm…
By alif on Mar 28, 2008
- Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya .
- Dia menurunkan Al Kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,
- sebelum , menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan . Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan .
- Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak di langit.
Maha Benar Allah dengan FirmanNya.
By Nabi lama on Mar 28, 2008
Quote kacung Alif:
1. Shadow cucuku baca dong kelanjutan hadist tsb tentu saja Ulama yang dimaksud adalah ulama2 yang sering menghamburkan fitnah…
nah siapa kah ulama yang sering menghamburkan fitnah bahwa ahmadiyah itu bla..bla..bla…???
hehehe gitu aja bingung.
JAWAB:
klop dah hadits yang ente bawakan mengena kepada ulama-ulama ente 
Alif Kacungku…..Mubaligh dan pentolan-pentolan ente sering mengutip dan menggunakan hadits-hadits Dha’if dan maudhu’ apa itu juga bukan ulama yang sering menghambur-hamburkan fitnah….yang difitnah Rasulullah lagi…Naudzubillahi min Dzalik…Makenye Rasulullah mengingatkan kpd umatnya siapa saja yang mendustakan atas namaku neraka tempatnya karena beliau tahu sesudah beliau wafat akan ada orang-orang yang memfitnah beliau yang mengatasnamakan beliau
———————————-
Quote:
2. Shadow cucuku sekaligus muridku yang idiot
Tentu saja jangan mencampur adukan sistim pemerintahan Islam pasca nabi dengan kedatangan nabi lagi,
JAWAB:
kenapa ente mengingkari hadits yg dikutip farhan..ingaklah “Khalifah ‘ala minjah annubuwah/Khalifah diatas cara kenabian” sebelumnya tidak diberitakan akan kedatangan nabi.
jadi begitu jelas sekali “khalifah ‘ala minhaj annubuwah” tidak berpangkat nabi alias manusia biasa
Jadi kacungku Alif yang super idiot janganlah ente ingkar atas perkataan Rasulullah tsb 
Alif kacungku yg super idiot
Rasulullah sendiri menyebut kedatangan nabi yaitu dirinya sendiri dan dilanjutkan kemudian Rasulullah menyebut ‘Khalifah ‘ala minjah Annubuwah/khalifah diatas cara kenabian” kepada khulafaur rasyidin
———————————————-
Quote Alif:
Masalah kedatangan nabi lagi dalam hadist tsb memang tidak diberitakan tapi diberitakan didalam hadist2 lain yang lebih mutawatir.
JAWAB:
…BTW hadits mutawatir mana yg menyebutkan akan kedatangan nabi apalagi kedatangan tuhan
….bisa ente tunjukkan ayatnya dalam Al-Qur’an kacungku
ingak lho hadits kedatangan “nabi” dan “tuhan” untuk menguatkan pendakwaan Ghulam Ahmad. Syarat hadits mutawatir itu apa kacung Alif? 

Kacungku alif yang makin bertambah idiotnya….kenapa ente plin-plan..Sebelumnya ente mengatakan “khalifah ‘ala minhaj annubuwah” adalah khalifah mahdi yang menurut keyakinan ente “mahdi” adalah seorang nabi dan menurut keyakinan ente pula Mahdi=Isa lalu kenapa ente plin-plan khalifah ‘ala minhaj annubuwah bukanlah nabi dan ente malah mengalihkan kehadits lain untuk menjelaskan kedatangan nabi.
Ujung-ujungnya paling perkataan manusia. Manusia disetarakan dengan Allah…Naudzubillahi min Dzalik…banyak-banyaklah beristighfar Kacungku
oh yaa kacungku Alif….Ghulam Ahmad mendakwakan apa saja?
———————————————–
Quote:
3. masalah “tidak ada nabi lagi setelah ku”
memang beliau mengatakan dalam hadist2 sahih demikian tapi jangan lupa pula nabi juga mengatakan akan adanya nabi lagi yang datang setelahnya yaitu nabi Isa as yang tercantum dalam hadist2 mutawatir..
Dilihat dari derajatnya seharusnya justru hadist mutawatirlah yang wajib di Imani
JAWAB:
wakakak…wakaakakak…wakakak…kacungku alif ente kok semakin bertambah idot….adakah dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan Isa dan manusia seperti Isa, Muhammad, budha, krishna, Khog hu chu, dll akan turun. Mutawatir berdasarkan siapa lif? berdasarkan Manusiakah ….haaa…haaa…haaa ente menyetarakan manusia dengan Allah…..Naudzubillahi min Dzalik..
Jadi gw ulangi lagi pertanyaannya, Syarat-syarat hadits mutawatir itu apa? tolong dijawab yg lengkap
—————————————————————–
Quote Alif:
Mustahil nabi mengatakan hal yang bersebrangan !
Jawab:
Kacungku…Banyak hadits-hadits Dh’aif dan maudhu’ mengatasnamakan Rasulullah makanya Rasulullah memperingatkan umatnya barang siapa yg mendustakan atas namanya balasannya adalah neraka…Rasulullah mengatakan tsb karena pasti Allah telah memberitahukan akan adanya orang-orang yang mendustakan perkataan beliau SAW yang mengatasnamakan beliau SAW. Jadi untuk mengukur kesahihan sebuah hadits alat ukurnya adalah Al-Qur’an….ngerti tidak kacungku 
malulah ente berkata Isa akan dtg tetapi ente sendiri sampai sekarang belum bisa membuktikan melalui Al-Qur’an. Al-Qur’an ente kesampingkan dan kitab-kitab hadits ente setarakan dengan Al-Qur’an….Naudzubillahi min Dzalik.
Kacungku Alif….Rasulullah tidak pernah mengatakan sesuatu hal yg bersebrangan dengan apa yang pernah diucapkannya. Kalau ada hadits yang berseberangan dengan apa yang pernah diucapkannya itu berarti hadits tsb adalah Hadits palsu
Dalam Al-Qur’an Surat An Najm ayat 4: “Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”.
Jadi Rasulullah dlm mengatakan sesuatu berdasarkan wahyu yang diterimanya yang berasal dari Allah SWT. Jadi untuk mengukur keshahihan sebuah hadits alat ukurnya adalah Al-Qur’an. Apa ente sudah ketemu ayatnya lif ttg kedatangan manusia seperti Isa, Muhammad, Budha, krishna, musa, dll? Malu ah pertanyaan selalu ditanyakan kepada ente tetapi ente bungkam seribu bahasa
——————————————————-
coba renungkan apa maksud nabi berkata demikian?? ini gw copas dari berbagai sumber :
silahkan ente copas…apa yang ente copas itu sumbernya berasal dari Al-Qur’an kacungku
——————————————————
Quote Alif:
Imam Jalaluddin as-Suyuthi memahami hadits L? Nabiyya Ba’d? sebagai berikut:
Orang yang berprasangka itu berkata, “tapi dalilnya adalah, ‘Tidak ada wahyu setelahku’”. Kami berkata, “Hadits ini dengan lafazh seperti ini adalah tidak benar”. Orang yang berprasangka itu berkata, “Dalilnya adalah hadits, Tidak ada nabi setelahku”. Kami mengatakan: Kasihan sekali engkau, tidak ada dalil pada hadits ini dari sisi mana pun, karena yang dimaksudkan oleh hadits ini adalah: tidak muncul setelahku seorang nabi dengan syariat yang menghapus syari’atku, sebagaimana yang ditafsirkan oleh para ulama.
II. Imam al-Rabban? al-Quthb Abdul Wahhab asy-Syafi’i asy-Sya’rani rh (898 – 983 H.).
Imam Abdul Wahhab asy-Syafi’i asy-Sya’rani rh. memahami hadits L? Nabiyya Ba’d? sebagai berikut:
“Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “L? Nabiyya Ba’d? Wal? Ras?la” itu berarti:Tidak ada Nabi dan Rasul yang membawa syari’at baru sesudahku”.
III. Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi rh (560 – 638)
Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi menjelaskan hadits L? Nabiyya Ba’d? sebagai berikut:
“Maksud Hadis “L? Nabiyya Ba’d? ialah tidak akan ada lagi Rasul dan Nabi yang mengikuti syari’at yang menyalahi syari’atku bahkan apabila ada Nabi nanti dia akan mengikuti hukum syari’atku”
Jadi tafsir Ahmadiyah itu sudah sesuai dengan ulama-ulama salaf yang dulu..kalo ente tidak mau mengikuti ulama2 salaf yah udah..itu urusan ente..
Lakum dinukum waliyadin..
hehehe
JAWAB:


huaaa….haaa…haaa…terbukti khan perkataan ulama yang dijadikan pegangan. Allah dikesampingkan…Manusia diseterakan dengan Allah…Ente lebih mengagungkan perkataan manusia ketimbang perkataan Allah….Naudzubillahi min Dzalik….istighfar lif
Bahkan Ibnu Arabi yang berfaham “Wahdatul Wujud” dijadikan pegangan oleh Ahmadiyah …klop dah dengan Ghulam Ahmad yang berdasarkan wahyunya dirinya adalah tuhan….huaaa…haaa…haaa.
Apa ulama yang ente kutip itu berkeyakinan ada lagi nabi baru sesudah nabi Muhammad SAW lif, coba jawab dgn jujur…..wakakakak….kalau mengutip perkataan seseorang itu jangan sepotong-sepotong lif sehingga ente memfitnah mereka yang seolah-olah mereka berkeyakinan akan datangnya lagi nabi baru yang tdk membawa syari’at….istighfar lif
Tolong tunjukkan lif perkataan “tidak ada lagi nabi sesudahku” ada keterangan yg bersifat khusus yaitu “Nabi yg membawa syari’at”……haaaa…haaaa…..coba deh ente tunjukkan bagian mana?????
By shadow on Mar 29, 2008
Quote:
Bahkan Ibnu Arabi yang berfaham “Wahdatul Wujud” dijadikan pegangan oleh Ahmadiyah …klop dah dengan Ghulam Ahmad yang berdasarkan wahyunya dirinya adalah tuhan
Jawab:
Mas Shadow, jawaban seperti Kang Alif di atas menjadi standar buat Ahmadi buat membenarkan ucapan MGA dalam wahyu2nya di Tadzkirah.
Bisa dilihat di blog2 Ahmadi, persis sama mungkin cuma copy & paste.
Ada klaim bahwa Tadzkirah adalah menguatkan Al Quran, mana bisa? Masak wahyu Saya (Allah) adalah kamu (MGA), kurang lebih spt itu, mau disetarakan dengan ayat yang mana di Quran. Apa nggak salah nih wahyu?
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 30, 2008
Mau pilih mana?
Ahmadiyah atau Islam?
Jadi inget di Tanah Abang Jakarta:
Dipilih…dipilih…di[ilih…..tangan pendek 5000 tangan panjang maliang…
He…he….
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 31, 2008
Quote nabi lama:
Ada klaim bahwa Tadzkirah adalah menguatkan Al Quran, mana bisa? Masak wahyu Saya (Allah) adalah kamu (MGA), kurang lebih spt itu, mau disetarakan dengan ayat yang mana di Quran. Apa nggak salah nih wahyu?
JAWAB:

