Ahmadiyah dan Kebebasan Beragama
3 August 2005 – 2:17 pmKasus Ahmadiyah di Parung Bogor memang menyebabkan polemik berkepanjangan antara pejuang HAM serta Islam Liberal (apa pula ini) Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Islam Konservatif. Bahkan dalam suatu wawancara terhadap pihak liberal di suatu harian jumpa pers bersama Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, pembicara pihak liberal Ulil Absar Abdala, tokoh JIL, sempat mengatai fatwa MUI tentang pelarangan Ahmadiyah adalah tindakan tolol dan konyol. Dzigh… tidak adakah kata yang lebih sopan lagi…
Namun menurut Pak Din Syamsudin dari MUI, fatwa MUI hanya melarang aliran Ahmadiyah yang menyimpang yaitu aliran yang mengakui pendirinya sebagai Nabi baru. Karena sudah jelas-jelas di Al-Quran dikatakan bahwa nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW. Kalaupun ada, dan itu merupakan salah satu tanda-tanda akhir jaman, adalah kemunculan kembali Nabi Isa A.S.
Apakah Ahmadiyah bentuk lain dari musuh-musuh Islam yang ingin memporak porandakan Islam? Bila memang salah kaprah dari hal-hal dan aturan yang jelas tertulis di Al Quran dan Al Hadits, maka sudah sepatutnya Ahmadiyah dilarang. Gak perlu lah denger lagi pejuang HAM, kebebasan beragama dan lainnya. Suru mereka kelaut aja.
Related Post :
|
|
|
|
|