nah…anda saja ngerti nabi lama. Mana ada wahyu yg diberikan oleh Allah ditujukan kepada Ghulam Ahmad menggunakan kata “SAYA”
Jadi jelaslah wahyu itu bukan berasal dari Allah tetapi berasal dari Mirza Ghulam Ahmad sendiri
By shadow on Mar 31, 2008
Ahmadi maunya pake logika, tapi kok wahyu MGA itu nggak masuk di akal.
Ngotot di khatamun nabiyyin dan kisah Isa AS, yang katanya nggak masuk akal (maksud hati mau menggiring logika ke eksistensi MGA) tapi nggak bisa nerangin kenapa ada wahyu MGA spt itu.
PR lagi…
By nabi lama on Apr 1, 2008
lihat link ini nabi lama
http://denagis.wordpress.com/
By shadow on Apr 1, 2008
Kaum Muslimin berhati-hatilah thd aliran sesat yang seolah-olah mereka kelihatan begitu pandai dalam mengutip ayat-ayat Al-Quran tapi faktanya sebaliknya. Mereka menafsirkan ayat-ayat Allah dengan dengan semaunya sendiri yg berdasarkan hawa nafsu mereka untuk membenarkan faham sesat mereka, bukan tidak mungkin akan banyak orang yang tertipu, seperti diibaratkan orang menyangka ‘’minyak babi’’ yang dijajakan mereka sebagai ‘’minyak onta’’…
Jadi agar tidak tersesat turutilah seperti apa yang dikatakan Allah dalam firmannya,
Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”. (QS Al-A’raaf: 158).
Ikutilah Rasulullah SAW Nabi yang ummi supaya anda semuanya mendapat petunjuk. Janganlah anda mengikuti orang yang mengaku sebagai nabi baru sesudah beliau SAW….mereka adalah nabi palsu
Janganlah anda semua menjadi pengikutnya…pengikut nabi palsu
Apabila anda mengikutinya tersesatlah anda yang balasannya adalah neraka karena anda mengingkari perkataan Allah dan Rasulullah SAW…
By shadow on Apr 1, 2008
Quote Nabi Lama:
Ahmadi maunya pake logika, tapi kok wahyu MGA itu nggak masuk di akal.
Ngotot di khatamun nabiyyin dan kisah Isa AS, yang katanya nggak masuk akal (maksud hati mau menggiring logika ke eksistensi MGA) tapi nggak bisa nerangin kenapa ada wahyu MGA spt itu.
PR lagi…
JAWAB:
Logika para ahmadi itu semuanya pade konyol-konyol nabi lama
By shadow on Apr 1, 2008
Shadow:
Quote
….dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”. (QS Al-A’raaf: 158).
Jawab:
Benar Ikutilah perintah Nabi Muhammad saw, diantaranya agar berbaiat kepada Imam Mahdi
By alif on Apr 1, 2008
Kang Alif,
Imam Mahdi yang mana? MGA? Bolak-balik ngasih dalil yang nggak kuat.
Wassalam,
By Nabi lama on Apr 1, 2008
Quote Alif:
Benar Ikutilah perintah Nabi Muhammad saw, diantaranya agar berbaiat kepada Imam Mahdi
JAWAB:




Rabun ya ente adakah pada ayat tsb menyebutkan taat kepada Imam Mahdi. Adakah ayat tsb Allah menyebutkan harus taat kepada nabi dan rasul sesudah Rasulullah SAW. Adakah Allah dlm ayat tsb menyebutkan taat kepada manusia yang berpangkat tuhan?
Apa pangkat Imam Mahdi lif? begitu konyol ya ngomongin Imam Mahdi tetapi nggak tahu pangkatnya…wakakak
Sebagai manusia biasa, ataukah nabi, ataukah tuhan lif?
nanti kalau sdh dijawab check and recheck dengan pendakwaan Ghulam Ahmad ya lif…Ghulam Ahmad mendakwakan apa saja lif? apakah nanti Ghulam Ahmad orang yang dimaksud menurut hadits yg ente imani…silahkan ente jawab terlebih dahulu pertanyaan ane tsb..
Para pembaca lihat saja deh pasti dan sudah pasti pertanyaan gw nggak bakalan dijawab alif. Pasti dia akan berusaha mengalihkan pertanyaan gw dgn jawaban lain yang tujuannya agar pertanyaan gw dilupain. Jadi lucu ya….berkoar-koar ttg Imam Mahdi tetapi pangkatnya saja tidak tahu dan pendakwaan Ghulam Ahmad saja tidak tahu…wakakak…begitu konyol ya
Yang dahsyatnya si Alif ini pake memfitnah Rasulullah segala…wakkaak…fitnah thd Rasulullah sdh dijadikan hobby
Syarat hadits shahih dan hadits mutawatir itu apa sih lif, tolong dijelaskan secara terperinci!!! lucu ya mengatakan hadits-hadits ttg mahdi adalah hadits mutawatir dan hadits shahih tetapi syaratnya saja tidak tahu…wakaakak…konyol khan
Ditambah lagi pake plin-plan segala sebelumnya mengatakan mahdi adalah nabi ehhh nggak lama kemudian bukanlah nabi….jadi lucu…kok plin-plan begitu
Para pembaca lihat aja nanti Alif akan menghilang agar pertanyaan saya tsb dilupakan dan nanti akan muncul lagi berkoar-koar ttg mahdi sampe memfitnah Rasulullah segala…wakakak
By shadow on Apr 3, 2008
Emang Gue Pikirin….
By Alif on Apr 3, 2008
wakakak…biasa kalau hobbynya mendustakan ayat-ayat Allah dan memfitnah Rasulullah SAW kalau terbongkar kedoknya ujung-ujungnya keok dan nggak punya omongan lain
By shadow on Apr 4, 2008
Shadow ini ngomong apa sih?
Shadow tolong buktikan dan tunjukan tulisan gw yang anda katakan sebagai:
“Yang dahsyatnya si Alif ini pake memfitnah Rasulullah segala…wakkaak…fitnah thd Rasulullah sdh dijadikan hobby”
“lucu ya mengatakan hadits-hadits ttg mahdi adalah hadits mutawatir dan hadits shahih tetapi syaratnya saja tidak tahu…”
“Ditambah lagi pake plin-plan segala sebelumnya mengatakan mahdi adalah nabi ehhh nggak lama kemudian bukanlah nabi….jadi lucu…kok plin-plan begitu ”
Kalau ente tidak bisa membuktikan
cukuplah gw katakan:
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA !!!
Wassalam,
By alif on Apr 4, 2008
siapa yang memfitnah lif…


beranikah ente 

ente coba koreksi diri ente…ente pernah tidak mengatakan ttg datangnya Imam Mahdi itu perkataan Rasulullah…pernah tidak
Nah gw mengatakan ente memfitnah Rasulullah karena Al-Qur’an saja tidak menjelaskan ttg Mahdi. Ente sendiri mempercayai hadits mahdi tetapi ente sendiri tidak begitu yakin apakah hadits tsb berasal dari Rasulullah atau fitnah yang mengatasnamakan Rasulullah
Nah kaau ente mengatakan itu benar-benar perkataan Rasululullah coba ente beradu sumpah dengan ane. Kapan kita bisa mulai lif adu sumpahnya
Bagi siapa yang berbohong siap mendapat azab dan laknat Allah
gw tunggu keberanian ente
By shadow on Apr 4, 2008
gw tunggu perkataan ente dibawah ini terbukti atau tidak. Nanti kita bisa melihat siapa yang memfitnah Rasulullah:
“Kalau ente tidak bisa membuktikan
cukuplah gw katakan:
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA !!!
sesudah kita beradu sumpah nanti kita bisa melihat siapa yg telah memfitnah Rasulullah lif
Para pembaca disini jadi saksinya…dan Alif kalau tidak berani berarti ucapannya ini :
“Kalau ente tidak bisa membuktikan
cukuplah gw katakan:
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA !!!
akan berbalik kepada si Alif
By shadow on Apr 4, 2008
ingat lho kata ente khalifah ‘ala minhaj annubuwah adalah khalifah Imam Mahdi…ini juga fitnah terhadap Rasulullah

ini belum yang lain lho lif
By shadow on Apr 4, 2008
itu belum yg lainnya lho lif…nanti sesudah ente menyetujui adu sumpah tsb, saya akan quote fitnah-fitnah yang telah ente lakukan
By shadow on Apr 5, 2008
percuma ente bicara apa saja tetapi ente menolak adu sumpah
sama aja ente yg ngibul…para pembaca alif ngomong gituan seolah-olah dia tidak berbuat begituan dimata para pembaca…janganlah ente semuanya tertipu oleh ucapannya tsb agar dia tdk dianggap seperti org yg tdk melakukan perbuatan tsb 
By shadow on Apr 5, 2008
Quote:
gw tunggu perkataan ente dibawah ini terbukti atau tidak. Nanti kita bisa melihat siapa yang memfitnah Rasulullah:
“Kalau ente tidak bisa membuktikan
cukuplah gw katakan:
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA !!!
JAWAB:
para pembaca baca dengan teliti Alif berkata “gw tunggu perkataan ente dibawah ini terbukti atau tidak. Nanti kita bisa melihat siapa yang memfitnah Rasulullah”
berarti dia mengakui bahwa dia pernah mendustakan ayat-ayat Allah
para pembaca coba lihat postingan ane tgl 4 April 2008, jawaban dia khan menjawab postingan ane tsb
Coba para pembaca baca perkataan Alif “LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA !!!”
berarti diapun setuju melaknat orang-orang yang mendustakan ayat Allah dan memfitnah Rasulullah
berarti laknat terhadap dirinya sudah berlaku mulai tgl 4 April 2008
siap-siap aja lif ente menerima “sumpah” yang keluar dari mulut ente sendiri
Ucapan ente ini lif “LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA” akan saya pegang terus

Jadi ketika ente ingkar terhadap apa yang ente ucapkan berarti ente siap menerima akibatnya
By shadow on Apr 5, 2008
Shadow..shadow…
otak sampeyan koq makin lama makin rusak…
kalau gw bilang bahwa kedatangan Imam Mahdi telah dinubuwatkan di hadist-hadist sahih
lantas ente katakan gw telah memfitnah Rasulullah gitu?? huahahaha lucu…
Shadow bukan gw aja yang meyakini hadist kedatangan Imam Mahdi hadist sahih
Bahkan ulama Al Abani (biasanya ente selalu mengambil referensi beliau dlm menilai hadist itu doif atau muttawatir) coba baca ini.. gw copas dari website salafy:
“Dan para ulama yang menyebutkan keshahihan hadits tentang Al-Mahdi sangat banyak, dari kalangan ulama terdahulu maupun belakangan. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu telah menyebutkan sebagian nama mereka, di antaranya 16 ulama yang saya sebutkan sebagiannya: Abu Dawud, Al-Qurthubi, Ibnu Taimiyyah, Adz-Dzahabi, Ibnul Qayyim, dan Ibnu Hajar rahimahumullah.
Sehingga ini menjadi salah satu akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. As-Safarini mengatakan: “Telah banyak riwayat yang menyebutkan akan munculnya Al-Mahdi sehingga mencapai derajat mutawatir secara makna. Dan itu telah tersebar di kalangan Ahlus Sunnah sehingga teranggap sebagai aqidah mereka….” –beliau menyebut hadits, atsar serta nama para sahabat yang meriwayatkannya, lalu beliau berkata– “Dan telah diriwayatkan dari para sahabat yang disebutkan dan selain mereka dengan riwayat yang banyak, juga dari para tabi’in setelah mereka, yang dengan semua itu memberi faedah ilmu yang pasti. Maka mengimani munculnya Mahdi adalah wajib sebagaimana telah ditetapkan oleh para ulama dan tertulis dalam akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. (Lawami’ul Anwar Al-Bahiyyah, 2/84)”
—-
Garis bawahi “MAKA MENGIMANI MUNCULNYA MAHDI ADALAH WAJIB…”
Sekarang kembali ke laptop,
nah beranikah ente menyebut para ulama diatas tsb telah memfitnah Rasulullah saw?
Nah sekarang tolong buktikan tuduhan2 ente seperti yang gw minta diatas jangan berkomentar “Ngalor ngidul” semua pembaca akan tahu koq..siapa memfitnah siapa..
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA..
dan masalah sumpah gw serahkan kepada Allah SWT…
wassalam,
“gw tunggu perkataan ente dibawah ini terbukti atau tidak. Nanti kita bisa melihat siapa yang memfitnah Rasulullah”
By alif on Apr 5, 2008
Mas Shadow,
Alif ini bolak balik nunjukkin hadist Imam Mahdi, tapi nggak satu pun yang nunjukkin Imam Mahdinya itu MGA. Apalagi pernyataan MGA bahwa dirinya adalah Isa jelmaan, berarti mengakui dirinya adalah nabi baru.
Yang jadi landasan buat Ahmadi buat mengakui MGA adalah Imam Mahdi (sekaligus Isa, Khrisna dsb) cuma wahyu yang diterima dia (alias Tadzkirah). Lha, apa bedanya MGA ama Pak Mushadeq.
Nah gimana pendapat Mas buat orang ngikuti nabi baru semacam MGA ini (sudah nggak ada landasan, ngotot lagi)…
Wassalam Mas,
By nabi lama on Apr 5, 2008
Emang gua pikirin ha…??
By alif on Apr 6, 2008
Quote Alif:
Shadow..shadow…
otak sampeyan koq makin lama makin rusak…
kalau gw bilang bahwa kedatangan Imam Mahdi telah dinubuwatkan di hadist-hadist sahih
lantas ente katakan gw telah memfitnah Rasulullah gitu?? huahahaha lucu…
Shadow bukan gw aja yang meyakini hadist kedatangan Imam Mahdi hadist sahih
Bahkan ulama Al Abani (biasanya ente selalu mengambil referensi beliau dlm menilai hadist itu doif atau muttawatir) coba baca ini.. gw copas dari website salafy:
“Dan para ulama yang menyebutkan keshahihan hadits tentang Al-Mahdi sangat banyak, dari kalangan ulama terdahulu maupun belakangan. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu telah menyebutkan sebagian nama mereka, di antaranya 16 ulama yang saya sebutkan sebagiannya: Abu Dawud, Al-Qurthubi, Ibnu Taimiyyah, Adz-Dzahabi, Ibnul Qayyim, dan Ibnu Hajar rahimahumullah.
Sehingga ini menjadi salah satu akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. As-Safarini mengatakan: “Telah banyak riwayat yang menyebutkan akan munculnya Al-Mahdi sehingga mencapai derajat mutawatir secara makna. Dan itu telah tersebar di kalangan Ahlus Sunnah sehingga teranggap sebagai aqidah mereka….” –beliau menyebut hadits, atsar serta nama para sahabat yang meriwayatkannya, lalu beliau berkata– “Dan telah diriwayatkan dari para sahabat yang disebutkan dan selain mereka dengan riwayat yang banyak, juga dari para tabi’in setelah mereka, yang dengan semua itu memberi faedah ilmu yang pasti. Maka mengimani munculnya Mahdi adalah wajib sebagaimana telah ditetapkan oleh para ulama dan tertulis dalam akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. (Lawami’ul Anwar Al-Bahiyyah, 2/84)”
—-
Garis bawahi “MAKA MENGIMANI MUNCULNYA MAHDI ADALAH WAJIB…”
Sekarang kembali ke laptop,
nah beranikah ente menyebut para ulama diatas tsb telah memfitnah Rasulullah saw?
Nah sekarang tolong buktikan tuduhan2 ente seperti yang gw minta diatas jangan berkomentar “Ngalor ngidul” semua pembaca akan tahu koq..siapa memfitnah siapa..
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA..
dan masalah sumpah gw serahkan kepada Allah SWT…
wassalam,
“gw tunggu perkataan ente dibawah ini terbukti atau tidak. Nanti kita bisa melihat siapa yang memfitnah Rasulullah”
JAWAB:

wakakak ternyata ente tidak berani ya
masih ada lif yg lainnya
tuh khan kata gw para pembaca orang yang suka memfitnah Rasulullah SAW tidak akan berani menjawab tantangan dari gw
Bahkan ulama dijadikan pegangan…wakakak
Jadi jawabannya apa lif atas tantangan gw….wakakak
By shadow on Apr 6, 2008
jawaban khalifah ‘ala minhaj annubuwah mana lif wakakak.
ente saja plin-plan menjawabnya…wakakak
By shadow on Apr 6, 2008
Quote Alif:
“Dan para ulama yang menyebutkan keshahihan hadits tentang Al-Mahdi sangat banyak, dari kalangan ulama terdahulu maupun belakangan. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu telah menyebutkan sebagian nama mereka, di antaranya 16 ulama yang saya sebutkan sebagiannya: Abu Dawud, Al-Qurthubi, Ibnu Taimiyyah, Adz-Dzahabi, Ibnul Qayyim, dan Ibnu Hajar rahimahumullah.
JAWAB:
apabila berbeda berarti selain ente memfitnah mereka semuanya dan berarti itupula ente memfitnah Rasulullah.
….ingak-ingak ente mengukur kemutawatiran hadits tsb berdasarkan pendapat ulama-ulama tsb.
Baik lif ente berkeyakinan kemutawatiran hadits ttg Mahdi berdasarkan ulama-ulama yang anda sebutkan berarti ente yakin akan perkataan mereka.
Sekarang saya tanyakan kepada anda apakah hadits-hadits yang mereka yakini sama dengan keyakinan anda? tolong dijawab
Anda berkeyakinan dan meyebarkan di berbagai milis bahwa Mahdi adalah Isa sedangkan keyakinan mereka antara Mahdi dan Isa adalah sosok yang berbeda.
Masih ingatkah hadits yang pernah ente kutip dan ente imani “Tiada Mahdi selain Isa”….pernahkah ulama-ulama yang ente membenarkan hadits yg ente imani ini….tidak khan karena ulama-ulama yang ente sebutkan berkeyakinan bahwa antara mahdi dan Isa adalah dua sosok yang berbeda (dasar mereka adalah hadits ttg Mahdi yang mengimami sholat Isa) dan itu artinya Rasulullah tidak pernah berkata bahwa Mahdi adalah Isa….he..hee..hee..ente memfitnah ulama tsb ya dan memfitnah Rasulullah juga….wakakak…dan hadits yang ente kutip itu adalah hadits dha’if
Selain ente juga mengutip dan mengimani sebuah hadits yg bunyinya kurang lebihnya sebagai berikut :
“Barang siapa meninggal sedang ia tidak mengenal imam pada masanya, berarti ia matinya kaum jahiliah”.
Diantara ulama yang ente kutip terdapat ulama Ibnu Taimiyah. Ente tahu Ibnu Taimiyah berkata apa menanggapi hadits tsb. Ibnu Taimiyah berkata seperti ini lif: “DEMI ALLAH! APA YANG DISABDAKAN RASULULLAH DEMIKIAN.” NAMUN YANG MASYHUR SEPERTI DIRIWAYATKAN IMAM MUSLIM ADALAH SEBAGAI BERIKUT: “BARANG SIAPA BERLEPAS TANGAN DARI SUATU KETAATAN, MAKA IA AKAN BERTEMU ALLAH PADA HARI KIAMAT NANTI TANPA MEMPUNYAI ALASAN. DAN BARANG SIAPA MENINGGAL TANPA YANG MENGIKATNYA DENGAN KETAATAN, DIA MATI SEPERTI MATINYA ORANG-ORANG JAHILIAH”.
Itu artinya Ibnu Taimiyah tidak pernah membenarkan perkataan ente dan begitupula dengan Rasulullah…berarti selain ente memfitnah Ibnu Taimiyah juga memfitnah Rasulullah karena Rasulullah tidak pernah berkata seperti itu…wakakak.. Ingak-ingak, ente mengukur kemutawawatiran dan kesahihan hadits ttg mahdi berdasarkan pendapat ulama yg ente sebutkan dan salah satunya Ibnu Taimiyah
Bagaimana lif
ente mengukur kemutawatiran hadits ttg Mahdi berdasarkan pendapat para ulama tsb dan itu artinya ente membenarkan perkataan mereka tetapi di satu sisi ente mengingkari perkataan mereka. Kenapa lif….wakakakak
Apakah itu bukan bukti ente sudah memfitnah Rasulullah lif….Ingat lif apabila ente mengutip hadits dhaif dan maudhu’ dan membenarkannya berarti telah memfitnah Rasulullah karena Rasulullah tidak pernah berkata seperti yang ente sebutkan dan ente imani….wakakakak.
Ente selalu ingat-ingat tu perkataan sendiri “……………….” apabila ente mendustakan ayat-ayat Allah dan memfitnah Rasulullah SAW berarti perkataan ente sudah berlaku dan ente akan mendapatkan “laknat Allah”.
Quote Alif:
Garis bawahi “MAKA MENGIMANI MUNCULNYA MAHDI ADALAH WAJIB…”
JAWAB:
Silahkan anda buktikan dengan Al-Qur’an kalau ente bisa…wakakak
Quote Alif:
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA..
JAWAB:
Bagus…nanti siapa yang akan mendapat laknat dari Allah, saya ataukah ente..
By shadow on Apr 7, 2008
Quote Alif:
Shadow bukan gw aja yang meyakini hadist kedatangan Imam Mahdi hadist sahih
Bahkan ulama Al Abani (biasanya ente selalu mengambil referensi beliau dlm menilai hadist itu doif atau muttawatir) coba baca ini.. gw copas dari website salafy:
“Dan para ulama yang menyebutkan keshahihan hadits tentang Al-Mahdi sangat banyak, dari kalangan ulama terdahulu maupun belakangan. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu telah menyebutkan sebagian nama mereka, di antaranya 16 ulama yang saya sebutkan sebagiannya: Abu Dawud, Al-Qurthubi, Ibnu Taimiyyah, Adz-Dzahabi, Ibnul Qayyim, dan Ibnu Hajar rahimahumullah.
JAWAB:
pernahkah Al-Bani mengatakan hadits yg pernah ente kutip seperti dibawah ini adalah hadits shahih:
Wakakak…alif…alif…ternyata ente juga mengukur kesahihan Hadits Mahdi berdasarkan perkataan Al-Bani….Hadits yang mana dulu yang dishahihkan oleh Al-Bani lif
“TIADA MAHDI SELAIN ISA”
Alabani saja mengatakan hadits ini adalah hadits munkar
bahkan Adz-Dzahabi mengatakan Hadits ini adalah hadits munkar….wakakak. Itu artinya Rasulullah SAW tidak pernah berkata seperti itu dan itu berarti ente telah memfitnah Rasulullah SAW bahwa hadits tsb adalah Hadits Shahih
nih katanya Al-Bani dalam bukunya,”Tidak ada al-Mahdi kecuali Isa a.s.”.
“Hadits ini munkar. Ia telah diriwayatkan oleh Ibnu Majah II/495, juga oleh al-Hakim IV/441, Ibnu Abdil Bar dalam kitabnya Jami’ al-Ilmi I/155, dari sanad Muhammad bin Khalid al-Jundi, dari Ibnu Aban bin Shaleh, dari al-Hasan, dari Anas.
Menurut saya, sanad ini sangat lemah. Kelemahannya terletak pada tiga, yaitu:
1. ‘An ‘anah (maksudnya yang snanadnya dengan menngunakan kata ‘an Fulan, ‘an Fulan dan seterusnya). Hasan Basri, terbukti telah dengan sengaja pernah mencampur-aduk riwayat.
2. Kemajhulan perawi Muhammad bin Khalid seperti yang dinyatakan oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya at-Taqrib.
3. Perselisihan dan perbedaan sanadnya. Al-Baihaqi berkata,”Al-Hafizh Abu Abdullah menyatakan bahwa Muhammad bin Khalid adalah majhul, tidak dikenal dikalangan pakar hadits.”
Adz-Dzhabi berkata,”Riwayat ini munkar sambil mengutarakan hadits serupa dengan sanad dari Ibnu Abi Ayyasi dari Hasan secara mursal (terhenti sanadnya sampai kepada tabiin atau sahabat;penj.).”
Hadits dha’if yang oleh ash-Shaghani dan Asy Syaukani bahkan dinyatakan maudhu’ ini adalah riwayat yang dijadikan landasan dalil bagi firqah Ahmadiyah dalam usahanya menguatkan anggapan mereka (para pengikutnya) bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi. Kemudian ia mendakwa sebagai Isa, atas hadits tersebut tadi.
Dakwaan Mirza ini telah banyak menggoyahkan iman kaum dhuafa’ yang pengetahuan agamanya sangat minim. Dan seperti biasa, para penyeru ajakan yang bathil selalu hanya diikuti oleh orang-orang yang lemah imannya dan sangat minim pengetahuan agamanya.
Wallahul musta’an
Sumber:
Silsilah hadits dha’if dan maudhu’ jilid 1, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Hadits no.77 hal 84.
silahkan ente klik http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=13&st=0
Ingat lho perkataan ente “LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA”….WAKAKAK