519 Responses to “Ahmadiyah dan Kebebasan Beragama”
di laut ga ada pemandangan, di pantai ada
By Saya on Aug 3, 2005
biar nemenin ikan-ikan
By donie on Aug 5, 2005
hal ini sudah tertera jelas di blog side A…
http://tausyiah275.blogspot.com/2005/07/tentang-ahmadiyah.html
By Junkerz on Aug 5, 2005
no comment deh ^_^
Love for All, Hatred for None
http://www.ahmadiyya.or.id
http://www.alislam.org
By dien on Aug 15, 2005
Harap di garis bawahi kata-kata “Bila memang salah kaprah” di paragraf ketiga loh. Artinya saya hanya mendukung pelarangan Ahmadiyah bila memang dia begitu, karena sesungguhnya saya tiada mengetahui apapun tentang ahmadiyah ini. Dan sesungguhnya tiada seorang pun yang tahu melainkan Allah SWT.
By donie on Aug 15, 2005
Dalam alqur’an Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW yang patut di Imani, tidak ada Nabi ghulam, Imam Mahdi kerjanya merangi dajjal, jangan mati dulu. so what gitu lho….
orang india bikin2 tafsir dan menganggap dirinya nabi? TIDAK ADA orang yang bisa menyamai Nabi Muhammad! Dan pada kenyataanya, si Ghulam itu tidak memerangi Dajjal dan dunia tidak kiamat.
INI HANYA SEBUAH BUAH PIKIRAN MANUSIA YANG TERBATAS YANG INGIN MEMECAHKAN MISTERI ALAM SEMESTA!
dan anda tahu kenapa Ahmadiyyah dilarang naik haji? KARENA MEREKA TIDAK BERIMAN TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW!
mekkah dan ka’bah adalah tempat kuburan nabi muhammad saw. MENGAPA KALIAN TIDAK NAIK HAJI KE INDIA?! ke kuburannya ghulam?!
By Neon Bontang on Aug 15, 2005
setuju ama Neon Bontang, Jangan ngikutin Nabi Muhammad SAW yang cara Sholatnya, si Gholum bikin sendiri aja Cara Sholat Sendiri biar si Ahmadyah ngikutin cara si Gholum, kalo mau ikut Nabi Muhammad berarti harus ngaku dan percaya kalo Nabi Muhammad itu nabi terakhir
By 123 on Aug 16, 2005
Makanya dikasih link dimana bisa dipelajari sesuatu langsung dari sumbernya, itu juga kalo mau lho.
Salah satunya, buat menjawab postingan LPPI soal kesesatan Ahmadiyah yang kebanyakan isinya cuma fitnah, bisa dibaca di buku Bukan Sekedar Hitam Putih http://www.ahmadiyya.or.id/pustaka/buku/bshp. Atau Apakah Ahmadiyah http://www.ahmadiyya.or.id/pustaka/buku/apakahahmadiyahitu.
Yang jelas susah kalo bersandar sama media massa sekalipun, sebagai contoh berita di Jakarta “Post Service, not just prestige, sought from diplomats” dengan link http://www.thejakartapost.com/detailheadlines.asp?fileid=20050811.A06&irec=5 tadinya berisi berita “Government rejects MUI’s demand to ban Ahmadiyah” http://www.ahmadiyya.or.id/berita/?action=show&id=93. Boleh dicari versi cetaknya kalo mau bukti.
Soal fatwa (nasihat) Ahmadiyah ’sesat dan menyesatkan’, sebenernya ga ada masalah sebab itu hak MUI untuk merasa perlu memberi nasihat yang dianggapnya benar. Yang penting jangan sampe atas dasar fatwa tadi jemaah Ahmadiyah ‘dipaksa’ berlaku ’sesat’ seperti yang difatwakan.
Analoginya misalnya ada orang yang dipanggil anjing. Selama itu cuma panggilan ga ada masalah, tapi janganlah dia dipaksa untuk menjadi anjing, sebab itu sudah menyalahi hak hidup orang itu.
Sebagai contoh, di Pakistan itulah yang terjadi. Kalo ada orang Ahmadiyah mengucapkan kalimah syahadat, shalat, puasa atau beribadah menurut tata cara Islam, orang itu bisa ditangkap dan dipenjara. Indonesia, mau jadi kayak gitu kah???
Pertanyaan itu retorik.
-dien-
By dien on Aug 22, 2005
Maap ternyata masih ada beritanya tapi udah masuk archive http://www.thejakartapost.com/Archives/ArchivesDet2.asp?FileID=20050811.A06.
By dien on Aug 22, 2005
#4 - kalau domain name nya alislam.org (Al Islam = THE (real) Islam), tapi ternyata bukan, ya itu namanya cari gara-gara.
Invitation for people to hate you
Satu lagi domain milik Ahmadiyyah adalah muslim.org - dulu waktu awal2 dapat akses Internet di Indonesia saya sampai kebingungan, kok namanya muslim.org, tapi isinya begini ?
Ternyata Ahmadiyyah, oalah… saya tidak tahu sudah berapa orang awam yang tertipu juga.
#8 - Jadi ingat kasus detik.com
detik melaporkan bahwa Ulil bilang KH. Sahal tolol (berkaitan dengan fatwa2 MUI ini).
Ulil lalu mengirim email menjelaskan bahwa dia tidak pernah mengatai KH. Sahal tolol.
Udah, enggak jelas deh apa yang terjadi sebenarnya. Mengambang saja.
Back to this case - kalau mau clear, Ahmadi harus ketemu dengan LPPI itu di suatu forum. Lalu diskusikan semuanya sampai jelas. Biar kita semua tidak bingung terus.
Tuh Ulil kemarin sudah mau ketemu dengan Hartono, hebat dia.
Gitu lho.
By Harry on Aug 26, 2005
ASS. WBB.
JIKA SAUDARA BELUM TAHU SELUK BELUKNYA MENGENAI AJARAN AHMADIYYAH JANGAN SOK TAHU, PELAJARI DULU, TANYA DULU. JANGAN MALU BERTANYA SESAT DIJALAN. JIKA ANDA INGIN TAHU APA SIH PENGERTIAN NAIK HAJI ? NAIK HAJI ITU ADALAH PERJALANAN NABI IBRAHIM DAN CEITA TENTANG NABI IBRAHIM.
SEKARANG JIKA ANDA TAHU RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN PASTI TAK AKAN SEHGAMPANG UNUTK MENFITNAH ALIRAN ORANG LAIN.
1. IMAN KEPADA ALLOH
2. MALAIKAT
3. PARA ROSUL (BERARTI ROSUL YANG DAHULU SPAI DEG SEKARANG)
4.IMAN PADA HARI AKHIR ATAU KIAMAT (KIAMAT KECIL & KIAMAT KUBRO)
5.IMAN KODO DAN KODAR
6.iMAN KEPADA kITAB suci.
sudah jelas toh point ke 3 iman kepada para rosul ? berarti ALLOH tdak membatasi rosul berapa jumlahnya, dia lah yg maha tinggi dan maha mengetahui siapa yang mau diutus memlalui malaikat itu semua rahasiah ALLOH.
Jika anda membatasi Subject seorang Nabi berarti anda melebihi Alloh SWT, dan otoriter.
Coba anda baca surat Al-baqoroh ayat 30. dengan artinya.
Lagi surqat al a-zhab ayat 40 itu kan mengenai perseteruan sahabat nabi yaitu para jaiz yang diceraikan oleh para sahabat nabi apakah boleh nikah lagi atau tidak.
Jadi setiap ayat itu harus dilihat dulu dalam rangka apa surat itu diturunkan dan semua surat ada paralelnya dengan surat lainnya jangan asal mendengar dari Ustaz yang secara lisan aja mengajarkan saudar saudara harus baca al-quran beserta kandungannya dan isinya, dan asal bunyi saja baca huruf arabnya sementara isi kandunganny tidak tahu.
Cobalah baca lagi ayat-ayat suci alqur’an yang ada tafsirnya, agar saudara tidak tersesat.
By praitiwi on Sep 14, 2005
sedikit cerita
ada orang yang sangat rajin ibadah,..dari shubuh sampe malam mulai dari yg fardu sampe ke yg sunah2,….sampe sytan membisikan ke dalam pikirannya bahwa dia mempunyai karomah2 dan kedudukannya telah diangkat oleh Tuhan ke tingkat yg lebih tinggi, dan sytan menampilkan kebusukan dalam bungkus yang indah2 serta menampilkan ilusi2.
akhirnya orang ini terpedaya dan mentazkiyah dirinya, dan mulai menggunakan akal pikirannya yang terbatas untuk menafsirkan dan menterjemahkan semuanya.
hingga akhirnya dia di sebut ghollum.
kepada lia aminudin he2 selagi masih hidup
“hati2 dengan apa yang dibisikan pada pikiranmu”
By bourne on Sep 16, 2005
Astagfirullah…astagfirullah….astagfirullah
Mohon ampun ya Allah atas kesesatan hamba. Tiada tuhan selain Engkau, Muhammad SAW adalah utusanMu. Mohon tunjukkan jalanMu yang lurus, yang Engkau ridhoi dan hindarkan hamba dari siksa api neraka.
Amiin ya robbal alamin.
By nabi lama on Sep 21, 2005
sedikit informasi tentang tradisi tauhid “naik haji” dan pelarangan nak haji.
1. naik haji sudah ada sejak jaman Nabi Ibrahim AS.
2. tempat dimana orang berkumpul untuk naik haji ini bukanlah kuburan. baca lagi sumber yang anda percaya tentang apakah tempat haji itu.
3. Muslim pertama yang dilarang naik haji adalah Nabi Muhammad SAW. baca sejarah Islam tentang pelarangan atas Nabi Muhammad SAW masuk ke Makkah.
salam,
“love for all, hatred for none”
By choesnah on Sep 24, 2005
No hate at all, but truth will reveal anyway.
By Nabi lama on Sep 25, 2005
Alloh SWT menciptakan agama Islam dari yg pertama merupakan agama yang asing lalu dijalankan oleh orang2 yang asing dan akhirnya menjadi asing pada akhir zaman. Sekarang liat aja zaman sekarang, orang yang menjalankan syariat dgn benar, orang yang ngga pernah korupsi di tengah2 lingkungan yg korupsi, orang yg ngga pernah dugem, dll malah menjadi ‘aneh’… Ayolah saudara-saudaraku, Alloh SWT menurunkan Kitab Suci Al-Qur’an adalah semata-mata untuk jadi pegangan umat manusia, jadi kalo ada yg salah dan miring, tegakkanlah dengan berpedoman pada Al-Qur’an jangan mengambil kesimpulan sendiri, nanti ditumpangi sama yang namanya Syaiton…
By Ochie on Sep 28, 2005
Memang ada dan banyak yang aneh.
Mempelajari Quran, tapi kelakuan kok tidak sesuai. Itulah manusia, yang diciptakan Allah. Kita hanya ikuti saja petunjukNya. Jangan lupa hormati orang tua dan guru.
Ada yang bilang, dengan mempelajari agama dan mengamalkannya secara tulus ikhlas, Allah akan memberikan balasan yang berlipat-lipat. Amiin.
By nabi lama on Sep 28, 2005
meskipun saya kurang respect sama gusdur, tapi ada kata-katanya yang menurut saya benar, bahwa ahmadiyah bukanlah agama, dan ahmadiyah bukanlah ISLAM.
jadi saya mensikapi mereka yang ahmadiyah seperti mereka penganut agama lain selain ISLAM, sama seperti nasrani, yahudi, atau animisme.
hmmm…temen saya si bedul juga ngaku nabi terakhir tuh, dia bikin aliran beduliyah…ada yang mau ikut?
oiya, info aja, waktu zaman khalifah, musaillamah al-kazzab bikin Islam tandingan, dan si makhluk itu berakhir dengan hukuman mati.
By ian on Oct 13, 2005
…hak Allah untuk mengutus nabi-Nya kedunia, kita sebagai manusia yang lemah tidak akan pernah bisa menentang apa yang akan Allah berikan dan tidak akan pernah bisa menuntut apa yang Allah tidak akan berikan. Sebagai sesama manusia, saya hanya ingin mengingatkan….jangan pernah menjadi ‘juri’ untuk masalah-masalah kenabian, Allah akan mengutus nabi-Nya ke dunia kapanpun Dia menghendaki…
By otaklucu on Oct 23, 2005
Tiada petunjuk yang jelas mengenai kedatangan nabi setelah Nabi SAW (selain yang dungkap para Ahmadi). Apakah para sahabat Nabi SAW membiarkan sesorang mengaku nabi baru? Tentu tidak. Hanya ketika Mirza mengaku menerima wahyu dan sebagai Al Masih sekaligus Al Mahdi siapa yang hendak menolak dia? Tentu para ulama yang hidup di zamannya.
Hingga kini, sesudah Mirza, masih ada orang yang mengklaim menerima wahyu. Baik itu dengan tanda dua gerhana pada satu bulan Ramadhan atau yang lain. Apakah sikap para Ahmadi mengenai hal ini?
By Nabi lama on Oct 29, 2005
…Hz.Siti Aisyah r.a. berkata:
“Katakanlah, sesungguhnya ia [Muhammad] adalah khaatamul-anbiya’, tetapi jangan sekali-kali kamu mengatakan laa nabiyya ba’dahu (tidak ada nabi sesudahnya).” (Durrun Mantsur, jld.V, hlm.204; Takmilah Majmaul Bihar, hlm.5) –> M. Ahmad Nuruddin, Masalah Kenabian, (Jakarta: Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1997), hlm.9
Apabila menurut pendapat Hz. Aisyah r.a. sesudah Rasulullah s.a.w tidak dapat datang kenabian jenis apa pun juga, maka mengapakah beliau r.a melarang orang-orang mengatakan laa nabiyya ba’dahu (tidak ada nabi sesudahnya)? Dan apabila pendapat beliau itu salah, mengapa para Sahabat r.a. tidak ada yang menyangkal ucapan Hz. Aisyah r.a. itu?
…….
mungkin anda dapat membaca buku ‘Bukan Sekedar Hitam Putih’ karangan M.A. Suryawan.
Semoga Allah selalu memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya. Amin.
By otaklucu on Dec 11, 2005
Anda hanya berpegang pada ’satu’ hadist tersebut, sedangkan lebih dari satu hadist yang menyatakan tiada nabi sesudah Nabi SAW. Apakah anda menolak hadist yang lebih banyak itu??
Bacalah kajian Ahmadiyah oleh non Ahmadi, karena kalo cuman baca yang dikarang para Ahmadi doang,yah… wawasannya cuma sampe disitu saja (Salah satunya ‘Menguak Kesesatan Aliran Ahmadiyah’ tulisan (bukan karangan) dari Dr. Ahmad Lutfi Fathullah,MA, Jakarta, Al-Mughni Press, 2005)
Selamat menyimak!!!
Terimalah kebenaran itu walau pahit dan tolaklah kesesatan walau manis.
By Nabi lama on Dec 22, 2005
Kami umat Islam yang dari sebelum Mirza sampai sekarang tidak banyak berubah. Mengapakah Mirza membuat suatu umat sendiri dengan baiat atas dia, selain syahadat? Apakah ada keharusan buat umat muslim untuk mengikutinya, sedangkan dasar-dasarnya saja tidak kuat?
Mirza menerima wahyu, apakah bisa dipertanggung jawabkan? Bagaimana fenomena sekarang, orang yang mengaku menerima wahyu? Ahmadiyah belum menjawab fenomena ini.
Wassalam,
By Nabi lama on Dec 27, 2005
Wahai para Ahmadi….
Sudah menyimak ataukah masih berfikir untuk mencari jawaban dari buku internal Ahmadiyah???
Kami masih menunggu….
Wassalam,
By Nabi lama on Dec 27, 2005
Saudara bisa menyimak mengenai pertobatan seorang mantan Ahmadi pada situs di bawah ini.
http://irshad.org/info_q/reverts/akhter.php
Wassalam,
By Nabi lama on Dec 29, 2005
Islam sangat toleran, gak da paksaan beragama dlm islam, agama ape nyang ente mo pelok silakan. BEBAS!!!. mo bikin agama baru juga boleh asal jgn mengatasnamakan Islam lalu bikin aturan2 sendiri dlm Islam dan menyimpangkan syariat2 Islam.
By ONY on Dec 29, 2005
Dengan nama ALLAH yg maha pengasih dan penyayang
wahai sodaraku semua sudahkah benar agama(ibadah) kalian semua sehingga saling mencela dan memaki sesama ciptaan tuhan..bukan kah kita di beri akal dan pikiran agar berfikir(kebenaran)..semoga kalian di beri kesadaran dalam berfikir oleh ALLAH SWT,agar tidak saling menganggap anda paling benar..yang paling benar hanya ALLAH ..dan yang terjadi pasti terjadi…ingatlah syetan tidak ingin kita bersatu..bersihkan kedengkian hati..saling mengasihi memberi tahu kebenaran bukan saling mencaci dan menghujat apalagi menumpahkan darah sesama makhluk ciptaan ALLAH..
trima kasih
oppay
By oppay on Dec 29, 2005
Sandaran anda menyatakan…yang paling benar hanya Allah… apa?? Ada kitabnya?? Kami bersandarkan Al Qur’an, Anda??
Betul, musuh kita yang nyata adalah Syaitan. Maka hati-hatilah dalam melangkah.
Diskusi ini karena ada yang mengklaim Nabi lalu kita membantah. Wajar kan tukar menukar pikiran, jangan sampai akal sehat kita sampingkan hanya mengikuti hawa nafsu (amarah).
Wassalam,
By Nabi lama on Dec 29, 2005
Udah tau di Indonesia banyak masalah. Eh,ada lagi soal baru.
Masa gak pernah ngaji apa dari kecil tentang risalah para nabi dan rosul.
Yang jelas, nabi muhammad saw penutup para nabi dan rosul yaitu junjungan kita, tauladan, pemberi syafaat kepada umatnya yang senantiasa mengikuti sunnahnya.
Inget, sifat wajib yang dimiliki rosul.
1. Fathonah: sempurna pengertiannya
2. Amanah
3. Sidiq: benar
4. Tabligh: menyampaikan
Coba, dipikir!!!
Banyak orang ngaku, misalnya: nih gue imam mahdi, gue abis ketemu jibril??????
Sebetulnye, banyak orang salah tafsir terhadap islam. sesungguhnye islam itu indah.
Masa sih islam disamain ama kristen,budha, konghucu. Nah,lu gila, tunggu aje kalo udah ketangkep malaikat iszroil (jadi buronannya). Mati aja deh daripada jadi orang belagu.
Menurut kita bener tapi menurut orang lain.??
Ya udah banyakin ibadah, rajin sholat, ngaji, gak usah neko2. Jangan nyampur adukin agama. Udah kaya gado22222. Ingat, dirikanlah sholat. Emang gampang mendirikan sholat, gue aja blom bisa.Jalanin mah udah tapi nyatanya….
Mari kita meningkatkan ketakwaan kita kepada 4JJI Azza Wajalla Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Zat yang tidak beranak lagi diperanakan. Zat Yang Maha Tunggal. Zat Yang Tidak Mengambil Faedah Dari Perbuatan Makhluknya. Wasalamualaikum
By bang simon on Dec 29, 2005
Oiya, temen gue mao bikin aliran tuh,
Namanye aliran selokan.
By bang simon on Dec 29, 2005
Jangan sok tau, nge-judge keyakinan orang lain, kaya dirinya sendiri udah bener !
Hak-untuk mengutus seorang nabi dan rasul itu semata hak Allah SWT
Belajar sejarah dong !
Kaumnya Nabi Yusuf mengatakan Nabi Yusuf nabi terakhir, nyatanya Allah masih mengutus nabi lainnya (baca Qur’an )
Kaumnya Nabi Musa mengatakan “la nabi yaa ba’da musa” tidak akan ada nabi setelah musa, nyatanya Allah masih mengutus banyak nabi lagi (baca Qur’an)
Kaum yahudi menganggap nabi isa a.s. nabi palsu (baca Qur’an)
Kaum yahudi menganggap tidak mungkin kenabian akan datang dari bangsa arab, sehingga mereka menganggap nabi muhammad saw adalah nabi palsu
apakah kita akan terjebak mengikuti jejak mereka, wahai umat muslim ???
namun memang sebagian akan terjebak, sehingga dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :
“pada akhir zaman umatku akan menuruti tingkah laku kaum yahudi dan nasrani”
renungkanlah !
Nabi Isa datang 1400 tahun setelah nabi musa a.s., nabi isa adalah almasih bagi kaum israil,
Nabi mirza ghulam ahmad datang 1400 tahun
setelah Rasulullah Saw, Nabi Mirza Ghulam ahmad adalah almasih bagi umat muslim yang akan membawa kemenangan Islam di atas agama lainnya !
Baik nabi isa maupun Mirza Ghulam ahmad adalah nabi yang tidak membawa syariat baru, hanya meneruskan saja. Ghulam ahmad hanya melanjutkan perjuangan Rasulullah yang sangat dicintainya itu
By anak bengal on Jan 5, 2006
Tolong lihat tulisan dari Ahmadi sendiri, sehingga Anda bisa berkaca. Bukan begitu?
“Verily, the British government is our shield. We move forward and on and on under the protection of this shield. If this shield is removed, we would be torn and pierced by a volley of poisoned arrows from all direction. Our interests are linked with this Government to such an extent that its ruin will be our ruin and its progress our progress. Wherever the British empire spreads, we find a field for our mission.”
(Al-Fadl, October 19, 1915; by Mirza Mahmood Ahmad)
“The Muslim Ulama accuse us of cooperation with the England and taunt us at our happiness at their victories. We ask: Why shouldn’t we be happy? Why shouldn’t we rejoice? Our Imam has said: ‘I am the Mahdi and the British Government is my sword.’ We rejoice at this victory, and we wish to see the glare and lightening of this sword in Iraq, in Syria, and everywhere. He has said: ‘Verily, Allah had sent down angels to lend support and help to this Government’.”
(Al-Fadl, No. 22, 12 July, 1918, by Mohammad Amin Qadiani)
“We suffer all tribulations for the sake of our beneficent Government. We shall bear these in the future also as it is a duty of ours to thank it for its beneficence and kindness towards us. Undoubtedly, we will sacrifice our soul and our property as a ransom for the British Government.We continually pray for their height and might secretly and openly.”
(Arya Sharm, Roohany Khazaen, Vol. 10, P. 81; Arya Sharm, P. 79-80)
Kepada siapa Mirza berbakti? Jelas?
Wassalam,
By Nabi lama on Jan 7, 2006
Assalamu’alaikum,
Nampaknya si Nabi Lama ini berkeliaran di berbagai blog cuma kerjanya mau mendiskreditkan saja…sementara di blog-nya Imponk saya pernah tampilkan soal Inggris, dan Nabi Lama hanya diam seribu bahasa…
Di bawah ini saya tampilkan lagi penjelasan soal Inggris…
—-
Banyak orang Islam mainstream yang tidak mengerti tetapi suka mencela, menghujat serta mendiskreditkan Hz. Mirza Ghulam Ahmad a.s. dan Jemaat Ahmadiyah dengan mengatakan Ahmadiyah tidak mau mengusir penjajahan Inggris dari India, membela Inggris, berbakti kepada Inggris, memuji Inggris, mengharamkan jihad kepada Inggris di India, di sponsori oleh Inggris, dll.
Orang-orang yang menentang itu perlu disajikan FAKTA seperti di bawah ini agar dapat terbuka matanya dan sekaligus membuktikan bahwa perkataan mereka itu absurd dan cuma untuk mendiskreditkan saja.
The Islamic Cultural Centre & The London Central Mosque (Lihat: http://www.iccuk.org/icc/history/history.htm) adalah mesjid dan pusat kebudayaan Islam yg menjadi kebanggaan kaum Islam mainstream di Inggris dibangun dan didanai oleh Kerajaan Inggris dan diresmikan
oleh Raja George VI pada tahun 1944 dengan maksud:
(i) Sebagai hadiah tanpa syarat dari Pemerintah Inggris untuk semua masyarakat Islam di Inggris.
(ii) Sebagai penghormatan atas matinya ribuan orang-orang Muslim India yang telah berjasa sebagai tentara dalam membela dan mempertahankan Kemaharajaan Inggris Raya (British Empire).
Jadi, coba Anda renungkan dan coba Anda pikirkan seandainya apa yang Anda katakan kepada Ahmadiyah itu ditujukan kepada Anda dengan melihat fakta tersebut. Apakah Anda akan menolak kenyataan/fakta itu?
Catatan bagi orang-orang Islam yang baik hatinya, seyogyanya Anda harus meneliti dan mencari tahu fakta yang sebenarnya kenapa dahulu para ulama Islam mainstream melarang ummat Islam melakukan perlawanan
fisik dg senjata (Jihad) kepada Inggris di India.
Jawabannya adalah: Karena dahulu ketika Inggris menduduki Hindustan pada abad 19 sampai akhirnya menjadikan India sebagai negara pada th 1947, Inggris tidak pernah mempersekusi umat Islam, bahkan Inggris memberi kebebasan dan perlindungan bagi umat Islam di Hindustan untuk menjalankan ibadah dan keyakinannya. Oleh sebab itu para ulama Islam mainstream mengeluarkan fatwa-fatwa tentang Jihad dan Inggris sbb:
(i)Sayyid Ahmad Brelwi mengatakan:
“Walaupun pemerintah Inggris mengingkari Islam, tetapi mereka tidak berbuat zalim dan aniaya terhadap umat Islam. Dan tidak pula mereka melarang umat Islam melaksanakan kewajiban-kewajiban agama serta
ibadah-ibadah utamanya. Saya melakukan dakwah dan tabligh di wilayah kerajaan mereka, namun mereka tidak melarang maupun menghalangi. Justru jika ada yang berbuat berlebihan menentang terhadap kita,
mereka siap untuk menghukumnya. Tugas utama kita adalah menyebarkan Tauhid Ilahi dan menghidupkan ajaran dan Sunnah Sayyidul Mursaliin – yang mana kita dapat melakukannya tanpa hambatan di negeri ini.
Lalu, dengan alasan apa kita harus melakukan jihad terhadap pemerintah Inggris yang mana hal itu bertentangan dengan prinsip-prinsip aqidah kita, [dan dengan alasan apa] kita harus menumpahkan darah di kedua belah pihak?†(Swaaneh-e-Ahmadi, Maulvi Muhammad
Ja’far Thanesari, hlm.71).
(ii)Mengenai Maulana Shah Ismail Shaheed kita temukan:
“Maulana Ismail Syahid tetap melakukan jihad terhadap orang-orang Sikh karena campur-tangan mereka dalam agama Islam. Untuk menggalakkan motivasi jihad itulah ia telah membuat pidato tertentu. Ia tidak melakukan jihad terhadap pemerintah Inggris, dan tidak pula
di dalam pidatonya terdapat uraian secara nyata maupun secara tidak langsung untuk ber-jihad melawan pemerintah ini. Bahkan ia menganggap jihad terhadap pemerintah ini sebagai sesuatu yang tidak dibenarkan.†(Isyaa’atus-Sunnah, jld. 9, no. 1, hlm.11-12)
(iii)Fatwa dari Maulvi Nazir Ahmad Dehlwi:
“Dikarenakan di negeri ini sudah tidak ada lagi syarat-syarat [yang mengharuskan] jihad, maka melakukan jihad di sini dapat dianggap sebagai bunuh diri dan dosa.†(Fatawa Nadziriyah, jld. 4, hlm. 472).
(iv)Fatwa dari pemimpin golongan Ahlul Hadits, Maulvi Muhammad Hussein Batalwi:
“Bagi kaum Muslim di Hindustan, adalah haram untuk menentang dan memberontak terhadap pemerintah Inggris.†(Risalah Isyaa’atus-Sunnah, jld. 6, no.10, hlm. 287).
“Orang-orang Islam yang terlibat dalam pemberontakan tahun 1857, perbuatan mereka adalah dosa besar, dan berdasarkan Al-Qur’an serta Hadits, mereka adalah pembuat kekacauan, pemberontak, dan memiliki karakter setan.†(Risalah Isyaa’atus-Sunnah, jld. 9, no.10).
“Berperang melawan pemerintah ini atau memberi bantuan jenis apa pun kepada orang-orang yang memerangi pemerintah ini (bahkan jika mereka
adalah saudara-saudara Muslim kita), jelas-jelas merupakan pemberontakan dan haram.†(Risalah Isyaa’atus-Sunnah, jld. 9, no.10, hlm. 38-48)
(v)Fatwa Maulvi Ahmad Reza Khan Brelwi:
“Di dalam buku I’alaamul I’alaam bi-Anna Hindustan Daarus-Salaam, hamba yang rendah ini telah membuktikan dengan dalil-dalil yang meyakinkan bahwa Hindustan merupakan Daarus-Salaam (kawasan yang
aman-damai), dan menyebutnya sebagai Daarul-Harb (kawasan peperangan) adalah sama-sekali tidak benar.†(Nushratul Abrar, hlm.29; Diterbitkan oleh Sahafi Publishers, Aitcheson Gang, 17 Rabiul Awwal 1306 H, 1888 M).
(vi)Fatwa dari para Mufti Mekkah Al-Mu’azzhamah:
“(1) Jamaluddin bin Abdullah Syekh Umar, Mufti Mazhab Hanafi dari Mekkah Al-Mukarramah, (2) Hussein bin Ibrahim, Mufti Mazhab Maliki dari Mekkah Al Mu’azzhamah, (3) Ahmad bin Dzahni, Mufti Mazhab
Syafi’i dari Mekkah Al-Mu’azzhamah, telah menerbitkan fatwa yang menyatakan bahwa Hindustan adalah Daarus-Salaam (kawasan yang aman damai).†(Sayyid Atta’ullah Syah Bukhari, hlm.31, sebuah buku oleh Shorish Kashmiri).
(vii)Pernyataan Sir Sayyid Ahmad Khan:
Sir Sayyid Ahmad Khan pendiri Darul Uluum (Universitas) Aligarh menulis dalam bukunya Asbaab-e-Baghaawat-e-Hind (Sebab-Sebab Pemberontakan di Hindustan) sebagai berikut:
“Tatkala umat Islam memperoleh perlindungan yang penuh kedamaian dari pemerintah [Inggris] kita, maka umat Islam tidak mempunyai hak untuk ber-jihad dalam wilayah kekuasaan hukum pemerintah ini. Sekitar duapuluh atau tigapuluh tahun yang lalu, seorang tokoh
terkenal bernama Maulvi Muhammad Ismail telah mengajarkan pesan jihad di Hindustan, dan mendorong orang-orang agar ber-jihad. Pada saat ini ia dengan jelas mengatakan bahwa rakyat Hindustan yang hidup dengan aman di bawah perlindungan pemerintah Inggris, tidak memiliki hak untuk melakukan jihad di Hindustan.†(Asbaab-e-Baghaawat-e-Hind, hlm. 4, terbitan Urdu Academy, Sind, Mission Road, Karachi, Pakistan).
Jadi, dalam konteks seperti para ulama non-Ahmadi yang menolak jihad fisik itulah Hz. Mirza Ghulam Ahmad a.s. juga menolak jihad dan memberikan respect kepada Inggris.
Salam,
M. A. Suryawan
By M. A. Suryawan on Jan 27, 2006
Assalamu alaikum
Mas MA Suryawan jangan marah begitu dong. Saya sudah bilang saya masih belajar. Tentu belajar dari anda juga, ya toh.
Tolong Mas juga komentari mengenai perpecahan Islam karena beberapa pengakuan Imam Mahdi, Isa AS dan Maryam akhir2 ini.
Apakah fenomena ini akan terjadi lagi di masa yang akan datang?
Wassalam,
By Nabi lama on Feb 2, 2006
Nabi Lama,
Islam sudah pecah bukan akhir2 ini saja karena ada beberapa pengakuan Imam Mahdi, Isa as dan Maryam seperti yang Anda katakan.
Islam sudah terbagi menjadi banyak firqah/golongan/mazhab sejak dulu. Yang namanya Sunni dan Syi’ah sudah ada sejak dulu. Yang Syi’ah hanya mengakui Hz. Ali r.a. saja sebagai Khalifah dan tidak mengakui 3 Khalifah Rasiyidin. Yang namanya Sunni itu sejak dulu sampai sekarang telah terbagi menjadi banyak firqah, demikian pula dengan Syi’ah.
Jadi, karena telah muncul banyaknya firqah dalam Islam sejak dulu, maka sesuai dengan kehendak Allah, maka diutuslah Hz. Imam Mahdi/Masih Mau’ud/The Promised Messiah a.s. untuk mengajak umat Islam kembali mengenal Islam yang hakiki.
Imam Jalaluddin Abdur Rahman as-Suyuthi r.h. mengatakan ketika Nabi Isa a.s. diutus maka ia tidak akan mengikuti satu firqah/mazhab apa pun, karena yang dibawa adalah Syari’at Islam yang berdasarkan Al-Qur’an.
Nah, buat Anda Nabi Lama, pelajarilah kembali sejarah Islam.
Salam,
M. A. Suryawan
By M. A. Suryawan on Feb 12, 2006
Bung MA Suryawan
Menurut kepercayaan Anda Nabi Isa sekaligus Imam Mahdi itu adalah Mirza Ghulam Ahmad.
Menurut hadis Nabi SAW:
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abi Hurairah, bahwa Nabi bersabda: “Para Nabi itu bersaudara seayah berlainan ibu, dan Din mereka satu. Dan aku adalah manusia yang paling dekat dengan ‘Isa putra Maryam’, karena antara aku dan dia tidak ada nabi lagi. Dan sesungguhnya dia akan turun kembali ke bumi, maka jika kamu melihatnya maka kenalilah dia.”
(Musnad Ahmad 2:406 dan hadis ini shahih).
Yang dimaksud Nabi SAW di atas adalah Nabi Isa putra Maryam, sedangkan Nabi “Isa” anda itu putra siapa??
Anda menolak hadis di atas? Juga menolak penterjemahan Khatamun Nabiyyin sebagai nabi penutup pada surat Alhazab 40 ??
Mirza Anda itu membuat penterjemahan mengenai Khatamun Nabiyyin sendiri sebagai alasan bahwa dia adalah Nabi Isa yang diutus. Padahal Nabi SAW jelas-jelas menggambarkan siapa Nabi Isa yang dimaksud.
Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
Wassalam,
By Nabi lama on Feb 13, 2006
Kesesatan Menggerogoti Ummat Islam
Tanggal: Tuesday, 20 May 2003
Topik: Artikel Islam
Ust. Hartono Ahmad Jaiz
AlDakwah.org–Kesesatan itu bahasa Arabnya dholal. Yaitu setiap yang menyimpang dari jalan yang dituju (yang benar) dan setiap yang berjalan bukan pada jalan yang benar, itulah kesesatan. Demikian menurut Tafsir At-Thobari Juz 1 halaman 84.
Dalam Al-Qur’an disebutkan, setiap yang di luar kebenaran itu adalah sesat. Allah SWT berfirman:
“…maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (QS Yunus: 32).
Kebenaran itu datangnya dari Allah. Sebagaimana telah Allah tegaskan:
Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (QS Al-Baqarah: 147).
Apa-apa yang dari Tuhan berupa kebenaran itu disampaikan kepada manusia ini lewat wahyu Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw. Dalam hadits dijelaskan:
Hadits dari Miqdam bin Ma’di Karib Al-Kindi yang berkata, Rasulullah saw bersabda: Ingatlah sesungguhnya aku diberi Al-Kitab (Al-Qur’an) dan yang sesamanya bersamanya. Ingatlah sesungguhnya aku diberi Al-Qur’an dan yang sesamanya bersamanya. (HR Ahmad).
Hadits itu menjelaskan bahwa Nabi saw diberi wahyu berupa Al-Qur’an dan wahyu yang sesamanya besertanya, yaitu wahyu berupa hadits. Sehingga Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menjadi sumber Islam itu sebenarnya adalah wahyu dari Allah. Maka benarlah bahwa Islam itu agama dari sisi Allah, karena memang berupa wahyu dari Allah SWT.
Dari pengertian tersebut maka hal-hal yang tidak sesuai atau menyimpang dari Al-Qur’an dan Al-hadits/ As-Sunnah itu adalah kesesatan.
Untuk lebih mudahnya, maka letak kesesatan yang sudah jelas berada di luar garis Al-Qur’an dan As-Sunnah itu letaknya di mana, bisa dijelaskan sebagai berikut.
Di dalam Islam ada wilayah-wilayah:
1. Wilayah prinsip/ pokok/ dasar (ushul).
2. Wilayah cabang-cabang (furu’)
3. Wilayah yang didiamkan (maskut ‘anhu) yaitu mubah atau boleh-boleh saja.
Keterangan 1. Dalam hal wilayah pokok (ushul) biasanya dalilnya (ayat atau hadits)nya jelas, tegas, tidak ada makna-makna lain lagi. Hingga tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Misalnya Allah itu Esa. Nabi Muhammad nabi terakhir. Ka’bah adalah kiblat ummat Islam. Shalat 5 waktu itu wajib. Puasa Ramadhan wajib. Akherat itu ada. Surga, neraka, malaikat, hisab/ perhitungan amal di akherat itu pasti ada. Al-Qur’an dan hadits itu pedoman Islam. Dan sebagainya. Itu semua dalilnya jelas, tegas, dan tidak ada makna-makna lain lagi, serta tidak ada perbedaan di kalangan ulama.
Siapa saja yang menyelisihi dari hal-hal pokok yang sifatnya sudah tegas dalilnya seperti tersebut, itu jelas sesat.
Contoh:
1. Orang yang tidak mempercayai hadits Nabi saw sebagai landasan Islam, maka dia sesat. Itulah kelompok Inkar Sunnah.
2. Orang yang mengakui adanya nabi lagi sesudah Nabi Muhammad saw maka mereka sesat. Itulah kelompok Ahmadiyah yang mempercayai Mirza Ghulam Ahmad dari India sebagai nabi setelah Nabi Muhammad saw.
3. Orang yang menganggap Al-Qur’an dan As-Sunnah baru sah diamalkan kalau manqul (yang keluar dari mulut imam atau amirnya), maka anggapan itu sesat. Sebab membuat syarat baru tentang sahnya keislaman orang. Akibatnya, orang yang tidak masuk golongan mereka dianggap kafir dan najis. Itulah kelompok LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang dulunya bernama Lemkari, Islam Jama’ah, Darul Hadits pimpinan Nur Hasan Ubaidah Madigol Lubis (Luar Biasa) Sakeh (Sawahe Akeh/ sawahnya banyak) dari Kediri Jawa Timur yang kini digantikan anaknya, Abdu Dhohir. Penampilan orang sesat model ini: kaku –kasar tidak lemah lembut, ada yang bedigasan, ngotot karena mewarisi sifat kaum khawarij, kadang nyolongan (suka mencuri) karena ada doktrin bahwa mencuri barang selain kelompok mereka itu boleh, dan bohong karena ayat saja oleh amirnya diplintir-plintir untuk kepentingan dirinya.
4. Orang yang menganggap bahwa dirinya mendapat wahyu dan didampingi malaikat Jibril, maka dia sesat. Karena wahyu kenabian telah selesai dengan wafatnya Nabi Muhammad saw. Kelompok inilah yang mendirikan agama baru, Salamullah yang menghimpun semua agama, yaitu perempuan bernama Lia Aminuddin di Jakarta. Dia mengaku sebagai Imam Mahdi padahal wanita. Perangkai bunga kering ini gundah gulana akibat kecewa dengan dua muballigh (Nur Muhammad Iskandar dan Zainuddin MZ) dan Anton Medan (mantan penggede preman) dalam hal Yayasan At-Taibin (yang menggarap/ mendakwahi preman-preman, bajingan, pelacur dan sebagainya), menurut pengakuan Lia Aminuddin kepada MUI (Majelis Ulama Indonesia). Lalu MUI memfatwakan (22 Desember 1997) bahwa pengakuan Lia Aminuddin yang dirinya didampingi Malaikat Jibril dan mendapatkan ajaran keagamaan darinya itu sesat lagi menyesatkan. Namun ajaran sesat agama Salamullah itu ada Wakil/ Imam Besarnya bernama Abdul Rahman, konon alumni IAIN Jakarta.
5. Orang yang menganggap hadits Nabi saw yang sah hanyalah yang diriwayatkan oleh Ahlul Bait, maka mereka sesat. Sebab sama dengan menuduh para sahabat yang bukan Ahlul Bait (keluarga Nabi saw) itu tidak bisa dipercaya. Padahal Allah SWT saja memuji para sahabat Nabi saw. Orang yang tak mempercayai sahabat untuk jadi periwayat hadits itulah kelompom Syi’ah. Orang Syi’ah yang ghuluw/ ekstrim sampai menuhankan Ali bin Abi Thalib, maka mereka dihukum bakar oleh Ali bin Abi Thalib ra. Syi’ah Imamiyah (Itsna ‘Asyariyah) yang kini merupakan mayoritas, di Iran, Irak, dan menyebar ke lain tempat, mereka mempercayai adanya 12 Imam keturunan Ali yang dianggap ma’shum (terjaga dari dosa). Padahal yang ma’shum itu hanya Nabi. Perkataan Imam dianggap sama dengan perkataan Nabi. Syekh Muhammad At-Tamimi menjelaskan, Syi’ah –yang benar adalah sebutan Rafidhah karena pengelompokan mereka kepada Ali bin Abi Thalib ra adalah pengelompokan yang ekstrim keterlaluan, tidak diterima oleh Ali ra. Rafidhah/ Syi’ah seperti yang disifatkan oleh Syekh Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya, Iqtidho’us shirothil mustaqiem mukholafafatu ash-haabil jahiim, halaman 391, beliau berkata: Sesungguhnya mereka (Rafidhoh/ Syi’ah) adalah kelompok paling dusta dari kalangan ahlil ahwa’ (pengikut hawa nafsu), paling besar kemusyrikannya, maka tidak ada pengikut hawa nafsu yang lebih dusta dibanding mereka, dan tidak ada yang lebih jauh dari Tauhid (melebihi mereka). (Muhammad At-Tamimi, Fatawa Muhimmah, juz 1 halaman 145).
Karena sikap ghuluw (ekstrimnya) hingga menuhankan Imam mereka dan keekstriman-keekstriman lainnya, maka Imam Ibnu Taimiyyah menyebut orang Syi’ah atau Rafidhah itu sebagai pengikut hawa nafsu (ahlul ahwa’) yang paling sesat, dan paling jauh dari Tauhid.
6. Orang yang memaknakan Al-Qur’an semaunya, tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw, bahkan tak sesuai dengan lafal/ kalimat Al-Qur’an, maka mereka sesat. Itulah kelompok Isa Bugis. Contohnya, mereka memaknakan al-fiel yang artinya gajah menjadi meriam atau tank baja. Alasannya di Yaman saat zaman Nabi tidak ada rumput maka tak mungkin ada gajah. Mereka tidak percaya mu’jizat, maka dianggapnya dongeng lampu Aladin. Nabi Ibrahim menyembelih Isma’il itu dianggapnya dongeng belaka. Tafsir Al-Qur’an yang ada sekarang harus dimuseumkan, karena salah semua. Al-Qur’an bukan Bahasa Arab, maka untuk memahami Al-Qur’an tak perlu belajar Bahasa Arab, tata bahasa Arab dan sejenisnya. Lembaga Pembaru Isa Bugis adalah Nur, sedang yang lain adalah dhulumat, maka sesat dan kafir. Itulah ajaran sesat Isa Bugis.
7. Orang yang menggabung-gabungkan Islam dengan Yahudi, Nasrani dan lainnya, maka sesat. Itulah kelompok Baha’i. Menghilangkan setiap ikatan agama Islam, menganggap syari’at Islam telah kadaluarsa. Persamaan antara manusia meskipun berlainan jelnis, warna kulit dan agama. Inilah inti ajaran Baha’i. Menolak ketentuan-ketentuan Islam. Menolak Poligami kecuali ada kekecualian, dan tak boleh dari dua isteri. Melarang talak dan menghapus ‘iddah. Janda boleh langsung kawin lagi, tanpa ‘iddah (masa tunggu). Ka’bah bukanlah kiblat yang mereka akui, Kiblat mereka adalah di mana Tuhan menyatu dalam diri Bahaullah (pemimpin mereka). Ini sama dengan pandangan sufi /orang tasawuf sesat bahwa qolbul mu’min baitullah, hati mukmin itu baitullah. Ini mirip Gatoloco (penghina Islam model Kebatinan Jawa) bahwa hati manusia itu bikinan Allah, sedang ka’bah itu bikinan Ibrahim dan Isma’il, maka lebih baik mana bikinan Allah dibanding bikinan manusia. Demikianlah kesesatan model penolak Islam sambil mencari-cari spiritualitas yang dibikin-bikin syetan.
8. Orang yang menyamakan semua Agama, hingga Islam disamakan dengan Yahudi, Nasrani, dan agama-agama kemusyrikan, maka mereka sesat. Itulah kelompok yang berfaham pluralisme agama, yang sejak Maret 2001 membentuk kelompok yang bermarkas di Utan Kayu Jakarta dengan menamakan diri sebagai JIL (Jaringan Islam Liberal) yang dikordinir oleh Ulil Abshar Abdalla dari unsur NU (Nahdlatul Ulama). Ulil tidak mengakui adanya hukum Tuhan, hingga syari’at mu’amalah (pergaulan antar manusia) dia kampanyekan agar tidak usah diikuti, seperti syari’at jilbab, qishosh, hudud, potong tangan bagi pencuri dan sebagainya itu tidak usah diikuti. Bahkan larangan nikah antara Muslim dengan non Muslim dianggap tidak berlaku lagi, karena ayat larangannya dianggap tidak jelas. Vodca (minuman keras beralkohol lebih dari 16%) pun menurut Ulil bisa jadi di Rusia halal, karena udaranya dingin sekali. Pemahaman “kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah/ Al-Hadits†seperti yang difahami ummat Islam sekarang ini menurut Ulil salah, karena menjadikan penyembahan terhadap teks. Maka harus difahami dengan bahwa Al-Qur’an itu yang sekarang ini baru separuhnya, sedang separuhnya lagi adalah pengalaman manusia. Itulah kemauan Ulil, yang kalau dituruti, maka justru akan menyembah kemauan manusia. Dengan pemahaman Ulil yang sudah membabat dan menghina Islam seperti itu, maka fatwa hukuman mati yang semula oleh FUUI (Forum Ulama Ummat Islam) di Bandung ditujukan kepada penghina Islam dari kalangan Nasrani (Pendeta Suradi dan H Amos) tinggal dirujuk untuk Ulil. Kelompok JIL (Jaringan Islam Liberal) ini mengacak-acak Islam, pemahaman Islam, yang akibatnya menguntungkan gerakan pemurtadan. Itulah menurut hadits Hudzaifah yang terkenal diriwayatkan oleh Imam Bukhari telah disinyalir adanya penyeru-penyeru di pintu-pintu neraka jahannam. Siapa yang mengikuti ajakannya maka dilemparkan ke dalam neraka. Na’udzubillaah min dzaalik.
9. Orang yang mengibaratkan Rasul bagai menteri, sedang kerasulan bagai departemen. Lalu Rasul boleh wafat sebagaimana menteri boleh mati, namun kerasulan atau departemen tetap ada, maka tetap diangkatlah rasul baru sebagaimana diangkat pula menteri baru, maka mereka itu sesat. Karena Nabi Muhammad saw adalah rasul terakhir. Yang berfaham Rasul tetap diangkat sampai hari Qiyamat itulah kelompok Lembaga Kerasulan.
10. Orang yang menghalalkan merampas dan merampok harta orang lain asal untuk disetorkan kepada pemimpin, itu adalah sesat. Itulah kelompok NII KW IX (Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah IX) yang kini punya Ma’had Al-Zaitun dipimpin Abdul Salam (AS) Panji Gumilang. Anehnya, orang sesat ini justru dijadikan ketua alumni IAIN (kini UIN Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Jakarta, dan dipuji-puji oleh Rektor Azyumardi Azra yang disebut-sebut sebagai simpatisan JIL (Jaringan Islam Liberal) yang sesat menyesatkan itu.
11. Orang yang menganggap Nabi saw memberikan wirid-wirid untuk diamalkan, padahal beliau telah wafat, maka mereka sesat. Itulah kelompok Darul Arqam berasal dari Malaysia, yang mengaku bahwa Syeikhnya, Syaikh Suhaimi bertemu Nabi Muhammad saw dalam keadaan melek/ jaga di Ka’bah lalu Nabi saw memberikan wirid-wirid yang mereka sebut Aurad Muhammadiyah. Kelompok ini sekarang menamakan diri Hawariyyun. Nama itu aslinya adalah sebutan untuk sahabat-sahabat Nabi Isa as. Kelompok ini termasuk sejenis kalangan tasawuf sesat dan tarekat, makanya ketika Ummat Islam ramai agar kelompok sesat ini dilarang, maka yang tampak agak keberatan dilarangnya adalah orang-orang NU (Nahdlatul Ulama) yang di antara mereka ada yang bergelimang bahkan membuat tasawuf sesat (Lihat buku Hartono Ahmad Jaiz, Bila Kyai Dipertuhankan Membedah Sikap Beragama NU dan buku Tasawuf Belitan Iblis)..
Keterangan 2. Mengenai wilayah cabang (furu’) adalah yang tidak ada dalilnya, atau ada dalilnya namun tidak menunjukkan makna yang pasti, bisa punya dua makna atau maknanya tidak tegas pasti. Misalnya, apakah sesudah Imam shalat membaca fatihah secara jahar/ keras, lalu ma’mum wajib membaca fatihah? Itu tidak ada dalil yang pasti. Maka di situlah ruang ijtihad (mencurahkan pikiran) untuk menentukan hukumnya. Yang berijtihad itu adalah yang memenuhi syarat, yaitu ulama yang menguasai ilmunya. Hasil ijtihad itu bisa berbeda satu dengan lainnya. Maka ada istilah ikhtilaf, yaitu beda pendapat. Di situ masih ada kesempatan lagi untuk menentukan mana yang lebih kuat dalilnya. Itulah namanya mentarjih yaitu menentukan mana yang lebih kuat.
Di wilayah furu’ inipun bisa timbul kesesatan, apabila orang yang tidak tahu malah memberi fatwa tanpa ilmu. Atau bila orang sengaja untuk menyelisihi dari ketentuan Islam. walaupun ketentuan itu bukan merupakan pokok, dan hanya menyangkut sunnat, namun bila diubah semaunya, maka sesat pula. Contohnya, Ma’had Al-Zaitun pimpinan AS Panji Gumilang di Indramayu Jawa Barat mengubah penyembelihan hewan qurban dengan duit, tanpa diadakan penyembelihan qurban, dengan alasan, telah banyak hewan diqurbankan namun tidak mensejahtera-sejahterakan ummat pula. Pengubahan itu adalah kesesatan.
Contoh lain, orang-orang sekuler dan anti Islam memaknakan negara agama itu adalah teokrasi yang pengertiannya negara kependetaan. Lalu mereka menimpakan pengertian dari luar Islam itu kepada Islam, padahal negara agama kalau dirujuk kepada praktek kepemimpinan kekuasaan dalam Islam (zaman Nabi saw dan Khluafaur Rasyidin) maka istilah sekarang adalah negara hukum atau nomokrasi, yang hukumnya itu adalah syari’at Islam. Jadi negara agama menurut praktek dalam Islam adalah negara berdasarkan syari’at Islam, bukan negara teokrasi yang muatannya adalah kependetaan. (Lebih jelasnya, silakan baca buku Gus Dur Menjual Bapaknya, Bantahan Pengantar Buku Aku Bangga Jadi Anak PKI, Darul Falah, Jakarta 2003).
Keterangan 3. Mengenai wilayah yang didiamkan (maskut ‘anhu), biasanya adalah menyangkut dunia. Hal-hal yang dibiarkan, tidak ditentukan oleh ayat ataupun hadits, dalam urusan dunia ini, maka boleh-boleh saja, alias mubah. Terhadap yang mubah/ boleh-boleh saja inipun bisa timbul kesesatan, yakni apabila orang membuat larangan untuk drinya atau pengikutnya dalam rangka ibadah atau mendekatkan diri kepada Allah padahal tak ada larangan syari’atnya.
Misalnya, orang-orang Tarekat untuk mendekatkan diri kepada Allah maka mereka mengadakan larangan sendiri, tidak boleh makan daging atau ikan ketika mereka mengadakan suluk (mengkhususkan waktu untuk beribadah). Memakan daging halal.itu hukum asalnya adalah mubah/ boleh-boleh saja. Lalu diadakan larangan sendiri demi beribadah kepada Allah. Pengadaan larangan sendiri dan untuk ibadah, itulah kesesatan. Namun kalau pelarangan itu karena menjaga kesehatan, misalnya tidak minum kopi karena darah tinggi, maka boleh. Demikian pula, kalau makanan syubhat (samar antara halal dan haram) kemudian kita menjauhinya karena menjaga ibadah, justru baik. Karena berarti kita menjauhkan diri dari yang mendekati keharaman. Ini berbeda dengan mengharamkan sendiri hal yang halal demi ibadah.
Kesimpulan: Dari 3 wilayah (ushul, furu’, dan mubah) itu ada celah-celah yang bisa timbul kesesatan. Namun kesesatan yang paling banyak dan membahayakan aqidah/ keyakinan adalah yang menyangkut ushul (pokok). Karena, begitu menyelisihi dalil yang sudah jelas, maka sesat.
Adapun mengenai yang furu’, kesesatannya adalah mengada-adakan sesuatu tanpa diketahui dalilnya, ataupun mengubah aturan tidak sesuai dengan dalil, seperti tentang menyembelih binatang qurban diubah jadi penyetoran duit lalu duit itu tidak untuk beli binatang qurban tetapi untuk lain-lain, dengan alasan yang dibuat-buat. Juga mengalihkan pengertian istilah dalam Islam kepada istilah yang bukan Islam hingga pengertiannya jauh berubah.
Kesesatan pun bisa timbul di wilayah yang mubah/ boleh-boleh saja. Yaitu bila orang mengadakan pelarangan terhadap hal yang sebenarnya tidak dilarang, yang pengadaan larangannya itu demi ibadah.
Kesesatan-kesesatan itu beda-beda tingkatnya, ada yang sampai kafir, misalnya menganggap Allah SWT tidak mengutus Nabi Muhammad saw, shalat 5 waktu itu tidak wajib dan sebagainya.
Ada yang sesatnya tidak sampai kafir, misalnya atas nama untuk ibadah, lalu melarang dirinya makan daging (pada waktu-waktu tertentu) padahal daging halal. Meskipun kesesatannya itu tidak sampai kafir, namun merusak agama. Sebab sudah mengada-adakan aturan/ syari’at baru. Dan hal itu dilarang mengadakannya oleh Rasulullah saw.
Itulah letak-letak kesesatan dan contoh-contoh jenisnya yang senantiasa menggerogoti Ummat Islam di Indonesia bahkan bisa jadi sedunia. Ummat Islam wajib mewaspadainya dan menghindarkan diri serta keluarga dari aneka kesesatan itu, supaya ketika maut menjemput, masih tetap dalam keadaan Muslim. Sebagaimana Allah swt telah wanti-wanti (berpesan dengan sungguh-sungguh agar dijaga pesan itu):
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS Ali Imran: 102).
Untuk lebih komplitnya silakan baca buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia. (Hartono Ahmad Jaiz). [Majalah Media Dakwah, Jakarta, Mei 2003].
By Nabi Lama on Feb 14, 2006
Apakah ada bangsa yang terjajah (India/Pakistan) menyembah kepada bangsa yang menjajah (Inggris) sebagai imam. Kemudian mengaku-ngaku Kitab Tadzkirah (Al-Qur’an mereka) sebagai Muk’jizat sang nabi palsu. Cuci Otak kalian wahai saudaraku….!.
By dafie on Feb 15, 2006
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya” (QS 4:136)
By Nabi lama on Feb 24, 2006
Ada pertanyaan sederhana yang dilontarkan pada saya
Dari sejarah, kita tahu bahwa yang dihukum oleh Allah Swt itu adalah orang yang menolak kedatangan nabi bukan yang menerima nabi. Adakah suatu kaum yang dihukum oleh Allah swt karena menerima pendakwaan seorang Nabi?
Umat Yahudi selalu menolak nabi-nabi yang datang dari kalanganya, termasuk yang terakhir Isa as. Akhirnya nikmat kenabian dari kaum bani israil dicabut dan dianugrahkan kepada keturunan Ismail as. Pertanyaannya apakah umat islam akan mengikuti umat yahudi yang menolak penerus syariat nabi musa dengan menolak nabi yang mungkin datang meneruskan syariat islam ?
Saya “share” pertanyaan ini, keterbatasan pengetahuan, logika dan hati kita akan menjawabnya.
By aa on Feb 25, 2006
Apakah penolakan terhadap Nabi Mirza merupakan bagian dari penolakan terhadap nabi-nabi lain seperti tercantum dalam Al Quran?
Kami hanya mengakui Nabi Muhammad, Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir. Apakah ini salah? Padahal anda, para Ahmadi, juga mengakui kerasulan dan kenabian Muhammad SAW.
Seperti sabda Nabi SAW, untuk mengikuti Al Quran dan Hadist. Apakah ini belum cukup? Apakah mesti menjadi pengikut Mirza lagi? Logikanya dimana?
Siapa Mirza, Nabi Isa yang baru?
Dalilnya mana? Apakah ada di Al Quran yang menyebut nama Mirza?
Apakah Mirza menerima wahyu sama seperti Lia Aminuddin?
Wassalam,
By Nabi lama on Feb 28, 2006
gini aja daripada saling berantem coba biarkan aja ahmadiyah dgn itikadnya dan kita yang ngaku islam yg benar dgn jalan kita juga ,semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita amin
By asnawi on Mar 24, 2006
Buat para mantan Islam Jamaah/LDII/Lemkari, mari kita bergabung bersilaturahmi berbagi cerita dalam milis islam-jamaah kirim ke islam-jamaah-subscribe@yahoogroups.com atau url groups.yahoo.com/groups/islam-jamaah
By livetod1e on Mar 27, 2006
silakan baca
http://www.muslim.or.id
insya Allah sejalan dengan alquran wa sunnah sesuai dengan pemahaman salafush sholih
By dhewa on Mar 29, 2006
Bt para Ahmadi,
Pelurusan penafsiran Al Quran yang anda maksud adalah versinya Mirza, bukan begitu? Sedangkan penterjemahan dan tafsir Al Quran sudah ada sejak zaman Nabi SAW, para sahabat Rasulullah SAW hingga pada masa kini (yang kami meyakini kemurniannya). Logikanya Mirza (dan anda) telah menyalahkan tafsir Kitab Suci Islam itu mulai dari Nabi SAW, para sahabat dan para ulama. Nauzubillah.
Apakah anda meyakini bahwa ajaran Nabi SAW itu sekarang telah melenceng? Jadi, jalan Mirza itu kah yang anda yakini kebenarannya? Logikanya anda telah meyakini ajaran Mirza adalah yang paling benar dibandingkan ajaran Nabi SAW (atau pelurusan ajaran atau apaun namanya).
Umat Islam selain pengikut Ahmadiyah menurut Mirza (dan anda) adalah kafir? Yaitu dengan meyakini kenabian Mirza. Logikanya umat Islam (selain Ahmadiyah) adalah bukan umat Islam sebenarnya (sejati), posisi kami dianggap sebagai posisi umat Nasrani terhadap umat Nabi SAW. Padahal kami adalah pengikut Nabi SAW (yang khatamun nabiyyin).
Renungkanlah sebelum ajal datang.
Wassalamualaikum,
By Nabi lama on Apr 6, 2006
Yakinkah bahwa Tafsir yg anda pegang sama dengan tafsir versi Muhammad SAW
Kalo sama mengapa Islam terpecah belah banyak firqah..ada suni, syiah, Nu, Muhammadiyah dll sampai 73 golongan…
coba baca tafsir Depag ada yang kontradiktif ayat yang satu dengan yang lain…jadi kalo tafsir bisa bermacam-macam walau ayatnya tidak berubah…pernah baca sejarah penulisan Qur’an yang penuh dengan kontradiktif..
saran saya belajarlah lebih banyak
By yono on Apr 25, 2006
Bt Ahmadi
Ya, kita yakin bahwa tafsir versi Nabi SAW pun masih ada yang mengikutinya. Namun dari sekian generasi sesudah Nabi SAW tidak ada yang berani untuk mengakui ada nabi sesudah Beliau, QS Al Ahzab-40.
Kapankah tafsir yang menyatakan Khatamun Nabiyyin itu cincin atau perhiasan para nabi? Para Ahmadi pun harus belajar ini dan ambil logikanya.
Wassalam,
By Nabi lama on Apr 27, 2006
Ini Blog panjang banget lagian Mas MA Suryawan sudah cukup menerangkan dengan jelas masalah kenabian tapi
Diterangkan beberapakali juga ngga bakalan ngerti..karena emang benar petunjuk itu datangnya dari ALlah
Lebih baik anda sholat Istikhoroh 7 malam minta petunjuk apakah benar
HMGA itu Nabi atau Palsu, Insya Allah akan ada jawaban Nya
Wasalam
By yono on Apr 27, 2006
Bt Ahmadi,
Apa komentar anda mengenai perpecahan Qadyan dengan Lahore? Adakah perbedaan yang mendasar? Kami sebagai orang non Ahmadi mengamati mulai dari timbulnya sampai kondisi Ahmadiyah sekarang. Adakah orang Ahmadiyah sendiri yang berfikir dengan jernih?
Apakah anda dengan shalat istikharah 7 malam akan meyakinkan anda bahwa Mirza mendapat wahyu yang benar? Yang kemudian menjadikan dia seorang Nabi?
Ingatlah waktu terus berjalan dan ajal pun akan menjelang.
Ber-istigfar-lah.
Wassalam,
By Nabi lama on Apr 27, 2006
Sabar-sabar…Islam aja terpecah jadi suni dan syiah, apa lantas Islam ngga bener?
dari tulisannya anda kelihatan masih “childhood” alias kekanak-kanakan gampang emosian bila pendapat anda terbantahkan…
lagian katanya mau belajar…
Kasihan sekali anda sampai Sholat Istikohoroh aja anda ngga ngerti sama sekali, bagaimana anda mau berdakwah kepada orang lain tanpa ilmu sama sekali…
Mari sini saya ajarin :
Kita dianjurkan untuk sholat istikhoroh
agar kita mendapatkan petunjuk yang terbaik atas sesuatu pilihan…
..tanya deh sama ustadz AA GYM kalo ngga percaya…he..he..he..
Jadi saran saya belajarlah dalam banyak hal, jangan hanya kata orang trus anda copy paste disini, tanpa melihat ada bantahannya apa ngga, asal tau aja semua pernyataan anda diatas sebenarnya sudah terbantahkan oleh MA Suryawan
atau kalo mau, sekali-kalilah buka website resmi ahmadiyah di http://www.alislam.org atau http://www.ahmadiyya.or.id/page
Sudah dulu yah saya ngga bisa terus berdialog disini karena lawan diskusi kita masih hijau masalah keagamaan bisa dilihat dari pernyataan anda mengenai sholat istikhoroh…maaf..
wasalam
By yono on Apr 28, 2006
Bt Ahmadi,
Terima kasih atas penilaiannya.
Buat kami adalah simpel, berikrar: Tiada tuhan selain Allah, Muhammad SAW adalah utusanNya.
Terserah bagi anda, seperti firman Allah:
Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
Wassalam
By Nabi lama on Apr 28, 2006
Bt Ahmadi,
Hadist-hadist di bawah ini yang Anda mencoba untuk menolaknya:
Abu Daud:
Book 37, Number 4310:
Narrated AbuHurayrah:
The Prophet (peace_be_upon_him) said: There is no prophet between me and him, that is, Jesus (peace_be_upon_him). He will descent (to the earth). When you see him, recognise him: a man of medium height, reddish hair, wearing two light yellow garments, looking as if drops were falling down from his head though it will not be wet. He will fight the people for the cause of Islam. He will break the cross, kill swine, and abolish jizyah. Allah will perish all religions except Islam. He will destroy the Antichrist and will live on the earth for forty years and then he will die. The Muslims will pray over him.
Muslim:
Book 030, Number 5674:
Abu Huraira reported Allah’s Messenger (may peace be upon him) as saying: The similitude of mine and that of the Apostles before me is that of a person who built a house quite imposing and beautiful and he made it complete but for one brick in one of its corners. People began to walk round it, and the building pleased them and they would say: But for this brick your building would have been perfect. Muhammad (may peace be upon him) said: And I am that final brick.
Book 030, Number 5673:
Abu Huraira reported Allah’s Messenger (may peace be upon him) as saying: The similitude of mine and that of the Apostles (before me) is that of a person who constructed a building and he built it fine and well and the people went round it saying: Never have we seen a building more imposing than this. but for one brick, and I am that brick (with which you give the finishing touch to the building).
Book 030, Number 5675:
Abu Hurairh reported Allah’s Messenger (may peace be upon him) as saying: The similitude of mine and that of the Apostles before me is that of a person who built a house quite imposing and beautiful, but for one brick in one of its corners. People would go round it, appreciating the building, but saying: Why has the brick not been fixed here? He said: I am that brick and I am the last of the Apostles.
Book 030, Number 5677:
Jabir reported Allah’s Messenger (may peace be upon him) as saying: The similitude of mine and that of the Apostles is like that of a person who built a house and he completed it and made it perfect but for the space of a brick. People entered therein and they were surprised at it and said: Had there been a brick (it would have been complete in all respects). Allah’s Messenger (may peace be upon him) said: I am that place where the brick (completing the building is to be placed), and I have come to finalize the chain of Apostles.
Book 030, Number 5810:
Jubair b. Mut’im reported on the authority of his father that he heard Allah’s Messenger (may peace be upon him) as saying: I am Muhammad and I am Ahmad, and I am al-Mahi (the obliterator) by whom unbelief would be obliterated, and I am Hashir (the gatherer) at whose feet mankind will be gathered, and I am ‘Aqib (the last to come) after whom there will be no Prophet.
Book 030, Number 5813:
Abu Musa Ash’ari reported that Allah’s Messenger (may peace be upon him) mentioned many names of his and said: I am Muhammad, Ahmad. Muqaffi (the last in succession), Hashir, the Prophet of repentance, and the Prophet of Mercy.
Book 030, Number 5834:
Abu Huraira reported Allah’s Messenger (may peace be upon him) as saying: I am most akin to the son of Mary among the whole of mankind and the Prophets are of different mothers, but of one religion, and no Prophet was raised between me and him (Jesus Christ).
Book 030, Number 5836:
Abu Huraira reported many ahadith from Allah’s Messenger (may peace be upon him) and one is that Allah’s Messenger (may peace be upon him) said: I am most close to Jesus, son of Mary, among the whole of mankind in this worldly life and the next life. They said: Allah’s Messenger how is it? Thereupon he said: Prophets are brothers in faith, having different mothers. Their religion is, however, one and there is no Apostle between us (between I and Jesus Christ).
Seperti disebutkan pada hadist pertama dan terakhir, tiada nabi sesudah Nabi SAW dan Isa AS, yang tersirat adalah sesudah beliau Nabi SAW hingga turun/diutusnya Nabi Isa AS, putra Maryam.
Jadi apakah Mirza mengaku sebagai Isa AS yang anak dari Maryam, sekaligus Imam Mahdi?
Shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad SAW.
Wassalam,
By Nabi lama on May 2, 2006
Bt Ahmadi,
Salah satu ciri ahlus sunnah adalah kecintaan mereka terhadap imam-imam sunnah dan ulamanya dan para penolongnya dan para walinya. Dan mereka membenci tokoh-tokoh ahli bid’ah yang mereka itu mengajak kepada jalan menuju neraka dan menggiring pengikutnya menuju kehancuran. Allah telah menghiasi dan menyinari ahlus sunnah dengan kecintaan mereka kepada ulama-ulama ahlus sunnah, sebagai karunia dan keutamaan dari Allah ta’ala.
Barangsiapa yang pada hari ini berpegang teguh dengan sunnah Rasul shallallahu’alaihiwa sallam, melaksanakannya, istiqamah diatasnya serta mendakwahkannya, ia akan mendapatkan pahala yang lebih banyak dibandingkan yang mengamalkan diawal munculnya Islam, sebagaimana sabda Nabi :
“Sesungguhnya dibelakang hari nanti akan datang hari-hari yang penuh kesabaran. Orang yang berpegang teguh dengan apa yangkalian pegang teguh akan mendapat 50 kali pahala yang kalian peroleh”. Beliau ditanya(oleh sahabat) :”Mungkin 50 kali pahala diantara mereka”. Rasulullah shallallahu’alaihiwa sallam menjawab:”Bahkan 50 kali pahala kalian” (HR. Ibnu Nashar dalam As-Sunnah dengan sanad shahih)
Abu Utsman berkata:”Demikianlah seharusnya seseorang dalam mengagungkan hadits-hadits Nabi, menerimanya dengan sepenuh penerimaan, kepasrahan dan mengimaninya. Membantah orang yang menempuh jalan selain ini, sebagaimana yang dilakukan oleh Harun Ar-Rasyid rahimahullam terhadap orang yang dengan beraninya membantah hadits dengan mengatakan: “Bagaimana mungkin?” yang tujuannya adalah membantah dan mengingkarinya. Padahal seharusnya ia menerima semua yang diberitakan oleh Nabi.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk diantara mereka yang ketika mendengar hadits kemudian mengikutinya. Berpegang teguh sepanjang hidup dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul shallallahu’alaihi wa sallam, serta menghindari hawa nafsu yang menyesatkan, pendapat-pendapat yang sesat dan berbagai kejahatan yang menghinakan dengan karunia dan keutamaan dari Allah ta’ala.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya serta para sahabat ridhwanullahu ‘Alaihi ajma’in.
By Nabi lama on May 2, 2006
anda percaya bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir tapi anda percaya bahwa nanti akhir zaman Nabi Isa akan turun, gimana sih?? bukankan kepercayaan Nabi Isa ada dilangit itu sama saja dengan kep. kristen, lalu kalo Nabi Isa turun akan menghapus syariat Nabi Muhammad???
karena Nabi Isa diutus hanya untuk kaum Bani Israil, kemudian di Injil juga beliau menyatakan beliau diutus hanya untuk menggenapkan taurat, lalu kenapa beliau sekarang mengimami sholat kaum nya Nabi Muhammad SAW, jadi sebenarnya siapa yang melecehkan Nabi Muhammad SAW ??? belajar dari mana nabi Isa mengenai syariat Nabi Muhammad SAW?? apakah akan mendapat wahyu lagi?, sementara anda juga percaya bahwa wahyu sudah terputus !!! benar-benar membingungkan, !!! Trus beliau sekarang ada diplanet mana?? apakah beliau sholat? puasa?? bayar zakat???
trus makanan beliau apa??? padahal beliau juga manusia biasa, iya apa ngga?? kecuali kalo sudah menganggap beliau Tuhan..!! lalu apa bedanya kaum Muslim dengan Kaum Nabi Isa..???
toh pada akhirnya mereka mengakui juga kalo Nabi Isa itu lebih superior dari Nabi Muhammad buktinya akan menjadi Imam di Akhir zaman !!!
Trus adakah hadist yang menunjuk bahwa yg disalib itu Yudas bukan ISA as??? tau darimana ente?? kalo itu Yudas??
….benar-benar menyedihkan kepercayaan Mainstream ini mengenai Nabi Isa…
Kepercayaan itulah yang telah dpatahkan oleh HMGA as beliau diutus memang untuk mematahkan salib…!!!
bahwa Nabi Isa sudah wafat secara wajar setelah mengalami penyaliban dan mencari 12 domba Israeli yg hilang..
mohon dijawab !!!
By yono on May 2, 2006
Bt Ahmadi,
Sungguh jelas, jawaban Anda itu sama saja dengan menolak hadist-hadist di atas, apakah layak Anda mengaku beragama Islam, pengikut Nabi SAW tapi menolak sunnah-sunnahnya? Ataukah anda meyakini ucapan Mirza itu sebagai sunnah baru?
Logika Anda itu sepertinya Anda paksakan buat Anda sendiri.
QS Al Baqarah:117,
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia.
QS Ali Imran:59,
Sesungguhnya misal ‘Isa di sisi Allah, adalah seperti Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” , maka jadilah dia.
QS An Nisaa:135,
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya serta para sahabat ridhwanullahu ‘Alaihi ajma’in.
By Nabi lama on May 3, 2006
kasihan sekali kamu !!! kamu lebih memepercayai hadist2 palsu dari pada Qur’an !!!
dan Kamu sama sekali tidak menjawab pertanyaan diatas, yang ada hanya
menuduh kita sesat keluar dari Islam
Silahkan saja menuduh toh akhirnya Hanya Allah sajalah yang mengetahui kebenaran. dan pernyataan kamu diatas Insya Allah akan dimintai pertanggung Jawaban kelak diakherat,
kami tidak menafikan hadist tetapi cukup dengan Qur’an karena hadist pun banyak yang palsu dan lemah…
mungkin Artikel dibawah bisa buat pencerahan, kalau anda yakin Nabi Isa masih hidup coba beri jawaban !!!
Masih Hidup Atau Telah Wafat
Kepercayaan yang diterima kebanyakan Muslim adalah bahwa Isa AS masih
hidup di Surga. Menurut mereka, orang-orang Yahudi ingin membunuh Isa
AS dengan menyalibkannya, tetapi Allah menyelamatkannya dengan
mengangkatnya ke Surga.
Apabila Anda adalah salah satu dari Muslim yang percaya akan
pemikiran di atas, Anda perlu membaca keseluruhan artikel ini.
Boleh saya bertanya pada Anda: ‘Apakah Anda memiliki bukti dari
Qur’an yang mendukung pemikiran Anda bahwa Isa AS masih hidup dan
beliau diangkat oleh Allah dalam keadaan hidup?’ Kemungkinan besar,
Anda tidak memiliki bukti. Anda hanya bergantung pada pendapat yang
dipercaya oleh kebanyakan Muslim. Beberapa orang mencoba membawa
bukti argumen tersebut, dan hal itu yang membuat diskusi di sini jadi
menarik
Saya mencoba menunjukkan kepada Anda bukti-bukti dalam Qur’an yang
membuktikan bahwa Isa AS tidaklah hidup saat ini, beliau telah wafat
dan beliau tidak diangkat dalam keadaan hidup ke surga. Memang benar bahwa wafatnya Isa
AS secara wajar dan bukannya beliau diangkat Allah ke Surga, pada
awalnya lahir dari pemikiran sekte Qadian. Karena berawal dari
pemikiran sekte Qadian, kelihatannya jika Anda percaya pemikiran
tersebut, Anda jadi percaya dengan seluruh pemikiran sekte Qadian.
Dan karena Anda tidak mau disangka dari sekte Qadian, Anda memutuskan
untuk menolak seluruh pemikiran sekte tersebut, termasuk mengenai
wafatnya Isa.
Karena isi artikel ini sangat luas, saya anjurkan untuk menyimpan
file ini dalam disk atau mencetaknya. Hasil cetakan akan lebih mudah
dibaca dalam menganalisa masalah ini.
Saya akan menunjukkan, bagaimana seorang Muslim tradisional seperti
saya dan Anda percaya akan wafatnya Isa, Saya anjurkan para pembaca untuk membuka
pikirannya dan membaca keseluruhan artikel ini.
Untuk memudahkan pemaparan saya, sebelum memulai artikel ini saya
ingin mengumumkan sesuatu:
Bahwa saya bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad SAW adalah
Rasul-Nya
Mari kita lihat apakah Anda dapat mengikuti peraturan
tersebut seperti saya.
Saya percaya pada Qur’an Total - keseluruhan pesannya dan ajarannya.
Saya percaya tidak ada ayat dalam Qur’an yang saling bertentangan,
dan tidak ada perubahan ayat-ayatnya. Pengertian saya terhadap Qur’an
tidak dimaksudkan untuk mempertentangkan pesan dan ajarannya.
Saya tidak akan memutarbalikkan makna ayat-ayat untuk mencapai
kesimpulan. Apabila mungkin, saya akan menganalisa dan mengkritik dari
kedua sisi, dan menunjukkan berbagai kemungkinan masalah tersebut.
Kita, sebagai orang Muslim, percaya akan banyak hal yang kebetulan
juga disebutkan dalam Alkitab. Kita mengetahui nabi-nabi seperti
Adam, Isa, Nuh, Yusuf, Musa, dan nabi lainnya, yang juga tercantum di
Alkitab. Kita mempercayai nabi tersebut, karena kita menemukan
rujukannya dalam Qur’an. Mempercayai nabi yang kebetulan sama dengan
orang Kristen, tidak membuat kita otomatis menjadi orang Kristen.
Kita juga menemukan tentang penciptaan Adam dalam Alkitab. Tetapi
kita mempercayai penciptaan Adam, karena Qur’an menuliskannya, dan
riwayat penciptaan Qur’an kebetulan mirip dengan Alkitab. Mempercayai
penciptaan Adam tidak membuat kita menjadi orang Kristen. Dan,
kelihatannya hanya penganut sekte Qadian yang percaya wafatnya Isa
AS. Tetapi apabila kita menemukan bukti wafatnya beliau dalam Qur’an,
kita sepatutnya percaya.
Argumen lainnya oleh umat Muslim untuk tidak mempercayai wafatnya Isa
AS, adalah bahwa kebanyakan umat Muslim seluruh dunia percaya Isa AS
masih hidup di Surga. Mungkinkan mereka salah? Hanya karena sebuah
pendapat banyak diterima orang, tidak berarti pendapat itu benar.
———————————————————————-
———-
Wafatnya Isa AS Secara Wajar
Kebanyakan orang Muslim dari seluruh dunia menganut kepercayaan yang
sama dengan orang Kristen bahwa Isa AS masih hidup di Surga. Seluruh
dasar agama Kristen berdasar kepada konsep ini, dan kebanyakan Muslim
juga mendukung sudut pandang ini. Entah bagaimana, sejak lama konsep
Kristen telah menginfiltrasi konsep Islam, dan kini tampaknya konsep
tersebut adalah murni konsep Islam. (Tambahan dariku: Contoh lainnya adalah kepercayaan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk kiri Adam, Adam dan Hawa
diciptakan di Surga kemudian “diturunkan†ke bumi padahal mereka
diciptakan di bumi juga, dlsb.)
Orang Muslim biasanya menggunakan dua bagian dalam Qur’an untuk
mendukung sudut pandang mereka, yaitu ayat Qur’an 3:55 dan 4:157-158.
Kami akan membeberkan terjemahan yang tepat untuk ayat tersebut, kata-
perkata, agar Anda dapat mengerti intinya. Sayangnya, banyak orang
Muslim malah menyalahkan terjemahan yang benar, dan malah menilai
terjemahan yang salah sebagai ‘otentik’. Kami akan menunjukkan
beberapa contoh terjemahan yang benar dan salah sehingga Anda dapat
melihat gambaran masalah ini.
Analisis ayat 3:55 Surat Ali Imran
Dalam ayat 3:55 Allah berfirman:
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan
menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku
serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan
orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga
hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku
memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih
padanya.
Kalimat kuncinya di sini adalah “Ya Isa, inni mutawaffika wa
rafi’uka ilaiya” yang berarti “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan
menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku ”
Interpretasi Kata “wafat”
Kata kuncinya adalah “wafat”. Makna yang paling tepat untuk “wafat”
adalah kematian, atau pengambilan ruh. Apabila ruh diambil dari
seseorang, itulah kematian. Ironisnya, para ulama yang menerjemahkan
Qur’an setuju bahwa “wafat” berarti kematian. Setiap ulama
menerjemahkan “wafat” sebagai kematian muncul 20 kali dalam
terjemahan mereka. Namun, khusus ayat ini, mereka menginterpretasikan
ayat ini dengan bermakna “pengambilan” dan akhirnya menyinggung
makna “kenaikan / pengangkatan secara fisik”. Para penerjemah tidak
ragu untuk memutarbalikkan makna aktual Qur’an untuk mendukung
kepercayaan Kristen dengan didukung hadith lemah seperti yang
diriwayatkan Wahab bin Munnabba, Kab Akbar, dan Abu Hurairah.
Quran adalah Firman Allah, sedangkan hadith adalah perkataan manusia.
Hadith bukan Firman Allah. Seseorang dapat salah, namun Allah tidak
mungkin salah. Karenanya kita sering merujuk pada hadith yang Sahih,
yaitu hadith yang benar, karena hadith yang lain belum tentu benar.
Kita tidak mengatakan hal yang sama tentang Qur’an, bahwa beberapa
ayatnya Sahih dah beberapa Dha’if(lemah). Fakta ini mengindikasikan bahwa
beberapa hadith tidak benar. Hadith adalah perkataan Nabi Muhammad
SAW, tetapi pada zaman Nabi sendiri tidak ada penulisan Hadith.
Beberapa generasi setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, hadith baru
dikumpulkan oleh para ulama dan sahabat. Dalam proses ini ratusan
hadith ditolak karena berupa hadith palsu. Pada akhirnya, saat para
ulama dan sahabat setuju bahwa suatu hadith adalah Sahih, baru
dikumpulkan menjadi buku.
Karena itu, kita menganggap beberapa hadith sebagai benar, dan
beberapa lagi lemah. Beberapa Muslim bahkan berkata untuk setiap satu
Hadith yang benar, ada ribuan hadith palsu. Artinya, ada hadith yang
tidak benar. Dasarnya, tetap bahwa Hadith adalah kumpulan perkataan
seseorang yang diriwayatkan oleh orang-orang. Jangan salah mengerti,
saya tidak mengatakan kalau saya menolak semua Hadith.
Sikap saya adalah menganggap posisi Qur’an di atas Hadith. Apabila
suatu hadith bertentangan dengan ayat Qur’an, maka Qur’an lah yang
harus diterima, bukan Hadith. Tetapi, seluruh Muslim (termasuk Anda)
berargumen bahwa suatu Hadith haruslah benar karena para ulama
sepakat hadith tersebut Sahih / benar. Dan karena status hadith
tersebut yang Sahih, jika Qur’an menjadi salah atau satu ayat Qur’an
menjadi bermakna bertentangan dengan ayat lainnya, siapa peduli?
Biarkan Firman Allah jadi membingungkan dan bertentangan, dan
bergembiralah karena Hadith Sahih tersebut diterima Mutlak! Betapa
memalukannya!
Dalam ayat 3:55, dua keadaan mengenai Isa AS ditetapkan:
Pertama, Allah akan menyebabkan wafatnya beliau
Kedua, Isa AS akan diangkat
Keadaan kedua tidak mungkin terjadi sebelum keadaan pertama terjadi.
Dalam kata lain, sebelum Isa AS diangkat, beliau harus wafat dahulu.
Mari kita lihat berbagai terjemahan bahasa Inggris ayat tersebut.
Terjemahan yang tepat : Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan
kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku…”
Yusuf Ali : “O Jesus! I will take thee and raise thee to Myself…”
Yang artinya : “O Isa! Aku akan mengambil kamu dan mengangkat kamu
kepada-Ku…”
Pickthall : “O Jesus! Lo! I am gathering thee and causing thee to
ascend unto Me…”
Yang artinya : “O Isa! Lo! Aku membawamu dan menyebabkan kamu naik
kepada-Ku…”
Rashad Khalifa : “O Jesus! I am terminating your life, raising you
to Me…..”
Yang artinya : “O Isa! Aku menghentikan hidupmu, dengan mengangkatmu
kepada-Ku…”
Mohammad Sarwar : He told Jesus, “I will save you from your enemies,
raise you to Myself…”
Yang artinya : Dia berkata pada Isa “Aku akan menyelamatkan kamu dari
musuh-musuhmu, dengan mengangkatmu kepada-Ku…”
M. H. Shakir : “O Isa! I am going to terminate the period of your
stay (on earth) and cause you to ascend unto Me…”
Yang artinya : “O Isa! Aku akan menghentikan waktu tinggalmu (di
bumi) dan menyebabkan kamu naik kepada-Ku…”
Al-Hilali & M. Khan: “O ‘Iesa (Jesus)! I will take you and raise you
to Myself….”
Yang artinya : “O Isa (Yesus)! Aku akan mengambil kamu dan mengangkat
kamu kepada-Ku…”
Kritik: (****Paling Tepat, *** Agak Tepat. **Tidak Tepat, *Sangat
Tidak Tepat)
Yusuf Ali: “take thee / mengambil kamu” bukanlah makna yang tepat
untuk “wafat”. “Take thee / mengambil kamu” bisa berarti kematian
dengan makna literal, tetapi kelihatannya Yusuf Ali ingin menghindari
polemik apakah Isa AS wafat atau dinaikkan secara fisik. Karenanya
Yusuf Ali meninggalkan masalah ini dengan banyak pemaknaan. Dalam
kasus lain, apabila kata “wafat” digunakan dalam Qur’an, Yusuf Ali
menggunakan terjemahan “take soul / mengambil ruh”, “die /
meninggal”, atau “death / kematian”. Tetapi khusus ayat ini Yusuf Ali
nampak bingung. Rating ***
Pickthall: “Lo!” adalah kata yang ditambahkan, yang tidak ada dalam
Qur’an. “I am gathering / Aku membawamu” memiliki makna yang dekat
untuk kata ” wafat”. Allah menggunakan kata kerja waktu yang akan
datang, karenanya penggunaan kata kerja waktu sekarang “membawamu”
sangat tidak benar. Dengan menggunakan kata “ascend / naik” Pickthall
menyinggung kenaikan fisik dan bukannya pengangkatan kehormatan.
Rating **
Rashad Khalifa: Penggunaan kata kerja waktu sekarang “menghentikan”
dan “mengangkatmu” adalah salah. Rating **
Mohammad Sarwar : Sarwar menghilangkan kata “O Isa” dalam
terjemahannya. Di sini Allah memanggil Isa AS dengan namanya.
Terjemahan “Dia berkata pada Isa” tidaklah tepat. “Menyelamatkan kamu
dari musuh-musuhmu” adalah kata yang ditambahkan, yang tidak ada
dalam Qur’an. Sarwar menghilangkan terjemahan kata “warafiuka” dalam
terjemahannya, malahan dia memasukkan pemikirannya ke dalam
terjemahan ini. Rating *
M.H. Sakir: “menghentikan waktu tinggalmu (di bumi)” adalah bertele-
tele. Kalimat tersebut bisa berarti kematian, tetapi Sakir
menambahkan ‘di bumi’ di dalam kurung, maka maksud terjemahan
tersebut menjadi nyata. Sakir tidak memaknakan kematian, tetapi Sakir
dengan jelas memaknakan kedudukan Isa AS di bumi telah berakhir, dan
karenanya Isa AS melewatkan sisa hidupnya di luar bumi. Dalam
terjemahan lain Sakir menguatkan pemikiran ini. Rating **
Al-Hilai & M. Khan: Terjemahan mereka identik dengan terjemahan Yusuf
Ali. “take you / mengambil kamu” bukanlah makna yang tepat
untuk “wafat”. “Take you / mengambil kamu” bisa berarti kematian
dalam makna literal, tetapi kelihatannya Hilali & Khan menghindari
debat apakah yang dialami Isa kematian atau kenaikan fisik. Karenanya
mereka menggantungkan masalah ini. Di tempat lain ketika kata “wafat”
digunakan dalam Qur’an mereka menerjemahkannya sebagai “meninggal”
atau “kematian”. Rating ***
Dari analisis ini kita dapat melihat bagaimana para penerjemah ini
telah mengganti Firman Allah menurut keinginan mereka sendiri.
Beberapa penerjemah salah menggunakan kata kerja (Pickthall,
Khalifa). Beberapa penerjemah mengabaikan kata-kata kunci dan
menambahkan kata-kata karangan sendiri pada ayat-ayat Allah
(Pickthall, Sarwar) dan ini bisa digolongkan tindakan korupsi! Dan
penggunaan sinonim dilakukan oleh Yusuf Ali, Sakir, dan Al-Hilali &
M. Khan.
Terjemahan paling tepat untuk kata “wafat” adalah kematian. Kapanpun
di dalam Qur’an digunakan kata “wafat”, setiap penerjemah ini
menggunakan makna kematian, KECUALI untuk ayat 3:55, di mana mereka
mengecualikan kata “wafat” sebagai bukan kematian!! Apa masalahnya di
sini? Mengapa mereka berhenti menerjemahkan Firman Allah dalam
konteksnya yang benar? Apakah motif tindakan mereka untuk
mengambarkan “wafat” bukan sebagai kematian melainkan
sebagai “pengambilan” dan bermakna kenaikan secara fisik? Mengapa
mereka takut menerjemahkan kata tersebut secara benar? Mengapa mereka
mempertentangkan makna “wafat”? Apakah mereka agen-agen Krsiten yang
menyebarkan kepercayaan Kristen dan bukannya Firman Allah?
Di sini ada beberapa ayat Qur’an di mana Allah menggunakan
kata “wafat”. Ayat tersebut adalah : 2:234, 2:240, 3:193, 4:15, 4:97,
6:61, 7:37, 7:126, 8:50, 10:46, 10:104, 12:101, 13:40, 16:28, 16:32,
16:70, 39:42, 40:67, 40:77, 47:27 dsb. Setiap kali, semua penerjemah
di atas menerjemahkan kata “wafat” sebaga kematian, atau kata lain
yang memiliki makna dekat dengan kematian. Tetapi tidak satupun di
antara penerjemah di atas menggunakan kata “wafat” untuk kondisi
hidup. Mari kita memeriksa beberapa ayat dan melihat bagaimana
penerjemah mengambil makna “wafat” untuk contoh.
Ayat 3:193
Yusuf Ali: “…and take to Thyself our souls in the company of the
righteous”
Pickthall: “…and make us die the death of the righteous.”
Khalifa: “…..let us die as righteous believers”
Sarwar: “…let us die with the righteous ones.”
Sakir: “….and make us die with the righteous”
Hilali & Khan: “……and make us die in the state of righteousness….”
Ayat 4:15
Yusuf Ali: “…until death to claim them….”
Pickthall: “….until death take them…..”
Khalifa: “…..until they die,…..”
Sarwar: “…until they die…”
Sakir: “….until death takes them away…”
Hilali & Khan: “……until death comes to them…”
Ayat 7:126
Yusuf Ali: “…and take our soul unto thee as Muslims!”
Pickthall: “…and make us die as men who have surrendered.”
Khalifa: “….and let us die as submitters.”
Sarwar:”…let us die Muslims (submitted to God).”
Sakir: “…and cause us to die in submission.”
Hilali & Khan:”….and cause us to die as Muslims.”
Ayat 10:46
Yusuf Ali: “…or We take thy soul…”
Pickthall: “…cause thee to die,…”
Khalifa: “…or terminate your life….”
Sarwar: “…or you die…”
Sakir: “….or cause you to die….”
Hilali & Khan:”…. - or We cause you to die,- ….
Ayat 12:101
Yusuf Ali: “…take Thou my soul (at death) as one submitting…”
Pickthall: “… Make me to die muslim (unto Thee), …”
Khalifa: “…Let me die as submitter…”
Sarwar: “…cause me to die as a Muslim…”
Sakir: “…make me die a muslim….”
Hilali & Khan: “…cause me to die as a Muslim…”
Anda bisa melihat juga terjemahan ayat-ayat lainnya. Apabila Anda
melakukannya, Anda bisa melihat kesalahan yang dilakukan para
penerjemah itu. Mereka menyesatkan Anda apabila terjemahannya salah.
Dengan fakta tersebut, dapatkah kita simpulkan bahwa Isa AS harus
wafat dahulu sebelum beliau dapat diangkat?
Beberapa Muslim mengatakan bahwa “wafat” di sini berarti kematian Isa
AS setelah beliau turun dari Surga di masa depan. Syukurlah beberapa
Muslim tersebut setuju dengan makna “wafat” sebagai kematian! Dan
silakan lihat, ayat di sini jelas menggambarkan hubungan Isa dengan
umat beliau, dan bukannya umat dari masa depan. Umat dari masa depan
tentunya akan mengakui diri sebagai pengikut Muhammad SAW dan bukan
pengikut Isa AS. [Juga lihat : Apakah Allah SWT Berkata Bahwa Isa AS
Akan Turun Kembali Ke Bumi?]
Catatan :
Umat Muslim saat ini tentunya percaya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah
Nabi Terakhir. Namun kepercayaan ini akan bertentangan, apabila Umat
Muslim percaya Isa AS akan turun kembali ke bumi, karena apabila
demikian, Nabi terakhir akan menjadi Isa AS dan bukannya Muhammad
SAW. Meski Umat Islam percaya bahwa di masa depan Nabi Isa AS turun
ke bumi dan mengakui serta menjalankan ajaran Islam, namun tetap saja
kepercayaan tersebut bertentangan dengan kepercayaan bahwa Muhammad
SAW adalah nabi terakhir.
Interpretasi Kata “rafa” - menaikkan / mengangkat
Dalam ayat 3:55 dua kata kunci yang digunakan yaitu “wafat”
dan “rafa” dapat menggiring Anda kepada buah simalakama. Tambahan
lagi, Anda berada dalam pengaruh doktrin Kristen secara terus-
menerus. Hasilnya, Anda mempercayai bahwa Isa AS tidak meninggal,
tetapi diangkat dalam keadaan hidup ke surga. Dengan mempercayai hal
tersebut, Anda sebenarnya mempercayai doktrin Kristen dan gagal
melihat ajaran murni Qur’an. Tidak hanya itu, Anda pun
menginterpretasikan Qur’an sehingga terkesan saling bertentangan!
Makna kata “rafa” adalah “menaikkan” atau “mengangkat”. Untuk sejalan
dengan kepercayaan Kristen, Anda menolak melihat makna kematian
terhadap kata “wafat”, dan kemudian malahan menginterpretasikan
kata “rafa” sebagai kenaikan fisik. Saat kedua interpretasi yang
tidak tepat tersebut digabungkan, Anda berkesimpulan bahwa Isa AS
dinaikkan ke Surga.
Mari kita menganalisa penggunaan kata “rafa” dalam Qur’an.
Kata “rafa” muncul beberapa kali dalam Qu’ran dengan mengandung makna
kehormatan spiritual dan pengangkatan. Mari kita lihat apa yang Allah
firmankan dalam ayat di atas. Allah berkata bahwa Isa AS akan
diangkat kepada-Nya, dan bukan ke dalam Surga. Jadi, pertanyaan
apakah Isa AS hidup di surga tidak dapat diajukan, karena Isa AS
tidak dinaikkan ke Surga. Dalam konteks literal, meski kita berpikir
bahwa Isa AS diangkat badannya ke dekat Allah, kemudian muncullah
pertanyaan, di manakah Allah? Apakah Allah berdiam di langit, di
Surga, atau di Singgasana seperti raja? Tetapi, bukankah Allah
berkata bahwa Dia omnipresent - dengan kata lain Allah ada di mana-
mana? Apakah Anda akan berkata, bahwa Allah terbatas dalam suatu
bentukan fisik saat Ia mengangkat Isa AS? Silakan Anda jawab,
bagaimana mungkin Isa AS naik ke langit atau Surga, ketika Allah
berkata bahwa Isa AS akan diangkat kepada-Nya. Dan kemanapun engkau
menghadap, di situlah Allah (2:115), Allah lebih dekat kepada
seseorang daripada urat lehernya (50:16). (Tambahan dariku: Mengenai masalah
ini aku memiliki pertimbangan pandangan yang agak berbeda dari penulis, coba baca di web assunnah.or.id bagian Masalah Penting )
Maka kita bisa menyimpulkan makna yang tepat untuk kata “rafa” - yaitu
mengangkat kehormatan atau harkat spiritual. Ayat ini mengatakan pada
kita, bahwa ketika orang Yahudi berencana untuk membunuh Isa AS, (Isa
AS tidak akan dibunuh mereka, tetapi - ) Allah akan menyebabkan Isa
wafat secara wajar dan membersihkannya dari tuduhan musuh-musuhnya.
Sekali lagi, mohon Anda lihat kalimat: “Ya Isa, inni mutawaffika wa
rafi’uka ilaiya…” di mana “rafa” hanya akan terjadi setelah
terjadi “wafat”. “Rafa” setelah kematian tidak mungkin berarti
pengangkatan fisik Isa AS, tetapi pengangkatan harkat Isa AS. Hal ini
tampak jelaas ketika ayat itu dilanjutkan “(Allah akan) membersihkan
kamu dari orang-orang yang kafir”. Hal ini berarti bahwa orang Yahudi
merencanakan sebuah perbuatan tercela terhadap Isa AS, dan
mempermalukan Isa AS, dan menuduhnya, dan merencanakan untuk membunuh
Isa AS dengan cara yang paling memalukan yaitu penyaliban. Tetapi
Allah akan menyelamatkan Isa AS dan mengangkat kehormatannya.
Apabila kata “rafa” dimaknakan pengangkatan Isa AS dalam keadaan
hidup pada ayat 3:55, tentunya kata tersebut akan berarti sama dalam
ayat lain dalam Qur’an. Tanyakan diri Anda sendiri, apakah Anda
mengenal nabi lain yang juga diangkat hidup-hidup ke Surga? Tidak
ada? Bagaimana dengan Nabi Idris AS? Tentang Idris AS, Allah
berfirman dalam surat Maryam 19:57 : “wa rafa’naa hu…”. Penggunaan
kata “rafa”, seperti pada 3:55:, seharusnya yang berarti bahwa Allah
mengangkat Idris AS dalam keadaan hidup ke Surga atau langit. Dengan
logika yang sama, penggunaan kata “rafa” untuk Isa AS akan menjaga
beliau tetap hidup selama 2000 tahun, karena itu Idris juga tentunya
masih hidup lebih dari 2000 tahun. Masalahnya, sekarang ada dua orang
yang hidup di Surga, yaitu Isa AS dan Idris As. Banyak orang Muslim
yang beranggapan dan berspekulasi bahwa Isa AS akan turun lagi ke
bumi dari Surga di masa depan, tetapi bagaimana dengan Idris AS?
Apakah Idris AS sudah turun kembali, atau apakah dia akan turun di
masa depan, atau apakah dia akan tetap tinggal di Surga?
Kata “rafa” banyak digunakan dalam Qur’an yang bermakna pengangkatan
harkat spiritual. Mari kita tinjau beberapa contoh.
Nabi-Nabi Besar seperti Muhammad SAW diangkat
43:32 ….and We have raised some of them above others in rank.
(….wa rafa’ na…)
Yang artinya “… dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas
sebahagian yang lain beberapa derajat”
94:4 And We have exalted for you your mention (….wa rafa’ na…)
Yang artinya “Dan Kami tinggikan bagimu sebutan namamu”
Nabi Ibrahim AS diangkat oleh Allah
6:83 ….We exalt in degrees whom We please (…narfa’u darazaa…)
Yang artinya “… Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa
derajat …”
Nabi Idris AS diangkat oleh Allah
19:57 And We raised him to an elevated state. (wa rafa’naa hu…)
Yang artinya “Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi”
Umat yang lurus di jalan Allah diangkat derajatnya
6:166 …and He raises some of you above the others in degrees…. (…
wa rafa’ aa
ba’dakum…)
Yang artinya “… dan Dia meninggikan sebahagian dari kamu atas
sebahagian (yang lain) beberapa derajat …”
7:176 And had We wished We would invariably exalted him; …. (…
rafa’naa hu….)
Yang artinya “Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan
(derajat)nya …”
56:3 It will abase it will exalt (…rafi’aah…)
Yang artinya “(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan
meningkatkan (golongan yang lain)”
Seluruh amal yang baik akan diangkat kepada Allah
35:10 …all pure speech and all good deed, –He exalts it…. (…
yarfa’uhu. …)
Yang artinya “… perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh
dinaikkan-Nya …”
Dari paparan di atas, kita bisa melihat penggunaan kata “rafa”
yang bermakna kenaikan fisik. Namun dalam ayat 3:55, Anda akan
menginterpretasikannya sebagai kenaikan fisik untuk sejalan dengan
ajaran Kristen. Sedangkan, apabila kita secara jujur menerjemahkan
kata “wafat” sebagai kematian, maka “rafa” setelah kematian tidak
mungkin berarti kenaikan fisik, melainkan pengangkatan kehormatan.
Kecenderungan yang banyak dilakukan Muslim adalah menghancurkan
ajaran Qur’an untuk menjadi sejalan dengan dogma Kristen. Percaya
atau tidak, banyak orang Muslim mencoba memahami Qur’an seperti orang
munafik, yaitu percaya sebagian Qur’an tetapi menolak sebagian yang
lain. Orang Muslim tidak mau mempercayai Qur’an yang total. Ketika
hal tersebut ditunjukkan pada Anda, maka Anda akan menjawab secara
defensif :
Semua Muslim percaya Isa AS dinaikkan dalam keadaan hidup, maka saya
juga percaya hal itu (saya tidak peduli dengan apa yang ditulis
Qur’an)
Jika saya percaya Isa AS tidak dinaikkan dalam keadaan hidup, maka
saya menjadi pengikut sekte Qadian. Sedangkan saya tidak ingin
menjadi pengikut sekte itu.
Moyang saya percaya Isa AS dinaikkan dalam keadaan hidup, salahkan
mereka? Saya lebih baik ikut ajaran moyang saya (daripada mengikuti
ajaran Qur’an).
Saya sendiri menghadapi dilema ketika mendekati kebenaran. Akhirnya
saya dapat melihat bahwa ayat Qur’an memang tidak saling
bertentangan. Saya dapat keluar dari pengaruh ajaran Kristen yang
telah tercampur dengan Islam, dan akhirnya saya temukan makna yang
benar. Saat ini saya tidak peduli apa yang dikatakan oleh sekte
Qadian. Saya adalah Muslim, agama saya Islam, dan saya percaya Firman
Allah dan apa yang dikatakan Rasul-Nya.
My aim is not to blame you for believing in certain way. My aim is
to show you that you have been kept in darkness, away from the truth.
Unlike others, I am not jumping into conclusions by force, rather I
am trying to show you the true picture, and leaving the decision to
yourself. With this let us revisit two verses from Surah Al-e Imran,
3:53-54.
Tujuan saya bukan untuk menyalahkan kepercayaan dan pemikiran Anda.
Tujuan saya adalah menunjukkan kepada Anda, bahwa kebenaran telah
lama ditutup-tutupi. Tidak seperti yang lain, saya tidak membuat
kesimpulan ini dengan memaksa, melainkan, saya mencoba menunjukkan
Anda gambaran yang nyata, dan membiarkan Anda memutuskan sendiri.
Karena itu, mari kita tinjau kembali dua ayat dari Surat Ali Imran
3:54-55
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya
mereka itu. Dan Allah sebaik-baiknya pembalas tipu daya.(3:54)
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan
menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku
serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan
orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga
hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku
memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih
padanya” (3:55)
Dalam setiap kisah Nabi-Nabi, Allah membuat rencana-rencana melawan
rencana tipu daya orang yang mengingkari Nabi itu. Ini dilakukan
Allah untuk melindungi Rasul-Nya dari serangan musuh mereka saat itu.
Allah melindungi Musa AS, Ibrahim AS, Yusuf AS, Luth AS, dan Muhammad
AS, contohnya. Dan pada kasus Isa AS, menyingkirkan beliau dari
musuhnya dan mengangkat beliau hidup-hidup ke Surga bukanlah rencana
Allah yang baik dan tersirat (subtle). Rencana Allah, seperti pada
kisah Nabi-Nabi lainnya berbentuk suatu rencana yang baik dan
tersirat (subtle), [Catatan Penerjemah: Intervensi Allah pun sesuai
tetap dengan hukum-hukumNya karena Dia Maha Konsisten, dan dalam hal
ini Allah tidak melawan hukum alam, hukum ciptaan Allah sendiri]
Analisis ayat 4:158-158 Surat An-Nisa’
Ayat 4:157-158 Surat An-Nisa’ adalah ayat lain yang seringkali
digunakan untuk membuktikan bahwa Isa AS tidak wafat. Mari kita
melihat, apakah makna tersebut valid ataukah makna tersebut hasil
sebuah analisis yang cacat?
Dalam ayat 4:157-158 Allah berfirman:
Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih,
Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan
tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang
diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang
berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-
raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan
tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka,
mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu Isa. (4:157)
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan
adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (4:158)
…Wa ma qataluhu yaqinan (4:157)
Bal rafa’ahu-llahu ilaihi …..(4:158)
Orang Yahudi selalu mengklaim bahwa mereka telah membunuh Masih anak
Maryam. Allah berkata pada Muhammad SAW bahwa meski mereka mengklaim
telah membunuh Masih, pada kenyataannya mereka tidak dapat
membunuhnya dengan menyalibkannya. Karena itu, dalam ayat yang sama,
Allah berkata bahwa mereka tidak bisa yakin bahwa telah membunuh Isa
As.
Dua tipe kematian dibahas di sini (a) pembunuhan secara umum (b)
pembunuhan dengan jalan penyaliban. Orang Yahudi ingin menyebabkan
salah satu dari 2 tipe kematian Isa AS. Allah meyakinkan kita semua,
bahwa orang Yahudi gagal menyebabkan kedua jenis kematian tersebut.
Tetapi kepercayaan Muslim tradisional adalah bahwa Isa AS tidaklah
wafat atau dibunuh dengan penyaliban, karena itu ada kemungkinan
beliau hidup di suatu tempat!!! Orang Muslim mengabaikan kemungkinan
lain bahwa Isa AS bisa saja wafat secara wajar di waktu kemudian
(apabila tidak wafat oleh orang Yahudi), bukan karena orang Yahudi
membunuh atau menyalibkannya, tetapi karena dipanggil Allah.
Penyaliban atau Pembunuhan dengan cara Penyaliban?
Argumen Anda di sini adalah bahwa ayat tersebut dengan jelas
mengatakan “… mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula)
menyalibnya …”. Saya telah memeriksa terjemahan bahasa Inggris
kata “swalabu” oleh Yusuf Ali, Pickthall, Hilali & Khan, Rodwell,
Sarwar, Khalifa dan Shakir. Semuanya menerjemahkan kata tersebut
sebagai “crucify / penyaliban” dan bukannya “kill by crucifixion /
pembunuhan dengan cara penyaliban”. Saya tidak berkata bahwa mereka
salah. Untuk mengerti kata “penyaliban” Anda harus menganalisisnya
secara lebih mendalam.
Maksud diletakkannya seseorang di kayu salib adalah untuk
membunuhnya, karena dia itu seorang yang bersalah atau jahat. Dalam
beberapa kasus, jika seseorang tidak mati disalib, orang Yahudi akan
mematahkan kaki dan tangannya, dan membiarkannya hingga mati. Orang
Yahudi ingin meyakinkan diri, bahwa apabila seseorang terkutuk untuk
disalibkan, maka orang itu harus mati. Orang Yahudi tidak akan
meletakkan seseorang di kayu salib dan kemudian membiarkannya turun
sendiri dan pergi. Maka, makna penyaliban di sini memiliki makna
inheren terjadinya kematian oleh hal tersebut. Kamus Webster
mendefinisikan “crucify / penyaliban” sebagai “to put to death by
nailing or binding the hands and feet in a cross” yang berarti
kematian akibat pemakuan atau pengikatan tangan dan kaki ke kayu
salib”. Dalam kasus Isa AS, apabila Ulama menerjemahkan
kata “swalabu” sebagai “crucify / penyaliban” mereka tidaklah salah.
Tetapi apabila kita menerjemahkan makna bahwa Isa AS TIDAK PERNAH
diletakkan di kayu salib, maka kita mengabaikan keseluruhan pesan
dari ayat tersebut. Apabila kita mengatakan lagi lebih lanjut bahwa
Yudas-lah (Tambahan dariku: maksudnya Yudas Iskariot) yang disalib
atau orang lain, kita benar-benar telah menyimpang dari pesan yang
disampaikan ayat tersebut.
Mari kita lihat secara berhati-hati ayat tersebut. Masalahnya
adalah “pembunuhan / membunuh”. Allah menjawab klaim orang Yahudi,
bahwa mereka telah membunuh Isa AS. Jawaban Allah adalah (1) Isa AS
tidak wafat melalui pembunuhan, (2) Isa AS tidak dibunuh dengan cara
penyaliban. Kita bisa simpulkan bahwa karena itu orang Yahudi
tidaklah berhasil membunuh Isa AS dengan jalan apapun, didukung
kalimat terakhir ayat itu, “… mereka tidak pula yakin …”
Sebuah Kisah Rekayasa
Meski setiap upaya dilakukan untuk membuktikan Isa AS selamat dari
kematian dan diangkat hidup ke surga, namun dengan ayat 3:55 orang
Muslim tidak bisa membuktikan dan menyimpulkan bahwa Isa AS diangkat
dalam keadaan hidup. Maka mereka beralih melihat ayat 4:157-158 untuk
melegitimasi klaim tersebut. Untuk lebih mendukung pemikiran itu,
dikaranglah kisah pelengkap yang tidak ada dalam Qur’an. Mari kita
analisa kisah tersebut.
Menurut kisah pelengkap tersebut, pada malam sebelum penyaliban,
seseorang berubah menjadi persis mirip dengan Isa AS. Orang Yahudi
malah menahan orang tersebut (Yudas?) karena disangka sebagai Isa AS,
dan orang tersebutlah yang disalibkan. Kita tidak mau mendebatkan
betapa absurdnya bahwa wajah orang tersebut diubah. Atau, kita bisa
interpretasikan kisah tersebut dengan mengartikannya bahwa wajah
orang itu tidak diubah Allah, tetapi bagi orang Yahudi tampaknya
orang tersebut mirip Isa AS, karenanya mereka menangkap orang itu.
Sekarang kita tidak usah peduli dengan kisah tersebut, apakah benar
atau salah. Dan kita juga tidak usah peduli apakah Isa AS disalib
atau tidak. Tetapi, satu fakta tetap ada bahwa Isa AS tidak mungkin
diangkat sebelum kematiannya, seperti di ayat 3:55. Jika Isa AS
diangkat dalam keadaan hidup, maka ayat 4:157-158 dengan 3:55 saling
bertentangan. Dan Ulama tidak ingin Anda mengetahui hal ini.
Mari saya tunjukkan kasus pengubahan ayat yang ekstrim. Terjemahan
4:157 oleh Hilali & Khan diterbitkan oleh pemerintahan Saudi. Dan
mereka tidak pernah menempatkan teks asli bahasa Arab di sisi
terjemahan bahasa Inggris tersebut. Pembaca yang naif akan berpikiran
bahwa terjemahan tersebut adalah terjemahan kata-perkata dari bahasa
Arab, karena Hilai & Khan dan pemerintahan Saudi pasti benar. Tetapi
sebaliknya, terjemahan itu justru tidak tepat dan terdapat
pengubahan. Anda akan terkejut sejauh apa manipulasi ini. Mari kita
lihat.
Hilali & Khan : “And because of their saying (in boast) “We killed
Messiah Isa (Jesus) son of Maryam (Mary), the Messenger of Allah,” -
but they killed him not, nor crucified him, but the resemblance of
Isa (Jesus) was put over another man (and they killed that man)…
(4:157)
Yang artinya “Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah
membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka
tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka
bunuh ialah) orang lain yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.”
[Terjemahan bahasa Indonesia dari Hilali & Khan ini mirip dengan
terjemahan bahasa ndonesia Depag]
Silakan dilihat dengan seksama, terjemahan Hilali & Khan terhadap
kalimat Arab “wa lakin subbiha lahum” menjadi “but the resemblance of
Isa (Jesus) was put over another man” yang artinya “tetapi orang lain
yang diserupakan dengan Isa”. Dalam teks Arab aslinya, tidak ada
kata “of Isa / dengan Isa” dan “another man / orang lain”. Apakah
Allah menurunkan kata tambahan tersebut secara rahasia, karena Allah
lupa menurunkannya pada Muhammad SAW (naudzubillah!!!)? Ataukah
penerjemah itu menganggap diri lebih tahu dari Allah? Perhatikan
bahwa Yusuf Ali, Pickthall, Shakir, Rodwell, dan banyak lagi tidak
mengubah makna hingga sejauh / seekstrim ini.
Hanya orang-orang yang tersesat, termasuk Hilai & Khan yang berkeras
bahwa terjemahan ini baik. Apakah saya harus membukakan mata mereka
supaya mereka melihat bahwa “of Isa / dengan Isa” dan “another man /
orang lain” tidak ada dalam teks asli Arabnya? Mereka menjawab, bahwa
teori ini berdasarkan Hadith atau Ijma para Ulama, atau semacamnya!
Karenanya, kata tambahan ditulis dalam kurung. Lalu diletakkan cerita
tambahan jadi-jadian itu dalam catatan kaki, dan bukan dalam
terjemahan Firman Allah. Kini kita tahu, terjemahan Hilali & Khan
tidaklah tepat, sesat, dan jadi-jadian. Ini hanya salah satu contoh
bahwa mereka menyesatkan orang Muslim, dan orang Muslim menelan
kesesatan itu!
Mari kita mengabaikan kisah tambahan itu, dan berkonsentrasi untuk
mengerti ayat tersebut dengan sudut pandang lain. Silakan perhatikan
ayat 4:157 dengan seksama “wa lakin subbiha lahum” lebih tepat
diterjemahkan sebagai “he was made to resemble to them” yang
berarti “dia dibuat menyerupainya kepada mereka, atau “it was made to
resemble to them” yang berarti “itu dibuat menyerupainya kepada
mereka”, atau “a likeness of that was made for them” yang
berarti “kemiripan hal itu dibuat kepada mereka”, atau “a similitude
was made for them” yang berarti “kemiripan dibuat bagi mereka”- dan
bukan “someone was made to resemble him” yang berarti “seseorang yang
lain dibuat mirip dia”. Dalam contoh-contoh terjemahan
tersebut “it / -nya”, “it / itu”, “that / hal itu” memiliki arti yang
merujuk pada kejadian dan bukannya seseorang. Karenanya seorang Yudas
yang dibuat mirip Isa AS tidak mungkin terjadi. Dalam ayat tersebut,
yang terjadi adalah Isa AS yang dibuat “menyerupai” bagi mereka,
yaitu, “menyerupai” dalam konteks “menyerupai atau mirip dengan
kematian”. Jadi bukan orang lain dibuat “menyerupai” Isa AS dan Isa
AS dibuat menyerupai orang lain. Isa AS diletakkan di kayu salib dan
Allah membuat beliau menyerupai mati, dengan membuat beliau pingsan
atau koma.
Orang Yahudi menganggap pingsan atau koma-nya Isa AS sebagai
kematian “… Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang
(pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang
dibunuh itu …”. Kata “berselisih paham” di sini mengacu pada orang
yang menolak klarifikasi dari Allah bahwa “… mereka tidak
membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya …”. Mungkin juga mereka
saling berselisih paham mengenai pendapat mereka bahwa “Sesungguhnya
kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam”. Timbullah
pertanyaan, mengapa harus ada kebingungan apabila mereka benar-benar
membunuh Isa dengan cara penyaliban? Karena seharusnya, sisa-sisa
jenazah beliau masih ada di Yerusalem. Tetapi, berdasarkan penjelasan
dari Allah, berdasarkan fakta bahwa Isa AS hidup hingga “he had gray
hairs” (3:46 yang akan didiskusikan di bawah) [Catatan
Penerjemah: "he had grey hairs" adalah terjemahan bahasa Inggris,
sedangkan terjemahan bahasa Indonesianya lebih berhati-hati
yaitu "ketika sudah dewasa" sesuai terjemahan Depag]. Berdasarkan
berbagai kejadian setelah penyaliban, dan tidak adanya bukti jenazah
dan makam beliau di Yerusalem, orang Yahudi tetap dalam keadaan ragu
apakah mereka telah benar-benar membunuh Isa atau tidak. Kebingungan
yang terjadi di antara orang Yahudi pada masa itu, adalah karena
setelah penyaliban, mereka masih mendengar Isa AS berbicara,
berjalan, dan berkumpul dengan murid-muridnya (secara terbuka atau
rahasia).
Apabila mereka telah membunuh Yudas karena mirip Isa AS, maka
seharusnya sisa jenazah atau makamnya ada di Yerusalem. Makam ini
seharusnya dikenal sebagai makamnya Isa AS. Tetapi pada kenyataannya,
tidak ada makam di Yerusalem yang diidentifikasi atau dapat
diidentifikasi sebagai makam Isa AS (ataupun Yudas)
Kesimpulannya: Kebingungan muncul karena Allah berfirman “…mereka
tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya …”. Yang penting
untuk dimengerti, makna “menyalibnya” adalah “membunuh Isa AS dengan
cara penyaliban”. Orang Yahudi meletakkan seseorang di kayu salib
adalah untuk membunuh mereka sesuai adat mereka. Mereka tidak akan
meletakkan seseorang di kayu salib dan lalu membiarkan orang tersebut
selamat / bebas. Maka kata “menyalibnya” dalam ayat ini tentunya
memiliki makna / maksud “membunuh Isa AS dengan cara penyaliban”.
Tujuan orang Yahudi adalah “membunuh dengan cara penyaliban”, dan
dengan tujuan ini mereka meletakkan Isa di kayu salib. Meski
demikian, mereka tetap gagal membunuhnya.
———————————————————————-
———-
Apa Yang Terjadi Dengan Isa AS Setelah Kejadian Penyaliban?
Bukti dari Alkitab dan sejarah lainnya, mengatakan bahwa Isa AS
disidang untuk disalib ketika berumur 32 tahun. Untuk diskusi ini,
jika Allah tidak mengangkat beliau dalam keadaan hidup, dan beliau
tidak wafat di salib, apa yang terjadi dengan beliau? Apakah ada
bukti dalam Qur’an? Percayalah, ada.
Dalam Surat Ali Imran Allah berfirman
And he will speak to the people in the cradle and then of gray-haired
age and (he will be) one of the righteous. (3:46)
Yang artinya “dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan
ketika rambutnya kelabu, dan dia termasuk di antara orang-orang yang
lurus”
[Catatan Penerjemah : Terjemahan Depag menghindari polemik Isa AS
dengan menggunakan kata yang dapat diinterpretasikan secara terbuka
yaitu "dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah
dewasa... "
...We sheltered them in a plateau having meadows and springs.(23:50)
Yang artinya "... Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang
datar yang banyak terdapat padang rumput dan sumber air bersih yang
mengalir"
Berbagai penafsir dan penerjemah Qur'an setuju dengan penggunaan
kata "rambutnya kelabu / umur yang tua". Namun mereka beralasan bahwa
umur tua Isa AS ini terjadi setelah beliau turun dari langit. Tetapi
kita sudah lihat sebelumnya, bahwa Isa AS tidak dinaikkan hidup-hidup
ke Surga, dan beliau sudah wafat (secara wajar, tidak dibunuh
Yahudi). Rambut kelabu Isa AS haruslah terjadi ketika beliau masih
hidup sekitar 2000 tahun yang lampau. Kemudian, Allah juga mengatakan
bahwa Isa AS dilindungi di suatu tempat yang banyak padang rumput
dan sumber airnya. Karena ayat-ayat Qu'ran tidak saling bertentangan,
maka ayat-ayat ini mendukung ayat lainnya, dan kita bisa yakin bahwa
Isa AS selamat dari upaya pembunuhan dan tetap hidup hingga umur tua.
[Catatan Penerjemah : Wawasan Islam juga berusaha, Insya Allah memuat
terjemahan dua buah buku yang menjelaskan kehidupan Isa AS pasca
penyaliban, satu dikarang oleh Barbara Thiering seorang teolog
Kristen, dan satu lagi dikarang oleh Nasir Ahmad, anak pendiri Mesjid
Woking Inggris]
———————————————————————-
———-
Apakah Isa AS Masih Hidup?
Semua umat Muslim tradisional secara tidak sadar mengikuti ajaran
Kristen dengan percaya Isa AS hidup di Surga. Umat Muslim percaya
bahwa Allah menaikkan Isa AS dalam keadaan hidup dan menempatkan
beliau di sisi-Nya. Apabila benar, maka kini, tahun 1999, umur Isa AS
akan mencapai 2000 tahun!!! Bagaimana mungkin seseorang hidup
sedemikian lama? Seorang Muslim berkata, mengapa tidak, jika Allah
berkehendak, Dia bisa melakukan apapun. Tidak ada keraguan, benar
Allah Maha Kuasa, dan Dia memiliki kemampuan melakukan semuanya.
Tetapi, pertanyaannya adalah, apakah Allah mau melakukannya? Apakah
Allah akan mematahkan hukum alam? Apakah Allah mematahkan hukum yang
diciptakan-Nya sendiri? Mari kita lihat di bawah ini:
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali
tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak
seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang adakah kamu lihat sesuatu yang
tidak seimbang? (67:3)
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali
kepadamu dengan tidak menemukan suatu cacat dan penglihatanmu itu
dalam keadaan payah (67:4)
Ada beberapa ayat lain di mana Allah berkata tidak ada perubahan
dengan sunnah Allah, yaitu seimbangnya hukum alam.
… tidak akan kamu dapatkan perubahan bagi ketetapan Kami itu
(17:77)
… Tidak ada perubahan pada fitrah Allah… (30:30)
…dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah
Allah. (33:62)
… Kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan
sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah
itu. (35:43)
Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-
kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. (48:23)
Sunnah / hukum Allah yang mana yang berjalan sejak dahulu kala?
Apakah hukum pergerakan bumi mengelilingi matahari, dan planet-
planet, itu saja? Bagaimana pendapat Anda tentang hukum kelahiran,
dan kematian? Apakah Anda setuju bahwa lahir dan mati adalah hukum
Allah? Bahwa bunga berkembang, angin bertiup, siang dan malam
terjadi, matahari terbit dan tenggelam - semua terjadi menuruti hukum
Allah. Lalu Allah bersaksi, bahwa Anda tidak akan menemukan perubahan
hukum Allah. Apabila ada perubahan, tentu Anda yakin bahwa Allah akan
mengatakannya pada kita semua.
Jika Isa AS hidup di Surga, umur beliau saat ini akan lebih dari 2000
tahun. Bagaimana seseorang dapat hidup sedemikian lama melanggar
hukum Allah? Apakah kita akan membuat Firman Allah saling
bertentangan, dengan mengatakan Isa AS masih hidup, dan Allah
mengubah hukum-Nya mengenai umur manusia? Hal ini menggiring kita
pada pertanyaan selanjutnya, dapatkah seseorang hidup sedemikian
lama? Mari kita lihat bagaimana pendapat Allah mengenai hal itu.
Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu, dan di antara kamu
ada yang dikembalikan ke pada umur yang paling lemah (pikun) supaya
dia tidak mengetahui lagi segala sesuatupun yang pernah
diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. ()
0.715277778
… dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara
kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak lagi
mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya tidak diketahuinya…
(22:5)
Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan
dia kepada kejadian(nya). (36:68)
Ayat-ayat di atas mengatakan pada kita, bahwa siapapun yang umurnya
terlalu panjang, Allah akan mengembalikannya pada keadaan lemah dan
tidak mengetahui apa-apa. Ini seperti siklus hidup yaitu Lahir ->
Bayi -> Anak -> Dewasa -> Tua. Pada umur yang sangat tua, seseorang
kembali ke keadaan seperti bayi, keadaan tergantung pada bantuan
untuk setiap kegiatan sehari-hari, mandi, makan, berjalan, ke WC,
dsb. Allah mengembalikan seseorang kepada kejadiannya, dan membuat
seseorang menjadi bayi kembali. Seperti bayi, pada saat tua dia tidak
mengingat hal-hal dan pengetahuan atau apa yang terjadi di
seputarnya.
Dalam konteks tersebut, jika Isa AS diizinkan untuk hidup sedemikian
lama, kini dia akan sangat lemah, dan sangat pikun, sehingga kalaupun
beliau turun kembali ke bumi, sudah tidak ada gunanya lagi bagi
Islam. Pada umur 2000 tahun, tidak ada yang dapat beliau perbuat.
Jadi, Anda bisa lihat. Ketika seorang Muslim menyangkal kematian Isa
AS, maka Muslim tersebut mempertentangkan ayat Qur’an. Banyak Muslim
tidak menyadari hal ini. Ketika hal ini ditunjukkan pada mereka,
kagetlah mereka sehingga mereka mencoba berbagai cara untuk
melegitimasi kepercayaan mereka. Mereka sukses melakukannya, tetapi,
setelah menambahkan cerita-cerita yang absurd, kemudian mengubah
terjemahan Qur’an, kemudian mencoba memahami Qur’an seperti orang
munafik - percaya sebagian Qur’an tetapi menolak sebagian yang lain.
Kata-kata ditambahkan dalam terjemahan Qur’an sehingga mengesankan
Allah berfirman betul-betul seperti terjemahan tersebut, dan mereka
menolak menggunakan kata yang tepat. Qur’an tidak bisa mendukung
cerita yang mereka rekayasa. Kisah rekayasa tersebut bertentangan
dengan Qur’an. Sayangnya, orang Muslim tidak ingin percaya Qu’ran
secara total.
———————————————————————-
———-
Bukti Wafatnya Isa AS
Ada beberapa bukti yang meyakinkan dalam Qur’an mengenai kematian
semua makhluk termasuk para Rasul dan Nabi. Kebanyakan Muslim tidak
memperhatikannya karena banyak alasan, antara lain, takut terjebak
polemik mengenai kematian Isa AS. Apabila seseorang tidak percaya
suatu ayat dan ajaran, maka dia menolak sebagian Kitab Suci dan
menerima sebagian yang cocok untuknya. Ini perbuatan munafik [Catatan
Penerjemah : kadang memotong-motong ayat Kitab Suci sering dilakukan
untuk menjustifikasi suatu ajaran, misalkan kalangan Kristen anti
Islam, ataupun sebaliknya. Menurut penerjemah, lebih baik hal ini
dihindari demi kerukunan antar agama]
Mari kita mulai dengan ayat dari surat Al Maidah di mana Allah
berkata :
Al Masih, putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya
telah berlalu sebelumnya beberapa rasul. Dan ibunya seseorang yang
sangat benar. Kedua-duanya biasa memakan makanan. (5:75)
Ayat ini mengatakan pada kita dua hal.
(1) Isa AS hanyalah seorang Rasul
(2) Rasul-rasul sebelum Isa AS telah berlalu (wafat)
Berdasarkan hal ini, kita dapat menginterpretasikan bahwa karena
seluruh
Rasul sebelum Isa telah wafat, tentunya Isa AS juga akan wafat.
Anda dan saya sepakat akan hal ini, tetapi pertanyaannya,
kapan beliau wafat? Menurut saya, Isa AS wafat setelah melewatkan
kehidupan normalnya, dan Anda mengatakan beliau sekarang masih hidup
dan akhirnya beliau akan wafat setelah turun kembali ke bumi,
menghidupkan Islam, dst. Penting untuk kita mengerti kata “berlalu”.
Apabila Anda berpikiran bahwa “berlalu” tidak berarti “kematian”,
maka seharusnya sekarang ada di antara Nabi yang disebut Qur’an masih
hidup. Anda harus mengatakan Nabi yang mana, yang hidup sebelum Isa
AS, yang tidak mati dan masih hidup saat ini. Karena kita tahu, bahwa
semua Nabi sebelum Isa As sudah meninggal, maka tentunya “berlalu”
bermakna meninggal.
Apabila ayat di atas kurang meyakinkan Anda, mari kita lihat ayat
lain dari surat Ali Imran. Dalam perang Uhud, nabi Muhammad SAW,
memimpin pasukan Muslim, kemudian jatuh cedera. Kabar burung tersebar
bahwa Muhammad SAW telah terbunuh. Orang-orang Muslim putus asa. Pada
saat ini, untuk mempertahankan moral pasukan Muslim, sebuah ayat
dibacakan:
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu
sebelumnya Rasul-rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu
berbalik ke belakang (murtad?)… (3:144)
Ayat ini mengatakan pada kita dua hal.
(1) Muhammad SAW hanyalah seorang Rasul
(2) Rasul-rasul sebelum Muhammad SAW telah berlalu (wafat)
Dalam ayat 5:75, kita tahu bahwa Rasul sebelum Isa AS telah wafat,
tetapi hanya berdasarkan 5:75 saja kita tidak pasti mengenai wafatnya
Isa. Lalu, berdasarkan ayat 3:144 saja, kita semakin tahu bahwa
Rasul sebelum Muhammad SAW telah berlalu. Kita menyimpulkan
bahwa “berlalu” dalam ayat 5:75 berarti wafat. Dalam ayat ini,
makna “berlalu” jelas Allah berikan arti (a) meninggal, (b) terbunuh.
Jadi, “berlalu” dimaksudkan Allah sebagai kematian, pembunuhan, dan
tidak lain dari keduanya. Jadi kita bisa menyimpulkan bahwa
penggunaan kata “berlalu” yang sama antara 3:144 dengan 5:75 artinya
tidak lain adalah kematian. Jika Isa AS merupakan pengecualian, Allah
akan menyatakan demikian. Karenanya tidak ada pengecualian khusus
untuk Isa.
Kedua ayat ini begitu meyakinkan dan pasti, karenanya tidak boleh ada
keraguan wafatnya Isa! Tetapi, umat Muslim enggan menerima Firman
Allah ini! Ayat ini menyimpulkan bahwa Isa AS yang lahir 600 tahun
sebelum Muhammad SAW, tentunya telah wafat.
Ingat, jika Anda tidak percaya ayat tersebut, Anda tidak percaya
Qur’an secara total. Ketika 3:144 diwahyukan, apabila orang Muslim
saat itu tahu bahwa Isa AS masih hidup, tentunya mereka akan
mempertanyakannya pada Muhammad.
Setelah itu, saat Muhammad SAW wafat, sulit bagi umat Muslim menerima
berita sedih tersebut. Umar RA berpikir bahwa berita itu adalah kabar
burung hasil persekongkolan, maka Umar berkata bahwa beliau akan
membunuh siapapun yang berkata Muhammad SAW telah wafat. Pada situasi
kritis saat itu, Abu Bakar RA tiba, dan beliau masuk ke gubuk
Muhammad SAW dan memastikan kebenarannya. Kemudian Abu Bakar RA
keluar lagi dan membacakan ayat 3:144 dan kemudian menekankan, bahwa
siapapun yang menyembah Muhammad, sesungguhnya Muhammad sudah wafat.
Dan siapapun yang menyembah Allah, sesungguhnya Allah abadi.
Dari kejadian ini dapat kita simpulkan bahwa para sahabat nabi dan
khalifah saat itu tahu bahwa semua Rasul sebelum Muhammad telah
wafat. Apabila para sahabat percaya Isa AS masih hidup, tentunya hal
itu akan disebutkan saat itu juga.
Jika tidak cukup, mari kita telaah ayat lainnya. Dari 5:75 kita
tahu “Al Masih, putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul…” Mari
kita lihat apa yang Allah katakan mengenai Rasul secara umum.
Dalam Surat Al-Anbiya ayat 21:7-8 Allah berfirman
Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan
beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka
tanyakan olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada
mengetahui. (21:7)
Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tidak memakan
makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.(21:8)
Inti yang penting dari ayat-ayat di atas adalah:
(1) Semua Rasul itu Manusia
(2) Badan mereka bergantung pada makanan
(3) Mereka semua wafat
Qur’an mengatakan bahwa Nabi-nabi dan Rasul itu manusi, mereka bukan
manusia super, atau dewa. Karena mereka manusia, apapun yang terjadi
secara alami pada badan manusia juga terjadi pada mereka. Semua
manusia memakan makanan untuk bertahan hidup, dan karena itu semua
Rasul bergantung pada makanan untuk badan mereka.
Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelumnya, melainkan mereka
sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. (25:20)
Apapun yang berlaku untuk manusia juga berlaku untuk para Rasul.
Penyebutan hal-hal remeh seperti memakan makanan, atau berjalan di
pasar, berarti bahwa tiada yang luar biasa dalam kehidupan mereka.
Mereka juga manusia biasa. Ini juga berlaku untuk hidup dan mati
mereka. Karena itu, saya harus menekankan lagi, bahwa jika Anda tidak
percaya kematian Isa AS, Anda mempertentangkan ayat-ayat di atas.
Tidak hanya itu, Anda hanya percaya sebagian Qur’an yang sesuai
dengan Anda, dan menolak yang tidak sesuai dengan pemikiran Anda
tentang Isa (dan dogma Kristen).
———————————————————————-
———-
Bukti-bukti Lainnya
Ada satu ayat dalam Qur’an di mana Isa AS menyimpulkan hubungannya
dengan umatnya.
Surat Al Maidah 5:116-117
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman “Hai Isa putera Maryam, adakah
kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang
tuhan selain Allah!’”, Isa menjawab “Maha Suci Engkau, tidaklah patut
bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku
pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau
mengetahui apa yang ada pada diriku, dan aku tidak mengetahui apa
yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui
perkara-perkara yang ghaib-ghaib” (5:116)
“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau
perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Tuhanku
dan Tuhanmu’, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama
aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku,
Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan engkau adalah Maha Menyaksikan
atas segala sesuatu (5:117) ”
Ini adalah bukti pasti mengenai kematian Isa AS. Pada hari Kiamat
Allah akan menanyakan Isa AS apakah dia mengajarkan umatnya supaya
mengambil dirinya sebagai tuhan. Isa AS akan menjawab bahwa dia tidak
mengajarkannya, dan dia bersaksi bahwa selama hidupnya orang-orangnya
tidak menyembah Isa AS dan Maryam, atau apapun selain Allah, tetapi
Isa AS tidak mengetahui perbuatan mereka setelah ia wafat.
Kita semua tahu bahwa orang Kristen mengenal Isa sebagai Anak Tuhan
dan Maryam sebagai Ibu Tuhan / Santa. Jika Isa AS masih hidup,
tentunya hal ini tidak akan terjadi! Mengapa? Karena menurut ayat
tersebut, orang Kristen seharusnya menuhankan Isa dan Maryam setelah
wafatnya Isa AS. Tetapi sekarang orang-orang Kristen menuhankan Isa!
Bagaimana mungkin ini terjadi, KECUALI (menurut Qur’an) kalau Isa AS
telah wafat! Karena orang Kristen sekarang menuhankan Isa AS, maka
tentunya Isa AS telah wafat.
Kata kuncinya adalah “wafat” - kematian. “Falamma tawaffai tani”
terjemahannya “but when You caused me to die” berarti “Maka setelah
Engkau wafatkan aku”. Tetapi para penerjemah yang tidak percaya hal
ini, menerjemahkannya sebagai “when You took me away” yang
berarti “ketika Engkau ambil / angkat aku” dengan demikian merujuk
pada kesimpulan bahwa Isa AS diangkat hidup-hidup.
Inilah contoh lain, di mana makna “wafat” diartikan di luar konteks
yang nyata. Kita telah membahasnya di atas mengenai para penerjemah
yang menerjemahkan makna kata “wafat” sebagai kematian, tetapi
kecuali menyangkut Isa AS kata “wafat” diselewengkan sehingga
berarti “kenaikan fisik”. [Lihat : Interpretasi Kata "wafat"]
———————————————————————-
———-
Apakah Allah SWT Berkata Bahwa Isa AS Akan Turun Kembali Ke Bumi?
Berdasarkan dua ayat berbeda Anda percaya mengatakan bahwa Isa AS
dinaikkan badannya ke Surga. Jika demikian, Isa AS harus kembali lagi
di masa depan. Setidaknya Anda percaya Isa AS akan turun kembali satu
saat di masa depan. Tolong tunjukkan pada saya, satu ayat saja, di
mana Allah berfirman Isa AS akan kembali turun ke bumi. Ayat
tersebut, haruslah jelas dan persis. Jika Anda temukan, tolong kirim
e-mail pada saya.
Tidak ada satupun ayat dalam Qur’an di mana Allah berkata Isa AS akan
kembali turun ke bumi di masa depan, baik secara gamblang ataupun
tersirat. Karena Allah tidak mengatakan hal itu, bagaimana Anda bisa
dapatkan kisah itu?
Anggapan Anda adalah Allah mengatakan Isa AS diangkat hidup-hidup ke
Surga! Argumen saya, dalam kasus itu Allah harus mengatakan dengan
spesifik di mana dan kapan Isa AS akan kembali turun. Allah tidak
mungkin meninggalkan masalah itu tidak terjawab, karena hal itu
sangat serius. Hal seserius itu tidak mungkin dibiarkan hanya
bergantung pada Hadith, penafsiran Kristen, atau fatwa Islam.
Saudara-saudara dalam Islam, perhatikan bahwa dalam Qur’an Allah
menyebutkan di dalam banyak ayat mengenai Isa AS, kelahirannya,
bundanya Maryam, masa kanak-kanaknya, dewasanya, kematiannya, dsb.
Dan hanya sedikit Nabi yang dibeberkan sedemikian mendetail oleh
Allah. Dan lalu Anda berpikir Allah hanya lupa menyebutkan turunnya
Isa AS ke bumi, terutama mempertahankannya tetap hidup setelah 2000
tahun?
———————————————————————-
———-
Pertentangan Dalam Argumen
Singkat kata, mari kita lihat siapa yang bertentangan. Apabila Anda
berkata Isa AS tidak wafat, maka Anda mengakui Qur’an penuh
kontradiksi. Sedangkan Allah dengan jelas berkata pada kita, bahwa
tidak ada pertentangan di dalam ayat-ayat Qur’an.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al
Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat
pertentangan yang banyak di dalamnya. (4:82)
Sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman yang memisahkan antara
yang hak dan yang bathil, dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau
(86:13-14)
Fakta dari Qur’an Jika Anda percaya Isa AS masih hidup, maka
Rasul sebelum Muhammad SAW telah berlalu (3:144) Kepercayaan Anda itu
kontradiktif dengan ayat Qu’ran.
Makna kata “wafat” yang berarti kematian muncul dalam 20 ayat berbeda
dalam Qur’an. Pengecualian arti kata “wafat” pada 3:55 dan 5:117 yang
berarti “pengangkatan” adalah kontradiktif dengan makna ayat secara
literal dalam bahasa Arab di Qur’an.
Orang Kristen akan menyembah Isa dan Maryam, HANYA setelah wafatnya
Isa (5:116) Kenyataan sejarah kontradiktif dengan pemikiran ini,
karena orang Kristen telah lama menyembah Isa dan menyembah Maryam.
Hukum Allah senantiasa berlaku sejak dahulu (48:23) Hidupnya Isa AS
bertentangan dengan hukum Allah, sehingga pemikiran ini kontradiktif
dengan Qur’an. Anda tidak akan menemukan perubahan Sunnah / Hukum Allah Hidupnya Isa
AS adalah perubahan dan pengecualian sunnah / hukum Allah yang sangat
serius, yaitu seseorang dapat hidup secara fisik selama 2000 tahun.
Pemikiran di atas kontradiktif dengan ayat ini.
Beberapa ayat mengatakan tidak ada perubahan hukum Allah dan hukum
Alam (67:3-4; 17:77; 30:30; 33:62; 35:43; 48:23) Tidak ada manusia
yang hidup 2000 tahun. Karenanya pemikiran Anda bertentangan dengan
ayat tersebut.
Allah akan mematikan Isa AS dulu, kemudian mengangkatnya (3:55).
Pemikiran bahwa Isa AS diangkat sebelum wafat adalah bertentangan
dengan ayat Qur’an.
Yang diberi umur panjang oleh Allah, akan dibuat lemah badannya dan
dibuat pikun oleh Allah (16:70) Dalam umur 2000 tahun Isa AS tentunya
sangat amat lemah dan pikun, bagaimana beliau bisa berbuat sesuatu
untuk Islam?
Seluruh Rasul sebelum Muhammad tidak abadi atau hidup (21:8). Jelas
pemikiran ini bertentangan dengan ayat ini.
Badan seluruh Rasul bergantung pada makanan (21:8). Bagaimana Isa AS
makan?
Siapapun yang Allah panjangkan umurnya akan Allah kembalikan dia
kepada kejadian(nya). (36:68) Isa AS tentunya akan dikembalikan, ke
dalam keadaan lemah dan tergantung orang lain seperti bayi.
Tidak ada pertentangan dalam penciptaan Allah. Semakin kita cari
pertentangan, semakin lelahlah mata kita, tetapi tetap saja tidak
akan ditemukan pertentangan. Pemikiran ini adalah pertentangan yang
luar biasa mengenai penciptaan Allah. Seseorang tidak mungkin hidup
2000 tahun.
Terserah Anda apakah Anda akan berkesimpulan untuk menolak argumen
saya, karena tampak seperti diskusi sekte Qadian. Sekali lagi saya
ingatkan Anda, Anda tidak perlu menjadi pengikut sekte Qadian untuk
percaya Qur’an secara total. Cobalah Anda melihat diskusi ini dengan
pikiran yang terbuka. Bagaimana Anda bisa mengerti Qur’an jika tidak
bisa menerima 2 ayat? Bagaimana Anda bisa menganggap Qur’an penuh
pertentangan dan ketidakcocokkan? Sekali lagi, silakan lihat tabel di
atas, dan periksa ayatnya.
———————————————————————-
———-
Dilema Yang Besar
Saya tahu, sulit bagi Anda untuk menerima fakta di atas. Jauh di
lubuk hati Anda, sesuatu mencegah Anda menerima diskusi logis ini.
Banyak di antara Anda akan berkata bahwa ini interpretasi yang salah.
Pikiran Anda akan berkata, bahwa ini adalah penyimpangan ajaran
Qur’an. Silakan baca lagi, dan katakan mana yang salah, dan di mana
saya menyesatkan Anda. Tidak ada yang ditutup-tutupi.
Karena itu, saya minta Anda untuk mencetak artikel ini, supaya
praktis, sehingga Anda bisa menganalisis dan membacanya berulang-
ulang. Ada beberapa situs lain di bawah artikel ini, silakan Anda
baca juga.
Pikirkan lagi: Apabila Anda tidak percaya Isa AS telah wafat,
tentunya Anda memiliki bukti konkrit dari Qur’an dan hanya Qur’an.
Anda harus merekonsiliasi ayat-ayat tersebut yang saya sebutkan dalam
diskusi saya. Mohon jangan berkata pada saya, ulama atau imam yang
ini atau itu berkata bahwa Isa AS hidup! Mohon jangan berkata pada
saya bahwa buku itu dan ini berkata Isa AS masih hidup! Mohon jangan
katakan pada saya bahwa fatwa ini dan itu berkata bahwa Isa AS masih
hidup! Untuk melegitimasi kata-kata ulama dan imam itu, apakah Anda
akan menguncangkan Firman Allah? Mohon untuk tidak melebihkan buku
buatan manusia di atas Kitab Suci.
Beranilah menerima kebenaran. Hal ini tidak ada hubungannya dengan
sekte Qadiani. Mempercayai artikel ini tidak berarti Anda menjadi
penganut sekte Qadiani. Ini bukan propaganda Qadiani.
Akhir kata, bagaimana dengan kisah bahwa Isa AS akan turun kembali ke
bumi dan menghidupkan Islam? Setelah diskusi di atas, kita dapat
simpulkan, bahwa seorang yang telah wafat tidak akan kembali, apabila
Anda percaya hal itu bisa terjadi, itu bertentangan prinsip Islam.
Isa As yang Asli - yang Nabi - tidak akan dan tidak bisa kembali di
masa depan. Titik. Meski demikian, mengenai kisah tersebut, mungkin
seseorang dengan semangat Isa AS akan datang dan berbuat sesuatu
untuk Islam, dan ini di luar cakupan diskusi kita ini.
———————————————————————-
———-
Hadith yang Bertentangan
Banyak pembaca menjawab artikel ini dengan beberapa hadith yang
berkata Isa AS akan kembali datang dan berbuat sesuatu untuk Islam.
Para pembaca tidak bisa mengabaikan / membuang hadith tesebut, tetapi
tidak bisa juga menunjukkan validitas hadith itu.
Apabila kita ambil makna literal dari hadith tersebut, tentunya akal
sehat kita tidak dipuaskan. Meski demikian, hadith tersebut, bisa
diinterpretasikan dengan makna alegoris d
By yono on May 4, 2006
Kalau kamu seorang yang mencari kebenaran pasti kamu akan kaget melihat artikel diatas kecuali kamu hanya seorang yang mencari pembenaran !!!
Kalau kamu ragu coba sholat Istikhoroh minta petunjuk dari Allah SWT, oh ya saya lupa “TUHAN” kamu sudah bisu tidak bisa lagi memberi petunjuk, itu anggapan kamu loh, karena kamu tidak percaya bahwa Allah masih mendengar dan masih “bicara ” dulu, sekarang dan selamanya…alias ABADI
By yono on May 4, 2006
Jadi ternyata benar bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as adalah Imam Mahdi beliaulah yang mematahkan kepercayan salibis…..
By yono on May 4, 2006
Bt Ahmadi,
Kami adalah pencari kebenaran apakah Anda juga?
Anda ingin kami mencantumkan Al Quran mengenai Allah yang berkata-kata? Perhatikanlah ayat-ayat di bawah ini.
QS Ali Imran:69-83
69. Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
70. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah , padahal kamu mengetahui .
71. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil , dan menyembunyikan kebenaran , padahal kamu mengetahuinya?
72. Segolongan dari Ahli Kitab berkata : “Perlihatkanlah kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka kembali .
73. Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu . Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk ialah petunjuk Allah, dan bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu”. Katakanlah: “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”;
74. Allah menentukan rahmat-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.
75. Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: “tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi . Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
76. sebenarnya siapa yang menepati janji nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.
77. Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.
78. Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.
79. Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi : “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani , karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.
80. dan menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah Islam?”.
81. Dan , ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya” . Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah dan Aku menjadi saksi bersama kamu”.
82. Barang siapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik .
83. Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”
Wahyu Allah yang kami akui hanya kepada Nabi SAW, sebagai khatamun nabiyyin.
Logika Anda, bahwa dengan kami meyakini Nabi SAW sebagai nabi penutup maka kedatangan Nabi Isa AS menjadi bertentangan. Anda salah, justru dengan mengakui Mirza yang bukan putra Maryam itu menyalahi pernyataan nabi penutup. Nabi Isa AS itu adalah putra Maryam, jelas disebutkan berulang-ulang di Kitabullah, bukan nabi baru.
Para sahabat Nabi SAW dan ulama sesudahnya bahkan tidak ada yang berani menyebutkan siapa Nabi Isa AS yang diutus itu, kecuali berdasarkan hadist-hadist Nabi SAW.
Jadi setelah Mirza mengaku sebagai Isa AS, semua ulama menolak karena dalil-dalil yang dibawanya sangatlah lemah.
Pertanyaan kami adalah:
1. Mengenai turunnya Nabi Isa AS putra Maryam menyalahi prinsip Islam, apakah yang Anda maksudkan prinsip Islam itu?
Mukjizat dan hal-hal yang ghaib adalah salah satu prinsip Islam juga. Apakah Anda meyakini itu semua sebagai dongeng atau mitos belaka?
2. Apakah wahyu yang diterima Mirza sama dengan yang diterima Lia Aminuddin, seperti yang Anda sebut-sebut Allah itu selalu berkata-kata? Apakah mereka Anda sebut sesat atau membenarkannya?
3. Apakah makam yang anda akui sebagai kuburan Nabi Isa AS itu, di India/Pakistan, ada dasar-dasar ilmiahnya? Sampai sekarang tidak ada yang menggubrisnya, kecuali para Ahmadi sendiri.
4.Apakah alasan perpecahan sebagian Ahmadiyah (Lahore), yang tidak mengakui Mirza sebagai Nabi?
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya serta para sahabat ridhwanullahu ‘Alaihi ajma’in.
By Nabi lama on May 4, 2006
Bt Ahmadi,
Sungguh jelas Anda menolak hadist-hadist Nabi SAW tersebut, bahkan mengatakannya palsu. Nauzubillah.
Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.
By Nabi lama on May 4, 2006
He…he….
Apakah sesudah Ghulam Ahmad ada nabi-nabi lagi? Atau dia yang khatamun nabiyyin?
Allah berkata-kata, apa nggak cukup dengan yang disampaikan Nabi Muhammad SAW?
Berkata-kata sama Ghulam Ahmad ama Lia Aminuddin ‘kali.
Menolak hadist Nabi SAW tidak layak menjadi ummatnya, jadilah umat Ghulam Ahmad dengan agama barunya.
Chaooo
By noto on May 5, 2006
Perhatikanlah ayat-ayat yg kamu copy paste di bawah ini.
72. AL AHZAB (33:7)
Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh,
(kamu sendiri = Muhammad Saw)
Perjanjian apa sih antara para Nabi dan Allah :
lihat ayat yang anda copy pastekan:
QS Ali Imran: 81
81. Dan , ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya†. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?†Mereka menjawab: “Kami mengakuiâ€. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah dan Aku menjadi saksi bersama kamuâ€.
Sudahlah kita akhiri saja diskusi kita karena hanya buang-buang waktu dan membuat kita saling bermusuhan, maaf kalau saya sudah menyinggung anda
sama sekali bukan maksud saya ingin mendakwahkan Ahmadiyah apalagi mengajak-ngajak anda masuk ahmadiyah tapi hanya ingin meluruskan yang selama ini orang berpandangan kami sesat, kafir dan diluar Islam…
Kita serahkan saja semua sama Allah,
Biar Allah yang jadi hakim
Tapi Kita sudah setuju satu hal :
bagimu agamamu dan bagiku agamaku…
Wasallam,
Yono
By yono on May 5, 2006
Bt Ahmadi
Terima kasih atas balasan-balasannya.
Bahwa yang anda kutip itu adalah Al Quran yang diturunkan kepada kita melewati Nabi Muhammad SAW. Jadi perjanjian yang disebutkan itu tentu ditujukan kepada para nabi serta Nabi Khatamun nabiyyin Muhammad SAW. Apakah itu juga berlaku bagi Nabi anda, Mirza, ataukah pada nabi-nabi sesudahnya (itupun jika anda percaya bahwa Tuhan berkata-kata)? Wallahu alam.
Wassalamu alaikum
By Nabi lama on May 5, 2006
Nabi Lama,
Kenapa saya nyerah berdebat dengan anda..?? bukan karena tidak adalagi hujah-hujah kuat yang kami pegang tapi lebih dikarenakan (mohon maaf) anda tidak menguasai masalah sehingga anda sama sekali tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kita sering kemukakan diatas..
mulai dari MA Suryawan yang males meladeni sampai saya sendiri ikut merasakannya…dan itu bisa dilihat dari postingan anda semua ….contoh saya menanyakan ini itu tentang Nabi Isa anda bukannya menjawab malah bilang kita sesat, saya bertanya kematian Nabi Isa anda malah copy paste ayat-ayat Qur’an yang nyata2 buat Ahli Kitab..saya bertanya apa isi perjanjian antara Nabi2 dahulu dengan Allah anda menjawab perjanjian itu tidak berlaku untuk MIRZA ..dan etc..etc..
JADI DISKUSI KITA KAYA DAGELAN SI BOLOT SAMA SI MALIH..
(garuk-garuk kepala habis bingung & sudah kehabisan akal buat menerangkannya lagi..harus gimana lagi gitu loh???)
HE..hhe..he… mendingan buka website lain…
By yono on May 6, 2006
Orang bolot itu mengutip buku Ahmadiyah Lahore yaitu:
Falsafah Islamiyah
Oleh
HAZRAT MIRZA GHULAM AHMAD
MUJADDID ABAD 14 H.
PENERBIT
DARUL KUTUBIL ISLAMIYAH
Jl. KESEHATAN IX/12
JAKARTA PUSAT
TLP. 3844111
Setiap anggota Gerakan Ahmadiyah
(Ahmadiyyah Anjuman Isha’at Islam –
Lahore, Pakistan) berkeyakinan bahwa:
Setelah Nabi Suci Muhammad s.a.w. ,Tuhan
tidak lagi mengutus seorang Nabi, baik Nabi
lama atau pun Nabi baru.
Malaikat Gibril tidak lagi membawa ‘wahyu
nubuah’ kepada semua orang, karena ini
bertentangan dengan dua ayat : “Pada
hari ini telah Aku sempurnakan bagi Kamu
Agama Kamu†(5:3); “Muhammad itu
utusan Allah dan segel (penutup) para
Nabi†(33:40). Siapa pun yang melanggar
hal ini dianggap telah melanggar kesucian
akhir kenabian dalam Islam.
Semua sahabat Nabi Suci Muhammad
s.a.w. (ashab) dan semua pimpinan
spiritual (imam) wajib dimulyakan
Berkewajiban mempercayai semua ajaran
para pembaharu (mujadid)
Siapun yang berkeyakinan bahwa “Tiada
Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul
Allah†(kalimah) tidak dapat dikeluarkan
dari Islam (kafir)
Tidak ada satu pun ayat Qur’an Suci
dapat dihapus atau pun akan dihapus.
(Halaman 2)
Silakan simpulkan sendiri.
Wassalamua alaikum,
By noto on May 8, 2006
Bt Ahmadi.
Terserah lah. Orang bolot itu mengutip buku Ahmadiyah Lahore yaitu:
Falsafah Islamiyah
Oleh
HAZRAT MIRZA GHULAM AHMAD
MUJADDID ABAD 14 H.
PENERBIT
DARUL KUTUBIL ISLAMIYAH
Jl. KESEHATAN IX/12
JAKARTA PUSAT
TLP. 3844111
Setiap anggota Gerakan Ahmadiyah
(Ahmadiyyah Anjuman Isha’at Islam –
Lahore, Pakistan) berkeyakinan bahwa:
Setelah Nabi Suci Muhammad s.a.w. ,Tuhan
tidak lagi mengutus seorang Nabi, baik Nabi
lama atau pun Nabi baru.
Malaikat Gibril tidak lagi membawa ‘wahyu
nubuah’ kepada semua orang, karena ini
bertentangan dengan dua ayat : “Pada
hari ini telah Aku sempurnakan bagi Kamu
Agama Kamu†(5:3); “Muhammad itu
utusan Allah dan segel (penutup) para
Nabi†(33:40). Siapa pun yang melanggar
hal ini dianggap telah melanggar kesucian
akhir kenabian dalam Islam.
Semua sahabat Nabi Suci Muhammad
s.a.w. (ashab) dan semua pimpinan
spiritual (imam) wajib dimulyakan
Berkewajiban mempercayai semua ajaran
para pembaharu (mujadid)
Siapun yang berkeyakinan bahwa “Tiada
Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul
Allah†(kalimah) tidak dapat dikeluarkan
dari Islam (kafir)
Tidak ada satu pun ayat Qur’an Suci
dapat dihapus atau pun akan dihapus.
(Halaman 2)
Silakan simpulkan sendiri.
Wassalamua alaikum,
By Nabi lama on May 8, 2006
Kok berhenti nih si ahmadiyanese atau JILer.
Gak ada sanggahan lagi….
Atau sudah tobat???
Mudah2an Amiiinnn.
By Ahmadiyah bukan islam on Aug 8, 2006
ada yang berani diskusi dengan ahmadiyah?
ditunggu di http://www.ahmadiyah.co.nr
By wawan on Aug 25, 2006
Nabi terakhir adalah Isa anak Maryam, kalau ada claim adalah Nabi Muhammad itu memnang adalah Nabi Palsu, yang paling banyak bersumbah untuk menguatkan para pengikutnya agar mengakuinya.
Ya karena seperti ‘KAMBING DUNGU’ Pengikutnya ikut saja.
“Laa mahdiya illa isabnu Maryama”
TIDAK ADA IMAM MAHDI SELAIN ISA PUTRA MARYAM”.( HADIS IBNU MAJAH).
By Mr. Nunusaku on Sep 5, 2006
Anda Pelajari Al-Qur’an dan Hadits sebelum anda memberikan komentar!
By Hedeyatch on Sep 22, 2006
ahmadiyah memang sudah dari sananya sesat. jadi kalau memberitahukan orang yang sesat memang agak susah. jalan terbaik adalah semoga 4JJI memberikan kita hati yang senantiasa berada di jalan dakwah 4JJI yang lurus. dan tidak disesatkan oleh-Nya. kepada para jemaat ahmadiyah, bertobatlah, selagi ada kesempatan
By reby bagja on Sep 24, 2006
Wawan wrote:
==============================
ada yang berani diskusi dengan ahmadiyah?
ditunggu di http://www.ahmadiyah.co.nr
=============================
tantangan gombal dimana-mana hi hi.hi…
jawab dulu ini, jangan ngacir doang ke ke ke… :
http://z7.invisionfree.com/AHMADIYAH/index.php?s=06d72cd8bc0010d6c65ef40795ace290&showtopic=98&st=60
Besar mulut dimana mana ngajak debat….
By MilaOnRamus on Nov 1, 2006
basmi aja ahmadiyah itu sampai ke akar - akarnya. biar ga ada lagi perusak akidah dalam agam kita.
By peter on Nov 16, 2006
Setelah saya melihat komentar-komentar tentang ahmadiyah di meiling list ini saya mempunyai beberapa kesimpulan :
1. Semua bantahan yang pro ahmadiyah sudah tidak terbantahkan lagi oleh yang kontra ahmadiyah.
2. Pendapat - pendapat dari yang kontra ahmadiyah terlalu dipaksakan dan memutarbalikan fakta yang ada.ini di karenakan di pengaruhi sifat benci,kerdil, kesombongan sebagaimana sifat yang di pertunjukan syaitan sewaktu di suruh sujud pada adam.
3.Pendapat-pendat dari nabi lama selalu di ulang-ulang walaupun sudah di patahkan oleh pihak yang pro ahmadiyah
4.Saya juga mengambil kesimpulan bahwa ahmadiyah bagian dari islam karena pendapat-pendapatnya berdasarkan pada al-quraan dan hadist tanpa di bumbui oleh hawa nafsu.
5. Pendapat nabi lama tentang isa ibnu maryam sama persis dengan pendapat para pendeta dan umat kristiani pada umumnya.Yang tidak didasarkan pada dalil yang kuat tetapi pada khayalan belaka sebagaimana orang-orang kristiani selama ini
Wassalam
MWR
By Munawar on Dec 10, 2006
MASALAH POLIGAMI DALAM PANDANGAN THEOLOGIS ISLAM
Akhir-akhir ini masalah poligami menjadi pembicaran umum baik di media electronika maupun di media cetak. Pendapat-pendapat yang dilontarkan oleh pihak yang pro dan kontra masalah poligami kian kencang dan rame . Ada yang didasarkan dengan HAM adapula yang didasarkan pada dalil-dalil kitab suci Al-Quran dan ada pula yang didasarkan pada angan-angan dan prasangka belaka tanpa didasarkan pada dalil yang haq dan benar.
Lontaran pendapatpun dari berbagai ragam tingkat kelas sosial mulai dari presiden,staff presiden, mentri,agamawan,artis, aktifis perempuan dan masyarakat umum yang tidak tahu menahu asal-usul dan pengertian tentang poligami.
Bagi yang pro dengan masalah poligami mereka berpendapat bahwa poligami merupakan syariat yang di benarkan dalam Islam dan dicontohkan oleh nabi besar Sayidina Almustofa Muhamad Rasulullah Saw. Tetapi bagi para penentang mengatakan bahwa Islam menganut sistem monogami dan bukan poligami bahkan ada yang mengatakan bahwa poligami dapat dimasukan kedalam katagori prilaku kekerasan dalam rumah tangga. Naudzubillah himindzalik…
Bagi saya pendapat-pendapat seperti itu merupakan hal yang biasa dalam sebuah negara demokrasi tetapi hal yang menyakitkan hati saya adalah pendapat-pendapat yang kontra tersebut di lontarkan oleh mereka-mereka yang mengaku umat Muhamad Saw.
Al-Quran adalah kitab yang logis. Karena itu tidak mungkin Al-quran tersebut memerintahkan pada umat Muslim untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin. Tuhan telah menciptakan pria dan wanita dalam jumlah yang kurang lebih seimbang. Lalu bagaimana suatu agama yang rasional seperti Islam yang selalu menekankan bahwa tidak ada kesenjangan antara tindakan Tuhan dengan kalam Tuhan, mengutarakan sesuatu hal yang terlihat tidak alamiah dan tidak realistis, yang jika dilaksanakan akan menimbulkan situasi ketidak seimbangan, kesulitan yang gawat dan prustasi ? Bayangkan suatu negri kecil berpenduduk pria laik kawin satu juta jiwa dan wanita dalam jumlah yang hampir sama. Kalau peraturan poligami tadi dijalankan mereka sepenuhnya secara harfiah, maka kurang lebih ada 250.000 orang pria yang mengawini satu juta wanita dan sisanya 750.000 pria lagi yang tidak mempunyai istri.Tetapi bagaimana pula bila suatu penduduk negri jumlah wanitanya lebih banyak dari pria ?. Umpamakan jumlah wanita 1,5 juta jiwa sedangkan jumlah pria hanya 1 juta jiwa maka kalau asas monogami yang kita jalankan sekitar 500.000 orang wanita lagi tidak mempunyai suami.
Sedangkan dibanding dengan agama-agama lainnya, Islam menekankan keharusan menikah bagi pria dan wanita. Al-Quran menggambarkan hubungan di antara suami dan istri didasarkan pada cinta alamiah dan sebagai sumber kedamaian bagi keduanya
“… Dan dihalalkan pula bagimu wanita-wanita yang memelihara kehormatannya di antara yang beriman dan wanita-wanita yang memelihara kehormatanya dari antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu berikan kepada mereka mas kawin mereka untuk menikah, bukan untuk berbuat zina dan tidak pula menjadikan gundik-gundik rahasiah…(S.5 Almaidah : 5 )
Pada saat yang sama Al-Quran menolak hidup tidak kawin seperti pada beberapa golongan pendeta sebagaimana di kemukakan dalam surah 57 : 28. Tidak ada manfaat yang diperoleh jika menutup diri dengan cara mengingkari nafsu alami.
Kembali kemasalah poligami, dalam surat 4 AN-NISA ayat 3 yang berbunyai “ Dan, jika kamu khawatir bahwa kamu tak akan dapat berlaku adil terhadap anak-anak yatim, maka kawinilah perempuan- perempuan lainya yang kamu sukai: dua, atau tiga, atau empat, akan tetapi, jika kamu khwatir kamu tak akan berlaku adil, maka kawinilah seorang perempuan saja, atau kawinilah yang dimiliki tangan kananmu. Cara demikian itu lebih dekat untuk kamu supaya tidak berbuat aniayaâ€.
Dalam ayat ini, Islam memperkenankan ( walaupun tentu saja tidak menganjurkan atau mendorong) seorang laki-laki beristri lebih dari satu sampai empat orang pada satu waktu. Karena izin ini telah diberikan sehubungan dengan masalah anak-anak yatim, maka haruslah di artikan bahwa hal itu pertama-tama didasarkan pada soal pengurusan golongan masyarakat yang paling terlantar itu. Ada peristiwa-peristiwa ketika kepentingan anak-anak yatim hanya mungkin dapat dilindungi dengan jalan mengawini seorang atau lebih dari seorang dari antara perempuan-perempuan asuhan atau diantara perempuan-perempuan lain menurut tuntutan keadaan. Walaupun ayat ini menyebutkan poligami sehubungan dengan masalah-masalah anak-anak yatim, namun suasana lain dapat timbul saat poligami dapat menjadi satu obat yang diperlukan untuk mengobati beberapa keburukan sosial atau moral. Jika hanya tujuan-tujuan pernikahan itu sendiri diperhatikan, maka izin itu nampaknya tidak hanya dibenarkan, malah adakalanya sangat tepat dan bahkan perlu.Dalam kasus-kasus tertentu, justru jika tidak memanfatkan izin ini niscaya akan dapat mengganggu kepentingan individu dan masyarakat.
Menurut Al-Quran , tujuan perkawinan ada empat yaitu :
1. Pencegahan terhadap penyakit-penyakit jasmani,akhlak, dan rohani (S 2 : 187; S4:25)
2. Mendapatkan ketentraman hati dan untuk memperoleh seorang teman hidup yang mau mencurahkan cinta kasihnya ( S 30 : 22)
3. Mendapat keturunan
4. Memperluas lingkup kekeluargan ( S4 : 2 )
Sekarang kadangkala salah satu di antara semua keempat tujuan tersebut di atas itu tidak tercapai oleh keadaan hanya beristri seorang, misalnya istri menjadi penyandang cacat seumur hidup, atau menderita penyakit menular, maka tujuan perkawinan itu pasti tidak akan tercapai bila orang yang dihadapkan pada situasi semacam itu tidak mengawini perempuan lain lagi. Memang tidak ada jalan lain bagi dia kecuali kawin lagi secara sah bila, karena tidak mampu menahan godaan nafsu berahi lalu menjalani kehidupan amoral(asusila).
Seorang istri yang mengindap penyakit menahun tidak akan mampu menjadi teman hidup yang baik sebab betapapun perlu dihormati dan dikasihi,wujudnya tidak memberikan ketentraman hati kepada suaminya dalam segala hal. Begitupula , jika kebetulan ia mandul, keinginan alami sang suami yang sepenuhnya beralasan untuk mempunyai keturunan yang akan menjadi penerusnya dan mengabadikan namanya, tetap tak akan terpenuhi kalau tidak kawin lagi. Untuk memenuhi kebutuhan-kebuthan semacam itulah Islam telah mengizinkan mengikat tali perkawinan menjemuk. Tetapi jika dalam kasus yang disebutkan di atas, sang suami menceraikan istrinya yang pertama, maka hal demikian akan merupakan sesuatu yang memalukan dan membawa kenistaan bagi sang suami.
Sebenarnya tujuan-tujuan perkawinan ganda ( poligami) itu, sampai batas tertentu, sama dengan tujuan-tujuan perkawinan tunggal. Bila salah satu atau semua tujuan itu tidak tercapai dengan perkawinan tungal, maka perkawinan poligami menjadi suatu keperluan. Namun, ada beberapa alasan juga yang kadang-kadang dapat menjadikan seseorang perlu mempunyai seorang lagi istri atau lebih, di samping seorang yang sangat mencintai dan cukup memenuhi tujuan-tujuan perkawinan. Alasan-alasan itu ialah :
1. Untuk melindungi anak-anak yatim
2. Untuk mempersuamikan janda-janda yang layak bersuami lagi dan
3. Untuk mengisi kekosongan anggota keluarga laki-laki dalam suatu keluarga atau masyarakat.
Sudah jelas dari ayat yang sedang kita bahas ini bahwa poligami diikhtiarkan , pada khususnya, dengan tujuan melindungi anak-anak yatim yang terlantar. Dari ayat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ibu anak-anak yatim yang bernaung di bawah perwalian seseorang, lebih baik dikawini oleh wali itu sendiri agar menjadi langsung terikat dalam tali kekeluargan dengan mereka dan lebih erat hubungannya dengan mereka. Dengan demikian lebih dapat mencurahkan perhatian demi kesejahteraan mereka ketimbang ia tidak berbuat demikian.
Mempersuamikan janda-janda ( S 24 :32) merupakan tujuan lain yang dicapai dengan adanya peraturan poligami. Orang-orang Islam di jaman Rasulullah s.a.w senantiasa report menghadapi peperangan. Banyak sekali yang gugur dalam medan perang dan meninggalkan janda-janda dan anak-anak yatim tanpa mempunyai keluarga dekat yang mengurus mereka. Kelebihan jumlah kaum wanita daripada kaum laki-laki dan luar biasa banyaknya bilangan anak yatim tanpa seorangpun mengurus mereka sebagai akibat tak terelakan dari peperangan maka menghendaki agar perkawinan-perkawinan poligami di ajurkan guna menyelamatkan Islam dari keruntuhan akhlak.
Kedua perang Dunia telah membenarkan peraturan Islam yang amat berfaedah ini. Peperangan ini telah meninggalkan wanita-wanita muda usia tanpa suami dalam jumlah yang luar biasa besarnya. Sungguh, bilangan kaum wanita yang lebih besar jumlahnya dari pada pria di Dunia Barat, disebabkan kehilangan banyak sekali kaum pria akibat perang dunia itu dan menjadi penyebab kemunduran akhlak dewasa ini sehingga menggerogoti kehidupan masyarakat Barat .
Disamping memenuhi kebutuhan akan suami bagi janda-janda muda itu, peraturan poligami juga dimaksudkan untuk mengatasi keadaan yang timbul sebagai akibat peperangan bila, di samping segi-segi kemunduran lainnya, tenaga laki-laki suatu bangsa menjadi demikian langkanya sehingga timbul kehancuran total bangsa itu. Menurutnya angka kelahiran yang merupakan penyebab penting dari keruntuhan suatu bangsa, dapat di obati secara jitu hanya dengan menggunakan peraturan poligami. Poligami bukanlah untuk menyalurkan kebutuhan syahwat, seperti disalah artikan orang, melainkan merupakan pengorbanan yang meminta supaya perasan pribadi dan sepintas lalu diberikan untuk kepentingan umum atau kepentingan nasional yang lebih luas.
Islam mengizinkan mengawini lebih dari seorang wanita hanya dengan persyaratan bahwa pria mampu menangani situasi yang spesifik dan sulit itu dengan penuh tanggungjawab dan bisa bertindak adil dan seimbang kepada isteri kedua, ketiga dan keempatnya.
Alternatif lainnya jauh lebih buruk. Sejumlah besar wanita yang tidak bisa menikah tidak bisa disalahkan jika mereka mencoba menggoda dan menggaet pria di suatu masyarakat yang kurang mengenal agama. Wanita pun manusia juga. Mereka memiliki emosi dan nafsu yang ingin dipenuhi. Pada satu sisi, trauma kejiwaan akibat perang menumbuhkan keinginan mencari seseorang tempat berlindung, di sisi lain adalah kehidupan yang kosong tanpa tempat berteduh dan keamanan lembaga perkawinan, tanpa pasangan hidup dan tanpa kemungkinan mempunyai anak sendiri. Masa depan sama hampa dan gersangnya dengan keadaan saat ini.
Bila wanita-wanita demikian itu tidak diakomodasi secara benar menurut hukum dan berasimilasi menurut prinsip memberi dan menerima yang seimbang, maka keadaannya akan menjadi ancaman bagi masyarakat. Mereka secara tidak sah akan berbagi suami-suami dari wanita lain. Akibatnya sungguh dahsyat. Kesetiaan menjadi terbelah. Wanita bersuami kehilangan kepercayaan pada suami-suaminya. Kecurigaan berkembang subur. Meningkatnya kesenjangan antara suami dan isteri akan menggoyahkan banyak landasan perkawinan. Bagi pria-pria tidak setia tersebut akan muncul rasa bersalah yang selanjutnya menimbulkan kompleks kejiwaan yang akan mendorong pada kejahatan. Konsep mulia mengenai cinta dan kesetiaan termasuk yang hancur di awal. Romansa kehilangan kelembutannya dan merosot menjadi kegandrungan umum yang bersifat sesaat. Mereka yang berbicara mengenai persamaan di semua bidang melupakan bahwa hal itu tidak relevan karena pria dan wanita tumbuh berbeda.
Hanya wanita yang bisa melahirkan anak. Hanya merekalah yang dapat menghidupi benih manusia generasi mendatang selama lebih dari sembilan bulan. Hanya mereka juga yang dapat merawat bayinya di awal masa kehidupan dan masa kanak-kanak. Dan karena hubungan darah yang lama dan intim dengan keturunannya itu maka wanita memiliki ikatan kejiwaan yang lebih kuat dengan anaknya dibanding pria.
Kalau sistem sosial dan ekonomi mengabaikan perbedaan tubuh antara pria dan wanita serta akibatnya pada perbedaan peran kedua jenis kelamin itu dalam masyarakat maka sistem sosio-ekonomi demikian tidak akan mungkin menghasilkan keseimbangan yang sehat. Justeru karena adanya perbedaan phisik antara pria dan wanita itulah Islam menerapkan ajaran tentang peran yang berbeda bagi masing-masing jenis kelamin.
Sedapat mungkin wanita harus dibebaskan dari tanggungjawab mencari nafkah bagi keluarganya. Secara prinsip, tanggungjawab untuk itu harus dipikul oleh pria. Namun tidak ada alasan untuk melarang wanita ikut berkiprah memutar roda perekonomian sepanjang mereka melakukan itu tanpa menimbulkan gangguan, seperti mereka tidak mengabaikan tanggungjawab utamanya dalam reproduksi manusia dan memelihara keluarga. Inilah yang ditawarkan oleh Islam.
Di dalam surat surat 4 Anisa:3 di atas ada dikatakan “jika kamu khwatir kamu tak akan berlaku adil…â€. Kata-kata ini menjelaskan bahwa setiap suami tidak akan bisa berbuat adil terhadap istri-istrinya karena akan dipengaruhi rasa cinta dan senang antara satu sama lain, sesuai dengan surat 4 Anisa : 129 “ Dan, kamu sekali-kali tidak akan berbuat adil diantara istri-istrimu, betapapun kamu boleh jadi menginginkannya. Maka janganlah mencondongkan seluruh kecondongan hati hanya kepada seorang sehingga kamu meninggalkan yang lain sebagai barang terkatung…â€. Sebagai manusia, mustahil seorang laki-laki dapat berlaku seadil-adilnya terhadap istri-istri dalam segala hal. Misalnya, karena perasaan cinta soal hati dan orang lain tidak berhak ikut campur tangan, maka seorang suami tidak bisa diharapkan mempunyai rasa cinta yang sama terhadap semua istri. Akan tetapi, tentu saja ia dapat memperlakukan dengan adil dalam hal-hal lainnya, dan inilah yang harus dikerjakannya. Jadi, berlaku adil terhadap istri-istri itu hanya berhubungan dengan perbuatan-perbuatan yang dapat di kendalikan olehnya. Inilah tafsiran yang telah diberikan oleh syaidina Almustofa Muhawad Rasulullah s.a.w mengenai ayat ini.
By Munawar on Dec 10, 2006
waduh klw baca posting dari ente2 jadi pusing ane. disatu sisi ada yang mbenarkan, disisi lain ada yang nganggep salah. tp klw menurut ane tuh ahmadiyah klw mang keukeuh nganggep Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi dengan argumentasi bahwa umat terdahulu ngaku nabinya yang terakhir, yah bikin agama baru aja!!!! biar ga bentrok sama orang muslim. dan juga biar masuk surganya ga ngantri. heeeeeeeeeeeeeee
lagian kalau ngantri nanti kelamaan, nyodok aja kaya kebiasaan orang indonesia. huhahuaaaaaaaaa
By ule urang banten on Dec 21, 2006
Mendingan para ahmadi bantu teman-teman anda. Mereka nggak mampu tuh utk menjawabnya. silahkan anda kesini:
http://www.ahmadiyah.co.nr
Lantas klik “FORUM”
Apakah nanti ahmadi disini bisa membantu atau tidak. Jangan lupa ente lihat Thread “Hadist dan maudhu’ “. Disitu sudah saya jelaskan beberapa hadits yg biasa digunakan dan ditulis dlm buku-buku Ahmadiyah. Membuktikan MGA sbg Nabi saja kenapa mesti pake hadits dhaif dan Maudhu’. Apalagi tafsirnya yang sudah ngaco. Semau sendiri dlm menterjemahkannya.
By shadow on Dec 26, 2006
Percuma ke situs Ahmadiyah. Orangnya di situ suka emosian kalo terpojok. Thread saya udah ada 2 yang ditutup gara-gara orang ahmadiyah nggak kuat menanggung malu karena gak bisa jawab.
By (¯`?.¸¸.»ll«.¸¸.?´¯) on Dec 27, 2006
Ditutup threadnya takut ditinggalin jemaatnya kali. Bisa-bisa pemasukan dari candah bisa berkurang.
By shadow on Jan 2, 2007
Saya MENANTANG kepada seluruh Ahmadi dimanapun untuk BERDEBAT secara terbuka dgn tujuan agar semua org tau tentang KESESATAN Ahmadiyah dan saya sudah baca buku BSHP jawabannya org Ahmadi tapi semua jawabannya BASI dan dapat ditebak… saya TIDAK ingin buang waktu untuk menulis buku bantahannya saya MENGAJAK ANDA atau siapapun yang anda kenal dari PIHAK AHMADI yang paling menguasai tentang ajaran Ahmadiyah…
Khusus pihak Ahmadi yg ingin memenuhi TANTANGAN DEBAT saya silahkan kirim ke email enjoybisnis@gmail.com
Berani Karena Benar
Takut Karena Salah
By wifiman on Aug 16, 2007
Ass.wr.wb
Perkenalkan saya seorang ahmadi yang baru saja bai’at. untuk saudara wifiman Insya Allah saya terima tantangan diskusi anda. mingkin saya dan rekan-rekan saya yang lebih ilmunya siap berdiskusi dengan anda apabila ingin berbicara tentang Ahmadiyah lebih jauh lagi.
Sedikit informasi tentang kasus Ahmadiyah di negeri ini. saya heran dengan umat islam non Ahmadiyah yang menentang Ahmadiyah agar segera dibubarkan dengan berbagai alasan karena Kanjeng Nabi besar Muhamad SAW saja tidak begitu terhadap orang-orang kafir (segi konteks apabila Ahmadiyah dikatakan kafir).
Berbicara keyakinan memang sulit untuk dijastifikasi. dalam hal ini adalah apabila kita berbicara tentang keyakinan kita berharap menemukan suatu jawaban mana yang benar dan yang salah. Namanya keyakinan sifatnya khusus absolut dalam artian sekalipun 2 ditambah 2 adalah 4 (secara mendasar) akan tetapi bila keyakinan mendarah dagingnya adalah sepuluh adalah tak dapat dipaksakan.
Dalam kasus Ahmadiyah adalah selama tidak melanggar ketertiban umum dan telah menjadi sesuatu yang sah dan diakui sebelum negeri ini mendapatkan kemerdekaan adalah tidak masalah keberadaannya.
Perlu di ingat bahwa bangsa kita adalah negara demokrasi bukan negara agama.
Tidak bermaksud untuk tidak mendambakan suatu negara yang berdasarkan syariat Islam, akan tetapi apabila negara ini akan di ubah menjadi negara tersebut adalah alangkah baiknya bahwa wilayah yang mayoritas non muslim harus diberi pilihan yang adil. Sebagai contoh pilihan merdeka atau otonomi khusus. (PERUMPAMAAN)
Menanamkan keyakinan yang dianggap benar dengan cara kontak fisik atau paksaan adalah cara yang tidak terpuji, akan tetapi apabila menanamkan keyakinan dengan dalil-dalil yang kuat adalah cara baik dan benar.
Ahmadiyah berkeyakinan bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang tunggal dan memiliki seluruh nama besar kebaikan dan Nabi besar Muhamad SAW adalah Nabi syariat yang terakhir dan penghabisan, akan tetapi sesuai dengan sabda beliau bahwa akan turun seorang Imam zaman, Mahdi sekaligus penjelmaan dari Nabi Isa As kebumi ini untuk memenangkan Islam atas agama lain di muka bumi ini.
Nabi Isa telah wafat dan tidak akan turun dengan ujud kasarnya dari langit kemuka bumi ini lagi.
Bukan tidak meyakini akan kekuasaan Allah SWT, akan tetapi Allah karena maha kesuciannya pun tidak membuat sesuatu hal yang bertentangan dengan hukum alam yang telah dibuat Nya sendiri. Subhanallahu
Suatu pendekatan logika apabila Nabi Isa dengan tubuh kasarnya akan turun kemuka bumi ini lagi, maka apa bedanya dengan adanya Nabi lagi setelah kenabian Nabi Muhamad SAW.
Sekian dari saya yang lemah ini, Ahmadi Qodian.
Wassalam
By Ahmad Walij on Aug 17, 2007
pusiiiiing,..capeeeek…
By coang on Aug 17, 2007
Jangan meladeni ahmadiyah.Mereka itu ibarat masuk telinga kanan,keluar lagi telinga kiri. Kalau kita
yakin akan kebenaran qur’an n sunnah, mengapa kita percaya dengan bualan si tukang pembohong besar yang mengaku jadi Nabi. Allah SWT menegaskan
bahwa Muhammad SAW itu penutup para Nabi(al-ahzab :40).Dalam haditsnya,Muhammad SAW mengatakan tidak ada Nabi setelahku.(HR.Mutafaq alaih).Ini masalah aqidah.Apakah qt katakan Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan imam besar lainnya lebih juhala dari Mirza Ghulam Ahmad.Sungguh naif sekali!!!Para Nabi itu banyak dan yang wajib diketahui ada 25,dan Muhammad Nabi dan Rasul penutup,jadi kalau ada orang ngaku jadi Nabi setelah Muhammad SAW, maka orang itu tidak perlu diragukan kekafirannya alias orang itu kafir,sesat dan menyesatkan.Kalau Khilafah Islam tegak maka orang dan gerakan seperti ini akan diberantas bila tidak mau taubat.Astaghfirullah !!! Sungguh sebuah kebodohan besar n Dajjal-dajjal itu adalah Mirza Ghulam Ahmad dan penyebar kesesatannya di tengah-tengah manusia.
By mizan on Sep 8, 2007
Nabi Isa turun ke bumi menjelang kiamat adalah untuk memberantas segala kejahatan dan meluruskan sunah dan ajaran Muhammad SAW yang sudah diinjak-injak manusia.Dan ini adalah ketetapan Allah.Jadi,tidak dapat dikatakan bahwa ada Nabi lagi setelah Muhammad SAW dengan turunnya Isa as menjelang kiamat.Nabi dan Rasul diutus dengan membawa sebuah ajaran dari Allah, sedangkan Isa turun nanti dalam rangka menegakkan ajaran Islam yang dibawa Muhammad SAW yang sudah banyak di rusak manusia.Islam yang dibawa Muhammad adalah adal agama penutup semua ajaran para Nabi dan Rasul.artinya,jika ada manusia yang tidak mau menerima ajaran Islam yang lurus sesuai petunjuk dan teladan Muhammad SAW, maka orang itu adalah sesat. Nabi Muhammad menyatakan bahwa tidak beriman salah seorang di antaramu sahingga hawa nafsunya tunduk dengan yang aku bawa (ajaran Islam)(Bukhori-muslim). Keliatan sekali juhala’nya ahmadiyah.Apakah oarang-orang seperti ini yang akan diikuti ? orang-orang yang membaca al-qur’an tapi jauh dari petunjuk qur’an. mereka semua telah jatuh kedalam kesesatan dan kekafiran yang nyata.Wahai, saudaraku di ahmadiyah.kembalilah kalian ke ajaran Islam yang lurus.Jangan ikuti hawa nafsu dan syetan yang selalu menyesatkan manusia.Aku ingatkan kalian dengan adzab siksa neraka yang pedih.Sadarlah saudaraku !!!kembalilah !!! sebelum maut menjemputmu dengan keras dan menyakitkan.
By mizan on Sep 8, 2007
Ass.Wr.Wb
Apakah Isa turun hanya dengan namanya dengan tanpa menyandang status kenabiannya?
By Ahmad Walij on Sep 8, 2007
Tentu saja beliau akan berpangkat Nabi..
namun Nabi Isa Israeli sudah wafat menurut Qur’an !
jadi wujud orang lain yang akan sesuai dgn sifat2nya…
By alif on Sep 12, 2007
Ass.wr.wb
Saudara Alif yang saya cintai, saya paham akan hal itu, karena saya adalah seorang Ahmadi. Akan tetapi pertanyaan itu saya tujukan kepada saudara ghair sebagai penegasan atas keyakinan bahwa Nabi Isa AS akan turun dengan tubuh kasarnya ke muka bumi ini kelak (sebagaimana yg diyakini ghair atau Islam pada umumnya).
Terima kasih saudara Alif.
Dari saya yang lemah ini, Ahmad Walij
By Ahmad Walij on Sep 13, 2007
apakah ada bukti Isa yg datang dgn wujud orang lain yang akan sesuai dgn sifat2nya.
Adakah buktinya dalam Al-Qur’an dan hadits ?
Bisa dibuktikan!
By eman on Sep 25, 2007
kasihan sekali si Ahmad walij yg baru saja masuk kedalam aliran sesat. Pendalaman agamamu betul-betul kurang.
By eman on Sep 28, 2007
ahmad walij, apa tantangan wifiman sudah ditanggapi?
By eman on Sep 28, 2007
Ass.wr.wb
Saudara Eman jelas ada, akan tetapi saya akan merangkumnya secara detail dalam waktu dekat ini, karena jika seingatnya saja saya takut salah dan berakhir dengan dosa.
Tantangan Wifiman sudah saya tanggapi, akan tetapi mungkin wifiman belum menceknya lagi dalam forum ini.
Terima kasih anda telah mengasihani saya saudara eman, akan tetapi sekali lagi, apapun orang berkata tentang ahmadiyah saya tetap berkhidmat didalamnya apapun halangan dan rintangannya, meski berkorban nyawa sekalipun. Amin
Dari saya yang lemah ini Ahmad Walij
By Ahmad Walij on Sep 30, 2007
Saudara Ahmad walij kenapa tidak ikutan diskusi di http://www.ahmadiyah.co.nr
atau bisa ikutan juga diskusi di forum non ahmadi http://z8.invisionfree.com/islamic
By eman on Sep 30, 2007
“TADZKIRAH”
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59&st=0
By EMAN on Oct 6, 2007
pada achirnya memang kesana,kembali kepada keyakinan dan pemahaman masing masing,kalaupun setiap umat itu punya kewajiban amr ma’ruf nahi munkar,kalau sudah di jalnkan ya sudah,orang itu mau terima ngaknya terserah dia,karena semua punya alasan dan mersa paling benar semua,wacana, polimik selama masih menggunkan etika dansaling menghargai tidak jadi masalah, bukankah kebenaran hakiki itu hanya milikNya, cuma saya mau mengingatkan semua ada pertanggungjawabannnya di sisi Alloh.
By Arman on Oct 17, 2007
eman = lukman = shadow = alias lose man terus
wassalam
alif
By alif on Oct 23, 2007
Alif=Hendy=sering mengskak mat dirinya=kena skak mat terus-menerus
Hanya orang bodoh yg selalu mengskak mat dirinya sendiri dan mengulangi lagi kebohodohannya tersebut….wakakak.
By eman on Oct 28, 2007
Hendy…bagaimana tuh diskusinya di http://www.ahmadiyah.co.nr
saya kena banned, takut kena skak mat lagi ya….ke..ke..ke..
ayo deh kamu aktifkan saya lagi, saya dengan senang hati meladenimu.
By eman on Nov 5, 2007
Bung Eman,
Selamat ketemu lagi…
Nge-blok /ban itu sudah lumrah untuk Ahmadi untuk mempertahankan akidah mereka. Yah, mungkin disini kita lebih bebas (tapi bertanggung jawab) berbicara bukan?
Setuju dengan Bung Arman, kebenaran itu hanya milik Allah. Tinggal manusia mau tidak mengikuti jalanNya atau tidak, melalui Quran dan tuntunan Nabi SAW (tali Allah).
Wassalam
By Nabi lama on Nov 5, 2007
Selamat juga Bung.Nabi lama…
Lama juga nggak anda tdk berkunjung ke islamic
Memang disini lebih bebas namun kurang canggih….tidak bisa di edit.
Ngeban ahmadi nggak seperti biasanya….No IP saya yang di banned…jadi tidak meregister ulang.
Terlalu berbahaya mungkin kalau saya ikutan diskusi. Bukti-bukti berupa buku-buku ahmadiyah selalu turut serta ketika saya berdiskusi. Takut borok mereka terungkap…ke..ke..ke.
By eman on Nov 6, 2007
mau tahu tadzkirah, buku-buku ahmadiyah dan tafsir resmi ahmadiyah, khataman nabiyyin…anda buka saja link yang saya berikan.
Tadzkirah…
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59
Buku-Buku Ahmadiyah….
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=62
Tafsir Resmi Ahmadiyah…
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=64
tambahan “Khataman Nabiyyin”….
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=49
By super sangat anti ahmadiyah on Nov 7, 2007
Yah…
Mana nih kaum Ahmadiyah. Sudah nyerah atau masih tanya sesepuhnya/guru agamanya. Atau…
Wassalam,
By Nabi lama on Nov 24, 2007
Jangankan sesepuhnya ataupun mubalighnya, khalifahnya pun bakalan keok dan bungkam.
By eman on Nov 24, 2007
Bung Eman,
Alif, Hendy atau yang lainnya mungkin sudah bosan dengan diskusi ini.
Ahmadiyah selalu mengelak jika disodorkan bukti-bukti.
Lepas dari itu semua, apa bedanya Ahmadi dengan muslim lainnya? Tentu, mereka tidak mau sholat dengan berimam pada muslim lainnya. Tidak mau berkeluarga dari pihak perempuan dengan muslim lainnya.
Eksklusifisme macam begini ini selalu betujuan untuk mengumpulkan jemaat(kekayaan) sebanyak-banyaknya demi kepentingan pemimpin-pemimpin mereka. Walau sebenarnya pada masa lalu (atau sekarang juga) ada dukungan asing (mesti dibuktikan) pada jemaat ini.
Bung Eman mungkin bisa berbagi pengalaman tentang hal ini.
Wassalam,
By Nabi lama on Nov 25, 2007
Di forum ini saya tidak bisa mengupload alasan mereka tidak boleh menikah selain nonn ahmadi. Ada sih penjelasannya di buku “penjelesan ahmadiyah” oleh jemaat ahmadiyah indonesia. Begitu pula ttg dukungan asing, ada sebuah buku yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa ind. Buku ini dikarang oleh cinioti.
Mungkin para ahmadi yg ingin mengetahui bisa ke http://islamic.us.to, Insya Allah saya akan menguploadnya karena di forum ini belum ada fasilitas menampilkan gambar.
By eman on Nov 27, 2007
Cerita Menarik untuk Ahmadi
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=76&view=getnewpost
By eman on Jan 2, 2008
Wahai kaum Ahmadiyah, engkau tidak akan menemukan kebenaran dengan pikiran yang dangkal. Wahai Kaum Muhammad Saw. kalian yang belum memahami ajaran Al Qur’an & As Sunnah pelajarilah lebih dalam sehingga kalian memiliki benteng yang kuat. “…Gigit eratlah Sunnahku…” (Al Hadist).
Orang-orang Ahmadiyah telah diperdaya oleh bisikan syaetan yang terkutuk. Mereka selalu menggunakan Hadist-hadist tanpa mengetahui asal-usulnya, mereka tidak lagi mau mengkaji hadist-hadist shahih lainnya. Mereka hanya mencari hanya mencari hadist untuk memperkuat nafsu Syaetan mereka. Hati-hatilah wahai manusia…
Wahai kaum Ahmadiyah. Kalian tidak patut memakai nama Muhammad, karena kalian telah menginjak-injak Sabdanya..
Wahai kaum Ahmadiyah, pelajari lagi… pelajari lagi… pelajari lagi… pelajari lagi…!! Agama ALLOH Swt., jangan sampai Alloh Mengunci mati hati kalian…
Wahai kaum Ahmadiyah… Ilmu kalian belum ada setetes air pun di tengah lautan… Kami Para Salaf tidak Ridho Al Qur’an dan Sunnah Rasul engkau permainkan. Kami pada Salah dalam beribadah selalu mengikuti apa yang dicontohkan Rasullulloh, dalam Urusan Dunia kami hanya akan meninggalkan apa yang dilarang-Nya.
Wahai Kaum Ahmadiyah… Semakin engkau memperdalam ajaran kalian, Maka kalian akan semakin jauh dari Alloh Swt., kalian akan semakin ditelantarkan dalam kesehatan. Allah Maha Segalanya…
By Usamah Zaid Mujtahid Hibatullah on Jan 12, 2008
Wahai kaum Ahmadiyah, engkau tidak akan menemukan kebenaran dengan pikiran yang dangkal. Wahai Kaum Muhammad Saw. kalian yang belum memahami ajaran Al Qur’an & As Sunnah pelajarilah lebih dalam sehingga kalian memiliki benteng yang kuat. “…Gigit eratlah Sunnahku…” (Al Hadist).
Orang-orang Ahmadiyah telah diperdaya oleh bisikan syaetan yang terkutuk. Mereka selalu menggunakan Hadist-hadist tanpa mengetahui asal-usulnya, mereka tidak lagi mau mengkaji hadist-hadist shahih lainnya. Mereka hanya mencari hanya mencari hadist untuk memperkuat nafsu Syaetan mereka. Hati-hatilah wahai manusia…
Wahai kaum Ahmadiyah. Kalian tidak patut memakai nama Muhammad, karena kalian telah menginjak-injak Sabdanya..
Wahai kaum Ahmadiyah, pelajari lagi… pelajari lagi… pelajari lagi… pelajari lagi…!! Agama ALLOH Swt., jangan sampai Alloh Mengunci mati hati kalian…
Wahai kaum Ahmadiyah… Ilmu kalian belum ada setetes air pun di tengah lautan… Kami Para Salaf tidak Ridho Al Qur’an dan Sunnah Rasul engkau permainkan. Kami para Salaf, dalam beribadah selalu berusaha untuk mengikuti apa yang dicontohkan Rasullulloh, dalam Urusan Dunia kami hanya akan meninggalkan apa yang dilarang-Nya.
Wahai Kaum Ahmadiyah… Semakin engkau memperdalam ajaran kalian, Maka kalian akan semakin jauh dari Alloh Swt., kalian akan semakin ditelantarkan dalam kesehatan. Allah Maha Segalanya…
By Usamah Zaid Mujtahid Hibatullah on Jan 12, 2008
Ass.wr.wb
terima kasih atas nasehatnya….
namun keyakinan adalah keyakinan….
Ahmadiyah adalah darah dagingku….
kemanapun, dimanapun, kapanpun….
akan kubawa….
Amin!!!!!!
By ahmad on Jan 14, 2008
Kalau sudah bebal sulit untuk dinasehati Bpk.usamah
By eman on Jan 15, 2008
kemanapun, dimanapun, kapanpun….
akan kubawa….
Kesesatan….gitu kamsudnya ya Bpk.Ahmad….he..he..he..
By eman on Jan 15, 2008
Ass.wr.wb
kesesatan yang digembar gemborkan adalah wajar apabila keluar dari yang tidak setuju
saya sebagai pemeluk merasa itu tidak sesat
coba saudara Eman bisa tunjukan dimana kesesatan itu?
By Ahmad on Jan 17, 2008
coba anda komentari link yg saya berikan
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=62
Sesudah anda baca semuanya..Apakah masih Ahmadiyah itu tidak sesat…Selanjutnya mari kita diskusikan.
By eman on Jan 18, 2008
Sdr. Ahmad Kalau dalam diri anda tdk memiliki hati yg ikhlas anda tidak akan menenmukan suatu kebenaran dan anda akan tdk akan bisa dan tidaaaak akaaan bisaaa mengatakan Ahmadiyah sesat. Ditunjang lagi dengan akal yang sehat. Dengan menghamba kepada akal-akal imam-imam anda kebenaran tidak akan bisa anda peroleh.
By eman on Jan 18, 2008
Bagaimana Sdr.Ahmad….apa sdh dibaca linknya….bagaimana tanggapan anda…kenapa bungkam…hii…hii..hii
By eman on Jan 18, 2008
saya kasih bukti lain Sdr.Ahmad ttg sesatnya Ahmadiyah
http://img293.imageshack.us/img293/7816/buku294bew9.jpg
Yang distabillo tertulis “saya diberi sebagian sifat-sifat Allah”
Mana ada manusia yg memiliki sifat-sifat Allah…..he..hhee…bertentangan dgn Al-Qur’an. Udah deh ngomong sesat aja susah amat.
By eman on Jan 18, 2008
Bagaimana tanggapannya Sdr.Ahmad….
Kenapa lama menganalisanya….
Sdr.Ahmad sepertinya terpukul thd link yg telah saya berikan…he..he..he..
Bungkam sudah menjadi kebiasaan Ahmadi ketika tersudut…hiii..hiii
By eman on Jan 19, 2008
ini bukti lain sesatnya ahmadiyah
http://img264.imageshack.us/img264/3884/riwayathidup2py2.jpg
http://img522.imageshack.us/img522/5065/riwayathidup3nx6.jpg
(Sumber:”Riwayat Hidup Ahmad”,Bashiruddin Mahmud Ahmad)
By eman on Jan 20, 2008
Yah Bung Eman..
Kenyataanya memang seperti itu. Seperti di forum di situs ahmadiyya.co.nr. mereka hanya bisa berakrobat kata-kata saja. Berputar-putar dengan kalimat/pertanyaan yang diulang-ulang. Sudah habis akal untuk membantah bukti-bukti yang disodorkan.
By nabi lama on Jan 22, 2008
ya gitu itu Bung Nabi Lama….selanjutnya mereka hanya bisa diam dan diam tanpa mau adanya perubahan, keras kepala, dll….terbuai janji surga.
By eman on Jan 23, 2008
Ass.wr.wb
Ahmadiyah tetap Ahmadiyah
Islam sejati kasih sayang Ilahi
Apapun orang berkata, what everlah
Saudara sekalian itulah diskusi
Tidak harus orang mengikuti keyakinan kita
Keyakinan menurut hemat saya adalah apa yang paling benar menurut pemeluknya
Bukan tidak mau menanggapi, jika saya mengeluarkan pendapat belum tentu mau di hargai
ujung2 nya ya di cela lagi
jadi percuma….
Apabila kita merasa yakin dengan apa yang kita yakini, cukup didalam hati dan ditanamkan menurut cara2 yang sehat bukan pengrusakan dan anarkis.
memang wajar apabila umat Islam non Ahmadi marah, karena itu tanggung jawab untuk suatu keyakinan, tapi ingat bukan cara cara kasar
Yang hebat dan jantan adalah penanaman dalil yang aktif…
pake otak bukan pake otot
jadi maaf saudara sekalian bukan saya tidak menanggapi, tapi pengalaman saya bukan hanya sekali ini saja
dulu saya dengan kemampuan dan kekurangan saya, mencoba untuk memberikan pendapat, saya tidak harus menuntut ikut dalam Ahmadiyah tetapi sekedar share….
Tapi apa boleh buat yang diajak diskusinya tidak berdsarkan keikhlasan….(tidak semua lho)
jadi ya silakan anda menilainya saja sendiri…
Wassalam
By ahmad on Jan 27, 2008
hee…hee..bungkam lagi…nggak bisa memberikan kesimpulan….ini sebenarnya yang pake otak itu siapa…ke..ke.kee…nggak sadar lu Sdr.Ahmad kalau lu itu yang nggak pake itu otak…ke..ke..ke..Dan sebenarnya yang nggak ikhlas itu ente…nggak ikhlas dgn fakta yang saya berikan kpd anda akan kesesatan Ahmadiyah….ck..ck..ck…Bisa diputar balikkan oleh Sdr.Ahmad…beginilah kaum muslimin contoh ahmadiyah yang tidak memiliki otak, tidak ikhlas thd bukti yang diberikan dan keras kepala…oh ya sangat bebaaaallllll sekaaliiiii.
Jalan terakhir mereka kalau tersudut ya bisanya bungkam….tidak bisa memberikan bantahannya…ke..ke…ke…Gini katenye minta bukti kesesatan ahmadiyah. ehhhh giliran dikasih buktinya malah diputar balik..hee…he..hee…Nabi, Khalifah, sama petinggi-petinggi nggak ada bedanya…urusan berdusta & memutar balikkan fakta memang ahmadiyah memang jagonya..he..he..he..nggak ada deh yang bisa ngelawan…hee..hee..hehe..uhuk..uhuk.uhuk..sampe batuk nih saking nggak kuatnya nahan tawa dan ngeliat tingkah si Ahmad ini…he…he..he…uhukk..uhukk..tuh khan batuk-batuk lagi….aduh saking lucunya malah tambah nih sakit perut gue…he..he…hee
By eman on Jan 27, 2008
Quote:
Apabila kita merasa yakin dengan apa yang kita yakini, cukup didalam hati dan ditanamkan menurut cara2 yang sehat bukan pengrusakan dan anarkis.
Jawab:
jangan buruk sangka semua non ahmadiyah itu suka ngerusak dan anarkis…suka fitnah anda ini. Sudah tersudut ama itu bukti bahasnya yang lain…ehh main fitnah lagi…he..he..he..
Ohhh ya ahmad, keyakinan itu bukan hanya hati aja tapi otak juga perlu dipake. Gua liat lu nggak make itu otak dan hati nurani elu…hee.hhe..hee.
Quote:
memang wajar apabila umat Islam non Ahmadi marah, karena itu tanggung jawab untuk suatu keyakinan, tapi ingat bukan cara cara kasar
Jawab:
tuh khan fitnah lagi…menganggap semua non ahmadi marah dan bersikap kasar…sadar men…fitnah and firnah men…dosa–dosa. Apa ini hasil didikan Nabi elu , Khalifah dan petinggi-petinggi Ahmadiyah…suka fitnah dan buruk sangka. Mau cari simpati ni yee….biar dibilang nggak sesat…he..he..he…emang gua pikirin…lu mau sesat kek, itu urusan elu…gua disini hanya sebatas membuktikan bahwa ahmadiyah itu sesat..Mana ada tuh seorang nabi dapet wahyu dan mengaku sebagai “TUHAN”…he.hee.hee…lu baca baek-baek itu “tadzkirah” yang sudah gua kasih…dibukunya juga ditulis “saja diberi sebagian sifat-sifat Allah…he..he..hee..Udahlah ngomong sesat susah amat….tuh pake otak elu…sesat atau nggak?????????
Apa Sdr.Ahmad punya akal sehat ya…hee.hee..he…dengkul kali yang dipake..he..he..he.
By eman on Jan 27, 2008
Ass.wr.wb
Wah wah saudara Eman hebat sekali menyusun kalimatnya buat saya.
Ya itu hak saudara Eman
Kalo berbicara otak..
Ok
Ada sedikit maen logika neh
Tapi ini bukan pemaksaan lho, tapi share alias berbagi aja
Ahmadiyah berpendirian bahwa Nabi Besar Muhamad SAW adalah Nabi syariat terakhir atau tidak akan ada lagi nabi syariat yang baru yang akan datang diakhir zaman.
Jadi Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang Isa Almasih dan Imam Mahdi yang turun diakhir zaman untuk memperbaiki dunia dan kelakuan manusia didalamnya agar tidak ada lagi pertentangan dan kerusakan. Dimana beliau tidak keluar dari koridor Islam, akan tetapi justru memperbaiki Islam dari segala campur aduk yang tidak seharusnya. Ya sebagai contoh pertentangan2 yang ada didalam Islam sendiri, kepercayaan2 yang sudah membudaya yang sebenarnya di luar ajaran Islam murni. maka utusan atau Imam Mahdi tersebut selalu mendapatkan petunjuk dari Allah karena dia manusia pilihan dan Allah maha hidup dan karena Islam adalah agama Islam.
Ahamadiyah berkitab suci Al-qur’anul Qarim bukan Thadzkirah yang digembar gemborkan selama ini menyangkut kesesatannya.
Ahmadiyah berukun Islam yang lima.
Ahmadiyah berukun Iman yang enam
Dan Ahmadiyah bukan sebagai suatu independent absolut
Melainkan Islam sejati yang untuk sementara menamakan Ahmadiyah yang diperuntukan untuk memisahkan kadar2 yang tidak murni.
Nah yang menjadi masalah adalah pemahaman akan Kebesaran Allah SWT itu sendiri.
Nah ini bagian menarik mengenai penggunaan otak
dan logika
Ahmadiyah dianggap seolah olah tidak meyakini akan kebesaran Allah karena tidak meyakini bahwa Nabi Isa diangkat kelangit, hidup disana dan akan turun diakhir jaman, yang dalam hal ini Ahmadiyah menganggap bahwa Isa yang dijanjikan itu adalah penjelmaan dari seseorang yang bernama Mirza Ghulam Ahmad tersebut.
Nah pada Intinya Ahmadiyah sangat sangat dan sangat meyakini akan kebesaran Allah SWT, Tuhan semesta alam, tiada sekutu baginya dan segala maha maha kebesaran dan kebaikan lainnya.
Akan tetapi Ahmadiyah berkeyakinan bahwa karena kesucian dari maha sucinya Allah, Dia pun tidak akan melanggar ketentuan mengenai hukum alam yang telah Dia ciptakan sendiri, sekali lagi karena Dia maha suci.
Jadi logikanya tidaklah mungkin jika seorang Nabi Isa manusia jasad akan naik kelangit atau alam akhirat dengan tubuh duniawinya dan akan turun dari langit diakhir jaman. Memang Allah Maha bisa segala-galanya, Kun Fayakun jadi maka jadilah, Tapi ingat Allah tidak akan melanggar apa yang disebut hukum alam. Dia maha suci!!!!!!.
Dan logikanya lagi apabila Nabi Isa turun diakhir zaman maka apa bedanya dengan adanya lagi Nabi setelah nabi Muhamad, nah masuk akal nda mas eman?
Dan yang terakhir, dengan berlandaskan Allah maha bisa segala galanya….., dengan melihat Islam sudah terlalu banyak pelencengan2, apakah kita punya hak melarang Allah untuk menurunkan agama baru, syariat baru dalam ujud peradaban yang baru. gimana mas Eman apakah kita mau membantah dan tidak meyakininya?
Sekali lagi bahwa kita butuh keteraturan, bahwa apabila hal tersebut diatas terjadi maka akan bertentangan dengan Islam sebagai agama dan syariat yang terakhir dan paling benar. dan Allah tidak akan melakukan itu, tapi jika Dia mau, apa hak kita?, tapi sekali lagi Allah adalah Dzat yang maha suci yang tidak akan melanggar janjiNya.
Jadi silakan Mas Eman menilainya sendiri.
Sekian dari saya yang lemah ini, mohon maaf apabila ada kata yang tak berkenan di hati.
Kesempurnaan hanya ada pada Allah SWT dan kekurangan selalu ada pada saya manusia yang hina dina ini.
Wassalam
By Ahmad on Jan 28, 2008
Assalamu alaikum
Quote:
apakah kita punya hak melarang Allah untuk menurunkan agama baru, syariat baru dalam ujud peradaban yang baru.
Jawab:
Lha, Allah SWT sudah menjamin agama Islam sudah sempurna. Anda masih membantah hal itu?
Quote:
Sekali lagi bahwa kita butuh keteraturan, bahwa apabila hal tersebut diatas terjadi maka akan bertentangan dengan Islam sebagai agama dan syariat yang terakhir dan paling benar.
Jawab:
Maksudnya? Menerima MGA sebagai nabi Isa yang baru, begitu?
Masalah Nabi Isa telah wafat atau belum bukan masalah akidah yang pokok buat ummat Islam. Tapi buat anda mengakui MGA sebagai nabi Isa baru adalah salah satu kewajiban anda.
Bukan begitu?
Wassalam,
By nabi lama on Jan 31, 2008
Quote ahmad:
Ass.wr.wb
Wah wah saudara Eman hebat sekali menyusun kalimatnya buat saya.
Ya itu hak saudara Eman
Kalo berbicara otak..
Ok
Ada sedikit maen logika neh
Tapi ini bukan pemaksaan lho, tapi share alias berbagi aja
Jawab:
Gua mau tahu logika kamu…apakah terbukti kamu gunakan otak…he..he..he..kalau kamu gunakan otak link-link yang saya berikan sebagai bukti kesesatan ahmadiyah sudah lu jawab dulu. Jujur kalau gw bilang semua jawabanmu disini nggak nyambung dengan bukti yang saya berikan…..anda berusaha untuk mengalihkan permasalahan dan berusaha menghindar dari bukti-bukti tsb agar saya melupakannya….apakah ini namanya orang yang berakal dan memiliki otak yang sehat…he..he…he..orang yang memakai otaknya dan berakal sehat akan membantah semua bukti-bukti tsb….apa sudah pernah lu jawab bukti tersebut….ngaca dong fren…he..he..he…tahu dirilah.
Quote:
Ahmadiyah berpendirian bahwa Nabi Besar Muhamad SAW adalah Nabi syariat terakhir atau tidak akan ada lagi nabi syariat yang baru yang akan datang diakhir zaman.
Jawab:
Bukan hanya nabi yang membawa syariat tapi nabi yang tidak membawa syari’at sudah tidak ada lagi….he…he..he..lu bukti’in tuh jawaban lu. Coba anda tunjukkan baik di Al-Qur’an maupun hadits ada keterangan yang bersifat khusus “yang membawa syariat”…..jangan bisanya ngomong aja fren…yang penting itu bukti…anak kecil aja bisa ngomong seperti itu.
Quote:
Jadi Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang Isa Almasih dan Imam Mahdi yang turun diakhir zaman untuk memperbaiki dunia dan kelakuan manusia didalamnya agar tidak ada lagi pertentangan dan kerusakan. Dimana beliau tidak keluar dari koridor Islam, akan tetapi justru memperbaiki Islam dari segala campur aduk yang tidak seharusnya. Ya sebagai contoh pertentangan2 yang ada didalam Islam sendiri, kepercayaan2 yang sudah membudaya yang sebenarnya di luar ajaran Islam murni. maka utusan atau Imam Mahdi tersebut selalu mendapatkan petunjuk dari Allah karena dia manusia pilihan dan Allah maha hidup dan karena Islam adalah agama Islam.
Jawab:
faktanya mana…..justru malah Isalam semakin terpecah. Mana juga bukti memperbaiki dunia….malah beliau ini merusak akidah Islam. Aliran seperti anda ini lebih berbahaya ketimbang agama lainnya karena Aliran anda merusak akidah Islam dari dalam. Munculnya Ahmadiyah bukannya memperbaiki dunia dan kelakuan manusia justru malah merusak Agama Islam dengan keyakinan-keyakinan sesatnya.
Jangan lupa dalam wahyunya bahwa Ghulam Ahmad adalah “ALLAH” dan mempunyai sebagian sifat-sifat Allah dan bisa mencipatakan sesuatu seperti Allah (bukti sudah saya berikan). Coba anda jawab dengan jujur, ini sesat atau tidak? hee…hee…kalau orang mempunyai otak dan logikanya hebat mampu menjawab pertanyaan saya ini….kalau sebaliknya malah bungkam…he…he..he…sudah pasti anda tidak memakai otak anda dan bertaklid buta…ke…ke..ke.
Oh yaa tolong buktikan di Al-Qur’an akan datangnya Manusia seperti Isa (pengakuannya khan Ghulam Ahmad adalah Manusia seperti Isa)….tolong tunjukkan ayatnya….Begitupula tolong tunjukan hadits-hadits akan datangnya “Manusia seperti Isa”….Hadits-hadits yang diyakini Ahmadiyah sebagai hadits shahih semuanya menubuatkan kedatangan “ISA BIN MARYAM”….he…he…he…tolong bukti’in ya!!!
Jangan lupa Ghulam Ahmad itu bukan hanya mendakwakan diri sebagai Mahdi dan Manusia seperti Isa tetapi juga mendakwakan diri sebagai Manusia seperti Muhammad, Manusia seperti Musa ( ada dalam tadzkirah, khrishna, avatara, budha, dll.
Sekarang pertanyaannya Apakah sifat Isa itu sama dengan Muhammad SAW, Musa, khrisna, avatara, budha (Ghulam Ahmad mengaku sebagai itu semua lho)? dimana letak persamaannya ? Apakah benar menurut Ahmadiyah Muhammad SAW adalah nabi yang paling mulia, yang paling afhdhol? tetapi kenapa sifat Isa sama dengan Muhammad,…he..he..he..???? Kalau Ahmadiyah mengartikan Nabi Muhammad sebagi nabi yang paling mulia dan paling Afhdol seharusnya tidak ada nabi yang menyamainya dan seharusnya Nabi Muhammad melebihi nabi-nabi sebelumnya…he…he..he..ini semuanya logika lho ??????
Quote:
Ahmadiyah berkitab suci Al-qur’anul Qarim bukan Thadzkirah yang digembar gemborkan selama ini menyangkut kesesatannya.
Jawab:
Inilah wahyu yang dierima Ghulam Ahmad diimani oleh ahmadiyah dan sering dijadikan pegangan ketika melakukan mubahalah. Gini bunyi wahyunya..
Inni Muhinun Man Arooda ihaanataka….silahkan anda terjemahkan sendiri arti wahyu tsb. Wahyu ini ada dalam Tadzkirah.
Tenang aja wahyu yg lain akan saya uploadkan, lagi ada masalah nih ama komputer gw.
Secara teori Ahmadiyah memang mengaku berdasarkan Al-Qur’an tetapi seperti pengakuan Aliran-Aliran sesat lainnya dalam prakteknya Ahmadiyah juga mengimani wahyu-wahyu dlm tadzkirah…he..he..he…Ghulam Ahmad mengaku sebagai Al-Masih berdasarkan wahyunya yg ada di tadzkirah, Ghulam Ahmad mengaku sebagai nabi juga berdasarkan wahyunya yg ada di Tadzkirah begitupula Ghulam Ahmad mengaku sebagai “ALLAH” juga berdasarkan wahyunya yg ada didalam tadzkirah. Bagaimana penjelasan anda????? coba jawab dengan otak dan logika…he..he..he..Pengakuan sebagai Allah bertentangan sekali dengan AL-Qur’an.
Quote:
berarti anda menerima kalau dalam Ahmadiyah berukun Islam yang lima.
Jawab:
Saya nerima
Quote:
Ahmadiyah berukun Iman yang enam
Jawab:
Saya nggak nerima…menuurut saya Ahmadiyah berukun iman lebih dari enam.
Yang saya tahu Ahmadiyah juga mengimani nabi palsu dan mengimani bukan kitab suci yang datangnya dari Allah….jadi rukun iman mereka lebih dari enam..he..he..he.
Saya buktikan….
Menurut Ahmadiyah khrisna adalah seorang nabi dan Ahmadiyah mengimanninya, termasuk budha, khong hu chu, dll (bisa dilihat buku ahmadiyah “Bukan sekedar Hitam Putih” karangan M.A.Surayawan).
Silahkan Anda baca buku “Analisa Khaataman Nabiyyin” karangan Sadiq…disitu Ahmadiyah mengutip sebuah buku yaitu tafsirul khaazin dan disebutkan dal buku tsb bahwa yang menerima kitab suci sebanyak 104 buah tidak terdapat nama Krishna, budha, khong hu chu, dll namun Ahmadiyah mengimani isi dari kitab-kitab yg datangnya bukan dari Allah dan meyakini mereka-mereka itu adalah seorang nabi berdasarkan kitab suci mereka…hee…he..he…Dari tafsirul khazin saja sudah terbukti bahwa kitab-kitab mereka bukanlah kitab suci dan Allah tidak pernah menurunkannya kepada mereka-mereka dan itu juga berarti mereka bukanlah seorang nabi..he.he..he..tuh khan terbukti bahwa Ahmadiyah rukun imannya lebih dari enam…he..he..he..Kamu sendiri khan tahu kalau krishna adalah “TUHAN”
Quote:
Dan Ahmadiyah bukan sebagai suatu independent absolut
Melainkan Islam sejati yang untuk sementara menamakan Ahmadiyah yang diperuntukan untuk memisahkan kadar2 yang tidak murni.
Jawab:
Tidak terbukti tuh…kebanyakan mengkhayal nih ente…he..he..he…mana ada Aliran yg mengajarkan kesesatan bisa dibilang Islam sejati…he…he..he..
By eman on Jan 31, 2008
Quote:
Nah yang menjadi masalah adalah pemahaman akan Kebesaran Allah SWT itu sendiri.
Nah ini bagian menarik mengenai penggunaan otak
dan logika
Jawab:
Seluruh jawaban lu diatas aja semuanya terbukti ente tidak memakai otak anda dan logika anda…he…he..he..
Quote:
Ahmadiyah dianggap seolah olah tidak meyakini akan kebesaran Allah karena tidak meyakini bahwa Nabi Isa diangkat kelangit, hidup disana dan akan turun diakhir jaman, yang dalam hal ini Ahmadiyah menganggap bahwa Isa yang dijanjikan itu adalah penjelmaan dari seseorang yang bernama Mirza Ghulam Ahmad tersebut.
Jawab:
Kena Skak Mat.
Siapa yang meyakini Isa hidup di langit fren…keyakinan gue Isa udah wafat sama seperti Ahmadiyah.
Sekarang tinggal lu bukti’in aja yang udah gua tanyakan yaitu tunjukkan baik di Al-Qur’an maupun di Hadits akan datangnya “MANUSIA SEPERTI ISA” menurut pengakuan Ghulam Ahmad.
Pengakuan Ghulam Ahmad sebagai Muhammad, krishna, avatara dll memang ada tuh dalam Al-Qur’an dan Hadits….he..he..he… : pendakwaan nabi elu ini aja udah menunjukkan bahwa Isa yang elu cari itu bukan Ghulam Ahmad. Ya elu cari itu seharusnya orang lain yang hanya mendakwakan diri SEBAGAI MAHDI DAN ISA SAJA, dan tidak mengaku sebagai wujud khrisna, avatara, dll….he…he..he…
Quote:
Nah pada Intinya Ahmadiyah sangat sangat dan sangat meyakini akan kebesaran Allah SWT, Tuhan semesta alam, tiada sekutu baginya dan segala maha maha kebesaran dan kebaikan lainnya.
Akan tetapi Ahmadiyah berkeyakinan bahwa karena kesucian dari maha sucinya Allah, Dia pun tidak akan melanggar ketentuan mengenai hukum alam yang telah Dia ciptakan sendiri, sekali lagi karena Dia maha suci.
Jawab:
Bukan Ahmadiyah men yang berkeyakinan seperti itu non ahmadipun berkeyakinan seperti itu juga
Quote:
Jadi logikanya tidaklah mungkin jika seorang Nabi Isa manusia jasad akan naik kelangit atau alam akhirat dengan tubuh duniawinya dan akan turun dari langit diakhir jaman. Memang Allah Maha bisa segala-galanya, Kun Fayakun jadi maka jadilah, Tapi ingat Allah tidak akan melanggar apa yang disebut hukum alam. Dia maha suci!!!!!!.
Jawab:
siapa yang punya keyakinan Isa hidup di langit fren…kalau gua sih nggak lah…keyakinan gua Isa sudah wafat. Kalau ngomongin “KUN FAYAKUN” jadi teringat wahyu yang diterima Ghulam Ahmad nabi ente….Ghulam Ahmad juga memiliki kemampuan seperti tuhan…he…he..he..
link yang gua kasih nggak dibaca ya….memang udah kebiasaan ahmadi kalau dikasih bukti keras kepala, nggak make otak, nggak nyangka itu kun fayakun elu bahas….jadi jawaban wahyu dari miza tsb penjelasan seperti apa????????? dibantah dong!!!!
he..he..he..
Quote:
Dan logikanya lagi apabila Nabi Isa turun diakhir zaman maka apa bedanya dengan adanya lagi Nabi setelah nabi Muhamad, nah masuk akal nda mas eman?
Jawab:
Masih bebal aja…siapa juga yang berkeyakinan Isa hidup di langit. Patokan gua itu Al-Qur’an. Kalau Isa sdh wafat ya dibilang wafat. Kalau di Al-Qur’an tdk satu ayatpun kedatangan Isa bin Maryam maupun Manusia seperti Isa…kenapa mesti mengada-ada….sama juga bid’ah…he..he..sesat fren. Mana dalil ente Manusia sepeti Isa akan datang??????? he…he..he…gw yakin lu nggak bakalan bisa bukti’in dan akan bungkam. Yang penting itu bukti, bukti dan bukti…he..he..he..paling-paling mentok hadits ttg kedatangan ISA BIN MARYAM dan bukan kedatangan MANUSIA SEPERTI ISA….percuma deh lu ubek-ubek itu kitab hadits nggak bakalan ketemu akan datangnya “MANUSIA SEPERTI ISA”..he..he..he
Quote:
Dan yang terakhir, dengan berlandaskan Allah maha bisa segala galanya….., dengan melihat Islam sudah terlalu banyak pelencengan2, apakah kita punya hak melarang Allah untuk menurunkan agama baru, syariat baru dalam ujud peradaban yang baru. gimana mas Eman apakah kita mau membantah dan tidak meyakininya?
Jawab:
terlihat anda ini jarang baca Al-Qu’ran. Apa ada dlm Al-Qur’an Allah akan menurunkan agama baru dan syari’at baru meskipun Allah Maha bisa segala-galanya. Apa landasan ucapan anda itu??? Jangan hanya doktrin-doktrin Ahmadiyah aja yang ditelen dan dilahap. Kalau Allah sudah memberikan batasan kenapa mesti mendikte Allah harus ada lagi sesudah batasan tsb…..Naudzubillahi min Dzalik anda sepertinya mau mendikte Allah.
Anda ini kelihatan plin plan….sebelumnya mengatakan “tidak akan ada lagi nabi syariat yang baru yang akan datang diakhir zaman”…sekarang ngomong lagi “apakah kita punya hak melarang Allah untuk menurunkan agama baru, syariat baru dalam ujud peradaban yang baru”…kelihatan anda ini tidak punya pendirian.
he..he…he…
Quote:
Sekali lagi bahwa kita butuh keteraturan, bahwa apabila hal tersebut diatas terjadi maka akan bertentangan dengan Islam sebagai agama dan syariat yang terakhir dan paling benar. dan Allah tidak akan melakukan itu, tapi jika Dia mau, apa hak kita?, tapi sekali lagi Allah adalah Dzat yang maha suci yang tidak akan melanggar janjiNya.
Jadi silakan Mas Eman menilainya sendiri.
Sekian dari saya yang lemah ini, mohon maaf apabila ada kata yang tak berkenan di hati.
Kesempurnaan hanya ada pada Allah SWT dan kekurangan selalu ada pada saya manusia yang hina dina ini.
Wassalam
Jawab:
Hee….hee…he..plin-plan lagi…nih gua ingetin lagi perkataan elu….dengerin baik-baik…ini perkataan elu “tidak akan ada lagi nabi syariat yang baru yang akan datang diakhir zaman”(lu baca lagi postingan ente)
Apa karena Allah bisa berbuat segalanya sehingga Allah SWT bebas melakukan sesuatu sehingga apa yang dilakukannya bertentangan dengan apa yang diucapkannya didalam Al-Qur’an…Naudzu billahi min dzalik….Istighfar mas..Istighfar. Apa yang diucapkan Allah didalam Al-Qur’an tidak akan berubah fren. Kalau anda benar-benar mempelajari Al-Qur’an dgn benar-benar, saya yakin antara ayat yang satu dengan lainnya tidak ada pertentangannya dan Allah tidak pernah plin-plan dengan apa yang pernah diucapkannya. Allah mengatakan Khaatman Nabiyyin (penutup para nabi) dan Rasulullah mengatakan Laa nabiyya ba’di (tidak ada lagi nabi sesudahku). Jadi untuk apa ditambah-tambahi lagi. Itu sudah kemauan Allah….bukan kemauan manusia. Jadi untuk apa mendikte Allah….harus begini dan harus begitu dikarenakan Allah bisa melakukan segalanya. Gini katenye pedomannya Al-Qur’an…he..he..he..
By eman on Jan 31, 2008
Geu setuju alasan dari Bpk. Nabi lama…
By eman on Jan 31, 2008
Hee….hee…he..plin-plan lagi…nih gua ingetin lagi perkataan elu….dengerin baik-baik…ini perkataan elu “tidak akan ada lagi nabi syariat yang baru yang akan datang diakhir zaman”(lu baca lagi postingan ente)
Apa karena Allah bisa berbuat segalanya sehingga Allah SWT bebas melakukan sesuatu sehingga apa yang dilakukannya bertentangan dengan apa yang diucapkannya didalam Al-Qur’an…Naudzu billahi min dzalik….Istighfar mas..Istighfar. Apa yang diucapkan Allah didalam Al-Qur’an tidak akan berubah fren. Kalau anda benar-benar mempelajari Al-Qur’an dgn benar-benar, saya yakin antara ayat yang satu dengan lainnya tidak ada pertentangannya dan Allah tidak pernah plin-plan dengan apa yang pernah diucapkannya. Allah mengatakan Khaatman Nabiyyin (penutup para nabi) dan Rasulullah mengatakan Laa nabiyya ba’di (tidak ada lagi nabi sesudahku). Jadi untuk apa ditambah-tambahi lagi. Itu sudah kemauan Allah….bukan kemauan manusia. Jadi untuk apa mendikte Allah….harus begini dan harus begitu dikarenakan Allah bisa melakukan segalanya. Gini katenye pedomannya Al-Qur’an…he..he..he..
Asalamualaikum wr.wb
Ya inilah letak permasalahannya, anda tidak memahami apa yang saya maksudkan
Binasalah saya dengan hina jika benar apa yang anda maksudkan diatas.
Segitu saja batas kemampuan saya, mungkin ada baiknya berdiskusi tatap muka langsung saja. karena menurut saya kata kata dalam penulisan terlalu terbatas dibandingkan dengan tatap muka langsung yang lebih jelas.
O iya ngomong2 saudara eman dan rekan rekan berdomisili dimana ya?
Wassalam
By Ahmad on Jan 31, 2008
Assalamu alaikum,
Quote:
Segitu saja batas kemampuan saya, mungkin ada baiknya berdiskusi tatap muka langsung saja. karena menurut saya kata kata dalam penulisan terlalu terbatas dibandingkan dengan tatap muka langsung yang lebih jelas.
O iya ngomong2 saudara eman dan rekan rekan berdomisili dimana ya?
Jawab:
Silakan anda buka situs yang ditunjukkan Bung Eman. Kita bisa lebih terbuka dan lebih banyak yang bisa diambil hikmahnya di sana. Amiin.
Wassalam,
By nabi lama on Jan 31, 2008
Asalamualaikum wr.wb
Ya inilah letak permasalahannya, anda tidak memahami apa yang saya maksudkan
Jawab:
Udah tersudut 

he..he..berkelit ni yee..
Jawabanmu itu udah menyimpang dari keyakinan Ahmadiyah
he..he..berusaha menghindar dari bukti-bukti yg saya berikan.
Quote:
Binasalah saya dengan hina jika benar apa yang anda maksudkan diatas.
Jawab:
begitulah
Quote:
Segitu saja batas kemampuan saya, mungkin ada baiknya berdiskusi tatap muka langsung saja. karena menurut saya kata kata dalam penulisan terlalu terbatas dibandingkan dengan tatap muka langsung yang lebih jelas.
Jawab:
he..he..he pake tatap muka segala Sdr.Ahmad Walij…khan udah pernah ditantang mila tetapi anda tidak bersedia
Quote:
O iya ngomong2 saudara eman dan rekan rekan berdomisili dimana ya?
Wassalam
JawaB:
Saya sih di Surabaya sedangkan anda di jakarta khan…Anda lebih baik diskusi aja dgn saya di http://islamic.us.to disitu ada teman anda yg ahmadi si Alif/Hendy
By eman on Feb 1, 2008
Sdr.Ahmad silahkam anda gabung untuk diskusi disini http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=76&st=0
itung-itung menguji kemampuan anda dalam berdiskusi. Terbukti tidak nantinya anda berdiskusi dengan memakai otak dan logika anda
Kalau masih penasaran ingin diskusi tatap muka, saya punya teman yang bisa menuruti kemauan anda utk berdiskusi tatap muka. Silahkan kamu bawa Mubaligh yang paling terhebat…kalau teman saya ngelawannya yg masih kerucuk buang-buang waktu. Silahkan anda bawa Bpk.Abdul Basith.
Kalau anda setuju saya beri alamat rumahnya dan no.telpnya
By eman on Feb 2, 2008
Ass.wr.wb
Wah semakin menarik saja percakapan ini
o iya katanya saudara Mila pernah mengajak saya tatap muka langsung ya, wah sayang sekali saya tidak tahu..
o iya saya tertarik dengan tawaran saudara eman, katanya ada temannya yang bisa diajak tatap muka langsung, tapi kira kira saudara eman ukut ngga ya?
kalau saudara eman ngga ikut, ngga rame ah
ini no hp saya 085221020442
By Ahmad on Feb 4, 2008
Terserah kapan enaknya.
Mending diliput media saja, biar nanti hasilnya bisa disebarluaskan ke masyarakat banyak.
Dan juga jangan atas nama pribadi, tapi atas nama Ahmadiah. Jadi sekalian dikeluarkan pentolan2 ahmadiyah.
Oke Pren?
Sdr Ahmad, kalau berkenan silakan daftar di forum kami dengan mengklik ini : http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?act=Reg&CODE=00
By mila on Feb 5, 2008
Kami2 di sana jadi bersemangat lagi nih… dapat teman ahmadi baru.
Ditunggu lho….
NB : Jangan takut ke sana kalau memang yakin ahmadiyah benar. Sip deh
By mila on Feb 5, 2008
Buat apa takut..
buat apa takut…
takut itu tak ada gunanya…
By mila on Feb 5, 2008
Kita lihat saja saya ikut atau tidak.
Seperti katanya mila “Mending diliput media saja, biar nanti hasilnya bisa disebarluaskan ke masyarakat banyak.
Dan juga jangan atas nama pribadi, tapi atas nama Ahmadiah. Jadi sekalian dikeluarkan pentolan2 ahmadiyah.”
saya setuju dengan usul mila ini.
coba Sdr.Ahmad bergabung diskusi di http://islamic.us.to
kasihan teman anda sendirian menghadapi non ahmadi….tolong dibantu.
Silahkan daftar di forum islamic biar rame. Tinggal klik saja
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?act=Reg&CODE=00
By eman on Feb 6, 2008
kita lihat saja saya ikut atau tidak.
usulan mila “Mending diliput media saja, biar nanti hasilnya bisa disebarluaskan ke masyarakat banyak.
Dan juga jangan atas nama pribadi, tapi atas nama Ahmadiah. Jadi sekalian dikeluarkan pentolan2 ahmadiyah”.
saya sangat setuju sekali.
mari coba bergabung di http://islamic.us.to
kasihan teman anda yg ahmadi berjuang sendirian…tolong dibantu.
silahkan daftar di http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?act=Reg&CODE=00
By eman on Feb 8, 2008
Don,
Kalo menurut gue ya prinsip kebebasan beragama itu ya termasuk kebebasan agama2 yg root dan mainstreamnya Islam seperti Ahmadi.
Kenapa harus dilarang kalau di Indonesia dibilang bebas beragama?
Anggap aja Ahmadi itu sama spt agama2 lain spt Kristen, Hindu dan Budha kan beres.
By riza on Feb 13, 2008
Riza;
Kenapa harus dilarang kalau di Indonesia dibilang bebas beragama?
Anggap aja Ahmadi itu sama spt agama2 lain spt Kristen, Hindu dan Budha kan beres.
Jawab:
Kalo mau beres, buat aja agama baru agama Ahmadiyah atau apa kek, terserah.
Jangan dompleng nama Islam, spt Islam Ahmadiyah. Itu menyakiti ummat Islam.
Kalo kita lihat Islam Sunni atau Islam Syiah itu secara prinsip tidak jauh berbeda. Mengakui “laa nabiya ba’d”. Tapi kalo Ahmadiyah sudah berbeda prinsip, ada nabi baru sesudah Nabi SAW. Ya.. mesti buat agama sendiri lah ya?
Salam,
By Nabi lama on Feb 15, 2008
Ada masalah lain kalo yang di Indonesia mendirikan agama Ahmadiyah. Mereka harus lapor ke khalifahnya di Inggris, yang masih pakai nama Islam. Spt nama situs Islamic, dsb.
Yah… itu lah kerepotan mereka.
Salam,
By Nabi lama on Feb 15, 2008
Eeh maaf bukan islamic tapi alislam.
Wassalam,
By Nabi lama on Feb 15, 2008
Quote riza:
Don,
Kalo menurut gue ya prinsip kebebasan beragama itu ya termasuk kebebasan agama2 yg root dan mainstreamnya Islam seperti Ahmadi.
Kenapa harus dilarang kalau di Indonesia dibilang bebas beragama?
Anggap aja Ahmadi itu sama spt agama2 lain spt Kristen, Hindu dan Budha kan beres.
Jawab:
Ajaran ahmadiyah ini lebih berbahanya bang dari agama lain karena merusak akidah umat islam dari dalam. Sedangkan Agama lain tidaklah begitu berbahaya selama kita mau belajar Al-Qur’an dengan benar
By eman on Feb 15, 2008
Sdr.Riza silahkan gabung diskusi di http://islamic.us.to, jangan takut untuk berdiskusi…ada temen anda disana
By eman on Feb 15, 2008
Riza ini emangnya siapa tho ? kok dibilang udah ada temen?
By mila on Feb 22, 2008
WAH..SETELAH ABSEN LAMA, TERNYATA DEBAT DISINI MASIH AKTIF
HATI-HATI BERDISKUSI DI FORUM TSB, KARENA KOMENTAR KITA SERING DI EDIT DAN DIRUBAH SEKEHENDAKNYA…
KARENA MEREKA DIBUAT BUNGKAM MAKA MEREKA MEMAKAI CARA-CARA YANG TIDAK FAIR
BISA SAJA MEREKA MEMBUAT FITNAH ATAS NAMA KITA…
BUAT TIGA SERANGKAI ANTI AHMADIYAH SINCE 2005
SHADOW=EMAN, NABI LAMA, MILA
SUNGGUH SANGAT TERCELA PERBUATAN TEMAN ANDA TSBSI MIRZA..SUDAH MERUSAK FORUM YANG BIASA KITA ISI..
SUNGGUH2 MEMALUKAN !!!
WASSALAM,
ALIF
By alif on Feb 22, 2008
ass.
Jangan lupa juga bahwa yang non Ahmadi disana jarang yang berani mengutarakan keyakinan + landasannya. Kebanyakan hanya mencecar pertanyaan.
Tapi tidak apa-apa. MASALAH KEBERANIAN MEMANG TIDAK BISA DIPAKSA.
Wass.
By awi on Feb 23, 2008
hii.hii..Alif=Hendy mau ngadu domba segala
By shadow on Feb 23, 2008
kalau awi ini sama seperti Alif…nggak berani berkata jujur….ke..ke..ke
By shadow on Feb 23, 2008
Ditambah lagi nyalinya para ahmadi itu langung ciut ketika disuruh mempertanggung jawabkan apa yang pernah keluar dari mulutnya…
By shadow on Feb 23, 2008
quote alif:
KARENA MEREKA DIBUAT BUNGKAM MAKA MEREKA MEMAKAI CARA-CARA YANG TIDAK FAIR
Jawab:
bukannya ente yang selalu dibuat bungkam oleh non ahmadi…hii..hii menghibur diri lagi 

Kapan ente membuat bungkam non ahmadi
kapan juga saya memakai cara-cara yg tidak fair…main fitnah segala
By shadow on Feb 26, 2008
Wajar kalau para ahmadi sering dipermalukan karena dalil-dalil dipatahkan non ahmadi ujung-ujungnya menghibur dirinya dengan perkataan yang ngelantur…mohon para pembaca memakluminya….lagu lama…
By shadow on Feb 26, 2008
Wajar kalau para ahmadi sering dipermalukan karena dalil-dalil mereka mudah dipatahkan oleh non ahmadi ujung-ujungnya menghibur dirinya dengan perkataan yang ngelantur…mohon para pembaca memakluminya….lagu lama…
By shadow on Feb 26, 2008
Alif:
SUNGGUH SANGAT TERCELA PERBUATAN TEMAN ANDA TSBSI MIRZA..SUDAH MERUSAK FORUM YANG BIASA KITA ISI..
Jawab:
Saya nggak yakin kalo bisa diedit sama moderator, di situs kita itu. Saya nggak mau berprasangka jelek dulu, tapi bagaimana dengan nasib forum di situs ahmadiyah.co.nr? Apa disana juga ada edit-mengedit oleh moderatornya?
Wassalam,
By Nabi lama on Feb 26, 2008
Kalau di ahmadiyah.co.nr bukannya di edit tetapi di delete dan di banned
By shadow on Feb 27, 2008
Quote awi:
Jangan lupa juga bahwa yang non Ahmadi disana jarang yang berani mengutarakan keyakinan + landasannya. Kebanyakan hanya mencecar pertanyaan.
Jawab:
ada buktinya dalam Al-Qur’an 


hiii…hiii..menghibur diri…gw pernah mengutarakan keyakinan gw…pake memfitnah segala…selain itu gw juga kalau ngomong ada landasannya….BTW kedatangan manusia seperti Isa, Muhammad, Budha, Krishna dll memang ada landasannya
Apa pernah tuh dibuktikan…hii…hiii…hiii…membuktikan hal ini saja udah pade keok. Jadi kaum muslimin jangan percaya kalau landasan Ahmadiyah akan kedatangan Manusia seperti Isa, Muhammad, budha, krishna, dll ngakunya berdasarkan Al-Qu’ran dan Hadits….omong kosong….
Tiga Masalah penting yang menjadi andalan Ahmadiyah sudah pade keok jadi mau ngandalin apalagi
By shadow on Feb 28, 2008
Shadow ini sehari-harinya cuma disibukan dengan kegiatan memfitnah dan menghujat ahmadiyah
kelihatannya tambah parah penyakitnya….
Takutlah akan Tuhan, shadow..
diakherat kelak anda akan dimintai pertanggung jawabannya karena sudah memfitnah dan menghujat jemaat Ilahi..jemaat yang diciptakan oleh ALlah
Benarlah kata Qur’an :
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian ,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Dalam hati mereka ada penyakit , lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
Jadi ayat-ayat tsb hiburan bagi kami…
Berbahagialah bagi orang2 ahmadi yang telah masuk kedalam jemaat Ilahi
Segala puji bagi Allah swt yang telah memberi karunia berupa hidayah kepada saya untuk masuk ahmadiyah…sekali ahmadiyah tetap ahmadiyah..
yah..yah..
(pasti makin menjadi nih komentarnya..sesuai ayat2 qur’an diatas: ditambah terus penyakit iri, dengki dsb)
By alif on Feb 28, 2008
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan . Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi “.
By Alif on Feb 28, 2008
saran saya buat anda shadow:
Perbanyaklah istighfar dan mintalah doa petunjuk dari Allah diwaktu malam…
Semoga saja anda memperoleh hidayah-Nya
Amiin..
By Alif on Feb 28, 2008
Bung Shadow, kita harus bersabar dan tawakal dalam memberikan dakwah buat para Ahmadi. Anda lihat sendiri khan mereka mengutip ayat Quran. Walau berikutnya mereka bilang:
“Berbahagialah bagi orang2 ahmadi yang telah masuk kedalam jemaat Ilahi
Segala puji bagi Allah swt yang telah memberi karunia berupa hidayah kepada saya untuk masuk ahmadiyah…sekali ahmadiyah tetap ahmadiyah..
yah..yah..”
Jadi apa mereka anggap kita ini nasrani atau yahudi?
Tuduhan2 semacam ini memang lumrah, karena mereka meyakini apa yang mereka anggap selalu benar. Menganggap yang lain adalah salah. Padahal anggapan2 seperti itu bisa mereka cari lagi lebih dalam apakah yang mereka yakini itu benar2 apa yang telah Nabi SAW sampaikan atau bukan.
Kita bisa belajar dari Anda, Bung Shadow, tentang ajaran Ahmadiyah ini. Mudah-mudahan Anda tidak terlalu emosi untuk menanggapi komen Ahmadi di atas.
Wassalam,
By nabi lama on Feb 29, 2008
Bung Shadow,
Maksud saya kalo mereka mengutip Tadzkirah, itu memang pantesnya. Lha, ini kok mengambil ayat dari Quran, lantas menjelek-jelekkan kita. Orang ini pantesnya disebut apa ya?
Salam,
By nabi lama on Feb 29, 2008
Quote:
Shadow ini sehari-harinya cuma disibukan dengan kegiatan memfitnah dan menghujat ahmadiyah
kelihatannya tambah parah penyakitnya….
Takutlah akan Tuhan, shadow..
diakherat kelak anda akan dimintai pertanggung jawabannya karena sudah memfitnah dan menghujat jemaat Ilahi..jemaat yang diciptakan oleh ALlah
jawab:
bukannya ente yg terlalu sering memfitnah…takutlah hen thd fitnah yg lu sebarkan…ente juga akan mempertanggung jawabkan perbuatan ente di akhirat kelak dgn mengikuti aliran sesat. Dosa ente ditanggung sendiri bukan ditanggung Ghulam Ahmad. jemaat ilahi apaan tuh…jemaat ilahi tidak ada yg sesat…jemaat setan pantesnye
menghibur diri lagi
kapan gw memfitnah
Quote:
Benarlah kata Qur’an :
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian ,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Dalam hati mereka ada penyakit , lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
Jadi ayat-ayat tsb hiburan bagi kami…
Berbahagialah bagi orang2 ahmadi yang telah masuk kedalam jemaat Ilahi
Segala puji bagi Allah swt yang telah memberi karunia berupa hidayah kepada saya untuk masuk ahmadiyah…sekali ahmadiyah tetap ahmadiyah..
yah..yah..
(pasti makin menjadi nih komentarnya..sesuai ayat2 qur’an diatas: ditambah terus penyakit iri, dengki dsb)
jawab:
nggak la yaw
Coco deh ayat ini ditujukan kpd ahmadiyah
untuk apa kita-kita ini iri dan dengki thd ahmadiyah…Aliran sesat kok diiriin
Quote:
Jadi apa mereka anggap kita ini nasrani atau yahudi?
jawab:
kapan non ahmadi menuduh seperti itu, main fitnah segala
quote:
Tuduhan2 semacam ini memang lumrah, karena mereka meyakini apa yang mereka anggap selalu benar. Menganggap yang lain adalah salah. Padahal anggapan2 seperti itu bisa mereka cari lagi lebih dalam apakah yang mereka yakini itu benar2 apa yang telah Nabi SAW sampaikan atau bukan.
jawab:
Disuruh buktiin pake Al-Qur’an aja udah pade keok
Malah bisanya menghibur diri terus
Non Ahmadi menganggap benar karena sumbernya Al-Qur’an sedangkan Ahmadiyah sumbernya apa? wahyu dari setan…
Quote:
Kita bisa belajar dari Anda, Bung Shadow, tentang ajaran Ahmadiyah ini. Mudah-mudahan Anda tidak terlalu emosi untuk menanggapi komen Ahmadi di atas.
Wassalam,
Jawab:
wihh…wiih bilang emosii segala…pembaca lihat aja sendiri di http://islamic.us.to siapa yang suka emosian
Mungkin benar kata alif. Para ahmadi bisa belajar banyak dari saya ttg Ahmadiyah dan bagimana sesatnya Ahmadiyah. Jadi para ahmadi bisa mencari buktinya di http://islamic.us.to
Banyak sekali saya memberikan bukti kesesatan Ahmadiyah disana.
By shadow on Mar 1, 2008
quote:
Bung Shadow,
Maksud saya kalo mereka mengutip Tadzkirah, itu memang pantesnya. Lha, ini kok mengambil ayat dari Quran, lantas menjelek-jelekkan kita. Orang ini pantesnya disebut apa ya?
Salam,
jawab:
pantesnya disebut orang yang suka di SKAK MAT oleh perkataannya sendiri
By shadow on Mar 1, 2008
quote:
saran saya buat anda shadow:
Perbanyaklah istighfar dan mintalah doa petunjuk dari Allah diwaktu malam…
Semoga saja anda memperoleh hidayah-Nya
Amiin..
jawab:
seharusnya anda banyak-banyak beristighfardan meminta petunjuk dari Allah karena telah tersesat dengan menjadi pengikut setan
piyee mas
kebalik Alif..
By shadow on Mar 1, 2008
Hehe…
Jadi jawab punya saya juga ya Bung Shadow.
Ngga pa.
Kita tunggu aje Bung Alif ato Awi.
Salam,
By nabi lama on Mar 2, 2008
HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
SEKALI LAGI HUAHAHAHAHAHAHAHAHA
WAKAKAK WAKAKAK WAKAKAK 3 X
SHADOW UDAH RABUN…UDAH PIKUN SAKING PARAH PENYAKITNYA….SAKING EMOSINYA TIDAK BISA MELIHAT SIAPA YANG MENULIS…
HUAHAHAHAHAHAHA
COBA AJA YANG NGOMONG DIATAS EMANGNYA SIAPA?
AHMADI?? ATAU TEMEN SEGOLONGAN ENTE? SI NABI LAMA??
EHEHEHEH EH TERBALIK HEHEHEHE
EMANG KALO FITNAH ITU BERBALIK KEPADA SI TUKANG FITNAH KOQ….
SEKALI LAGI HUAHAHAHAHAHAHA
DASAR BEGO !
PS: OH YA BILANGIN TUH AMA SI MIRZA TEMEN ELO..YANG TIDAK GENTLE DI FORUM ELO TUH SI MIRZA.. UDAH DIBUAT KEOK BUKANNYA NGAKUIN MALAH BERBUAT MEMALUKAN DENGAN MENGEDIT SEMUA POSTINGAN AHMADI…HAHAHAHAHA
FORUM APAAN TUH….
By alif on Mar 3, 2008
Buat Bung Shadow,
Kesabaran itu nilainya tinggi. Apalagi terhadap olok-olokan orang yang masih belum tahu (atau dibutakan) bahwa yang dia yakini itu adalah kesesatan yang nyata. Kita khan belajar dari Nabi SAW.
Buat Bung Alif.
Anda sadar nggak sih ngomong kayak gitu? Kayak orang yang 100% sempurna aja.
Ngaca dong!
Masih ngagung-ngagungin si Mirza Ghulam Ahmad?
Istighfar!!!
Wassalam.
By Nabi lama on Mar 3, 2008
huahahahaha
nabi lama berusaha menghibur diri…
sabar?
Apa yang anda pelajari dari Nabi Muhammad saw nabi lama?
dengan memfitnah dan menghujat tiada henti dari tahun 2005 sampai sekarang?
Makanya tidak ada basa-basi deh buat anda2..
percuma…
itu bukanlah olok-olokan tapi memang kenyataan koq, adalah bukti bahwa fitnah akan berbalik kepada si tukang fitnah…
By alif on Mar 3, 2008
hi..hi..gw udah kirim sms kok kalau gw salah lihat. berhubung disini tidak bisa diedit jadi diabiarin aja. yang penting yg bersangkutan udah ngerti.
jadi apa jawaban dari PR nya Alif ?
Siapakah Isa yg turun kalau bukan Ghulam Ahmad?
By shadow on Mar 3, 2008
Buat Bung Alif, saya kutipkan lagi dari yang pernah saya kirim. Supaya jelas siapa menghibur diri:
“Barangsiapa yang pada hari ini berpegang teguh dengan sunnah Rasul shallallahu’alaihiwa sallam, melaksanakannya, istiqamah diatasnya serta mendakwahkannya, ia akan mendapatkan pahala yang lebih banyak dibandingkan yang mengamalkan diawal munculnya Islam, sebagaimana sabda Nabi :
“Sesungguhnya dibelakang hari nanti akan datang hari-hari yang penuh kesabaran. Orang yang berpegang teguh dengan apa yang kalian pegang teguh akan mendapat 50 kali pahala yang kalian peroleh”. Beliau ditanya(oleh sahabat) :”Mungkin 50 kali pahala diantara mereka”. Rasulullah shallallahu’alaihiwa sallam menjawab:”Bahkan 50 kali pahala kalian” (HR. Ibnu Nashar dalam As-Sunnah dengan sanad shahih”
Shalawat dan salam bagi Nabi Muhammad SAW.
Amiin ya rabbal alamiin.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 3, 2008
Alif Says : PS: OH YA BILANGIN TUH AMA SI MIRZA TEMEN ELO..YANG TIDAK GENTLE DI FORUM ELO TUH SI MIRZA.. UDAH DIBUAT KEOK BUKANNYA NGAKUIN MALAH BERBUAT MEMALUKAN DENGAN MENGEDIT SEMUA POSTINGAN AHMADI…HAHAHAHAH
——————————————
Emang yang diedit bagian mana? Coba elo tunjukin dong disini
Apa yang kamu tulis, trus setelah diedit bagaimana jadinya.
Setau gw yang bisa edit kan yang yang punya ID sendiri
By mila on Mar 5, 2008
Quote Alif:
Alif Says : PS: OH YA BILANGIN TUH AMA SI MIRZA TEMEN ELO..YANG TIDAK GENTLE DI FORUM ELO TUH SI MIRZA.. UDAH DIBUAT KEOK BUKANNYA NGAKUIN MALAH BERBUAT MEMALUKAN DENGAN MENGEDIT SEMUA POSTINGAN AHMADI…HAHAHAHAH
Jawab:
Gw sendiri heran bagian mana Alif mengKO Mirza…justru yang saya baca malah sebaliknya Aliflah yang dibuat keok….ha…haa..haaaa…uhukkk..uhuuukkkk…huaaa..haa..haa…bertmbah pikun nih Mbah Alih…haa…haaa…haaa
By shadow on Mar 5, 2008
Alif Says : PS: OH YA BILANGIN TUH AMA SI MIRZA TEMEN ELO..YANG TIDAK GENTLE DI FORUM ELO TUH SI MIRZA.. UDAH DIBUAT KEOK BUKANNYA NGAKUIN MALAH BERBUAT MEMALUKAN DENGAN MENGEDIT SEMUA POSTINGAN AHMADI…HAHAHAHAH
——————————————
Hen, kamu itu lho ya kok bodoh amat.
Kalau emang diedit kenapa nggak kamu edit lagi?
Buktinya Awi lho nggak protes…
By mila on Mar 5, 2008
Biasalah Mil, kalau orang terbiasa menyebar fitnah, mulut bawaannya usil melulu. Kalau Alif nggak memfitnah nggak enak rasanya
By shadow on Mar 6, 2008
Quote Alif:
huahahahaha
nabi lama berusaha menghibur diri…
sabar?
Apa yang anda pelajari dari Nabi Muhammad saw nabi lama?
dengan memfitnah dan menghujat tiada henti dari tahun 2005 sampai sekarang?
Makanya tidak ada basa-basi deh buat anda2..
percuma…
itu bukanlah olok-olokan tapi memang kenyataan koq, adalah bukti bahwa fitnah akan berbalik kepada si tukang fitnah…
Jawab:
percuma deh kalau model menjawab seperti tayangan iklan spontan hiii….hiii…hiii….huaaa..haa..haa..Bisa menyalahkan tetapi tidak bisa membenarkan…huaa..haa.ha..ujung-ujungnya bego ha…haa..haa..ilmu ente lif masih kalah jauh dibandingkan dengan nabi lama…nyatanya ente sering menghindar ketika ditanya oleh nabi lama…huaa…ha…haaa…haa
By shadow on Mar 6, 2008
Kenapa ahmadi yang lain kok pade bungkam semua…huaa..haa..haa…udah semakin tahu ya sesatnya Ahmadiyah makanya pade bungkam semua…huaa..haa..haa.haa.
By shadow on Mar 6, 2008
Assalamualaikum,
Bung Shadow dan Bung Mila, tugas kita hanya menyampaikan hal-hal yang kita ketahui buat mereka, dengan hati tulus dan ikhlas. Sekarang tinggal (kewajiban jatuh atas) mereka mau terima atau menyangkal bukti-bukti itu.
Saya pikir kenapa mereka selalu menganggap pembuktian yang disampaikan adalah fitnah, bisa jadi karena mereka hanya terima dakwahnya saja secara lisan atau membaca buku2/majalah terbitan baru saja. Padahal buku2 lama yang Shadow punya cukup otentik dan mereka bisa cek ke perpustakaan mereka (kalo punya).
Yah.. sayang kalo diskusi ini berakhir karena mereka sedikit emosi atau bosan, begitu?
Wassalam,
Nabi Lama
By Nabi lama on Mar 7, 2008
ternyata ahmadi menyangkalnya dengan tulus iklas pula…
By mila on Mar 7, 2008
Nabi Lama :
“Barangsiapa yang pada hari ini berpegang teguh dengan sunnah Rasul …………, ia akan mendapatkan pahala yang lebih banyak dibandingkan yang mengamalkan diawal munculnya Islam.(HR. Ibnu Nashar dalam As-Sunnah dengan sanad shahih”
Pertanyaan untuk nabi lama :
Pd masa rasulullah, umat islam dalam 1 jemaat dengan 1 khalifah/pemimpin. pertama kali dipimpin oleh Nabi saw, kemudian berturut disambung oleh para Khalifah beliau saw, menurutmu apa umat islam sekarang sudah dalam 1 jemaat dengan satu khalifah?
Adakah kecocokan hadist yang anda paparkan tersebut sama dengan kondisi umat islam skrng?
By awi on Mar 8, 2008
Rekan-rekan Ahmadi yang saya cintai, apapun yang mereka katakan terhadap Ahmadiyah yang tidak sepatutnya, adalah bukti bahwa makna berdiskusi telah sirna.
Siapa saja berhak menganggap bahwa keyakinannya adalah yg baik.
segala niat yang dimaksudkan untuk kembali ke jalan yg benar bagi ahmadi oleh mereka, adalah niat baik yg tulus.
segala cemoohan yg dilontarkan, sampai sekarang saya tidak paham apa maksud dan maknanya.
Tetapi yang pasti apapun kata dunia tentang ahmadiyah, Islam sejati melalui jemaat ini akan tersebar luas dan semakin tersebar luas diseluruh dunia kebenarannya.
Inilah kebenarannya, karena ini pekerjaan Allah SWT, Tuhan semesta alam.
Amin
By ahmad on Mar 8, 2008
Quote:
menurutmu apa umat islam sekarang sudah dalam 1 jemaat dengan satu khalifah?
Jawab:
ke..ke..ke…ujung-ujungnya khalifah ahmadiyah…ha..ha..haa…ngomong pake- teka-teki segala…ha..ha..ha..khalifah Ahmadiyah itu memang khalifah siapa bang…apa sudah kesepakatan seluruh umat Islam…ha…ha..haa.
By shadow on Mar 8, 2008
Tolong dong tuliskan pidato khalifah Abu bakar, khalifah yang seperti apa yang harus ditaati menurut Abu Bakar r.a.? ke..ke…ke..