Pernahkah ente mengutip itu hadits Lif untuk membenarkan keyakinan Ahmadiyah….jawab aja dengan jujur….wakakak…
Ingak…ingak perkataan ente “LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA”
By shadow on Apr 7, 2008
makin parah aja…
lihatlah para pembaca komentar si shadow sudah tidak tentu arahnya ini menunjukan bahwa dia hanya berusaha membela diri ketika disuruh membuktikan 3 ucapannya tsb yang ditujukan kepada gw…
catat shadow ! gw lagi tidak mempermasalahkan kesahihan hadist Tidak ada Mahdi selain Isa
percuma ente berkomentar panjang-panjang tapi sama sekali tidak bisa membuktikan 3 ucapan ente tsb..
Kalau ente tidak bisa membuktikan ucapan ente tsb itu artinya ente sudah berdusta dan memfitnah gw..
hehehe kasian kali kau shadow…
By alif on Apr 7, 2008
Quote Alif:
makin parah aja…
lihatlah para pembaca komentar si shadow sudah tidak tentu arahnya ini menunjukan bahwa dia hanya berusaha membela diri ketika disuruh membuktikan 3 ucapannya tsb yang ditujukan kepada gw…
catat shadow ! gw lagi tidak mempermasalahkan kesahihan hadist Tidak ada Mahdi selain Isa
percuma ente berkomentar panjang-panjang tapi sama sekali tidak bisa membuktikan 3 ucapan ente tsb..
Kalau ente tidak bisa membuktikan ucapan ente tsb itu artinya ente sudah berdusta dan memfitnah gw..
hehehe kasian kali kau shadow
JAWAB:




Pake dusta segala gw kagak mempermasalahkan kesahihan hadits tiada mahdi selain Isa…wakkakak
Ente baca aja postingan ane sebelumnya apa ane tidak mempermasalahkan kesahihan ttg hadits mahdi sampe ente gew suruh buktiin pake Al-qur’an segala…wakakak…menghibur diri ente
gw nulis begitu nunjukin kepada ente maupun kepada para pembaca dustanya ente terhadap para ulama yang ente kutip tsb. Seolah-olah ulama-ulama tsb mensahihkan seluruh hadits-hadits ttg Mahdi…wakakak
Ingat perkataan ente ““LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA”….WAKAKAK
itulah para pembaca cara Alif berusaha menghindar dari fitnah dan dusta yang telah dia buat…sampe memfitnah gw segala
Itulah para pembaca cara licik dari orang yang terbongkar kedoknya atas fitnah yang dibuat Alif sehingga berusaha mengalihkan mata para pembaca ke arah lain
Ingak lif perkataan ente ““LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA”…Laknat dari Allah sudah mulai berlaku…maka berhati-hatilah ente untuk berkata-kata ….wakkakakak
By shadow on Apr 7, 2008
Quote Alif :
Garis bawahi “MAKA MENGIMANI MUNCULNYA MAHDI ADALAH WAJIB…”
JAWAB:
para pembaca pertanyaan gw ini lama sekali tidak pernah dijawab oleh Alif karena kalau dia jujur pasti akan mempermalukan dirinya sendiri…gitu pake ngomongin Mahdi lagi…wakakak 


Lihatlah perkataan orang yang menuhankan dirinya sendiri…Allah saja tidak pernah mengatakan mewajibkan untuk mengimani Mahdi….silahkan saja cari ayatnya kalau ada…Naudzubillahi min Dzalik.
Berarti menurut ente yang wajib diimani hanya Mahdi saja lif
Kalau begitu kenapa ente mengimani Ghulam Ahmad, apa dia mendakwakan Mahdi saja…wakakak
Ghulam Ahmad mendakwakan apa saja lif….
Jadi lucu ya para pembaca, Alif menghimbau kepada semua orang untuk mengimani Mahdi tetapi dirinya sendiri tidak mengerjakan apa yang dia ucapkannya tersebut dan masih saja tetap mengimani Ghulam Ahmad….jadi lucu ya
Ibarat orang menghimbau dan peringatan kepada semua orang agar berbuat baik dan tidak mengerjakan suatu kebathilan tetapi yang memberi himbauan dan peringatan tidak mengerjakan apa yang diucapkannya bahkan tetap mengerjakan kebathilan
By shadow on Apr 8, 2008
Quote Alif:
catat shadow ! gw lagi tidak mempermasalahkan kesahihan hadist Tidak ada Mahdi selain Isa
JAWAB:
kok nyerah gitu…Ingak Berdusta atas nama Rasulullah neraka temaptnya…Nah tuh hadits salah satu fintah ente thd Rasulullah
Quote Alif:
percuma ente berkomentar panjang-panjang tapi sama sekali tidak bisa membuktikan 3 ucapan ente tsb..
JAWAB:
Apanya yang tidak terbukti lif…menghibur diri ente
Quote Alif:
Kalau ente tidak bisa membuktikan ucapan ente tsb itu artinya ente sudah berdusta dan memfitnah gw..
hehehe kasian kali kau shadow
JAWAB:


mana ada orang yg berdusta berani ngajak orang lain adu sumpah…sama juga cari penyakit
apa ente berani tuh gw ajak sumpah….wakakak…banci gitu ente…bisanya cuma koar-koar doang tapi nyalinya ciut kalau disuruh mempertanggungjawabkan perkataannya….wakakak 
Apa sanggup ente menanggungnya 