Ada pertanyaan untuk anda Pak.Awi, PERNAHKAH AHMADIYAH BERBUAT BID’AH? ke..ke..ke..ini pertanyaan mudah
By shadow on Mar 9, 2008
Sdr.Ahmad ini juga ikut-ikutan bebal seperti ahmadi lainnya seperti Alif/Hnedy/wowong/anti repot(saudarantya si cepot..hii…hii), Awi, Dino, dll. Sudah lagu lama apabila ahmadi diberikan bukti nyata pasti ujung-ujungnya bersikap bebal…haa…haa..haa…kalau salah dosa ditanggung si mirza ni yee…ini menurut pendapat salah seorang ahmadi…mau cari selamet tetapi salah menfsirkan Al-Qur’an…haa…haa..haa
By shadow on Mar 10, 2008
shakow:
ke..ke..ke…ujung-ujungnya khalifah ahmadiyah…ha..ha..haa…ngomong pake- teka-teki segala…ha..ha..ha..khalifah Ahmadiyah itu memang khalifah siapa bang…apa sudah kesepakatan seluruh umat Islam…ha…ha..haa.
jawab:
Khalifah Ahmadiyah adalah kekhalifahan yang sudah dinubuwatkan oleh Nabi suci Muhammad saw
yaitu kekhalifahan yang mengikuti cara-cara kenabian dan seorang khalifah ahmadiyah tidak perlu menunggu ada kesepakatan seluruh umat Islam didunia…Apakah dulu ketika Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali diangkat menunggu kesepakatan seluruh umat Islam? Bagaimana dgn golongan syiah yang tidak mengakui kekhalifahan kecuali khalifah Ali?
Lagian jika menunggu ksepakatan seluruh umat Islam sampai kapan mereka akan satu suara? Lha umat Islam sekarang yang getol menyuarakan terbentuknya kekhalifahan saja tidak pernah kesampaian koq keinginannya
karena memang kalau Allah tidak menghendaki dan meridoi seorang khalifah maka sampai kapanpun tidak akan pernah terbentuk kekhalifahan kecuali khalifah Ahmadiyah…ngomong2 sudah 100 tahun lho.. Biarpun diterjang badai fitnah, kemudian fitnah usang tersebut dibungkus dengan yang baru ditambah oleh ulama2, politisi2, para kepala pemerintahan dari mulai tingkat RT sampai Presiden diseluruh dunia bersatu untuk menghancurkan ahmadiyah tetap saja ahmadiyah bukannya hancur malah semakin berkembang…
Itu adalah takdir, shadow dan orang2 seperti anda mungkin hanya sebagai pupuk alias kotoran saja yang menumbuh kembangkan ahmadiyah…segeralah bertobat..
Orang seperti anda nanti hanya akan dicatat dalam sejarah oleh anak cucu anda sendiri sebagai musuh-musuhnya Imam Mahdi…
shakow:
Tolong dong tuliskan pidato khalifah Abu bakar, khalifah yang seperti apa yang harus ditaati menurut Abu Bakar r.a.? ke..ke…ke..
jawab: Ikutilah apa kata nabi yaitu Kekhalifahan yang mengikuti kenabian begitu kata Muhammad saw, makanya kalo umat Islam kepengin terbentuk kekhalifahan maka harus turun dulu seorang nabi…wakakak 3x
shadow:
Ada pertanyaan untuk anda Pak.Awi, PERNAHKAH AHMADIYAH BERBUAT BID’AH? ke..ke..ke..ini pertanyaan mudah ..
jawab:
Jawabnya ama gw aja…
Ahmadiyah tidak pernah berbuat bid’ah tapi justru umat Islam seperti anda shadow sekarang telah berada dalam bid’ah terbesar yaitu hidup tanpa seorang khalifah…
padahal dahulu umat Islam pada zaman Sahabat, para tabii dan tabiin berada adalam satu kekhalifahan yang dipimpin oleh seorang khalifah…
hehehe mudah kan..jadi siapa yang ahli bid’ah…??
padahal setiap bid’ah adalah sesat..sat..sat..
1 nol buat anda…
By alif on Mar 10, 2008
Awi:
menurutmu apa umat islam sekarang sudah dalam 1 jemaat dengan satu khalifah?
Jawab:
Sekarang, belum saatnya. Apa Ahmadiyah meyakini dengan membentuk ummat sendiri (Ahmadiyah) bisa menyatukan muslim secara keseluruhan? Jawabnya mustahil, karena sejarah akan membuktikan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah bukan Imam Mahdi. Yang jelas dalam tubuh Ahmadiyah saja sudah terpecah menjadi Lahore dan Qadyan, sedangkan MGA sudah tiada. Gimana mau nyatuin yang seluruh dunia?
Alif:
Kalo umat Islam kepengin terbentuk kekhalifahan maka harus turun dulu seorang nabi…wakakak 3x
Jawab:
Pernyatan yang jelas dari pengikut Ahmadi, Ahmadiyah bukan Islam.
Alif:
“Ahmadiyah tidak pernah berbuat bid’ah”
Jawab:
Dengan mengingkari hadist Nabi (mengakui nabi Mirza Ghulam Ahmad) apa Anda tidak bid’ah?
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 10, 2008
Nabi Lama,
yang bisa menyatukan umat cuma satu yaitu sistem kekhalifahan…
karena dipimpin oleh seorang khalifah..
Jika seluruh orang baiat kepada khalifah ahmadi
bukanlah hal yang mustahil bagi Ahmadi untuk menyatukan umat baik muslim, Kristen, Budha dan lain-lain dalam satu kekhalifahan
Ahmadiyah lahore dan Qadian tidaklah dalam satu jemaat, dikarenakan Lahore tidak mengakui kekhalifahan Jemaat Ahmadiyah (Qadian)
tapi jangan lupa didalam Islam juga terbagi 2 kelompok besar yaitu suni dan syiah..
kata anda Nabi lama, Umat Islam sekarang belum bisa bersatu, sampai kapan????
Menunggu seorang khalifah? Nah karena yang dinubuwatkan oleh Nabi suci Saw hanya khalifah ala minhajin nubuwah (khalifah yang mengikuti kenabian) itu artinya harus turun dulu seorang nabi kepada umat Islam ini..
Masalah ahmadiyah islam atau bukan saya tidak butuh fatwa anda..anda emang siapa? Tuhan?? Nabi???
Islam bukan milik anda..
Yang berhak menilai dan meridoi itu Islam atau bukan hanya Allah saja..bukan anda..
makanya baca lagi qur’an..
mengaku Islam tapi koq tidak mau menelaah isi Qur’an…
Terbalik !!!
hehehe
By alif on Mar 10, 2008
Alif:
yang bisa menyatukan umat cuma satu yaitu sistem kekhalifahan…
karena dipimpin oleh seorang khalifah..
Jika seluruh orang baiat kepada khalifah ahmadi
bukanlah hal yang mustahil bagi Ahmadi untuk menyatukan umat baik muslim, Kristen, Budha dan lain-lain dalam satu kekhalifahan
Ahmadiyah lahore dan Qadian tidaklah dalam satu jemaat, dikarenakan Lahore tidak mengakui kekhalifahan Jemaat Ahmadiyah (Qadian)
tapi jangan lupa didalam Islam juga terbagi 2 kelompok besar yaitu suni dan syiah..
kata anda Nabi lama, Umat Islam sekarang belum bisa bersatu, sampai kapan????
Menunggu seorang khalifah? Nah karena yang dinubuwatkan oleh Nabi suci Saw hanya khalifah ala minhajin nubuwah (khalifah yang mengikuti kenabian) itu artinya harus turun dulu seorang nabi kepada umat Islam ini..
Jawab:
Itu (semua jadi Ahmadiyah) pasti mustahil, karena fatwa ulama seluruh dunia mengisyaratkan MGA itu bukan nabi.
Jadi bukan fatwa saya, Pak!!
Bukan kah para ulama itu pewaris Nabi SAW?
Yang jelas sampai akhir hayat, kami akan beriman pada Allah dan mengakui Rasulullah SAW adalah rasul akhir zaman.
Sedangkan Anda, kukuh pada pendirian bahwa MGA adalah rasul setelah Nabi SAW dan meyakini ajaran yang dibawanya adalah benar, sampai Anda mati. Itu yang jadi pilihan Anda…
“Lakum diinukum waliya diin”
Alif:
Yang berhak menilai dan meridoi itu Islam atau bukan hanya Allah saja..bukan anda..
Jawab:
Nggak nyambung Mas. Kalo lihat jawaban saya di atas, siapa yang Islam dan yang bukan, khan jelas. Saya Islam sedangkan Anda Ahmadi.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 10, 2008
Alif Says : PS: OH YA BILANGIN TUH AMA SI MIRZA TEMEN ELO..YANG TIDAK GENTLE DI FORUM ELO TUH SI MIRZA.. UDAH DIBUAT KEOK BUKANNYA NGAKUIN MALAH BERBUAT MEMALUKAN DENGAN MENGEDIT SEMUA POSTINGAN AHMADI…HAHAHAHAH
——————————————
Emang yang diedit bagian mana? Coba elo tunjukin dong disini
Apa yang kamu tulis, trus setelah diedit bagaimana jadinya.
Setau gw yang bisa edit kan yang yang punya ID sendiri
By mila on Mar 10, 2008
memang menurut fatwa Ulama Ahmadiyah itu sesat,
Tapi jangan lupa juga dahulu Islam pun dianggap sesat oleh para kaum quraisy, apakah dengan disesatkan oleh manusia maka Islam lantas tidak berkembang…??
Sudah beberapa kali dibilang…
ahmadiyah tidak butuh fatwa dari manusia seperti anda dan para ulama karena ahmadiyah percaya apa kata qur’an bahwa yang mengetahui sesat tidaknya seseorang itu hanya Allah saja..
Jadi kalau anda bilang bahwa ahmadiyah itu sesat itu artinya anda tidak mau mengikuti apa kata qur’an..dan perlu dipertanyakan nilai keimanan anda kpd qur’an..
Oh ya Ulama yang mana yang pewaris nabi?
bahkan Nabi Muhammad saw sendiri menyuruh kita didalam hadist agar kita berhati-hati dengan yang namanya ulama di akhir zaman, karena mereka adalah seburuk-buruknya makhluk di kolong langit ini karena dari mereka fitnah2 itu keluar.
nabi lama, sudah beberapa kali anda mengetik:
Lakum dinukum waliadin, coba telusuri dari atas.. kamu tahu artinya itu apa??
aneh anda mengetik ayat qur’an tsb tapi tidak mengetahui artinya…
Kalau sudah mengucapkan “lakum dinukum waliadin” kenapa anda masih mempermasalahkan dan menghujat ahmadiyah terus???
bagi kamu agama kamu, bagi saya agama saya..
tidak ada paksaan dalam agama…
Anda mau sesat atau mau beriman itu hak anda..
ya sudah itu aja yang menjadi patokan buat anda gitu aja koq repot…
Apa nya yang tidak nyambung???
Terserah anda mau bilang saya sesat, kafir dan diluar Islam, saya tidak peduli
toh anda bukan Tuhan..
catat baik-baik ya nabi lama..
ahmadi atau saya tidak butuh fatwa dari manusia
Karena kebenaran datangnya hanya dari Allah..
itu kata Qur’an..
Nabi lama, apakah anda merasa sebagai pemilik Islam? yang berhak menentukan seseorang itu sesat atau tidak? siapa anda? manusia atau bukan?
Ngaku Islam tulen tapi koq tidak mau mengikuti apa kata qur’an..aneh !!
terakhir buat anda saya sarankan untuk sering-seringlah membuka dan memahami ayat-2 qur’an
agar wawasan keislaman anda bertambah..
Buat Mila, coba anda tanyakan sendiri sama teman anda tsb benarkah dia sudah mengedit tulisan2 gw…. beranikah dia itu berkata jujur?? ingat loh berkata bohong itu termasuk sirik kecil…
wassalam,
By alif on Mar 11, 2008
Alif : Buat Mila, coba anda tanyakan sendiri sama teman anda tsb benarkah dia sudah mengedit tulisan2 gw…. beranikah dia itu berkata jujur?? ingat loh berkata bohong itu termasuk sirik kecil…
=========================
Kenapa ente sendiri gak jujur hen? Tulis aja di sini apa yang telah diedit ama MIrza, kalau emang benar si mirza ngedit. Gw curiga nih ama ente, kok malah gw disuruh tanya ama Mirza. Kan ente sebgai pihak yg “diedit” pasti tau dong bagian mana yang diedit.
Paling nggak postingan yg tgl brp, nanti aku cek.
By mila on Mar 11, 2008
Pertanyaan berikutnya : kalau tau diedit, ngapain ente biarin? Kan ente bisa ubah lagi?
By mila on Mar 11, 2008
Terserah ente mau percaya atau tidak..
yang pasti gw kagak mau ikutan lagi di forum itu.. adminnya memakai cara-cara yang memalukan..tidak fair..persis kelakuan Yahudi..
Demi Allah (gw berani bersumpah atas nama Allah)
bahwa postingan gw diedit….
nah sekarang tanya ama temen ente itu si Mirza bener ngga omongan gw….Ajak dia sumpah atas nama Allah…berani kagak..
Allah Maha Tahu Mil..
Lagian gimana gw mau mengedit kembali lha gw sendiri di banned..
coba baca postingan gw yang terakhir, apakah disana ada kata-kata yang menurut ente janggal???, yang tidak mungkin gw ketik …
By alif on Mar 11, 2008
ah masak sih ente di baned hen? Status ente masih members, sama dengan yg lain. Sama dengan mirza, sama dengan shadow.
Gw udah liat kok,menurut gw kok gak ada yg janggal ya…???
Plis deh, kata-kata yg mana itu…
By mila on Mar 11, 2008
Tambahan lagi..
Ente bilang yang diedit adalah semua postingan ahmadi, ini kutipannya hen :
OH YA BILANGIN TUH AMA SI MIRZA TEMEN ELO..YANG TIDAK GENTLE DI FORUM ELO TUH SI MIRZA.. UDAH DIBUAT KEOK BUKANNYA NGAKUIN MALAH BERBUAT MEMALUKAN DENGAN MENGEDIT SEMUA POSTINGAN AHMADI…HAHAHAHAH
Lha kok yang disuruh liatin cuma postingan ente yang terakhir sih?
By mila on Mar 11, 2008
Quote:
shakow
Jawab:
wakakak…hendy emosinya semakin memuncak karena terlalu sering dipermalukan non ahmadi makanya dia dendam sekali sama non ahmadi sampe gw dibilang “shakow”…..kata-kata fitnah selalu melekat dimulutnya..haaa…haaa..haaa…kapan gw memakai bahan haram tsb Mbah Alif sampe gw shakow segala….hii…hiii…hiii fitnah oh fitnah…memang pantas ente sbg raja fitnah dari Ahmadiyah…haa…haa…haa
Quote:
Khalifah Ahmadiyah adalah kekhalifahan yang sudah dinubuwatkan oleh Nabi suci Muhammad saw
yaitu kekhalifahan yang mengikuti cara-cara kenabian dan seorang khalifah ahmadiyah tidak perlu menunggu ada kesepakatan seluruh umat Islam didunia…
Jawab:
wakakak…wakakak kapan Nabi Muhammad SAW menubuatkan kekhalifahan Ahmadiyah…haa…haa…mana ada seorang khalifah dipimpin oleh orang-orang yang sesat….wakakakak…Tunjukkin Surat berapa dan ayat berapa, seorang khalifah dipimpin oleh seorang yang sesat….haaa…haa…haaa….ujung-ujungnya paling keok juga.
Quote:
Apakah dulu ketika Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali diangkat menunggu kesepakatan seluruh umat Islam? Bagaimana dgn golongan syiah yang tidak mengakui kekhalifahan kecuali khalifah Ali?
Jawab:
Meskipun Khalifah pd zamannya Rasulullah tidak menunggu kesepakatan umat Islam tetapi mayoritas umat Islam menerima mereka. Selain itu mereka bukanlah orang-orang yang sesat. Berbeda dengan Ahmadiyah dipimpin oleh orang-orang yang sesat….haaa….haaa…haaa…khalifah Ahmadiyah mau disamain dgn khalifah pd zaman Rasulullah….Orang yang lurus disamain dengan orang yang sesat seperti Ahmadiyah….bego banget….wakakakak.
Quote:
Lagian jika menunggu ksepakatan seluruh umat Islam sampai kapan mereka akan satu suara?
Lha umat Islam sekarang yang getol menyuarakan terbentuknya kekhalifahan saja tidak pernah kesampaian koq keinginannya.
Jawab:
ya menunggu figur yang tepat toh Mbah Alif yang bisa diterima mayoritas umat Islam. Bukan asal ngikut aja….nggak peduli sesat pokoknya diimani…wakakakak…kita khan punya akal….mana ada umat Islam mau dipimpin Orang yang bego dan sesat seperti Khalifah Ahmadiyah….haa…haa…haa…yang jadi pengikutnya ya sama juga “bego”…haa…haa…haa…Khalifah yang membantah perkataan Allah dan Rasulnya untuk apa diikuti.
Quote:
karena memang kalau Allah tidak menghendaki dan meridoi seorang khalifah maka sampai kapanpun tidak akan pernah terbentuk kekhalifahan kecuali khalifah Ahmadiyah…
Jawab:
Nah…itu kamu juga ngerti kalau semuanya kehendak Allah. Kalau Alllah tidak menghendaki kedatangan seorang Khalifah kita mau apa? mau ngeyel sama Allah? mau merintah Allah? Naudzubillahi min dzalik…Jadi kalau Allah tdk menghendaki adanya khalifah kemudian muncul Seorang khalifah yang meyakini seorang Nabi palsu itu artinya Khalifah Gadungan atau khalifah-khalifahan yang ingin mengacaukan umat islam…..wakakak.
Quote:
ngomong2 sudah 100 tahun lho.. Biarpun diterjang badai fitnah, kemudian fitnah usang tersebut dibungkus dengan yang baru ditambah oleh ulama2, politisi2, para kepala pemerintahan dari mulai tingkat RT sampai Presiden diseluruh dunia bersatu untuk menghancurkan ahmadiyah tetap saja ahmadiyah bukannya hancur malah semakin berkembang
Jawab:
haa…haa…haa….Agama Kristen, Hindu, budha, dll selain Islam saja yang lebih dari 100 tahun saja nggak hancur-hancur apalagi Aliran sesat seperti Ahmadiyah….bego amat ente..itu artinya Allah membiarkannya karena sekarang ini manusia sudah bisa memakai akalnya dgn baik dan kata Allah tidak ada paksaan dalam agama….kalau masih ada yang tersesat itu artinya orang itu adalah orang “bego”…haa…haa…haa
Quote:
Itu adalah takdir, shadow dan orang2 seperti anda mungkin hanya sebagai pupuk alias kotoran saja yang menumbuh kembangkan ahmadiyah…segeralah bertobat..
Jawab:
Memang sudah takdirnya anda itu sesat dan bersikap bebal….nggak anehlah…..dan kapan pula gw memupuk Ahmadiyah…malah gw membongkar kesesatan Ahmadiyah….namanya mempupuk itu sudah pasti memeliharanya….kapan pula gw memelihara ahmadiyah….huaaa…huaaa…huaaa…justru jemaat ahmadiyahlah seperti anda ini yang sesat sbg kotorannya dan sebagai pupuknya karena andalah yang sebagai kotoran atau pupuknya Ahmadiyah menjadi berkembang….haa…haaa…haaa…kalau orang sudah bego berpikir rasional aja nggak bisa…apalagi orang pikun seperti Mbah Alif…haa..haaa…makanya jangan pake doktrin ahmadiyah sembarangan malah jadinya berbalik mengenai anda sendiri.
Quote:
Orang seperti anda nanti hanya akan dicatat dalam sejarah oleh anak cucu anda sendiri sebagai musuh-musuhnya Imam Mahdi…
Jawab:
wakakakak…menghibur diri lagi….memang gw nanti dicatat dlm sejarah oleh anak cucu gw sebagai sebagai pejuang yang berjasa melawan Nabi gadungan yang mengaku sebagai MAHDI, ISA, MUHAMMAD, BUDHA, KRISHNA, dll huaaa…haaa…haa…PR ente sama gw saja segudang dan dibuat bungkam malah mau ngingetin gw…jadi jawablah dulu pertanyaan saya itu (COBA DIJAWAB YANG TERTULIS HURUF BESAR TERLEBIH DAHULU). Tolong sebutkan masing-masing kiasannya seperti apa (menurut ente itu khan hanya kiasan). Kemudian apa yang sudah jawab dibuktikan dgn Al-Qur’an.
Quote:
Ikutilah apa kata nabi yaitu Kekhalifahan yang mengikuti kenabian begitu kata Muhammad saw, makanya kalo umat Islam kepengin terbentuk kekhalifahan maka harus turun dulu seorang nabi…wakakak 3x
Jawab:
Wakakak…huaaa..haaa….haaa… disuruh tuliskan pidatonya Abu Bakar malah yang ditulis pidatonya Mbah Alif….begonya udah kebangetan….wakakak
Jadi sekali lagi ya tolong ya tuliskan pidatonya Abu Bakar? (telinganya dibuka lebar-lebar ya)…Nanti dari pidato Abu Bakar kamu tahu sendiri Khalifah yg bagaimana yang hrs diikuti selain itu kata Abu Bakar orang yg tidak mentaati khalifah itu termasuk apa nanti dijelaskan bealiau dalam pidatonya tsb. Oh ya tolong tunjukkan dalilnya kalau kepingin terbentuk seorang khalifah maka hrs turun nabi terlebih dahulu? Surat berapa dan ayat berapa Mbah Alif? wakakak paling-paling ujung-ujung keok juga….silahkan para pembaca baca sendiri, bisa tdk Mbah Alif menunjukkan buktinya….paling-paling daya khayal saja sebagai buktinya…wakakakak…Maklum jamaah setan…terbentuk karena wahyu yang asalnya dari setan….ha…haaa…haaaaaaaaa
Quote:
Jawabnya ama gw aja…
Ahmadiyah tidak pernah berbuat bid’ah
Jawab:
oke sebelum saya membuktikan kalau Ahmadiyah pernah membuat fitnah, maka saya tanya terlebih dahulu kepada anda. KALAU SAYA BISA MEMBUKTIKAN AHMADIYAH TELAH BERBUAT FITNAH, BERSEDIAKAH ANDA KELUAR DARI AHMADIYAH?
Anda tahu sendiri khan bid’ah itu sesat dan kesesatan itu tempatnya di neraka. Tidak mungkin khan kalau saya bisa membuktikan Ahmadiyah telah berbuat bid’ah anda masih menjadi pengikut Ahmadiyah. Mana mungkin anda mau dipimpin oleh orang yang telah berbuat bid’ah yang menuntun anda ke neraka….ama juga “bego” kalau msh mengkituinya.
Jadi saya ulangi pertanyaan saya “KALAU SAYA BISA MEMBUKTIKAN AHMADIYAH TELAH BERBUAT FITNAH, BERSEDIAKAH ANDA KELUAR DARI AHMADIYAH” ?
Pembaca disini menjadi saksinya lho Mbah Alif….jadi tolong jawab dulu pertanyaan saya tersebut. BERSEDIA ATAU TIDAK?
Quote:
tapi justru umat Islam seperti anda shadow sekarang telah berada dalam bid’ah terbesar yaitu hidup tanpa seorang khalifah…
padahal dahulu umat Islam pada zaman Sahabat, para tabii dan tabiin berada adalam satu kekhalifahan yang dipimpin oleh seorang khalifah…
hehehe mudah kan..jadi siapa yang ahli bid’ah…??
padahal setiap bid’ah adalah sesat..sat..sat..
Jawab:
kelihatan begonya si Mbah Alif
wakkakk…wakaak…wakakak…tolong deh buktiin dlm Al-Qur’an kalau Umat Islam tanpa khalifah adalah bid’ah dan termasuk sesat. Adakah dalam rukun iman wajib mengimani seorang khalifah? huaaa…haa…haa…yang penting itu bukti Mbah Alif..Bagaimana orang-orang yang menolak kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Usman, Ali pd zaman dahulu….bagaimana dgn Aisyah yang juga menolak khalifah….apa menurut anda mereka yang menolak adalah Ahli bid’ah juga….Naudzubillahi min dzalik….coba dijawab ….huaa…haa..haa…
Quote:
1 nol buat anda…
Jawab:
tapi anda salah kalau skor saya satu karena PR anda menumpuk dan belum terjawab sama sekali….mungkin skor saya lebih dari satulah…haaa…haa…haaa…harap dimaklumi para pembaca kalau Mbah Alif pikunnya malah menjadi-jadi….wakakak. 
Terima Kasih kalau saya nilainyai satu dan anda nilainya nol….haaa….haaa…haaa….
Sekalian kita tes ya PR nya Mbah Alif, udah lama lho belum terjawab.
SIAPAKAH ISA YANG TURUN MBAH ALIF, KALAU BUKAN GHULAM AHMAD?
By shadow on Mar 11, 2008
Diriwayatkan dari Huzaifah bin al-Yaman r.a, yang bertanya kepada Rasulullah SAW yang artinya”
“….Bagaimana sekiranya ketika itu umat Islam tidak mempunyai jemaah (kesatuan) juga tidak ada pemimpin? Rasulullah menjawab lagi dengan bersabda: Kamu hendaklah memencilkan diri kamu dari kumpulan mereka walaupun kamu terpaksa memakan akar-akar kayu dan tinggallah kamu di sana sehingga kamu mati dalam keadaan yang demikian. (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Maksud hadits ini adalah apabila khalifah tidak ada, maka menghindar.
Baidhawi berkata: “Makna hadits diatas adalah apabila di bumi tidak ada khalifah, maka wajib bagimu menghindar dari berbagai golongan dan bersabar untuk menangung beratnya zaman (lihat Fathul Bari, Juz XII, hal,36)
By farhan on Mar 11, 2008
SHAKOW:
wakakak…hendy emosinya semakin memuncak karena terlalu sering dipermalukan non ahmadi makanya dia dendam sekali sama non ahmadi sampe gw dibilang “shakow”…..kata-kata fitnah selalu melekat dimulutnya..haaa…haaa..haaa…kapan gw memakai bahan haram tsb Mbah Alif sampe gw shakow segala….hii…hiii…hiii fitnah oh fitnah…memang pantas ente sbg raja fitnah dari Ahmadiyah…haa…haa…haa
JAWAB:
Kapan gw bilang elo lagi sakaw?
mau make mau ngga keq EGP…
tapi ngomong2 koq komentar-komentar sampeyan koq kayak orang yang lagi begituan ya?
————-
SHAKOW:
wakakak…wakakak kapan Nabi Muhammad SAW menubuatkan kekhalifahan Ahmadiyah…haa…haa…mana ada seorang khalifah dipimpin oleh orang-orang yang sesat….wakakakak…Tunjukkin Surat berapa dan ayat berapa, seorang khalifah dipimpin oleh seorang yang sesat….haaa…haa…haaa….ujung-ujungnya paling keok juga.
JAWAB:
Sesat kan kata ente, kalo menurut gw sih ngga sesat…
coba tunjukan juga dlm ayat berapa bahwa ahmadiyah itu sesat…
kalo tidak ada itu artinya ahmadiyah tidak sesat…
maka pertanyaan ente tsb otomatis gugur…
—————-
SHAKOW:
Meskipun Khalifah pd zamannya Rasulullah tidak menunggu kesepakatan umat Islam tetapi mayoritas umat Islam menerima mereka. Selain itu mereka bukanlah orang-orang yang sesat. Berbeda dengan Ahmadiyah dipimpin oleh orang-orang yang sesat….haaa….haaa…haaa…khalifah Ahmadiyah mau disamain dgn khalifah pd zaman Rasulullah….Orang yang lurus disamain dengan orang yang sesat seperti Ahmadiyah….bego banget….wakakakak.
JAWAB:
mayoritas? Siapa itu mayoritas? Kalau semua menerima, terus kenapa terjadi bunuh-bunuhan kepada khalifah dan terjadi perang saudara..
——————-
SHAKOW:
ya menunggu figur yang tepat toh Mbah Alif yang bisa diterima mayoritas umat Islam. Bukan asal ngikut aja….nggak peduli sesat pokoknya diimani…wakakakak…kita khan punya akal….mana ada umat Islam mau dipimpin Orang yang bego dan sesat seperti Khalifah Ahmadiyah….haa…haa…haa…yang jadi pengikutnya ya sama juga “bego”…haa…haa…haa…Khalifah yang membantah perkataan Allah dan Rasulnya untuk apa diikuti.
JAWAB:
Sesat kan kata ente..kalau menurut gw sih tidak sesat tuh..
menunggu figur yang tepat??? Sampe kapan bos?? Masa diantara 2 milyard umat muslim tidak ada satupun yang menjadi figur yang tepat sih? Hehehe khalifah di zaman sahabat yang hidupnya sezaman dgn nabi saw saja saling bunuh-bunuhan, lha gimana kita yang sudah ribuan tahun di tinggal nabi saw? emangnya menurut ente semudah itu menjadi khalifah? maen tunjuk aja??
mimpi kali ye…
duh enaknya hidup dinaungan seorang khalifah…PENUH BERKAH…kacian deh kamu yang tercerai berai..hehehe
——————-
SHAKOW:
Nah…itu kamu juga ngerti kalau semuanya kehendak Allah. Kalau Alllah tidak menghendaki kedatangan seorang Khalifah kita mau apa? mau ngeyel sama Allah? mau merintah Allah? Naudzubillahi min dzalik…Jadi kalau Allah tdk menghendaki adanya khalifah kemudian muncul Seorang khalifah yang meyakini seorang Nabi palsu itu artinya Khalifah Gadungan atau khalifah-khalifahan yang ingin mengacaukan umat islam…..wakakak.
JAWAB:
hehehe siapa bilang Allah tidak menghendaki adanya seorang khalifah?
Lha Allah sendiri koq yang menjanjikan dan juga dinubuwatkan oleh nabi suci akan adanya khalifah kenabian…
————————–
SHAKOW:
haa…haa…haa….Agama Kristen, Hindu, budha, dll selain Islam saja yang lebih dari 100 tahun saja nggak hancur-hancur apalagi Aliran sesat seperti Ahmadiyah….bego amat ente..itu artinya Allah membiarkannya karena sekarang ini manusia sudah bisa memakai akalnya dgn baik dan kata Allah tidak ada paksaan dalam agama….kalau masih ada yang tersesat itu artinya orang itu adalah orang “bego”…haa…haa…haa
JAWAB:
Nah kalau tidak ada paksaan dalam agama, kenapa ente memaksakan kehendak agar ahmadi keluar dari keahmadiyahannya
itu artinya ente tidak berakal, alias biadab…hehehe
————-
SHAKOW:
Memang sudah takdirnya anda itu sesat dan bersikap bebal….nggak anehlah…..dan kapan pula gw memupuk Ahmadiyah…malah gw membongkar kesesatan Ahmadiyah….namanya mempupuk itu sudah pasti memeliharanya….kapan pula gw memelihara ahmadiyah….huaaa…huaaa…huaaa…justru jemaat ahmadiyahlah seperti anda ini yang sesat sbg kotorannya dan sebagai pupuknya karena andalah yang sebagai kotoran atau pupuknya Ahmadiyah menjadi berkembang….haa…haaa…haaa…kalau orang sudah bego berpikir rasional aja nggak bisa…apalagi orang pikun seperti Mbah Alif…haa..haaa…makanya jangan pake doktrin ahmadiyah sembarangan malah jadinya berbalik mengenai anda sendiri.
JAWAB:
Ahmadiyah adalah ibarat sebuah pohon yang makin lama makin berkembang dan bercabang karena memang takdir Allah
tentu saja yang memeliharanya adalah Allah…
Jadi maksud gw: anggota Ahmadiyah adalah pohonnya, Allah yang memelihara dan andalah sbg pupuknya
(sorry ya biar ente jelas) gw ibaratkan ente itu kotoran kambing…emang ente tidak merasakan telah memelihara..namanya kambing mana ada yang memelihara tanaman, yang ada malah merusak..tapi dibalik itu kotorannya berguna menjadi pupuk untuk tanaman tsb..
masa gitu aja kagak ngerti sih…
————————-
SHAKOW:
wakakakak…menghibur diri lagi….memang gw nanti dicatat dlm sejarah oleh anak cucu gw sebagai sebagai pejuang yang berjasa melawan Nabi gadungan yang mengaku sebagai MAHDI, ISA, MUHAMMAD, BUDHA, KRISHNA, dll huaaa…haaa…haa…PR ente sama gw saja segudang dan dibuat bungkam malah mau ngingetin gw…jadi jawablah dulu pertanyaan saya itu (COBA DIJAWAB YANG TERTULIS HURUF BESAR TERLEBIH DAHULU). Tolong sebutkan masing-masing kiasannya seperti apa (menurut ente itu khan hanya kiasan). Kemudian apa yang sudah jawab dibuktikan dgn Al-Qur’an.
JAWAB:
Pejuang koq kalah terus dimedan perang? Berani karena malu.. Hehehe
membuat suatu pertanyaan saja sudah demikian bingungnya…apa coba maksudnya ini:
” Tolong sebutkan masing-masing kiasannya seperti apa (menurut ente itu khan hanya kiasan). Kemudian apa yang sudah jawab dibuktikan dgn Al-Qur’an.”?
Kiasannya seperti apa? Wakakak…..
—————————-
SHADOW:
Jawab:
Wakakak…huaaa..haaa….haaa… disuruh tuliskan pidatonya Abu Bakar malah yang ditulis pidatonya Mbah Alif….begonya udah kebangetan….wakakak
Jadi sekali lagi ya tolong ya tuliskan pidatonya Abu Bakar? (telinganya dibuka lebar-lebar ya)…Nanti dari pidato Abu Bakar kamu tahu sendiri Khalifah yg bagaimana yang hrs diikuti selain itu kata Abu Bakar orang yg tidak mentaati khalifah itu termasuk apa nanti dijelaskan bealiau dalam pidatonya tsb. Oh ya tolong tunjukkan dalilnya kalau kepingin terbentuk seorang khalifah maka hrs turun nabi terlebih dahulu? Surat berapa dan ayat berapa Mbah Alif? wakakak paling-paling ujung-ujung keok juga….silahkan para pembaca baca sendiri, bisa tdk Mbah Alif menunjukkan buktinya….paling-paling daya khayal saja sebagai buktinya…wakakakak…Maklum jamaah setan…terbentuk karena wahyu yang asalnya dari setan….ha…haaa…haaaaaaaaa
JAWAB:
Waktu pidato dimana nih?? Soalnya Abu Bakar sering berpidato…
jawab itu dulu biar jelas? Waktunya kapan dan dimana tempatnya…?
Lagian kenapa tidak langsung saja mendengar apa kata Nabi suci saw bahwa khalifah yang akan datang adalah khalifah la min hajin nubuwwah. Kalifah yang berjalan diatas prinsip-prinsip kenabian.. Itu artinya harus ada seorang nabi dulu baru diikuti oleh khalifah…
—————————-
SHAKOW:
oke sebelum saya membuktikan kalau Ahmadiyah pernah membuat fitnah, maka saya tanya terlebih dahulu kepada anda. KALAU SAYA BISA MEMBUKTIKAN AHMADIYAH TELAH BERBUAT FITNAH, BERSEDIAKAH ANDA KELUAR DARI AHMADIYAH?
Anda tahu sendiri khan bid’ah itu sesat dan kesesatan itu tempatnya di neraka. Tidak mungkin khan kalau saya bisa membuktikan Ahmadiyah telah berbuat bid’ah anda masih menjadi pengikut Ahmadiyah. Mana mungkin anda mau dipimpin oleh orang yang telah berbuat bid’ah yang menuntun anda ke neraka….ama juga “bego” kalau msh mengkituinya.
Jadi saya ulangi pertanyaan saya “KALAU SAYA BISA MEMBUKTIKAN AHMADIYAH TELAH BERBUAT FITNAH, BERSEDIAKAH ANDA KELUAR DARI AHMADIYAH” ?
Pembaca disini menjadi saksinya lho Mbah Alif….jadi tolong jawab dulu pertanyaan saya tersebut. BERSEDIA ATAU TIDAK?
JAWAB:
Lho koq maksa…buktikan aja dulu..paling-paling itu fitnahan ente…kagak jauh-jauh deh…gw yakin..
kalau ente bisa menjamin gw akan masuk surga dan diselamatkan dari neraka jika gw keluar ahmadiyah maka hari ini juga gw akan keluar dari ahmadi..
bisakah ente menjamin gw ? Kalau tidak bisa kenapa maksa?
siapa ente? Koq maksa-maksa keyakinan gw? Allah dan nabinya aja tidak pernah memaksa keyakinan .. Eh ente..Tuhan bukan, Nabi bukan, Ulama pun bukan, punya pengikut aja tidak, Pengikutnya dari dulu Cuma si Nabi lama dan si Mila, 2 orang pengikut setia..wakakak..
——————————-
SWALLOW:
wakkakk…wakaak…wakakak…tolong deh buktiin dlm Al-Qur’an kalau Umat Islam tanpa khalifah adalah bid’ah dan termasuk sesat. Adakah dalam rukun iman wajib mengimani seorang khalifah? huaaa…haa…haa…yang penting itu bukti Mbah Alif..Bagaimana orang-orang yang menolak kekhalifahan Abu Bakar, Umar, Usman, Ali pd zaman dahulu….bagaimana dgn Aisyah yang juga menolak khalifah….apa menurut anda mereka yang menolak adalah Ahli bid’ah juga….Naudzubillahi min dzalik….coba dijawab ….huaa…haa..haa… kelihatan begonya si Mbah Alif
JAWAB:
Khalifah itu bukan untuk diimani tapi untuk taati…suseh emang diskusi ama orang yang tulalit..
Mengenai Aisyah yang menolak khalifah..lha katanya khalifah itu harus diakui mayoritas umat Islam…gimana sih ente??
kok plinplan..dot com
——————
SWALLOW:
Terima Kasih kalau saya nilainyai satu dan anda nilainya nol….haaa….haaa…haaa…. tapi anda salah kalau skor saya satu karena PR anda menumpuk dan belum terjawab sama sekali….mungkin skor saya lebih dari satulah…haaa…haa…haaa…harap dimaklumi para pembaca kalau Mbah Alif pikunnya malah menjadi-jadi….wakakak.
Sekalian kita tes ya PR nya Mbah Alif, udah lama lho belum terjawab.
SIAPAKAH ISA YANG TURUN MBAH ALIF, KALAU BUKAN GHULAM AHMAD?
JAWAB:
Bodoh..mana ada murid idiot ngasih nilai kepada gurunya…apalagi ngasih PR..
pertanyaannya lucu lagi:
SIAPAKAH ISA YANG TURUN MBAH ALIF, KALAU BUKAN GHULAM AHMAD?
Gw ini kan meyakini Ghulam Ahmad sebagai Isa yang dijanjikan, lha koq ngasih pertanyaan bego begitu??
Pertanyaan itu tuh justru buat ente-ente…
wasallam
By alif on Mar 12, 2008
Bung Shadow, Bung Mila,
Lucu ya… ada orang punya kepercayaan yang kita anggap di luar Islam, trus ngaku-ngaku Islam. Nah.. apa ini bukan keblinger. Kalo punya kepercayaan sendiri yah… namain aja agama Ghulam atau agama Ahmadiyah. Khan beres tuh persoalan.
Ini malah nyebut2 diri Islam, buat orang yang awam Islam tentu ini menyesatkan, bukan?
Kita masih akui Syiah itu Islam, tapi yang satu ini bukan. Trus dia maksain2 diri ngaku Islam. Apa ini nggak melanggar HAM? He..he…
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 13, 2008
Nabi Lama, Swallow, Mila On Ramus…
Tiga serangkai anti ahmadiyah since 2005 hahaha
Coba baca komentar gw diatas !
Ente mau bilang gw orang kafir keq, diluar Islam keq, orang Murtad keq, calon neraka keq…
Bukan Islam keq, dajjal keq… EGP
Karena apa?
Karena ente2 bukan Tuhan yang bisa menentukan seseorang sesat, Islam atau bukan…
Itu menurut Kitab suci kalian..
cuma aneh aja..ente yang mengaku Islam tapi tidak mau menjalankan apa yang diperintahkan oleh Kitab suci ente ya?
kebalikannya gw yang dibilang bukan Islam, Kafir, sesat, dsb malah berusaha mengingatkan apa kata Qur’an kepada ente2…
Gw jadi inget pesan Nabi yang mengatakan barang siapa yang mengatakan seseorang itu kafir, sesat padahal orang tsb tidak demikian maka kekafirannya akan berbalik kepada dirinya…
Jelas???
jadi biar Allah saja yang menilai, apa gw ini Islam atau bukan….
bukan hak ente…
Wassalam,
By alif on Mar 13, 2008
Hendy bilang :
kebalikannya gw yang dibilang bukan Islam, Kafir, sesat, dsb malah berusaha mengingatkan apa kata Qur’an kepada ente2…
Emang Quran bilang MGA nabi euy? Emang Quran bilang nabi Muhammad adalah penutup nabi yg membawa syariat euy?
By mila on Mar 13, 2008
Rasul Ahmad jelas sekali tercantum dalam qur’an !
Emang di Qur’an dibilang Nabi Muhammad adalah nabi terakhir euy?
Emang di Qur’an ada dibilang ahmadiyah sesat euy?
coba ente cari?? kalo ada gw keluar dari ahmadi sekarang juga …
By alif on Mar 13, 2008
Alif:
Rasul Ahmad jelas sekali tercantum dalam qur’an !
Jawab:
Ada… betul… di Quran versi Ahmadi. He… he…
Jadi, apa hadist yang menyebut Ahmad itu Muhammad, menurut Anda dhaif? Yang nggak sejalan ajaran Mirza, Anda buang.
Nah, disini jelas siapa yang Islam atau bukan.
Quran diobok2, hadist dipilih2. Apa itu yang namanya Islam?
Buat aja agama sendiri, kok susah amat.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 14, 2008
Nabi Lama, ini kelihatannya memang belum pernah baca qur’an, Jelas ada koq di qur’an tercantum adanya seorang Rasul yang akan datang yaitu yang bernama Ahmad..Bukan yang bersifat Ahmad..
Kalau Ahmad = Muhammad
lha ente sendiri mau tidak bersyahadat dengan kata Ahmadarasulullah toh menurut anda Ahmad dan Muhammad itu adalah nama yang sama…
Wakakak lucu juga nih Orang Islam seperti ente..
Mengenai Ahmad untuk siapa..tanyakan aja ke nabi Isa yang mengabarkan akan datangnya rasul ahmad tersebut..toh menurut anda Nabi Isa as masih hidup..kalau masih hidup kan bisa ditemui keberadaannya…wakakak
dan yang mengobok-obok Qur’an itu siapa?
di Qur’an jelas tercantum nama AHMAD apa gw salah kalau gw bilang adanya Rasul Ahmad??
Di Qur’an jelas disebutkan Nabi Isa sudah wafat eh ente bilang masih hidup..
Di qur’an jelas hanya Allah saja yang mengetahui tentang masalah kesesatan eh ente mau nyaingi Allah dgn ngomong ahmadi sesat..
DI Qur’an jelas tertulis yang meridhoi dan berhak memberi nama Islam itu hanya Allah eh
ente mau nyaingi Allah dgn ngomong ahmadi bukan Islam..
Nah coba 4 point diatas saja sudah cukup bagi orang untuk menilai Siapa coba yang mengobok-ngobok isi Qur’an???
Ente lah yang mengobok-ngobok isi QUr’an…!!!
Gw jadi curiga nih, ama ente sepertinya ente adalah agennya Paulus untuk melegitimasi keyakinan bahwa Isa itu adalah Tuhan, sampai ente berani mengobok-ngobok isi Qur’an…???
Aneh ente yang ngaku-ngaku orang Islam koq tidak mau baca qur’an udah gitu seenaknya diobok-obok tulisannya !
wakakak
By alif on Mar 14, 2008
Alif:
Gw jadi curiga nih, ama ente sepertinya ente adalah agennya Paulus untuk melegitimasi keyakinan bahwa Isa itu adalah Tuhan, sampai ente berani mengobok-ngobok isi Qur’an…???
Jawab:
Begitu ya jawaban orang yang udah di brain-wash di Ahmadi. Aneh!
Mana jawaban dari hadistnya? Malah ngoceh ke sana kemari.
By Nabi lama on Mar 14, 2008
Alif:
di Qur’an jelas tercantum nama AHMAD apa gw salah kalau gw bilang adanya Rasul Ahmad??
Jawab:
Itu lah orang Ahmadi memang pinter puter-puter kata. Plototin tuh tafsirnya Ahmadi, bandingin ama tafsir Muslim. Apa ada tuh dicetak nama Mirza Ghulam Ahmad di Quran Muslim? Cuma ada di tafsir Ahmadi doang. Kita liat tafsir Ahmadi dibikinnya kapan. Nah, keliatan khan siapa yang nambah-nambahin Quran?
By Nabi lama on Mar 14, 2008
Emang dipikir Quran itu kaya Injil, bisa ditambah tambahi?
By mila on Mar 14, 2008
2. Sejak semula kami warga jemaat Ahmadiyah meyakini bahwa Muhammad Rasulullah adalah Khatamun Nabiyyin (nabi penutup).
Itu apa artinya hen?
By mila on Mar 14, 2008
oo-oow si nabi Lama sudah tidak meyakini qur’an
dia tidak yakin di qur’an ada tertulis namanya Rasul Ahmad..
gw menjadi semakin yakin kalau dia ini agennya yahudi dan paulus…pura-pura ngomongin Islam padahal isi qur’an aja kagak pernah baca…..
By alif on Mar 14, 2008
tiga serangkai ini koq senangnya ngikutin gw terus ya…?? kangen ya ama gw…hehehe
gw pindah ah..jgn di blog ini..udah kepanjangan…
eh ngomong2 kasian temen ente si Mirza tuh nongkrongin terus diforumnya…hehehe
Makan tuh forumnya…
jadi sepikan ditinggal gw….
hehehe
By alif on Mar 14, 2008
Nggak bisa jawab, langsung….ngaciiirr!
By Nabi lama on Mar 14, 2008
Sudah menjadi tradisi…..
By Nabi lama on Mar 14, 2008
Quote Alif:
Kapan gw bilang elo lagi sakaw?
mau make mau ngga keq EGP…
tapi ngomong2 koq komentar-komentar sampeyan koq kayak orang yang lagi begituan ya?
Jawab:
huaa…haaa…haaa…tuh fitnah khan kalau gua lagi gituan.
==========================
Quote:
Sesat kan kata ente, kalo menurut gw sih ngga sesat…
Jawab:
“Sesat” bagi gw berdasarkan Al-Qur’an dan menurut ente ahmadiyah nggak sesat karena berdasarkan “Tadzkirah”…haaa..haaa…haaa itulah perbedaannya…Mana ada manusia menjelma sebagai tuhan….sesat khan….ingat lho pengakuan nabi ente bahwa dirinya adalah tuhan…wakakak…Masalah Khaatam Nabiyyin, Laa Nabiyya ba’di, Isa, Ash-shaff, dll aja udah pade keok sampai PR nya menumpuk masih ngeyel nggak sesat…..wakakkak
Jadi para pembaca bisa membedakan sesat berdasarkan apa dan tidak sesat berdasarkan apa…nah itulah bedanya antara non ahmadi dgn non ahmadi dalam menggunakan dalil…haaa…haaa…haaa
========================
Quote:
coba tunjukan juga dlm ayat berapa bahwa ahmadiyah itu sesat…
kalo tidak ada itu artinya ahmadiyah tidak sesat…
maka pertanyaan ente tsb otomatis gugur…
Jawab:
di situs Ahmadiyah aja udah gw kasih ayat-ayat kategori sesat…macam-macam sesat oleh Allah sudah diterangkannya dlm Al-Qur’an bahkan nabipun juga sdh menjelaskannya…salah satunya Khaataman Nabiiyin(penutup para nabi) dan Laa Nabiyya Ba’di (tidak ada lagi nabi sesudahku)….mana ada Allah pernah mengatakan ada lagi nabi sesudah Nabi Muhammad SAW…..Mana juga ada akan datang tuhan setelah Nabi Muhammad SAW….wakakak. Itu artinya kalau ada orang yang mengaku sebagai Nabi setelah beliau SAW bahkan mengaku tuhan itu artinya orang tersebut adalah orang yg sesat…
masih ngebantah perkataan Allah dan Rasulullah SAW wakakak..Orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasulullah sesat atau tidak Mbah Alif?….haaa…haaa…haaa 
SKAK MAT. Bahkan Ghulam Ahmadpun mengatakan non ahmadi adalah orang yang sesat….haaa…haa…haa SKAK MAT LAGI….jadi kesimpulannya non ahmadi seperti Muhammadiyyah, NU, Persis, dll adalah sesat. Jadi pertanyaan Mbah Alif yg ditujukan ke gw malah berbalik lagi kpd Mbah Alif sendiri, “dalam ayat berapa Muhammadiyyah, NU, Persis, dll adalah sesat”? haaa….haaa…haaa.. SKAK MAT
“DOKTRIN MAKAN TUAN” 
Wakakak…tidak sesat berdasarkan apa Mbah Alif? kalau berdasarkan Al-Qur’an Ahmadiyah itu sesat? lho Nabi ente saja ngakunya tuhan….wakakakak….cari deh di Al-Qur’an kalau ada manusia bisa menjadi tuhan….haaa…haaa…haa….jadi sesat khan.
Nih yang begonya lagi pertanyaan dari Mbah Alif tersebut di SKAK MAT sendiri oleh Ghulam Ahmad, fatwa Ahmadiyah dan perkataan Mbah Alif sendiri.
Sekarang kita mulai dari Ghulam Ahmad dan fatwa Ahmadiyah…menurut Ghulam Ahmad dan fatwa Ahmadiyah orang yang mengingkari Ghulam Ahmad adalah orang yang kafir. Ente tahu khan “kafir”…kafir itu juga termasuk sesat karena sesat adalah menyimpang dari kebenaran=salah jalan…..haaa…haaa..
Yang lucunya lagi Mbah Alif mengatakan pendiri Al-Qiyadah sudah keluar dari Islam..itu artinya orang yang keluar dari Islam itu adalah sesat=salah jalan….dan juga itu artinya Al-Qiyadah adalah sesat.
Jadi pertanyaan Mbah Alif yang ditujukan kpd gw “dlm ayat berapa ahmadiyah sesat” berbalik kpd lagi Mbah Alif?….wakakak…..ini namanya “doktrin makan tuan”…wakakak
nih bukti perkataan ente…
[QUOTE=Alif Posted: Nov 8 2007, 04:15 PM]
Mengenai Ahmad Mushadiq sekali lagi gw tegaskan karena beliau udah merubah-rubah shahadat dan Rukun Islam tidak diwajibkan maka gw tidak bisa menerimanya karena sudah keluar dari Islam…jelas?
silahkan klik disini : http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0
Jadi kesimpulan pertanyaan Mbah Alif tsb sesat atau tidaknya suatu golongan, nama golongan tsb harus tercantum dlm Al-Qur’an dan kalau tidak tercantum berarti tidak sesat….wakakak….ente perlu belajar lagi deh dengan tekun kitab Al-Qur’an……wajar aja Mbah Alif tersesat, logika dan akal aja kagak punya…wakakakak.
===========================
Quote:
mayoritas? Siapa itu mayoritas? Kalau semua menerima, terus kenapa terjadi bunuh-bunuhan kepada khalifah dan terjadi perang saudara..
Jawab:
….nggak naik kelas berapa kali ente
atau nggak pernah sekolah 
mayoritas itu nggak hubungannya dengan urusan bunuh-membunuh…tetapi mayoritas itu hubungannya dgn jumlah terbanyak orang yang menerima kekhalifahan khulafa Ar-Rasyidin.
katanya punya referensi orang terkenal malah kenyataannya omong kosong begini.
…membedakan antara “Mayoritas” dengan “Minoritas” aja kagak ngerti 
huaaa…haaa…haaa…ngerti nggak artinya “MAYORITAS”…nih gw jelasin, anggap aja gw sbg guru yang mengajarkan muridnya ttg definisi suatu kata….masak setiap diskusi harus dijelaskan terus definisi suatu kata…bego amat ente
Mayoritas adalah “JUMLAH ORANG TERBANYAK yang memperlihatkan ciri tertentu menurut suatu patokan dibandingkan dengan jumlah yang lain yang tidak memperlihatkan ciri itu”…udah ngerti nggak….jangan lu samain antara “MAYORITAS” dengan “JUMLAH KESELURUHAN”….itu beda ngerti.
Jadi pertanyaannya orang yang menolak khalifah pd zaman Rasulullah itu lebih kecil atau lebih besar
Masih begong dan Masih tetep bego
Apa para pembaca masih percaya ama Mbah Alif….nggak la yaw
===========================
Quote:
Sesat kan kata ente..kalau menurut gw sih tidak sesat tuh..
jawab:
pertanyaan ini sdh dijawab, lihat diatasnya
Sekarang gw mau tanya, ORANG YANG MENGAKU SEBAGAI TUHAN SESAT ATAU TIDAK?????
=======================
Quote:
menunggu figur yang tepat??? Sampe kapan bos?? Masa diantara 2 milyard umat muslim tidak ada satupun yang menjadi figur yang tepat sih? Hehehe khalifah di zaman sahabat yang hidupnya sezaman dgn nabi saw saja saling bunuh-bunuhan, lha gimana kita yang sudah ribuan tahun di tinggal nabi saw? emangnya menurut ente semudah itu menjadi khalifah? maen tunjuk aja??
mimpi kali ye…
duh enaknya hidup dinaungan seorang khalifah…PENUH BERKAH…kacian deh kamu yang tercerai berai..hehehe
Jawab:

Lagipula mana enaknya dipimpin oleh Khalifah Sesat yang dipimpin oleh nabi palsu dan seorang tuhan kalau mati nantinya di neraka….neraka dibilang enak..apa nggak bego tuh…haaa…haaa…haaa. 

berarti diskusi selanjutnya nggak salah kalau ane memanggil ente “Kacung Alif”
wakakak…wakakak…Mbah ingin menuhankan dirinya sendiri….naudzubillahi min dzalik…banyaklah beritghfar…..Ingat lho ente sendiri pernah menulis “kalau Allah tidak menghendaki dan meridoi seorang khalifah “….masih ingat nggak …kok berubah 180 derajat jadi ingin mengatur Allah dengan suatu keharusan “Naudzubillahi min dzalik”…..yang mengatur semuanya adalah Allah Mbah, bukannya manusia…..Ingat Allah mempunyai sifat berkehendak…apa nggak baca tuh apa yang ditulis oleh saudara “farhan” kalau tidak ada khalifah bagaimana sebaiknya langkah yg diambil menurut Rasulullah…
By farhan on Mar 11, 2008 | Reply
baca aja hadits yg ditulis farhan tsb, apa yg dikatakan Rasulullah dalam Hadits tsb Mbah Alif?….gw ulangi lagi, apa katanya Rasulullah Mbah Alif?…coba ente tuliskan lagi
Jadi gw tanya sekali lagi, “ORANG YANG MENGAKU SEBAGAI TUHAN SESAT ATAU TIDAK?????
Terima kasih ya Mbah Alif gw dipanggil “bos”. Biasanya kalau ada “bos” pasti ada “kacung”…berarti ente “kacung” ya Mbah Alif…haa…haaa
==========================
Quote:
hehehe siapa bilang Allah tidak menghendaki adanya seorang khalifah?
Lha Allah sendiri koq yang menjanjikan dan juga dinubuwatkan oleh nabi suci akan adanya khalifah kenabian…
Jawab:
….kalau dtgnya khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah itu mungkin saja selama Allah berkehendak…kacian, kacian oh kacian…ternyata Mbah Alif banyak berkhayal
kalau kebanyakan berkhayal bisa “gila” lho ente….haaa…haaa…haaa
huaaa…haaa..haaa…mau mengatur Allah….naudzubillahi min dzalik….istighfar Mbah…Istighfar….janganlah ente durhaka kepada Allah Mbah…sekali lagi Istighfar…Istighfar….ingat lho kata ente “kalau Allah tidak menghendaki dan meridoi seorang khalifah “.
gw tahulah kalau Rasulullah dalam haditsnya akan datangnya khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah….he…he…itu artinya yang datang khalifah saja tidak ada pernah Allah maupun Rasulullah mengatakan akan datangnya nabi dan seorang tuhan sebelum kedatangan khalifah tsb….wakakak SKAK MAT..Allah mengatakan “khaatman Nabiyyin” & Rasulullah ngomong laa nabiya ba’di jadi mana mungkin adanya lagi nabi apalagi seorang tuhan
==========================
Quote:
Nah kalau tidak ada paksaan dalam agama, kenapa ente memaksakan kehendak agar ahmadi keluar dari keahmadiyahannya
Jawab:
Apa gw maksa Mbah Alif…kapan…gw hanya menghimbau saja dan menawarkan saja. Kalau gw maksa itu sudah pasti ente gw geret-geret sambil diancam segala…apa pernah gw berbuat seperti itu. Urusan ente mau keluar kek mau tetap sesat kek EGP…haaa…haaa…
Menyampaikan kebenaran itu memang tugas gw lif. Beda dengan ente menyebarkan kesesatan dgn begitu bangganya
Jadi jawabannya apa Mbah Alif, Kenapa Agama Kristen, Hindu, budha, dll selain Islam saja yang lebih dari 100 tahun saja nggak hancur-hancur??????
=======================
Quote:
itu artinya ente tidak berakal, alias biadab…hehehe
Jawab:
justru ente pulalah yang biadab dgn menyesatkan umat islam menuju kesesatan.. 
huuaaa…haaa…haaa…apa nggak salah tuh ente ngomong begitu. Dari dulu khan yang tidak berakal itu khan ente. Apa selama ini gw kagak pernah kasih bukti-bukti kesesatan Ahmadiyah
=========================
Quote:
Ahmadiyah adalah ibarat sebuah pohon yang makin lama makin berkembang dan bercabang karena memang takdir Allah
tentu saja yang memeliharanya adalah Allah…
Jadi maksud gw: anggota Ahmadiyah adalah pohonnya, Allah yang memelihara dan andalah sbg pupuknya
(sorry ya biar ente jelas) gw ibaratkan ente itu kotoran kambing…emang ente tidak merasakan telah memelihara..namanya kambing mana ada yang memelihara tanaman, yang ada malah merusak..tapi dibalik itu kotorannya berguna menjadi pupuk untuk tanaman tsb..
masa gitu aja kagak ngerti sih…
Jawab:
nah kalau kotorannya itu yg dimaksud adalah “ajaran sesat” ente
, yang namanya sesat itu “kotor”….pas deh
Mbah kalau non ahmadi itu justru merusak tanaman tsb bukannya memelihara tanaman tsb….haaa…haaa…haaa….mengibaratkan sesuatu saja masih salah malah doktrin makan tuan…..wakakak 


huaa…haaa…haaa……kambing khan tidak punya akal mirip seperti ente yang diberikan bukti kesesatan tapi tetap tidak menggunakan akalnya jadi para ahmadi itu ibaratnya seperti kambing…jadi ente yang berakin itu Ahmadiyah….sepakat deh
Agama selain Islam saja tidak hancur-hancur Mbah bahkan makin berkembang seperti contohnya kristen.. Apa itu artinya Allah memeliharanya….coba dijawab
Percuma deh lu tinggal nyaplok apa yg dikatakan pentolan-pentolan ente. gw udah tahulah doktrin ttg kotoran tsb. Dalam jalsah salanah Syamsir Ali juga ngomong begituan….nggak nyangka yang dimaksud kambing itu adalah ente yg sebagai jemaatnya dan kotorannya adalah ajaran sesat ente….haa…haa..haa.. sehingga berkat ente yg sebagai kotorannya ahmadiyah makin berkembang….wakakak
==============================
Quote:
Pejuang koq kalah terus dimedan perang? Berani karena malu.. Hehehe
Jawab:
Alif menghibur diri…Alif menghibur diri…bukannya ente yang kalah terus, sampe-sampe PRnya menumpuk….
Apa pernah lu jawab pertanyaan gw dibawah ini dan membuktikannya dgn Al-Qur’an.
haaa…haaa..haaa..
GW MAU NANYA HEN, GHULAM AHMAD MENDAKWAKAN DIRI SBG APA AJA HEN? COCOK TIDAK PENDAKWAANNYA DENGAN HADITS YANG LU IMANI? KENAPA GHULAM AHMAD DLM WAHYUNYA ADALAH TUHAN? APA YANG TERTULIS DIDALAM HADITS TTG KEDATANGAN ISA, “ISA BIN MARYAM” ATAUKAH MANUSIA SEPERTI ISA, MUHAMMAD, KRISHNA, BUDHA, DLL”? TOLONG BUKTIKAN DGN AL-QUR’AN TTG KEDATANGAN MANUSIA SEPERTI ISA, MUHAMMAD, KRISHNA, BUDHA, DLL?
haa….haa…itu baru segitu belum yg lainnya
apa pernah tuh dijawab…
=========================
Quote:
membuat suatu pertanyaan saja sudah demikian bingungnya…apa coba maksudnya ini:
” Tolong sebutkan masing-masing kiasannya seperti apa (menurut ente itu khan hanya kiasan). Kemudian apa yang sudah jawab dibuktikan dgn Al-Qur’an.”?
Kiasannya seperti apa? Wakakak…..
Jawab:



Kalau orang bego nggak bakalan ngerti maksud pertanyaan tsb
ente bilang khan Isa ente artikan manusia seperti Isa, muhammad maksudnya juga manusia seperti muhammad, nah kalau budha, krishna, dll apa lho???? khan mudah tinggal ngelanjutin aja khan….jawab gini aja kagak ngerti…..apa lu mau bilang Isa, Muhammad, Musa, Budha, krishna, dll itu semuanya adalah manusia seperti isa…ini malah lebih “bego lagi”….wakakak
Dikias ataupun tidak dikias pun ujung-ujung keok juga karena tidak ada pembuktiannya melalui Al-Qur’an…wakakakak.
Hadits yg Isa ente imani ada nggak menyebutkan bahwa yang turun adalah Muhammad, budha, krishna, dlll….wakakak. Justru kalau ente mengutip hadits turunnya Isa, Nabi ente sama juga seorang pendusta alias dajjal atau nabi palsu karena menurut ente hanya Isa saja yang turun, bukan muhammad, budha, krishna, musa, dll bahkan juga bukan seorang tuhan….wakakak SKAK MAT.
Malu deh kalau selama ini ente menjawab model anak kecil
BTW menurut keyakinan Ahmadi Isa yg turun nanti seorang nabi atau seorang tuhan Mbah Alif????….wakakak
============================
Quote:
Waktu pidato dimana nih?? Soalnya Abu Bakar sering berpidato…
jawab itu dulu biar jelas? Waktunya kapan dan dimana tempatnya…?
Jawab:
Khan gw sudah kasih petunjuk khalifah yg bagaimana yg harus ditaati dan orang yang menolak khalifah itu termasuk apa….itu semua ada dalam pidatonya abu bakar.
=============================
Quote:
Lagian kenapa tidak langsung saja mendengar apa kata Nabi suci saw bahwa khalifah yang akan datang adalah khalifah la min hajin nubuwwah. Kalifah yang berjalan diatas prinsip-prinsip kenabian.. Itu artinya harus ada seorang nabi dulu baru diikuti oleh khalifah…
Jawab:
dan jangan lupa beliau SAW berkata “laa nabiyya ba’di”
jangan lupa ente baca yang diposting oleh farhan pada tgl 11 Maret 2008… 
gw tahulah hadits tersebut….ente mengambilnya khan sepotong-sepotong itu haditsnya…dalam hadits tsb disebutkan yg pertama kali ttg kedatangan nabi, kemudian khalifah la min hajin nubuwwah , kemudian kerajaan, kemudian khalifah la min hajin nubuwwah. Ketika Rasulullah menyebutkan khalifah la min hajin nubuwwah selanjutnya Rasulullah terdiam. Nanti gw carikan tulisan haditsnya selengkapnya. Coba ente perhatikan yg pertama kali Rasulullah menyebutkan kedatangan nabi, selanjutnya ente perhatikan antara “kerajaan” dengan “khalifah la min hajin nubuwwah”, tidak ada sedikitpun Rasulullah mengatakan akan kedatangan nabi apalagi tuhan (naudzubillahi min dzalik)….kalau akan kedatangan nabi pasti Rasulullah sdh menyebutkannya sama seperti diawal perkataannya….wakakak..
Nggak heranlah ente mengutip perkataan Allah ataupun Rasulullah sepotong-sepotong. Itu memang tabiat ente yang suka mendustakan perkataan Allah dan Rasulullah SAW
===========================
Quote:
Lho koq maksa…buktikan aja dulu..paling-paling itu fitnahan ente…kagak jauh-jauh deh…gw yakin..
kalau ente bisa menjamin gw akan masuk surga dan diselamatkan dari neraka jika gw keluar ahmadiyah maka hari ini juga gw akan keluar dari ahmadi..
bisakah ente menjamin gw ? Kalau tidak bisa kenapa maksa?
siapa ente? Koq maksa-maksa keyakinan gw? Allah dan nabinya aja tidak pernah memaksa keyakinan .. Eh ente..Tuhan bukan, Nabi bukan, Ulama pun bukan, punya pengikut aja tidak, Pengikutnya dari dulu Cuma si Nabi lama dan si Mila, 2 orang pengikut setia..wakakak..
Jawab:
….pembaca tahulah kalau orang yang tidak berani itu adalah orang yang berdusta…..mengatakan ahmadiyah nggak pernah berbuat bid’ah tetapi ketika mempertanggungjawabkan apa yang diucapkannya malah keder….wakakak, ujung-ujungnya kelihatan kalau entelah yg sedang berdusta….haaa…haaa..haaa…Ternyata Mbah Alif rela meninggal dlm keadaan sesat ketimbang wafat dlm keadaan mengikuti jalan yg lurus…wakakak….hidup dineraka bagi Mbah Alif lebih nikmat ketimbang di surga….wakakak.
Wakakak…wakakak…tuh khan nggak berani….kalau gw memfitnah untuk apa menantang ente untuk membuktikannya….bego amat ente…wakakak
Selain itu siapa yang maksa….gw hanya ingin membuktikan kpd para pembaca bahwa siapa sebenarnya diantara kita yg berdusta dan siapaun yang berdusta harus menerima konskwensinya dengan menerima adzab dan laknat Allah haa…haaa…haaa…apa ente berani….gitu aja udah keder….maklum pembaca iman mereka(ahmadi) iman tempe….haaa…haa…haa
Jadi saya ulangi lagi ya tantangan gw Mbah Alif:
KALAU SAYA BISA MEMBUKTIKAN AHMADIYAH TELAH BERBUAT BID’AH, BERSEDIAKAH ANDA KELUAR DARI AHMADIYAH?
ente sendiri tahu bidah itu sesat dan kesesatan itu tempatnya di neraka…jadi kalau saya bisa membuktikan ahmadiyah pernah berbuat bid’ah kenapa anda tetap ngeyel tetap berada dalam kesesatan…malah tidak waras ente…dimana-mana orang berusaha untuk tidak masuk neraka…ehhhh ini ente malah seneng masuk kedalam neraka…..waakakak ujung-ujungnya ternyata “bebal” juga…..lagu lama….coba deh ente menjawabnya
nanti urusan ente mengingkari atau tidak sumpah ente itu urusan ente….gw nggak maksa…tinggal ente nanti menerima konskwensinya kalau mengingkari sumpah ente….bagaimana bersedia atau tidak????????
gw yakin deh ujung-ujungnya keok lagi…..haaa…haaa…haaa
===============================
Quote:
kalau ente bisa menjamin gw akan masuk surga dan diselamatkan dari neraka jika gw keluar ahmadiyah maka hari ini juga gw akan keluar dari ahmadi..bisakah ente menjamin gw ? Kalau tidak bisa kenapa maksa?
Jawab:
…..mana ada manusia bisa menjamin orang bisa masuk surga….makanya Al-Qur’an itu dibaca setiap waktu dgn serius…bukannya buku doktrin sesat yang dipelajari terus meneru 
tuh khan para pembaca Mbah Alif kelihatan begonya
===============================
Quote:
Khalifah itu bukan untuk diimani tapi untuk taati…suseh emang diskusi ama orang yang tulalit..
Mengenai Aisyah yang menolak khalifah..lha katanya khalifah itu harus diakui mayoritas umat Islam…gimana sih ente??
kok plinplan..dot com
Jawab:
apa ente dan ahmadiyah mengatakan hukumnya “kafir” Mbah Alif?????? artinya ente mengkafirkan Aisyah dan orang-orang pd zaman Rasulullah, begitukah Mbah Alif? 
wakakak….nah ente ngerti kalau khalifah bukan untuk diimani….itu artinya orang yang menolak khalifah hukumnya bukan kafir toh seperti halnya Aisyah….lalu kenapa Ahmadiyah memfatwa kafir….coba dijawab…wakakak….jadi ente itu yang tulalit….jawaban ini kembali lagi deh pada pidatonya abu bakar. Abu bakar menjelaskan dalam pidatonya orang-orang yang menolak dirinya sbg khalifah termasuk apa dan bagaimana khalifah yang harus ditaati? makanya cari dong referensi buku orang terkenal….wakakak.
Nih gw kasih sedikit penjelasan…..khalifah yang harus ditaati itu adalah khalifah yang mentaati Allah dan Rasulnya sedangkan khalifah tsb menentang Allah tidak ada kewajiban untuk mematuhinya….nah Ghulam Ahmad saja tidak taat kepada Allah dan Rasulnya, jadi kenapa ente mesti taat kepadanya….ingat lho dia it seorang tuhan…jadi sesat….orang sesat tidak wajib dipatuhi……tapi pantas mendapatkan laknat Allah..
Jadi pertanyaannya “orang yang tidak taat thd khalifah hukumnya apa Mbah Alif”?
heee…heee…masih aja kagak ngerti arti mayoritas….wakakak…udah gw kasih definisinya diatas. Apakah menurut ente mayoritas itu jumlah keseluruhan…wakakak…bego amat ente…apa ente anggap aisyah itu mayoritas dan orang yang mengakui khalifah itu minoritas…lebih bego lagi ente….haaa….haa…haaa.
Para pembaca aja pasti akan tertawa geli membaca jawaban ente yang tidak bisa membedakan antara “Mayoritas”, “Minoritas”, dan “Jumlah Keseluruhan”.
=============================
Quote:
Bodoh..mana ada murid idiot ngasih nilai kepada gurunya…apalagi ngasih PR..
Jawab:
wakakakak…wakakak….kapan gw berguru sama ente….haaa…haaa…haaa..MBah Alif menghibur diri…Mbaaaaah Aliiiiiif Menghibuuuuur diriiiiii….haaa…haaa….haa.
Ente aja manggil gw bos berarti ente khan kacung…..dimana-mana bos itu yang ngajarin kacung….haaa…haaa.
===========================
Quote
pertanyaannya lucu lagi:
SIAPAKAH ISA YANG TURUN MBAH ALIF, KALAU BUKAN GHULAM AHMAD?
Gw ini kan meyakini Ghulam Ahmad sebagai Isa yang dijanjikan, lha koq ngasih pertanyaan bego begitu??
Pertanyaan itu tuh justru buat ente-ente…
wasallam
Jawab:
wakakak…wakakakk…wakaak…..kura-kura dalam perahu…INGAK-INGAK DI MILIS MANAPUN ATURAN ENTE TETAP BERLAKU….haaa…haa…haaa
jadi jawabannya apa pertanyaan saya dibawah ini….
SIAPAKAH ISA YANG TURUN MBAH ALIF, KALAU BUKAN GHULAM AHMAD?
GW MAU NANYA LIF, GHULAM AHMAD MENDAKWAKAN DIRI SBG APA AJA HEN? COCOK TIDAK PENDAKWAANNYA DENGAN HADITS YANG LU IMANI? KENAPA GHULAM AHMAD DLM WAHYUNYA ADALAH TUHAN? APA YANG TERTULIS DIDALAM HADITS TTG KEDATANGAN ISA, “ISA BIN MARYAM” ATAUKAH MANUSIA SEPERTI ISA, MUHAMMAD, KRISHNA, BUDHA, DLL”? TOLONG BUKTIKAN DGN AL-QUR’AN TTG KEDATANGAN MANUSIA SEPERTI ISA, MUHAMMAD, KRISHNA, BUDHA, DLL?
wakakakak Mbah Alif udah dipermalukan oleh aturannya sendiri dan PR nya….wakakak
ini masih belum PR lainnya…..masih menumpuk deh….wakakak.
===================
By shadow on Mar 15, 2008
Dari Nu’man bin Basyir.a:
Rasullah bersabda: “Masa kenabian itu berlangsung ditengah-tengah kalian selamanya yang dikehendaki oleh Allah, kemudian dia menangkatnya apa ia menghendaki untukmengangkatnya. Kemudian berlangsung masa khalifah la min hajin nubuwwah selama yang dikehendaki oleh Allah, kemudian dia mengangkatnya apabila Allah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang menggigit selama yang dikehendaki oleh Allah, kemudian Dia mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerjaaan yang sewenang-wenang selama yang dikehendaki oleh Allah, kemudian Dia mengangkatnya apabila Dia menghendaki untukmengangkatnya. Kemudian akan ada khalifah la min hajin nubuwwah. kemudian beliau diam (HR.Ahmad IV/273, Al-Baihaqi)
By farhan on Mar 15, 2008
Quote farhan:
Dari Nu’man bin Basyir.a:
Rasullah bersabda: “Masa kenabian itu berlangsung ditengah-tengah kalian selamanya yang dikehendaki oleh Allah, kemudian dia menangkatnya apa ia menghendaki untukmengangkatnya. Kemudian berlangsung masa khalifah la min hajin nubuwwah selama yang dikehendaki oleh Allah, kemudian dia mengangkatnya apabila Allah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerajaan yang menggigit selama yang dikehendaki oleh Allah, kemudian Dia mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian berlangsung masa kerjaaan yang sewenang-wenang selama yang dikehendaki oleh Allah, kemudian Dia mengangkatnya apabila Dia menghendaki untukmengangkatnya. Kemudian akan ada khalifah la min hajin nubuwwah. kemudian beliau diam (HR.Ahmad IV/273, Al-Baihaqi)
JAWAB:
Terima kasih Bang Farhan atas haditsnya……
Haloo Kacung Alif…..tunjukin dlm hadits yg ditulis farhan tsb Rasulullah SAW ada mengatakan akan datangnya nabi dan seorang tuhan sebelum kata “khalifah la min hajin nubuwwah”….wakakak
By shadow on Mar 15, 2008
Bung Shadow,
Walau dia sudah ngacir dari sini. Kita ikutin ekornya terus, di Jusman. Dari sana apa dia mau ngacir lagi, habis lah dia. Itu pun kalo dia udah nggak ada rasa malu ama Jusman.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 16, 2008
oke kita kejar Pak.Ane…
Saya sampe tertawa pak postingan Mbah Alif nanyain ttg Ahmad….udah keok begitu masih bebal juga
By shadow on Mar 17, 2008
Quote:
Ente mau bilang gw orang kafir keq, diluar Islam keq, orang Murtad keq, calon neraka keq…
Jawab:
huaaa…haaa…haaa…Nabi ente maupun fatwa Ahmadiyah ngomong apa lif ttg non Ahmadi…percuma deh PR di forum islamic saja ttg “kafir” masih belum dijawab….maklum Mbah Alif pikunnya semakin berat.
nih malunya lagi ente ngomong begini….
[QUOTE=Alif Posted: Nov 8 2007, 04:15 PM]
Mengenai Ahmad Mushadiq sekali lagi gw tegaskan karena beliau udah merubah-rubah shahadat dan Rukun Islam tidak diwajibkan maka gw tidak bisa menerimanya karena sudah keluar dari Islam…jelas?
silahkan klik disini : http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0
==========================
Quote:
Karena ente2 bukan Tuhan yang bisa menentukan seseorang sesat, Islam atau bukan…
Jawab:

Pikun lagi….Apa lupa nabi ente bilang non ahmadi itu sesat……wakakaak….jangan lupa tuh PRnya masih saja belum terjawab di forum Islamic ttg jawaban ente tsb…..Alif mengadopsi pemikirannya JIL
nih ente lihat lagi postingan ente biar puas…
[QUOTE=Alif Posted: Nov 8 2007, 04:15 PM]
Mengenai Ahmad Mushadiq sekali lagi gw tegaskan karena beliau udah merubah-rubah shahadat dan Rukun Islam tidak diwajibkan maka gw tidak bisa menerimanya karena sudah keluar dari Islam…jelas?
silahkan klik disini : http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0
wakkkaaak…senjata makan tuan
=========================
Quote:
Itu menurut Kitab suci kalian..
Jawab:
huaaa…huaa…haaa….tuh alif ngomongnya kpd non ahmadi “kitab suci kalian”….artinya kitab sucinya kita dengan kitab suci alif berbeda….wakakak….non ahmadi berkitabkan “Al-Qu’ran” sedangkan Alif/Ahmadi berkitabkan “Tadzkirah”…wakakak
==================================
Quote:
cuma aneh aja..ente yang mengaku Islam tapi tidak mau menjalankan apa yang diperintahkan oleh Kitab suci ente ya?
Jawab:
hhaaaa…haaa…haaa….tuh kata si alif “kitab suci ente”….artinya kitab suci kita dengan Alif udah beda….wakakak.
========================
Quote:
kebalikannya gw yang dibilang bukan Islam, Kafir, sesat, dsb malah berusaha mengingatkan apa kata Qur’an kepada ente2…
Jawab:
wihh…wihhh…pake memfitnah segala…kapan gw bilang ente bukan Islam, Kafir. Nah kalau sesat gw pernah sih ngomong begitu…..udah ada lah kriteria sesat di Al-Qur’an. Ente saja yang males buka-buka Al-Qur’an.
nih salah contohnya…
QS.33:36,”Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
ente khan sudah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya karena membangkang thd perkataan Alllah “Rasulullah adalah penutup para nabi” dan kata Rasulullah “tidak ada lagi nabi sesudahku”. Jadi wajar kalau gw bilang ente itu telah sesat.
Ayat lain ttg sesat ente lihat saja di ahmadiyah.co.nr, ente khan pernah diskusi sama ane ttg hal ini tapi ente bungkam khan
============================
Quote:
Gw jadi inget pesan Nabi yang mengatakan barang siapa yang mengatakan seseorang itu kafir, sesat padahal orang tsb tidak demikian maka kekafirannya akan berbalik kepada dirinya…
Jawab:
Wakakak…wakakakkk…wakakak…Nabi ente dan Ahmadiyah, apa tdk pernah mengatakan non ahmadi kafir…wakakak…wakakaka…wakakak…Nabinya sendiri dan Ahmadiyah di SKAK MAT oleh jawabannya Alif….sebelum ngomong itu ngaca terlebih dahulu Mbah…udah pikun nih orang…..masalah ini udah ada di forum islamic dan PRmu ini belum terjawab sedikitpun oleh ente
=========================
Quote:
Rasul Ahmad jelas sekali tercantum dalam qur’an !
Emang di Qur’an dibilang Nabi Muhammad adalah nabi terakhir euy?
Jawab:
percuma deh PR ente mengenai hal tsb masih belum terjawab dan ujung-ujung malah keok….wakakakak..
========================
Quote:
Emang di Qur’an ada dibilang ahmadiyah sesat euy?
coba ente cari?? kalo ada gw keluar dari ahmadi sekarang juga …
jawab:
sumpah deh lif orang yg membaca pertanyaanmu ini akan menganggap ente ini “super sangat bego sekasli”….wakakak..wakakak….bagaimana dgn “Al-Qiyadah” Mbah Alif. Berarti ente mengakui bahwa Al-Qiyadah itu tidak sesat dikarenakan di Al-Qur’an tidak pernah ada menyebutkan Al-Qiyadah itu sesat 
:D
:D
:D
huaaa…haaa…haaa…haaaa
lucunya ente bilang begini….
[QUOTE=Alif Posted: Nov 8 2007, 04:15 PM]
Mengenai Ahmad Mushadiq sekali lagi gw tegaskan karena beliau udah merubah-rubah shahadat dan Rukun Islam tidak diwajibkan maka gw tidak bisa menerimanya karena sudah keluar dari Islam…jelas?
======================
Quote:
Nabi Lama, ini kelihatannya memang belum pernah baca qur’an, Jelas ada koq di qur’an tercantum adanya seorang Rasul yang akan datang yaitu yang bernama Ahmad..Bukan yang bersifat Ahmad..
Kalau Ahmad = Muhammad
lha ente sendiri mau tidak bersyahadat dengan kata Ahmadarasulullah toh menurut anda Ahmad dan Muhammad itu adalah nama yang sama…
Wakakak lucu juga nih Orang Islam seperti ente..
Mengenai Ahmad untuk siapa..tanyakan aja ke nabi Isa yang mengabarkan akan datangnya rasul ahmad tersebut..toh menurut anda Nabi Isa as masih hidup..kalau masih hidup kan bisa ditemui keberadaannya…wakakak
dan yang mengobok-obok Qur’an itu siapa?
di Qur’an jelas tercantum nama AHMAD apa gw salah kalau gw bilang adanya Rasul Ahmad??
Di Qur’an jelas disebutkan Nabi Isa sudah wafat eh ente bilang masih hidup..
Di qur’an jelas hanya Allah saja yang mengetahui tentang masalah kesesatan eh ente mau nyaingi Allah dgn ngomong ahmadi sesat..
DI Qur’an jelas tertulis yang meridhoi dan berhak memberi nama Islam itu hanya Allah eh
ente mau nyaingi Allah dgn ngomong ahmadi bukan Islam..
Nah coba 4 point diatas saja sudah cukup bagi orang untuk menilai Siapa coba yang mengobok-ngobok isi Qur’an???
Ente lah yang mengobok-ngobok isi QUr’an…!!!
Gw jadi curiga nih, ama ente sepertinya ente adalah agennya Paulus untuk melegitimasi keyakinan bahwa Isa itu adalah Tuhan, sampai ente berani mengobok-ngobok isi Qur’an…???
Aneh ente yang ngaku-ngaku orang Islam koq tidak mau baca qur’an udah gitu seenaknya diobok-obok tulisannya !
wakakak
Jawab:
Aliiiiif Menghiburrr Diriii 1000x
Wakakak…wakakakkk…waakakak….Mbok ya diminum obatnya biar nambah pikunnya
Apa sudah lupa tuh tantangan gw….wakakak…
============================
Quote:
lha ente sendiri mau tidak bersyahadat dengan kata Ahmadarasulullah toh menurut anda Ahmad dan Muhammad itu adalah nama yang sama…
Jawab:
Syahadat saja dihina dan dirubah oleh Mbah Alif…Naudzubillahi min dzalik..orang seperti ini pantas mendapatkan adzab dan laknat dari Allah.
============================
Quote:
Di qur’an jelas hanya Allah saja yang mengetahui tentang masalah kesesatan eh ente mau nyaingi Allah dgn ngomong ahmadi sesat..
Jawab:
kebodohannya diulangi lagi
==========================
Quote:
Gw jadi curiga nih, ama ente sepertinya ente adalah agennya Paulus untuk melegitimasi keyakinan bahwa Isa itu adalah Tuhan, sampai ente berani mengobok-ngobok isi Qur’an…???
Jawab:
gw ente jadi curiga Ghulam Ahmad dan ente adalah “agennya setan”
Huaaa…haaa…haaaa…Ghulam Ahmad ngakunya tuhan lif…..berani sekali Nabi ente mengobok-obok isi Al-Qur’an
=========================
Quote:
Aneh ente yang ngaku-ngaku orang Islam koq tidak mau baca qur’an udah gitu seenaknya diobok-obok tulisannya !
Jawab:
Apa ente pernah baca di Al-Qur’an ada tertulis manusia bisa menjadi tuhan dan mempunyai sebagian sifat-sifat Allah…
=======================
Quote:
DI Qur’an jelas tertulis yang meridhoi dan berhak memberi nama Islam itu hanya Allah eh
ente mau nyaingi Allah dgn ngomong ahmadi bukan Islam..
Jawab:
[QUOTE=Alif Posted: Nov 8 2007, 04:15 PM]
Mengenai Ahmad Mushadiq sekali lagi gw tegaskan karena beliau udah merubah-rubah shahadat dan Rukun Islam tidak diwajibkan maka gw tidak bisa menerimanya karena sudah keluar dari Islam…jelas?
silahkan klik disini : http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0
======================
By shadow on Mar 17, 2008
Dari Jabir bin Abdullah: Rasullulah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pada masa terakhir dari umatku akan ada khalifah yang membagi-bagi harta dengan tiada terhitung.” Al-Juzairi (salah seorang perawi hadits ini) berkata: “Saya bertanya kepada Abu Nadharah dan Abul ‘Ala’: “Apakah anda berdua berpendapat bahwa orang tersebut adalah Umar Abdul Aziz?” Mereka menjawab: ”Bukan!” [HR. Muslim]
By farhan on Mar 17, 2008
Quote farhan:
Dari Jabir bin Abdullah: Rasullulah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Pada masa terakhir dari umatku akan ada khalifah yang membagi-bagi harta dengan tiada terhitung.” Al-Juzairi (salah seorang perawi hadits ini) berkata: “Saya bertanya kepada Abu Nadharah dan Abul ‘Ala’: “Apakah anda berdua berpendapat bahwa orang tersebut adalah Umar Abdul Aziz?” Mereka menjawab: ”Bukan!” [HR. Muslim]
JAWAB:
Mbah Alif mana ada hadits yg ditulis farhan tsb menyebutkan akan kedatangan nabi sebelum kedatangan khalifah
By shadow on Mar 17, 2008
Quote:
adanya seorang Rasul yang akan datang yaitu yang bernama Ahmad..Bukan yang bersifat Ahmad..
jawab:
bisa dilihat postingan shadow Posted on Nov 13 2007, 12:57 PM
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=62&st=60#entry2796775
By mila on Mar 17, 2008
Nah masih ada muka nggak ya, Hendy alias Alif alias ….
By Nabi lama on Mar 17, 2008
Tenang gurumu masih nongkrong disini….
semua kebagian tanda tangan..hehehe
Murid-muridku, beberapa Ulama sepakat bahwa yang dimaksud khalifah la min hajin nubuwah diakhir zaman dlm hadist tsb adalah khalifah Imam Mahdi yang berdiri di atas kenabian…
Murid-muridku..Imam mahdi itu artinya pemimpin yang mendapat petunjuk (tentu saja petunjuk dari Allah) beliau juga sebagai khalifah
Sdr. Farhan sudah menquote hadist yang mendukung bahwa khalifah tsb akan membagi-bagikan harta itu artinya khalifah tsb adalah khalifah Imam Mahdi yang akan membagi-bagikan harta
Jadi segeralah kalian berbaiat kepada khalifah Imam Mahdi murid-muridku..
Barang siapa yang tidak ada ikatan baiat di lehernya maka matinya mati jahiliyah…
wakakak
By alif on Mar 18, 2008
Jadi segeralah kalian berbaiat kepada khalifah Imam Mahdi murid-muridku..
Barang siapa yang tidak ada ikatan baiat di lehernya maka matinya mati jahiliyah…
wakakak
janganlah kalian baiat pada dajjal yang mengaku nabi
By mila on Mar 18, 2008
Quote:
Tenang gurumu masih nongkrong disini….
semua kebagian tanda tangan..hehehe
Murid-muridku, beberapa Ulama sepakat bahwa yang dimaksud khalifah la min hajin nubuwah diakhir zaman dlm hadist tsb adalah khalifah Imam Mahdi yang berdiri di atas kenabian…
Murid-muridku..Imam mahdi itu artinya pemimpin yang mendapat petunjuk (tentu saja petunjuk dari Allah) beliau juga sebagai khalifah
Sdr. Farhan sudah menquote hadist yang mendukung bahwa khalifah tsb akan membagi-bagikan harta itu artinya khalifah tsb adalah khalifah Imam Mahdi yang akan membagi-bagikan harta
Jadi segeralah kalian berbaiat kepada khalifah Imam Mahdi murid-muridku..
Barang siapa yang tidak ada ikatan baiat di lehernya maka matinya mati jahiliyah…
wakakak
jawab:
perkataan ulama yg diimani bukannya perkataan Rasulullah 
Wakakak…
Ngaku guru lagi…mana ada kacung menggurui bos
Quote:
Sdr. Farhan sudah menquote hadist yang mendukung bahwa khalifah tsb akan membagi-bagikan harta itu artinya khalifah tsb adalah khalifah Imam Mahdi yang akan membagi-bagikan harta
Jawab:
kalau mengeruk uang dengan pengikutnya membayar berbagai macam candah sih iya 
apa ada dlm hadits tsb menyebut ttg Imam Mahdi dan menyebut akan datangnya nabi….wakakakak
Kapan khalifah ente membagi-bagikan harta
By shadow on Mar 18, 2008
Quote:
Jadi segeralah kalian berbaiat kepada khalifah Imam Mahdi murid-muridku..
Barang siapa yang tidak ada ikatan baiat di lehernya maka matinya mati jahiliyah…
wakakak
Jawab:
hadits beginian lu imani….payah
By shadow on Mar 18, 2008
Khalifah yang mana yang bagi2 harta.
Bukannya khalifah Ahmadi malah ngumpulin chandah?
Buat siapa uang itu dikumpulkan?
Nah, apa ini yang disebut khalifah Imam Mahdi?
Anak lulusan SD Inpres juga ngerti, harta itu dikumpulin buat bikin jamaahnya “keliatan gede”, pemimpinnya kaya,jamaahnya banyak. Padahal….
Pengikutnya banyak yang terpaksa, padahal itu diluar yang diwajibkan (bagi Muslim), zakat.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 18, 2008
Shadow muridku..
jangan GR ya BOS itu singkatan dari Bekas Orang Sakit..hehehe.
Murid2ku janganlah kalian hidup ini terpaku oleh harta dunia…itu bukanlah tujuan hidup manusia diciptakan oleh Allah, jadi murid2ku tidak ada ceritanya Imam mahdi akan membagi-bagikan harta dunia… Untuk urusan harta dunia bukanlah tugas Imam Mahdi dan utusan-utusan Allah untuk merubah nasib kalian… dlm Qur’an dijelaskan hanya kalian sendirilah yang bisa merubah nasib kalian..
Murid2ku janganlah kalian bermimpi dgn kedatangan Imam Mahdi maka semisal beras, minyak tanah, Migor dll akan gratis dibagikan ke jamaahnya..
yang dimaksud harta disini adalah harta Rohani
berupa khazanh-khazanah ilmu agama yang belum tergali…
jadi murid2 ku segeralah kalian berbaris untuk berbaiat dan menerima imam mahdi kalian…
wakakak
By alif on Mar 19, 2008
Ini dia:
“Maka, Tahrik Jadid adalah sebagai
hadiah tanda kepercayaan Allah swt untuk
menyatakan bahwa sebelum berdiri Tertib Baru
menurut Al-Wasiat dengan lengkap, lebih dahulu kita adakan suatu gambaran kecil mengenai Tertib Baru itu berupa TahrikJadid ini supaya dengan usaha yang suci ini akan berdirilah kekuatan pusat dan keuangan untuk lebih meluaskan tabligh Ahmadiyah, yang berarti
meluaskan rencana Al-Wasiat itu.”
TERTIB BARU
MENURUT ALWASIYAT
PETIKAN DARI
BUKU TERTIB BARU
Oleh
HAZRAT MIRZA
BASHIRUDDIN MAHMUD AHMAD
Khalifatul Masih II r.a
JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA
1988
Halaman 19
By Nabi lama on Mar 19, 2008
oh ya satu lagi buat nabi lama muridku yang setia dan tidak pernah lulus2 dari tahun 2005, camkanlah oleh kalian bahwa Imam Mahdi bukanlah seorang konglomerat ataupun seorang Taipan yang bisa membagi-bagikan harta dunia seperti yang kalian impi2kan..
coba kalian pikirkan Bisnis apa yang dikerjakan oleh Imam Mahdi sampai bisa membagi-bagikan harta dunianya ke seluruh pelosok negeri?
Murid2ku bukalah tirai yang menutup hati dan otak mu agar kalian bisa berpikir lebih terang..
Janganlah karena azab yang ditimpakan kepada bangsa Indonesia ini seperti beras mahal, harga sembako mencekik leher kalian, minyak tanah susah, minyak goreng mahal bencana dimana-mana dll maka kalian kemudian berkhayal dengan kedatangan Imam mahdi yang membawa harta dunia untuk dibagi-bagikan kepada rakyat miskin kemudian rakyat akan sejahtera
tidak ada ceritanya itu…
Terimalah azab tsb dengan lapang dada dan beristiqomahlah kalian
oh ya murid-muridku janganlah kalian menyalahkan Tuhan dan pemimpin-pemimpin kalian karena semua kerusakan yang ada dimuka bumi ini dikarenakan ulah manusia juga ulah kalian juga..
yang sudah menyia-nyiakan kedatangan Imam mahdi seorang utusan Allah….
Allah tidak akan mengazab suatu umat sebelum didatangkan seorang Rasul kepada mereka
segeralah kalian untuk berbaris dan antri (seperti ibu-ibu yang menanti pembagian minyak tanah) untuk berbaiat kepada Imam Mahdi kalian agar bencana dan berbagai penderitaan di Indonesia segera berakhir…
wakakak
By alif on Mar 19, 2008
Quote:
Shadow muridku..
jangan GR ya BOS itu singkatan dari Bekas Orang Sakit..hehehe.
JAWAB:
wakakak…wakakak berusaha berkelit….kalau memang itu artinya kenape nggak disebut dari dulu-dulu Kacung…
Quote:
Murid2ku janganlah kalian hidup ini terpaku oleh harta dunia…itu bukanlah tujuan hidup manusia diciptakan oleh Allah, jadi murid2ku tidak ada ceritanya Imam mahdi akan membagi-bagikan harta dunia… Untuk urusan harta dunia bukanlah tugas Imam Mahdi dan utusan-utusan Allah untuk merubah nasib kalian… dlm Qur’an dijelaskan hanya kalian sendirilah yang bisa merubah nasib kalian..
JAWAB:
Wakakak…wakakak berkelit lagi.. Ceritanya nggak ada lagi nabi gitu aja kok repot..
Quote:
Murid2ku janganlah kalian bermimpi dgn kedatangan Imam Mahdi maka semisal beras, minyak tanah, Migor dll akan gratis dibagikan ke jamaahnya..
yang dimaksud harta disini adalah harta Rohani
berupa khazanh-khazanah ilmu agama yang belum tergali…
jadi murid2 ku segeralah kalian berbaris untuk berbaiat dan menerima imam mahdi kalian…
wakakak
JAWAB:
Harta rohani berupa ilmu sesat… Wakakak
Kesimpulannya Alif Menghibur diri
By shadow on Mar 19, 2008
Quote:
oh ya satu lagi buat nabi lama muridku yang setia dan tidak pernah lulus2 dari tahun 2005, camkanlah oleh kalian bahwa Imam Mahdi bukanlah seorang konglomerat ataupun seorang Taipan yang bisa membagi-bagikan harta dunia seperti yang kalian impi2kan..
coba kalian pikirkan Bisnis apa yang dikerjakan oleh Imam Mahdi sampai bisa membagi-bagikan harta dunianya ke seluruh pelosok negeri?
Murid2ku bukalah tirai yang menutup hati dan otak mu agar kalian bisa berpikir lebih terang..
Janganlah karena azab yang ditimpakan kepada bangsa Indonesia ini seperti beras mahal, harga sembako mencekik leher kalian, minyak tanah susah, minyak goreng mahal bencana dimana-mana dll maka kalian kemudian berkhayal dengan kedatangan Imam mahdi yang membawa harta dunia untuk dibagi-bagikan kepada rakyat miskin kemudian rakyat akan sejahtera
tidak ada ceritanya itu…
Terimalah azab tsb dengan lapang dada dan beristiqomahlah kalian
oh ya murid-muridku janganlah kalian menyalahkan Tuhan dan pemimpin-pemimpin kalian karena semua kerusakan yang ada dimuka bumi ini dikarenakan ulah manusia juga ulah kalian juga..
yang sudah menyia-nyiakan kedatangan Imam mahdi seorang utusan Allah….
Allah tidak akan mengazab suatu umat sebelum didatangkan seorang Rasul kepada mereka
segeralah kalian untuk berbaris dan antri (seperti ibu-ibu yang menanti pembagian minyak tanah) untuk berbaiat kepada Imam Mahdi kalian agar bencana dan berbagai penderitaan di Indonesia segera berakhir…
wakakak
JAWAB:
Alif menghibur diri dan berkhayal…nunjukin buktinya aja udah keok..
Jadi kesimpulannya..SIAPA ISA YANG TURUN LIF KALAU BUKAN GHULAM AHMAD?
By shadow on Mar 19, 2008
Lif tolong dong artikan “KHALIFAH” ?
By shadow on Mar 19, 2008
Sumir sekali jawaban Alif alias Hendy.
Duit Ahmadiyah itu ditujukan buat ongkos penyebaran ajaran Ahmadiyah. Mimpinya sih pengen seperti Keuskupan di Roma, tapi yang diajarkan adalah kesesatan. Ndompleng nama Islam, padahal bukan.
Saya pasti ngerti pertanyaan lanjutan si Alif ini. Apa itu Islam?
Dia pengen ajaran Islam itu dilebarkan sejauh logika dia bisa capai, buat merangkul pemikiran bahwa sesorang yang ditunggu oleh ummat-ummat lain itu adalah MGA.
Perjalanan waktu sudah membuktikan bukan MGA atau yang lain yang pernah mengaku-ngaku Imam Mahdi atau Nabi Isa (atau sekaligus keduanya), sebagai orang yang ditunggu.
Justru Nabi SAW lah, yang dianggap orang yang paling berpengaruh di muka bumi ini, semua orang mengakui itu kecuali orang-orang kafir. Sampai detik ini, orang masih tidak meragukannya.
Orang semacam MGA ini selalu memanfaatkan pemikiran orang lain bahwa dia lah orang yang ditunggu, guna memenuhi hasrat dia untuk menyebarkan pemikiran/ajaran yang jelas-jelas menyalahi kaidah-kaidah/sendi-sendi agama Islam.
Masalah ada persamaan diantara ajaran lain di luar Islam, spt. Hindu, Budha, Kong Hu Chu, saya sendiri sudah ngerti. Seperti kepercayaan akan adanya hari akhir, hari kebangkitan, surga dan neraka, dsb. Wallahualam. Itu memang Allah sudah takdirkan bahwa ajaran Islam merupakan agama samawi yang benar, yang berakar pada ajaran Tauhid (mengesakan Allah).
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 20, 2008
Quote Alif :
yang dimaksud harta disini adalah harta Rohani
berupa khazanh-khazanah ilmu agama yang belum tergali…
JAWAB:
wakakakak….bego amat ente….bego semakin dipelihara…doktrin ente malah senjata makan tuan…nurut aja yang gw bilang…itu hadits dhaif lif ttg kedatangan Mahdi….apa sdh ketemu ayatnya lif
sampe orang nggak mau menerimanya, gitu khan Mbah Alif menurut hadits yang ente imani….mana ada harta rohani berupa khazanah2 ilmu agama yang belum tergali sampe orang-orang menolaknya…mana ada ilmu agama sampe ditolak Mbah….kalau Ilmu agama sesat baru orang menolaknya
JADI SIAPA ISA YG DATANG LIF KALAU BUKAN GHULAM AHMAD ?????
memalukan sekali sih ente
By shadow on Mar 20, 2008
Quote:
oh ya satu lagi buat nabi lama muridku yang setia dan tidak pernah lulus2 dari tahun 2005, camkanlah oleh kalian bahwa Imam Mahdi bukanlah seorang konglomerat ataupun seorang Taipan yang bisa membagi-bagikan harta dunia seperti yang kalian impi2kan..
coba kalian pikirkan Bisnis apa yang dikerjakan oleh Imam Mahdi sampai bisa membagi-bagikan harta dunianya ke seluruh pelosok negeri?
Murid2ku bukalah tirai yang menutup hati dan otak mu agar kalian bisa berpikir lebih terang..
JAWAB:
Jadi kesimpulannya hadits mahdi tsb dengan akal saja tidak bisa diterima apalagi dengan Al-Qur’an. Ingak…ingak… “imam mahdi tidak terdapat dlm Al-Qur’an”…kenapa mesti dipercayai….ente lebih percaya ulama ketimbang Allah…naudzubillahi min dzalik…
By shadow on Mar 21, 2008
Quote Alif:
Murid-muridku, beberapa Ulama sepakat bahwa yang dimaksud khalifah la min hajin nubuwah diakhir zaman dlm hadist tsb adalah khalifah Imam Mahdi yang berdiri di atas kenabian…
JAWAB:
Harap dicatat “PERKATAAN ULAMA” bukan perkataan Allah maupun Rasulullah….wakakak
Kembali pd hadits yg dikutip farhan diantara kerajaan dan khalifah la min hajin nubuwah, adakah Rasulullah menyebut kedatangan Nabi…wakakak
Quote:
khalifah la min hajin nubuwah diakhir zaman dlm hadist tsb adalah khalifah Imam Mahdi
JAWAB:
wakakak 
jadi menurut ente Imam Mahdi berpangkat khalifah dan bukan berpangkat Nabi
By shadow on Mar 21, 2008
Jadi ngemeng yang bener Ghulam Ahmad itu Khalifah atau nabi ????

tolong sekalian tuliskan definisi dari khalifah?
By shadow on Mar 22, 2008
Bung Shadow,
Seperti ditulis oleh moderatornya di atas:
“Apakah Ahmadiyah bentuk lain dari musuh-musuh Islam yang ingin memporak porandakan Islam? Bila memang salah kaprah dari hal-hal dan aturan yang jelas tertulis di Al Quran dan Al Hadits, maka sudah sepatutnya Ahmadiyah dilarang. Gak perlu lah denger lagi pejuang HAM, kebebasan beragama dan lainnya. Suru mereka kelaut aja.”
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 24, 2008
Mereka lebih percaya “Tadzkirah” ketimbang “Al-Qur’an
By shadow on Mar 24, 2008
Saya quote dari pernyataan Sdr. Ahmad di atas:
“Dan Ahmadiyah bukan sebagai suatu independent absolut
Melainkan Islam sejati yang untuk sementara menamakan Ahmadiyah yang diperuntukan untuk memisahkan kadar2 yang tidak murni.”
Nah jelas kan, kenapa masih ngotot pake/ndompleng nama Islam sih. Pake aja nama agama Ahmadiyah.
Selesai tuh urusan (maksud dari saya mencantumkan “Lakum diinukum waliya diin”).
Agama saya Islam dan Anda Ahmadiyah.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 24, 2008
ba ta sak jim khak khok dal dzal ro zal sin syin shod dhlot ain ghoin fak kof kaf lam mim nun wawu….
By alif on Mar 24, 2008
Bung Shadow,
Kita liat orang yang nggak bisa jawab, malah ngelantur… He..he…
Bung saya mau garis bawahi kata2 Sdr Ahmad:
“untuk memisahkan kadar2 yang tidak murni”
apa kita juga nggak boleh memisahkan dia dari agama Islam, sementara dia menganggap dia sendiri Islam.
Saya pikir sih terserah dia mau anggap dia sendiri Islam sejati atau Islam jungkir balik. Yang jelas kalo nama ajaran yang keluar adalah nama Islam, nah ini menyinggung agama Islam kita bukan?
Logika akal sehatnya kan seperti itu. Nggak tau kalo mereka masih punya akal sehat atau nggak.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 25, 2008
Quote Nabi Lama:
Bung Shadow,
Kita liat orang yang nggak bisa jawab, malah ngelantur… He..he…
JAWAB:
Saking tersudutnya menjawab jawaban kita sampe ngelantur…apa ada omongan lain lif
Quote Nabi lama:
Bung saya mau garis bawahi kata2 Sdr Ahmad:
“untuk memisahkan kadar2 yang tidak murni”
apa kita juga nggak boleh memisahkan dia dari agama Islam, sementara dia menganggap dia sendiri Islam.
Saya pikir sih terserah dia mau anggap dia sendiri Islam sejati atau Islam jungkir balik. Yang jelas kalo nama ajaran yang keluar adalah nama Islam, nah ini menyinggung agama Islam kita bukan?
Logika akal sehatnya kan seperti itu. Nggak tau kalo mereka masih punya akal sehat atau nggak.
Wassalam,
JAWAB:
harap citatat perkataan tsb pak.
By shadow on Mar 25, 2008
Demi Allah,
perkataan sdr. alif yang ngelantur tsb bukan berasal dari gw Alif yang selama ini menjadi guru kalian..
oh ya kenapa gw sama sekali tidak mau menjawab ocehan kalian? karena sampai sekarang pertanyaan gw ini tidak pernah dijawab oleh si nabi lama padahal dia merasa sebagai pemilik nama Islam
nah pertanyaannya simple:
Apa definisi Islam?
gitu aja koq berbelit-belit..
By alif on Mar 25, 2008
Umar bin Khothob r.a. berkata: Ketika kami berada di sisi Rosululloh SAW, tiba-tiba kami didatangi oleh seorang laki-laki yang sangat putih bajunya dan sangat hitam rambutnya, hingga tak kelihatan pada dirinya bekas perjalanan yang melelahkan. Tidak seorangpun dari kita mengenalnya, sehingga ia duduk di samping Nabi SAW dan kedua lututnya disandarkan pada lutut Nabi. Kedua tangannya diletakkan di atas kedua lutut Nabi sambil menanyakan:
Yaa Muhammad, mal islaam?
Artinya: Ya Muhammad, apakah Islam itu?
Maka Nabi SAW menjawab:
Al islaamu antsyhada anlaa ilaaha illallahi wa anna muhammadar rosuulullahi wa tuqiimus sholat wa tu’tiz zakaata wa tasuuma romadhoona wa tahajjul baita inistatho’tu ilaihi sabiila
Artinya:
Islam itu adalah:
- Hendaklah kamu bersaksi bahwa tiada tuhan yang patut disembah melainkan Alloh dan bahwa sesungguhnya Muhammad itu utusan Alloh.
- Dan hendaklah kamu mendirikan sholat
- Dan hendaklah kamu memberikan zakat.
- Dan hendaklah kamu berpuasa di bulan romadhon
- Dan hendaklah kamu mengerjakan haji ke Baitulloh kalau kamu dapat menjalankannya jika mampu)
Laki-laki itu berkata: “Engkau benar.”
Maka kami heran padanya, ia menanya Nabi SAW (seakan-akan ia belum tahu) dan ia membenarkannya (seperti orang yang tahu).
Laki-laki itu bertanya lagi tentang iman dan ihsan dst.
Setelah peristiwa itu, Umar berkata: “Lalu lama saya diam.”
Kemudian beliau (Nabi) bertanya: “Ya Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya itu?”
Kataku: “Alloh dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.”
Nabi bersabda: “Sesungguhnya itu Jibril. Ia datang kepadamu untuk mengajarmu tentang agamamu.” (HR Muslim)
Sudah cukup Akang Alif?
Kalo kurang lihat di:
http://www.dtjakarta.or.id/content/view/162/33/
Met baca….
By Nabi lama on Mar 25, 2008
nah jelaslah dari komentar anda sendiri mengenai definisi Islam tsb maka sekali lagi gw tegasken disini bahwa ahmadiyah pun bisa dikatakan sebagai Islam karena menjalankan apa yang menjadi kriteria rukun Islam tsb. Paham?
Lalu dari mana anda bisa mengatakan bahwa ahmadiyah bukan Islam padahal ahmadiyah sudah mengikuti apa yang disebutkan oleh kanjeng Rasulullah saw di atas tsb?
Apakah anda lebih tahu dari Rasulullah tsb?
Ataukah anda sama sekali tidak menggubris perkataan Rasulullah saw tsb sampai mengabaikan kriteria2 yang sudah dibuat oleh Rasul mengenai “Islam” ?
jelas sdr. nabi lama?
By alif on Mar 25, 2008
Dear Akang Alif,
Rasulullah sudah wafat, jadi penerus/pewaris Beliau itu adalah para Ulama.
Nah, Ahmadiyah kalo mau jungkir balik (mau ikut jalanin rukun Islam) juga kalo kesepakatan ulama bukan Islam, mau apa lagi?
Yang jadi masalah diantara kita ini karena Akang ini masih ngotot mau pake nama Islam. Padahal menurut orang Islam sendiri Anda itu bukan Islam. Silakan tanya orang NU atau Muhammadiyah tetangga Akang.
Jadi, orang yang nggak ngerti Islam pun akan terseret ke ajaran Ahmadiyah. Nah dosa itu siapa yang nanggung?
Sakie wae ah, cape deh….
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 26, 2008
Nabi Lama (kelamaan),
Nabi Saw memang sudah wafat dan beliau juga mengingatkan kepada kita agar kita harus hati-hati di akhir zaman nanti, dimana ulama-ulama adalah seburuk-buruknya makhluk di kolong langit ini (hadist) dan beliau pun mewanti-wanti kepada umatnya agar mau berbaiat kepada Imam Mahdi akhir zaman.
sudahkah anda mengikuti perintah nabi tsb?
masalah ahmadiyah atau bukan kenapa harus bertanya kepada NU atau Muhammadiyah? kenapa anda tidak mau mengikuti kriteria Islam yang sudah dibuat oleh Rasulullah sendiri? padahal hadist tsb anda yang copy paste tapi anda sendiri malah ingkar kepada hadist tsb.. aneh..
anda ini pengikut Rasulullah saw bukan sih?
wassalam,
By alif on Mar 26, 2008
Quote:
“kepada kita agar kita harus hati-hati”
Jawab:
Akang bisa menimbang-nimbang dengan nurani Akang sendiri, apakah hadist (ttg ulama yang buruk) itu sudah berlaku sekarang?
Sekarang Anda timbang2 sendiri, mana yang buruk para Ulama sekarang atau Mirza Ghulam Ahmad dan khalifahnya. Resiko Anda tanggung sendiri, kalo Anda ikut MGA dan khalifahnya, sebagai pengikut agama di luar Islam (Akang tau sendiri ayat Quran yang menyebutkan sbg orang yang merugi).
Tentang hadist Nabi SAW, Imam Mahdi, insya Allah akan saya ikuti jika memang bukti-bukti tentang itu telah melengkapi/menyertainya.
Saya nukilkan lagi ya Kang:
Lakum dinukum waliya diin.
Wassalam,
By Nabi lama (biar lama asal selamat) on Mar 26, 2008
Quote Alif:
Nabi Saw memang sudah wafat dan beliau juga mengingatkan kepada kita agar kita harus hati-hati di akhir zaman nanti, dimana ulama-ulama adalah seburuk-buruknya makhluk di kolong langit ini (hadist) dan beliau pun mewanti-wanti kepada umatnya agar mau berbaiat kepada Imam Mahdi akhir zaman.
JAWAB:
Mubaligh Ahmdiyah termasuk ulama juga khan Mbah…heee..hee..jadi ulama yang buruk salah satunya ulama yang mengajarkan kesesatan seperti ulama ahmadiyah. 
Jadi menurut hadits yg ente imani Imam Mahdi itu pangakatnya apa Mbah ????
Quote:
padahal hadist tsb anda yang copy paste tapi anda sendiri malah ingkar kepada hadist tsb.. aneh..
anda ini pengikut Rasulullah saw bukan sih?
JAWAB:
jadi kenapa ente mengingkari perkataan Rasulullah
bahkan Rasulullah mengatakan “tidak ada lagi nabi sesudahku” tetapi kenapa pula ente mengingkarinya 
hii..hii…kalau ente pengikut Rasulullah kenapa ente mengingkari perkataan Rasulullah lif.
Rasulullah mengatakan setelah kerajaan mengatakan “Khalifah ‘ala minhaj annubuwah/khalifah diatas minhaj nubuwwah” dan tidak ada mengatakan setelah kerajaan akan kedatangan seorang nabi
Banyak hadits-hadits dha’if dan maudhu’ mengatasnamakan Rasulullah…nah ente harus berhati-hati itu. Al-Qur’an lah sebagai alat ukurnya lif bukannya wahyu yg diterima Ghulam Ahmad sebagai alat ukurnya
Quote Alif:
anda ini pengikut Rasulullah saw bukan sih?
JAWAB:
Tanyakan pada hatimu, apakah ente pengikut Rasulullah SAW ataukah pengikut Mirza
By shadow on Mar 27, 2008
lif pengertian ulama khan udah pernah ane jelasin di forum islamic….masak nggak nyantol juga. INGAK ulama pengertiannya adalah orang yang berilmu dan mubaligh ente termasuk ulama juga

jadi hadits itu bisa terkena kepada ulama manapun termasuk ulama Ahmadiyah.
By shadow on Mar 27, 2008
1. Shadow cucuku baca dong kelanjutan hadist tsb tentu saja Ulama yang dimaksud adalah ulama2 yang sering menghamburkan fitnah…
nah siapa kah ulama yang sering menghamburkan fitnah bahwa ahmadiyah itu bla..bla..bla…???
hehehe gitu aja bingung.
2. Shadow cucuku sekaligus muridku yang idiot
Tentu saja jangan mencampur adukan sistim pemerintahan Islam pasca nabi dengan kedatangan nabi lagi, Masalah kedatangan nabi lagi dalam hadist tsb memang tidak diberitakan tapi diberitakan didalam hadist2 lain yang lebih mutawatir
3. masalah “tidak ada nabi lagi setelah ku”
memang beliau mengatakan dalam hadist2 sahih demikian tapi jangan lupa pula nabi juga mengatakan akan adanya nabi lagi yang datang setelahnya yaitu nabi Isa as yang tercantum dalam hadist2 mutawatir..
Dilihat dari derajatnya seharusnya justru hadist mutawatirlah yang wajib di Imani
Mustahil nabi mengatakan hal yang bersebrangan !
coba renungkan apa maksud nabi berkata demikian?? ini gw copas dari berbagai sumber :
Imam Jalaluddin as-Suyuthi memahami hadits L? Nabiyya Ba’d? sebagai berikut:
Orang yang berprasangka itu berkata, “tapi dalilnya adalah, ‘Tidak ada wahyu setelahku’”. Kami berkata, “Hadits ini dengan lafazh seperti ini adalah tidak benar”. Orang yang berprasangka itu berkata, “Dalilnya adalah hadits, Tidak ada nabi setelahku”. Kami mengatakan: Kasihan sekali engkau, tidak ada dalil pada hadits ini dari sisi mana pun, karena yang dimaksudkan oleh hadits ini adalah: tidak muncul setelahku seorang nabi dengan syariat yang menghapus syari’atku, sebagaimana yang ditafsirkan oleh para ulama.
II. Imam al-Rabban? al-Quthb Abdul Wahhab asy-Syafi’i asy-Sya’rani rh (898 – 983 H.).
Imam Abdul Wahhab asy-Syafi’i asy-Sya’rani rh. memahami hadits L? Nabiyya Ba’d? sebagai berikut:
“Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “L? Nabiyya Ba’d? Wal? Ras?la” itu berarti:Tidak ada Nabi dan Rasul yang membawa syari’at baru sesudahku”.
III. Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi rh (560 – 638)
Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi menjelaskan hadits L? Nabiyya Ba’d? sebagai berikut:
“Maksud Hadis “L? Nabiyya Ba’d? ialah tidak akan ada lagi Rasul dan Nabi yang mengikuti syari’at yang menyalahi syari’atku bahkan apabila ada Nabi nanti dia akan mengikuti hukum syari’atku”
Jadi tafsir Ahmadiyah itu sudah sesuai dengan ulama-ulama salaf yang dulu..kalo ente tidak mau mengikuti ulama2 salaf yah udah..itu urusan ente..
Lakum dinukum waliyadin..
hehehe
By alif on Mar 27, 2008
Quote:
memang beliau mengatakan dalam hadist2 sahih demikian tapi jangan lupa pula nabi juga mengatakan akan adanya nabi lagi yang datang setelahnya yaitu nabi Isa as yang tercantum dalam hadist2 mutawatir..
Dilihat dari derajatnya seharusnya justru hadist mutawatirlah yang wajib di Imani
Mustahil nabi mengatakan hal yang bersebrangan !
Jawab:
Nabi SAW memang tidak mengatakan yang bersebrangan. Ingat juga, ada hadist yang menyebutkan tiada nabi antara Beliau dan Nabi Isa AS. Itulah yang dimaksudkan Beliau, laa nabiya ba’di.
Nah, kalo ada MGA yang ngaku sebagai nabi baru, itu kan jelas-jelas menyalahi Hadist. Apalagi kalau MGA sendiri ngaku2 sebagai Nabi Isa yang diutus.
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 28, 2008
Ini Kang:
Menurut hadis Nabi SAW:
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abi Hurairah, bahwa Nabi bersabda: “Para Nabi itu bersaudara seayah berlainan ibu, dan Din mereka satu. Dan aku adalah manusia yang paling dekat dengan ‘Isa putra Maryam’, karena antara aku dan dia tidak ada nabi lagi. Dan sesungguhnya dia akan turun kembali ke bumi, maka jika kamu melihatnya maka kenalilah dia.”
(Musnad Ahmad 2:406 dan hadis ini shahih).
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 28, 2008
laamm mimm…
By alif on Mar 28, 2008
- Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya .
- Dia menurunkan Al Kitab kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,
- sebelum , menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan . Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan .
- Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak di langit.
Maha Benar Allah dengan FirmanNya.
By Nabi lama on Mar 28, 2008
Quote kacung Alif:
1. Shadow cucuku baca dong kelanjutan hadist tsb tentu saja Ulama yang dimaksud adalah ulama2 yang sering menghamburkan fitnah…
nah siapa kah ulama yang sering menghamburkan fitnah bahwa ahmadiyah itu bla..bla..bla…???
hehehe gitu aja bingung.
JAWAB:
klop dah hadits yang ente bawakan mengena kepada ulama-ulama ente 
Alif Kacungku…..Mubaligh dan pentolan-pentolan ente sering mengutip dan menggunakan hadits-hadits Dha’if dan maudhu’ apa itu juga bukan ulama yang sering menghambur-hamburkan fitnah….yang difitnah Rasulullah lagi…Naudzubillahi min Dzalik…Makenye Rasulullah mengingatkan kpd umatnya siapa saja yang mendustakan atas namaku neraka tempatnya karena beliau tahu sesudah beliau wafat akan ada orang-orang yang memfitnah beliau yang mengatasnamakan beliau
———————————-
Quote:
2. Shadow cucuku sekaligus muridku yang idiot
Tentu saja jangan mencampur adukan sistim pemerintahan Islam pasca nabi dengan kedatangan nabi lagi,
JAWAB:
kenapa ente mengingkari hadits yg dikutip farhan..ingaklah “Khalifah ‘ala minjah annubuwah/Khalifah diatas cara kenabian” sebelumnya tidak diberitakan akan kedatangan nabi.
jadi begitu jelas sekali “khalifah ‘ala minhaj annubuwah” tidak berpangkat nabi alias manusia biasa
Jadi kacungku Alif yang super idiot janganlah ente ingkar atas perkataan Rasulullah tsb 
Alif kacungku yg super idiot
Rasulullah sendiri menyebut kedatangan nabi yaitu dirinya sendiri dan dilanjutkan kemudian Rasulullah menyebut ‘Khalifah ‘ala minjah Annubuwah/khalifah diatas cara kenabian” kepada khulafaur rasyidin
———————————————-
Quote Alif:
Masalah kedatangan nabi lagi dalam hadist tsb memang tidak diberitakan tapi diberitakan didalam hadist2 lain yang lebih mutawatir.
JAWAB:
…BTW hadits mutawatir mana yg menyebutkan akan kedatangan nabi apalagi kedatangan tuhan
….bisa ente tunjukkan ayatnya dalam Al-Qur’an kacungku
ingak lho hadits kedatangan “nabi” dan “tuhan” untuk menguatkan pendakwaan Ghulam Ahmad. Syarat hadits mutawatir itu apa kacung Alif? 

Kacungku alif yang makin bertambah idiotnya….kenapa ente plin-plan..Sebelumnya ente mengatakan “khalifah ‘ala minhaj annubuwah” adalah khalifah mahdi yang menurut keyakinan ente “mahdi” adalah seorang nabi dan menurut keyakinan ente pula Mahdi=Isa lalu kenapa ente plin-plan khalifah ‘ala minhaj annubuwah bukanlah nabi dan ente malah mengalihkan kehadits lain untuk menjelaskan kedatangan nabi.
Ujung-ujungnya paling perkataan manusia. Manusia disetarakan dengan Allah…Naudzubillahi min Dzalik…banyak-banyaklah beristighfar Kacungku
oh yaa kacungku Alif….Ghulam Ahmad mendakwakan apa saja?
———————————————–
Quote:
3. masalah “tidak ada nabi lagi setelah ku”
memang beliau mengatakan dalam hadist2 sahih demikian tapi jangan lupa pula nabi juga mengatakan akan adanya nabi lagi yang datang setelahnya yaitu nabi Isa as yang tercantum dalam hadist2 mutawatir..
Dilihat dari derajatnya seharusnya justru hadist mutawatirlah yang wajib di Imani
JAWAB:
wakakak…wakaakakak…wakakak…kacungku alif ente kok semakin bertambah idot….adakah dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan Isa dan manusia seperti Isa, Muhammad, budha, krishna, Khog hu chu, dll akan turun. Mutawatir berdasarkan siapa lif? berdasarkan Manusiakah ….haaa…haaa…haaa ente menyetarakan manusia dengan Allah…..Naudzubillahi min Dzalik..
Jadi gw ulangi lagi pertanyaannya, Syarat-syarat hadits mutawatir itu apa? tolong dijawab yg lengkap
—————————————————————–
Quote Alif:
Mustahil nabi mengatakan hal yang bersebrangan !
Jawab:
Kacungku…Banyak hadits-hadits Dh’aif dan maudhu’ mengatasnamakan Rasulullah makanya Rasulullah memperingatkan umatnya barang siapa yg mendustakan atas namanya balasannya adalah neraka…Rasulullah mengatakan tsb karena pasti Allah telah memberitahukan akan adanya orang-orang yang mendustakan perkataan beliau SAW yang mengatasnamakan beliau SAW. Jadi untuk mengukur kesahihan sebuah hadits alat ukurnya adalah Al-Qur’an….ngerti tidak kacungku 
malulah ente berkata Isa akan dtg tetapi ente sendiri sampai sekarang belum bisa membuktikan melalui Al-Qur’an. Al-Qur’an ente kesampingkan dan kitab-kitab hadits ente setarakan dengan Al-Qur’an….Naudzubillahi min Dzalik.
Kacungku Alif….Rasulullah tidak pernah mengatakan sesuatu hal yg bersebrangan dengan apa yang pernah diucapkannya. Kalau ada hadits yang berseberangan dengan apa yang pernah diucapkannya itu berarti hadits tsb adalah Hadits palsu
Dalam Al-Qur’an Surat An Najm ayat 4: “Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”.
Jadi Rasulullah dlm mengatakan sesuatu berdasarkan wahyu yang diterimanya yang berasal dari Allah SWT. Jadi untuk mengukur keshahihan sebuah hadits alat ukurnya adalah Al-Qur’an. Apa ente sudah ketemu ayatnya lif ttg kedatangan manusia seperti Isa, Muhammad, Budha, krishna, musa, dll? Malu ah pertanyaan selalu ditanyakan kepada ente tetapi ente bungkam seribu bahasa
——————————————————-
coba renungkan apa maksud nabi berkata demikian?? ini gw copas dari berbagai sumber :
silahkan ente copas…apa yang ente copas itu sumbernya berasal dari Al-Qur’an kacungku
——————————————————
Quote Alif:
Imam Jalaluddin as-Suyuthi memahami hadits L? Nabiyya Ba’d? sebagai berikut:
Orang yang berprasangka itu berkata, “tapi dalilnya adalah, ‘Tidak ada wahyu setelahku’”. Kami berkata, “Hadits ini dengan lafazh seperti ini adalah tidak benar”. Orang yang berprasangka itu berkata, “Dalilnya adalah hadits, Tidak ada nabi setelahku”. Kami mengatakan: Kasihan sekali engkau, tidak ada dalil pada hadits ini dari sisi mana pun, karena yang dimaksudkan oleh hadits ini adalah: tidak muncul setelahku seorang nabi dengan syariat yang menghapus syari’atku, sebagaimana yang ditafsirkan oleh para ulama.
II. Imam al-Rabban? al-Quthb Abdul Wahhab asy-Syafi’i asy-Sya’rani rh (898 – 983 H.).
Imam Abdul Wahhab asy-Syafi’i asy-Sya’rani rh. memahami hadits L? Nabiyya Ba’d? sebagai berikut:
“Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “L? Nabiyya Ba’d? Wal? Ras?la” itu berarti:Tidak ada Nabi dan Rasul yang membawa syari’at baru sesudahku”.
III. Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi rh (560 – 638)
Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Arabi menjelaskan hadits L? Nabiyya Ba’d? sebagai berikut:
“Maksud Hadis “L? Nabiyya Ba’d? ialah tidak akan ada lagi Rasul dan Nabi yang mengikuti syari’at yang menyalahi syari’atku bahkan apabila ada Nabi nanti dia akan mengikuti hukum syari’atku”
Jadi tafsir Ahmadiyah itu sudah sesuai dengan ulama-ulama salaf yang dulu..kalo ente tidak mau mengikuti ulama2 salaf yah udah..itu urusan ente..
Lakum dinukum waliyadin..
hehehe
JAWAB:


huaaa….haaa…haaa…terbukti khan perkataan ulama yang dijadikan pegangan. Allah dikesampingkan…Manusia diseterakan dengan Allah…Ente lebih mengagungkan perkataan manusia ketimbang perkataan Allah….Naudzubillahi min Dzalik….istighfar lif
Bahkan Ibnu Arabi yang berfaham “Wahdatul Wujud” dijadikan pegangan oleh Ahmadiyah …klop dah dengan Ghulam Ahmad yang berdasarkan wahyunya dirinya adalah tuhan….huaaa…haaa…haaa.
Apa ulama yang ente kutip itu berkeyakinan ada lagi nabi baru sesudah nabi Muhammad SAW lif, coba jawab dgn jujur…..wakakakak….kalau mengutip perkataan seseorang itu jangan sepotong-sepotong lif sehingga ente memfitnah mereka yang seolah-olah mereka berkeyakinan akan datangnya lagi nabi baru yang tdk membawa syari’at….istighfar lif
Tolong tunjukkan lif perkataan “tidak ada lagi nabi sesudahku” ada keterangan yg bersifat khusus yaitu “Nabi yg membawa syari’at”……haaaa…haaaa…..coba deh ente tunjukkan bagian mana?????
By shadow on Mar 29, 2008
Quote:
Bahkan Ibnu Arabi yang berfaham “Wahdatul Wujud” dijadikan pegangan oleh Ahmadiyah …klop dah dengan Ghulam Ahmad yang berdasarkan wahyunya dirinya adalah tuhan
Jawab:
Mas Shadow, jawaban seperti Kang Alif di atas menjadi standar buat Ahmadi buat membenarkan ucapan MGA dalam wahyu2nya di Tadzkirah.
Bisa dilihat di blog2 Ahmadi, persis sama mungkin cuma copy & paste.
Ada klaim bahwa Tadzkirah adalah menguatkan Al Quran, mana bisa? Masak wahyu Saya (Allah) adalah kamu (MGA), kurang lebih spt itu, mau disetarakan dengan ayat yang mana di Quran. Apa nggak salah nih wahyu?
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 30, 2008
Mau pilih mana?
Ahmadiyah atau Islam?
Jadi inget di Tanah Abang Jakarta:
Dipilih…dipilih…di[ilih…..tangan pendek 5000 tangan panjang maliang…
He…he….
Wassalam,
By Nabi lama on Mar 31, 2008
Quote nabi lama:
Ada klaim bahwa Tadzkirah adalah menguatkan Al Quran, mana bisa? Masak wahyu Saya (Allah) adalah kamu (MGA), kurang lebih spt itu, mau disetarakan dengan ayat yang mana di Quran. Apa nggak salah nih wahyu?
JAWAB:

nah…anda saja ngerti nabi lama. Mana ada wahyu yg diberikan oleh Allah ditujukan kepada Ghulam Ahmad menggunakan kata “SAYA”
Jadi jelaslah wahyu itu bukan berasal dari Allah tetapi berasal dari Mirza Ghulam Ahmad sendiri
By shadow on Mar 31, 2008
Ahmadi maunya pake logika, tapi kok wahyu MGA itu nggak masuk di akal.
Ngotot di khatamun nabiyyin dan kisah Isa AS, yang katanya nggak masuk akal (maksud hati mau menggiring logika ke eksistensi MGA) tapi nggak bisa nerangin kenapa ada wahyu MGA spt itu.
PR lagi…
By nabi lama on Apr 1, 2008
lihat link ini nabi lama
http://denagis.wordpress.com/
By shadow on Apr 1, 2008
Kaum Muslimin berhati-hatilah thd aliran sesat yang seolah-olah mereka kelihatan begitu pandai dalam mengutip ayat-ayat Al-Quran tapi faktanya sebaliknya. Mereka menafsirkan ayat-ayat Allah dengan dengan semaunya sendiri yg berdasarkan hawa nafsu mereka untuk membenarkan faham sesat mereka, bukan tidak mungkin akan banyak orang yang tertipu, seperti diibaratkan orang menyangka ‘’minyak babi’’ yang dijajakan mereka sebagai ‘’minyak onta’’…
Jadi agar tidak tersesat turutilah seperti apa yang dikatakan Allah dalam firmannya,
Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”. (QS Al-A’raaf: 158).
Ikutilah Rasulullah SAW Nabi yang ummi supaya anda semuanya mendapat petunjuk. Janganlah anda mengikuti orang yang mengaku sebagai nabi baru sesudah beliau SAW….mereka adalah nabi palsu
Janganlah anda semua menjadi pengikutnya…pengikut nabi palsu
Apabila anda mengikutinya tersesatlah anda yang balasannya adalah neraka karena anda mengingkari perkataan Allah dan Rasulullah SAW…
By shadow on Apr 1, 2008
Quote Nabi Lama:
Ahmadi maunya pake logika, tapi kok wahyu MGA itu nggak masuk di akal.
Ngotot di khatamun nabiyyin dan kisah Isa AS, yang katanya nggak masuk akal (maksud hati mau menggiring logika ke eksistensi MGA) tapi nggak bisa nerangin kenapa ada wahyu MGA spt itu.
PR lagi…
JAWAB:
Logika para ahmadi itu semuanya pade konyol-konyol nabi lama
By shadow on Apr 1, 2008
Shadow:
Quote
….dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”. (QS Al-A’raaf: 158).
Jawab:
Benar Ikutilah perintah Nabi Muhammad saw, diantaranya agar berbaiat kepada Imam Mahdi
By alif on Apr 1, 2008
Kang Alif,
Imam Mahdi yang mana? MGA? Bolak-balik ngasih dalil yang nggak kuat.
Wassalam,
By Nabi lama on Apr 1, 2008
Quote Alif:
Benar Ikutilah perintah Nabi Muhammad saw, diantaranya agar berbaiat kepada Imam Mahdi
JAWAB:




Rabun ya ente adakah pada ayat tsb menyebutkan taat kepada Imam Mahdi. Adakah ayat tsb Allah menyebutkan harus taat kepada nabi dan rasul sesudah Rasulullah SAW. Adakah Allah dlm ayat tsb menyebutkan taat kepada manusia yang berpangkat tuhan?
Apa pangkat Imam Mahdi lif? begitu konyol ya ngomongin Imam Mahdi tetapi nggak tahu pangkatnya…wakakak
Sebagai manusia biasa, ataukah nabi, ataukah tuhan lif?
nanti kalau sdh dijawab check and recheck dengan pendakwaan Ghulam Ahmad ya lif…Ghulam Ahmad mendakwakan apa saja lif? apakah nanti Ghulam Ahmad orang yang dimaksud menurut hadits yg ente imani…silahkan ente jawab terlebih dahulu pertanyaan ane tsb..
Para pembaca lihat saja deh pasti dan sudah pasti pertanyaan gw nggak bakalan dijawab alif. Pasti dia akan berusaha mengalihkan pertanyaan gw dgn jawaban lain yang tujuannya agar pertanyaan gw dilupain. Jadi lucu ya….berkoar-koar ttg Imam Mahdi tetapi pangkatnya saja tidak tahu dan pendakwaan Ghulam Ahmad saja tidak tahu…wakakak…begitu konyol ya
Yang dahsyatnya si Alif ini pake memfitnah Rasulullah segala…wakkaak…fitnah thd Rasulullah sdh dijadikan hobby
Syarat hadits shahih dan hadits mutawatir itu apa sih lif, tolong dijelaskan secara terperinci!!! lucu ya mengatakan hadits-hadits ttg mahdi adalah hadits mutawatir dan hadits shahih tetapi syaratnya saja tidak tahu…wakaakak…konyol khan
Ditambah lagi pake plin-plan segala sebelumnya mengatakan mahdi adalah nabi ehhh nggak lama kemudian bukanlah nabi….jadi lucu…kok plin-plan begitu
Para pembaca lihat aja nanti Alif akan menghilang agar pertanyaan saya tsb dilupakan dan nanti akan muncul lagi berkoar-koar ttg mahdi sampe memfitnah Rasulullah segala…wakakak
By shadow on Apr 3, 2008
Emang Gue Pikirin….
By Alif on Apr 3, 2008
wakakak…biasa kalau hobbynya mendustakan ayat-ayat Allah dan memfitnah Rasulullah SAW kalau terbongkar kedoknya ujung-ujungnya keok dan nggak punya omongan lain
By shadow on Apr 4, 2008
Shadow ini ngomong apa sih?
Shadow tolong buktikan dan tunjukan tulisan gw yang anda katakan sebagai:
“Yang dahsyatnya si Alif ini pake memfitnah Rasulullah segala…wakkaak…fitnah thd Rasulullah sdh dijadikan hobby”
“lucu ya mengatakan hadits-hadits ttg mahdi adalah hadits mutawatir dan hadits shahih tetapi syaratnya saja tidak tahu…”
“Ditambah lagi pake plin-plan segala sebelumnya mengatakan mahdi adalah nabi ehhh nggak lama kemudian bukanlah nabi….jadi lucu…kok plin-plan begitu ”
Kalau ente tidak bisa membuktikan
cukuplah gw katakan:
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA !!!
Wassalam,
By alif on Apr 4, 2008
siapa yang memfitnah lif…


beranikah ente 

ente coba koreksi diri ente…ente pernah tidak mengatakan ttg datangnya Imam Mahdi itu perkataan Rasulullah…pernah tidak
Nah gw mengatakan ente memfitnah Rasulullah karena Al-Qur’an saja tidak menjelaskan ttg Mahdi. Ente sendiri mempercayai hadits mahdi tetapi ente sendiri tidak begitu yakin apakah hadits tsb berasal dari Rasulullah atau fitnah yang mengatasnamakan Rasulullah
Nah kaau ente mengatakan itu benar-benar perkataan Rasululullah coba ente beradu sumpah dengan ane. Kapan kita bisa mulai lif adu sumpahnya
Bagi siapa yang berbohong siap mendapat azab dan laknat Allah
gw tunggu keberanian ente
By shadow on Apr 4, 2008
gw tunggu perkataan ente dibawah ini terbukti atau tidak. Nanti kita bisa melihat siapa yang memfitnah Rasulullah:
“Kalau ente tidak bisa membuktikan
cukuplah gw katakan:
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA !!!
sesudah kita beradu sumpah nanti kita bisa melihat siapa yg telah memfitnah Rasulullah lif
Para pembaca disini jadi saksinya…dan Alif kalau tidak berani berarti ucapannya ini :
“Kalau ente tidak bisa membuktikan
cukuplah gw katakan:
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA !!!
akan berbalik kepada si Alif
By shadow on Apr 4, 2008
ingat lho kata ente khalifah ‘ala minhaj annubuwah adalah khalifah Imam Mahdi…ini juga fitnah terhadap Rasulullah

ini belum yang lain lho lif
By shadow on Apr 4, 2008
itu belum yg lainnya lho lif…nanti sesudah ente menyetujui adu sumpah tsb, saya akan quote fitnah-fitnah yang telah ente lakukan
By shadow on Apr 5, 2008
percuma ente bicara apa saja tetapi ente menolak adu sumpah
sama aja ente yg ngibul…para pembaca alif ngomong gituan seolah-olah dia tidak berbuat begituan dimata para pembaca…janganlah ente semuanya tertipu oleh ucapannya tsb agar dia tdk dianggap seperti org yg tdk melakukan perbuatan tsb 
By shadow on Apr 5, 2008
Quote:
gw tunggu perkataan ente dibawah ini terbukti atau tidak. Nanti kita bisa melihat siapa yang memfitnah Rasulullah:
“Kalau ente tidak bisa membuktikan
cukuplah gw katakan:
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA !!!
JAWAB:
para pembaca baca dengan teliti Alif berkata “gw tunggu perkataan ente dibawah ini terbukti atau tidak. Nanti kita bisa melihat siapa yang memfitnah Rasulullah”
berarti dia mengakui bahwa dia pernah mendustakan ayat-ayat Allah
para pembaca coba lihat postingan ane tgl 4 April 2008, jawaban dia khan menjawab postingan ane tsb
Coba para pembaca baca perkataan Alif “LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA !!!”
berarti diapun setuju melaknat orang-orang yang mendustakan ayat Allah dan memfitnah Rasulullah
berarti laknat terhadap dirinya sudah berlaku mulai tgl 4 April 2008
siap-siap aja lif ente menerima “sumpah” yang keluar dari mulut ente sendiri
Ucapan ente ini lif “LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA” akan saya pegang terus

Jadi ketika ente ingkar terhadap apa yang ente ucapkan berarti ente siap menerima akibatnya
By shadow on Apr 5, 2008
Shadow..shadow…
otak sampeyan koq makin lama makin rusak…
kalau gw bilang bahwa kedatangan Imam Mahdi telah dinubuwatkan di hadist-hadist sahih
lantas ente katakan gw telah memfitnah Rasulullah gitu?? huahahaha lucu…
Shadow bukan gw aja yang meyakini hadist kedatangan Imam Mahdi hadist sahih
Bahkan ulama Al Abani (biasanya ente selalu mengambil referensi beliau dlm menilai hadist itu doif atau muttawatir) coba baca ini.. gw copas dari website salafy:
“Dan para ulama yang menyebutkan keshahihan hadits tentang Al-Mahdi sangat banyak, dari kalangan ulama terdahulu maupun belakangan. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu telah menyebutkan sebagian nama mereka, di antaranya 16 ulama yang saya sebutkan sebagiannya: Abu Dawud, Al-Qurthubi, Ibnu Taimiyyah, Adz-Dzahabi, Ibnul Qayyim, dan Ibnu Hajar rahimahumullah.
Sehingga ini menjadi salah satu akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. As-Safarini mengatakan: “Telah banyak riwayat yang menyebutkan akan munculnya Al-Mahdi sehingga mencapai derajat mutawatir secara makna. Dan itu telah tersebar di kalangan Ahlus Sunnah sehingga teranggap sebagai aqidah mereka….” –beliau menyebut hadits, atsar serta nama para sahabat yang meriwayatkannya, lalu beliau berkata– “Dan telah diriwayatkan dari para sahabat yang disebutkan dan selain mereka dengan riwayat yang banyak, juga dari para tabi’in setelah mereka, yang dengan semua itu memberi faedah ilmu yang pasti. Maka mengimani munculnya Mahdi adalah wajib sebagaimana telah ditetapkan oleh para ulama dan tertulis dalam akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. (Lawami’ul Anwar Al-Bahiyyah, 2/84)”
—-
Garis bawahi “MAKA MENGIMANI MUNCULNYA MAHDI ADALAH WAJIB…”
Sekarang kembali ke laptop,
nah beranikah ente menyebut para ulama diatas tsb telah memfitnah Rasulullah saw?
Nah sekarang tolong buktikan tuduhan2 ente seperti yang gw minta diatas jangan berkomentar “Ngalor ngidul” semua pembaca akan tahu koq..siapa memfitnah siapa..
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA..
dan masalah sumpah gw serahkan kepada Allah SWT…
wassalam,
“gw tunggu perkataan ente dibawah ini terbukti atau tidak. Nanti kita bisa melihat siapa yang memfitnah Rasulullah”
By alif on Apr 5, 2008
Mas Shadow,
Alif ini bolak balik nunjukkin hadist Imam Mahdi, tapi nggak satu pun yang nunjukkin Imam Mahdinya itu MGA. Apalagi pernyataan MGA bahwa dirinya adalah Isa jelmaan, berarti mengakui dirinya adalah nabi baru.
Yang jadi landasan buat Ahmadi buat mengakui MGA adalah Imam Mahdi (sekaligus Isa, Khrisna dsb) cuma wahyu yang diterima dia (alias Tadzkirah). Lha, apa bedanya MGA ama Pak Mushadeq.
Nah gimana pendapat Mas buat orang ngikuti nabi baru semacam MGA ini (sudah nggak ada landasan, ngotot lagi)…
Wassalam Mas,
By nabi lama on Apr 5, 2008
Emang gua pikirin ha…??
By alif on Apr 6, 2008
Quote Alif:
Shadow..shadow…
otak sampeyan koq makin lama makin rusak…
kalau gw bilang bahwa kedatangan Imam Mahdi telah dinubuwatkan di hadist-hadist sahih
lantas ente katakan gw telah memfitnah Rasulullah gitu?? huahahaha lucu…
Shadow bukan gw aja yang meyakini hadist kedatangan Imam Mahdi hadist sahih
Bahkan ulama Al Abani (biasanya ente selalu mengambil referensi beliau dlm menilai hadist itu doif atau muttawatir) coba baca ini.. gw copas dari website salafy:
“Dan para ulama yang menyebutkan keshahihan hadits tentang Al-Mahdi sangat banyak, dari kalangan ulama terdahulu maupun belakangan. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu telah menyebutkan sebagian nama mereka, di antaranya 16 ulama yang saya sebutkan sebagiannya: Abu Dawud, Al-Qurthubi, Ibnu Taimiyyah, Adz-Dzahabi, Ibnul Qayyim, dan Ibnu Hajar rahimahumullah.
Sehingga ini menjadi salah satu akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. As-Safarini mengatakan: “Telah banyak riwayat yang menyebutkan akan munculnya Al-Mahdi sehingga mencapai derajat mutawatir secara makna. Dan itu telah tersebar di kalangan Ahlus Sunnah sehingga teranggap sebagai aqidah mereka….” –beliau menyebut hadits, atsar serta nama para sahabat yang meriwayatkannya, lalu beliau berkata– “Dan telah diriwayatkan dari para sahabat yang disebutkan dan selain mereka dengan riwayat yang banyak, juga dari para tabi’in setelah mereka, yang dengan semua itu memberi faedah ilmu yang pasti. Maka mengimani munculnya Mahdi adalah wajib sebagaimana telah ditetapkan oleh para ulama dan tertulis dalam akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. (Lawami’ul Anwar Al-Bahiyyah, 2/84)”
—-
Garis bawahi “MAKA MENGIMANI MUNCULNYA MAHDI ADALAH WAJIB…”
Sekarang kembali ke laptop,
nah beranikah ente menyebut para ulama diatas tsb telah memfitnah Rasulullah saw?
Nah sekarang tolong buktikan tuduhan2 ente seperti yang gw minta diatas jangan berkomentar “Ngalor ngidul” semua pembaca akan tahu koq..siapa memfitnah siapa..
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA..
dan masalah sumpah gw serahkan kepada Allah SWT…
wassalam,
“gw tunggu perkataan ente dibawah ini terbukti atau tidak. Nanti kita bisa melihat siapa yang memfitnah Rasulullah”
JAWAB:

wakakak ternyata ente tidak berani ya
masih ada lif yg lainnya
tuh khan kata gw para pembaca orang yang suka memfitnah Rasulullah SAW tidak akan berani menjawab tantangan dari gw
Bahkan ulama dijadikan pegangan…wakakak
Jadi jawabannya apa lif atas tantangan gw….wakakak
By shadow on Apr 6, 2008
jawaban khalifah ‘ala minhaj annubuwah mana lif wakakak.
ente saja plin-plan menjawabnya…wakakak
By shadow on Apr 6, 2008
Quote Alif:
“Dan para ulama yang menyebutkan keshahihan hadits tentang Al-Mahdi sangat banyak, dari kalangan ulama terdahulu maupun belakangan. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu telah menyebutkan sebagian nama mereka, di antaranya 16 ulama yang saya sebutkan sebagiannya: Abu Dawud, Al-Qurthubi, Ibnu Taimiyyah, Adz-Dzahabi, Ibnul Qayyim, dan Ibnu Hajar rahimahumullah.
JAWAB:
apabila berbeda berarti selain ente memfitnah mereka semuanya dan berarti itupula ente memfitnah Rasulullah.
….ingak-ingak ente mengukur kemutawatiran hadits tsb berdasarkan pendapat ulama-ulama tsb.
Baik lif ente berkeyakinan kemutawatiran hadits ttg Mahdi berdasarkan ulama-ulama yang anda sebutkan berarti ente yakin akan perkataan mereka.
Sekarang saya tanyakan kepada anda apakah hadits-hadits yang mereka yakini sama dengan keyakinan anda? tolong dijawab
Anda berkeyakinan dan meyebarkan di berbagai milis bahwa Mahdi adalah Isa sedangkan keyakinan mereka antara Mahdi dan Isa adalah sosok yang berbeda.
Masih ingatkah hadits yang pernah ente kutip dan ente imani “Tiada Mahdi selain Isa”….pernahkah ulama-ulama yang ente membenarkan hadits yg ente imani ini….tidak khan karena ulama-ulama yang ente sebutkan berkeyakinan bahwa antara mahdi dan Isa adalah dua sosok yang berbeda (dasar mereka adalah hadits ttg Mahdi yang mengimami sholat Isa) dan itu artinya Rasulullah tidak pernah berkata bahwa Mahdi adalah Isa….he..hee..hee..ente memfitnah ulama tsb ya dan memfitnah Rasulullah juga….wakakak…dan hadits yang ente kutip itu adalah hadits dha’if
Selain ente juga mengutip dan mengimani sebuah hadits yg bunyinya kurang lebihnya sebagai berikut :
“Barang siapa meninggal sedang ia tidak mengenal imam pada masanya, berarti ia matinya kaum jahiliah”.
Diantara ulama yang ente kutip terdapat ulama Ibnu Taimiyah. Ente tahu Ibnu Taimiyah berkata apa menanggapi hadits tsb. Ibnu Taimiyah berkata seperti ini lif: “DEMI ALLAH! APA YANG DISABDAKAN RASULULLAH DEMIKIAN.” NAMUN YANG MASYHUR SEPERTI DIRIWAYATKAN IMAM MUSLIM ADALAH SEBAGAI BERIKUT: “BARANG SIAPA BERLEPAS TANGAN DARI SUATU KETAATAN, MAKA IA AKAN BERTEMU ALLAH PADA HARI KIAMAT NANTI TANPA MEMPUNYAI ALASAN. DAN BARANG SIAPA MENINGGAL TANPA YANG MENGIKATNYA DENGAN KETAATAN, DIA MATI SEPERTI MATINYA ORANG-ORANG JAHILIAH”.
Itu artinya Ibnu Taimiyah tidak pernah membenarkan perkataan ente dan begitupula dengan Rasulullah…berarti selain ente memfitnah Ibnu Taimiyah juga memfitnah Rasulullah karena Rasulullah tidak pernah berkata seperti itu…wakakak.. Ingak-ingak, ente mengukur kemutawawatiran dan kesahihan hadits ttg mahdi berdasarkan pendapat ulama yg ente sebutkan dan salah satunya Ibnu Taimiyah
Bagaimana lif
ente mengukur kemutawatiran hadits ttg Mahdi berdasarkan pendapat para ulama tsb dan itu artinya ente membenarkan perkataan mereka tetapi di satu sisi ente mengingkari perkataan mereka. Kenapa lif….wakakakak
Apakah itu bukan bukti ente sudah memfitnah Rasulullah lif….Ingat lif apabila ente mengutip hadits dhaif dan maudhu’ dan membenarkannya berarti telah memfitnah Rasulullah karena Rasulullah tidak pernah berkata seperti yang ente sebutkan dan ente imani….wakakakak.
Ente selalu ingat-ingat tu perkataan sendiri “……………….” apabila ente mendustakan ayat-ayat Allah dan memfitnah Rasulullah SAW berarti perkataan ente sudah berlaku dan ente akan mendapatkan “laknat Allah”.
Quote Alif:
Garis bawahi “MAKA MENGIMANI MUNCULNYA MAHDI ADALAH WAJIB…”
JAWAB:
Silahkan anda buktikan dengan Al-Qur’an kalau ente bisa…wakakak
Quote Alif:
LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA..
JAWAB:
Bagus…nanti siapa yang akan mendapat laknat dari Allah, saya ataukah ente..
By shadow on Apr 7, 2008
Quote Alif:
Shadow bukan gw aja yang meyakini hadist kedatangan Imam Mahdi hadist sahih
Bahkan ulama Al Abani (biasanya ente selalu mengambil referensi beliau dlm menilai hadist itu doif atau muttawatir) coba baca ini.. gw copas dari website salafy:
“Dan para ulama yang menyebutkan keshahihan hadits tentang Al-Mahdi sangat banyak, dari kalangan ulama terdahulu maupun belakangan. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu telah menyebutkan sebagian nama mereka, di antaranya 16 ulama yang saya sebutkan sebagiannya: Abu Dawud, Al-Qurthubi, Ibnu Taimiyyah, Adz-Dzahabi, Ibnul Qayyim, dan Ibnu Hajar rahimahumullah.
JAWAB:
pernahkah Al-Bani mengatakan hadits yg pernah ente kutip seperti dibawah ini adalah hadits shahih:
Wakakak…alif…alif…ternyata ente juga mengukur kesahihan Hadits Mahdi berdasarkan perkataan Al-Bani….Hadits yang mana dulu yang dishahihkan oleh Al-Bani lif
“TIADA MAHDI SELAIN ISA”
Alabani saja mengatakan hadits ini adalah hadits munkar
bahkan Adz-Dzahabi mengatakan Hadits ini adalah hadits munkar….wakakak. Itu artinya Rasulullah SAW tidak pernah berkata seperti itu dan itu berarti ente telah memfitnah Rasulullah SAW bahwa hadits tsb adalah Hadits Shahih
nih katanya Al-Bani dalam bukunya,”Tidak ada al-Mahdi kecuali Isa a.s.”.
“Hadits ini munkar. Ia telah diriwayatkan oleh Ibnu Majah II/495, juga oleh al-Hakim IV/441, Ibnu Abdil Bar dalam kitabnya Jami’ al-Ilmi I/155, dari sanad Muhammad bin Khalid al-Jundi, dari Ibnu Aban bin Shaleh, dari al-Hasan, dari Anas.
Menurut saya, sanad ini sangat lemah. Kelemahannya terletak pada tiga, yaitu:
1. ‘An ‘anah (maksudnya yang snanadnya dengan menngunakan kata ‘an Fulan, ‘an Fulan dan seterusnya). Hasan Basri, terbukti telah dengan sengaja pernah mencampur-aduk riwayat.
2. Kemajhulan perawi Muhammad bin Khalid seperti yang dinyatakan oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya at-Taqrib.
3. Perselisihan dan perbedaan sanadnya. Al-Baihaqi berkata,”Al-Hafizh Abu Abdullah menyatakan bahwa Muhammad bin Khalid adalah majhul, tidak dikenal dikalangan pakar hadits.”
Adz-Dzhabi berkata,”Riwayat ini munkar sambil mengutarakan hadits serupa dengan sanad dari Ibnu Abi Ayyasi dari Hasan secara mursal (terhenti sanadnya sampai kepada tabiin atau sahabat;penj.).”
Hadits dha’if yang oleh ash-Shaghani dan Asy Syaukani bahkan dinyatakan maudhu’ ini adalah riwayat yang dijadikan landasan dalil bagi firqah Ahmadiyah dalam usahanya menguatkan anggapan mereka (para pengikutnya) bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi. Kemudian ia mendakwa sebagai Isa, atas hadits tersebut tadi.
Dakwaan Mirza ini telah banyak menggoyahkan iman kaum dhuafa’ yang pengetahuan agamanya sangat minim. Dan seperti biasa, para penyeru ajakan yang bathil selalu hanya diikuti oleh orang-orang yang lemah imannya dan sangat minim pengetahuan agamanya.
Wallahul musta’an
Sumber:
Silsilah hadits dha’if dan maudhu’ jilid 1, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Hadits no.77 hal 84.
silahkan ente klik http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=13&st=0
Ingat lho perkataan ente “LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA”….WAKAKAK


Pernahkah ente mengutip itu hadits Lif untuk membenarkan keyakinan Ahmadiyah….jawab aja dengan jujur….wakakak…
Ingak…ingak perkataan ente “LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA”
By shadow on Apr 7, 2008
makin parah aja…
lihatlah para pembaca komentar si shadow sudah tidak tentu arahnya ini menunjukan bahwa dia hanya berusaha membela diri ketika disuruh membuktikan 3 ucapannya tsb yang ditujukan kepada gw…
catat shadow ! gw lagi tidak mempermasalahkan kesahihan hadist Tidak ada Mahdi selain Isa
percuma ente berkomentar panjang-panjang tapi sama sekali tidak bisa membuktikan 3 ucapan ente tsb..
Kalau ente tidak bisa membuktikan ucapan ente tsb itu artinya ente sudah berdusta dan memfitnah gw..
hehehe kasian kali kau shadow…
By alif on Apr 7, 2008
Quote Alif:
makin parah aja…
lihatlah para pembaca komentar si shadow sudah tidak tentu arahnya ini menunjukan bahwa dia hanya berusaha membela diri ketika disuruh membuktikan 3 ucapannya tsb yang ditujukan kepada gw…
catat shadow ! gw lagi tidak mempermasalahkan kesahihan hadist Tidak ada Mahdi selain Isa
percuma ente berkomentar panjang-panjang tapi sama sekali tidak bisa membuktikan 3 ucapan ente tsb..
Kalau ente tidak bisa membuktikan ucapan ente tsb itu artinya ente sudah berdusta dan memfitnah gw..
hehehe kasian kali kau shadow
JAWAB:




Pake dusta segala gw kagak mempermasalahkan kesahihan hadits tiada mahdi selain Isa…wakkakak
Ente baca aja postingan ane sebelumnya apa ane tidak mempermasalahkan kesahihan ttg hadits mahdi sampe ente gew suruh buktiin pake Al-qur’an segala…wakakak…menghibur diri ente
gw nulis begitu nunjukin kepada ente maupun kepada para pembaca dustanya ente terhadap para ulama yang ente kutip tsb. Seolah-olah ulama-ulama tsb mensahihkan seluruh hadits-hadits ttg Mahdi…wakakak
Ingat perkataan ente ““LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA”….WAKAKAK
itulah para pembaca cara Alif berusaha menghindar dari fitnah dan dusta yang telah dia buat…sampe memfitnah gw segala
Itulah para pembaca cara licik dari orang yang terbongkar kedoknya atas fitnah yang dibuat Alif sehingga berusaha mengalihkan mata para pembaca ke arah lain
Ingak lif perkataan ente ““LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA”…Laknat dari Allah sudah mulai berlaku…maka berhati-hatilah ente untuk berkata-kata ….wakkakakak
By shadow on Apr 7, 2008
Quote Alif :
Garis bawahi “MAKA MENGIMANI MUNCULNYA MAHDI ADALAH WAJIB…”
JAWAB:
para pembaca pertanyaan gw ini lama sekali tidak pernah dijawab oleh Alif karena kalau dia jujur pasti akan mempermalukan dirinya sendiri…gitu pake ngomongin Mahdi lagi…wakakak 


Lihatlah perkataan orang yang menuhankan dirinya sendiri…Allah saja tidak pernah mengatakan mewajibkan untuk mengimani Mahdi….silahkan saja cari ayatnya kalau ada…Naudzubillahi min Dzalik.
Berarti menurut ente yang wajib diimani hanya Mahdi saja lif
Kalau begitu kenapa ente mengimani Ghulam Ahmad, apa dia mendakwakan Mahdi saja…wakakak
Ghulam Ahmad mendakwakan apa saja lif….
Jadi lucu ya para pembaca, Alif menghimbau kepada semua orang untuk mengimani Mahdi tetapi dirinya sendiri tidak mengerjakan apa yang dia ucapkannya tersebut dan masih saja tetap mengimani Ghulam Ahmad….jadi lucu ya
Ibarat orang menghimbau dan peringatan kepada semua orang agar berbuat baik dan tidak mengerjakan suatu kebathilan tetapi yang memberi himbauan dan peringatan tidak mengerjakan apa yang diucapkannya bahkan tetap mengerjakan kebathilan
By shadow on Apr 8, 2008
Quote Alif:
catat shadow ! gw lagi tidak mempermasalahkan kesahihan hadist Tidak ada Mahdi selain Isa
JAWAB:
kok nyerah gitu…Ingak Berdusta atas nama Rasulullah neraka temaptnya…Nah tuh hadits salah satu fintah ente thd Rasulullah
Quote Alif:
percuma ente berkomentar panjang-panjang tapi sama sekali tidak bisa membuktikan 3 ucapan ente tsb..
JAWAB:
Apanya yang tidak terbukti lif…menghibur diri ente
Quote Alif:
Kalau ente tidak bisa membuktikan ucapan ente tsb itu artinya ente sudah berdusta dan memfitnah gw..
hehehe kasian kali kau shadow
JAWAB:


mana ada orang yg berdusta berani ngajak orang lain adu sumpah…sama juga cari penyakit
apa ente berani tuh gw ajak sumpah….wakakak…banci gitu ente…bisanya cuma koar-koar doang tapi nyalinya ciut kalau disuruh mempertanggungjawabkan perkataannya….wakakak 
Apa sanggup ente menanggungnya 

Kacian deh Alif menghibur dirinya terus-menerus. Apa lu nggak ngerasa pernah make Hadits dhaif
Ingak berdusta atas nama Rasulullah neraka tempatnya. Apa ente belum pernah denger…
Sekali lagi ente mengutip hadits hadits dhaif ataupun maudhu’ sama aja ente memfitnah Rasulullah karena Rasulullah tidak pernah menyebut demikian
Bahkan gw pake berani ngajak ente adu sumpah segala
ente selalu ingat-ingat tuh perkataan “““LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA”….makanya dari sekarang berhati-hati kalau ngirim postingan nanti bisa-bisa ente menerima laknat Allah sehingga laknat dari semakin menumpuk, menumpuk, dan menumpuk
Ngomongnya jangan suka dusta lagi ya
By shadow on Apr 9, 2008
Saya:
Alif ini bolak balik nunjukkin hadist Imam Mahdi, tapi nggak satu pun yang nunjukkin Imam Mahdinya itu MGA. Apalagi pernyataan MGA bahwa dirinya adalah Isa jelmaan, berarti mengakui dirinya adalah nabi baru.
Alif:
Emang gua pikirin ha…??
Saya:
Nah kelihatannya ahmadi sudah tidak perduli lagi kalo dia itu jadi pengikut nabi palsu.
Yah…
Lakum diinukum waliya diin.
By Nabi lama on Apr 10, 2008
Ahmadiyah sudah bubar!!!!
Bagi para ahmadi ada 2 pilihan :
1. Kembali ke Islam yang haq dan bertaubat
2. Hengkang dari NKRI
By anti ahmadiyah on Apr 21, 2008
assalamualaikum
seru juga debatnya. tp sepertinya ga’ akan ada titik temunya. karena ga’ ada spirit mencari kebenaran didalamnya.
tp paling tidak teman2 sudah mengingatkan para ahmady ini, tentang hidayah tetap cuma Alloh yg bs membukanya. saran saya, paling tidak dalam suatu debat, selain harus ada niat untuk mencari kebenaran juga harus meninggalkan kesombongan yg mungkin menghinggapi diri kita saat debat. kesombongan ini berupa
1.menganggap derajat partner debat lebih rendah
2.tidak mau menerima kebenaran.
sebaiknya bwt para ahmady membuat agama baru aja. asal kalian g’ mengatasnamakan islam, kita g’ akan ganggu koq.
buat para JIL n pejuang HAM (yg dlm beberapa demonstrasinya melibatkan orang non muslim), harap bs membedakan antara toleransi umat beragama dengan mempertahankan kemurnian agama. umat Islam Ga pernah mganggu umat lain agama. tp klo ada orang menyusup dlm barisan islam lalu menciptakan aliran yg melenceng, maka orang itu harus berhadapan dengan kami.
bwt tmn2 ahmady, tolong renungkan kembali keyakinan anda, pelajari pendapat2 ulama diluar ahmady dengan niat mencari kebenaran sejati.
Islam adalah Qur’an dan hadits shohih.
semoga tmn2 ahmady diberi kemauan mencari hidayah itu.
wassalam
By zakky on Apr 22, 2008
Quote:
sebaiknya bwt para ahmady membuat agama baru aja. asal kalian g’ mengatasnamakan islam, kita g’ akan ganggu koq.
buat para JIL n pejuang HAM (yg dlm beberapa demonstrasinya melibatkan orang non muslim), harap bs membedakan antara toleransi umat beragama dengan mempertahankan kemurnian agama. umat Islam Ga pernah mganggu umat lain agama. tp klo ada orang menyusup dlm barisan islam lalu menciptakan aliran yg melenceng, maka orang itu harus berhadapan dengan kami.
bwt tmn2 ahmady, tolong renungkan kembali keyakinan anda, pelajari pendapat2 ulama diluar ahmady dengan niat mencari kebenaran sejati.
Islam adalah Qur’an dan hadits shohih.
semoga tmn2 ahmady diberi kemauan mencari hidayah itu.
wassalam
jawab:
jawaban seperti ini tdk akan ada titik temunya. karena ga’ ada spirit mencari kebenaran didalamnya.
himbauan ini sdh pernah dilontarkan oleh peserta diskusi. Jadi tidak ada hal yang baru dari jawaban anda.
By astro on Apr 23, 2008
Mau yang baru mas ?
Hengkang dari indonesia atau bertobat!!!
Kalau nggak mau bertobat lebih baik bunuh diri aja
By Anti ahmadi on Apr 23, 2008
Mau jawaban yang ada titik temu?
Mari jemaat Ahmadiyah datang ke majelis NU atau Muhammadiyah untuk tablig membahas mengenai ajaran Ahmadiyah.
By nabi lama on Apr 24, 2008
Mana berani mereka????
By anti ahmadiyah on Apr 24, 2008
Yah… terutama ketakutan pentolan2nya Ahmadi akan kehilangan pamor, apalagi kalo dalam diskusi tidak bisa menjelaskan akidah2 yang menyimpang dari Ahmadi.
Beraninya cuma teriak2 HAM, padahal mereka tidak merasa bahwa agama Islam kita sudah mereka cemarkan dengan memakai nama Islam pada ajaran MGA.
Apa susahnya sih buat mereka untuk bilang agama mereka bukan Islam, sebut aja Ahmadiyah.
Mereka kita bisa anggap non muslim spt kristen atau yahudi, walau mengutip2 Al Quran dan Hadist. Itu terserah mereka. Tapi jangan bawa2 nama Islam. Jadi bikin kacau namanya.
By nabi lama on Apr 24, 2008
Mari…kita ummat muslim bisa membedakan apa itu perbedaan dan penyesatan. Perbedaan diantara muslim terutama masalah furu’ tak usahlah dibesar-besarkan. Masih banyak masalah yang kita hadapi, terutama masalah dakwah. Sudah banyak daerah2 yang dahulunya Islamnya kuat kini tiada lagi. Dimasuki oleh kristenisasi, baik itu melalui misionari langsung ataupun melalui bantuan2 ekonomi yang berkedok kristenisasi.
Penyesatan yang perlu kita lawan seperti Ahmadiyah, ajaran Lia Aminuddin, dsb.
Jangan kita mebolak balik, penyesatan yang tidak dibesar-besarkan, tapi perbedaan.
Wassalam,
By Nabi lama on Apr 25, 2008
saya sih tidak buruk sangka terhadap saudara Astro. Kata-kata yang saya tangkap dari dirinya bahwa Sdr.Zakky begitu meremehkan thd apa yang pernah ditulis peserta diskusi disini dengan mengatakan “tidak ada titik temu” tapi komentarnya hanya sebegitu saja dengan hanya memberikan himbauan tanpa memberikan bukti-bukti yang dapat mematahkan alasan ahmadi
By shadow on May 5, 2008
Ass,
Nabi lama, shadow, astro dll, saya terkesan atas perjuangan anda menunjukan para ahmadi yang menurut anda itu benar, apapun perbedaan di antara kita sangat tidak mungkin kami keluar dari Ahmadiyah dan mengikuti anda. Karena Kami punya Khalifah penerus kenabian Al-masih sedang kan anda tidak. Walaupun anda menganggap Khalifah kami di luar islam tapi pada kenyataannya setiap detik komando yang di berikan khalifah semata2 untuk kemajuan Islam, Kedekatan kepada Allah Ta’ala dan ajaran2 Nabi Muhammad SAW.
AHMADIYAh telah memiliki Muslim Televisi yang dananya berasal dari infak para ahmadi di seluruh dunia, menterjemahkan Al-Quran ke dalam lebih dari 126 bahasa, mengirimkan Murobi2 ke seluruh penjuru dunia. Untuk apa semua itu, apakah untuk mengkultuskan Mirza Ghulam Ahmad? Tentu saja tidak. Tapi untuk menegakkan syariat islam.Apakah anda telah membaca syarat Bai’at Ahmadiyah.
Kami sibuk sekali mengerjakan program2 khalifah makanya kami gak ada waktu untuk mengurusi para penentang2 Ahmadiyah. Lihatlah para ahmadi di seluruh dunia agar anda mengerti kenapa Ahmadiyah harus ada.
Wass
By MARIKA on May 7, 2008
Bertambah lagi satu orang ahmadi yang tidak mempunyai ikhlas ketika Kebathilan Ahmadiyah terbongkar

Urusan pekerjaan dan kemajuan Ahmadiyah tidak ada kaitannya/hubungannya dengan kebenaran
By shadow on May 9, 2008
Bertambah lagi satu orang ahmadi yang tidak mempunyai hato yg ikhlas ketika Kebathilan Ahmadiyah dibongkar dan terlihat didepan mata

Urusan pekerjaan dan kemajuan Ahmadiyah tidak ada kaitannya/hubungannya dengan kebenaran
By shadow on May 9, 2008
Shadow, sepertinya anda dan teman2 anda adalah salah satu pembuktian dari kebenaran Ahmadiyah. Tapi sayang juga sudah banyak memakan dana besar perjuangan untuk mencaci maki, menindas, memfitnah untuk melenyapkan Ahmadiyah malahan yang terjadi sebaliknya, Ahmadiyah berkembang semakin besar dan kuat. Shadow, kerajaan yang Ahmadiyah dirikan adalah kerajaan rohani. anda dan semua teman2 anda tidak dapat menghancurkan kerajaan tersebut karena ada di dalam hati para ahmadi. Walaupun mesjid kami di bakar tapi tidak ada yang dapat menghanguskan keyakinan yang ada di dalam hati kami. Setiap serangan yang kami terima malah menguatkan tali persatuan dan keimanan kami. Semoga anda dapat melihat kebenaran dari hati anda yang paling dalam.
By MARIKA on May 10, 2008
Quote:
Shadow, sepertinya anda dan teman2 anda adalah salah satu pembuktian dari kebenaran Ahmadiyah. Tapi sayang juga sudah banyak memakan dana besar perjuangan untuk mencaci maki, menindas, memfitnah untuk melenyapkan Ahmadiyah malahan yang terjadi sebaliknya, Ahmadiyah berkembang semakin besar dan kuat.
Jawab:
Mewakili Shadow, aksi/sikap keras (bukan membenarkan kekerasan yang membaibuta) kami hanyalah bukti dari perjuangan kami atas penghinaan/penistaan atas agama kami Islam.
Kalau lah Ahmadiyah mengaku agama selain/non Islam kami pun menghormati sebagamana kami menghormati agama2 lain. Sikap tegas kami adalah sikap yang dicontohkan oleh Nabi SAW.
Apakah di ajaran Ahmadiyah tidak ada anjuran untuk bersikap tegas?
Kalo ada orang yang mengaku2 ajaran Islam, padahal menurut kami bukan, apakah Anda harapkan kami diam2 saja?
Quote Marika:
kerajaan yang Ahmadiyah dirikan adalah kerajaan rohani
Jawab:
Mirip Kepausan begitu? Terserah, kalo namanya bukan Islam.
By nabi lama on May 11, 2008
Quote Anti ahmadi:
Mana berani mereka????
Jawab:
Kita lihat aja, beraninya cuma dakwah ke orang2 non muslim atau muslim yang imannnya lemah dengan mengatasnamakan Islam.
Kalo mereka berani, coba buka forum terbuka untuk membahas Ahmadiyah. Yang mereka takutkan adalah kutukan dari Khalifah2nya.
By nabi lama on May 11, 2008
Nabi lama, apakah menurut anda islam mengajarkan cara seperti yang anda anggap benar tersebut. Kalau mau kembali ke dalam islam pakai lah cara2 Al-Qur’an ajarkan bila ada perbedaan.Kami serahkan semua ini kepada Allah SWT dalam semua do’a2 kami.
Kami sangat menunggu forum yang ada maksud. Apa yang bisa kami bantu untuk mewujud kannya?
By MARIKA on May 12, 2008
Saya genersi ke 3 dari keluarga Ahmadi, pendidikan agama di dalam ahmadiyah atau di luar ahmadiyah tidak pernah saya di ajarkan anarkisme. Tabligh yang Ahmadiyah ajarkan dengan Bijaksana dan Arif. Saya bingung sama semua perlakuan beberapa kelompok islam terhadap kami. Dan apakah saya mesti mengikuti orang2 yang tindakannya di luar islam?
Saya kenal beberapa orang yang di bayar untuk aksi demo menghancurkan mesjid kami, kesehariannya cuma mabok dan menyusahkan orang tua. Bagaimana saya menganggap kelompok mereka itu benar, padahal di Ahmadiyah Islam begitu suci, agung dan Indah sekali.
By MARIKA on May 12, 2008
Nabi lama, shadow dll
Anda menganggap kami di luar islam, kalau kami masuk islam kami masuk islam kelompok yang mana??
By MARIKA on May 12, 2008
Quote Marika:
Nabi lama, apakah menurut anda islam mengajarkan cara seperti yang anda anggap benar tersebut.
Jawab:
maksud saya sikap tegas/keras itu bukannya kekerasan, anda pastinya mengerti khan?
Quote:
Kami sangat menunggu forum yang ada maksud. Apa yang bisa kami bantu untuk mewujudkannya?
Jawab:
Untuk mewujudkannya anda bisa ajukan hal ini ke imam anda, atau kalo anda sungkan pada imam anda, secara pribadi silakan datang ke majlis NU atau muhammadiyah terdekat. Coba tanyakan pada ulamanya apa dan bagaimanakah Ahmadiyah itu, apa bedanya dengan Islam.
By Nabi lama on May 12, 2008
Saudara Marika,
Ini diskusi saya dengan Deden di http://denagis.wordpress.com
Jadi saudara bisa simpulkan sendiri apa Ahmadiyah itu agama atau organisasi. Kalo hanya organisasi, kenapa orang yang keluar itu tidak boleh dijadikan imam sholat buat Ahmadi.
Quote Deden:
siapa dan orang mana ya, Mas yang keluar dari Ahmadiyah dan diancam-ancam itu?
Jawab:
Kalo Akang punya waktu dan kesempatan yah… telepon aja sendiri ke redaksi Antv, saya udah kasih detail beritanya kapan ditayangkan.
Kembali ke pertanyaan saya, orang keluar Ahmadiyah (masuk Islam) buat Ahmadiyah adalah statusnya murtad (bukan begitu Kang Deden?)
deden:
orang keluar dari Ahmadiyah kami katakan sebagai keluar dari organisasi yang namanya Ahmadiyah, dia tetap sebagai orang Islam. Murtad kalaulah ia ganti agama. Ahmadiyah bukan Agama!
By Nabi lama on May 13, 2008
Quote Marika:
Shadow, sepertinya anda dan teman2 anda adalah salah satu pembuktian dari kebenaran Ahmadiyah. Tapi sayang juga sudah banyak memakan dana besar perjuangan untuk mencaci maki, menindas, memfitnah untuk melenyapkan Ahmadiyah
Jawab:

Kapan saya menindas Ahmadiyah…Fitnah
Kapan saya memfitnah Ahmadiyah….Fitnah lagi
Kapan juga melenyapkan Ahmadiyah….Fitnah lagi
Quote Marika:
malahan yang terjadi sebaliknya, Ahmadiyah berkembang semakin besar dan kuat.
Jawab:

Apa karena alasan berkembang anda menganggap Ahamadiyah adalah Aliran yang benar…sungguh konyol penalaran anda
Bagaimana dengan Agama Kristen yang semakin berkembang, apakah karena agama mereka berkembang lantas menganggap mereka agama yang benar? sialahkan anda jawab
Nasehat saya banyak-banyaklah belajar Al-Qur’an dan jangan Doktrin saja yang banyak dipelajari sehingga membuat mata hati menjadi buta dan menjadi orang yang bebal ketika kesesatan Ahmadiyah ditunjukkan didepan mata anda.
Quote Marika:
Shadow, kerajaan yang Ahmadiyah dirikan adalah kerajaan rohani. anda dan semua teman2 anda tidak dapat menghancurkan kerajaan tersebut karena ada di dalam hati para ahmadi.
jawab:

Gw maklum, kalau sudah fanatik menganggap apa yang diyakininya adalah kerajaan rohani, padahal apa yang diyakininya adalah sebaliknya yaitu kerajaan setan. Tipu daya setan membuat aliran seperti anda seperti orang yang mabuk yang tidak mau sedikitpun penjelasan orang lain. Tutup mata tutup telinga sudah menjadi budaya anda
Baca saja diskusi-diskusi Ahmadiyah disini http://islamic.us.to
Banyak bukti-bukti kesesatan Ahmadiyah diungkap dlm link tsb. Bukti yang diberikan banyak berasal dari buku-buku dan tafsir resmi ahmadiya Ahmadiyah. Buku Ahmadiyah tsb dengan sendirinya mengungkap kesesatan dan keborokannya alirannya sendiri….senjata makan tuan istilahnya
Saya yakin setelah anda membaca link tsb akan bersikap yang sama seperti ahmadi-ahmadi lainnya yang pernah membaca maupun yang pernah berdiskusi di link tsb yaitu “BEBAL”
Quote Marika:
Walaupun mesjid kami di bakar tapi tidak ada yang dapat menghanguskan keyakinan yang ada di dalam hati kami.
jawab:
Anda salah alamat…non ahmadi yang disini bukan orang yang senang membakar masjid dan menyukai kekerasan. Sebelum menulis tolong dipikir terlebih dahulu. Setiap serangan yang kami terima malah menguatkan tali persatuan dan keimanan kami.
Quote:
Semoga anda dapat melihat kebenaran dari hati anda yang paling dalam.
jawab:
Apakah mungkin manusia adalah tuhan Marika? 
? kalau bebal apa pantas anda mengatakan demikian “Semoga anda dapat melihat kebenaran dari hati anda yang paling dalam”.
ha…haaa..haaa…ente melihat dan membaca isi tadzkirah saja belum pernah, pake bilang kebenaran segala
makanya meluncur ke http://islamic.us.to ,disana ada tadzkirah. Ada wahyu di tadzkirah tsb bahwa Ghulam Ahmad adalah seorang tuhan lho
apa ente belum tahu? kalau nanti sudah membaca tadzkirah tsb, langkah apa yang anda ambil, Bertaubat ataukah Bebal sama seperti ahmadi lainnya contohnya seperti Alif
Quote Marika:
Nabi lama, apakah menurut anda islam mengajarkan cara seperti yang anda anggap benar tersebut. Kalau mau kembali ke dalam islam pakai lah cara2 Al-Qur’an ajarkan bila ada perbedaan.Kami serahkan semua ini kepada Allah SWT dalam semua do’a2 kami.
jawab:
apa Ahmadiyah selama ini menggunakan Al-Qur’an marika? meluncur kesini saja http://islamic.us.to, disitu banyak bukti-buktinya
Quote Marika:
Saya genersi ke 3 dari keluarga Ahmadi, pendidikan agama di dalam ahmadiyah atau di luar ahmadiyah tidak pernah saya di ajarkan anarkisme. Tabligh yang Ahmadiyah ajarkan dengan Bijaksana dan Arif. Saya bingung sama semua perlakuan beberapa kelompok islam terhadap kami. Dan apakah saya mesti mengikuti orang2 yang tindakannya di luar islam?
Saya kenal beberapa orang yang di bayar untuk aksi demo menghancurkan mesjid kami, kesehariannya cuma mabok dan menyusahkan orang tua. Bagaimana saya menganggap kelompok mereka itu benar, padahal di Ahmadiyah Islam begitu suci, agung dan Indah sekali.
JAWAB:
kalau diskusi disini sebelum menulis dipikir dahulu apakah kita ini pernah bersikap anarkis ataukah tidak. Jangan asal tuduh nanti bisa fitnah lho
Quote Marika:
Nabi lama, shadow dll
Anda menganggap kami di luar islam, kalau kami masuk islam kami masuk islam kelompok yang mana??
JAWAB:
apa pernah saya menganggap anda keluar dari Islam? kapan saya bilang begitu? bisa tunjukkan buktinya!!
By shadow on May 14, 2008
Shadow makasih yah kayaknya anda semangat sekali mau menuntun saya ke jalan yang benar. Makasih juga deh anda masih mengaku Ahmadiyah tidak keluar dari Islam. Tapi saya juga gak menuduh anda apa2 kok, saya cuma jelasin aja kondisi yang saat ini saja jadi gak usah marah2 ya… mungkin anda salah mengerti ya..
Saya salut juga anda sudah mempelajari Tazkirah, Saya secara pribadi gak khawatir yah
sama pengakuan Hz.Mirza Ghulam Ahmad, as. Karena semua dia katakan ATAS NAMA ALLAH SWT. Jadi kalau beliau pembohong anda tahu kan akibatnya.
Sekarang kalau saya bersumpah atas nama Allah atas sesuatu hal kepada anda, anda akan percaya sama pernyataan saya atau tidak? kalau anda percaya pasti karena nama Allah nya kan…. kalau saya pembohong menurut anda yang akan di kenakan sanksi; saya yang pembohong atau anda yang percaya sama saya atas nama Allah?
Jadi saya gak ada beban ya kalau sang PENDAKWA sudah bersumpah ATAS NAMA ALLAH SWT. Lagi pula kalau pendakwaan palsu pastilah sudah di hancurkan Allah seperti janji Allah kepada pendakwa palsu.
Shadow maaf aja nih bukannya mau sombong, terus terang aja di dalam Ahmadiyah saya sudah merasa tenang dan bangga dan punya Khalifah.
Dan saya bingung kalau anda merasa Ahmadiyah itu salah terus bagai mana sebaiknya menurut anda kelompok mana yang benar??? paling tidak yang lebih baik dari Ahmadiyah, dan isinya orang2 yang mukhlis seperti teman2 saya para Ahmadi.
Saya juga mau tanya anda tahu ahmadiyah dari orang ahmadi atau dari orang di luar ahmadiyah?
karena saya pernah di kasih Tazkirah dari teman dari orang yang bukan ahmadiyah, ternyata isinya juga banyak yang salah ya di potong2 sehingga maknanya sudah di kondisikan salah.
Kalau anda mau terima saran saya, anda tanya langsung saja ke Allah SWT tentang kebenaran pendakwaan Mirza Ghulam Ahmad, kan udah ada sarananya yah, dalam sholat dan do’a2 anda. karena Ayah dan keluarga saya juga masuk Ahmadiyah dengan cara seperti itu.
NB:web nya gak bisa dibuka
By MARIKA on May 15, 2008
Shadow,
di dalam Tazkirah Hz. Mirza Ghulam Ahmad mengatakan bahwa beliau tidak lebih berharaga dari sebutir debu yang melekat di kaki Rosulullah SAW.Kalau Mirza Ghulam Ahmad mengaku Tuhan, saya rasa itu salah arti ya, saya memang gak bisa bahasa urdu tapi saya yakin orang yang menterjemahkan itu gak bener atau kalimat sudah di potong2.
Ada sudah baca belum syarat Bai’at masuk Ahmadiyah? mungkin dari sana anda bisa tahu apa kah ahmadiyah itu, dan kenapa harus ada.
By MARIKA on May 15, 2008
Allah selalu bersama orang-orang yang mendekatkan diri kepadaNya.
Tuhan selalu punya rencana untuk menunjukan kebenarannya.
JAman Rasulullah SAW betapa penindasan, penderitaan dialami oleh Beliau bersama Pengikutnya.
Tuhan tidak bisu Tuhan selalu berkata-kata kepada makhlukNya….
sampe kapanpun akan selalu begitu.
tidak ada istilah wahyu sudah tidak turun.
By Donkqer on May 17, 2008
Dialoglah….!!!! ikuti petunjuk dan teladan Rasulullah SAW jangan ada anarkis!!!!
diketawain nasrani tau…….
By Donkqer on May 18, 2008
Quote:
Tuhan tidak bisu Tuhan selalu berkata-kata kepada makhlukNya….
sampe kapanpun akan selalu begitu.
tidak ada istilah wahyu sudah tidak turun
Jawab:
Yah yang berkata2 pada makhluknya, tapi makhlukNya nggak ngaku2 nabi. Kenabian sudah selesai di tangan Nabi SAW.
By nabi lama on May 18, 2008
Quote Marika:
Shadow makasih yah kayaknya anda semangat sekali mau menuntun saya ke jalan yang benar.
jawaban:
itu memang kewajiban saya sebagai muslim untuk mengingatkan saudaranya yg tersesat.
Quote Marika:
Makasih juga deh anda masih mengaku Ahmadiyah tidak keluar dari Islam.
Jawab:
Soal itu sih saya serahkan saja kepada Allah
Quote Marika:
Tapi saya juga gak menuduh anda apa2 kok,
jawab:
kenapa nama gw disebut -sebut
Quote:
saya cuma jelasin aja kondisi yang saat ini saja jadi gak usah marah2 ya… mungkin anda salah mengerti ya..
jawab:
saya tidak marah, justru saya malah ketawa ketiwi….apa anda tidak melihat smileynya sebagai tanda saya tidak marah. Kalau jelasinnya nggak usah nyebut nama…takutnya jadi fitnah. Nanti anda yang rugi sendiri. Bolehlah anda menyebut nama kalau anda menemukan bukti bahwa orang yang anda tuduh memang berkata seperti yang anda tuduhkan.
Quote:
Saya salut juga anda sudah mempelajari Tazkirah, Saya secara pribadi gak khawatir yah
sama pengakuan Hz.Mirza Ghulam Ahmad, as. Karena semua dia katakan ATAS NAMA ALLAH SWT. Jadi kalau beliau pembohong anda tahu kan akibatnya.
jawab:
Kalau anda mengukurnya seperti itu, bagaimana dengan Agama kristen? kenapa mereka berbohong tapi belum merasakan akibatnya
justru mereka makin berkembang.
akibatnya kenabiannya tidak bisa berlangsung lama
klik saja disini http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0 Posted: Nov 11 2007, 04:56 PM
Quote:
Sekarang kalau saya bersumpah atas nama Allah atas sesuatu hal kepada anda, anda akan percaya sama pernyataan saya atau tidak? kalau anda percaya pasti karena nama Allah nya kan…. kalau saya pembohong menurut anda yang akan di kenakan sanksi; saya yang pembohong atau anda yang percaya sama saya atas nama Allah?
jawab:
jadi gw nggak langsung percaya pada orang yang bersumpah atas nama Allah apalagi ini menyangkut nabi palsu yang harus diuji terlebih dahulu dengan Al-Qur’an.
kalau anda percaya pasti karena nama Allah nya kan…..pertanyaan ini saya balikkan kepada anda.
Didunia ini banyak orang yang bersumpah palsu….contohnya seperti pejabat yg koruptor, mereka.sebelum diangkat bersumpah atas nama Allah tapi sesudah itu mereka melanggar sumpahnya
Ghulam Ahmad itu bersumpah karena dirinya merasa yang memberikan wahyu itu adalah tuhan padahal yang memberikan wahyu tersebut adalah setan. Memang Ghulam Ahmad bisa jadi benar menerima wahyu tapi dia sendiri tidak tahu apakah wahyu tsb benar-benar dari Allah atau tidak. Tidak mungkinlah Allah memberikan wahyu tetapi bertentangan dengan Al-Qur’an.
Patut anda catat, mengukur kebenaran bukan dilihat sumpahnya atas nama Allah tetapi mengukurnya dengan Al-Qur’an.
Marika, sayapun bisa bersumpah atas nama Allah atas sesuatu hal kepada anda, anda akan percaya sama pernyataan saya atau tidak?
By eman on May 19, 2008
Quote:
Jadi saya gak ada beban ya kalau sang PENDAKWA sudah bersumpah ATAS NAMA ALLAH SWT.
jawab
hiii…hiii…hiii….mengukur kebenaran seseorang kok dari sumpahnya bukan dari Al-qur’an.
Anda baca Surat Al-Maidah 44,45,47….bagaimana orang yang memutuskan perkara tidak berdasarkan Al-Qur’an? disebut apa orang tsb?
Quote:
Lagi pula kalau pendakwaan palsu pastilah sudah di hancurkan Allah seperti janji Allah kepada pendakwa palsu.
jawab:
janji yang mana….memotong urat nadi itu (QS.69:47)…itu khan hanya kata kiasan. Apa anda pernah mendengar orang-orang yg mendakwakan sebagai nabi palsu oleh Allah langsung dipotong urat nadinya? kalau itu maksudnya nggak perlu nunggu waktu yg lama sampai bertahun-tahun mengadzab mereka….satu dua hari dimulai pendakwaannya sudah cukup bagi Allah untuk mengadzabnya tapi kenyataannya Allah memberikan mereka tenggang waktu bertahun-tahun bahkan ada yang taubat segala. Marika, Intinya Nabi palsu itu kenabiannya tidak akan berlangsung lama seperti halnya Ghulam Ahmad
disini saya sudah menjelaskanannya http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0 Posted: Nov 11 2007, 04:56 PM
Quote:
Shadow maaf aja nih bukannya mau sombong, terus terang aja di dalam Ahmadiyah saya sudah merasa tenang dan bangga dan punya Khalifah.
jawab:
justru ketika saya menjadi ahmadi merasa tidak tenang hingga akhirnya keluar dari Ahmadiyah.
Kalau gw sih tidak ada yang patut dibanggakan dari khalifah yg sesat
Quote:
Dan saya bingung kalau anda merasa Ahmadiyah itu salah terus
jawab:
Anda saja belum ikhlas menerima fakta sesatnya Ahmadiyah. Saya sudah banyak membuktikan sesatnya ahmadiyah di http://islamic.us.to ……..silahkan anda cermati diskusinya satu-persatu. Anda sebagai manusia yang berakal, harus siap menerima kenyataan pahit tsb. Kefanatikan anda thd Ghulam Ahmad membuat akal sehat tidak terpakai.
Quote:
bagai mana sebaiknya menurut anda kelompok mana yang benar??? paling tidak yang lebih baik dari Ahmadiyah, dan isinya orang2 yang mukhlis seperti teman2 saya para Ahmadi.
jawab:
Saya bukan seorang tuhan hingga bisa mengetahui golongan mana yang benar. Syirik nantinya karena mendahului Allah. Rasulullah saja tidak pernah menyebutkan golongan mana yang benar.
Apa anda tidak pernah nonton video seminar di UGM pada saat Tahir Ahmad khalifah datang ke indonesia. Khalifah anda saja menagatakan tidak mengetahui golongan mana yang benar dan tidak mengatakan Ahmadiyah adalah golongan yang benar.
Quote:
Saya juga mau tanya anda tahu ahmadiyah dari orang ahmadi atau dari orang di luar ahmadiyah?
jawab:
Saya mantan Ahmadi…..maka dari itu saya tahu sesatnya ahmadiyah. Saya keluar ketika semakin tahu kesesatannya. Justru saya keluar setelah membaca berbagai macam buku-buku Ahmadiyah dan Tafsir Ahmadiyah. Setelah melalui proses yang panjang saya akhirnya keluar dari Ahmadiyah. Intinya Akal sehat harus dipergunakan, tidak menghamba kepada pemikiran orang lain, siap menerima kenyataan pahit, tidak mengkultuskan Ghulam Ahmad, mau mendengar dari pihak lain dan menyelidikinya, yang terakhir haruslah ikhlas.
Kalau anda ingin tahu ttg buku-buku Ahmadiyah, Tafsir Resmi Ahmadiyah, Tadzkirah, dll bisa dilihat di http://islamic.us.to kemudian klik “Diskusi Ahmadiyah”
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?s=256efd99d8e4a49d8cb99b223240b32c&showforum=7
Quote:
karena saya pernah di kasih Tazkirah dari teman dari orang yang bukan ahmadiyah, ternyata isinya juga banyak yang salah ya di potong2 sehingga maknanya sudah di kondisikan salah.
jawab:
Itu kata siapa….kata petinggi-petinggi ahmadiyah kah? wajar kalau mereka mengatakan isinya salah dan dipotong2, mana ada sejarahnya borok sendiri diungkap
silahkan anda menuju kesini saja bisa dilihat di http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59
saya menjamin tadzkirah tsb tidak dipotong-potong, sudah asli dari sononya.
By eman on May 19, 2008
Quote:
Kalau anda mau terima saran saya, anda tanya langsung saja ke Allah SWT tentang kebenaran pendakwaan Mirza Ghulam Ahmad, kan udah ada sarananya yah, dalam sholat dan do’a2 anda.
jawab:
Sebelum saya keluar dari Ahmadiyah saya sudah melakukannya, pada akhirnya saya memutuskan keluar dari Ahmadiyah. Saran saya, jangan terbuai dan cepat percaya oleh doktrin mereka agar shalat istikharah seolah-olah mereka adalah golongan yang benar. Jangankan saya, semua orangpun bisa menasehati anda seperti yang anda tulis tsb untuk shalat istikharah dan berdo’a kepada Allah…….siapa yang tidak bisa menasehati seperti itu. Tapi itu semua tidak menjamin bahwa mereka adalah benar. saya sudah tahu doktrin ahmadiyah tsb….menurut saya itu salah satu jurus Ahmadiyah seperti halnya jurus langkah seribu.
Quote:
karena Ayah dan keluarga saya juga masuk Ahmadiyah dengan cara seperti itu.
jawab:
tapi ada juga yang keluar dengan cara seperti itu.
Setiap orang yang mengikuti berbagai macam aliran sesat setidaknya pasti akan melakukan cara seperti itu. Yang terpenting yang harus anda tanamakan adalah akal sehat, ikhlas, dan Al-Qur’an.
Selama anda tidak ikhlas, tidak menggunakan akal sehat dan tidak memakai Al-Qur’an sebagai satu-satunya pedoman, kebenaran tidak akan anda dapatkan. Justru sebaliknya, kesesatan akan anda peroleh.
Quote:
NB:web nya gak bisa dibuka
jawab:
coba http://www.z8.invisionfree.com/islamic
Quote:
Shadow,
di dalam Tazkirah Hz. Mirza Ghulam Ahmad mengatakan bahwa beliau tidak lebih berharga dari sebutir debu yang melekat di kaki Rosulullah SAW.
Jawab:
wajarlah…banyak cara untuk mengelabui mata kita dengan perkataan-perkataan seperti itu agar dinilai dia bukanlah pendusta. Dalam Tadzkirah pula anda akan menemukan kesesatannya Ghulam Ahmad.
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59
Quote:
Kalau Mirza Ghulam Ahmad mengaku Tuhan,
jawab:
harap anda catat bahwa di tadzkirah bukan Ghulam Ahmad mengaku sebagai tuhan tetapi tuhannya MGA lah yang mengatakan MGA adalah tuhan.
bisa dilihat di http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59
dibawah ini ada penjelasan dari buku ahmadiyah bahwa Ghulam Ahmad memiliki sebagian sifat-sifat Allah. Menerimakah akal anda?
http://img293.imageshack.us/img293/7816/buku294bew9.jpg
coba anda jawab dengan akal sehat anda ditambah lagi dengan hati yang ikhlas.
Quote:
saya rasa itu salah arti ya,
jawab:
tidak salah arti…..kalau anda kurang yakin, silahkan tanyakan kepada seseorang yang mengerti bahasa arab apa arti wahyu-wahyu tsb. Saya sarankan anda jangan bertanya kepada Mubaligh Ahmadiyah khawatir artinya nanti dipelintir. Sebaiknya cari orang yg netral dan jangan mengatakan itu adalah tadzkirah.
Quote:
saya memang gak bisa bahasa urdu
jawab:
ada kok yang berbahasa arab
Quote:
tapi saya yakin orang yang menterjemahkan itu gak bener atau kalimat sudah di potong2.
jawab:
pengertiannya sudah bener…kalaupun ada yg sepotong-sepotong tidak akan merubah maksudnya.
Quote:
Ada sudah baca belum syarat Bai’at masuk Ahmadiyah?
jawab:
Sudah….saya khan mantan ahmadi
Quote:
mungkin dari sana anda bisa tahu apa kah ahmadiyah itu,
jawab:
Semua aliran pasti akan mengajarkan hal tersebut dan bukan berarti mereka menulis hal tersebut mereka adalah golongan yg benar. Membuat teorinya sih mudah, yang penting itu pelaksanaannya. Selama saya diskusi dengan ahmadi mereka tidak berani berkata jujur…apa ini tidak sumpah palsu namanya.
Saya tanya kepada anda, sudahkah anda menjalankan syarat-syarat bai’at tsb?
Quote:
dan kenapa harus ada.
jawab:
Tujuannya untuk mengelabui masyarakat yang awam thd ajaran agama islam biar terkesan mereka mengajarkan kebenaran.
By eman on May 19, 2008
Quote Donkqer:
Allah selalu bersama orang-orang yang mendekatkan diri kepadaNya.
jawab:
1x
benar….tapi tidak bersama nabi palsu
Quote:
Tuhan selalu punya rencana untuk menunjukan kebenarannya
jawab:
2x
benar….tapi tidak bersama nabi palsu
Quote:
JAman Rasulullah SAW betapa penindasan, penderitaan dialami oleh Beliau bersama Pengikutnya
jawab:
Benar….Nabi palsupun juga merasakannya
Quote:
Tuhan tidak bisu Tuhan selalu berkata-kata kepada makhlukNya….
sampe kapanpun akan selalu begitu
jawab:
Doktrin Ahmadiyah selalu dimakan mentah-mentah oleh pengikutnya
Doktrin ahmadiyah ini sudah tidak asing ditelinga saya.
Anda menganggap kalau Allah tidak berkata-kata lagi kepada hambanya berarti Allah telah bisu, begitu khan menurut doktrin anda….naudzubillahi min dzalik. Sebelum menulis dipikir terlebih dahulu dengan akal sehat. Perkataan anda tsb kepada Allah tidak pantas dan menghina Allah menurut akal sehat. Ucapan itu hanya perkataan para penipu yang ingin mengelabui mata orang.
Coba anda pikir dengan akal anda kalau seorang berbicara dengan kita pada suatu masa dan sesudah itu ia tidak mau berkata-kata lagi, apakah dikatakan dia bisu?
Kalau Allah tidak berbicara dengan manusia lagi, apakah tidak ada makhluk lain yang dia omongi?
Perumpamaan Allah tidak berkata-kata lagi kepada siapapun dari makhluknya, apakah berarti Allah itu bisu?
cobalah anda menjawabnya……saya tunggu penjelasan dari anda.
Quote:
tidak ada istilah wahyu sudah tidak turun.
jawab:
Ada manusia mau mengatur Allah….naudzubillahi min dzalik
By eman on May 19, 2008
Buat marika:
saya sengaja menggunakan nama “eman” karena ketika saya menggunakan nama “shadow” postingan saya tidak terkirim…..entah kenapa?
By eman on May 19, 2008
Quote Marika:
tidak ada istilah wahyu sudah tidak turun
Jawab:
Kesimpulan dari mana itu asalnya? Tadzkirah atau apa?
By nabi lama on May 20, 2008
Shadow,
Setelah anda keluar dari ahmadiyah sekarang anda di kelompok mana?
By MARIKA on May 21, 2008
Thanks ya shadow atas keterangannya.
Alhamdulillah gw yakin banget AHMADIYAH benar. Dan gw akan belajar lagi yang dalam tentang Tazkirah, dll.
see you next time
By MARIKA on May 22, 2008
Quote Marika:
Shadow,
Setelah anda keluar dari ahmadiyah sekarang anda di kelompok mana?
jawab:
kelompok mana ya????
Quote Marika:
Thanks ya shadow atas keterangannya.
Jawab:
Sama-sama Marika….pelajari dengan baik berbagai diskusi tsb
Quote Marika:
Alhamdulillah gw yakin banget AHMADIYAH benar.
jawab:
terserah anda saja…itu hak anda. Coba pelajari Al-Qur’an dengan baik.
Quote:
Dan gw akan belajar lagi yang dalam tentang Tazkirah, dll.
see you next time
jawab:
Saya dukung niat baik anda untuk mempelajari ajaran ahmadiyah. Saya akan mendo’akan anda untuk menemukan suatu kebenaran. Semoga anda mendapat petunjuk dari Allah.
Kalau anda sewaktu-waktu ingin menanyakan ttg ahmadiyah kepada saya bisa melalui email saya shadow_live2006@yahoo.co.id
Selama tidak sibuk saya akan menjawab pertanyaan anda dan saya akan siap menguploadkan buku-buku ahmadiyah yang anda inginkan, bila perlu tadzkirah.
see you next time
By shadow on May 23, 2008
Buat Marika silahkan kunjungi http://www.jusman.wordpress.com
By shadows on Jun 6, 2008
Cara-cara yang dilakukan FPI memang salah. Namun tujuan dasar FPI adalah ingin Ahmadiyah bubar.
Saya juga heran Melihat orang-orang begitu cinta mati membela Gus DUR. Menurut saya pribadi mereka lebih cinta GUS DUR ketimbang Nabi Muhammad SAW. Mereka rela ajaran Rasulullah dinodai oleh Ahmadiyah dan tetap membela GUS DUR. Pengkultusan seperti ini tidak dibenarkan dalam Islam. Bagi pendukung GUS DUR, apapun yang dikatakan GUS DUR mutlak benar dan tidak mungkin salah. GUS DUR bukanlah seorang tuhan. Kita tidak boleh mengatakan pasti benar kepada seorang manusia. Hanya kepada Allah saja kita boleh mengatakan “pasti benar”.
Berita pagi ini di TV bahwa GUS DUR akan membela Ahmadiyah, sungguh patut disayangkan. Para sahabat pada zaman Rasulullah SAW tidak pernah sekalipun membela ataupun melindungi orang-orang yang sesat yang mengaku sebagai nabi. Ini tidak ada hubungannya dengan kebebasan beragama dan berkeyakinan tetapi apa yang dilakukan ahmadiyah berkaitan dengan penodaan agama Islam.
By mardi on Jun 9, 2008
Sedikit mengomentari insiden di Monas kemarin, kami sampaikan bahwa tidak ada pihak yang paling berbahagia saat ini melihat sesama umat Islam saling bermusuhan dan baku hantam, kecuali iblis laknatullahi ‘alaihi.
Inilah momen yang paling membahagiakan Iblis yang sejak zaman nabi Adam ‘alaihissalam sudah punya dendam kesumat untuk menimbulkan permusuhan di kalangan anak-anak Adam.
Sudah lama iblis merasakan sesak dada karena melihat umat Islam di negeri ini semakin dekat dengan agama. Sudah lama Iblis sakit hati melihat semakin hari semakin banyak saja para wanita di negeri ini yang menutup aurat dan pakai jilbab.
Sudah lama Iblis kecewa melihat begitu banyak pengajian dan majelis taklim menjamur bukan hanya di desa, bahkan di gedung-gedung pencakar langit di Jakarta, sehingga orang semakin banyak yang mengenal lebih dalam tentang agamanya.
Sudah lama Iblis tidak pernah tersenyum dan bermuka masam, karena selama ini melihat umat Islam dari berbagai elemen bersatu, melepaskan dan melupakan perbedaan yang kerap menghantui mereka.
Namun pada hari-hari belakangan ini, Iblis bisa kembali menari-nari kegirangan, berputar-putar dan memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri diiringi musik. Iblis tertawa lebar, hidungnya mekar, dadanya menggelembung bahagia.
Betapa tidak, karena Iblis akhirnya bisa melihat pemandangan yang sudah lama tidak lagi disaksikannya, yaitu ketika anak cucu Adam memukuli saudaranya sendiri, apapun penyebabnya, lalu orang lain yang tidak tahu urusan lantas ikut-ikutan mau membalaskan dendamnya, maka Iblis dan teman-temannya mulai berpesta.
Musik telah dimainkan, batu dan kayu dilemparkan, dendam kesumat diletupkan, permusuhan semakin menjadi-jadi tanpa bisa dizinakkan. Kita jadi teringat pada firman Allah SWT ketika dahulu mengingatkan bahwa Iblis memang memimpikan hal itu.
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu. (QS. Al-Maidah: 91)
Sebagai muslim, tentu kita malu kalau harus ikut kejeblos dengan jebakan-jebakan Iblis yang inginnya memperluas permusuhan dan konflik horizontal di tengah umat Islam.
Padahal sesungguhnya akar masalahnya bukan urusan anarki, melainkan urusan penyimpangan akidah Ahmadiyah yang sejak dulu kesesatannya telah disepakati ulama.
Sayangnya begitu banyak di antara kita sendiri yang jadi korban penggiringan opini media massa milik Iblis atau setidaknya yang mendukung Iblis, yang inginnya ada konflik horizontal. Kami yakin sekali bahwa media adalah kekuatan keempat yang amat berpengaruh di dalam suatu negara. Bahkan terkadang jauh lebih kuat dari seorang Presiden sekalipun.
Apalagi kalau media itu membentuk jaringan dan sama-sama menggiring opini sambil terus memanas-manasi publik untuk melakukan character assasination kepada kelompok tertentu. Masih ditambah dengan kekuatan pihak asing (baca: yahudi) yang juga ingin melumat Islam di negeri ini. Wah, ini memang sangat dahsyat.
Buktinya, saudara-saudara kita di daerah yang kurang informasi objektif sampai harus mengisi tubuh dengan ilmu kebal dan makan gotri pakai pisang. Kalau kita tanya, untuk apa melakukan itu, jawabnya tentu bisa beragam. Tetapi yang paling kuat justru untuk melakukan perbuatan yang jauh lebih anarkis. Sayang sekali.
Masyaallah, kalau pun perbuatan FPI itu dianggap anarkis, pertanyaannya adalah: Apakah anarki itu harus selalu dilawan dengan anarki? Apakah ‘kezaliman’ dihadapi dengan kezaliman juga? Lalu apa bedanya antara kedua belah pihak itu?
Sekarang sekian orang yang bertanggung-jawab dari perbuatan insiden Monas itu sudah ditangkap polisi, atau tepatnya telah menyerahkan diri dengan komitmen dan bertanggung-jawab. Bahkan Habib Rizik pun juga sudah ditangkap. Lalu mau apa lagi?
Apakah kekerasan memang harus selalu melahirkan kekerasan lainnya? Apakah mengisi ilmu kebal dan bermacam persiapan itu untuk melukai sesama anak Adam? Untuk menyakiti lagi umat Muhammad SAW?
Belum puaskah Iblis kita layani dengan hembusan angin nerakanya, sehingga kita harus terus menerus melakukan semua bisikan jahatnya?
By wati on Jun 11, 2008
Suasana memanas saat ini setelah insiden Monas kemarin, ada hal yang ganjil di mana 8000 Banser Anshor mengisi tubuh dengan kekebalan guna siap berperang melawan FPI.
Kami bukan memusuhi orang yang menggunakan ilmu kebal, namun kalau kita kaji lebih dalam di setiap even peperangan yang dijalankan oleh Rasulullah SAW, maka kita lihat bahwa sepanjang sejarah kita tidak menemukan indikasi beliau SAW menggunakannya.
Padahal kalau dipikir-pikir, Rasulullah SAW pernah diminta oleh para jin muslim untuk mengisi pengajian. Bahkan para shahabat sampai kebingungan mencari beliau SAW.
Ketika hari berganti, tiba-tiba Rasulullah SAW muncul lagi dan beliau mengatakan telah diundang oleh sekumpulan jin yang ingin belajar agama Islam.
Kalau kita pikir secara logika, mengapa beliau SAW tidak minta bantuan jin untuk mengisi para shahabat dengan ilmu kebal sehingga tidak mempan dibacok atau disabet dengan pedang? Mengapa para jin itu tidak ikut perang melawan para kafir Jahiliyah di Medan Badar, Uhud, Khandak dan lainnya?
Jawabnya ada di masa Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Beliau adalah nabi terakhir yang diberi kekuasaan dan wewenang untuk memanfaakan bangsa jin oleh Allah SWT. Sepeninggal beliau, para nabi yang lain tidak diberikan wewenang itu. Mereka diminta berjuang di jalan Allah dengan segala resiko fisik.
Maka Nabi Zakaria pun harus mati di gergaji oleh kaumnya yang membangkang. Padahal kalau memang dibolehkan, seharusnya Nabi Zakaria pun minta bantuan jin untuk diberi ilmu kebal agar tidak mempan dibacok.
Seandainya meminta bantuan jin dan mengisi raga dengan ilmu kebal itu dibenarkan secara aqidah, seharusnya Rasulullah SAW tidak perlu patah giginya dan hancur mukanya saat dilempari batu di Thaif. Dan semua peperangan selama 23 tahun di zaman kenabian itu tidak perlu menghasilkan sejumlah syuhada’.
Namun karena aqidah Islam melarang kita meminta bantuan kepada jin, meskipun jin muslim sekali pun, maka kita tidak pernah melihat para mujahidin sepanjang zaman yang pakai ilmu kebal.
Kalau pun ada pertolongan dari Allah, maka pertolongan itu turun dengan sendirinya. Itu adalah karamah yang Allah berikan kepada siapa saja dari para hambanya yang shalih, yaitu yang beraqidah benar, menjalankan hukum halal dan haram secara benar, dan juga selalu menghindari diri dari dosa, kebencian, kebengisan dan dendam.
Para mujahidin sepanjang zaman tidak menang berjihad melawan orang kafir karena ilmu kebal, atau karena diisi dengan amalan tertentu, atau karena dirajah atau diberikan amalan tertentu. Mereka menang karena semata pertolongan Allah. Karena yang mereka lawan adalah orang kafir, bukan sesama umat Islam sendiri.
Karena yang mereka tegakkan adalah kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW, bukan kepentingan sesaat, bukan dendam yang tidak jelas, juga bukan kepentingan dan agenda orang-orang di belakang layar.
Itulah jihad yang dilakukan para mujahidin di masa lalu, dan itulah yang dilakukan oleh para pahlawan di negeri kita sendiri. Dengan cara itulah kita melawan Belanda dan Jepang di masa lalu. Jihad kita bukan untuk memukuli sesama muslim karena berbagai persoalan yang tidak jelas, hanya karena dipanasi oleh media yang sangat berat sebelah.
Semoga Allah SWT melindungi kita dari beragam jebakan Iblis yang inginnya kita selalu berseteru dengan sesama muslim. Semoga Allah memadamkan tipu daya Iblis dan memenangkan agama-Nya.
By wati on Jun 11, 2008
Ass.wr.wb
Alhamdulillah dapat bergabung kembali dalam situs ini, setelah sekian lama berkutat dalam tugas akhir saya sebagai mahasiswa.
Saya sebagai seorang Ahmadi, menganggap wajar dan manusiawi apabila umat Islam Non Ahmadiyah merasa ternodai dengan apa yg menjadi pemahaman sekaligus keyakinan Islam Ahmadiyah.
Kami tetap sebagai Islam dengan misi membersihkan Islam dari segala macam keridak harusan.
Mungkin saya pernah membahas masalah ini di waktu yang lalu-lalu, tapi saya akan coba membahasnya lagi.
Sekarang dalam keyakinan Islam secara umum, bahwa tidak ada lagi Nabi baru atau Nabi lama setelah Nabi besar MUHAMAD SAW, tapi disamping itu meyakini akan turunnya Nabi ISA AS dari langit….apa bedanya dengan adanya lagi Nabi setelah Nabi MUHAMAD SAW?…Subhanallahu!!!!!
Islam tetap satu yang disebut Islam, tidak ada Islam ini, itu atau Islam Ahmadiyah sekalipun secara mutlak. Ibaratnya Ahmadiyah hanya pemisahan sementara untuk memisahkan apa yg menjadi keyakinan akan kebenaran Islam yang hakiki, dan itupun berlaku bagi semua aliran Islam di muka bumi ini (saya yakin). Karena apabila sama, mengapa harus menyebut dengan Islam Suni, Syiah atau Persis, Muhamadiyah Dll.
Berdasar pada sabda Nabi besar MUHAMAD SAW, bahwa Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya akan ada satu yang benar…….mengapa kita harus dengan amarah yg meluap-luap sampai terjadi sebuah pergolakan fisik. sekali lagi saya katakan, itu wajar dalam konteks perasaan, akan tetapi kontak fisik dan tekanan lainnya yg tidak sehat, itu tidak wajar.
Sabda Rasulullah yang telah mengatakan bahwa Islam akan terpecah kedalam 73 golongan tersebut, apakah disikapi dengan kekerasan dan pemaksaan, apakah Nabi menyuruh kita seperti itu?
Nabi MUHAMAD SAW adalah pribadi yang lembut namun tegas tapi bukan beringas, Subhanallahu!!!
Sekarang apabila Islam Ahmadiyah dipaksa agar keluar dari Islam dengan membuat suatu agama baru akan menyelesaikan masalah…?
saya rasa Tidak!!!!!
Ibarat Ahmadiyah menjadi suatu agama yang independen,apakah umat muslim Non Ahmadiyah siap melihat ada agama diluar Islam yang sejak semula menyebut dirinya ISlam, dengan Alkitab yang sama Al-Qur’an, dengan sahadat yang sama Allah SWT yang Esa dan Nabi Muhamad SAW adalah utusan-Nya, dengan rukun Islam dan Iman yang sama, sholat yang sama…?. berbeda tafsir itu wajar!!!!!.
saya sebagai Ahmadi berani sumpah dunia Akhirat, bahwa sejak semula bagi kami Allah adalah Tuhan semesta alam, Muhamad adalah Nabi syariat yang akhir, Al-Qur’an kitab yang paling sempurna dan akhir.
tidak ada sejak semula apa yang disebut syahadat dengan membawa nama Mirza Ghulam Ahmad sebagai pengganti Nabi yang paling mulia Muhamad SAW. Mirza Ghulam Ahmad pun menyebutkan derajat beliau ibarat debu disepatu Nabi yang paling mulia Muhamad SAW.
tidak ada sejak semula Tadzkirah berstatus sebagai pengganti kitab yang sempurna dan penghabisan Al-Qur’an.
tidak ada sejak semula bahwa kiblat dan tempat menunaikan ibadah haji menggantikan Mekkah,Kabbah dengan Qadian.
Allah SWT adalah Tuhan bagi seluruh alam dan makhluk yang ada didalamnya.
Nabi besar paling mulia adalah Muhamad SAW
Al-Qur’anul Qarim adalah kitab sempurna dan penghabisan.
itu adalah pondasi dasar kami
sekali lagi hal tersebut diatas tidak dapat diganggu gugat
selain itu adalah pemahaman yang berbeda-beda tapi tidak mendasar (bagi kami).
sekali lagi kami adalah Islam
Mungkin orang bilang Islam Ahmadiyah adalah gerakan sempalan buatan penjajah Inggris untuk menghancurkan Islam dari dalam…?
Wajar, karena mungkin pusat dakwah Islam Ahmadiyah ada di London Inggris dan berkembang pesat di daratan Eropa.
Tapi bagaimana mungkin gerakan yg disebut buatan Inggris ini dapat bertahan dengan sejak semula ajaran dan pahamnya sangat bertentangan dengan ajaran dan paham nasrani Inggris….?
betapa hebatnya Inggris itu dapat mebiayai pergerakan ini dengan tiap tahunnya gerakan ini mendapat pengikut baru….?
gunakan logika saudara2 sekalian!!!!
perlu diingat!!!! Amerika dan sekutu2 nasraninya sangat khawatir dengan Islam Ahmadiyah ini. betapa tidak, Ahmadiyah sangat gencar melawan paham Nasrani dari mereka.
Dengan menggunakan bonekanya, pemerintah kerajaan Arab Saudi, Amerika dan sekutunya itu mulai ingin menhancurkan gerakan Islam ini dengan cara yang kasar melalui lobi2 ke setiap Negara muslim (ingat ketika kunjungan Josh.W. Bush ke Indonesia dan maraknya penyerangan terhadap Ahmadiyah di Indonesia)
mereka takut dengan gerakan Islam ini yang terorganisir secara kuat di hampir setiap negara dengan mempunyai seorang pemimpin Khalifah ini.
sekali lagi kita harus dapat membedakan Islam dan Arab, budaya Islam dan budaya orang Arab.
saya tidak berniat mendeskriditkan pihak manapun dalam hal ini, akan tetapi hanya memaparkan kenyataan yang ada.
satu lagi dari saya, Astaghfirullahu!!!
kalo saudara muslim lain menyebut kami sebagai sesuatu bentuk penghancuran ISlam dari dalam, maka saya sebagai pribadi akan memberikan sedikit pemikiran.
1. secara ekonomi saya atau pengikut Ahmadiyah lain akan rugi dengan membayar uang iuran atau candah untuk biaya pergerakan.
2. secara sosial pun begitu. kami rugi dengan dimusuhi tetangga kami, saudara muslim lainnya, bahkan kami dikejar dan dianiaya bahkan dibunuh di belahan negara tertentu.
terlalu pendek apabila berpikir kami seluruh pengikut Ahmadiyah lainnya, dengan sadar mengetahui bahwa kelompok Islam sementara ini adalah gerakan penghancur Islam sendiri.
Subhanallahu, Astaghfirullah sekali lagi.
mari sikapi perbedaan dengan dalil dan tidak memaksa.
Negara ini adalah Negara bukan berdasarkan Islam.
tapi bukan berarti juga saya tidak mendambakan sebuah Negara yang bercorak Islam.
Ingat bercorak Islam bukan corak budaya orang Arab.
sekian dari saya, apabila ada kata yang tak berkenan saya minta maaf yang sebesar-besarnya.
kebenaran dan kesempurnaan hanya ada pa Allah SWT yang Maha Esa.
Wassalam!!!!!!
By Ahmad Walij on Jun 16, 2008
hii…hii…percuma deh ente Ahmad Walij ngomongin baik-baiknya Ahmadiyah toh boroknya Ahmadiyah banyak orang yang sudah tahu


ente gw kasih bukti sesatnya ahmadiyah saja langsung melarikan diri & bungkam seribu bahasa
Lagu Lamaaaaa
By shadow's on Jun 17, 2008
Quote:
Sekarang dalam keyakinan Islam secara umum, bahwa tidak ada lagi Nabi baru atau Nabi lama setelah Nabi besar MUHAMAD SAW, tapi disamping itu meyakini akan turunnya Nabi ISA AS dari langit….apa bedanya dengan adanya lagi Nabi setelah Nabi MUHAMAD SAW?…Subhanallahu!!!!!
Jawab:
Beda Pak….
Apa menurut Bapak Nabi Isa sama wujudnya dengan MGA?
Nabi Isa memang sudah menyandang kenabian, jadi tidak bertentangan toh?
Silakan beristigfar lagi.. lagi dan lagi.
Wallahualam.
By Nabi Lama on Jun 20, 2008
Buat Ahmadi,
Sebagai pengetahuan silakan baca di:
http://www.mail-archive.com/urangawak@yahoogroups.com/msg00793.html
kelanjutannya:
http://www.mail-archive.com/urangawak@yahoogroups.com/msg00798.html
dan yant terakhir:
http://www.mail-archive.com/urangawak@yahoogroups.com/msg00819.html
Atau lengkapnya di:
http://www.mail-archive.com/search?q=ahmadiyah&l=urangawak%40yahoogroups.com
Wallahualam.
Wassalam,
By Nabi Lama on Jun 20, 2008
Ahmad walid itu apa walid zakar yang langsung ngibrit ketika ditantang dialog langsung itu ya? Yang langsung puret kala disodorin surat pernyataan itu ya?
Hei… pa kabar?
By teman lama on Jun 24, 2008
Quote teman lama:
Ahmad walid itu apa walid zakar yang langsung ngibrit ketika ditantang dialog langsung itu ya? Yang langsung puret kala disodorin surat pernyataan itu ya?
Hei… pa kabar?
jawab:
Memang benar dia orangnya…siapa lagi
By shadow's on Jun 24, 2008
namanya aneh ya?
By teman lama on Jun 25, 2008
Ass.wr.wb
Alhamdulillah kabar saya baik-baik saja.
Alam semesta ini adalah kepunyaan Allh SWT semata
Dia yang maha sempurna atas kebaikan mempunyai kekuasaan penuh dalam semua itu (absolut power).
Subhanallahu!!!!
Maha suci Allah, Dia telah menciptakan suatu hukum yang berfungsi sebagai tolak ukur kebenaran.
Apa hukum itu……?
Hukum Alam jawabnya…….?
Mengapa demikian…….?
Apa kekuatan Islam jika dalam keyakinannya masih merekat kuat bahwa Nabi Isa AS berada dilangit dengan tubuh kasarnya….?
jawab mereka……!!!
karena Allah dengan kun fayakunnya…..!!!
Apa kekuatan kita bila kita bilang Yahudi itu salah dan melenceng….!!!
Apa kekuatan kita bila nasrani itu salah..?
Budha…?
Hindu….?
dan lain2, yang mungkin dalam tabligh Islam kita menyebut mereka itu tidak logis…?
Subhanallahu!!!!!
sekali lagi Allah Maha bisa atas segala galanya…!!!!
TAPI (bukan membatasi kekuasaan Allah)…!!!!!
Allah dengan kesucianNya pun tidak akan melanggar hukum yang telah Dia buat sendiri.
Allah hu Akbar !!!
Allah hu Akbar !!!
Allah hu Akbar !!!
Subhanallahu !!!
Allah Maha suci…..!!!!!
By Ahmad Walij on Jul 4, 2008
Sudah lagu lama….berkata-kata manis tetap saja tidak bisa merubah bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat

apa anda tidak merasa membatasi kekuasan Allah
Apa ente tidak tahu wahyu mirza Ghulam Ahmad ttg “kun fayakun” Baca deh disini biar ente ngerti http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=59&st=0
Posted: Jul 22 2007, 11:21 PM
“Sesungguhnya perintahmu apabila kamu berkehendak terhadap sesuatu maka apabila kamu berkata kepadanya “jadilah” maka jadilah ia” (Tadzkirah hal.656)
Jadi mirza tuhan dong berdasarkan wahyu tsb. :megreen: lihat kata “KAMU BERKEHENDAK”. Yang dimaksud “Kamu” disini berarti “Ghulam Ahmad” karena yang berkata adalah tuhannya mirza.
Jadi ente Ahmad walij mau berkomentar apa ttg wahyu ini.
By shadow's on Jul 5, 2008
Ass.wr.wb
biar lama jika baik dan bermanfaat maka itulah kebaikan…..
Allah adalah Tuhan dengan Maha KebesaranNya yang Esa……
Nabi Muhamad SAW adalah Nabi yang paling mulia dan sebagai utusan Allah yang membawa syariat terakhir yaitu Islam……
Mirza Ghulam Ahmad adalah Imam Mahdi, perwujudan Isa Almasih yang dijanjikan dan sekaligus berpangkat Nabi akan tetapi bukan syariat melainkan Nabi karena beliau menerima kabar gaib dari Allah berupa wahyu yang bukan syariat pula….
Kun Fayakun……?
Perumpamaan!!!
Adi akan segera berangkat ke Madinah
Adi adalah seorang muslim yang saleh
Adi telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatannya ke Madinah
dijalan, tanpa sepengatahuannya, uang untuk biaya selama Adi dijalan ternyata ketinggalan
Adi menyadarinya dengan perasaan yang gelisah dan lemah
Adi berdoa kepada Allah dengan ketulusan hati serta merendah dihadapan Allah yang maha pemurah
Adi pun menghadapi situasi tersebut dengan tabah serta ikhlas
sesampai di tempat pembelian tiket, loket…
wajah Adi yg pucat terlihat jelas dimata seorang petugas yang bernama Arsyad
petugas tersebut pun melontarkan pertanyaan yg penuh dengan keramah tamahan
wahai pemuda mengapa gelisah..?
Adi menjawab, bercerita apa yg sedang menimpanya
Tanpa pikir panjang petugas budiman yg bernama Arsyad tersebut, dengan ikhlas membayarkan uang tiket serta alamat rumah kediamannya agar dapat dia singgahi untuk beberapa saat.
pembahasan!!!
Adi adalah contoh yang mewakili seluruh umat manusia yang merasakan kebesaran Allah SWT.
Dengan kebesaran Allah SWT bisa saja Adi dapat dipindahkan ke Madinah tempat tujuannya dengan sekejap antah berantah…tring…hilang bagai cerita dongeng…
Dengan kebesaran Allah SWT, Adi bertemu dengan seorang pemurah hati…
karena Adi adalah seorang yg saleh, yang di cintai Allah, maka Allah tak akan membiarkannya begitu saja…apa saja bisa terjadi..
poin utamanya adalah….
Subhanallahu!!!
Allah SWT tak akan melanggar janji dan peraturanNya…
Subhanallahu!!!
begitulah jawaban dari saya untuk pertanyaan saudara.
SEkian terima kasih
By Ahmad Walij on Jul 5, 2008
lihatlah para pembaca, dikasih bukti malah berusaha mengalihkan kearah lain
Apa belum tahu doktrin ahmadiyah ini kang
kenapa tidak lengkap kang nyebutnya. Cari deh baik di Al-Qur’an maupun hadits kalau ada
, wahyu yg diterimanya dan sesuai pendakwaannya kalau ente sanggup 



Nyebutin ghulam Ahmad kok hanya sebagai mahdi dan isa saja kang. menurut wahyu dan pendakwaannya Ghulam Ahmad adalah muhammad, musa, avatar, mesiodarbahmi, dll
Jadi para pembaca, berhati-hatilah setiap kata-kata manis seseorang. Bisa-bisa kalau terbuai oleh kata-kata manis tersebut kita bisa terperosok dlm neraka.
Katenye Ahmadiyah berpedoman Al-Qur’an dan Hadits yg shahih….kenyataanya kok meleset
Para pembaca ahmadi tuh biasanya tidak ada inovasi alasan yang bisa membuat teguh ketidaksesatan Ahmadiyah. Habis yg diandalin doktrin melulu….namun ketika doktrinnya begitu mudahnya dipatahkan mereka kebingungan mencari inovasi alasan yg dpt mematahkan pendapat non ahmadi
lihat aja deh nanti deh saking bingungnya pasti tulisannya di copy paste lagi….maklum “TIDAK MEMPUNYAI INOVASI ALASAN”
By shadow's on Jul 6, 2008
Quote:
“melainkan Nabi karena beliau menerima kabar gaib dari Allah berupa wahyu yang bukan syariat pula”
Jawab:
Apa itu sudah sesuai dgn Al Quran dan Hadist Pak?
Wahyu entah dari siapa, apa bunyi wahyunya?
Apa wahyu itu bisa disandingkan / se-level dengan Al Quran?
Apa betul nggak ada syariat baru?
Monggo silakan pelajari lagi wahyu2 itu, jangan ditelan mentah2 Pak!!!
Wassalam,
By Nabi lama on Jul 10, 2008
Ass.wr.wb
Yang pasti adalah Islam melalui Jemaat Ahmadiyah ini berkeyakinan bahwa Nabi besar Muhamad SAW adalah utusan Allah yang terakhir membawa wahyu syariat dan akan dilanjutkan dengan tujuan menghidupkan dan menjaga kemurnian Islam melalui utusan-utusan yang berpangkat Nabi dengan tidak membawa syariat baru melainkan masih dalam koridor Islam karena hal tersebut memang Islam sebagai Agama yang terakhir. karena hal ini sesuai dengan kebutuhan zaman dan keadaan umat manusia di muka bumi.
Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang mujadid abad ke-14 yang sekaligus perwujudan dari Imam Mahdi, Isa Al-Masih yang dijanjikan.
Nabi Isa As telah wafat dan dimakamkan secara layaknya manusia.
Nabi Isa tidak dilangit dengan tubuh kasarnya.
Jadi Isa Al-Masih yg dijanjikan adalah manusia biasa pada umumnya yang mempunyai kelebihan dalam hal rohaninya dalam bentuk perwujudan sifat-sifat dari Al-masih itu sendiri.
untuk pertanyaan saudara shadow dibawah ini!!!!
lihatlah para pembaca, dikasih bukti malah berusaha mengalihkan kearah lain
Nyebutin ghulam Ahmad kok hanya sebagai mahdi dan isa saja kang. menurut wahyu dan pendakwaannya Ghulam Ahmad adalah muhammad, musa, avatar, mesiodarbahmi, dll
Jawab :
Dengan pengetahuan saya yang masih kurang, Mirza Ghulam Ahmad adalah Imam Mahdi dan Al-Masih yang dijanjikan, krisna bagi umat hindu dana masih ada yg lain yg saya lupa pastinya.
Akan tetapi yang pasti Mirza Ghulam Ahmad bukan Muhamad atau Musa.
Pertanyaan :
darimana anda mendapatkan pernyataan tersebut…?
Untuk saudara Nabi Lama terima kasih atas nasihatnya.
sebelum menjawab, mohon maaf. Apa maksud dari pertanyaan anda dibawah ini?
Apa betul nggak ada syariat baru?
Maaf bukan saya menyulitkan, akan tetap hanya memastikan, mungkin anda salah ketik.
Sekian terima kasih
By Ahmad Walij on Jul 17, 2008
Quote:
Dengan pengetahuan saya yang masih kurang, Mirza Ghulam Ahmad adalah Imam Mahdi dan Al-Masih yang dijanjikan, krisna bagi umat hindu dana masih ada yg lain yg saya lupa pastinya.
jawab:
Berarti ente menjadi seperti orang yang membeli kucing dlm karung
Quote:
Akan tetapi yang pasti Mirza Ghulam Ahmad bukan Muhamad atau Musa.
Pertanyaan :
darimana anda mendapatkan pernyataan tersebut…?
jawab:
hii…hiii…wong ndeso…nih lihat disini http://img294.imageshack.us/img294/509/jawabanseruan2fc7.jpg
juga lihat dalam tafsir resmi Ahmadiyah Surat Aljumuah ayat 3…lihat catatan kakinya.
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=64
Juga silahkan lihat buku BSHP klik disini untuk download http://www.mujahidislam.com/file/bshp.pdf
kemudiam lihat hal.135 ttg khrisna.
Jadi sekarang anda mengambil tindakan seperti apa setelah membaca buku-buku ahmadiyah tsb.
Masih ada lagi Tadzkirah yang ingin saya tunjukkan kepada anda….Insya Allah kalau ada waktu akan saya tunjukkan kepada anda.
By shadow's on Jul 18, 2008
Quote:
Dengan pengetahuan saya yang masih kurang, Mirza Ghulam Ahmad adalah Imam Mahdi dan Al-Masih yang dijanjikan, krisna bagi umat hindu dana masih ada yg lain yg saya lupa pastinya.
jawab:
Berarti ente menjadi seperti orang yang membeli kucing dlm karung
Quote:
Akan tetapi yang pasti Mirza Ghulam Ahmad bukan Muhamad atau Musa.
Pertanyaan :
darimana anda mendapatkan pernyataan tersebut…?
jawab:
nih lihat disini http://img294.imageshack.us/img294/509/jawabanseruan2fc7.jpg
hii…hiii…wong ndeso…doktrin sendiri saja kagak tahu
juga lihat dalam tafsir resmi Ahmadiyah Surat Aljumuah ayat 3…lihat catatan kakinya.
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=64
Juga ihat disini http://img522.imageshack.us/img522/8923/ghalati3vk0.jpg (MENGHAPUS SUATU KESALAHPAHAMAN
(Ek Ghalati Ka Izala), Oleh: Mirza Ghulam Ahmad, Alih bahasa: M. A. Suryawan hal.4)
Jadi sekarang anda mengambil tindakan seperti apa setelah membaca buku-buku ahmadiyah tsb. Apa ada tuh dalam Al-Qur’an maupun hadits yg shahih
By shadowww on Jul 21, 2008
Bahwasanya para ahmadi mengakui kalau ahmadiyah tidak membawa syariat baru selain dalam Al-Quran dan Sunnah.
Tetapi kenyataannya, banyak syariat baru yang dilaksanakan oleh ahmadiyah, contohnya : Candah Wasyiat, Larangan menikah dengan non-ahmadi, Larangan sholat berjamaah dibelakang non-ahmadi,dll.
By Nabi lama on Jul 24, 2008
Terjemah, tafsir dan asbabun nuzul Al Quran di:
“http://ccc.1asphost.com/assalamquran/”
Salam,
By Nabi lama on Jul 28, 2008
Ass.wr.wb.
Sebelum saya menceritakan pengalaman saya yang berikut ini, saya memohon agar kita sebagai muslim agak sedikit melapangkan dada untuk menerima atau tidak menerima cerita saya berikut ini.Apakah ini suatu kenyataan ataukah tidak terserahlah kepada yg mendengarnya, kalau seandainya bapak keberatan untuk menerimanya dan menghapusnnya, untuk pribadi saya, juga saya tidak ada masalah,karena menurut hakikat saya,mendengar atau melihat cerita ini akan menimbulkan kebencian, penghasutan, pencacian dll,jadi saya serahkan saja kepada akal manusia yg sehat untuk menimbang baik atau buruknya.
Beginilah ceritanya:
Pada tanggal 3 bulan juli th 2008 masuk bulan rajab malam jumaat lalu setelah maghrib muncul makhluk bersayap yg sayapnya seperti mutiara-mutiara yg bertebaran di muka bumi ,begitu besarnya beliau dari pandangan saya,yg berjarak kira-kira 5 meter dari hadapan saya,keindahaan beliau tidak terlukiskan.
Perkataan beliau yg pertama adalah: Tuliskan!lantas sekali lagi Tuliskan!
Saya cepat mengambil kertas dan pena kemudian duduk kira-kira satu meter dari hadapan beliau.
Perkataan beliau yg kedua:Assalamualaikum.
Saya jawab wallaikumsalam.
Perkataan beliau yg ketiga:saya Jibril,Tuliskan!
Saya akan datang bersama Isa almasih kedunia bersama sembilan wali-wali dan bersama 200 lebih malaikat-malaikat.
Waktu sudah sangat singkat, mulai tahun 2010 banyak kejadian yg akan merampas jiwa manusia.
Perkataan beliau yg keempat:apa yg engkau inginkan? menyebarkan firman-firman Allah S.W.T, jawab saya.
Perkataan beliau yg kelima:ada lagi?InsyaAllah, Allah S.W.T akan memberikan petunjuk kepada kami,jawab saya.
Perkataan beliau yg keenam:baiklah! lantas beliau mengambil kedua belah tangan saya,beliau menyuruh saya berzikir.
-Allahhuakhbar33x
-Subhanallah33x
-Alhamdulillah33x
-Allah S.W.T33x
-Laillahhailallah33x
-Laillahhailallahmuhammadarasulallah33x
Perkataan beliau yg kesepuluh:ingat!
1.jangan engkau sombong
2.bersabarlah
3.sayang kepada kedua orang tua
4.jangan engkau membuat kesalahan
Beliau tunduk sejenak, lantas beliau berkata,saya musti kembali dan menyapa saya assalamualaikum, saya jawab wallaikumsalam Jibril a.s, dia membuka sayapnya lantas terbang begitu cepatnya.
Saya beranggapan bahwa ini hanyalah sebagai amanah.
Marilah kita menyimak cerita ini bersama dengan akal yg sehat menurut Alquran dan hadits-hadits rasulallah Muhammad S.A.W.
Apakah kita sudah bersiap untuk mendekati tanda-tanda besar akhir zaman?
Wassalam.
By Dono. on Aug 1, 2008
Bt Ahmadi,
Masjid dan majlis kami terbuka untuk para Ahmadi yang mau mendalami lebih jauh tentang Islam juga Ahmadiyah.
Salam,
By Nabi Lama on Aug 6, 2008
Kayanya nggak ada gunanya debat dengan Ahmadiyah. Langsung saja tembak kepala pemimpinnya terus pengikutnya dipaksa tobat!
By Hasan Husin on Aug 22, 2008
cerita syirik ada juga disini
By andre on Aug 28, 2008
Tembak, maksudnya kena deh boong nya…
By Nabi Lama on Aug 31, 2008
quote:
Perkataan beliau yg kesepuluh:ingat!
1.jangan engkau sombong
2.bersabarlah
3.sayang kepada kedua orang tua
4.jangan engkau membuat kesalahan
jawab:
Dono kena tegur oleh jin yg memberikan wahyu kepadanya. kata engkau ditujukan kepada Dono.
Cerita-cerita berbau syirik ini kenapa berkeliaran di forum ini.
By andre on Aug 31, 2008
Pengakuan seorang muslim yang murtad.
————————————-
Sewaktu saya berad dalam islam, saya mengenal bahwa islam itu agama yang indah “Berserah diri” tetap patuh pada apa yang diajar oleh uztad dipesanteren, tentang kemuliaaan nabi Muhammad adalah kekasih Allah beliau adalah nabi terakhir rasulullah utusan Allah.
100% haya harus beriman pada Quran yang diturunkan dari langit dan mengakui bahwa nabi Muhammad utusan Allah.
Setelah saya murtad baru saya mengenal islam yang sebenarnya, dan siapa Muhammad.
Kedok nabi yang pernah saya puja mulai terlihat
terutama jika saya banyak membaca dimedia internet apa yang ditulis oleh Ali Sina membuat
saya malu, mengapa begitu bodohnya saya sewaktu berada dalam islam.
By Ratu Adil on Sep 2, 2008
Mana hendy nggak pernah kliatan batang idungnya??
Apa gue kate hen… ahmadiyah itu sesat.
lo sih bebal dari dulu nggak percaya apa yg gw kate.
Sekarang ente malu sendiri kan.. he he
Tuh buktinye nggak berani muncul
Salam buat ma suryawan ya
Bilangin padanya : sakit hati nggak usah dipendam. Mending tobat ikut ajaran nabi Muhammad saw, bukan Mirza dari India…
By mirza on Sep 3, 2008
Ass.wr.wb,pak andre,
lihatlah anda sendiri, seorang muslim tidak menyapa dengan assalamualaikum ketika membalas kepada seorang muslim.
kesopanan itu adalah tanda dari seorang muslim.
Tidak baik mengatakan seorang muslim itu sirik tanpa pengetahuan.
Wassalam.
By Dono. on Sep 7, 2008
Baik bila anda menginginkan disapa. Assamualaikum Dono.
Rasulullah sendiri tidak mengetahui hal-hal Ghaib kecuali apa-apa yang diwahyukan kepadanya. Tulisan anda mengenai hal-hal yang ghaib. Darimana anda bisa tahu yang memberikan wahyu kepada anda adalah malaikat. Banyak orang yang tersesat karena merasa yang memberikan wahyu tersebut adalah malaikat. Kuncinya agar kita tidak tersesat adalah Al-Qur’an dan bukan berasal dari bisikan-bisikan yang tidak kita ketahui asalnya darimana. Pengakuan mereka anda telan bulat-bulat. Ah, sebaiknya hal-hal yang bersifat syirik sebaiknya dihindari. Al-Qur’an lah yang harus kita pelajari.
syirk lagi, sirik lagi.
By andre on Sep 20, 2008
Bt semua,
Wahyu2 yang “suci” kata Ahmadiyah dalam Tazkirah:
“Visi dan misiku tidak lain adalah seperti Al Quran dan kedua tanganku ini akan melahirkan karya seperti Al Quran” (hal. 668)
“Engkau (Mirza) di sisiKu berkedudukan sebagai anakKU, lagi engkau di sisiKU mendapatkan kedudukan yang tidak dapat diketahui oleh mahluk lain” (hal.236)
“Kalau bukan karena engkau (Mirza), niscaya Aku tidak akan ciptakan alam semesta” (hal.649)
“Yasin, sesungguhnya engkau (Mirza) adalah tergolong rasul-rasul” (hal,659)
“Engkau (Mirza) adalah imam yang diberkati, maka laknat Allah akan dijatuhkan kepada orang yang kufur (pada engkau/Mirza)” (hal. 749)
Silakan komentar dan koreksi jika ada yang salah dalam mengutipnya.
Wassalam,
By Nabi Lama on Sep 24, 2008
aku.. namaku Mirza, siapa yang mau baiat padaku?
By Mirza on Sep 24, 2008
menanggapi pengalaman dono (posted tgl 1 agustus)
gmana tuh? Rasul aja pertama kali liat jibril langsung ketakutan. kok kmu malah deketin gitu? sampe jaraknya tinggal 1 meter.
By orang lewat on Oct 2, 2008
Nggak ada komen dari Ahmadi ttg ayat2 Tazkirahnya?
Lakum diinukum waliya diin.
Wassalam,
By Nabi Lama on Oct 2, 2008
Bung Mirza, Alif akktif diskusi di http://www.denagis.wordpress.com dengan memakai ID lain. Dugaan saya Alif memakai ID urip, pendeta, dll.
Biar aja dia kemakan sumpahnya sendiri. Masih ingatkah bung Mirza ikrar dari Alif “LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA”. Semakin bagus Alif berdusta terus-menerus di http://www.denagis.wordpress.com biar dia dilaknat terus-menerus oleh atas dusta yang telah diperbuatnya. Hati-hati deh kemakan sumpahnya sendiri.
By nabi lama on Oct 12, 2008
Berhubung moderator di http://www.denagis.wordpress.com kurang fair sehingga jawaban dihilang sang moderator maka saya membuat salinannya pada forum ini.
Quote andika:
1.suatu keajaiban khas nabi lama; komentarnya jarang2 nyambung!
jawab:
khas andika kalau sudah kepepet nggak punya jawaban lain selain jawaban yang selalu nggak nyambung
Silahkan anda baca pelan-pelan pertanyaan anda ttg masjid yang ditujukan kepada saya
Quote andika:
2.he3x, kesian deh udah berdebat dgn orang Ahmadiyah dimana2, katanya baru kali ini…..dst, padahal semua Ahmadi mengatakan demikian…
jawab:
haaa…haaa tolong deh tunjukkan siapa ahmadi yang pernah berdiskusi dengan saya berkata jujur kepada saya bahwa orang yang tidak mengimani Ghulam Ahmad adalah “KAFIR”. Buktikan deh
Quote andika:
3.kontradiksi itu menurut kacamata anda yang buram. coba deh ganti kacamatanya dan baca pelan2 dan jangan sepotong2.
bertukar pikiran dengan nabi lama? cape deh…
jawab:

sepotong-sepotong bagaimana? jadi arti “MUSUH ISLAM” itu apa andika?
Apa anda sdh menjelaskannya. Belum kan. Coba deh anda jawab nanti kontradiksi atau tidak
By Nabi_lama on Nov 12, 2008
lanjutan diskusi dari http://www.denagis.wordpress.com
Dear All
Saudara-saudara, Andika untuk menutupi rasa malunya karena kalah debat berkata saya nggak pernah nyambung. Wajar lah orang sudah kalah debat isinya hanya berbicara tanpa arah dan tujuannya hanya untuk menghibur dirinya sendiri
Bagaimana andika PR-PR nya apa sudah bisa anda jawab. Lama sekali sih jawabnya. Ini menyangkut keyakinan anda lo. Coba tolong tanyakan sama Mubaligh dan dedengkot ahmadiyah untuk menjawab PR-PR anda yang belum terjawab
1.Ttg “Meminta-minta untuk Membagun mesjid…….”, sudah saya klarifikasi penjelasannya dan belum dijawab sama sekali oleh andika sampai hari ini. Ternyata justru andikalah yang memberikan pertanyaan yg tidak nyambung sekali dengan masalah candah
2.Ttg “da’i yang menerima amplop seusai ceramah”,sudah saya klarifikasi penjelasannya dan belum dijawab sama sekali oleh andika sampai hari ini. Ternyata justru andikalah yang memberikan pertanyaan yg tidak nyambung sekali dengan masalah candah
3.Nggak nyambungnya lagi si andika mengutip hadits ttg ibnu maryam yang dijadikan imam. Ternyata hadits tsb nggak nyambung sama sekali dengan pendakwaan Ghulam Ahmad yg bermacam-macam.

Kalau Al-Qur’an dan Hadits saja nggak nyambung thd pendakwaan Ghulam Ahmad, mengapa anda mengimaninya andika? Dijawab ya andika & Jangan dialihkan permasalahan ini ke arah lain untuk upaya melarikan diri.
Imamnya saja pendakwaannya saja nggak nyambung dgn Al-Qur’an dan Hadits. Pengikutnya juga bicaranya nggak nyambung. Jadi klop, NGGAK NYAMBUNG KUADRAT
capeee dehh
4.Nggak nyambungnya lagi andika berkata”apakah organisasi2 itu mempunyai suatu nizam yang DIIKUTI DAN BERLAKU DISELURUH DUNIA”.
Kemudian andika menjawabnya pula dengan perkataan berikut:
“menurut anda saat ini Islam telah berada diseluruh dunia sebagaimana tujuan kedatangan Rasulullah SAW sendiri yang ditujukan bagi seluruh dunia? paling tidak, sampe saat ini Ahmadiyah telah eksis dihampir 200 negara dan akan terus berkembang hingga keseluruh dunia untuk mewujudkan Islam yang mempunyai satu keyakinan”
Kesimpulannya: Mana nyambung tuh jawaban andika sebelumnya bertanya “apakah organisasi2 itu mempunyai suatu nizam yang DIIKUTI DAN BERLAKU DISELURUH DUNIA” kemudian andika berkata “sampe saat ini Ahmadiyah telah eksis dihampir 200 negara”
Andika, Kalau ahmadiyah itu hanya di 200 negara, nggak usahlah bertanya “apakah organisasi2 itu mempunyai suatu nizam yang DIIKUTI DAN BERLAKU DISELURUH DUNIA”. Nggak nyambung lah
5.Andika juga berkata demikian “paling tidak, sampe saat ini Ahmadiyah telah eksis dihampir 200 negara dan akan terus berkembang hingga keseluruh dunia untuk mewujudkan Islam yang mempunyai satu keyakinan, satu komando seperti yang DIJANJIKAN ALLAH SWT kepada RASULULLAH SAW. Tentu satu komando dalam urusan agama, bukan dalam urusan kekuasaan politik seperti yg dipercayai sebagian orang tentang keberadaan suatu nizam khilafat, seperti tergambar dari kalimat anda ini:”…Cukup di negeri kita ini, apa negara kita memberlakukan dan mengikuti Nizam Ahmadiyah? ya tidak lah, apalagi di negara lain seperti Arab Saudi”
Apa yang dikatakan andika,”satu komando seperti yang DIJANJIKAN ALLAH SWT kepada RASULULLAH SAW”. apa terbukti kebenarannya ataukah andika sedang berdusta. Kita buktikan sekarang.
“Hadhrat Hudzaifah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Suci Muhammad s.a.w. bersabda: “Kenabian akan tinggal beserta kalian selama Allah menghendaki, kemudian khilafat yang mengikuti kenabian akan ada beserta kalian selama Allah menghendaki, sesudah itu kerajaan akan bermula dan akan berlanjut selama Allah menghendaki, lalu kerajaan yang zalim akan berlaku dan akan berlanjut selama Allah menghendaki. Sesudah itu akan ada khilafat yang mengikuti kenabian.” Sesudah itu Rasulullah s.a.w. berdiam diri.” (Musnad Ahmad, Jil. 4, hal. 273, Darul Fikr Beirut, Lebanon. Misykat Babul Inzaar wat Tanzir).
Anda baca sendiri andika, Mana ada Allah menjanjikan kpd Rasulullah SAW bahwa akan datang kenabian setelah kerajaan & sebelum khilafat yang mengikuti kenabian
Kesimpulannya, Andika ini selain perkataannya sering nggak nyambung ternyata seorang pendusta pula dengan mengatasnamakan Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Ihhh mengerikan, Allah SWT dan Rasulullah SAW saja difitnah oleh andika. Manusia macam apa si andika ini sampai Allah SWT dan Rasulullah SAW saja diftinah hanya untuk membela ahmadiyah.
Selain itu sudah jelas-jelas Rasulullah tidak pernah mengatakan akan datangnya kenabian setelah kerajaan dan sebelum khilafat yang mengikuti kenabian, kenapa anda tidak patuh terhadap perkataan Rasulullah SAW?
Orang yang nggak patuh thd perkataan Rasulullah SAW itu termasuk orang seperti apa andika?
Kesimpulan dari itu semua:
1.Andika bicaranya sering tidak nyambung
2.Andika membawakan sebuah hadits ttg ibn Maryam yang akibatnya doktrin makan tuan karena hadits Ibn Maryam yg dibawakannya tidak nyambung dengan pendakwaan Ghulam Ahmad yg bermacam-macam.
3.Andika berdusta dengan mengatasnamakan Alllah SWT dan Rasulullah SAW.
4.Andika memfitnah Allah SWT dan Rasulullah SAW.
5.Andika tidak patuh terhadap perkataan Rasulullah SAW yg tidak menyebutkan akan datangnya kenabian setelah kerajaan dan sebelum khilafat yang mengikuti kenabian.
NB:Jangan lupa ya andika PR nya dijawab secepatnya agar rasa malu yang anda tanggung tidak berlarut-larut
Capee deh
Andika, pembaca yang ada didunia maya ini orang yg berpikiran cerdas. Apapun alasan kamu tidak bisa merubah bahwa anda sudah kalah debat

baru? 
Ayo semangatlah andika untuk menjawab PR-PR saya. Membela Ghulam Ahmad dengan menggunakan dalil-dalil di Al-Qur’an dan hadits saja tidak mampu masih memaksakan diri. Apa masih kuat anda menanggung malu
Apa punya ide
By Nabi_lama on Nov 12, 2008
lanjutan diskusi dari http://www.denagis.wordpress.com
Quote NY:
Kalau seumpanya tidak akan datang lagi kenabian mengapa pula Rasulullah saw bersabda seperti ini
Didalam Hadits Ibnu Majah
Rasulullah SAW bersabda: ” Sesungguhnya di surga ada yang menyusukannya, dan kalau usianya panjang ia akan menjadi Nabi.
jawab:
Nulis hadits saja nggak becus begitu mau ngajak diskusi. Tidak jelas siapa orang yg dimaksud? Apa anda tidak tahu arti dari kata “KALAU”. Arti “Kalau” itu sifatnya belum pasti bang.
Ya beginilah kelakuan muridnya Mirza yang sengaja menghindar dari arti pasti untuk menuju arti yang bersifat tidak pasti atau kira-kira (dzonn) & terus berkepanjangan didalamnya. Sedangkan ketidakpastian atau perkiraan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran sebagaimana ditegaskan oleh Al-Qur’an:
QS.Yunus 36: “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran….”
QS. Al Anbiyaa 22: “Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan”.
NY, Apakah kata sekiranya/kalau pada ayat ini mau anda artikan dengan pasti bahwa dilangit dan dibumi ada tuhan-tuhan selain Allah? Naudzubillahi Min Dzalik.
Sudah menjadi kebiasaan ahmadi menafsirkan sesuatu menurut selera mereka sendiri & berusaha menyelewengkan maknanya serta menganggap kata “KALAU” adalah sesuatu hal yang bersifat pasti
Sudah jelas hadits yg tertulis dibawah ini tidak mengatakan adanya nabi baru setelah kerajaan dan sebelum khalifah la minhaj annubuwah, masih saja ngeyel dan lucunya mengutip hadits yang menggunakan kata “KALAU”. Capeee deh.
Tolong dibaca kembali hadits dibawah ini dan mohon direnungkan maknanya.
“Hadhrat Hudzaifah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Suci Muhammad s.a.w. bersabda: “Kenabian akan tinggal beserta kalian selama Allah menghendaki, kemudian khilafat yang mengikuti kenabian akan ada beserta kalian selama Allah menghendaki, sesudah itu kerajaan akan bermula dan akan berlanjut selama Allah menghendaki, lalu kerajaan yang zalim akan berlaku dan akan berlanjut selama Allah menghendaki. Sesudah itu akan ada khilafat yang mengikuti kenabian.” Sesudah itu Rasulullah s.a.w. berdiam diri.” (Musnad Ahmad, Jil. 4, hal. 273, Darul Fikr Beirut, Lebanon. Misykat Babul Inzaar wat Tanzir).
Kalau mau memakai hadits itu yang jelas & pasti seperti diatas bang, yang begitu jelas dan pasti bahwa tidak ada lagi nabi baru setelah kerajaan dan sebelum khalifah la minhaj annubuwah
By Nabi_lama on Nov 12, 2008
Quote NY:
Rasulullah SAW bersabda :
Apabila binasa Kisra ( Raja Persia ) maka tidak ada kisra sesudahnya.Dan apabila binasa kaisar ( Raja Roma ), maka tidak ada kaisar sesudahnya.
H.R Bukhari Muslim, Ahmad dan Tirmidzi dalam kanzul ‘ Ummal,Alauddin Alhindi,Muassasatur Risalah,Beirut,1989,jilid XI,p.368 hadits no 31765
jawab:
“Apabila kisra (Raja Persia) binasa, maka tidak ada kisra sesudahnya dan apabila Kaisar binasa, maka tidak ada kaisar lagi sesudahnya. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh harta simpanan kerajaan itu akan dibelanjakan di jalan Allah.”
Saudara NY ternyata pengetahuannya sangat minim sehingga apapun doktrin ahmadiyah ditelannya bulat2.
Dengarkan NY Hadits tsb memang terbukti kebenarannya karena Setelah Kaisar Heraclius tidak ada lagi raja yang bergelar Kaisar. Begitupula setelah Kisra Parvez tidak ada lagi yang bergelar Kisra.
Selengkapnya jalan ceritanya seperti ini:
Hadits ini menjelaskan tentang kejatuhan dua kerajaan besar yaitu kerajaan besar, yaitu Kerajaan Persia dan Kerajaan Romawi yang akan terjadi di kemudian hari. Sebelum Rasulullah SAW mengatakan hadits tersebut, yakni pada waktu beliau memukul batu ketika menggali parit menjelang terjadi Perang Khandak, Allah memperlihatkan kepada beliau melalui wahyu tentang kejatuhan dua kerajaan besar tersebut ke tangan kaum muslimin. Beliau SAW ketika itu melihat kunci-kunci istana Kerajaan Romawi yang ada di Syiria diserahkan kepada beliau SAW, begitu pula istana Kerajaan Persia.
Tidak lama berselang, Beliau SAW mengirim surat kepada Kisra Persia dan Kaisar Romawi didalamnya mengajak kepada mereka masing-masing untuk menerima Agama Islam. Akan tetapi setelah Kisra Parvez menerima surat Rasulullah SAW tersebut, ia lantas merobek-robeknya, bahkan memerintahkan kepada Gubernur Yaman agar mengirim utusan untuk menangkap Rasulullah SAW.
Setelah para utusan tersebut, menghadap, dan menceritakan maksud kedatangan mereka, akhirnya Rasulullah berdo’a semalam suntuk mengadu kepada Allah SWT lalu beliau SAW menerima wahyu yg mengisyaratkan bahwa Allah akan memporakporandakan Kerajaan Persia sebagaimana Kisra telah merobek-robek surat Rasulullah SAW. Bahkan dalam wahyu tersebut, Rasulullah SAW diberi kabar bahwa, untuk merebut kekuasaan, anak Kisra akan membunuh ayahnya sendiri. Setelah isi wahyu beliau ceritakan kepada para utusan itu, akhirnya mereka mengatakan : “Jika memang Muhammad SAW adalah seorang nabi yang benar, pasti apa yang diucapkan akan benar-benar terjadi”.
Mereka tidak melaksanakan tugas dan kembali kenegerinya dengan membawa kesan mendalam tentang diri Nabi Muhammad SAW. Benar, tidak lama sesudah itu terjadilah apa yang diceritakan oleh Nabi Muhammad mengenai kehancuran Persia, yaitu ketika anak Kisra benar-benar membunuh ayahnya sendiri pada tahun. Sesudah itu Kerajaan Persia dipegang oleh putra Kisra tsb dan sejak itu pula, tidak seorang penguasa tertinggi Persiapun yang bergelar Kisra. Tetapi yang ada hanya bergelar Raja biasa. Sebab sebutan “KISRA” adalah lambang kemegahan khusus bagi raja-raja Persia yang berhasil.
Kebenaran ucapan Nabi Muhammad SAW terbukti sebab Kisra yang disebut beliau, yaitu Parvez adalah Kisra terakhir dari raja-raja besar Kerajaan Persia sedangkan putranya sendiri adalah raja terakhirnya. Sebab setelah ibukota Persia dikuasai umat Islam, ia dapat melarikan diri namun pada akhirnya dapat ditangkap kembali dan dibunuh.
Adapun Kaisar Romawi yang mendapat kiriman surat dari Rasulullah SAW seperti yang dimaksud dalam hadits tersebut diatas adalah Heraclius. Ketika mendapat ajakan untuk masuk Islam, Kaisar menaruh hormat dan perhargaan yang membuat Nabi merasa puas setelah mengetahui sikapnya.
Sikap hormat Kaisar pada ajakan Rasulullah Saw tersebut membuat tidak senang di kalangan pejabat tinggi Romawi di wilayah Syiria. Sebab secara kebetulan pada waktu menerima surat ajakan Rasulullah SAW itu, Kaisar sedang mengadakan kunjungan kenegaraan di Syria. Dalam waktu singkat sesudah itu, Islam mendapat kemajuan pesat dan bertambah kuat yang menyebabkan para pejabat tinggi Romawi di Syiria naik pitam, apalagi golongan Yahudi dan kaum munafik berhasil menghasut mereka untuk menyerang umat Islam.
Setelah terjadi berbagai peperangan, akhirnya pada zaman khalifah Umabr bin Khattab, umat Islam dapat mengalahkan dan menguasai Syiria termasuk Palestina. Akan tetapi pusat Kerajaan Romawi Timur yang berpusat di kota Constantinopel dimana Kaisar Heraclius berada, tetap dapat bertahan, tepat seperti diisyaratkan dalam sikap puas Rasulullah SAW atas penghormatan Kaisar terhadap surat ajakan beliau SAW. Bahkan Kerajaan Romawi itu masih berlangsung hingga berabad-abad lamanya dibawah raja-raja kurang berpengaruh yang datang silih berganti dan masing-masing raja itu hanya berkuasa dalam waktu singkat.
Akhirnya Kerajaan Romawi Sirna dari muka bumi pada tahun 1461M (Sumber:Muhammad Farid Wajdi, al-Qamus al-A’m, Dairah Ma’arif al-Qarnil-‘Isyrin, juz:4)
Perlu dicatat bahwa tidak ada seorangpun diantara raja-raja Romawi setelah Kaisar Heraclius yang mendapat sebutan “KAISAR” dari bangsa Romawi. Sebab sebutan “KAISAR” adalah lambang keperkasaan dan kebijaksanaan Raja Romawi.
Maka terbuktilah kebenaran sabda Nabi yang mengatakan : “Wa idzaa halaka qaisharu falaa qaishara ba’dahu”.
Setelah wilayah-wilayah penting Kerajaan Romawi Timur jatuh ketangan umat Islam, begitu pula Kerajaan Persia, kekayaan kedua imperium tersebut berpindah tangan menjadi milik kaum Muslimin yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan penyebaran Islam.
Bahkan Khalifah Ahmadiyah II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad membenarkan nama “KAISAR” hapus dari muka bumi. Bisa dilihat dalam buku beliau “Da’watul Amir”, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, hal.95, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1989.
http://img338.imageshack.us/my.php?image=dawatulamir95mi4.jpg
By Nabi_lama on Nov 12, 2008
Quote NY:
Rasulullah SAW bersabda :
Apabila binasa Kisra ( Raja Persia ) maka tidak ada kisra sesudahnya.Dan apabila binasa kaisar ( Raja Roma ), maka tidak ada kaisar sesudahnya.
H.R Bukhari Muslim, Ahmad dan Tirmidzi dalam kanzul ‘ Ummal,Alauddin Alhindi,Muassasatur Risalah,Beirut,1989,jilid XI,p.368 hadits no 31765
jawab:
“Apabila kisra (Raja Persia) binasa, maka tidak ada kisra sesudahnya dan apabila Kaisar binasa, maka tidak ada kaisar lagi sesudahnya. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh harta simpanan kerajaan itu akan dibelanjakan di jalan Allah.”
Saudara NY ternyata pengetahuannya sangat minim sehingga apapun doktrin ahmadiyah ditelannya bulat2.
Dengarkan NY Hadits tsb memang terbukti kebenarannya karena Setelah Kaisar Heraclius tidak ada lagi raja yang bergelar Kaisar. Begitupula setelah Kisra Parvez tidak ada lagi yang bergelar Kisra.
Selengkapnya jalan ceritanya seperti ini:
Hadits ini menjelaskan tentang kejatuhan dua kerajaan besar yaitu kerajaan besar, yaitu Kerajaan Persia dan Kerajaan Romawi yang akan terjadi di kemudian hari. Sebelum Rasulullah SAW mengatakan hadits tersebut, yakni pada waktu beliau memukul batu ketika menggali parit menjelang terjadi Perang Khandak, Allah memperlihatkan kepada beliau melalui wahyu tentang kejatuhan dua kerajaan besar tersebut ke tangan kaum muslimin. Beliau SAW ketika itu melihat kunci-kunci istana Kerajaan Romawi yang ada di Syiria diserahkan kepada beliau SAW, begitu pula istana Kerajaan Persia.
Tidak lama berselang, Beliau SAW mengirim surat kepada Kisra Persia dan Kaisar Romawi didalamnya mengajak kepada mereka masing-masing untuk menerima Agama Islam. Akan tetapi setelah Kisra Parvez menerima surat Rasulullah SAW tersebut, ia lantas merobek-robeknya, bahkan memerintahkan kepada Gubernur Yaman agar mengirim utusan untuk menangkap Rasulullah SAW.
Setelah para utusan tersebut, menghadap, dan menceritakan maksud kedatangan mereka, akhirnya Rasulullah berdo’a semalam suntuk mengadu kepada Allah SWT lalu beliau SAW menerima wahyu yg mengisyaratkan bahwa Allah akan memporakporandakan Kerajaan Persia sebagaimana Kisra telah merobek-robek surat Rasulullah SAW. Bahkan dalam wahyu tersebut, Rasulullah SAW diberi kabar bahwa, untuk merebut kekuasaan, anak Kisra akan membunuh ayahnya sendiri. Setelah isi wahyu beliau ceritakan kepada para utusan itu, akhirnya mereka mengatakan : “Jika memang Muhammad SAW adalah seorang nabi yang benar, pasti apa yang diucapkan akan benar-benar terjadi”.
Mereka tidak melaksanakan tugas dan kembali kenegerinya dengan membawa kesan mendalam tentang diri Nabi Muhammad SAW. Benar, tidak lama sesudah itu terjadilah apa yang diceritakan oleh Nabi Muhammad mengenai kehancuran Persia, yaitu ketika anak Kisra benar-benar membunuh ayahnya sendiri pada tahun. Sesudah itu Kerajaan Persia dipegang oleh putra Kisra tsb dan sejak itu pula, tidak seorang penguasa tertinggi Persiapun yang bergelar Kisra. Tetapi yang ada hanya bergelar Raja biasa. Sebab sebutan “KISRA” adalah lambang kemegahan khusus bagi raja-raja Persia yang berhasil.
Kebenaran ucapan Nabi Muhammad SAW terbukti sebab Kisra yang disebut beliau, yaitu Parvez adalah Kisra terakhir dari raja-raja besar Kerajaan Persia sedangkan putranya sendiri adalah raja terakhirnya. Sebab setelah ibukota Persia dikuasai umat Islam, ia dapat melarikan diri namun pada akhirnya dapat ditangkap kembali dan dibunuh.
Adapun Kaisar Romawi yang mendapat kiriman surat dari Rasulullah SAW seperti yang dimaksud dalam hadits tersebut diatas adalah Heraclius. Ketika mendapat ajakan untuk masuk Islam, Kaisar menaruh hormat dan perhargaan yang membuat Nabi merasa puas setelah mengetahui sikapnya.
Sikap hormat Kaisar pada ajakan Rasulullah Saw tersebut membuat tidak senang di kalangan pejabat tinggi Romawi di wilayah Syiria. Sebab secara kebetulan pada waktu menerima surat ajakan Rasulullah SAW itu, Kaisar sedang mengadakan kunjungan kenegaraan di Syria. Dalam waktu singkat sesudah itu, Islam mendapat kemajuan pesat dan bertambah kuat yang menyebabkan para pejabat tinggi Romawi di Syiria naik pitam, apalagi golongan Yahudi dan kaum munafik berhasil menghasut mereka untuk menyerang umat Islam.
Setelah terjadi berbagai peperangan, akhirnya pada zaman khalifah Umabr bin Khattab, umat Islam dapat mengalahkan dan menguasai Syiria termasuk Palestina. Akan tetapi pusat Kerajaan Romawi Timur yang berpusat di kota Constantinopel dimana Kaisar Heraclius berada, tetap dapat bertahan, tepat seperti diisyaratkan dalam sikap puas Rasulullah SAW atas penghormatan Kaisar terhadap surat ajakan beliau SAW. Bahkan Kerajaan Romawi itu masih berlangsung hingga berabad-abad lamanya dibawah raja-raja kurang berpengaruh yang datang silih berganti dan masing-masing raja itu hanya berkuasa dalam waktu singkat.
Akhirnya Kerajaan Romawi Sirna dari muka bumi pada tahun 1461M (Sumber:Muhammad Farid Wajdi, al-Qamus al-A’m, Dairah Ma’arif al-Qarnil-‘Isyrin, juz:4)
Perlu dicatat bahwa tidak ada seorangpun diantara raja-raja Romawi setelah Kaisar Heraclius yang mendapat sebutan “KAISAR” dari bangsa Romawi. Sebab sebutan “KAISAR” adalah lambang keperkasaan dan kebijaksanaan Raja Romawi.
Maka terbuktilah kebenaran sabda Nabi yang mengatakan : “Wa idzaa halaka qaisharu falaa qaishara ba’dahu”.
Setelah wilayah-wilayah penting Kerajaan Romawi Timur jatuh ketangan umat Islam, begitu pula Kerajaan Persia, kekayaan kedua imperium tersebut berpindah tangan menjadi milik kaum Muslimin yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan penyebaran Islam.
Bahkan Khalifah Ahmadiyah II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad membenarkan nama “KAISAR” hapus dari muka bumi. Bisa dilihat dalam buku beliau “Da’watul Amir”, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, hal.95, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1989.
By Nabi_lama on Nov 12, 2008
http://isnandi.net/2005/08/03/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/#comment-30412
By Nabi_lama on Nov 12, 2008
http://img338.imageshack.us/my.php?image=dawatulamir95mi4.jpg
By Nabi_lama on Nov 12, 2008
Quote NY:
Maksud hadits ini ialah,tidak akan ada lagi kisra dan kaisar seperti atau semacam kisra dan kaisar di zaman Rasulullah SAW,seperti itu pula dapat dikatakan bahwa nabi nabi akan datang lagi,tetapi tidak seperti Nabi Muhammad SAW, yg membawa agama maupun syariat baru.
jawab:
Nggak nyambung kesimpulannya dgn hadits yg anda tulis
Quote NY:
Yang tidak patuh pada Rasulullah saw itu siapa anda atau saya, saya mengimani Hz Mirza ghulam ahmad karena atas perintah Rasulullah saw:
jawab:
Andalah yang tidak patuh kepada Allah dan Rasulullah
Quote NY:
Apabila kamu melihatnya( sang Mahdi) ,maka berbai’atlah padanya,walaupun kamu harus merangkak diatas salju,karena beliau adalah khalifah Allah dan Al Mahdi. ( Sunan Ibnu Majah)
memang dalam Alqur’an dan hadist tidak disebutkan itu nama Mirza ghulam ahmad, tapi kita bisa melihat semua kebenarannya melalui tanda2 yg di beritahukan oleh Allah swt dan Rasulullah saw dalam Alqur’an dan Hadits.
So jadi siapa yg tidak patuh terhadap Rasulullah saw, saya atau anda!!!
jawab:
Hadits munkar begitu dijadikan rujukan. Mana ada Allah memiliki khalifah. Apa anda pernah mendengar Allah memiliki Khalifah? Buktikan deh melalui Al-Qur’an dan Hadits.
Kesimpulannya andalah yang tidak patuh thd Allah & Rasulullah
By Nabi_lama on Nov 12, 2008
lanjutan diskusi dr http://www.denagis.wordpress.com
Dear andika:
Untuk apa bohong andika. Silahkan anda tanya Shadow di http://islamic.us.to
Andika…Andika, Saya menjawab pertanyaan anda dengan menggunakan Al-Qur’an dan hadits, justru anda membantahnya dengan memberi nasehat untuk Sholat Istikharoh. Sudah benarkah metode berdalil anda?
Sudah benarkah Sholat Istikharoh dijadikan pedoman pertama dan bukan Al-Qur’an sebagai pedoman yang pertama kali dan Hadits Rasulullah SAW yg shahih sebagai dalil kedua?
Apakah anda sudah ragu akan kebenaran Al-Qur’an dan perkataan Rasulullah SAW sehingga anda membantahnya dengan Sholat Istikharoh?
Apakah anda tidak tahu bahwa Al-Qur’an dijamin kebenarannya oleh Allah?
Untuk mengetahui Ghulam Ahmad apakah seorang nabi atau bukan, sudah terjawab oleh Al-Qur’an & Hadits bahwa Ghulam Ahmad bukanlah seorang nabi. Jadi nasehat untuk Sholat Istikharoh itu sangat tepat ditujukan kepada anda yang tidak bisa membuktikan pendakwan Ghulam Ahmad yang bermacam-macam dengan menggunakan Al-Qur’an dan Hadits. Wajar saja anda masih tetap seperti ini bersama Ahmadiyah karena Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah anda kesampingkan. Ceritanya Sholat Istikharoh dijadikan jurus pamungkas bagi orang yang sdh tersudut macam anda dan ahmadi lain ketika terpojok dlm berdiskusi.
Andika, apa sudah tepat nasehat Sholat Istikharoh itu ditujukan kepada orang yang bisa membuktikan Ghulam Ahmad bukanlah seorang nabi dengan menggunakan Al-Qur’an dan Hadits?
Ataukah sebaliknya Sholat Istikharoh itu seharusnya mesti dilakukan oleh orang yang tidak bisa membela nabinya dengan Al-Qur’an dan Hadits? Kalau Al-Qur’an dan Hadits saja dikesampingkan, lalu pedoman Ahmadiyah untuk membuktikan kenabian Ghulam Ahmad itu apa? Apa wahyu sesat dalam tadzkirah tsb yang dijadikan pedoman?
Capeee…deh
By Nabi_lama on Nov 12, 2008
Dear Andika
QS.An Nisa 59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian JIKA KAMU BERLAINAN PENDAPAT TENTANG SESUATU, MAKA KEMBALIKANLAH IA KEPADA ALLAH(AL QUR’AN) DAN RASUL (SUNNAHNYA), JIKA KAMU BENAR-BENAR BERIMAN KEPADA ALLAH DAN HARI KEMUDIAN. YANG DEMIKIAN ITU LEBIH UTAMA (BAGIMU) DAN LEBIH BAIK AKIBATNYA.
Apa arti huruf kapital tsb andika? Apakah ada Allah menyebut jika berlainan pendapat tentang sesuatu dikembalikan kepada Sholat Istikharoh? Apa pantas anda disebut orang yg beriman jika menolak Al-Qur’an dan Sunnah Rasululllah seperti yang tertulis pada ayat tsb? Bahkan Allah SWT menyebutkan “YANG DEMIKIAN ITU LEBIH UTAMA (BAGIMU) DAN LEBIH BAIK AKIBATNYA”. Apa ada Allah SWT menyebut Sholat Itikharoh sebagai hal yang lebih utama dan lebih baik akibatnya?