Kacian deh Alif menghibur dirinya terus-menerus. Apa lu nggak ngerasa pernah make Hadits dhaif
Ingak berdusta atas nama Rasulullah neraka tempatnya. Apa ente belum pernah denger…
Sekali lagi ente mengutip hadits hadits dhaif ataupun maudhu’ sama aja ente memfitnah Rasulullah karena Rasulullah tidak pernah menyebut demikian
Bahkan gw pake berani ngajak ente adu sumpah segala
ente selalu ingat-ingat tuh perkataan “““LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA”….makanya dari sekarang berhati-hati kalau ngirim postingan nanti bisa-bisa ente menerima laknat Allah sehingga laknat dari semakin menumpuk, menumpuk, dan menumpuk
Ngomongnya jangan suka dusta lagi ya
By shadow on Apr 9, 2008
Saya:
Alif ini bolak balik nunjukkin hadist Imam Mahdi, tapi nggak satu pun yang nunjukkin Imam Mahdinya itu MGA. Apalagi pernyataan MGA bahwa dirinya adalah Isa jelmaan, berarti mengakui dirinya adalah nabi baru.
Alif:
Emang gua pikirin ha…??
Saya:
Nah kelihatannya ahmadi sudah tidak perduli lagi kalo dia itu jadi pengikut nabi palsu.
Yah…
Lakum diinukum waliya diin.
By Nabi lama on Apr 10, 2008
Ahmadiyah sudah bubar!!!!
Bagi para ahmadi ada 2 pilihan :
1. Kembali ke Islam yang haq dan bertaubat
2. Hengkang dari NKRI
By anti ahmadiyah on Apr 21, 2008
assalamualaikum
seru juga debatnya. tp sepertinya ga’ akan ada titik temunya. karena ga’ ada spirit mencari kebenaran didalamnya.
tp paling tidak teman2 sudah mengingatkan para ahmady ini, tentang hidayah tetap cuma Alloh yg bs membukanya. saran saya, paling tidak dalam suatu debat, selain harus ada niat untuk mencari kebenaran juga harus meninggalkan kesombongan yg mungkin menghinggapi diri kita saat debat. kesombongan ini berupa
1.menganggap derajat partner debat lebih rendah
2.tidak mau menerima kebenaran.
sebaiknya bwt para ahmady membuat agama baru aja. asal kalian g’ mengatasnamakan islam, kita g’ akan ganggu koq.
buat para JIL n pejuang HAM (yg dlm beberapa demonstrasinya melibatkan orang non muslim), harap bs membedakan antara toleransi umat beragama dengan mempertahankan kemurnian agama. umat Islam Ga pernah mganggu umat lain agama. tp klo ada orang menyusup dlm barisan islam lalu menciptakan aliran yg melenceng, maka orang itu harus berhadapan dengan kami.
bwt tmn2 ahmady, tolong renungkan kembali keyakinan anda, pelajari pendapat2 ulama diluar ahmady dengan niat mencari kebenaran sejati.
Islam adalah Qur’an dan hadits shohih.
semoga tmn2 ahmady diberi kemauan mencari hidayah itu.
wassalam
By zakky on Apr 22, 2008
Quote:
sebaiknya bwt para ahmady membuat agama baru aja. asal kalian g’ mengatasnamakan islam, kita g’ akan ganggu koq.
buat para JIL n pejuang HAM (yg dlm beberapa demonstrasinya melibatkan orang non muslim), harap bs membedakan antara toleransi umat beragama dengan mempertahankan kemurnian agama. umat Islam Ga pernah mganggu umat lain agama. tp klo ada orang menyusup dlm barisan islam lalu menciptakan aliran yg melenceng, maka orang itu harus berhadapan dengan kami.
bwt tmn2 ahmady, tolong renungkan kembali keyakinan anda, pelajari pendapat2 ulama diluar ahmady dengan niat mencari kebenaran sejati.
Islam adalah Qur’an dan hadits shohih.
semoga tmn2 ahmady diberi kemauan mencari hidayah itu.
wassalam
jawab:
jawaban seperti ini tdk akan ada titik temunya. karena ga’ ada spirit mencari kebenaran didalamnya.
himbauan ini sdh pernah dilontarkan oleh peserta diskusi. Jadi tidak ada hal yang baru dari jawaban anda.
By astro on Apr 23, 2008
Mau yang baru mas ?
Hengkang dari indonesia atau bertobat!!!
Kalau nggak mau bertobat lebih baik bunuh diri aja
By Anti ahmadi on Apr 23, 2008
Mau jawaban yang ada titik temu?
Mari jemaat Ahmadiyah datang ke majelis NU atau Muhammadiyah untuk tablig membahas mengenai ajaran Ahmadiyah.
By nabi lama on Apr 24, 2008
Mana berani mereka????
By anti ahmadiyah on Apr 24, 2008
Yah… terutama ketakutan pentolan2nya Ahmadi akan kehilangan pamor, apalagi kalo dalam diskusi tidak bisa menjelaskan akidah2 yang menyimpang dari Ahmadi.
Beraninya cuma teriak2 HAM, padahal mereka tidak merasa bahwa agama Islam kita sudah mereka cemarkan dengan memakai nama Islam pada ajaran MGA.
Apa susahnya sih buat mereka untuk bilang agama mereka bukan Islam, sebut aja Ahmadiyah.
Mereka kita bisa anggap non muslim spt kristen atau yahudi, walau mengutip2 Al Quran dan Hadist. Itu terserah mereka. Tapi jangan bawa2 nama Islam. Jadi bikin kacau namanya.
By nabi lama on Apr 24, 2008
Mari…kita ummat muslim bisa membedakan apa itu perbedaan dan penyesatan. Perbedaan diantara muslim terutama masalah furu’ tak usahlah dibesar-besarkan. Masih banyak masalah yang kita hadapi, terutama masalah dakwah. Sudah banyak daerah2 yang dahulunya Islamnya kuat kini tiada lagi. Dimasuki oleh kristenisasi, baik itu melalui misionari langsung ataupun melalui bantuan2 ekonomi yang berkedok kristenisasi.
Penyesatan yang perlu kita lawan seperti Ahmadiyah, ajaran Lia Aminuddin, dsb.
Jangan kita mebolak balik, penyesatan yang tidak dibesar-besarkan, tapi perbedaan.
Wassalam,
By Nabi lama on Apr 25, 2008
saya sih tidak buruk sangka terhadap saudara Astro. Kata-kata yang saya tangkap dari dirinya bahwa Sdr.Zakky begitu meremehkan thd apa yang pernah ditulis peserta diskusi disini dengan mengatakan “tidak ada titik temu” tapi komentarnya hanya sebegitu saja dengan hanya memberikan himbauan tanpa memberikan bukti-bukti yang dapat mematahkan alasan ahmadi
By shadow on May 5, 2008
Ass,
Nabi lama, shadow, astro dll, saya terkesan atas perjuangan anda menunjukan para ahmadi yang menurut anda itu benar, apapun perbedaan di antara kita sangat tidak mungkin kami keluar dari Ahmadiyah dan mengikuti anda. Karena Kami punya Khalifah penerus kenabian Al-masih sedang kan anda tidak. Walaupun anda menganggap Khalifah kami di luar islam tapi pada kenyataannya setiap detik komando yang di berikan khalifah semata2 untuk kemajuan Islam, Kedekatan kepada Allah Ta’ala dan ajaran2 Nabi Muhammad SAW.
AHMADIYAh telah memiliki Muslim Televisi yang dananya berasal dari infak para ahmadi di seluruh dunia, menterjemahkan Al-Quran ke dalam lebih dari 126 bahasa, mengirimkan Murobi2 ke seluruh penjuru dunia. Untuk apa semua itu, apakah untuk mengkultuskan Mirza Ghulam Ahmad? Tentu saja tidak. Tapi untuk menegakkan syariat islam.Apakah anda telah membaca syarat Bai’at Ahmadiyah.
Kami sibuk sekali mengerjakan program2 khalifah makanya kami gak ada waktu untuk mengurusi para penentang2 Ahmadiyah. Lihatlah para ahmadi di seluruh dunia agar anda mengerti kenapa Ahmadiyah harus ada.
Wass
By MARIKA on May 7, 2008
Bertambah lagi satu orang ahmadi yang tidak mempunyai ikhlas ketika Kebathilan Ahmadiyah terbongkar

Urusan pekerjaan dan kemajuan Ahmadiyah tidak ada kaitannya/hubungannya dengan kebenaran
By shadow on May 9, 2008
Bertambah lagi satu orang ahmadi yang tidak mempunyai hato yg ikhlas ketika Kebathilan Ahmadiyah dibongkar dan terlihat didepan mata

Urusan pekerjaan dan kemajuan Ahmadiyah tidak ada kaitannya/hubungannya dengan kebenaran
By shadow on May 9, 2008
Shadow, sepertinya anda dan teman2 anda adalah salah satu pembuktian dari kebenaran Ahmadiyah. Tapi sayang juga sudah banyak memakan dana besar perjuangan untuk mencaci maki, menindas, memfitnah untuk melenyapkan Ahmadiyah malahan yang terjadi sebaliknya, Ahmadiyah berkembang semakin besar dan kuat. Shadow, kerajaan yang Ahmadiyah dirikan adalah kerajaan rohani. anda dan semua teman2 anda tidak dapat menghancurkan kerajaan tersebut karena ada di dalam hati para ahmadi. Walaupun mesjid kami di bakar tapi tidak ada yang dapat menghanguskan keyakinan yang ada di dalam hati kami. Setiap serangan yang kami terima malah menguatkan tali persatuan dan keimanan kami. Semoga anda dapat melihat kebenaran dari hati anda yang paling dalam.
By MARIKA on May 10, 2008
Quote:
Shadow, sepertinya anda dan teman2 anda adalah salah satu pembuktian dari kebenaran Ahmadiyah. Tapi sayang juga sudah banyak memakan dana besar perjuangan untuk mencaci maki, menindas, memfitnah untuk melenyapkan Ahmadiyah malahan yang terjadi sebaliknya, Ahmadiyah berkembang semakin besar dan kuat.
Jawab:
Mewakili Shadow, aksi/sikap keras (bukan membenarkan kekerasan yang membaibuta) kami hanyalah bukti dari perjuangan kami atas penghinaan/penistaan atas agama kami Islam.
Kalau lah Ahmadiyah mengaku agama selain/non Islam kami pun menghormati sebagamana kami menghormati agama2 lain. Sikap tegas kami adalah sikap yang dicontohkan oleh Nabi SAW.
Apakah di ajaran Ahmadiyah tidak ada anjuran untuk bersikap tegas?
Kalo ada orang yang mengaku2 ajaran Islam, padahal menurut kami bukan, apakah Anda harapkan kami diam2 saja?
Quote Marika:
kerajaan yang Ahmadiyah dirikan adalah kerajaan rohani
Jawab:
Mirip Kepausan begitu? Terserah, kalo namanya bukan Islam.
By nabi lama on May 11, 2008
Quote Anti ahmadi:
Mana berani mereka????
Jawab:
Kita lihat aja, beraninya cuma dakwah ke orang2 non muslim atau muslim yang imannnya lemah dengan mengatasnamakan Islam.
Kalo mereka berani, coba buka forum terbuka untuk membahas Ahmadiyah. Yang mereka takutkan adalah kutukan dari Khalifah2nya.
By nabi lama on May 11, 2008
Nabi lama, apakah menurut anda islam mengajarkan cara seperti yang anda anggap benar tersebut. Kalau mau kembali ke dalam islam pakai lah cara2 Al-Qur’an ajarkan bila ada perbedaan.Kami serahkan semua ini kepada Allah SWT dalam semua do’a2 kami.
Kami sangat menunggu forum yang ada maksud. Apa yang bisa kami bantu untuk mewujud kannya?
By MARIKA on May 12, 2008
Saya genersi ke 3 dari keluarga Ahmadi, pendidikan agama di dalam ahmadiyah atau di luar ahmadiyah tidak pernah saya di ajarkan anarkisme. Tabligh yang Ahmadiyah ajarkan dengan Bijaksana dan Arif. Saya bingung sama semua perlakuan beberapa kelompok islam terhadap kami. Dan apakah saya mesti mengikuti orang2 yang tindakannya di luar islam?
Saya kenal beberapa orang yang di bayar untuk aksi demo menghancurkan mesjid kami, kesehariannya cuma mabok dan menyusahkan orang tua. Bagaimana saya menganggap kelompok mereka itu benar, padahal di Ahmadiyah Islam begitu suci, agung dan Indah sekali.
By MARIKA on May 12, 2008
Nabi lama, shadow dll
Anda menganggap kami di luar islam, kalau kami masuk islam kami masuk islam kelompok yang mana??
By MARIKA on May 12, 2008
Quote Marika:
Nabi lama, apakah menurut anda islam mengajarkan cara seperti yang anda anggap benar tersebut.
Jawab:
maksud saya sikap tegas/keras itu bukannya kekerasan, anda pastinya mengerti khan?
Quote:
Kami sangat menunggu forum yang ada maksud. Apa yang bisa kami bantu untuk mewujudkannya?
Jawab:
Untuk mewujudkannya anda bisa ajukan hal ini ke imam anda, atau kalo anda sungkan pada imam anda, secara pribadi silakan datang ke majlis NU atau muhammadiyah terdekat. Coba tanyakan pada ulamanya apa dan bagaimanakah Ahmadiyah itu, apa bedanya dengan Islam.
By Nabi lama on May 12, 2008
Saudara Marika,
Ini diskusi saya dengan Deden di http://denagis.wordpress.com
Jadi saudara bisa simpulkan sendiri apa Ahmadiyah itu agama atau organisasi. Kalo hanya organisasi, kenapa orang yang keluar itu tidak boleh dijadikan imam sholat buat Ahmadi.
Quote Deden:
siapa dan orang mana ya, Mas yang keluar dari Ahmadiyah dan diancam-ancam itu?
Jawab:
Kalo Akang punya waktu dan kesempatan yah… telepon aja sendiri ke redaksi Antv, saya udah kasih detail beritanya kapan ditayangkan.
Kembali ke pertanyaan saya, orang keluar Ahmadiyah (masuk Islam) buat Ahmadiyah adalah statusnya murtad (bukan begitu Kang Deden?)
deden:
orang keluar dari Ahmadiyah kami katakan sebagai keluar dari organisasi yang namanya Ahmadiyah, dia tetap sebagai orang Islam. Murtad kalaulah ia ganti agama. Ahmadiyah bukan Agama!
By Nabi lama on May 13, 2008
Quote Marika:
Shadow, sepertinya anda dan teman2 anda adalah salah satu pembuktian dari kebenaran Ahmadiyah. Tapi sayang juga sudah banyak memakan dana besar perjuangan untuk mencaci maki, menindas, memfitnah untuk melenyapkan Ahmadiyah
Jawab:

Kapan saya menindas Ahmadiyah…Fitnah
Kapan saya memfitnah Ahmadiyah….Fitnah lagi
Kapan juga melenyapkan Ahmadiyah….Fitnah lagi
Quote Marika:
malahan yang terjadi sebaliknya, Ahmadiyah berkembang semakin besar dan kuat.
Jawab:

Apa karena alasan berkembang anda menganggap Ahamadiyah adalah Aliran yang benar…sungguh konyol penalaran anda
Bagaimana dengan Agama Kristen yang semakin berkembang, apakah karena agama mereka berkembang lantas menganggap mereka agama yang benar? sialahkan anda jawab
Nasehat saya banyak-banyaklah belajar Al-Qur’an dan jangan Doktrin saja yang banyak dipelajari sehingga membuat mata hati menjadi buta dan menjadi orang yang bebal ketika kesesatan Ahmadiyah ditunjukkan didepan mata anda.
Quote Marika:
Shadow, kerajaan yang Ahmadiyah dirikan adalah kerajaan rohani. anda dan semua teman2 anda tidak dapat menghancurkan kerajaan tersebut karena ada di dalam hati para ahmadi.
jawab:

Gw maklum, kalau sudah fanatik menganggap apa yang diyakininya adalah kerajaan rohani, padahal apa yang diyakininya adalah sebaliknya yaitu kerajaan setan. Tipu daya setan membuat aliran seperti anda seperti orang yang mabuk yang tidak mau sedikitpun penjelasan orang lain. Tutup mata tutup telinga sudah menjadi budaya anda
Baca saja diskusi-diskusi Ahmadiyah disini http://islamic.us.to
Banyak bukti-bukti kesesatan Ahmadiyah diungkap dlm link tsb. Bukti yang diberikan banyak berasal dari buku-buku dan tafsir resmi ahmadiya Ahmadiyah. Buku Ahmadiyah tsb dengan sendirinya mengungkap kesesatan dan keborokannya alirannya sendiri….senjata makan tuan istilahnya
Saya yakin setelah anda membaca link tsb akan bersikap yang sama seperti ahmadi-ahmadi lainnya yang pernah membaca maupun yang pernah berdiskusi di link tsb yaitu “BEBAL”
Quote Marika:
Walaupun mesjid kami di bakar tapi tidak ada yang dapat menghanguskan keyakinan yang ada di dalam hati kami.
jawab:
Anda salah alamat…non ahmadi yang disini bukan orang yang senang membakar masjid dan menyukai kekerasan. Sebelum menulis tolong dipikir terlebih dahulu. Setiap serangan yang kami terima malah menguatkan tali persatuan dan keimanan kami.
Quote:
Semoga anda dapat melihat kebenaran dari hati anda yang paling dalam.
jawab:
Apakah mungkin manusia adalah tuhan Marika? 
? kalau bebal apa pantas anda mengatakan demikian “Semoga anda dapat melihat kebenaran dari hati anda yang paling dalam”.
ha…haaa..haaa…ente melihat dan membaca isi tadzkirah saja belum pernah, pake bilang kebenaran segala
makanya meluncur ke http://islamic.us.to ,disana ada tadzkirah. Ada wahyu di tadzkirah tsb bahwa Ghulam Ahmad adalah seorang tuhan lho
apa ente belum tahu? kalau nanti sudah membaca tadzkirah tsb, langkah apa yang anda ambil, Bertaubat ataukah Bebal sama seperti ahmadi lainnya contohnya seperti Alif
Quote Marika:
Nabi lama, apakah menurut anda islam mengajarkan cara seperti yang anda anggap benar tersebut. Kalau mau kembali ke dalam islam pakai lah cara2 Al-Qur’an ajarkan bila ada perbedaan.Kami serahkan semua ini kepada Allah SWT dalam semua do’a2 kami.
jawab:
apa Ahmadiyah selama ini menggunakan Al-Qur’an marika? meluncur kesini saja http://islamic.us.to, disitu banyak bukti-buktinya
Quote Marika:
Saya genersi ke 3 dari keluarga Ahmadi, pendidikan agama di dalam ahmadiyah atau di luar ahmadiyah tidak pernah saya di ajarkan anarkisme. Tabligh yang Ahmadiyah ajarkan dengan Bijaksana dan Arif. Saya bingung sama semua perlakuan beberapa kelompok islam terhadap kami. Dan apakah saya mesti mengikuti orang2 yang tindakannya di luar islam?
Saya kenal beberapa orang yang di bayar untuk aksi demo menghancurkan mesjid kami, kesehariannya cuma mabok dan menyusahkan orang tua. Bagaimana saya menganggap kelompok mereka itu benar, padahal di Ahmadiyah Islam begitu suci, agung dan Indah sekali.
JAWAB:
kalau diskusi disini sebelum menulis dipikir dahulu apakah kita ini pernah bersikap anarkis ataukah tidak. Jangan asal tuduh nanti bisa fitnah lho
Quote Marika:
Nabi lama, shadow dll
Anda menganggap kami di luar islam, kalau kami masuk islam kami masuk islam kelompok yang mana??
JAWAB:
apa pernah saya menganggap anda keluar dari Islam? kapan saya bilang begitu? bisa tunjukkan buktinya!!
By shadow on May 14, 2008
Shadow makasih yah kayaknya anda semangat sekali mau menuntun saya ke jalan yang benar. Makasih juga deh anda masih mengaku Ahmadiyah tidak keluar dari Islam. Tapi saya juga gak menuduh anda apa2 kok, saya cuma jelasin aja kondisi yang saat ini saja jadi gak usah marah2 ya… mungkin anda salah mengerti ya..
Saya salut juga anda sudah mempelajari Tazkirah, Saya secara pribadi gak khawatir yah
sama pengakuan Hz.Mirza Ghulam Ahmad, as. Karena semua dia katakan ATAS NAMA ALLAH SWT. Jadi kalau beliau pembohong anda tahu kan akibatnya.
Sekarang kalau saya bersumpah atas nama Allah atas sesuatu hal kepada anda, anda akan percaya sama pernyataan saya atau tidak? kalau anda percaya pasti karena nama Allah nya kan…. kalau saya pembohong menurut anda yang akan di kenakan sanksi; saya yang pembohong atau anda yang percaya sama saya atas nama Allah?
Jadi saya gak ada beban ya kalau sang PENDAKWA sudah bersumpah ATAS NAMA ALLAH SWT. Lagi pula kalau pendakwaan palsu pastilah sudah di hancurkan Allah seperti janji Allah kepada pendakwa palsu.
Shadow maaf aja nih bukannya mau sombong, terus terang aja di dalam Ahmadiyah saya sudah merasa tenang dan bangga dan punya Khalifah.
Dan saya bingung kalau anda merasa Ahmadiyah itu salah terus bagai mana sebaiknya menurut anda kelompok mana yang benar??? paling tidak yang lebih baik dari Ahmadiyah, dan isinya orang2 yang mukhlis seperti teman2 saya para Ahmadi.
Saya juga mau tanya anda tahu ahmadiyah dari orang ahmadi atau dari orang di luar ahmadiyah?
karena saya pernah di kasih Tazkirah dari teman dari orang yang bukan ahmadiyah, ternyata isinya juga banyak yang salah ya di potong2 sehingga maknanya sudah di kondisikan salah.
Kalau anda mau terima saran saya, anda tanya langsung saja ke Allah SWT tentang kebenaran pendakwaan Mirza Ghulam Ahmad, kan udah ada sarananya yah, dalam sholat dan do’a2 anda. karena Ayah dan keluarga saya juga masuk Ahmadiyah dengan cara seperti itu.
NB:web nya gak bisa dibuka
By MARIKA on May 15, 2008
Shadow,
di dalam Tazkirah Hz. Mirza Ghulam Ahmad mengatakan bahwa beliau tidak lebih berharaga dari sebutir debu yang melekat di kaki Rosulullah SAW.Kalau Mirza Ghulam Ahmad mengaku Tuhan, saya rasa itu salah arti ya, saya memang gak bisa bahasa urdu tapi saya yakin orang yang menterjemahkan itu gak bener atau kalimat sudah di potong2.
Ada sudah baca belum syarat Bai’at masuk Ahmadiyah? mungkin dari sana anda bisa tahu apa kah ahmadiyah itu, dan kenapa harus ada.
By MARIKA on May 15, 2008
Allah selalu bersama orang-orang yang mendekatkan diri kepadaNya.
Tuhan selalu punya rencana untuk menunjukan kebenarannya.
JAman Rasulullah SAW betapa penindasan, penderitaan dialami oleh Beliau bersama Pengikutnya.
Tuhan tidak bisu Tuhan selalu berkata-kata kepada makhlukNya….
sampe kapanpun akan selalu begitu.
tidak ada istilah wahyu sudah tidak turun.
By Donkqer on May 17, 2008
Dialoglah….!!!! ikuti petunjuk dan teladan Rasulullah SAW jangan ada anarkis!!!!
diketawain nasrani tau…….
By Donkqer on May 18, 2008
Quote:
Tuhan tidak bisu Tuhan selalu berkata-kata kepada makhlukNya….
sampe kapanpun akan selalu begitu.
tidak ada istilah wahyu sudah tidak turun
Jawab:
Yah yang berkata2 pada makhluknya, tapi makhlukNya nggak ngaku2 nabi. Kenabian sudah selesai di tangan Nabi SAW.
By nabi lama on May 18, 2008
Quote Marika:
Shadow makasih yah kayaknya anda semangat sekali mau menuntun saya ke jalan yang benar.
jawaban:
itu memang kewajiban saya sebagai muslim untuk mengingatkan saudaranya yg tersesat.
Quote Marika:
Makasih juga deh anda masih mengaku Ahmadiyah tidak keluar dari Islam.
Jawab:
Soal itu sih saya serahkan saja kepada Allah
Quote Marika:
Tapi saya juga gak menuduh anda apa2 kok,
jawab:
kenapa nama gw disebut -sebut
Quote:
saya cuma jelasin aja kondisi yang saat ini saja jadi gak usah marah2 ya… mungkin anda salah mengerti ya..
jawab:
saya tidak marah, justru saya malah ketawa ketiwi….apa anda tidak melihat smileynya sebagai tanda saya tidak marah. Kalau jelasinnya nggak usah nyebut nama…takutnya jadi fitnah. Nanti anda yang rugi sendiri. Bolehlah anda menyebut nama kalau anda menemukan bukti bahwa orang yang anda tuduh memang berkata seperti yang anda tuduhkan.
Quote:
Saya salut juga anda sudah mempelajari Tazkirah, Saya secara pribadi gak khawatir yah
sama pengakuan Hz.Mirza Ghulam Ahmad, as. Karena semua dia katakan ATAS NAMA ALLAH SWT. Jadi kalau beliau pembohong anda tahu kan akibatnya.
jawab:
Kalau anda mengukurnya seperti itu, bagaimana dengan Agama kristen? kenapa mereka berbohong tapi belum merasakan akibatnya
justru mereka makin berkembang.
akibatnya kenabiannya tidak bisa berlangsung lama
klik saja disini http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0 Posted: Nov 11 2007, 04:56 PM
Quote:
Sekarang kalau saya bersumpah atas nama Allah atas sesuatu hal kepada anda, anda akan percaya sama pernyataan saya atau tidak? kalau anda percaya pasti karena nama Allah nya kan…. kalau saya pembohong menurut anda yang akan di kenakan sanksi; saya yang pembohong atau anda yang percaya sama saya atas nama Allah?
jawab:
jadi gw nggak langsung percaya pada orang yang bersumpah atas nama Allah apalagi ini menyangkut nabi palsu yang harus diuji terlebih dahulu dengan Al-Qur’an.
kalau anda percaya pasti karena nama Allah nya kan…..pertanyaan ini saya balikkan kepada anda.
Didunia ini banyak orang yang bersumpah palsu….contohnya seperti pejabat yg koruptor, mereka.sebelum diangkat bersumpah atas nama Allah tapi sesudah itu mereka melanggar sumpahnya
Ghulam Ahmad itu bersumpah karena dirinya merasa yang memberikan wahyu itu adalah tuhan padahal yang memberikan wahyu tersebut adalah setan. Memang Ghulam Ahmad bisa jadi benar menerima wahyu tapi dia sendiri tidak tahu apakah wahyu tsb benar-benar dari Allah atau tidak. Tidak mungkinlah Allah memberikan wahyu tetapi bertentangan dengan Al-Qur’an.
Patut anda catat, mengukur kebenaran bukan dilihat sumpahnya atas nama Allah tetapi mengukurnya dengan Al-Qur’an.
Marika, sayapun bisa bersumpah atas nama Allah atas sesuatu hal kepada anda, anda akan percaya sama pernyataan saya atau tidak?
By eman on May 19, 2008
Quote:
Jadi saya gak ada beban ya kalau sang PENDAKWA sudah bersumpah ATAS NAMA ALLAH SWT.
jawab
hiii…hiii…hiii….mengukur kebenaran seseorang kok dari sumpahnya bukan dari Al-qur’an.
Anda baca Surat Al-Maidah 44,45,47….bagaimana orang yang memutuskan perkara tidak berdasarkan Al-Qur’an? disebut apa orang tsb?
Quote:
Lagi pula kalau pendakwaan palsu pastilah sudah di hancurkan Allah seperti janji Allah kepada pendakwa palsu.
jawab:
janji yang mana….memotong urat nadi itu (QS.69:47)…itu khan hanya kata kiasan. Apa anda pernah mendengar orang-orang yg mendakwakan sebagai nabi palsu oleh Allah langsung dipotong urat nadinya? kalau itu maksudnya nggak perlu nunggu waktu yg lama sampai bertahun-tahun mengadzab mereka….satu dua hari dimulai pendakwaannya sudah cukup bagi Allah untuk mengadzabnya tapi kenyataannya Allah memberikan mereka tenggang waktu bertahun-tahun bahkan ada yang taubat segala. Marika, Intinya Nabi palsu itu kenabiannya tidak akan berlangsung lama seperti halnya Ghulam Ahmad
disini saya sudah menjelaskanannya http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0 Posted: Nov 11 2007, 04:56 PM
Quote:
Shadow maaf aja nih bukannya mau sombong, terus terang aja di dalam Ahmadiyah saya sudah merasa tenang dan bangga dan punya Khalifah.
jawab:
justru ketika saya menjadi ahmadi merasa tidak tenang hingga akhirnya keluar dari Ahmadiyah.
Kalau gw sih tidak ada yang patut dibanggakan dari khalifah yg sesat
Quote:
Dan saya bingung kalau anda merasa Ahmadiyah itu salah terus
jawab:
Anda saja belum ikhlas menerima fakta sesatnya Ahmadiyah. Saya sudah banyak membuktikan sesatnya ahmadiyah di http://islamic.us.to ……..silahkan anda cermati diskusinya satu-persatu. Anda sebagai manusia yang berakal, harus siap menerima kenyataan pahit tsb. Kefanatikan anda thd Ghulam Ahmad membuat akal sehat tidak terpakai.
Quote:
bagai mana sebaiknya menurut anda kelompok mana yang benar??? paling tidak yang lebih baik dari Ahmadiyah, dan isinya orang2 yang mukhlis seperti teman2 saya para Ahmadi.
jawab:
Saya bukan seorang tuhan hingga bisa mengetahui golongan mana yang benar. Syirik nantinya karena mendahului Allah. Rasulullah saja tidak pernah menyebutkan golongan mana yang benar.
Apa anda tidak pernah nonton video seminar di UGM pada saat Tahir Ahmad khalifah datang ke indonesia. Khalifah anda saja menagatakan tidak mengetahui golongan mana yang benar dan tidak mengatakan Ahmadiyah adalah golongan yang benar.
Quote:
Saya juga mau tanya anda tahu ahmadiyah dari orang ahmadi atau dari orang di luar ahmadiyah?
jawab:
Saya mantan Ahmadi…..maka dari itu saya tahu sesatnya ahmadiyah. Saya keluar ketika semakin tahu kesesatannya. Justru saya keluar setelah membaca berbagai macam buku-buku Ahmadiyah dan Tafsir Ahmadiyah. Setelah melalui proses yang panjang saya akhirnya keluar dari Ahmadiyah. Intinya Akal sehat harus dipergunakan, tidak menghamba kepada pemikiran orang lain, siap menerima kenyataan pahit, tidak mengkultuskan Ghulam Ahmad, mau mendengar dari pihak lain dan menyelidikinya, yang terakhir haruslah ikhlas.
Kalau anda ingin tahu ttg buku-buku Ahmadiyah, Tafsir Resmi Ahmadiyah, Tadzkirah, dll bisa dilihat di http://islamic.us.to kemudian klik “Diskusi Ahmadiyah”
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?s=256efd99d8e4a49d8cb99b223240b32c&showforum=7
Quote:
karena saya pernah di kasih Tazkirah dari teman dari orang yang bukan ahmadiyah, ternyata isinya juga banyak yang salah ya di potong2 sehingga maknanya sudah di kondisikan salah.
jawab:
Itu kata siapa….kata petinggi-petinggi ahmadiyah kah? wajar kalau mereka mengatakan isinya salah dan dipotong2, mana ada sejarahnya borok sendiri diungkap
silahkan anda menuju kesini saja bisa dilihat di http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59
saya menjamin tadzkirah tsb tidak dipotong-potong, sudah asli dari sononya.
By eman on May 19, 2008
Quote:
Kalau anda mau terima saran saya, anda tanya langsung saja ke Allah SWT tentang kebenaran pendakwaan Mirza Ghulam Ahmad, kan udah ada sarananya yah, dalam sholat dan do’a2 anda.
jawab:
Sebelum saya keluar dari Ahmadiyah saya sudah melakukannya, pada akhirnya saya memutuskan keluar dari Ahmadiyah. Saran saya, jangan terbuai dan cepat percaya oleh doktrin mereka agar shalat istikharah seolah-olah mereka adalah golongan yang benar. Jangankan saya, semua orangpun bisa menasehati anda seperti yang anda tulis tsb untuk shalat istikharah dan berdo’a kepada Allah…….siapa yang tidak bisa menasehati seperti itu. Tapi itu semua tidak menjamin bahwa mereka adalah benar. saya sudah tahu doktrin ahmadiyah tsb….menurut saya itu salah satu jurus Ahmadiyah seperti halnya jurus langkah seribu.
Quote:
karena Ayah dan keluarga saya juga masuk Ahmadiyah dengan cara seperti itu.
jawab:
tapi ada juga yang keluar dengan cara seperti itu.
Setiap orang yang mengikuti berbagai macam aliran sesat setidaknya pasti akan melakukan cara seperti itu. Yang terpenting yang harus anda tanamakan adalah akal sehat, ikhlas, dan Al-Qur’an.
Selama anda tidak ikhlas, tidak menggunakan akal sehat dan tidak memakai Al-Qur’an sebagai satu-satunya pedoman, kebenaran tidak akan anda dapatkan. Justru sebaliknya, kesesatan akan anda peroleh.
Quote:
NB:web nya gak bisa dibuka
jawab:
coba http://www.z8.invisionfree.com/islamic
Quote:
Shadow,
di dalam Tazkirah Hz. Mirza Ghulam Ahmad mengatakan bahwa beliau tidak lebih berharga dari sebutir debu yang melekat di kaki Rosulullah SAW.
Jawab:
wajarlah…banyak cara untuk mengelabui mata kita dengan perkataan-perkataan seperti itu agar dinilai dia bukanlah pendusta. Dalam Tadzkirah pula anda akan menemukan kesesatannya Ghulam Ahmad.
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59
Quote:
Kalau Mirza Ghulam Ahmad mengaku Tuhan,
jawab:
harap anda catat bahwa di tadzkirah bukan Ghulam Ahmad mengaku sebagai tuhan tetapi tuhannya MGA lah yang mengatakan MGA adalah tuhan.
bisa dilihat di http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59
dibawah ini ada penjelasan dari buku ahmadiyah bahwa Ghulam Ahmad memiliki sebagian sifat-sifat Allah. Menerimakah akal anda?
http://img293.imageshack.us/img293/7816/buku294bew9.jpg
coba anda jawab dengan akal sehat anda ditambah lagi dengan hati yang ikhlas.
Quote:
saya rasa itu salah arti ya,
jawab:
tidak salah arti…..kalau anda kurang yakin, silahkan tanyakan kepada seseorang yang mengerti bahasa arab apa arti wahyu-wahyu tsb. Saya sarankan anda jangan bertanya kepada Mubaligh Ahmadiyah khawatir artinya nanti dipelintir. Sebaiknya cari orang yg netral dan jangan mengatakan itu adalah tadzkirah.
Quote:
saya memang gak bisa bahasa urdu
jawab:
ada kok yang berbahasa arab
Quote:
tapi saya yakin orang yang menterjemahkan itu gak bener atau kalimat sudah di potong2.
jawab:
pengertiannya sudah bener…kalaupun ada yg sepotong-sepotong tidak akan merubah maksudnya.
Quote:
Ada sudah baca belum syarat Bai’at masuk Ahmadiyah?
jawab:
Sudah….saya khan mantan ahmadi
Quote:
mungkin dari sana anda bisa tahu apa kah ahmadiyah itu,
jawab:
Semua aliran pasti akan mengajarkan hal tersebut dan bukan berarti mereka menulis hal tersebut mereka adalah golongan yg benar. Membuat teorinya sih mudah, yang penting itu pelaksanaannya. Selama saya diskusi dengan ahmadi mereka tidak berani berkata jujur…apa ini tidak sumpah palsu namanya.
Saya tanya kepada anda, sudahkah anda menjalankan syarat-syarat bai’at tsb?
Quote:
dan kenapa harus ada.
jawab:
Tujuannya untuk mengelabui masyarakat yang awam thd ajaran agama islam biar terkesan mereka mengajarkan kebenaran.
By eman on May 19, 2008
Quote Donkqer:
Allah selalu bersama orang-orang yang mendekatkan diri kepadaNya.