Capeee dehh…Apa terbukti pengakuan Ahmadiyah bahwa mereka menggunakan Al Qur’an dan Hadits jika berlainan pendapat? Justru Sholat Istikharoh yang dijadikan pegangan ketika kalah berdebat
Apa ada Rasulullah SAW pernah berwasiat agar kita berpegang teguh kepada Sholat Istikharoh?
Tolong anda definisikan “Sholat Istikharoh”?
Capee Deh….Ternyata salah seorang ahmadi seperti andika sudah mulai ragu akan kebenaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW
By Nabi Lama on Nov 13, 2008
Dear andika & NY
Pertanyaan buat anda berdua:
Apakah ada orang yang mempunyai sifat-sifat Allah? Apabila ada seseorang mengaku mempunyai sifat-sifat Allah, apakah anda mengimaninya? Apakah pengakuan seseorang mempunyai sifat-sifat Allah bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits? Apa anda bisa membuktikan baik di Al-Qur’an maupun Hadits bahwa seseorang bisa mempunyai sifat-sifat Allah?
Apakah harus Istikharoh terlebih dahulu untuk menjawab hal ini? Apa Al-Qur’an dan Hadits tidak cukup menjawab persoalan ini?
Setelah anda berdua menjawab semuanya, kita bisa dgn mudah mengambil kesimpulan siapakah yang seharusnya melaksanakan Sholat Istikharoh?
By Nabi Lama on Nov 13, 2008
Bagi anda yang butuh buku-buku ahmadiyah dapat didownload disini:
http://www.4shared.com/file/71409186/3ba9c84e/menghapus-suatu-kesalahpahaman.html?
http://www.4shared.com/file/71409357/fa8452fb/Bukan_Sekedar_Hitam_Putih.html?
http://www.4shared.com/file/71409823/befdefc4/bshp.html
By Nabi Lama on Nov 14, 2008
almadiah tetap harus dilarang..
By Surya Adi Sapoetra on Nov 14, 2008
Nama AHMAD memang ada dalam Al-Kitab
————————————
Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil .. QS. 7:157
Memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku (nabi Isa AS), yang namanya Ahmad .. QS. 61:6
Dua ayat di atas memberikan pengertian sangat kuat bahwa akan ada seorang nabi yang akan datang sesudah kenabian Isa AS dengan nama ‘Ahmad’ yang tercatat dalam kitab Taurat dan Injil (Alkitab) yaitu kitab yang sekarang menjadi pegangan umat Kristiani.
Tetapi nama ‘Ahmad’ tidak kita temukan secara langsung dalam Alkitab yang ada sekarang ini, hal ini bisa terjadi karena memang tidak ada Alkitab yang berbahasa aslinya yaitu bahasa Ibrani atau karena sengaja disembunyikan atau karena memang ada kesalahan penulisan dan penterjemahan.
Alhamdulillah, dengan usaha keras, ulet dan teliti dari para pakar akhirnya terkuak juga letak kesalahannya yang menyebabkan hilangnya nama Ahmad dalam Alkitab yang ada sekarang ini. Sebagaimana yang kita ketahui, bahasa yang dipergunakan oleh nabi Isa AS beserta kaumnya adalah bahasa Ibrani, begitu pula firman Allah dan sabda nabi Isa AS juga dalam bahasa Ibrani. Dengan demikian nubuat-nubuat yang ada dalam Injil kalau kita kembalikan ke dalam baha-sa Ibrani, nama Ahmad akan muncul sangat nyata dengan sendirinya, begitu juga dengan Taurat, kalau kita kembalikan ke dalam bahasa aslinya, nama Ahmad juga akan muncul dengan sendirinya.
Sang HIMADA adalah AHMAD
Sebab-sebab turunnya nubuat akan kedatangan seorang nabi yang diutus bagi semua bangsa yang bernama “Ahmad” adalah ketika bangsa Israel yang telah hancur jatuh terpuruk diijinkan kembali membangun Yerusalem dan Bait Sulaiman yang telah diratakan dengan tanah oleh bangsa Khaldea, sebagian orang berada dalam kegembiraan dan sebagaian yang lain berada dalam kesedihan yang memilukan karena teringat kembali akan keindahan Bait Agung Sulaiman.
Pada saat itulah, Allah mengutus Haggai (Menurut Alkitab Haggai adalah seorang nabi) untuk menghibur bangsa Israel yang telah terpuruk dengan menyampaikan janji Allah bahwa akan diutus seseorang yang akan mengangkat kembali bangsa Israel dari keterpurukan :
Dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan HIMADA untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata Tuhan pemilik rumah. Hagai 2:7
Seseorang yang diutus untuk mengangkat kembali bangsa Israel adalah Himada, bangsa Israel tentu menunggu sang Himada segera datang agar bangsanya segera bangkit dari keterpurukan. Namun sayang seribu sayang bangsa Israel tidak menafsirkan kata Himada sebagai nama riil seorang nabi yang diutus, tetapi mereka menafsirkan kata Himada sebagai kata sifat yang abstrak sesuai arti Himada dalam bahasa mereka yaitu : keinginan, hasrat, kerinduan dan pujian.
Tentu saja ketika janji Allah tersebut diterjemahkan kedalam bahasa lain, maka yang terjadi adalah kata Himada akan ikut diterjemahkan dan berubah dengan sendirinya, mari kita lihat terjemahannya ke dalam bahasa Inggris :
And I will shake all nations, and the desire of all nations shall come: and I will fill this house with glory, saith the LORD of hosts. Hagai 2:7
Lihatlah kata Himada diterjemahkan menjadi desire dalam bahasa Inggris yang artinya keinginan atau hasrat, hal ini dianggap benar oleh para penulis Injil karena mereka memahami Himada bukanlah nama orang tetapi sebagai kata benda abstrak.
Perlu diketahui terjemahan Alkitab dalam bahasa apapun, baik kedalam bahasa Arab, Indonesia, Jepang, Spanyol dan bahasa-bahasa lainnya adalah mengambil dari Alkitab yang berbahasa Inggris tersebut, sehingga tidak aneh kalau kita tidak menemukan nama Ahmad dalam Alkitab.
Mari kita lihat terjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang diterjemahkan dari Alkitab berbahasa Inggris :
Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Hagai 2:8
Lihatlah kata desire dalam bahasa inggris diterjemahkan menjadi barang yang indah-indah, dari sini saja sudah nampak distorsi dari Inggris ke Indonesia, sehingga makin tersembu-nyilah nama Ahmad dalam Alkitab. Sebagai informasi tambahan, kalau kita amati Alkitab berbahasa Inggris mencatat ayat tersebut dalam Hagai 2:7 tetapi dalam Alkitab berbahasa Indonesia tercatat dalam Hagai 2:8 tentu saja selisih satu ayat ini perlu dipertanyakan penyebabnya.
Tetapi kalau Alkitab yang berbahasa Inggris kita terjemahkan ke dalam bahasa Yahudi atau Ibrani, maka kata Himada tersebut akan muncul kembali dengan sendirinya, kurang-lebihnya seperti berikut ini :
“ve yavu himdath kol haggoyim”
Huruf th dalam kata Himdath bisa diganti menjadi hi atau bahkan dihilangkan sama sekali, sekarang mari kita analisa kata-kata dalam bahasa Yahudi, Ibrani dan Arab :
Himdath = Himdahi = Himda = bahasa Yahudi
Himada = bahasa Ibrani
Ahmad = bahasa Arab
Semua kata tersebut mempunyai kesamaan arti yaitu terpuji dan mempunyai kesamaan akar kata yaitu H-M-D, lihatlah bila kita hilangkan vokal dan kita biarkan konsonannya, maka akan menjadi :
H-M-D = dalam bahasa Yahudi
H-M-D = dalam bahasa Ibrani
H-M-D = dalam bahasa Arab
Tentu ini sebuah bukti yang tak dapat dibantah sedikitpun, dan bagi siapapun yang ahli dalam bahasa Semit tentu mempunyai kesimpulan yang sama bahwa Himada dan Ahmad adalah sama, tentu kesimpulannya adalah nama Ahmad memang ada dalam Alkitab.
PARAKLÊTOS adalah AHMAD
Bangsa Israel/Yahudi melihat nabi Isa AS ternyata bukanlah nabi yang dijanjikan Allah seperti yang disampaikan oleh Haggai yang dapat mengangkat bangsa Israel/Yahudi dari keterpurukan. Oleh karena itulah Bani Israel masih terus mencari siapakah orang yang dijanjikan Allah seperti yang disampaikan Haggai ?.
Suatu ketika Yesus berpidato kepada kaumnya, memberitakan akan ada nabi lain yang akan diutus sesudah dirinya, menurut Yesus kedatangan nabi tersebut tidak akan lama lagi.
Pidato Yesus tersebut sangat dipahami oleh orang-orang Israel, namun sayang sekali mereka tidak langsung menuliskan apa yang disabdakan Yesus ketika itu, dan pidato Yesus yang berbahasa Ibrani tersebut baru dicatat enampuluh (60) tahun kemudian dan itupun dalam bahasa Yunani oleh orang yang mengaku bernama Yohanes :
“Kag? er?ta? tou pat?r kai allos parakl?tos did?mi humin hina meta hum?n eis tou ai?n eimi” Yohanes 14:16
Kata Parakl?tos mempunyai beberapa arti yaitu: mengagungkan, memuji dan penolong, dan kalau kata Parakl?tos diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani, kata yang didapat adalah : Hamida
Kalau kata Hamida yang disebut oleh Yesus diartikan sebagai kata benda abstrak maka terjemahan pidato Yesus adalah seperti berikut ini :
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. Yohanes 14:16
Tetapi kalau kata Hamida yang disebut Yesus diartikan sebagai sebuah nama yang konkrit maka terjemahannya adalah seperti berikut ini :
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Hamida, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. Yohanes 14:16
Maka pidato Yesus tersebut senada dengan Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an :
Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: “Hai bani Israil,….(aku.) memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad “. QS. 61:6
Tentu hasil akhir yang kita dapatkan adalah kata Hamida dalam bahasa Ibrani dan kata Ahmad dalam bahasa Arab, dan kedua kata ini adalah berasal dari akar kata yang sama yaitu H-M-D dan mempunyai arti yang sama yaitu terpuji, dan senada pula dengan makna Perikl?tos.
Sebagaimana penjelasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, apakah kata Hamida dianggap sebagai kata benda abstrak atau riil, jika kita kembalikan ke dalam bahasa Yesus yaitu Ibrani, maka nama Ahmad tidak akan mampu disembunyikan lagi.
By Nabi Lama on Nov 16, 2008
dari http://denagis.wordpress.com/2008/10/16/renungan-untuk-ummat-rasulullah-saw/#comment-1381
Nopember 18, 2008 pukul 1:32 am
Buat andika
Andika, Tolong anda jelaskan tatabahasa arabnya QS.An Nisa 157.
Juga coba anda buka tafsir resmi ahmadiyah Jilid III hal.256-266 ttg QS.42:11, Kenapa jawaban anda beda dengan khalifah anda? Khalifah anda saja dlm tafsir tersebut menyebutkan pula ttg sifat-sifat Allah dan sifat-sifat manusia. Anggap saja ini sebagai pencerahan
saya kutip tulisan Alif Nopember 17, 2008 pukul 3:46 am
Hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda “Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh akan turun di tengah kalian IBNU MARYAM sebagai hakim yang adil. Ia akan memecahkan salib-salib, membunuh babi-babi dan meng
saya meyakini akan kesahihan hadist yang anda kutip tsb, namun karena menurut kitab suci qur’an (saya meyakini qur’an diatas segalanya termasuk hadist2 nabi, entah kalau kamu sudah tidak yakin akan isi qur’an)
Anda baca sendiri Alif saja menulis IBNU MARYAM dan Bukan MANUSIA SEPERTI ISA dan Alif mengatakan “saya meyakini akan kesahihan hadist yang anda kutip tsb”.
Jadi mana mungkin Isa yang telah wafat bangkit kembali dari kubur
Tidak ada pula pada hadits tsb adalah perumpamaan. Kiasan/Perumpamaan itu hanya jawaban orang yang sudah kepepet karena sebelumnya emengatakan Isa telah wafat. Kalau Isa sudah wafat hanya jalan satu-satunya bagi orang yg berakal hanya mendhaifkan hadits ttg kedatangan Isa. Bukan dengan cara memlintir hadits tsb dengan sesuka hati.
bila postingan tsb tidak ada di link tsb ketahuan deh belangnya si deden yg seorang ahmadi yang menyebunyikan kebenaran
By Nabi Lama on Nov 18, 2008
buat semuanya
http://www.4shared.com/file/71696600/7e722da/Ahmadiyah_Telanjang_Bulat_dipanggung_Sejarah
By Nabi Lama on Nov 18, 2008
Quote:
almadiah tetap harus dilarang..
jawab:
benar pak
By Nabi Lama on Nov 18, 2008
Nopember 18, 2008 pukul 10:10 am http://denagis.wordpress.com/2008/10/16/renungan-untuk-ummat-rasulullah-saw/#comment-1389
Quote andika:
kapan dan untuk kepentingan apa pula HMGA MENYEBARLUASKAN bahwa Isa masih hidup?
kesimpulan super ajaib, khas nabi lama….
jawab:
Ternyata pengetahuan ahmadiyah anda masih minim
Baca deh buku bukan sekedar hitam putih karangan M.A.Suryawan.
di thread ini tantri sudah memberikan linknya dan anda bisa mendownloadnya. Bisa juga nda tanya sama alif
Quote:
bila sebelumnya Rasulullah SAW menghadap ke Baitul Maqdis saat sholat lalu kemudian merubahnya 180 derajat menjadi ke Ka’bah
atau bila sebelumnya dimasa Rasulullah SAW pernah ada seorang Muslim dihukum rajam karena melakukan jinah lalu kemudian turun wahyu Allah bahwa hukuman untuk itu adalah hukum cambuk…
jawab:
Memangnya sebelumnya Muhammad SAW sudah dapat wahyu..capee deh
Beda bang dengan Ghulam Ahmad ngakunya yang melanjutkan syariat Rasulullah dan anda sendiri beserta ahmadiyah mengatakan sudah wafat berasal dari Al-Qur’an.
Bahkan dlm buku da’watul amir para sahabat katanya Isa sudah wafat. Jadi lucu manusia biasa saja tahu sedangkan seorang nabi sja tidak tahu
Quote:
berlaku juga untuk Rasulullah SAW?? ayo istighfar, bro….
jawab:
hee..hee..apa ada saya menyebut begitu
Quote:
bagaimana mungkin saya bisa menjelaskan pada anda, kalau hal yang begitu jelas dan terangpun tak bisa anda cerna….
jawab:
mending anda baca tafsir resmi ahmadiyah. jawaban anda bertentangan tidak dgn khalifah anda
Quote:
kalau anda mau komplain mengenai apa yang dimimpikan seseorang, maka komplainlah pada yang MEMBERI MIMPI, kecuali kalau anda bisa mengontrol diri anda sendiri untuk bisa mimpi sesuai selera anda.
jawab:
hee…heee nggak tahu ya definisi dari tadzkirah
Tolong deh anda definisikan “Tadzkirah”?
Quote:
ayo, anda pasti bisa!
jawab:
Tolong deh anda berikan tatabahasa arabnya QS.Annisa ayat 157
By Nabi lama on Nov 18, 2008
Nopember 18, 2008 pukul 10:10 am http://denagis.wordpress.com/2008/10/16/renungan-untuk-ummat-rasulullah-saw/#comment-1389
Quote andika:
kapan dan untuk kepentingan apa pula HMGA MENYEBARLUASKAN bahwa Isa masih hidup?
kesimpulan super ajaib, khas nabi lama….
jawab:
Ternyata pengetahuan ahmadiyah anda masih minim
Baca deh buku bukan sekedar hitam putih karangan M.A.Suryawan.
di thread ini tantri sudah memberikan linknya dan anda bisa mendownloadnya. Bisa juga nda tanya sama alif
Quote:
bila sebelumnya Rasulullah SAW menghadap ke Baitul Maqdis saat sholat lalu kemudian merubahnya 180 derajat menjadi ke Ka’bah
atau bila sebelumnya dimasa Rasulullah SAW pernah ada seorang Muslim dihukum rajam karena melakukan jinah lalu kemudian turun wahyu Allah bahwa hukuman untuk itu adalah hukum cambuk…
jawab:
Memangnya sebelumnya Muhammad SAW sudah dapat wahyu..capee deh
Beda bang dengan Ghulam Ahmad ngakunya yang melanjutkan syariat Rasulullah dan anda sendiri beserta ahmadiyah mengatakan sudah wafat berasal dari Al-Qur’an.
Bahkan dlm buku da’watul amir para sahabat katanya Isa sudah wafat. Jadi lucu manusia biasa saja tahu sedangkan seorang nabi sja tidak tahu
Quote:
berlaku juga untuk Rasulullah SAW?? ayo istighfar, bro….
jawab:
hee..hee..apa ada saya menyebut begitu
Quote:
bagaimana mungkin saya bisa menjelaskan pada anda, kalau hal yang begitu jelas dan terangpun tak bisa anda cerna….
jawab:
mending anda baca tafsir resmi ahmadiyah. jawaban anda bertentangan tidak dgn khalifah anda
Quote:
kalau anda mau komplain mengenai apa yang dimimpikan seseorang, maka komplainlah pada yang MEMBERI MIMPI, kecuali kalau anda bisa mengontrol diri anda sendiri untuk bisa mimpi sesuai selera anda.
jawab:
hee…heee nggak tahu ya definisi dari tadzkirah
Tolong deh anda definisikan “Tadzkirah”?
Quote:
ayo, anda pasti bisa!
jawab:
Tolong deh anda berikan tatabahasa arabnya QS.Annisa ayat 157
Quote andika:
kapan dan untuk kepentingan apa pula HMGA MENYEBARLUASKAN bahwa Isa masih hidup?
kesimpulan super ajaib, khas nabi lama….
jawab:
Ternyata pengetahuan ahmadiyah anda masih minim
Baca deh buku bukan sekedar hitam putih karangan M.A.Suryawan.
di thread ini tantri sudah memberikan linknya dan anda bisa mendownloadnya. Bisa juga nda tanya sama alif
Quote:
bila sebelumnya Rasulullah SAW menghadap ke Baitul Maqdis saat sholat lalu kemudian merubahnya 180 derajat menjadi ke Ka’bah
atau bila sebelumnya dimasa Rasulullah SAW pernah ada seorang Muslim dihukum rajam karena melakukan jinah lalu kemudian turun wahyu Allah bahwa hukuman untuk itu adalah hukum cambuk…
jawab:
Memangnya sebelumnya Muhammad SAW sudah dapat wahyu..capee deh
Beda bang dengan Ghulam Ahmad ngakunya yang melanjutkan syariat Rasulullah dan anda sendiri beserta ahmadiyah mengatakan sudah wafat berasal dari Al-Qur’an.
Bahkan dlm buku da’watul amir para sahabat katanya Isa sudah wafat. Jadi lucu manusia biasa saja tahu sedangkan seorang nabi sja tidak tahu
Quote:
berlaku juga untuk Rasulullah SAW?? ayo istighfar, bro….
jawab:
hee..hee..apa ada saya menyebut begitu
Quote:
bagaimana mungkin saya bisa menjelaskan pada anda, kalau hal yang begitu jelas dan terangpun tak bisa anda cerna….
jawab:
mending anda baca tafsir resmi ahmadiyah. jawaban anda bertentangan tidak dgn khalifah anda
Quote:
kalau anda mau komplain mengenai apa yang dimimpikan seseorang, maka komplainlah pada yang MEMBERI MIMPI, kecuali kalau anda bisa mengontrol diri anda sendiri untuk bisa mimpi sesuai selera anda.
jawab:
hee…heee nggak tahu ya definisi dari tadzkirah
Tolong deh anda definisikan “Tadzkirah”?
Quote:
ayo, anda pasti bisa!
jawab:
Tolong deh anda berikan tatabahasa arabnya QS.Annisa ayat 157
Jangan lupa ahmadiyah termasuk anda pun mengshahihkan hadits kedatangan Ibnu Maryam dan bukan manusia seperti Isa.
Apa itu juga termasuk salah satu buktinya
By Nabi lama on Nov 18, 2008
Nopember 18,2008 pukul 12:51 pm
http://denagis.wordpress.com/2008/10/16/renungan-untuk-ummat-rasulullah-saw/#comment-1391
tambahan…
sebelumnya terima kasih buat deden karena sudah mulai fair.
Quote:
bila sebelumnya Rasulullah SAW menghadap ke Baitul Maqdis saat sholat lalu kemudian merubahnya 180 derajat menjadi ke Ka’bah
atau
jawab:
mana nyambung dengan apa yang dilakukan Ghulam ahmad karena ttg wafatnya isa menurut anda sdh ada di al-qur’an jauh sebelum Ghulam ahmad lahir
Jadi dikitab suci apa perintah Sholat untuk ke ka’bah sudah diterapkan?
quote
bila sebelumnya dimasa Rasulullah SAW pernah ada seorang Muslim dihukum rajam karena melakukan jinah lalu kemudian turun wahyu Allah bahwa hukuman untuk itu adalah hukum cambuk…
jawab:
mana nyambung juga dengan apa yg dilakukan Ghulam ahmad. Dikitab suci apakah bahwa hukuman cambuk bagi penzinah diterapkan?
By Nabi_Lama on Nov 18, 2008
tambahan lagi kang deden…trims
quote andika:
kalau anda mau komplain mengenai apa yang dimimpikan seseorang, maka komplainlah pada yang MEMBERI MIMPI, kecuali kalau anda bisa mengontrol diri anda sendiri untuk bisa mimpi sesuai selera anda.
jawab:



baca kalimatnya “dan aku yakin adalah dia”. apakah itu sedang bermimpi
apa ada wahyu tsb menyebut “dan dalam mimpi aku yakin adalah dia”
harap anda bisa membedakan suatu kalimat
wahyu kun fayakun nya kenapa tidak dijawab? katanya manusia bisa mempunyai sifat-sifat allah
By Nabi_Lama on Nov 18, 2008
Nopember 18, 2008 pukul 1:11 pm
http://isnandi.net/2005/08/03/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/#comment-30445
tambahan lagi aden…trims
quote:
kalau anda mau komplain mengenai apa yang dimimpikan seseorang, maka komplainlah pada yang MEMBERI MIMPI, kecuali kalau anda bisa mengontrol diri anda sendiri untuk bisa mimpi sesuai selera anda
jawab:

baca lagi dgn teliti “dan aku yakin adalah dia(Allah)”. apa perkataan itu dalam keadaan mimpi. Tidak bang
mana ada wahyu tsb menyebut demikian “dan dalam mimpi aku yakin adalah dia(Allah)”. Tidak ada berkata seperti itu
Harap anda bisa membedakan sebuah kalimat
By Nabi_Lama on Nov 18, 2008
Nopember 18, 2008 pukul 1:30 pm
http://denagis.wordpress.com/2008/11/05/khalifah-suatu-keharusan/#comment-1384
Sebelumnya trims buat yg mulai bertindak fair
Quote ny:
Mahyuddin Ibnu Arabi dalam kitabnya Futuuhatul Makiyyah menuliskan:
Yang artinya : Inilah arti dari sabda Rasulullah SAW seseungguhnya risalah dan nubuat sudah terputus ,maka tidak ada rasul dan nabi yang datang sesudahku, yang bertentangan dng syariatku,apabila ia datang ia akan dibawah syariatku.
jawab:
Ibnu arabi yang berfaham wahdatul wujud anda jadikan pegangan…capee deh.
dia bukan Allah & bukan Rsulullah. Jadi untuk apa dijadikan pegangan.
quote NY:
Rasulullah SAW bersabda :
Apabila binasa Kisra ( Raja Persia ) maka tidak ada kisra sesudahnya.Dan apabila binasa kaisar ( Raja Roma ), maka tidak ada kaisar sesudahnya.
H.R Bukhari Muslim, Ahmad dan Tirmidzi dalam kanzul ‘ Ummal,Alauddin Alhindi,Muassasatur Risalah,Beirut,1989,jilid XI,p.368 hadits no 31765
Maksud hadits ini ialah,tidak akan ada lagi kisra dan kaisar seperti atau semacam kisra dan kaisar di zaman Rasulullah SAW,seperti itu pula dapat dikatakan bahwa nabi nabi akan datang lagi,tetapi tidak seperti Nabi Muhammad SAW, yg membawa agama maupun syariat baru.
jawab:
jawaban anda sdh terjawab di
http://isnandi.net/2005/08/03/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/#comment-30446
quote NY:
Bukannkah umat muslim pun mengakui akan turunnya nabi Isa di akhir zaman.dan tentunya Nabi Isa yg kita tunggu bukanlah nabi Isa yg di utus Allah swt utk bani Israil melainkan seseorang yg datang dari umat muslim sendiri yg memiliki sifat2 yg sama seperti nabi Isa yg di utus Allah untuk bani israil maka beliau di juluki Isa almasih.
jawab:
jadi Isa yg turun dan bukan muhammad yg turun atau krishna atau masiodarbahmi. Lalu kenapa anda mengimani Ghulam ahmad?
quote ny:
Laa mahdi ilaa isa” Tidak ada mahdi melainkan isa.
jadi imam mahdi dan nabi isa yg dijanjikan itu adalah satu orang yg sama dengan 2 gelar dijuluki sebagai imam mahdi dan isa almasih.
jawab:

menerjemahkan sebuah kalimat saja tidak mampu. Hadits yang anda kutip “tidak ada mahdi” berarti mahdi tidak ada dong
Lagipula hadits yang anda kutip jug hadits dha’if. sering-sering baca buku deh.
Lalu hadits ttg mahdi mengimami Isa, shahi atau tidak? apakah itu bukan antara mahdi & Isa pribadinya sdh berbeda
By Nabi_Lama on Nov 18, 2008
http://www.4shared.com/file/71696803/94705e6a/ALQURAN.html?s=1
By Nabi_Lama on Nov 18, 2008
ini buat ny sebagai pencerahan
http://img338.imageshack.us/my.php?image=dawatulamir95mi4.jpg
By Nabi_Lama on Nov 18, 2008
Buat andika di http://denagis.wordpress.com/2008/10/16/renungan-untuk-ummat-rasulullah-saw/#comment-1402
semoga apa yang saya tulis dan saya upload bisa anda ambil sebagai pencerahan
“Jadi, Mahdi itu tak lain melainkan Masih. Krishna itu tak lain melainkan Masih. Masiodarbahmi dari agama Zaratustra tak lain melainkan dia yang menjadi Krishna, Mahdi, dan Masih”.
(Sumber:”Da’watul Amir”, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, hal 152)
http://img80.imageshack.us/my.php?image=dawatulamir152un0.jpg
Pada mulanya, seperti layaknya kaum muslimin lainnya, Hz.Ahmad secara pribadi juga berpendapat bahwa Nabi Isa Al-Masih a.s. belum wafat, diangkat, dan masih hidup di langit. Bahkan pendapatnya itu dikemukakannya dibeberapa tempat dalam buku pertamanya Barahiin Ahmadiyah Jilid IV, halaman 361 dan 499 yang ditulis pada tahun 1884. Namun setelah beliau mendapatkan wahyu dari Allah Ta’ala bahwa Nabi Isaa.s. telah wafat, kemudian beliau meralat pendapatnya itu seperti yang dapat kita temukan dalam tulisan-tulisannya dibuku Ayyamus-Sulh hlm. 41 (1899), Masih Hindustan Mein(1899), dan Kisyti Nuh hlm. 46-47 (1902)
(Sumber:”Bukan Sekedar Hitam Putih”, M.A.Suryawan, Edisi Revisi, hal.181, 2005. Dalam bentuk file bshp.pdf)
http://img88.imageshack.us/my.php?image=bshp181og2.jpg
Barang siapa menjadi penghalang di jalan Masih Mau’ud a.s, ia sebenarnya MUSUH ISLAM dan ia tidak menginginkan adanya Islam.
(Sumber:”Da’watul Amir, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, Hal 374)
http://img120.imageshack.us/my.php?image=dawatulamir374zz8.jpg
Ternyatalah semua nubuatan itu telah menjadi sempurna dengan perantaraan wujud beliau (Pendiri Jemaat Ahmadiyah) dan bagi orang-orang Kristen dan Yahudi beliau menjadi Almasih, dan bagi orang-orang Zoroaster beliau menjadi Masiodarbahmi, dan bagi orang-orang hindu beliau menjadi Krishna, agar kebenaran beliau terbukti bagi pengikut segala agama dari (menurut keterangan) Kitab-kitab Suci mereka sendiri; dan kemudian dengan perantaraan beliau kebenaran agama Islam diketahui oleh mereka lalu dijaring dan masuk ke dalam orang-orang yang mengabdi kepada Rasulullah SAW.
(Sumber:”Da’watul Amir”, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, hal.64)
“Disamping kata sepakat(ijmak) para sahabat, kami mengetahui, para anggota keluarga Nabi (ahlulbait) pun sepakat kewafatan Nabi Isa a.s., hal demikian ternyata dari riwayat yg dituturkan oleh Hazrat Imam Hasan r.a., seperti tercantum di dalam “Thabaqat ibn Sa’ad” jilid ketiga……………Dari riwayat itu jelas bahwa menurut para anggota keluarga (ahlul bait) Rasulullah SAW pun Hadrat Isa a.s. telah wafat,…….”.
(Sumber:”Da’watul Amir”, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, hal 25-26)
http://img403.imageshack.us/my.php?image=asysyura11bfy1.jpg
By nabi lama on Nov 19, 2008
ini pekataan khalifah anda dlm tafir resmi ahmadiyah ttg “tidak ada sesuatupun serupa dengan dia” (QS.41:11)
Maka, sungguh bodohlah mencoba menemukan kesamaan antara sifat-sifat ilahi dengan sifat-sifat manusia, meskipun kedua-duanya mungkin mempunyai persamaan yang jauh dan tidak sempurna
(Sumber:Al-Qur’an dengan terjemahan dan tafsir singkat, hal 266, editor:Malik Ghulam Farid, Panitia Penterjemah Tafsir Al-Qur’an Jemaat Ahmadiyah indonesia, Jilid III, edisi pertama, yayasan wisma damai, jakarta, 1983)
http://img403.imageshack.us/my.php?image=asysyura11bfy1.jpg
By nabi lama on Nov 19, 2008
Buat andika di http://denagis.wordpress.com/2008/10/16/renungan-untuk-ummat-rasulullah-saw/#comment-1402
Maka, sungguh bodohlah mencoba menemukan kesamaan antara sifat-sifat ilahi dengan sifat-sifat manusia, meskipun kedua-duanya mungkin mempunyai persamaan yang jauh dan tidak sempurna
(Sumber:Al-Qur’an dengan terjemahan dan tafsir singkat, hal 266, editor:Malik Ghulam Farid, Panitia Penterjemah Tafsir Al-Qur’an Jemaat Ahmadiyah indonesia, Jilid III, edisi pertama, yayasan wisma damai, jakarta, 1983)
http://img403.imageshack.us/my.php?image=asysyura11bfy1.jpg
By nabi lama on Nov 19, 2008
Buat andika di http://denagis.wordpress.com/2008/10/16/renungan-untuk-ummat-rasulullah-saw/#comment-1486
Quote andika:
hehehehe….la iyalah Isa tidak mati diatas salib, tapi itu peristiwa terjadi 2000 tahun lalu bro gak nyambung dengan kontek Isa masih hidup hingga kini!
nalar yang sangat lucu, masa ia dikarenakan Isa as tidak wafat diatas tiang salib lalu dengan itu ia menjadi abadi hingga hidup ribuan tahun hingga kini???
jawab:
heee…hee…darimana anda bisa tahu hal tsb sedangkan tatabahasa arabnya saja tidak tahu.
Jadi tolong sebutkan alasan tsb dibarengi tatabahasa arabnya. Anda bukan anak kecil kan yang selalu diingatkan terus-menerus.
anda kelihatannya sudah frustasi
Quote andika:
kepercayaan yang tidak nyambung dengan kontek ayat itu dan bahkan harus mengabaikan banyak ayat al-Qur’an yang dengan jelas dan tegas mengisyaratkan tentang kewafatan beliau as.
jawab:
Apa sudah yakin menterjemahkan kewafatan Isa secara wajar menggunakan Al-Qur’an? ataukah menggunakan injil?
baca deh (”Al-Qur’an dgn terjemahan dan tafsir singkat”, hal 401-403, editor:Malik Ghulam Farid, Panitia Penterjemah Tafsir Al-Qur’an Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Jilid I edisi kedua, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Jakarta, 1987). Ternyata injillah yg dijadikan ahmadiyah sbg rujukan ttg kewafatan Isa secara wajar.
ini buktinya:
http://img380.imageshack.us/my.php?image=annisa157ca1.jpg
http://img372.imageshack.us/my.php?image=annisa157aed7.jpg
http://img380.imageshack.us/my.php?image=annisa157blm0.jpg
http://img380.imageshack.us/my.php?image=annisa158og4.jpg
Berarti bukan hanya khalifah anda mengabaikan Al-Qur’an juga berarti Ghulam Ahmad mengabaikan Al-qur’an pula ketika menyebarkan luaskan keyakinannya bahwa Isa hidup dilangit melalui bukunya. Tanpa sadar anda menyindir nabi anda juga dan menyalahkan Ghulam Ahmad perbuatan Ghulam Ahmad tsb . Apa sudah lupa atau pura-pura tidak tahu kalau Ghulam Ahmad ketika menjadi nabi berkeyakinan Isa hidup dilangit. Jadi tidak mungkin dong anda mengimani Ghulam Ahmad yang mengaku nabi sedangkan dirinya mengabaikan Al-Qur’an ketika menjadi nabi. Ternyata anda hanya bisa berteori saja dan tidak mempraktekkan teori anda tersebut.
Tidak mungkin kan anda mengimani seorang nabi yang menyebarkan sesuatu yg bertentangan dgn Al-Qur’an. Hanya nabi palsu saja yang bisa berbuat seperti itu.
Quote andika:
maka anda telah mengulang kesalahan yang dilakukan ummat Yahudi yang hingga kini terus menerus menantikan kedatangan nabi Ilyas as yang kedua kali
jawab:

hee..hee Termasuk juga anda karena tidak juga akan kedatangan manusia seperti Ilyas
Berarti Manusia seperti Isa tidak ada pula. Jadi andapun mengulang kesalahan tsb. Justru wahyu Ghulam Ahmad bahwa dirinya mempunyai sifat-sifat Allah dan dia adalah Allah justru membela keyakinan nasrani bahwa almasih adalah tuhan
Coba anda buktikan perkataan seorang nabi akan kedatangan nabi Ilyas? Contoh yg anda berikan saja tidak nyambung karena keyakinan tsb keyakinan pribadi umat yahudi.
Quote andika:
Maksud perkataan “Isa Ibnu Maryam” didalam hadits2 tidak berarti bahwa Isa Ibnu Maryam yang dulu yang akan datang (sebab Isa Ibnu Maryam sudah wafat), tetapi yang akan datang
itu orang lain yang sifat-sifatnya seperti Nabi Isa as.
jawab:
haaa…haaa andika andika jadi menurut anda orang lain yang sifat-sifatnya seperti Nabi Isa as yang datang dan bukan manusia seperti muhammad (apa sudah lupa dgn link yg saya berikan), krishna, dan masiodarbahmi yg datang. Baguslah anda dengan sendirinya membantah pendakwaan Ghulam Ahmad..trims. Berarti tidak ada alasan lagi bagi anda untuk mengimani Ghulam Ahmad.
ini ucapan khalifah anda bashiruddin mahmud ahmad:
“Jadi, Mahdi itu tak lain melainkan Masih. Krishna itu tak lain melainkan Masih. Masiodarbahmi dari agama Zaratustra tak lain melainkan dia yang menjadi Krishna, Mahdi, dan Masih”.
(Sumber:”Da’watul Amir”, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, hal 152)
http://img247.imageshack.us/my.php?image=dawatulamir152mk1.jpg
Ini namanya doktrin makan tuan. SKAK MAT (kata-kata alif ini memang ampuh)
BTW di surat apa dan ayat apa akan kedatangan Manusia seperti Isa, Manusia seperti Mauhammad, Manusia seperti Krishna, Manusia seperti Masiodarbahmi
percuma deh nanti juga hasilnya akan sama seperti terdahulu yaitu mengalihkan pembicaraan ke arah lain. Sampai hari ini jawaban ini belum bisa dijawab oleh ahmadi termasuk alif yang pernah merasakan diskusi hal tersebut melawan sobat saya shadow dan pulang membawa malu dan sejumlah banyak PR.
Quote andika:
Jadi yang salah itu bukan haditsnya, melainkan anda yang keliru memahaminya.
Untuk selanjutnya silahkan Bapak2/Ibu2/Sodara2/Sodari2 membaca artike
jawab:

ternyata linknya ahmadi juga.
Sudah saya baca dan tidak ada satupun memberikan tatabahasa arabnya. JADI TOLONG BERIKAN TATABAHASA ARABNYA UNTUK MENGUATKAN ALASAN TSB. Jelas kan pertanyaan saya, anda bukan anak kecil lagi kan yang setiap diskusi harus selalu diingatkan
anda baca sendiri yang saya kutip dari link yang anda berikan
“Dan Kami turunkan besi.”, anda baca “besi” diartikan dalam link secara hakiki yaitu tetap diartikan “besi” dan tidak diartikan secara majaz “benda seperti besi”.
Sedangkan penjelasannya berupa majaz yaitu “manusia seperti Isa”. Mana nyambung. Bagi orang yang berakal tidak pernah yang namanya hakiki itu sama dengan majaz.
hiii..hiii andika kena skak mat lagi
Jadi yang keliru itu orang yg menterjemahkan Isa dengan manusia seperti Isa.
Quote andika:
Dalam hal wafatnya Isa as misalnya, banyak ulama non Ahmadi yang juga berpendapat bahwa Isa as telah wafat bahkan ulama sekaliber HAMKA-pun pendapatnya sama dengan kami demikian pula halnya dengan ulama besar sekelas Pfor Qurays Shihab, dimana orangnya masih hidup dan bisa anda tanyai
jawab:
Anda mengutip sebagian saja. Quraisy shihab berpendapat Isa telah wafat dan tidak mengshahihkan hadits-hadits ttg kedatangan Isa karena Hadits-hadits ttg Isa tidak bersumber dari Rasulullah SAW tetapi bersumber dari dua orang kristen yaitu Khaab Al Akhbar dan wahab bin Munnabi. Bila ini benar berarti tamat sudah riwayat ahmadi ketika masuk diliang kubur nanti.
Quote andika:
namun bila juga anda besikukuh menantikan kedatangan almarhum nabi Isa as untuk memimpin anda karena alasan Rasulullah saw telah menyampaikan tentang turun Isa almasih ditengah-tengah ummatnya kaum akhorin
jawab:
)
Berarti Rasulullah hanya menyampaikan turunnya Isa saja dan bukan lainnya seperti Muhammad sesuai pengakuan Ghulam Ahmad. Berarti anda salah mengimani Ghulam Ahmad karena dirinya mengaku adalah Isa, Muhammad, Krishna, Masiodarbahmi. Bahkan Rasulullah juga tidak mengatakan kan bahwa Isa yg turun mempunyai sifat-sifat Allah dan mengaku dirinya adalah Allah. SKAK MAT (kata-kata alif ini memang manjur)
Perkataan anda juga bertentangan dengan perkataan khalifahmu:
“Jadi, Mahdi itu tak lain melainkan Masih. Krishna itu tak lain melainkan Masih. Masiodarbahmi dari agama Zaratustra tak lain melainkan dia yang menjadi Krishna, Mahdi, dan Masih”.
(Sumber:”Da’watul Amir”, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, hal 152)
http://img247.imageshack.us/my.php?image=dawatulamir152mk1.jpg
Ucapan dari saya juga, mohon maaf bila selama ini ada kata2 yang tidak berkenan dihati anda2,
Kebesaran hanya milik Allah semata, tugas kita adalah untuk menemukan kebenarannya yang sejati dengan upaya yang penuh rasa rendah diri dihadapanNya. Nasehat dari saya janganlah mengimani seorang nabi palsu yg dalam wahyunya mempunyai sifat-sifat Allah dan mengaku dia adalah Allah (wahyu ini semakin menguatkan akidah kaum nasrani bahwa al-masih adalah tuhan
Wassalam
By Nabi Lama on Nov 26, 2008
tambahan:
Ucapan dari saya juga, mohon maaf bila selama ini ada kata2 yang tidak berkenan dihati anda2,
)NAUDZUBILLAHI MIN DZALIK
Kebesaran hanya milik Allah semata, tugas kita adalah untuk menemukan kebenarannya yang sejati dengan upaya yang penuh rasa rendah diri dihadapanNya. Nasehat dari saya janganlah mengimani seorang nabi palsu yg dalam wahyunya mempunyai sifat-sifat Allah dan mengaku dia adalah Allah (wahyu ini semakin menguatkan akidah kaum nasrani bahwa al-masih adalah tuhan
Wassalam
By nabi_lama on Dec 2, 2008
Waah, debat kusir kayak gini jadi males bacanya. :-p
By Ali on Dec 3, 2008
siapa yg debat kusir? itu hanya duplikasi jawaban dari forum denagis.
Caba anda turun tangan untuk menjawabnya. Apa bisa
By Nabi_Lama on Dec 5, 2008
Jadi pengen tahu nih sebenarnya nabi lama keyakinannya bagaimana ya? Nabi Isa udah wafat atau masih hidup? Terus Kalau begitu Nabi Isa bakal dateng lagi gak? Pingin tahu aja……..
By sedemir on Dec 20, 2008
Dengan saya saja mas diskusinya….
Kalau keyakinan saya Isa telah wafat dan Tidak satupun ayatpun di Al-Qur’an akan kedatangan Isa ataupun manusia seperti Isa.
Saya tertawa geli anda bertanya seperti itu. Apa anda tidak tahu kalau Ghulam Ahmad ketika menjadi ‘nabi’ berkeyakinan Isa hidup di langit. Kalau anda mengatakan Isa telah wafat, kenapa anda mengimani Ghulam Ahmad?
heee….heee SKAK MAT. Lagi pula ghulam ahmad mendakwakan diri sebagai Muhammad, krishna dan masiodarbahmi. Memang pengakuan ghulam ahmad ini ada dalilnya di Al-Qur’an?
coba dong anda tunjukkan ayatnya.
anda download saja buku BSHP ini dan baca hal 181
http://www.4shared.com/file/71409823/befdefc4/bshp.html
Diskusi saja dengan saya di http://islamic.us.to
By shadows on Dec 21, 2008
Mas ada topik yang menarik disini http://img234.imageshack.us/my.php?image=bshp181aot1.jpg
saya harap anda mau bergabung. Nggak takut mas.
juga anda baca buku-buku ahmadiyah ini agar pengetahuan anda ttg ahmadiyah semakin banyak.
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=62
By shadows on Dec 21, 2008
Ada ralat sedikit:
Mas ada topik yang menarik disini http://img234.imageshack.us/my.php?image=bshp181aot1.jpg
saya harap anda mau bergabung untuk berdiskusi di link tsb. Nggak usah takut mas. Jangan merasa kalah duu sebelum melawan kami.
juga anda baca buku-buku ahmadiyah ini agar pengetahuan anda ttg ahmadiyah semakin banyak.
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=62
By shadows on Dec 21, 2008
Oh Nabi Isa sudah wafat ya. Kalau begitu nabi Isa as enggak bakal datang lagi dong. Tapi NU yang mayoritas di Indonesia percaya Nabi Isa as bakal datang lagi. Gimana dong? Malah mereka bilang kalau yang enggak percaya berarti telah mengingkari salah satu kepercayaan penting dalam ajaran islam. Saya pernah baca juga buku tokoh PKS yang mengatakan bahwa Isa as bakal turun di akhir zaman. Apa itu berarti Nabi Isa yang sudah wafat itu bangkit lagi? Wah kok saya jadi pusying nih. Ternyata diantara NU, PKS, Muhamadiyah, Salafi, Shadow cs, Syiah pada berbeda-beda keyakinannya. Kalau ahmadiyah sendiri gimana sih pendapatnya. Jadi pingin tahu nih…..
By sedemir on Dec 22, 2008
Quote sedemir:
Oh Nabi Isa sudah wafat ya. Kalau begitu nabi Isa as enggak bakal datang lagi dong.
jawab:
Benar, memangnya ada di Al-Qur’an ttg kedatangan Isa maupun Manusia seperti Isa.
Saya tanya kepada anda, syarat-syarat hadits s
hahih itu apa saja sih? tolong disebutkan.
Quote sedemir:
Tapi NU yang mayoritas di Indonesia percaya Nabi Isa as bakal datang lagi. Gimana dong? Malah mereka bilang kalau yang enggak percaya berarti telah mengingkari salah satu kepercayaan penting dalam ajaran islam. Saya pernah baca juga buku tokoh PKS yang mengatakan bahwa Isa as bakal turun di akhir zaman.
jawab
Emangnya gw pikirin. toh keyakinan mereka berbeda dgn saya.
Quote sedemir:
Apa itu berarti Nabi Isa yang sudah wafat itu bangkit lagi? Wah kok saya jadi pusying nih.
jawab:
Nggak usah pusing karena orang yang sudah wafat tidak akan bangkit lagi. Hadits-hadits ttg kedatangan Isa itu hadits dha’if pak.
Bisa anda tunjukkan ttg kedatangan manusia seperti Isa, muhammad, krishna, & masiodarbahmi sesuai pendakwaan ghulam ahmad? bisakah anda membuktikannya.
Apa sih syarat-syarat hadits shahih menurut anda?
Apa anda tidak tahu tentang pendakwaan ghulam sebagai muhammad, krishna, masiodarbahmi?
coba lihat link dibawah ini:
http://img228.imageshack.us/my.php?image=jawabanseruan2vd9.jpg
coba anda berikan penjelasan dalam buku ahmadiyah tsb (”Jawaban seruan kepada ahmadiyah” oleh Rukhdiyat Ayyubi Ahmad)
Apa anda sanggup menjawabnya
By shadows on Dec 22, 2008
Sedemir, coba anda jawab pengakuan ghulam ahmad bahwa dirinya adalah krishna (Sumber:”Bukan sekedar hitam putih”, M.A.Suryawan, hal 162-163)
silahkan download buku “bukan sekedar hitam putih” disini http://www.4shared.com/file/71409823/befdefc4/bshp.html
silahkan klik juga http://img374.imageshack.us/my.php?image=bshp162bqg4.jpg
dan
http://img267.imageshack.us/my.php?image=bshp163cnn8.jpg
TOLONG ANDA BUKTIKAN PENGAKUAN GHULAM AHMAD INI KALAU AHMADIYAH BETUL-BETUL BERDASARKAN AL-QUR’AN?
Apa ada di Al-Qur’an & hadits menyebutkan akan kedatangan krishna?
By shadows on Dec 22, 2008
Quote sedemir:
Kalau ahmadiyah sendiri gimana sih pendapatnya. Jadi pingin tahu nih…..
jawab:
Apakah anda ahmadi atau bukan? silahkan jawab dgn jujur.
Ada sih orang yg pura-pura bukan ahmadi tapi kenyataannya dirinya ahmadi. Biasa, sudah keder dulu kalau mau diajak diskusi ttg ahmadiyah
By shadows on Dec 22, 2008
dipulikat diskusi dari:
http://denagis.wordpress.com/2008/10/16/renungan-untuk-ummat-rasulullah-saw/#comment-1614
Desember 23, 2008 pukul 9:55 am
andika…andika, kalau isa telah wafat kenapa anda mengimani ghulam ahmad?
capee deh…
Bukankah menurut ahmadiyah memecah salib itu diartikan oleh ahmadiyah diartikan mematahkan dan membatalkan keyakinan agama nasrani juga memeberikan informasi kepada kaum muslimin bahwa Isa telah wafat. Hadits ini sudah ada sebelum ghulam ahmad lahir. Bagaimana mau mematahkan salib sedangkan ketika menjadi nabi pernah berkeyakinan Isa hidup di langit
jangan lupa ya andika, wahyu ghulam ahmad bahwa dirinya adalah tuhan justru membela aqidah nasrani…naudzubillahi min dzalik.
Kenapa anda sudah bertindak tidak fair andika dgn menghilangkan postingan saya.
Saya tahu anda(andika) adalah sebenarnya deden
By nabi_lama on Dec 23, 2008
Bt Sedemir,
Sudaahh dari pada pusing (masih di Ahmadiyah) mendingan dateng aja ke masjid2 terdekat untuk bertobat. He…. he….
Salam,
By Ana on Dec 25, 2008
Sedemir.
Iya ya. Jadi pengen tahu jg, sebenarnya Nabi_Lama keyakinannya bagaimana ya? Nabi Isa udah wafat atau masih hidup? Terus Kalau begitu Nabi Isa bakal dateng lagi gak? Pingin tahu aja……
Atau jangan-jangan, cuma copy paste doang? Jangan-jangan lho!
:-p
By Ali on Dec 26, 2008
Quote ali:
Iya ya. Jadi pengen tahu jg, sebenarnya Nabi_Lama keyakinannya bagaimana ya? Nabi Isa udah wafat atau masih hidup? Terus Kalau begitu Nabi Isa bakal dateng lagi gak? Pingin tahu aja……
Atau jangan-jangan, cuma copy paste doang? Jangan-jangan lho!
jawab:
Saya tanya kepada Ali, Ghulam ahmad ketika menjadi nabi pernah atau tidak berkeyakinan Isa hidup di langit atau tidak?
sekalian baca postingan saya ya di
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=81&st=120&#last Posted: Dec 24 2008, 06:53 AM
Kalau membahas masalah Isa wafat justru mempermalukan nabi anda sendiri dan jadinya jadi lucu anda mengimani orang yang mengaku nabi tetapi pernah berkeyakinan isa hidup di langit.


Bukankah menurut anda kewafatan Isa sudah terbongkar di Al-Qur’an….jauh sebekum ghulam ahmad lahir. Jadi kenapa ghulam ahmad merubah isi Al-Qur’an? :mregreen:
Lalu kenapa anda bertindak bodoh mengimani ghula ahmad kalau isa telah wafat? bisa dijawab ali?
Ceritanya…. Jadi OON deh yg megimani ghulam ahmad. Maunya sih ingin menunjukkan bukti Isa telah wafat tetapi justru menghukum nabinya sendiri
By Shadows on Dec 26, 2008
ada tread dari diatasnya dari lawan diskusi begini “SAYA TIDAK MENJAWAB PERTANYAAN SDR SHADOW KARENA PERTANYAANNYA SUDAH DILUAR TOPIK TREAD…”
“KADANG KALA BANYAK ORANG MENUTUPI KELEMAHANNYA DENGAN PERTANYAAN….”
monggo simak saja postingan2 di forum tersebut..
By quick on Jan 7, 2009
Quote quick:
ada tread dari diatasnya dari lawan diskusi begini “SAYA TIDAK MENJAWAB PERTANYAAN SDR SHADOW KARENA PERTANYAANNYA SUDAH DILUAR TOPIK TREAD…”
jawab:
Tidak menjawab karena memang sudah tersudut.
Quote quick:
“KADANG KALA BANYAK ORANG MENUTUPI KELEMAHANNYA DENGAN PERTANYAAN….”
monggo simak saja postingan2 di forum tersebut..
jawab:
hee…heee apa selama ini saya tidak pernah memberikan bukti. Apa yg saya tanyakan sudah saya jawab dan saya menanyakannya kembali untuk mengetahui apakah ahmadiyah berani bersikap jujur sesuai dengan hati nuraninya. Nyatanya sampai hari ini semua ahmadi masih tertutup hati nurani :mregreen:
Kenapa ente takut menggunakan ID lama anda quick. Biasanya kalau tulisanya seperti itu saya jadi teringat awi (ahmadi yg bersikap banci)
By shadows on Jan 8, 2009
Coba deh quick jawab pertanyaan saya. Saya jamin jawaban anda berbeda dengan saya pasti akan saya bantah.
Jadi kita buktikan “siapakah yg menutupi kelemahannya dengan menghidari pertanyaan karena berusaha menutupi kelemahan dan busuknya nabinya yaitu ghulam ahmad al kazzab”?
By shadows on Jan 8, 2009
awi..awiii ehh quick…haree geeeneee masih tetap banci mengakui boroknya ajaran ghulam ahmad. Capeee dehhh
By shadows on Jan 8, 2009
Pembaca tahu kalau ghulam ahmad mendawaka diri sebagi Isa, Muhammad, krishna,
Apa ini ada dalam Al-Qur’an? jelas tidak ada.
Jadi saya tanya ke awi/quick, Ghulam Ahmad mendakwakan diri sebagai apa saja? (jawabannya sudah saya jawab). Kita lihat kejujuran awi/quick untuk menjawabnya.
Apa kata-kata quick/awi ini ““KADANG KALA BANYAK ORANG MENUTUPI KELEMAHANNYA DENGAN PERTANYAAN….” sudah tepat?????
ataukah “KADANG KALA BANYAK ORANG MENUTUPI KELEMAHANNYA DENGAN BUNGKAM…”
By shadows on Jan 9, 2009
hee..heee wabah bungkam melanda para ahmadi kalau ditanyakan ttg nabinya



Jadi quick/awi, apa jawabannya?
sayang ulangi deh kalau masih tidak mendengar.
Ghulam Ahmad mendakwakan diri sebagai apa saja?
heee…heee..jawabannya sudah saya beri tetapi tidak bisa menjawab
“KADANG KALA BANYAK ORANG MENUTUPI KELEMAHANNYA DENGAN TIDAK BERANI BERKATA JUJUR”
“KADANG KALA BANYAK ORANG MENUTUPI KELEMAHAN NABINYA KARENA TERLALU BANYAK MENYIMPAN BOROK”
By shadows on Jan 14, 2009
Busyet ni postingan panjang banget ya komentarnya. Haha…
Selamat dan mubarak ya!
By ALI on Jan 14, 2009
Bro/Ss SHADOWS. Jujur aja, daku sih nggak mempermalukannya. Justru di situ gentlenya: Beliau mau merevisi pahamnya (penafsirannya) yg lama.
CMIIW.
–
Quote ali:
Iya ya. Jadi pengen tahu jg, sebenarnya Nabi_Lama keyakinannya bagaimana ya? Nabi Isa udah wafat atau masih hidup? Terus Kalau begitu Nabi Isa bakal dateng lagi gak? Pingin tahu aja……
Atau jangan-jangan, cuma copy paste doang? Jangan-jangan lho!
jawab:
Saya tanya kepada Ali, Ghulam ahmad ketika menjadi nabi pernah atau tidak berkeyakinan Isa hidup di langit atau tidak?
sekalian baca postingan saya ya di
http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=81&st=120&#last Posted: Dec 24 2008, 06:53 AM
Kalau membahas masalah Isa wafat justru mempermalukan nabi anda sendiri dan jadinya jadi lucu anda mengimani orang yang mengaku nabi tetapi pernah berkeyakinan isa hidup di langit.