jawab:
1x
benar….tapi tidak bersama nabi palsu
Quote:
Tuhan selalu punya rencana untuk menunjukan kebenarannya
jawab:
2x
benar….tapi tidak bersama nabi palsu
Quote:
JAman Rasulullah SAW betapa penindasan, penderitaan dialami oleh Beliau bersama Pengikutnya
jawab:
Benar….Nabi palsupun juga merasakannya
Quote:
Tuhan tidak bisu Tuhan selalu berkata-kata kepada makhlukNya….
sampe kapanpun akan selalu begitu
jawab:
Doktrin Ahmadiyah selalu dimakan mentah-mentah oleh pengikutnya
Doktrin ahmadiyah ini sudah tidak asing ditelinga saya.
Anda menganggap kalau Allah tidak berkata-kata lagi kepada hambanya berarti Allah telah bisu, begitu khan menurut doktrin anda….naudzubillahi min dzalik. Sebelum menulis dipikir terlebih dahulu dengan akal sehat. Perkataan anda tsb kepada Allah tidak pantas dan menghina Allah menurut akal sehat. Ucapan itu hanya perkataan para penipu yang ingin mengelabui mata orang.
Coba anda pikir dengan akal anda kalau seorang berbicara dengan kita pada suatu masa dan sesudah itu ia tidak mau berkata-kata lagi, apakah dikatakan dia bisu?
Kalau Allah tidak berbicara dengan manusia lagi, apakah tidak ada makhluk lain yang dia omongi?
Perumpamaan Allah tidak berkata-kata lagi kepada siapapun dari makhluknya, apakah berarti Allah itu bisu?
cobalah anda menjawabnya……saya tunggu penjelasan dari anda.
Quote:
tidak ada istilah wahyu sudah tidak turun.
jawab:
Ada manusia mau mengatur Allah….naudzubillahi min dzalik
By eman on May 19, 2008
Buat marika:
saya sengaja menggunakan nama “eman” karena ketika saya menggunakan nama “shadow” postingan saya tidak terkirim…..entah kenapa?
By eman on May 19, 2008
Quote Marika:
tidak ada istilah wahyu sudah tidak turun
Jawab:
Kesimpulan dari mana itu asalnya? Tadzkirah atau apa?
By nabi lama on May 20, 2008
Shadow,
Setelah anda keluar dari ahmadiyah sekarang anda di kelompok mana?
By MARIKA on May 21, 2008
Thanks ya shadow atas keterangannya.
Alhamdulillah gw yakin banget AHMADIYAH benar. Dan gw akan belajar lagi yang dalam tentang Tazkirah, dll.
see you next time
By MARIKA on May 22, 2008
Quote Marika:
Shadow,
Setelah anda keluar dari ahmadiyah sekarang anda di kelompok mana?
jawab:
kelompok mana ya????
Quote Marika:
Thanks ya shadow atas keterangannya.
Jawab:
Sama-sama Marika….pelajari dengan baik berbagai diskusi tsb
Quote Marika:
Alhamdulillah gw yakin banget AHMADIYAH benar.
jawab:
terserah anda saja…itu hak anda. Coba pelajari Al-Qur’an dengan baik.
Quote:
Dan gw akan belajar lagi yang dalam tentang Tazkirah, dll.
see you next time
jawab:
Saya dukung niat baik anda untuk mempelajari ajaran ahmadiyah. Saya akan mendo’akan anda untuk menemukan suatu kebenaran. Semoga anda mendapat petunjuk dari Allah.
Kalau anda sewaktu-waktu ingin menanyakan ttg ahmadiyah kepada saya bisa melalui email saya shadow_live2006@yahoo.co.id
Selama tidak sibuk saya akan menjawab pertanyaan anda dan saya akan siap menguploadkan buku-buku ahmadiyah yang anda inginkan, bila perlu tadzkirah.
see you next time
By shadow on May 23, 2008
Buat Marika silahkan kunjungi http://www.jusman.wordpress.com
By shadows on Jun 6, 2008
Cara-cara yang dilakukan FPI memang salah. Namun tujuan dasar FPI adalah ingin Ahmadiyah bubar.
Saya juga heran Melihat orang-orang begitu cinta mati membela Gus DUR. Menurut saya pribadi mereka lebih cinta GUS DUR ketimbang Nabi Muhammad SAW. Mereka rela ajaran Rasulullah dinodai oleh Ahmadiyah dan tetap membela GUS DUR. Pengkultusan seperti ini tidak dibenarkan dalam Islam. Bagi pendukung GUS DUR, apapun yang dikatakan GUS DUR mutlak benar dan tidak mungkin salah. GUS DUR bukanlah seorang tuhan. Kita tidak boleh mengatakan pasti benar kepada seorang manusia. Hanya kepada Allah saja kita boleh mengatakan “pasti benar”.
Berita pagi ini di TV bahwa GUS DUR akan membela Ahmadiyah, sungguh patut disayangkan. Para sahabat pada zaman Rasulullah SAW tidak pernah sekalipun membela ataupun melindungi orang-orang yang sesat yang mengaku sebagai nabi. Ini tidak ada hubungannya dengan kebebasan beragama dan berkeyakinan tetapi apa yang dilakukan ahmadiyah berkaitan dengan penodaan agama Islam.
By mardi on Jun 9, 2008
Sedikit mengomentari insiden di Monas kemarin, kami sampaikan bahwa tidak ada pihak yang paling berbahagia saat ini melihat sesama umat Islam saling bermusuhan dan baku hantam, kecuali iblis laknatullahi ‘alaihi.
Inilah momen yang paling membahagiakan Iblis yang sejak zaman nabi Adam ‘alaihissalam sudah punya dendam kesumat untuk menimbulkan permusuhan di kalangan anak-anak Adam.
Sudah lama iblis merasakan sesak dada karena melihat umat Islam di negeri ini semakin dekat dengan agama. Sudah lama Iblis sakit hati melihat semakin hari semakin banyak saja para wanita di negeri ini yang menutup aurat dan pakai jilbab.
Sudah lama Iblis kecewa melihat begitu banyak pengajian dan majelis taklim menjamur bukan hanya di desa, bahkan di gedung-gedung pencakar langit di Jakarta, sehingga orang semakin banyak yang mengenal lebih dalam tentang agamanya.
Sudah lama Iblis tidak pernah tersenyum dan bermuka masam, karena selama ini melihat umat Islam dari berbagai elemen bersatu, melepaskan dan melupakan perbedaan yang kerap menghantui mereka.
Namun pada hari-hari belakangan ini, Iblis bisa kembali menari-nari kegirangan, berputar-putar dan memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri diiringi musik. Iblis tertawa lebar, hidungnya mekar, dadanya menggelembung bahagia.
Betapa tidak, karena Iblis akhirnya bisa melihat pemandangan yang sudah lama tidak lagi disaksikannya, yaitu ketika anak cucu Adam memukuli saudaranya sendiri, apapun penyebabnya, lalu orang lain yang tidak tahu urusan lantas ikut-ikutan mau membalaskan dendamnya, maka Iblis dan teman-temannya mulai berpesta.
Musik telah dimainkan, batu dan kayu dilemparkan, dendam kesumat diletupkan, permusuhan semakin menjadi-jadi tanpa bisa dizinakkan. Kita jadi teringat pada firman Allah SWT ketika dahulu mengingatkan bahwa Iblis memang memimpikan hal itu.
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu. (QS. Al-Maidah: 91)
Sebagai muslim, tentu kita malu kalau harus ikut kejeblos dengan jebakan-jebakan Iblis yang inginnya memperluas permusuhan dan konflik horizontal di tengah umat Islam.
Padahal sesungguhnya akar masalahnya bukan urusan anarki, melainkan urusan penyimpangan akidah Ahmadiyah yang sejak dulu kesesatannya telah disepakati ulama.
Sayangnya begitu banyak di antara kita sendiri yang jadi korban penggiringan opini media massa milik Iblis atau setidaknya yang mendukung Iblis, yang inginnya ada konflik horizontal. Kami yakin sekali bahwa media adalah kekuatan keempat yang amat berpengaruh di dalam suatu negara. Bahkan terkadang jauh lebih kuat dari seorang Presiden sekalipun.
Apalagi kalau media itu membentuk jaringan dan sama-sama menggiring opini sambil terus memanas-manasi publik untuk melakukan character assasination kepada kelompok tertentu. Masih ditambah dengan kekuatan pihak asing (baca: yahudi) yang juga ingin melumat Islam di negeri ini. Wah, ini memang sangat dahsyat.
Buktinya, saudara-saudara kita di daerah yang kurang informasi objektif sampai harus mengisi tubuh dengan ilmu kebal dan makan gotri pakai pisang. Kalau kita tanya, untuk apa melakukan itu, jawabnya tentu bisa beragam. Tetapi yang paling kuat justru untuk melakukan perbuatan yang jauh lebih anarkis. Sayang sekali.
Masyaallah, kalau pun perbuatan FPI itu dianggap anarkis, pertanyaannya adalah: Apakah anarki itu harus selalu dilawan dengan anarki? Apakah ‘kezaliman’ dihadapi dengan kezaliman juga? Lalu apa bedanya antara kedua belah pihak itu?
Sekarang sekian orang yang bertanggung-jawab dari perbuatan insiden Monas itu sudah ditangkap polisi, atau tepatnya telah menyerahkan diri dengan komitmen dan bertanggung-jawab. Bahkan Habib Rizik pun juga sudah ditangkap. Lalu mau apa lagi?
Apakah kekerasan memang harus selalu melahirkan kekerasan lainnya? Apakah mengisi ilmu kebal dan bermacam persiapan itu untuk melukai sesama anak Adam? Untuk menyakiti lagi umat Muhammad SAW?
Belum puaskah Iblis kita layani dengan hembusan angin nerakanya, sehingga kita harus terus menerus melakukan semua bisikan jahatnya?
By wati on Jun 11, 2008
Suasana memanas saat ini setelah insiden Monas kemarin, ada hal yang ganjil di mana 8000 Banser Anshor mengisi tubuh dengan kekebalan guna siap berperang melawan FPI.
Kami bukan memusuhi orang yang menggunakan ilmu kebal, namun kalau kita kaji lebih dalam di setiap even peperangan yang dijalankan oleh Rasulullah SAW, maka kita lihat bahwa sepanjang sejarah kita tidak menemukan indikasi beliau SAW menggunakannya.
Padahal kalau dipikir-pikir, Rasulullah SAW pernah diminta oleh para jin muslim untuk mengisi pengajian. Bahkan para shahabat sampai kebingungan mencari beliau SAW.
Ketika hari berganti, tiba-tiba Rasulullah SAW muncul lagi dan beliau mengatakan telah diundang oleh sekumpulan jin yang ingin belajar agama Islam.
Kalau kita pikir secara logika, meng