Bukankah menurut anda kewafatan Isa sudah terbongkar di Al-Qur’an….jauh sebekum ghulam ahmad lahir. Jadi kenapa ghulam ahmad merubah isi Al-Qur’an? :mregreen:
Lalu kenapa anda bertindak bodoh mengimani ghula ahmad kalau isa telah wafat? bisa dijawab ali?
Ceritanya…. Jadi OON deh yg megimani ghulam ahmad. Maunya sih ingin menunjukkan bukti Isa telah wafat tetapi justru menghukum nabinya sendiri
By ALI on Jan 14, 2009
Quote Ali:
Bro/Ss SHADOWS. Jujur aja, daku sih nggak mempermalukannya. Justru di situ gentlenya: Beliau mau merevisi pahamnya (penafsirannya) yg lama.
jawab:
wajar nggak merasa kerena memang anda tidak pintar. Mana ada bang seorang nabi berkata ttg hal yg akan datang berdasarkan hawa nafsunya. Al-Qur’an sering dibuka ya mas bukannya doktrin melulu yg dipelejari. Makanya nggak pinter-pinter
By shadows on Jan 18, 2009
he…heee…Ahmadi Seperti biasa selalu bungkam dan menghilang
By shadows on Jan 20, 2009
Berita pengikut ahmadiyah yang bertaubat. Alhamdulillah Subhanallah.
http://sabili.co.id/index.php/20090113648/Liputan/Jemaat-Ahmadiyah-Kuningan-Kembali-ke-Islam-1.htm
Tahun Baru Harapan Baru
Pada peringatan 1 Muharam 1430 Hijriyah yang dilaksanakan di halaman Balai Desa Manis Kidul dan dihadiri ratusan warga lainnya, mereka pun mengikrarkan identitas baru sebagai muslim yang kafah
Kuningan- Matahari pagi mulai menampakkan diri di kaki gunung Ciremai di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (29/12). Pancaran sinarnya yang hangat, seolah memancarkan datangnya sebuah harapan baru.
Apalagi, hal itu bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1430 Hijriyah. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah itu mampu memberikan semangat kepada umat Islam. Untuk berubah menuju keadaan yang lebih baik demi menggapai mardhotillah.
Semangat itulah yang dirasakan pula 11 warga desa setempat untuk meninggalkan ajaran Ahmadiyah yang sebelumnya mereka anut. Dengan hidayah Allah, mereka pun memantapkan diri untuk kembali pada ajaran Islam yang sesungguhnya.
Pada peringatan 1 Muharam 1430 Hijriyah yang dilaksanakan di halaman Balai Desa Manis Kidul dan dihadiri ratusan warga lainnya, mereka pun mengikrarkan identitas baru sebagai muslim yang kafah.
Adapun 11 orang itu, yakni Mamah Salmah (40), Cicih Sukaesih (36), Yeyet Suryati (34), Nining Sumarni, Ahmad Yulyadi (29), Siti Hodijah (31), Yeni Handayani (25), Dewi Wulan Sari (19), Tasih (63), Amid (36), dan Rahmat Ali. Dari 11 orang itu, sebanyak delapan diantaranya berasal dari satu keluarga. Sedangkan tiga orang lainnya berasal dari tiga keluarga yang berbeda.
Kembalinya 11 orang jemaat Ahmadiyah pada ajaran Islam yang sesungguhnya itu mendapat sambutan yang hangat dari warga dan para ulama setempat. Tak sedikit dari warga yang merasa haru.
Bahkan, pejabat dari Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Kuningan pun sengaja datang pada acara tersebut dan secara simbolis menyerahkan hadiah kepada dua dari 11 mantan jemaat Ahmadiyah tersebut. Hadiah yang berisi Al Quran dan seperangkat alat shalat itu dimaksudkan untuk lebih menguatkan keyakinan mereka. (Farahdina/emy)
Saya rindu ingin sekali bisa beribadah di masjid yang sama dengan anak-anak dan cucu saya
Kuningan-Salah seorang mantan jemaat Ahmadiyah, Tasih, mengungkapkan kebahagiaan yang dirasakannya setelah kembali pada ajaran Islam yang sesungguhnya. Apalagi, dia mengaku, selama ini selalu mengalami dilema dalam hatinya selama menganut ajaran tersebut.
Tasih yang terlahir dari keluarga muslim taat itu menuturkan, pertama kali menganut ajaran Ahmadiyah pada tahun 1983. Kala itu, dia jatuh cinta dan lantas menikah dengan pemuda dari desanya yang bernama Warsa, yang merupakan penganut ajaran Ahmadiyah.
Untuk menjadi seorang istri dari penganut Ahmadiyah, mau ataupun tidak, dia harus pula mengikuti keyakinan Ahmadiyah yang dianut sang suami. Meski harus menanggung risiko ‘’berpisah’’ dengan keluarga besarnya, namun kecintaan pada sang suami itulah yang membuatnya bersedia menjadi bagian dari jemaat Ahmadiyah.
Tasih mengaku, selama menjadi jemaat Ahmadiyah, dirinya selalu diliputi kegamangan akan kebenaran ajaran tersebut. Dia pun sedih karena merasa seperti terasing dari keluarga besarnya dan masyarakat umum lainnya.
Hal itu dikarenakan ajaran Ahmadiyah melarang para jemaatnya untuk beribadah bersama-sama di masjid atau mushola yang digunakan umat Islam pada umumnya.
Keterasingannya itu bertambah tatkala delapan orang anak yang dilahirkannya menolak mengikuti ajaran Ahmadiyah. Kondisi itu membuatnya tidak bisa beribadah bersama anak-anaknya.
‘’Saya rindu ingin sekali bisa beribadah di masjid yang sama dengan anak-anak dan cucu saya,’’ kata Tasih.
Menurut Tasih, untuk keluar dari ajaran Ahmadiyah, bayangan perceraian selalu menghantui rumah tangganya. Karena itu, semua kegalauan itu hanya bisa dipendamnya di dalam hati.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Tasih tidak mampu lagi menahan gejolak batinnya. Dia pun kemudian menemui adik kandungnya, yang juga menjabat sebagai kepala dusun di tempat tinggalnya, Ali Suherli.
Ali yang mengetahui keinginan sang kakak untuk kembali pada ajaran Islam, menyambutnya dengan penuh rasa syukur. Apalagi, sejak lama dia memang selalu mengajak sang kakak untuk kembali pada ajaran Islam yang sesungguhnya.
Dengan ditemani Ali pula, Tasih kemudian membaca dua kalimat syahadat dihadapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan dan dikukuhkan dengan surat pernyataan dari Badan Muallaf Kabupaten Kuningan.
‘’Sekarang saya sangat bahagia,’’ ujar Tasih. (Farahdina/emy)
By Nabi Lama on Jan 24, 2009
SEBENARNYA DIBELAKANG AHMADIYAH ITU ADALAH ORANG YAHUDI DAN AS UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM.
DAN TIDAK ADA NABI TERAKHIR SELAIN NABI MUHAMMAD SAW. TITIK
By KIRA on Mar 6, 2009
Great is Mirza Ghulam Ahmad as.
http://www.flickr.com/photos/engrmhk/3302912161/
By Irenaeus Ahmad on Mar 10, 2009
Tolong direnungkan lagi Mas…
Adakah ajaran baru yang dibawa MGA? Doktrin2 seperti:
Candah, tidak sholat dibelakang muslim selain ahmadi, dll.
Itu sama dengan membangkang dari ajaran Nabi SAW bukan? Bukan kah sesama muslim bersodara? Maka dengan adanya ajaran MGA, saya dan anda tidak seagama alias ghair. Apa bedanya hubungannya saya dan kaum nasrani/yahudi (bukan begitu pula pendapat anda thdp saya?)
Wassalam,
By Nabi Lama on Mar 25, 2009
Quote:
Great is Mirza Ghulam Ahmad as.
Jawab:
Yang bangga sekali dengan kasusnya Dowie.
Silakan buka mata dan hati anda di
http://www.ahmedi.org/eart/IqbalAhmadiat?from=index
Tentang perjuangan Iqbal terhadap ahmadiyah.
Wassalam,
By Nabi Lama on Mar 25, 2009
Kalau sudah dengan lisan gak mempan juga, kayaknya harus dicoba ama pedang, terak teu tah beuheung.
By anti ahmadi on Mar 25, 2009
Dear Readers,
Here I present the verdicts and views on the issue of over a dozen celebrities of Islam, who represent all time periods starting from contemporaries of Hadhrat Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, to the time of Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, peace be upon him, founder of the Ahmadiyya Movement in Islam. None of these people belonged to the said movement, since the latter did not even exist then. Yet, the opinions they held, are contrary to present non-Ahmadiyya views. Take a look at the following names, and see if any bells ring in your minds — regarding their status in the Muslim world in their being great scholars of authority and also, note their respective time periods:
1. Ummul Mo’mineen, Hazrat Ayesha Siddeeqa R.A., (death year 58 A.H.) (the Prophet Muhammad’s (pbuh) blessed consort)
2. Imam Raaghib Al Isfahani (RA) (died 502 A.H.)
3. Hazrat Syyed Abdul Qaadir Jilaani, AR (died 562 A.H.)
(This scholar was also Mujaddid of the 6th century)
4. Hazrat Mohiyyuddin Ibni ‘Arabi, AR (died 638 A.H.)
5. Hazrat Maulana Jalaaluddin Roomi (died 672 A.H.)
6. Hazrat Syed Abdul Karim Jilaani, AR (died 767 A.H.)
7. Imam Abdul Wahhab She’raani AR (died 976 A.H.)
8. Imam Muhammad Tahir, AR (died 986 A.H.)
9. Al Imam Ali Qaari AR (died 1014 A.H.)
10. Hazrat Shah Waliyullah Muhaddith of Delhi, AR (died 1176 A.H.)
11. Hazrat Maulvi Abdul Haye of Lakhnow, AR (died 1304 A.H.)
12. Hazrat Maulvi Muhammad Qaasim of Nanauta, AR (died 1307 A.H.)
(founder of the Deoband school)
13. Nawab Siddeeq Hasan of Bhopal, AR (died 1307 A.H.)
These towering figures in Islam have given their verdict about how Muslims should interpret “Khatam-an-Nabiyyeen” (Seal of the Prophets). All of them believed in the continuation of prophethood.
Hazrat Ayesha Al Siddeeqah (ra)
First of all, Hazrat Ayesha Al Siddeeqah’s verdict:
“QOOLOO INNAHU KHATAMUL ANBIYAA’I WA LAA TAQOOLOO LAA NABIYYA BA’DAHU”
(Takmilah Majma’ul Bihaar, p. 85)
“Say he is ’seal of prophets’ but do NOT say ‘there is no prophet after him’”
It appears that she knew that the statement could easily be misconstrued, and to the effect, presented her valued clarification.
Imam Raaghib Al Isfahaani
Our second hero, the saint Imam Raaghib Al Isfahaani, Rehmatullah Alaih wrote:
“Prophethood is of two kinds, general and special. The special prophethood, viz: the law-bearing prophethood is now unattainable; but the general prophethood continues to be attainable.”
(Bahr al Muheet, vol. 3, p. 28)
The “general” kind of prophethood is also the one that Ahmadi Muslims believe continues, and not the law-bearing one.
Hazrat Sayyed Abdul Qaadir Jilaani
The founder of the “Qadiriyya” school, Hazrat Sayyed Abdul Qaadir Jilaani (R.A.) wrote:
“These attributes are found in the Holy Prophet in the highest abundance, peace and blessings of Allah be upon him. That is the reason why he is called Khataman Nabiyyeen.”
(Tuhfa Mursala Shareef: p. 5)
This, indeed is the exact same view that Ahmadi Muslims hold, about the expression of Khataman Nabiyyeen, yet, they are singled out by a lot of modern day Muslims as non-Muslims. Why not expel Hazrat Jilaani from Islam first, since he held this view first?
Hazrat Mohiyyuddin Ibni Arabi
Hazrat Mohiyyuddin Ibni Arabi (Rehmatullah Alaihi) wrote:
“’ISAA ALIHIS SALAAMU YANZILU FEENA HAKAMAN MIN GHAIRI TASHREE’IN WA HUWA NABIYYUN BILAA SHAKKIN”
(Fatoohati Makkiyyah, vol. 1, p. 570)
“Jesus, may peace be upon him, will descend upon us as a Hakam, without a law and will be a prophet without any doubt.”
Then he writes:
“That prophethood which ended with the advent of the Prophet (pbuh), is only law-bearing prophethood and not the status of prophethood. Thus now there will be no law that cancels the law of the Prophet (pbuh) or that adds to its commandments”
(Fatoohaati Makkiyyah, vol. 2, p. 3)
Then he writes:
“FAMARTAFA’ATIL NUBUWWATU BIL KULLIYYATI LIHAAZA QULNAA INNA MA-ARTAFA’TU NUBUWWATAT TASHREE’I FA HAAZA MA’ANI ‘LAA NABIYYA BA’DAHU”
“Thus prophethood has not been totally abolished. This is why we have said that only law-bearing prophethood has been abolished and this is what is the meaning of (the Hadith) ‘there is no prophet after him’ “
Hazrat Maulana Room
The great saint, Hazrat Maulana Room (Rehmatullah Alaihi) writes:
“Make such plans to perform righteousness in the way of God that you attain prophethood within the Ummat (religious community)”
Hazrat Sayyed Abdul Kareem Jilani
Hazrat Sayyed Abdul Kareem Jilani, the renowned mystic of the 8th century of Hijra wrote:
“Hazrat Muhammad, peace and blessings on him, is the Khataman Nabiyyeen because he attained the highest perfection which no prophet ever did”
(Al Insaanul Kaamil: vol. 1, Ch 36. Pg 69)
Clearly, the controversial expression “khataman nabiyyeen” according to him, was not based on the Prophet’s (pbuh) being last.
Hazrat Imam Abdul Wahhab She’raani
Hazrat Imam Abdul Wahhab She’raani (Alaihir Rehmah) wrote:
“FA INNA MUTLAQAN NUBUWWATI LAM TARTAFI’ WA INNAMARTAFA’AT NUBUWWATUL TASHREE’I”
(Al Yawaaqeetu Wal Jawaahir: pg 27, argument # 3)
“Thus, without doubt, …… prophethood has not been abolished and it is only law-bearing prophethood that is abolished”
Hazrat Imam Muhammad Tahir
Hazrat Imam Muhammad Tahir, commenting on Hadhrat Ayesha’s (ra) statement: say he is Khataman Nabiyyeen but do not say there is not prophet after him:
“HAZA NAAZIRUN ILAA NUZOOLI ‘ISAA WA HAZA AIZAN LAA YUNAA FEE HADEETH LA NABIYYA BA’DEE LI ANNAHU ARAADA LAA NABIYYA YANSAKHU SHAR’AHU”
(Takmilah Majma’ul Bihaar, pg 85)
“This saying is based on the fact that Jesus is going to descend (as prophet) and it is not against the Hadith ‘there is no prophet after me’ because the Prophet (pbuh) meant ‘there will not be any prophet who would cancel his law.”
Hazrat Imam Ali Qaari
Hazrat Imam Ali Qaari (Alaihir Rahmah), an Imam of the Hanafi school and a renowned interpreter of Hadeeth, wrote:
“That there is no revelation after the Holy Prophet (pbuh) is false; there is no truth in it. Yes! in the Hadith are the words ‘La Nabiyya Ba’di’ which, according to scholars, means that there will not be such a prophet in the future who brings such a law that abrogates that of the Holy Prophet (pbuh).”
(Al Ishaa’at Fil Sharaatis Saa’ah, pg 226)
Hazrat Shah Waliullah
Hazrat Shah Waliullah Muhaddith of Delhi (Alaihir Rahmah), the Mujaddid of the 12th century and given the title of “Khatamal Muhadditheen” by some writers was of the following view:
“KHUTIMA BIHIN NABIYYOONA AI LAA YURJADU MAN YA’MURUHULLAHU SUBHAANAHU BITTASHREE’I ‘ALANNAASI”
(Tafheemati Ilaahiyyah, Tafheem # 53)
“The ending of prophets at the advent of the Holy Prophet means that after him, there can be no such person as would be given a law by the Almighty Allah and sent to the people.”
Hazrat Maulvi Abdul Haye
Hazrat Maulvi Abdul Haye of Lacknow writes:
“After the Holy Prophet (pbuh) or during his time, for a prophet to appear is not improbable”
(Daafi’ul Wasaawis Fee Athar Ibn Abbaas, New Edition, pg 16)
Maulvi Muhammad Qaasim
Maulvi Muhammad Qaasim of Nanauta (Rehmatullah Alaih) who was the founder of the Deoband Seminary, an organization now viewed with respect by anti-Ahmadiyya organizations, also believed in the views such as the ones I am presenting here. He stated:
“According to the layman, the Messenger of Allah, peace and blessings on him, being Khatam is supposed to have appeared after all the other prophets. But men of understanding and the wise know it very well that being the first or the last, chronologically, does not carry any weight. How could, therefore, the words of the Holy Quran ‘But he is the messenger of Allah and the Seal of Prophets (33.41)’ mean to glorify him? But I know very well that none from among the Muslims would be prepared to agree with the common men”
(Tahzeer-ul-Naas: pg 3)
Nawab Siddique Hasan Khan
Also, among recent scholars, Nawab Siddique Hasan Khan of Bhopal, who was the leader of the Ahle Hadith in India wrote:
“The Hadith ‘La Wahya Ba’da Mautee’ is baseless, although ‘La Nabiyya Ba’adee’ is quite correct, which, according to people with knowledge, means that ‘there shall be no prophet after me who shall be raised with a new code of Law which shall abrogate my law’.”
(Iqtarabus Saa’at: pg 162)
This list is by no means exhaustive but representative and even so, partially. I shall leave you with a joint statement agreed upon by two scholars, Hazrat Imam Muhammad bin Abdul Baqee and Ibni ‘Asakar, which has impressed me so much with the beauty of their words that I present it to you as a closing statment, and I think what they said could not have been said better. As background knowledge, let me mention that one meaning of “Khatam” is finger-ring:
“The meanings of KHATAMAN NABIYYEEN are that the Holy Prophet, in his physical and spiritual build, is the most charming and lovable personality, peace be upon him. This is because the glory and the spiritual magnitude of all the prophets is manifested through him and he can be likened to the beautiful ring worn for adornment.”
(Zarqani Sharah Mwahabul Luddunia: vol. 3, pg 163 and Sehlul Huda wal Irshad: pg 55)
I have seen a lot of the actual books of these scholars with my own eyes — where? — in the office of a friend of my father, Dost Muhammad Shahid, who is the official historian of the Ahmadiyya Movement in Islam. I wonder if I shall ever see him again because I heard that he is imprisoned in Pakistan, in offense of having written verses of the Holy Quran. If an Ahmadi Muslim does this in Pakistan, or just “poses as a Muslim”, he/she is liable to imprisonment.
I think I have made my case pretty fairly. I have written this series of articles not with the intention to “show off” that my understanding of the subject is better than any one else’s; it could be worse. I have tried to restrict myself to brief comments, giving most of the length to quotations. The treasure of knowledge given to us by these great scholars is our common heritage. At the time they made their invaluable contributions to knowledge, there was no Ahmadi or non-Ahmadi Muslim. I expect that readers will try to keep all hatred, malices, dislikes, prejudices and veils on hearts aside while doing the reading. Clearly, there is a wealth of information on the subject of finality or continuity of prophethood, which ever is the case. The purposes of this series has been to advance scholarship, uncover some less talked-about issues, reduce distance between people opposed to each others’ views and begin a new round of discussion which, I hope, would be free of flames, like these articles of mine have been.
Peace be upon one who follows guidance.
Regards To Readers,
Copied from “On finality of Prophethood” by Rasheed A. Khan, Boston, Massachusettes, U.S.A. - Material © 1995-98 Ahmadiyya Muslim Community
By Sun of the West on Mar 25, 2009
@All
Kindly please download and read this writing by Hz. Mirza Ghulam Ahmad as.
http://www.alislam.org/library/books/Lecture-Lahore.pdf
The book “Islam in comparison with other Religions of India”, which is commonly known as “Lecture Lahore”, was written by the Promised Messiah as. and was read out in his presence by Maulana ‘Abdul Karim Sahib Sialkoti before a large gathering in Lahore on 3rd September, 1904. This lecture contains a comparative study of Islam, Hinduism and Christianity, and shows the teachings of Islam to be superior to those of other religions. The Promised Messiah as. says the reason for the deluge of sin in the present age is the lack of awareness about God, and this can be remedied neither by the Christian doctrine of Redemption nor by the teachings laid down in the Vedas. True and perfect awareness about God, which can only be attained through direct communion with the Almighty, can only be attained through Islam, for other religions have once and for all closed upon themselves the door to Divine revelation.
In humble respects and sincerity to the people of other faiths, the author stated in the book, “… I will try to be as deferential as possible since some people do not like to hear facts which go against their religious beliefs. It is obviously not in my power to remove their inherent prejudice, therefore, even as I speak the truth, I wish to be excused for any offence it might cause.”
The first English translation of this lecture was published in the September & October, 1904, edition of The Review of Religions. This new translation has been prepared by Wakalat Tasnif, Rabwah.
Jazzakumullah,
Sun of the West
By Sun of the West on Mar 26, 2009
Bung Irenaeus Ahmad, saya undang anda untuk berdiskudi di http://islamic.us.to
silahkan pilih topik yang anda kuasai di http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?s=7e7e9aa88a092ee918e21a95eeb79983&showforum=7
Saya tahu anda bisa berbahasa indonesia.
By shadow on Mar 27, 2009
http://www.4shared.com/file/95176232/863d0011/ahmadiyah.html
By shadow on Mar 27, 2009
bt Irenaeus Ahmad
Saya undang anda untuk diskusi di http://islamic.us.to
By shadow on Mar 27, 2009
@Shadow
Ini artikel untuk yang saya mohon Anda baca juga:
http://danial-anwar.blogspot.com/2009/03/rekontekstualisasi-teologi-islam-dalam.html
Mengenai ajakan Anda masuk ke forum itu, saya tidak melihat adanya manfaat bagi saya untuk join ke dalam forum itu, atau forum-forum sejenis lainnya. Yang biasanya terjadi adalah pihak penanya mencari-cari kesalahan saja, yang, sadar atau tidak, hanya demi ingin memenuhi ego ‘dia tidak bisa menjawab, maka aku benar’ saja.
Kalau Anda pencari kebenaran sejati, saya sarankan Anda untuk melakukan shalat Istikharah. Mari kita mohon petunjuk-Nya; siapakah diantara kita yang benar di Pandangan Allah swt.
By Irenaeus Ahmad on Mar 29, 2009
Bt Ahmadi:
Terjemahan la nabiya ba’di versi Ahmadi pada hadisr Nabi SAW:
“Wahai Ali, sukakah kamu di sisiku memeperoleh kedudukan seperti Harun di sisi Musa as kecuali sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku” Disini kata sesudahku artinya adalah selain aku atau menentangku.
Sumber: S.A. No.17 Fatah 1384 (Des 2005) hal 7
Pertentangan arti antara hadist Nabi SAW ttg la nabiya ba’di dan turunnya kembali Isa AS dijadikan patokan (dimanfaatjan) ahmadi untuk membenarkan MGA sebagai Nabi Isa as.
Wassalam,
By Nabi Lama on Mar 29, 2009
And the Signs of Allah to the enemies of His humble servants are appearing before our eyes…
Ketua Umum FBR Meninggal Dunia
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2009/03/29/brk,20090329-167122,id.html
Before that,
FBR : Menghabisi Ahmadiyah Bukan Laku ANARKIS!!!
http://www.berpolitik.com/lensa.pl?fid=11879&tid=2368¶m=GAZkOMc52X9P5pbHfZs4
By Sun of the West on Mar 29, 2009
Bt irenaeus Ahmad
link yg anda berikan hanya cerita manisnya saja. Borok ahmadiyah tidak sedikitpun diungkap.
Isi link tsb saya banyak saya bantah. Silahkan anda cek diskusi ahmadiyah di http://islamic.us.to
Belum beradu argumen sudah menyerah begitu…capee deh
Saya sudah melakukan Istikharoh pak dan nyatanya dari hasil Istikharoh tsb saya memutuskan keluar dari Ahmadiyah.
Doktrin Sholat Istikharoh itu doktin ahmadiyah yg sudah usang bagi ahmadi yg sudah kepepet. Al-Qur’an sudah terjamin kebenarannya pak. Kenapa mesti ragu-ragu akan kebenaran Al-Qur’an.
BTW ghulam ahmad mendakwakan diri sebagai muhammad, krishna, masiodarbahmi dan budha, kenapa anda mengimaninya? Tidak ada pak dalam Al-Qur’an & hadits memberikan khabar suka akan kedatangan muhammad, krishna, masiodarbahmi & budha.
Kalau anda meyakini kedatangan Imam Mahdi dan Isa seharusnya bukan ghulam ahmad yg anda yakini. Orang yang hanya mendakwakan mahdi dan isa saja yg pantas anda imani.
Apa yg dilakuakn semua ahmadi antara teori dan prakteknya tidak sesuai.
Apakah meyakini ghulam ahmad adalah muhammad, krishna, masiodarbahmi & budha?
Mana ada sih seorang nabi untuk menikahi seorang gadis melakukan kebohongan dengan cara menerornya dengan wahyu berkali-kali namun tetap tidak kesampaian.
By shadow on Mar 29, 2009
One of major things we do for the spread of Islam:
http://theghanaianreactor.blogspot.com/2009/03/asante-quaran-launched.html
How government & people who against us treat us:
http://islamizationwatch.blogspot.com/2009/03/inquisition-is-back-islams-anti.html
By Sun of the West on Apr 1, 2009
From Darkness into Light
My Departure from Qadianism - Albanian brother leaves Ahmadiyya Belgium
Brother Rinol
Bismilahi-Rrahmani-Rrahim
INTRODUCTION
My name is Rinol, I am an ethnic Albanian from Macedonia. Currently I am a student in Belgium. I, like many others, have fallen in the dejjalian trap of Qadianism. Qadianism is known to a very small number of people; especially those Muslims who live in Eastern Europe are much more vulnerable to the Qadiany creed. It is known to everyone under what hegemonic conditions the Muslims have lived in the communist law of non-religious tolerance. By this I am trying to say that I was not very prepared to resist the Qadiany creed.
In 2000, I heard by a Qadiany who told me about his ?sect which in not really a sect?. This Qadiany student told me that in the Qadiany mission house, they have some books in Albanian. This attracted me, since I had not read any Albanian books for a long time. This was a twisted promise, because the primary reason for it was to talk to the Qadiany doctors specialized in brainwashing young eastern European Muslims. I think I should clarify for the sake of not being misunderstood that the Qadianies have not been successful at all in propagating their cult among Eastern European Muslims who live in Western Europe. Most of those who have joined the Qadiany fold, have fled it. My presence in this group lasted about 5 months.
I am not going to go into detail in describing the way I fell in the trap, but I am going to talk about the way I got out of the trap. Eventually I started realizing that I was in some sort of a trap. The more I was learning about the new ?reforms?, and the more I was learning about Qadianism and Qadianis in general, the more it was becoming evident that something is wrong.
First of all, I did not know that after the death of the founder of Qadianism, the Qadianis split into two groups. Second of all, the Qadianis were saying very good and endorsing words about the Jews. At the same time they were saying very aggressive and horrible words about the Muslims. The Jews on one hand were chosen, and the Muslims on the other were kaffirs. Furthermore, a Qadiany is not allowed to pray with a Muslim imam.
The thing that I could not understand was that how can the Jews be chosen if they tried to kill Isah (a.s.)? Most importantly, how can they be chosen if they fought against our Holy Prophet (SAWS)? Moreover, the Holy Koran clearly portrays the Jews as the enemies of Islam.
I found out that they have very good relations with the British from their literature. The Son of Mirza Ghulam, in his book “Invitation to Ahmadiayyat” mentions the fact that he was praying for Great Britain to win the First World War. Was not India colonized by the British? It would have been logical if he prayed for Great Britain to lose the war. Therefore, this showed to me that there must have been some sort of relations between the Qadianies and the British colonizers. Later on I found parts of the book Ahmadiyya Movement: British Jewish Connections, written by Bashir Ahmad who is a Muslim. This book significantly helped me recover from the deceptive state. In particular I was happy to find proof that indeed the Qadianis have strong relations with the Jews, and that it is a British puppet movement in “Islam”.
O, those of you who believed! Do not make allies the Jews, nor the Christians. They are allies of one another. Whoever from you makes allies with them, he is from them (he is like them). Really, Allah does not put in the right path, the sinful people. (Chapter 5, Verse 51 - my translation from Albanian)
THE DREAM
About 6 months before I became a Qadiany, I saw a dream, which was very clear. In this dream I saw the holly prophet Muhammad SAWS stand in front of me. Although he did not tell who he was, I absolutely knew it was him, and I was very happy in the dream because I was expecting good news. I had never such a clear dream. The setting behind was a blue sky like in the morning, and lots of sunshine. Our holly prophet Muhammad SAWS was dressed in white, with a few vertical gray stripes. He had long dark hair, and an attractive face. Muhammad SAWS spoke to me in my mother tong (Albanian): “You are going to have “garth” [I had never seen nor heard of this word].” At that moment I woke up, and I saw my uncle going to work very early in the morning. I asked him what does this word mean. He told me it was fences that you put around the house or usually for sheep or other animals. My older brother told the same thing to me, but he added that it could be used as protection.
The moment I became a Qadiany, this dream did not go into my mind. When I told this dream to the leader of the mission, and the preacher, they kept on suggesting that I must have seen Mirza Ghulam or one of the other four Qadiany leaders. I made clear to them that I knew for sure it was Muhammad SAWS.
When I saw this dream, I already knew some things about Ahmadiyya movement, because of my fellow student. Hence he had created on me a few doubts about the coming of the Imam Mahdi. This is part of my reply that I made to the student:
He wrote:” I never showed you those dreams, it was Allah. So if you want to blame someone for guiding you to this path blame Allah!!”
I replied: Indeed, it was ALLAH who showed me those dreams ? dreaming about Muhammad SAWS is a grandiose thing. [Murabi sahib and Maksud kept on suggesting me : " Are you surre it is not Mirza Ghulam or our khalifs?"] Such a dream than should not be sent to a person who will flee the “true” path, i.e. Ahmadiyyat. You may say, well than you did flee your Muslim path. I did flee it, but it was temporary, it helped me clearly see that Qadianism is wrong ?Thus, it was destined that I was going to enter your fold and ELHAMDULILAH it became absolutely crystal clear that Qadianism is wrong.
THE FINAL CAUSE
Mirza Ghulam had written a book called: “The Philosophy of the Teachings of Islam”. The president of the Shura recommended this book to me, after I had asked them to supply me with the books written by the founder. Naively, this is the first time I read a book written by the founder of Qadianism.
By the grace of ALLAH, the tiny book that was given to me provided me with enough information to pinpoint the liar, and deformer of Islamic principles. In the English translation of this book, the thing that finally struck me was his translation of Chapter 102 (Suretu et Tekathur: has 8 verses) in the Koran, at which he translates them incorrectly and corruptly. He does that on purpose to reinforce his interpretation. In the end he ADDS something which is NOT mentioned in the verses, that is:”…you will know hell through your experiences” [Ahmad, Mirza Ghulam. The Philosophical Teachings of Islam. London (1992). Page 75.]. It is indeed a horrific crime to do this. Only a very wicked person can dare to do this. Therefore, Mirza Ghulam Ahmed is a dajjal (liar). This was the point when I departed away from Qadiany trap.
A PERSONAL ACCOUNT OF AHMADI “GROWTH” IN BELGIUM
The leader of the mission including the president of Shura, have both refused to provide me with information regarding the number of Ahmaddies in Belgium. When I say “refused”, I do not mean that they said, “we cannot tell you the number”, but they sort of escape the answer claiming that the West is a “materialistic nation”. According to my observation, I estimate the number of Ahmadies to be about 200 (including the children). The vast majority of them are from Pakistan. The number of converts (non-Pakistani) is about 10. In my five-month presence, I witnessed 2 people to have fled the group. They had not shown up at the mission house for months. Thus, I asked the president of Shura where were the two guys. He did not give me any answer at all.
Source: http://www.ahmedi.org/eart/ThoseWhoQuit?page=5
By Nabi lama on Apr 5, 2009
@All
A former Roman Catholic who is now an Ahmadi Muslim ( http://www.blogger.com/profile/09374587921057710961 ) shares his view about reasons of his conversion to Islam and why he believes that Hz. Mirza Ghulam Ahmad as. was the Promised Messiah.
Thursday, April 2, 2009
From Jesus to Ahmad - A promise from God
In the name of Allah, the Gracious, the Merciful
Mathew 23:39 “You will not see me again until you say blessed is HE who comes in the name of the Lord.”
Jesus said – “I shall come like a thief in the night and ONLY THOSE WHO LOOK FOR ME SHALL FIND ME”
Jesus came to preach the unity of God. He said “verily I say onto you your God is one God” and “why dost thou call me good? There is no one who is good but he who is in heaven” and “No servant can serve two masters,he will hate one and love the other”
This poor humble prophet of god was himself mad into a god by the people. He came with a simple message to warn and reform the Jewish people.
He told them “There are many things I want to say onto you but you cannot hear them. But when he comes he will say all things onto you” Now the Christians believe that the Holy ghost is that entity that was to come. But infact according to the original text the greek word used can only refer to a male, a person, a human.
Jesus told his people “a day shall come when people shall pray in a different way” and “This corner stone (of Solemens Temple) will be taken from here and given to another nation” Again Christians believe this to be Gentiles. The same Gentiles whome Jesus called Swine “he said go nowhere among the gentiles but to the Lost sheep of the house of Isreal” and I have not come but to the lost sheep of the house of Isreal”And also “why should I cast pearls to the swine (gentiles)”
So Paul is actually the person who created modern Christianity. He was vemently apposed by the other disciples including the brothers of Jesus to where they even paid him money to stop preaching to gentiles.
We believe Muhammad (saw) was that person who was to come which Jesus said would be a Prophet in the future. On the deathbed of Moses he said that “a great Prophet would come like unto me” Now Moses was a Law bearing prophet and Jesus brought no law. However Muhammad did.
God cometh from Teman,
And the Holy One from mount Paran~Selah~
His glory covereth the heavens,
And earth is full of His praise. Habakkuk 3:3
Notes:
1. “God” in a poetical language could mean; “God’s Word”,
(The Revelation).
2. “Teman” means South, i.e. area which is South of the
Land of Judah or South of Jerusalem.
3. “Holy One from mount Paran” is a reference to prophet
Muhammad (s.a.s.), as we shall soon discover from the
related texts from the other Books of the Bible.
“Paran” is a biblical name for the part of Arabia where prophet
Muhammad was born. When prophet Ishmael and his mother
were driven out by Sarah; they settled in the “Wilderness
of Paran” (Genesis 21:21). Prophet Ishmael happens to be
the progenitor of prophet Muhammad.
“mount Paran” is a reference to the mountain near Mekkah,
where theprophet received his first Revelation.
Nearly twenty centuries before the birth of prophet Muhammad and a short while before his own death, prophet Moses speaking on the subject of the Holy One from mount Paran, said to his people:
And he said, The Lord came from Sinai,
and rose up from Seir unto them;
he shined forth from mount Paran,
and he came with ten thousands of saints:
from his right hand {went} a fiery law for them.
Yea, he loved the people;
all his saints {are} in Thy hand:
and they sat down at Thy feet;
{every one} shall receive of Thy words.
(KJV) Deut 33:2
Notes:
1. “Sinai” The holy mountain where upon Moses spoke with God.
2. “Seir” The mountainous region between the Dead Sea and the Gulf
of Aqaba, where Moses spoke with God. See Deut. 2:1.
3. “ten thousandsof saints” Please read the next section.
4. “a fiery law” The only “Law” from the Almighty God that has come
to Paran (Arabia) in its history, which judges between the wicked and
benevolent, the evil and good, the immoral and moral,
the corrupt and virtuous, is “the Criterion” (Ar. al-Furqan),
a synonym for the’Holy Qur’an’.
5. “Thy words” The Holy Qur’an is the collection of “God’s Words”
So if this is true then that means that Messiah will come from Islam.
Jesus told his disciples that he would return. He told them there would be many false Messiahs. But he told them how they would recognise his re advent. Just as John the Baptist came in the spirit and power of Elijah one would come in his power and spirit.
One of the prophecies which is strong is the prophecy of the sign of the eclips.
Joel 2:31 “The sun will be turned into darkness and the MOON INTO BLOOD, before the great and terrible day of the Lord comes.
Isaiah 13:10 “For the stars of heaven and their constellations Will not flash forth their light; The sun will be dark when it rises And the moon will not shed its light.”
Mark 13:24 “But in those days, after that tribulation, the sun shall be darkened, and the moon shall not give her light,
25 And the stars of heaven shall fall, and the powers that are in heaven shall be shaken.
26 And then shall they see the Son of man coming in the clouds with great power and glory.”
Luke 21:25 “And there shall be signs in the sun, and in the moon, and in the stars; and upon the earth distress of nations, with perplexity; the sea and the waves roaring;”
Similarly in Islam;
“When you are in a wretched state Jesus the son of Miriam will descend among you WHILE HE IS YOU IMAM FROM AMONG YOU” - Buckari
Hazrat Imam Baqari Muhammad bin Alira has narrated the following Hadees (saying of the Holy Prophet Muhammadsa):
“For our Mahdi (Divine Reformer) there are two signs which have never appeared before since the creation of the heavens and the earth, namely the moon will be eclipsed on the first night in Ramazan (i.e. on the first of the nights on which a lunar eclipse can occur) and the sun will be eclipsed in its middle (i.e. on the middle day of the days on which a solar eclipse can occur), and these signs have not appeared since God created the heavens and the earth.”
(Dare Qutani Vol 1, page 188)
Indeed the truth of this Prophecy lies in the Quran its self;
“He asks: When will be the day of Resurrection? When the eye is dazzled, And the moon is eclipsed, And the sun and the moon are brought together, On that day man will say, whither to escape?” (Ch. 75: vs.7-11)
All scholars of Suni, Shia and Ahmadiyya all concur that this verse indeed consttes a divine prophecy about the appearance of the Mahdi.
Eclipse is when the sun and the moon are one behind the other (brought together).
Now I must tell you that this actually happened. Yes not a lie.
Now eclipses are quite common and are not at all mysterious. Bu the point of the eclipse, is when it would happen and the circumstances of its happening.
No the rule is that
there is a claim
people ask for the eclipse as a sign
it has to happen.
Mirza Ghulam Ahmad mad his claim and for 3 years he was taunted with “where is the sign” by Christians and Muslims. Then the sign came. People clamoured and alhamdoillah it came to pass and Allah showed his sign in support if the Messiah.
In Mar 21st 1894 which was the 13th of Ramadan the Moon was eclipsed.
And on the 6th of April or 28th of Ramadan the Sun was eclipsed. Then one month later the moon and sun were also eclipsed on the other side of the world over America and Europe.
One may write to or attend any observatory in which records are kept so that they may see for themselves if this event indeed happened.
This is the supreme miracle.
Source: http://messiahreturns.blogspot.com/2009/04/from-jesus-to-ahmad-promise-from-god.html
By Sun of the West on Apr 5, 2009
The hadeeth “There is no Mahdi except ‘Eesa” is not saheeh
Is the hadeeth “There is no Mahdi except ‘Eesa” saheeh?.
Praise be to Allaah.
This hadeeth was narrated by Ibn Maajah in his Sunan (4039).
Almost all the muhadditheen (hadeeth scholars) are agreed that this hadeeth is da’eef (weak)”
It was classed as da’eef by al-Bayhaqi, al-Haakim, Shaykh al-Islam Ibn Taymiyah in Manhaaj al-Sunnah (8/256), and Ibn al-Qayyim in al-Manaar al-Muneef (p. 148).
Al-Dhahabi said in Meezaan al-I’tidal (3/535): it is a munkar report.
Al-Qaari said in Mirqaat al-Mafaateeh (10/183): it is da’eef according to the consensus of the muhadditheen.
It was mentioned by al-Shawkaani in al-Qawaa’id al-Majmoo’ah, 127. He said: al-San’aani said: (it is) mawdoo’ (fabricated).
Al-Albaani said in Silsilat al-Ahaadeeth al-Da’eefah (77): It is munkar.
Even if this hadeeth were saheeh – but it is not saheeh – the meaning would be that there is no one who perfectly guided (mahdi) or protected from sin and error except ‘Eesa ibn Maryam. This was stated by al-Qurtubi, Ibn al-Qayyim and Ibn Katheer.
This does not contradict the fact that the Mahdi will emerge at the end of time and that he will join forces with ‘Eesa ibn Maryam (peace be upon him), and ‘Eesa will pray behind him in congregation.
We have already stated in the answer to question no. 1252 the evidence showing that the Mahdi will emerge at the end of time with the attributes that the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) described. These saheeh ahaadeeth cannot be contradicted by a da’eef hadeeth like this one.
See al-Ahaadeeth al-Da’eefah, 1/89 by al-Albaani. Al-Mawsoo’ah fi Ahaadeeth al-Mahdi al-Da’eefah wa’l-Mawdoo’ah by al-Bastawi, p. 94-104.
Source: http://www.islamqa.com/en/ref/34890
By Nabi Lama on Apr 10, 2009
And these are Ahmadi Muslims’ saying about the evidences on Khataman Nabiyin from the Qur’an. Let’s discuss from here.
Dear readers,
This is the first in a series of articles dealing with the question of the finality of prophethood. In this article, I give evidence based on verses of the Holy Quran, the divine book of Muslims. Many non-Ahmadi Muslims strongly believe that no prophet can come to the world now, since the Holy Prophet Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, has appeared. Ahmadi Muslims believe, based on several points of evidence, that prophets can still appear after Hadhrat Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, among his followers, the restriction of no more prophets being for one who abrogates the existing Islamic Shariah or code of law, and brings a new one.
The verse non-Ahmadi Muslims most often present, is the following:
“MAA KAANA MUHAMMADUN ABAA AHADIN MIRRIJAALIKUM WALAAKIN RASOOLALLAHI WA KHATAMAN NABIYYEEN…”
(The Holy Quran, Chapter 33; verse 41 including Bismillah .. as a verse)
Meaning:
Muhammad is not the father of any of your males but is a messenger of Allah and is the seal of the prophets…
This verse was revealed to Hadhrat Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, when his adversaries jeered at him for his being issue-less, when God comforted him with this verse among others, indicating his greatness and superiority. The word “walaakin” (”but”) in the verse indicates that his being issue-less is of little or no significance when one looks at his great qualities mentioned in the next part of the verse. Nowhere in the verse is there mention of his being the “last” prophet. If “seal” is taken to mean “last” in the context, it does not make any logical sense, as that would have further aggravated the mockery — what good is there in coming last of all anyway? It does not signify greatness. The “seal” should be taken to mean the seal of authority, under attestation of which one can attain prophethood and in no other way. This seems to make more sense as shown by subsequent verses in the article:
In the very first chapter of the Holy Quran (Al Fatehah), God says:
“IHDINASSIRAATAL MUSTAQEEM. SIRAAT ALLAZEENA AN’AMTA ALAIHIM” (Al Quran 1:6-7)
Guide us in the right path, the path of those on whome thou hast bestowed thy blessings
The chapter containing the above verse is supposed to be recited by every Muslim 30 or so, times in 24 hours, in which they ask for these blessings. As to who the recipients of these blessings are is defined in another verse of the Holy Quran:
“WA MAN YUTI’ILLAAHA WARRASOOLA FA ULAAIKA MA’ALLAZEENA AN’AMALLAAHU ‘ALAIHIM MINAL NABIYYEENA WASSIDDEEQEENA WASHSHUHADAAI WASSAALIHEENA, WAHASUNA ULAAIKA RAFEEQAA”.
(Al Quran 4:70)
And whoso obeys Allah and his Messenger shall be among those on whom Allah has bestowed his blessings, viz: the Prophets, the Truthful, the Martyrs and the Righteous, and excellent companions are these.
So it is clear that by obeying Allah and Hadhrat Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, one can be included in the above categories, prophethood being the highest, of course. An objection is made to the (4:70) verse’s translation that I presented above, that the word “Ma’a” in the verse does not mean “among”, but “with”, so one who fulfils obedience to Allah and this messenger would not himself/herself attain these ranks, but will simply be “with” those who have done so in the past. True; it does mean “with” in the literal sense, but this is very weak reasoning. We do not always have to take the literal meaning of words, for else, we would have to accept, for one pertinent instance, that Hadhrat Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, was just a “seal” and not a human being — quite gross! Taking a look at another verse of the Holy Quran, we pray to God:
“WATAWAFFANA MA’AL ABRAAR”
(Al Quran, 3:194)
And cause us to die with the righteous
If we take literal meaning of “with” in this verse, it should follow from the verse, based on non-Ahmadi insistence in favor of literal vs. figurative meaning, that:
It is like praying to God: O God, please, please, whenever some righteous person is about to die, cause us to somehow stop breathing, put some embolus into our coronary arteries, or do something to somehow cause us to die EXACTLY AT THE SAME TIME when some righteous person in our neighborhood is about to die, for we want to “die with the righteous”. I’m sure even non-Ahmadi Muslims do not have this in mind when they say this prayer. What good would it do to a person to “die with” a righteous person. Several thieves, murderers, rapists, drug smugglers, “Jeffrey Dahmers”, etc., may die synchronously with righteous people, but this does not make them good or do any good to them. The fact is, we pray to God to “MAKE US RIGHTEOUS” on the same pattern as other righteous people before us.
Another verse of the Holy Quran clearly points to the fact that Hadhrat Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, was not the last of Prophets and that the door to prophethood is still open:
“YAA BANEE AADAMA IMMAA YA’TIYANNAKUM RUSULUN MINKUM YAQUSSOONA ALAIKUM AAYAATEE FAMANITTAQAA WA ASLAHA FA LAA KHAUFUN ALAIHIM WA LAA HUM YAHZANOON”
(Al Quran, 7:36)
O CHILDREN OF ADAM! IF MESSENGERS COME TO YOU FROM AMONG YOURSELVES, REHEARSING MY SIGNS UNTO YOU, FEAR GOD AND DO GOOD DEEDS AS THEN, NO FEAR OR GRIEF SHALL TOUCH YOU
This week, I spoke on the phone with an Ahmadi author, Mr. Muhammad Isa Jaan, who is from Iraq. He told me that he joined the Ahmadiyya Movement by reading this verse. The verse was revealed to Hadhrat Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, and it makes no sense to give an instruction in the verse regarding how to behave when a prophet appears, if Hadhrat Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, were the last.
Again, in the Holy Quran is a verse that points not only to the door of prophethood being open, but to Hadhrat Muhammad’s , peace and blessings of Allah be upon him, return to the world (in a figurative sense):
“HUWALLAZEE BA’ATHA FIL UMMIYYEENA RASOOLAN MINHUM YATLOO ALAIHIM AAYAATIHI WAYUZAKKEEHIM WAYU’ALLIMUHUMUL KITAABA WAL HIKMAH; WA INN KAANOO MIN QABLU LAFEE DALAALIN MUBEEN; WA AAKHAREENA MINHUM LAMMAA YALHAQOO BIHIM, WA HUWAL AZEEZUL HAKEEM”
(The Holy Quran Al Jum’ah, 62:3-4)
HE IT IS WHO HAS RAISED AMONG THE UNLETTERED A MESSENGER FROM AMONG THEMSELVES WHO RECITES UNTO THEM HIS SIGNS, AND PURIFIES THEM, AND TEACHES THEM THE BOOK AND WISDOM, ALTHOUGH THEY HAD BEEN, BEFORE, IN MANIFEST MISGUIDANCE. AND AMONG OTHERS FROM AMONG THEM WHO HAVE NOT YET JOINED THEM. HE IS THE MIGHTY, THE WISE
This verse relates to the advent of the Messiah and Mehdi from amongst Hadhrat Muhammad’s, peace and blessings of Allah be upon him, followers. The mention of his advent “among others from among them who have not yet joined them” refers to a, community which had not yet come into existence then, but was sure to appear in the future, to “join” the companions of the Holy Prophet Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him. It is important to note that the companions of the Holy Prophet, peace and blessings of Allah be upon him, who were listening to the verse were intrigued and one of them even asked him as to who those lucky ones of the future would be. The Holy Prophet, peace and blessings of Allah be upon him, placed his hand on a companion’s shoulder who was sitting by his side, Hadhrat Salman of Persia (may God be pleased with him) and stated:
“LAU KAANAL IMAANU MU’ALLAQAN BITHTHURAYYA LANAALUHU RAJULUN MIN HAA’ULAAI”
EVEN IF FAITH DISAPPEARED FROM THE EARTH AND MOVED UP TO THE ZENITH, A MAN FROM THESE WILL BRING IT BACK TO THE EARTH
Is it a mere coincidence, then, that Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, peace be upon him, was of Persian descent? He claimed to be the fulfillment of this prophecy.
Now let me give you another verse of the Holy Quran, portending the philosophy of these “last prophet” people in history. Declaring Hadhrat Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, the last of prophets in time is not a new phenomenon in human behavior. God says in the Holy Quran:
“WA LAQAD JAA’AKUM YOOSUFU MIN QABLU BILBAYYINAATI FAMAA ZILTUM FEE SHAKKIM MIMMAA JAA’AKUM BEHEE, HATTAA IZAA HALAKA QULTUM LAN YAB’ATH ALLAHU MIN BA’DIHEE RASOOLAN. KAZAALIKA YUDILLULLAAHU MAN HUWA MUSRIFUM MARTAABU; NILLAZEENA YUJAADILOONA FEE AAYAATILLAHI BIGHAIRI SULTAANIN AATAAHUM. KABURA MAKTAN ‘INDALLAAHI WA ‘INDALLAZEENA AAMANOO KAZAALIKA YATBA’ULLAHU ‘ALAA KULLI QALBI MUTAKABBIRIN JABBAAR”.
(Al Quran: 40:35)
And Joseph did come to you before with clear proofs, but you ceased not to be in doubt concerning that with which he came to you till, when he died, you said: ‘Allah will never raise up a Messenger after him.’ Thus does Allah adjudge as lost those who transgress, (and) are doubters.
These people are described by God in the verse that follows the one above, like this:
“Those who dispute concerning the Signs of Allah without any authority having come to them. Grievously hateful is this in the sight of Allah and in the sight of those who believe. Thus does Allah seal up the heart of everyone (who is) arrogant, haughty”.
Now, these are not my words or the words of the Ahmadi Muslims, but the words of God from the Quran that Muslims believe.
It is interesting that in spite of no strong (or even weak) evidence from the Holy Quran in support of the present non-Ahmadi Muslim view that Hadhrat Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, was the last of Prophets, they still stick to it, and go to the extent of declaring it of pivotal importance to belief — that one who does not accept him as the last prophet is a non-Muslim.
Copied from “On finality of Prophethood” by Rasheed A. Khan, Boston, Massachusettes, U.S.A. - Material © 1995-98 Ahmadiyya Muslim Community
By Sun of the West on Apr 10, 2009
Mirza Guulam Ahmad Misquotes Holy Quran
It is not uncommon to see some “scholars” misinterpret the Holy Quran to support their personal perceptions. However, even persons who are guilty of gross misinterpretations are at least careful to not change or misquote the verses of the Holy Quran. Changing or misquoting the verses of Holy Quran is considered to be a sin of a very high degree. A person who believes in Allah and the day of judgment cannot possibly go that far.
However, Mirza Ghulam Ahmad Quadiani seems to have completely overcome the fear of Allah and the day of judgment and has, not just once but on several occasions, grossly misquoted the Holy Quran. He has often attributing things to Holy Quran that are not in it. Below are some examples. I will keep enhancing the list as I get more references. I would highly appreciate members’ help in that regard.
1. Arbaeen (2/23) pdf (25 - 144 ) Mirza Ghulam Ahmad Sahib states that “according to the Quran: When the Promised Messiah comes, the Islamic clergy will harass him and declare him an infidel.”
There is no such verse in the Quran (period), even his own statement denies it:
There is no mention of the term Promised Messiah in the Quran. (Shahadatul Quran pg 65)
2. RK 19, Kashti Nooh P-5 pdf 7 He says: “and remember, not only Quran Majeed but also some books of Torah mention this news that there will plague at the time of Masih Moud.”
Mirza Sahib is clearly lying as, in the Holy Quran there is not even a single words about any Masih Maud or Messiah.
3. RK21 Braheen Ahmadiya Vol. 5 Page Page 286
so It happened at the time of Hazrat Abu bakar and Masih Moud; i.e. during the time of Hz Abu Bakar after the death of Muhammad pbuh hundreds of ignorant Arabs became MURTADD (denounced Islam) and there were only two mosques where prayers were held. Hz Abu Bakar brought them back to Islam. Similarly, during the time of MASIH MOUD, several hunderds of thousands of people denounced Islam and accepted Christianity. BOTH OF THESE INCIDENTS ARE WRITTEN IN QURAN, i.e. MENTIONED AS PROPHECY.”
There is no such prophesy in the Holy Quran. Also there was absolutely no mass conversion of Muslims to Christianity during Mirza Sahib’s time. Mirza Sahib spread this false rumor to terrorize Muslims into believing him.
4. RK3- Azala aoham page 490 Footnote - pdf 390-537 Thus saying of All knowing All wise (Allah Tala) in Quran that in 1857 my book will be lifted up in the heavens which means that Muslims will not abide by it.”
Holy Quran does not contain any such prophesy about lifting of Quran in 1857.
Here are some gross misquotes from Hadith (These AHADITH that Mirza Sahib refers to do not exist).
RK 23, Chashma Marafat, page 382 Once Hz Muhammed pbuh was asked about the prophets from other countries, then he said only this that God sent prophets to every country and ( ARABIC STATEMENT) which means there was a peophet in India who was of dark complexion and his name was KAHIN i.e. KANHAYYA who is called KRISHN.”
RK4, Nishan-e-asmani p-10 or pdf 16-57 or http://alislam.org/urdu/rk/rk-4-12.pd
Muhammed pbuh informs us about many MAHDIS including the mahdi who, IN HADITH, named as SULTAN MASHRIQ
Braheen Ahmadiya Vol. 5 Page 359
It is mentioned in AUTHENTIC AHADITH ( ahadith- the plural) that Masih Moud will come at the end of (14th) century and will be the Mujaddad of 14th century.
Source: http://ahmedi.org/blog/blog1.php/2009/03/28/title-6#more67
By Nabi Lama on Apr 14, 2009
Happy reading….
http://www.romanizedarabic.com/withlovetoa…vetoahmadis.pdf
Wassalam,
By Nabi Lama on Apr 14, 2009
???????? ?????????? ??????????????
Tunjukilah kami jalan yang lurus (QS.1:6)
“Ihdi”: Pimpinlah, tunjukilah, berilah hidayah
Arti “hidayah” ialah: Menunjukkan sesuatu jalan atau cara menyampaikan orang kepada orang yang ditujunya dengan baik.
Macam-macam hidayah petunjuk)
Allah telah memberi manusia bermacam-macam hidayah, yaitu:
1. Hidayah naluri (garizah)
Manusia begitu juga binatang-binatang, dilengkapi oleh Allah dengan bermacam-macam sifat, yang timbulnya bukanlah dari pelajaran, bukan pula dari pengalaman, melainkan telah dibawanya dari kandungan ibunya. Sifat-sifat ini namanya “naluri”, dalam bahasa Arab disebut “garizah”.
Umpamanya, naluri “ingin memelihara diri” (mempertahankan hidup). Kelihatan oleh kita seorang bayi bila merasa lapar dia menangis. Sesudah terasa di bibirnya mata susu ibunya, dihisapnyalah sampai hilang laparnya.
Perbuatan ini dikerjakannya tak seorang juga yang mengajarkan kepadanya, bukan pula timbul dari pengalamannya, hanyalah semata-mata ilham dan petunjuk dari Allah kepadanya untuk mempertahankan hidupnya.
Kelihatan pula oleh kita lebah membuat sarangnya, laba-laba membuat jaringnya, semut membuat lobangnya dan menimbun makanan dalam lubang itu. Semua itu dikerjakan oleh binatang-binatang tersebut ialah untuk mempertahankan hidupnya dan memelihara dirinya masing-masing dengan dorongan nalurinya semata-mata.
Banyak lagi naluri yang lain, umpamanya garizah ingin tahu, ingin mempunyai, ingin berlomba-lomba, ingin bermain, ingin meniru, takut dan lain-lain.
Sifat-sifat garizah
Garizah-garizah itu sebagai disebutkan terdapat pada manusia dan binatang, hanya perbedaannya ialah garizah manusia bisa menerima pendidikan dan perbaikan, tetapi garizah binatang tidak, sebab itulah manusia bisa maju tetapi binatang tidak, hanya tetap seperti sediakala.
Garizah-garizah itu adalah dasar bagi kebaikan sebagaimana dia pun juga dasar bagi kejahatan. Umpamanya karena garizah ingin memelihara diri, orang berusaha, berniaga, bertani, artinya mencari nafkah secara halal. Tetapi karena garizah “ingin memelihara diri” itu pulalah orang mencuri, menipu, merampok dan lain-lain. Karena garizah “ingin tahu” pulalah orang suka mencari-cari aib dan rahasia sesamanya, yang mengakibatkan permusuhan dan persengketaan. Demikianlah seterusnya dengan garizah-garizah yang lain.
Garizah-garizah itu tidak dapat dihilangkan dan tidak ada faedahnya membunuhnya. Ada ahli pikir dan pendidik yang hendak memadamkan garizah karena melihat seginya yang tidak baik (jahat) itu, sebab itu diadakan oleh mereka macam-macam peraturan untuk mengikat kemerdekaan anak-anak supaya garizah itu jangan tumbuh, atau mana yang telah tumbuh menjadi mati. Tetapi perbuatan mereka itu besar bahayanya terhadap pertumbuhan akal, tubuh dan akhlak anak-anak. Dan bagaimanapun orang berusaha hendak membunuh garizah itu, namun ia tidak akan mati.
Boleh jadi karena kerasnya tekanan dan kuatnya rintangan terhadap sesuatu garizah, maka kelihatan dia telah padam tetapi manakala ada yang membangkitkannya, timbullah dia kembali. Oleh karena itu kendatipun garizah itu dasar bagi kebaikan, sebagaimana dia juga dasar bagi kejahatan, tetapi kewajiban manusia bukanlah menghilangkannya, hanya mendidik dan melatihnya, supaya dapat dimanfaatkan dan disalurkan ke arah yang baik.
Allah telah menganugerahkan kepada manusia bermacam-macam garizah untuk jadi hidayah (petunjuk) yang akan dipakai dengan cara bijaksana oleh manusia itu.
2. Hidayah Pancaindra
Karena garizah itu sifatnya belum pasti sebagai disebutkan di atas, maka ia belum cukup untuk jadi hidayah bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan di akhirat. Sebab itu oleh Allah swt. manusia dilengkapi lagi dengan pancaindra. Pancaindra itu sangat besar harganya terhadap pertumbuhan akal dan pikiran manusia, sebab itu ahli-ahli pendidikan berkata:
?????? ????? ???????
Artinya:
Pancaindra itu adalah pintu-pintu pengetahuan.
Maksudnya ialah dengan jalan pancaindra itulah manusia dapat berhubungan dengan alam yang di luar, dengan arti bahwa sampainya sesuatu dari alam yang di luar ini ke dalam otak manusia adalah pintu-pintu pancaindra itu.
Tetapi garizah ditambah dengan pancaindra, juga belum cukup lagi untuk jadi pokok-pokok kebahagiaan manusia. Banyak lagi benda-benda dalam alam ini yang tidak dapat dilihat oleh mata. Banyak macam suara yang tidak dapat didengar oleh telinga. Malah selain dari alam mahsusat (yang dapat ditangkap oleh pancaindra), ada lagi alam ma’qulat (yang hanya dapat ditangkap oleh akal).
Selain dari pancaindra itu hanya dapat menangkap alam mahsusat, tangkapannya tentang yang mahsusat itupun tidak selamanya betul, kadang-kadang salah. Inilah yang dinamakan dalam ilmu jiwa “illusi optik” (tiupan pandangan), dalam bahasa Arab disebut, “khida’an nazar”. Sebab itu manusia membutuhkan lagi hidayah yang kedua itu. Maka dianugerahkan lagi oleh Allah hidayah yang ketiga, yaitu “hidayah akal”.
3. Hidayah akal (pikiran)
a. Akal dan kadar kesanggupannya
Dengan adanya akal itu dapatlah manusia menyalurkan garizah ke arah yang baik agar garizah itu menjadi pokok bagi kebaikan, dan dapatlah manusia membetulkan kesalahan-kesalahan pancaindranya, membedakan buruk dengan baik. Malah sangguplah dia menyusun mukadimah untuk menyampaikannya kepada natijah, mempertalikan akibat dengan sebab, memakai yang mahsusat sebagai tangga kepada yang ma’qulat, mempergunakan yang dapat dilihat, diraba dan dirasai untuk menyampaikannya kepada yang abstrak, maknawi dan gaib, mengambil dalil dari adanya makhluk untuk adanya khalik, dan begitulah seterusnya.
Tetapi akal manusia juga belum lagi memadai untuk membawanya kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat di samping berbagai macam garizah dan pancaindra itu.
Apalagi pendapat akal itu bermacam-macam, yang baik menurut pikiran si A belum tentu baik menurut pandangan si B, malah banyak manusia yang masih mempergunakan akalnya, atau akalnya dikalahkan oleh hawa nafsu dan sentimennya. Hingga yang buruk itu menjadi baik dalam pandangannya dan yang baik itu menjadi buruk.
Dengan demikian nyatalah bahwa garizah ditambah dengan pancaindra ditambah pula dengan akal belum lagi cukup untuk menjadi hidayah yang akan menyampaikan manusia kepada kebahagiaan hidup jasmani dan rohani, di dunia dan akhirat.
Oleh karena itu manusia membutuhkan suatu hidayah lagi, di samping pancaindra dan akalnya itu, yaitu hidayah agama yang dibawa oleh para rasul `alaihimus shalatu wassalam.
b. Bibit agama dan akidah tauhid pada jiwa manusia
Dalam pada itu kalau diperhatikan agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan yang diciptakan oleh manusia (Al-Adyan Al-Wad’iyyah) kelihatan pada jiwa manusia telah ada bibit-bibit suka beragama. Yang demikian itu karena manusia itu mempunyai sifat merasa berhutang budi suka berterima kasih dan membalas budi kepada orang yang berbuat baik kepadanya. Maka di kala diperhatikan dirinya dan alam yang di sekelilingnya, umpamanya roti yang dimakannya, tumbuh-tumbuhan yang ditanamnya, binatang ternak yang digembalakannya, matahari yang memancarkan sinarnya, hujan yang turun dari langit yang menumbuhkan tanam-tanaman, akan merasa berutang budilah dia kepada “suatu Zat” yang gaib yang telah berbuat baik dan melimpahkan nikmat yang besar itu kepadanya.
Didapatnyalah dengan akalnya bahwa Zat yang gaib itulah yang menciptakannya, yang menganugerahkan kepadanya dan kepada jenis manusia seluruhnya, segala sesuatu yang ada di alam ini, segala sesuatu yang dibutuhkannya untuk memelihara diri dan mempertahankan hidupnya.
Karena dia merasa berutang budi kepada suatu Zat Yang Gaib itu, maka dipikirkannyalah bagaimana cara berterima kasih dan membalas budi itu, atau dengan perkataan lain bagaimana cara “menyembah Zat Yang Gaib itu”.
Akan tetapi masalah bagaimana cara menyembah Zat Yang Gaib itu, adalah suatu masalah yang sukar, yang tidak dapat dicapai oleh akal manusia. Sebab itu di dalam sejarah kelihatan bahwa tidak pernah adanya keseragaman dalam hal ini. Bahkan akal pikirannya akan membawanya kepada kepercayaan membesarkan alam di samping membesarkan Zat Yang Gaib itu.
Karena pikirannya masih bersahaja dan karena belum dapat dia menggambarkan di otaknya bagaimana menyembah “Zat Yang Gaib”, maka dipilihlah di antara alam ini sesuatu yang besar, atau yang indah, atau yang banyak manfaatnya, atau sesuatu yang ditakutinya untuk jadi pelambang bagi Zat Yang Gaib itu.
Pernah dia mengagumi matahari, bulan dan bintang-bintang, atau sungai-sungai, binatang dan lain-lain, maka disembahnyalah benda-benda itu, sebagai lambang bagi menyembah Tuhan atau Zat Yang Gaib itu, dan diciptakannyalah cara-cara beribadah (menyembah) benda-benda itu.
Dengan ini timbullah pula suatu macam kepercayaan, yang dinamakan “Kepercayaan menyembah kekuatan alam”, sebagai yang terdapat di Mesir, Kaldania, Babilonia, Assyiria dan di tempat-tempat lain di zaman purbakala.
Dengan keterangan itu kelihatanlah bahwa manusia menurut fitrahnya suka beragama, suka memikirkan dari mana datangnya alam ini, dan ke manakah kembalinya.
Bila dia memikirkan dari mana datangnya alam ini, akan sampailah dia pada keyakinan tentang adanya Tuhan, bahkan akan sampailah dia kepada keyakinan tentang keesaan Tuhan itu (tauhid), karena akidah (keyakinan) tentang keesaan inilah yang lebih mudah, dan lebih lekas dipahami oleh akal manusia. Karena itu dapatlah kita tegaskan bahwa manusia itu menurut nalurinya adalah beragama tauhid.
Sejarah telah menerangkan bahwa bangsa Kaldania pada mulanya adalah beragama tauhid, barulah kemudian mereka menyembah matahari, planet- planet dan bintang-bintang yang mereka simbolkan dengan patung-patung. Sesudah Raja Namruz meninggal, mereka pun mendewakan dan menyembah Namruz itu. Bangsa Assyiria pun pada asalnya beragama tauhid, kemudian mereka telah lupa kepada akidah tauhid itu dan mereka persekutukanlah Tuhan dengan binatang-binatang, dan inilah yang dipusakai oleh orang-orang Babilonia.
Adapun bangsa Mesir, maka bila diperhatikan nyanyian-nyanyian yang mereka nyanyikan dalam upacara-upacara peribadatan, jelaslah bahwa bukan seluruh bangsa Mesir purbakala itu orang-orang musyrik dan wasani, melainkan di antara mereka juga ada orang-orang muwahhidin, penganut akidah tauhid. Di dalam nyanyian-nyanyian itu terdapat ungkapan berikut:
“Dialah Tuhan Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya”
“Dia mencintai seluruh makhluk, sedang dia sendiri tak ada yang menciptakan-Nya”
“Dialah Tuhan Yang Maha Agung, Pemilik langit dan bumi dan pencipta seluruh makhluk”
Umat manusia yang dengan akalnya itu telah sampai kepada akidah tauhid. Akidah tauhid ini sering menjadi kabur, atau tidak murni lagi, dan jadilah mempersekutukan Tuhan yang menonjol di antara mereka. Biar pun pendeta-pendeta mereka masih tetap dalam ketauhidannya, akan tetapi pendeta-pendeta ini kadang-kadang takut atau segan untuk memberantas kepercayaan mempersekutukan Tuhan itu, bahkan ikut hanyut dalam arus masyarakat, yakni arus mempersekutukan Tuhan.
Dapat ditegaskan bahwa akidah tauhid ini tidak pernah lenyap sama sekali, melainkan kepercayaan kepada adanya suatu Zat Yang Maha Esa itu tetap ada. Dialah Pencipta seluruh yang ada ini. Tuhan-tuhan atau dewa-dewa yang lain itu mereka anggap hanyalah sebagai pembantu dan pelayan atau simbol Yang Maha Esa itu.
c. Pendapat Bangsa Arab sebelum Islam tentang Khalik (Pencipta)
Bangsa Arab sendiri pun sebelum datang agama Islam, kalau ditanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi ini?” Mereka menjawab, “Allah.” Dan kalau ditanyakan, “Adakah Al-Lata dan Al-Uzza itu menjadikan sesuatu yang ada alam ini”? Mereka menjawab, “Tidak.” Mereka sembah dewa-dewa itu hanya untuk mengharapkan perantaraan dan syafaat dari mereka terhadap Tuhan yang sebenarnya. Allah swt. berfirman menceritakan perkataan musyrikin Arab itu:
??? ???????????? ?????? ??????????????? ????? ??????? ???????
Artinya:
Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan (kedudukan) kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. (Q.S Az Zumar: 3)
d. Kepercayaan tentang akhirat bisa dicapai oleh akal
Manakala manusia itu memikirkan ke manakah kembalinya alam ini, akan sampailah dia pada keyakinan bahwa di balik hidup di dunia yang fana ini akan ada lagi hidup di hari kemudian yang kekal dan abadi. Tetapi dapatkah manusia dengan akal dan pikirannya semata-mata mengetahui apakah yang perlu dikerjakan atau dijauhinya sebagai persiapan untuk kebahagiaan di hari kemudian (hari akhirat) itu? Jawabnya tentu saja tidak, sejarah pun telah membuktikan hal ini.
Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa manusia telah diberi Allah akal untuk jadi hidayah baginya, di samping garizah dan pancaindra. Tetapi hidayah akal itu belumlah mencukupi untuk kebahagiaan hidupnya di dunia dan akhirat.
Begitu juga manusia mempunyai tabiat suka beragama, dan dengan akalnya dia kadang-kadang telah sampai kepada tauhid. Akan tetapi tauhid yang telah dicapainya dengan akalnya itu sering pula menjadi kabur dan tidak murni lagi.
Dalam pada itu manusia dengan mempergunakan akalnya juga dapat sampai kepada kesimpulan tentang adanya akhirat, akan tetapi hidayah akal itu belumlah mencukupi untuk kebahagiaan hidupnya di dunia dan akhirat. Maka untuk menyampaikan manusia kepada akidah tauhid yang murni, yang tidak dicampuri sedikit juga oleh kepercayaan-kepercayaan menyembah dan membesarkan selain Allah, dan untuk membentangkan jalan yang benar yang akan ditempuhnya dalam perjalanan mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat dan untuk jadi pedoman bagi hidupnya di dunia ini, dia membutuhkan hidayah yang lain di samping hidayah-hidayah yang telah disebutkan itu. Maka didatangkanlah oleh Allah hidayah yang keempat yaitu “agama” yang dibawa oleh para rasul.
4. Hidayah agama
a. Pokok-pokok agama ketuhanan
Karena hal-hal yang disebutkan itu, maka diutuslah oleh Allah rasul-rasul untuk membawa agama yang akan menunjukkan kepada manusia jalan yang harus mereka tempuh untuk kebahagiaan mereka dunia dan akhirat.
Adalah yang mula-mula ditanamkan oleh rasul-rasul itu kepercayaan tentang adanya Tuhan Yang Maha Esa dengan segala sifat-sifat kesempurnaan-Nya, guna membersihkan iktikad manusia dari kotoran syirik (mempersekutukan Tuhan).
Rasul membawa manusia kepada kepercayaan tauhid itu dengan melalui akal dan logika, yaitu dengan mempergunakan dalil-dalil yang tepat dan logis. (Ingatlah kepada soal-jawab antara Nabi Ibrahim dengan Namruz, Nabi Musa dengan Firaun, dan seruan-seruan Alquran kepada kaum musyrikin Quraisy agar mereka mempergunakan akal).
Di samping kepercayaan kepada adanya Tuhan Yang Maha Esa, rasul-rasul juga membawa kepercayaan tentang akhirat dan malaikat-malaikat.
Percaya kepada adanya Tuhan Yang Maha Esa dengan segala sifat-sifat kesempurnaan-Nya, serta adanya malaikat dan hari kemudian itu, itulah yang dinamakan Al-Iman bil Gaib (percaya kepada yang gaib). Dan itulah yang jadi pokok bagi semua agama Ketuhanan, dengan arti bahwa semua agama yang datangnya dari Tuhan mempercayai keesaan Tuhan, serta malaikat dan hari akhirat.
Di samping `aqaid (kepercayaan-kepercayaan) yang disebutkan itu, rasul-rasul juga membawa hukum-hukum, peraturan-peraturan, akhlak dan pelajaran-pelajaran.
Hukum-hukum dan peraturan-peraturan ini berlain-lainan, artinya apa yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim tidak sama dengan yang diturunkan kepada Nabi Musa, dan apa yang dibawa oleh Nabi Isa tidak serupa dengan yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.
Sebabnya ialah karena hukum-hukum dan peraturan-peraturan itu haruslah sesuai dengan keadaan tempat dan masa. Maka syariat yang dibawa oleh nabi-nabi itu adalah sesuai dengan masanya masing-masing. Jadi yang berlain-lainan itu ialah hukum-hukum furu` (cabang-cabang), sedangkan pokok-pokok hukum agama seperti akidah adalah sama.
Berhubung Muhammad saw. adalah seorang nabi penutup maka syariat yang dibawanya, diberi oleh Tuhan sifat-sifat tertentu agar sesuai dengan segala masa dan keadaan.
b. Hidayah yang dimohonkan kepada Tuhan
Agama Islam sebagai hidayah dan senjata hidup yang penghabisan, atau jalan kebahagiaan yang terakhir, telah dianugerahkan Tuhan, tetapi adakah orang pandai mempergunakan senjata itu, dan adakah semua hamba Allah sukses dalam menempuh jalan yang dibentangkan oleh Tuhan.
Tidak banyak manusia yang pandai menerapkan agama, beribadat (menyembah Allah) sebagai yang diridai oleh yang disembah, bahkan pelaksanaan syariat tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh Pembuat syariat itu.
Karena itu kita diajari Allah memohonkan kepada-Nya agar diberi-Nya ma`unah, dibimbing dan dijaga-Nya selama-lamanya serta diberi-Nya taufik agar dapat memakai semua macam hidayah yang telah dianugerahkan-Nya itu menurut semestinya. Garizah-garizah supaya dapat disalurkan ke arah yang baik, pancaindra supaya berfungsi betul, akal supaya sesuai dengan yang benar, tuntunan-tuntunan agama agar dapat dilaksanakan menurut yang dimaksud oleh yang menurunkan agama itu dengan tidak ada cacat, janggal dan salah.
Tegasnya manusia yang telah diberi Tuhan bermacam-macam hidayah yang disebutkan di atas (garizah-garizah, pancaindra, akal dan agama) belum dapat mencukupkan semata-mata hidayah-hidayah itu saja, tetapi dia masih membutuhkan ma`unah dan bimbingan dari Allah (yaitu taufik-Nya).
Maka ma`unah dan bimbingan itulah yang kita mohonkan dan kepada Allah sajalah kita hadapkan permohonan itu.
Dengan perkataan lain, Allah telah memberi kita hidayah-hidayah tersebut, tak ubahnya seakan-akan Dia telah membentangkan di muka kita jalan raya yang menyampaikan kepada kebahagiaan hidup duniawi dan ukhrawi, maka yang dimohonkan kepada-Nya lagi ialah “membimbing kita dalam menjalani jalan yang telah terbentang itu”.
Dengan ringkas hidayah dalam ayat “ihdinassiratal mustaqim” ini berarti “taufik” (bimbingan), dan taufik itulah yang dimohonkan di sini kepada Allah.
Taufik ini dimohonkan kepada Allah sesudah kita berusaha dengan sepenuh tenaga, pikiran dan ikhtiar, karena berusaha dengan sepenuh tenaga adalah kewajiban kita, tetapi sampai berhasil sesuatu usaha adalah termasuk kekuasaan Allah. Dengan ini kelihatanlah pertalian ayat ini dengan ayat yang sebelumnya. Ayat yang sebelumnya Allah mengajari hamba-Nya supaya menyembah memohonkan pertolongan kepada-Nya, sedangkan pada ayat ini Allah menerangkan apa yang akan dimohonkan, dan bagaimana memohonkannya.
Maka tak ada pertentangan antara kedua firman Allah tersebut dan firman Allah yang ditujukan kepada Nabi yang berbunyi:
????????? ????????? ????? ??????? ???????????
Artinya:
Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (Q.S Asy Syura: 52)
Dan firman-Nya:
??????? ??? ??????? ???? ?????????? ????????? ??????? ??????? ???? ???????
Artinya:
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi tetapi Allahlah yang dapat memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. (Q.S Al Qasas: 56)
Sebab yang dimaksud dengan hidayah pada ayat pertama, ialah menunjukkan jalan yang harus ditempuh, dan ini memang adalah tugas nabi. Tetapi yang dimaksud dengan hidayah pada ayat kedua ialah membimbing manusia dalam menempuh jalan itu dan memberikan taufik agar sukses dan berbahagia dalam perjalanannya, dan ini tidaklah masuk dalam kekuasaan Nabi, hanya adalah hak Allah semata-mata.
?????????? ??????????????
Artinya:
Jalan yang lurus (yang menyampaikan kepada yang dituju). (Q.S Al Fatihah: 6)
Apakah yang dimaksud dengan jalan lurus itu?
Di atas telah diterangkan bahwa rasul-rasul telah membawa `aqaid (kepercayaan-kepercayaan) hukum-hukum, peraturan-peraturan, akhlak, dan pelajaran-pelajaran. Pendeknya telah membawa segala sesuatu yang perlu untuk kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat.
Maka aqaid, hukum-hukum, peraturan-peraturan, akhlak dan pelajaran-pelajaran itulah yang dimaksud dengan jalan lurus itu, karena dialah yang menyampaikan manusia kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat sebagai disebutkan.
Jadi dengan menyebut ayat ini seakan-akan kita memohon kepada Tuhan: “Bimbing dan beri taufiklah kami, ya Allah dalam melaksanakan ajaran-ajaran agama kami. Betulkanlah kepercayaan kami. Bimbing dan beri taufiklah kami dalam melaksanakan kepercayaan kami. Bimbing dan beri taufiklah kami dalam melaksanakan hukum, peraturan-peraturan, serta pelajaran-pelajaran agama kami. Jadikanlah kami mempunyai akhlak yang mulia, agar berbahagia hidup kami di dunia dan akhirat”.
?????? ?????? ??????? ???????????? ??????????? ???? ????????? ???????? ??????? ?????????? ???? ????????????? ???????????????? ?????????????? ??????????????? ???????? ????????? ????????
Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (QS.4:69)
Sebab turunnya ayat ini menurut riwayat At Tabari dan Ibnu Mardawaih dari ‘Aisyah ra. “Bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw dan berkata: “Ya Rasulullah sesungguhnya saya lebih mencintaimu dari diri saya dan anak saya. Apabila saya berada di rumah, saya selalu teringat padamu: sehingga saya tidak sabar dan terus datang untuk melihatmu. Dan apabila saya teringat tentang kematian saya dan kematianmu, maka tahulah (sadarlah) saya. bahwa engkau apabila masuk surga berada di tempat yang tinggi bersama-sama para Nabi, sedang saya apabila masuk surga, saya takut tidak akan melihatmu lagi. Mendengar itu Rasulullah diam tidak menjawab, dan kemudian turunlah ayat ini”.
Pada ayat ini Allah mengajak dan mendorong setiap orang, supaya taat kepada Nya dan kepada Rasul Nya dengan menjanjikan secara pasti. akan membalas ketaatan dengan pahala yang sangat besar, yaitu bukan saja sekadar masuk surga, tetapi akan ditempatkan bersama-sama dengan orang-orang yang paling tinggi derajatnya di sisi Tuhan, yaitu Nabi-nabi, para siddiqin, para syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan orang-orang yang saleh.
Berdasarkan ayat ini para ahli tafsir secara garis besarnya membagi orang-orang yang memperoleh anugerah Allah yang paling besar di dalam surga kepada empat macam yaitu:
1. Para Rasul dan Nabi-nabi, yaitu mereka yang menerima wahyu dari Allah SWT.
2. Para siddiqin, yaitu orang-orang yang teguh keimanannya kepada kebenaran Nabi dan Rasul.
3. Para syuhada dibagi pula urutannya sebagai berikut:
a. Orang-orang beriman yang berjuang di jalan Allah dan mati terbunuh di dalam peperangan melawan orang-oang kafir
b. Orang-orang yang menghabiskan usianya berjuang di jalan Allah dengan harta; dan dengan segala macam jalan yang dapat dilaksanakannya.
c. Orang-orang beriman yang mati ditimpa musibah yang mendadak atau teraniaya, seperti mati bersalin, tenggelam di lautan, terbunuh dengan aniaya. Bagian (a) disebut syahid dunia dan akhirat yang lebih tinggi pahalanya dari bagian (b) dan (c) yang keduanya hanya dinamakan syahid akhirat. Dan ada satu bagian lagi yang disebut namanya syahid dunia, yaitu orang-orang yang mati berperang melawan kafir, hanya untuk mencari keuntungan duniawi, seperti untuk mendapatkan harta rampasan, untuk mencari nama dan sebagainya. Syahid yang serupa ini tidak dimasukkan pembagian syahid di atas, karena syahid dunia tersebut tidak termaksud sama sekali dalam kedua ayat ini.
4. Orang-orang saleh, yaitu orang-orang yang selalu berbuat amal baik yang bermanfaat untuk umum, termasuk dirinya dan keluarganya baik untuk kebahagiaan hidup duniawi maupun untuk kebahagiaan hidup ukhrawi yang sesuai dengan ajaran Allah.
Orang-orang yang benar-benar taat kepada Allah dan Rasul-Nya sebagaimana yang tersebut dalam ayat ini akan dapat masuk surga dan ditempatkan bersama-sama dengan semua golongan yang empat itu.
By Aroon on Apr 17, 2009
???????? ???????? ????????? ?????????? ???????? ?????????? ???? ??????? ??????????? ????????? ???????? ????????? ????? ?????????? ????????? ?????? ????????????? ???????????? ???? ??????????
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): `Berimanlah kamu kepada Tuhanmu`, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat bakti.(QS. 3:193)
Setelah mengucapkan doa yang dibiasakan kepada tafakur dan renungan tentang alam dan segala keajaibannya seperti tersebut di alas, maka disusul lagi dengan doa menggambarkan perhatiannya pada panggilan yang didengarnya; bahwa kami Ya Allah, telah mendengar seruan Rasul Mu. yang menyeru agar kami yang beriman kepada Mu dan membenarkan firman Mu, maka segera kami beriman, melakukan segala perintah Mu, menjauhi segala larangan-Mu. sesuai dengan anjuran yang dibawa oleh Rasul itu.
Oleh karena itu ampunilah dosa-dosa yang telah kami lakukan dan hapuskanlah dari kami dosa-dosa kecil yang pernah kami perbuat, serta matikanlah kami di dalam keadaan husnul khatimah, bersama-sama dengan orang-orang baik yang banyak berbuat kebaikan.
??? ????? ????? ?????? ??????????????? ?????? ???????? ?????????? ?????????? ??????? ?????? ??????? ?????????? ???? ?????? ?????????? ???? ???? ???????????
Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(QS. 7:35)
Ayat ini mengingatkan kepada manusia tentang kedatangan rasul-rasul Allah. Rasul-rasul itu diutus Allah kepada tiap-tiap umat pada masa yang telah ditentukan Allah. Mereka itu adalah manusia-manusia bukan makhluk lain. Tugas mereka menyampaikan ayat-ayat Allah yang merupakan wahyu, menjelaskan mana yang halal dan mana yang haram, mana yang hak dan mana yang batil. Disampaikannya kepada manusia, supaya manusia itu jangan sesat jalannya, menyimpang dari jalan yang benar. Dibacakannya ayat-ayat Allah supaya jelas mana yang diperintahkan dan mana yang dilarang. Yang diperintahkan untuk dapat dikerjakan dan diamalkan dan yang dilarang untuk dijauhi dan dihindarkan. Maka orang-orang yang patuh dan taat terhadap ajaran yang dibawa rasul-rasul itu, bertakwa kepada Allah dan senantiasa memperbaiki dirinya dan mengerjakan amal-amal saleh, orang-orang itu akan berbahagia dan gembira. Tidak ada baginya rasa takut dan sedih, baik ketika hidup di dunia atau pun di akhirat kelak. Hidup berbahagia dan gembira adalah merupakan karunia Allah yang sangat berharga, lebih berharga dari harta dan kekayaan yang bertumpuk-tumpuk.
?????????? ???????? ?????? ?????????? ?????? ?????? ?????????? ??????????
dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 62:3)
Pada ayat ini, Allah SWT menjelaskan bahwa kerasulan Muhammad SAW, tidaklah terbatas kepada bangsa Arab yang ada pada waktu itu, tetapi juga kepada orang-orang mukmin yang belum bergabung kepada mereka sampai Hari Kiamat, yaitu orang-orang yang datang sesudah para sahabat Nabi SAW. sampai Hari Pembalasan dari semua bangsa, seperti bangsa Persia, Romawi dan lain-lainnya.
???????? ????????? ??????? ???? ?????? ??????????????? ????? ???????? ??? ????? ?????? ????????? ???? ?????? ????? ?????? ???????? ???? ???????? ??????? ???? ???????? ??????? ???????? ??????? ??????? ???? ???? ???????? ?????????
Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: `Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya`. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.(QS. 40:34)
Sesungguhnya telah diutus Allah, Yusuf salah seorang nenek moyang sebelum diutus Musa, dengan membawa keterangan-keterangan yang jelas, dengan berbagai rupa mukjizat yang menakjubkan. akan tetapi Bani Israel waktu itu masih tetap ragu-ragu tentang kebenaran kerasulannya, sehingga mereka tidak mau beriman, ketika Yusuf itu kembali ke hadirat Allah SWT, mereka mengatakan: “Tidakkah Allah mengutus lagi seorang Rasul sesudahnya yang akan mengajak manusia ke jalan-Nya dan memperingatkan akan kedatangan azab-Nya. Jelaslah bahwa umat Nabi Musa sebenarnya telah mewariskan sikap nenek moyang mereka yang selalu mendustakan para Rasul. Demikian pula sikap keras kepala selalu ragu-ragu dalam menerima kebenaran serta adat kebiasaan nenek moyang mereka di masa lalu, kini merupakan pusaka lama yang turun temurun, diwarisi oleh anak cucu Bani Israel. Demikianlah suatu keadaan yang berlaku sejak zaman Nabi Hud, Nuh, Saleh dan seterusnya sampai kepada sikap sebagian umat Nabi Muhammad dewasa ini.
Ringkasnya Bani Israel ingkar kepada kebenaran risalah yang dibawa Nabi Yusuf di masa hidupnya, demikian pula generasi sesudahnya tetap tidak percaya kepada para Rasul sesudah mereka wafat. Alasan mereka tetap yang itu juga. yakni merupakan sikap nenek moyang mereka yang sudah turun-temurun. Kemudian diterangkan bahwa yang mendustai Rasul itu. Allah menutup penglihatan (pikiran) dan mencap hati mereka sehingga hidup mereka berada dalam kekotoran jiwa, diselubungi dosa-dosa besar yang menumpuk. Demikianlah Allah menyesatkan dan menjauhkan dari jalan yang benar, setiap orang yang telah melampaui batas dan masih ragu-ragu tentang keesaan Allah, atau belum percaya kepada janji adanya ancaman-Nya. Pengertian “Al-bayyinah” (keterangan-keterangan) dalam ayat ini ialah mengajak manusia ke jalan Allah dengan kebenaran. Dalam hal ini adalah menginsafkan Bani Israel bahwa Allah adalah lebih patut dan berhak disembah dibandingkan dengan para rabbi (arbab) yang dikultuskan oleh Bani Israel waktu itu, sehingga mengarah kepada perbuatan-perbuatan menyembah. Nama-nama terhadap para rabbi (Tuhan-tuhan) itu hanyalah semata-mata nama yang diberikan oleh nenek moyang mereka saja, dan Allah tidak pernah menerangkannya Oleh karena itulah Nabi Yusuf as membawa keterangan yang sebenarnya dari Allah, bahwa yang lebih patut disembah itu adalah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
Dalam ayat-ayat inilah satu-satunya keterangan yang kita peroleh dari Alquran yang mengisyaratkan kepada adanya risalah Nabi Yusuf as yang khusus berlaku bagi bangsa Mesir. Di dalam surah Yusuf telah diceritakan panjang lebar bahwa Yusuf menguasai perbendaharaan negeri Mesir, sehingga ia memegang tampuk pemerintahan waktu itu, sehingga waktu bapaknya (Yakub) mengunjungi Mesir dibawanya ke singgasana kerajaan itu, dan semua saudara-saudaranya sujud kepadanya. Boleh jadi singgasana kebesaran yang diduduki Yusuf bukan singgasana kerajaan yang diduduki oleh Firaun, tetapi yang jelas Yusuf pernah memerintah dan merajai negeri Mesir. Oleh karena itu dapatlah dipahami kenapa laki-laki yang beriman itu menasihati Firaun kaumnya serta mengambil perbandingan dengan Bani Israel yang dulunya berada di bawah pemerintahan Yusuf.
By Aroon on Apr 17, 2009
Bt Aaron,
Maksud Anda adalah Ahmadiyah, jawaban untuk kebutuhan sekarang?
Lalu Islam (yang ghair menurut Anda), yang diajarkan Nabi SAW yang kami yakini kesempurnaannya hingga Kiamat, Anda anggap apa?
Kenabian dan kerasulan sudah berakhir ditangan Nabi SAW. Islam adalah satu-satunya jalan yang dibawa Nabi SAW untuk ummatnya hingga Kiamat.
Berbagai upaya oleh Ahmadiyah (MGA, sebagai pendiri) mulai dari memodifikasi arti hadist hingga Ayat Al Quran guna mengakui adanya nabi baru, MGA. Silakan renungkan lagi….
Semoga rahmat dan karunia Allah limpahkan kepada Nabi SAW, keluarga, sahabat hingga ummatnya di hari kiamat. Amiiin.
Wassalam,
By Nabi Lama on Apr 17, 2009
Bt Nabi Lama
Penjelasan ayat-ayat tsb adalah untuk sun of the west yg salah menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an tsb. Penjelasan tafsir menjelaskan tidak adanya lagi Nabi sesudah Rasulullah SAW
By Aroon on Apr 17, 2009
@Aroon
Dear Aroon, Tafsir is a Tafsir.
I’ve made our points of view on the subject. You may agree or disagree on how we ‘tafsir’ those Quranic verses. But at least now you and everybody else know we don’t have our faiths for the faith sake alone (i.e. blind faith). We have our arguments.
That’s why people from various walks of life come and join this movement; the Teachings and Practices of Hz. Promised Messiah as., which are the rejuvenations of Rasullulah’s own Teachings and Practices, are both enlighthening our souls as well as enriching our minds.
@nabi lama
Shame on you for ‘attacking’ one of your own. The way I see it, you’re too blinded by your own ‘truth’, you can’t differentiate friends and foes. Istighfar, Brother..
By Sun of the West on Apr 18, 2009
Another Allah’s Work on His humble servants’ enemies.
Let us all seek Allah’s Forgiveness, to prevent Him giving us His Wrath
PPP’s Stand on Ahmadiyah:
ANTARA :: PPP urges govt to immediately issue SKB to disband Ahmadiyah
http://www.antara.co.id/en/arc/2008/6/4/ppp-urges-govt-to-immediately-issue-skb-to-disband-ahmadiyah/
God’s Respond:
‘Kisruh, PPP Bisa Hancur’
http://www.inilah.com/berita/politik/2009/04/18/99872/‘kisruh-ppp-bisa-hancur’/
“Perolehan suara yang anjlok dibandingkan pemilu 2004 lalu, membuat internal PPP goyah. Para elit lebih memilih bermanuver sendiri-sendiri dibanding fokus penyeselaian masalah suara yang merosot. Keributan partai berlambang Kabah, tidak bisa dihindari.”
By Sun of the West on Apr 18, 2009
Bt Sun Of the west
Tidak perlulah bersikap sombong berbicara bahasa inggris kalau anda bisa berbicara bahasa inggris. Di beberapa milis anda sanggup bericara bahasa indonesia. Kenapa tidak percaya diri dalam membawakan dalil-dalil Ahmadiyah. Apa sudah merasa kalah bila membawakan dalil-dalil ahmadiyah dlm bahasa indonesia?
By wendy on Apr 21, 2009
Maaf ada kesalahan:
Tidak perlulah bersikap sombong berbicara bahasa inggris kalau anda bisa berbicara bahasa Indonesia. Di beberapa milis anda sanggup bericara bahasa indonesia. Kenapa tidak percaya diri dalam membawakan dalil-dalil Ahmadiyah. Apa sudah merasa kalah bila membawakan dalil-dalil ahmadiyah dlm bahasa indonesia?
By wendy on Apr 21, 2009
@Wendy
Am not too confident with my Bahasa actually, in terms of writing, but on reading am quite ok. Some of my Bahasa comments in other posts were consulted first with one of my Indonesian colleagues.
It’s not clear for me from your respond, whether you feel not confidence about your own English skill.
But it’s very clear to me that you are–like most of you guys–already consumed with your own hatred, you baselessly make accusations and prejudices against me, just because we have different opinions. You could’ve asked it more nicely. Am sure that’s what your mother had thougt you to say when you were kid, right?
I could only say I feel sorry for you. May Allah graces you with His Light.
By Sun of the West on Apr 22, 2009
Apa sudah yakin tidak bisa berbahasa indonesia dan harus berkonsultasi dengan teman anda? cobalah bersumpah dengan atas nama Allah kalau anda tidak bisa berbahasa indonesia.
Dimana-mana ahmadi selalu menganggap non ahmadi adanya rasa benci dan prasangka. kata-kata tsb sudah begitu basi. Semoga anda juga mendapat hidayah dari Allah dengan cahayanya.
By wendy on Apr 23, 2009
@Wendy
Anda itu maunya apa sih?
Yang Anda lakukan itu menyerang pribadi, bukan membahas esensi. Istilahnya, hanya ingin ngajak berantem aja.
Benar kata Sun of the West,
Anda mencari-cari alasan untuk menyerang orang, karena Anda sudah terkadung benci , apapun akan Anda lakukan untuk memuaskan ego kebencian Anda itu.
Sun of the West bilang bisa baca, tapi kurang lancar menulis Bahasa Indo. Alih-alih membahas itu benar atau tidak, apakah tidak sebaiknya membahas dalil-dalilnya itu (ESENSI-nya), instead of cara penyampaiannya.
Kalau Anda merasa kesulitan memahami tulisan dia karena kemampuan Bahasa Inggris Anda sendiri mungkin yang belum terlalu baik, ya sudah diserahkan pada yang bisa. Toh komennya sudah dibalas oleh Aaron.
If you have nothing to say ttg dalil-nya itu, ya sudah lebih baik diam saja, atau Anda bahas topik yang lain.
Wassalam
By Irenaeus Ahmad on Apr 23, 2009
Another perspective about Ahmadiyah:
http://tikpad.wordpress.com/2009/04/22/pernyataan-jujur-tentang-ahmadiyah/
By Irenaeus Ahmad on Apr 23, 2009
Quote:
Anda itu maunya apa sih?
Yang Anda lakukan itu menyerang pribadi, bukan membahas esensi. Istilahnya, hanya ingin ngajak berantem aja.
jawab:
Siapa yg ngajak berantem. Lalu kenapa anda sewot???? jangan-janganlah andalah SUN OF THE WEST yg tidak percaya diri membawakan dalil-dalil ahmadiyah berbahasa indonesia yg rasanya dirinya(sun of the west) bisa berbahasa indonesia. Maklum ahmadi mengalami kekalahan bila membicarakan doktrin ahmadiyah.
Quote:
Benar kata Sun of the West,
Anda mencari-cari alasan untuk menyerang orang, karena Anda sudah terkadung benci , apapun akan Anda lakukan untuk memuaskan ego kebencian Anda itu.
jawab:
Memangnya anda dukun yang bisa tahu isi hati orang lain dengan mengatakan seperti itu.
Quote:
Sun of the West bilang bisa baca, tapi kurang lancar menulis Bahasa Indo. Alih-alih membahas itu benar atau tidak, apakah tidak sebaiknya membahas dalil-dalilnya itu (ESENSI-nya), instead of cara penyampaiannya.
jawab:
Kalau memang benar apa yang anda katakan, tidak mungkin takut seorang sun of the west untuk bersumpah atas nama Allah kalau dirinya benar-benar tidak bisa berbahasa indonesia.
Apakah anda SUN OF THE WEST? Jangan-jangan andalah Sun Of the west.
Quote:
Kalau Anda merasa kesulitan memahami tulisan dia karena kemampuan Bahasa Inggris Anda sendiri mungkin yang belum terlalu baik, ya sudah diserahkan pada yang bisa. Toh komennya sudah dibalas oleh Aaron.
jawab:
Urusan Aaron dengan saya tidak ada sangkut pautnya. Jadi mudah saja, apakah benar pengakuan Sun of the west tsb. Tolong bersumpah atas nama Allah kalau apa yg diucapkannya itu benar.
BTW kenapa anda yg sewot, apakah andalah sun of the west?
Quote:
If you have nothing to say ttg dalil-nya itu, ya sudah lebih baik diam saja, atau Anda bahas topik yang lain.
Wassalam
jawab:
Mungkin yang lebih baik diam itu anda sendiri.
Quote:
Another perspective about Ahmadiyah:
http://tikpad.wordpress.com/2009/04/22/pernyataan-jujur-tentang-ahmadiyah/
jawab:
Cuma hanya 5 tokoh ini saja (Bung Karno, Hamka, Karim Amarullah, Muhammad Akram, Hasbullah bakry)? Banyak Tokoh lainnya yg tidak memuji ahmadiyah. Tidak satupun dari kelima tokoh tsb menyebut bahwa mereka mengakui MGA adalah nabi. Janga merasa senang & besar kepala terlebih dulu jika dipuji seseorang. Mereka memuji bukan berarti anda benar. Kebenaran dinilai bukan dari pujian tetapi berdasarkan Al-Qur’an dan hadits.
By wendy on Apr 24, 2009
@Irenaeus Ahmad
Thank you Brother for defending me.
Just let the man (or woman?) be.
As there is a Bahasa saying:
“Biarkan Anjing Menggonggong, Kafillah tetap berlalu”
NOTE:
That saying I read from a Bahasa Novel, and didnt consult to anybody. Need to let you know, if that actually mattters to anybody; other than to Wendy of course
By Sun of the West on Apr 24, 2009
Masih sombong saja. Ketahuan kalau dirinya mengerti bahasa indonesia. Nyatanya bersumpah atas nama Allah pun tidak berani. Tidak usah terlalu sombong.

Kompak banget antara Sun of the west dgn Irenaeus Ahmad. Jangan-jangan betul dugaan sayaa kalau Sun of the west adalah Irenaeus ahmad. Saya amati terkadang Irenaeus ahmad begitu soknya atau sombong berbicara bahasa inggris.
By wendy on Apr 27, 2009
4 son of the west
Shame on you for ‘attacking’ one of your own. The way I see it, you’re too blinded by your own ‘truth’, you can’t differentiate friends and foes. Istighfar, Brother..
Thanks 4 reminder…
But I must thanks to the writer of below…
http://www.romanizedarabic.com/withlovetoahmadis
Have you read it??
Wassalam,
By Nabi Lama on May 8, 2009
Kembalinya Pengikut Ahmadiyah di Tasikmalaya
By Republika Newsroom
Sabtu, 18 April 2009 pukul 07:39:00
”Asyhadu anllaa ilaha illallah Wa Asyhadu anna muhaammadarrasullullaah.” Dua kalimat syahadat itu bergema di Masjid Al-Barokah, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (17/4). Sekitar pukul 09.30 WIB, sebanyak 35 warga desa itu berikrar untuk memeluk Islam, satu-satunya agama yang diridai Allah SWT.
Disaksikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Selawu, Nana Rohana, ke-35 warga desa itu secara ikhlas meninggalkan keyakinan lama mereka. Selama bertahun-tahun, mereka menjadi pengikut aliran Ahmadiyah –sebuah keyakinan yang telah dinyatakan ulama di berbagai negara di dunia sebagai paham keagamaan yang sesat dan menyesatkan.
Seusai bersyahadat, dari wajah ke-35 warga desa yang terdiri atas 15 pria dan 20 wanita itu mengembang senyum penuh kebahagiaan. Dengan penuh kehangatan, mereka disambut warga dan jamaah masjid. Mereka pun bersalaman dan berpelukan erat. Semua umat Muslim yang ada di sekitar masjid menyambut kembalinya saudara-saudara mereka pada keyakinan Islam yang sebenarnya.
Rona bahagia juga terpancar dari paras Eti Sukmawati (41 tahun). Warga Kampung Citeguh, Desa Tenjowaringin, Salawu, itu mengaku telah menganut ajaran Ahmadiyah sejak lahir. ”Saya memang menganut ajaran ini sejak kecil, tapi saya tidak mengerti banyak tentang ajaran ini,” tutur Eti kepada Republika.
Selama menjadi pengikut Ahmadiyah, Eti mengaku hatinya selalu dibayangi kebimbangan. Dalam hati kecilnya, terselip sebuah ketidakpercayaan tentang sosok-sosok yang dijadikan panutan oleh jamaah Ahmadiyah. Sejak remaja, menurut Eti, dirinya tak bisa menerima sosok Mirza Ghulam Ahmad–figur yang diyakini pengikut Ahmadiyah sebagai nabi.
”Buat saya sosok itu tak lebih dari sebuah dongeng yang sering diceritakan orang tua sejak kecil,” ujar Eti menegaskan. Perlahan namun pasti, Eti pun mulai meninggalkan ajaran yang diragukannya itu setelah dipersunting Sughandi (45 tahun) pada 1990. Meski belum secara resmi menyatakan keluar dari Ahmadiyah, ia mengaku mulai mengurangi dan meninggalkan ajaran itu.
Menurut Eti, suaminya sudah kembali ke ajaran Islam sejak lama. Beberapa bulan terakhir, tekadnya untuk meninggalkan Ahmadiyah kian membuncah. Dengan penuh keikhlasan dan tekad bulat, Jumat (17/4), ia pun bergabung dengan warga lainnya berikrar untuk memeluk agama Islam.
Kisah yang hampir sama juga terlontar dari Tariyan (49 tahun). Pegawai negeri sipil (PNS) yang mengajar di salah satu sekolah dasar negeri (SDN) di desa itu mengaku sejak kecil telah menjadi penganut Ahmadiyah. Menurut dia, keluarga besarnya yang terdiri atas sembilan kepala keluarga (KK) merupakan penganut ajaran Ahmadiyah yang berasal dari negeri Hindustan, India.
Ajaran itu, papar Tariyan, telah dianut keluarga besarnya sejak 1955. Sejak remaja, papar Tariyan, dia merasa janggal dengan ajaran Ahmadiyah yang diturunkan orang tuanya. Ia pun kerap melanggar dan menolak setiap perintah orang tuanya dalam melaksanakan ajaran Ahmadiyah.
Sikap serupa juga dilakukan anggota keluarga yang lain. Perlahan-lahan, penganut Ahmadiyah pun mulai berkurang. Kini, kata Tariyan, tinggal enam KK lagi yang masih bertahan menganut ajaran Ahmadiyah. Menurut dia, banyak tata cara ajaran Ahmadiyah yang janggal.
Selain itu, setiap penganut Ahmadiyah pun dibebani berbagai macam jenis iuran yang wajib dibayar kepada pengurus harian aliran itu. ”Ada sekitar 36 jenis iuran yang dibebankan kepada kami. Dan, itu harus dipatuhi jika tidak ingin kena masalah,” tuturnya.
Wakil Ketua GP Anshor Kabupaten Tasikmalaya, Dudu Rachman, menyatakan, jumlah penganut ajaran Ahmadiyah di Kecamatan Salawu mencapai 3.500 orang. ”Hingga saat ini, sudah ada 33 KK yang telah berikrar kembali kepada agama Islam,” ujar Dudu. Pihaknya berharap, jumlah warga yang kembali kepada ajaran Islam bisa terus bertambah.
Kecamatan Salawu yang berjarak 40 kilometer dari Kota Tasikmalaya, merupakan basis penganut Ahmadiyah di kabupaten itu. Di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut di sebelah barat itu, terdapat Desa Tenjowaringin yang sejak masa kolonial Belanda dikenal sebagai pusat pertumbuhan dan perkembangan ajaran Ahmadiyah. muslim ambarie
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/44809/Kembalinya_Pengikut_Ahmadiyah_di_Tasikmalaya
Subhanallah….
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya serta para sahabat ridhwanullahu ˜Alaihi ajmaâin.
By Nabi Lama on May 9, 2009
I think all need to see and listen to this as well:
http://infoonislam.com/why-i-converted-to-islam-ahmadiyya-interview-2
By Sun of the west on May 10, 2009
Makin sombong aja
By wendy on May 23, 2009
ANOTHER AHMADI MUSLIM MURDERED IN PAKISTAN
http://www.thepersecution.org/press/09/pk090529.html
By sun of the west on May 30, 2009
Semakin sombong saja.
By wendy on May 30, 2009
Bahasan yang menarik tentang Ahmadiyah, dari seorang Ulama NU:
http://rhousyanfikr.blogspot.com/2009/05/ahmadiyah-masih-dalam-koridor-islami.html
By Irenaeus Ahmad on May 30, 2009
Dari situs resmi NU:
http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=12590
Sikap PBNU tentang Ahmadiyah
09/05/2008
Berikut ini merupakan sikap resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tentang aliran Ahmadiyah pada tanggal 9-11 September 2005 di Bogor Jawa Barat
1. Ahmadiyah adalah aliran sesat dan keluar dari Islam karena tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir sebagaimana dinyatakan secara tegas dalam Al Quran, As-Sunnah dan ijma’ ulama. Sungguh pun demikian, masyarakat tidak boleh bertindak anarkis terhadap aktivitas yang dilakukan oleh kelompok Ahmadiyah. Pelarangan terhadap paham dan aktivitas Ahmadiyah sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah atau penegak hukum dan bukan wewenang seseorang atau kelompok.
2. Dalam menyampaikan keberatan keberadaan aktivitas jamaah Ahmadiyah di lingkungannya, masyarakat diminta hendaknya mengedepankan cara-cara damai dan santun.
3. Kepada umat Islam, diharapkan dapat mempelajari Islam secara komprehensif agar tidak terjadi kekeliruan dan kesalahan dalam penafsiran-penafsiran keagamaan.
4. Pemerintah diharapkan memiliki sikap yang tegas dan konsisten dalam menyikapi keberadaan aliran Ahmadiyah di Indonesia.
Pimpinan Sidang
KH Ma’ruf Amin
KH Said Agil Siradj
KH Masdar F Mas’udi
HM Rozy Munir
By Nabi Lama on Jun 4, 2009
Perhaps the most effective ploy that Mirza Ghulam Ahmad Quadiani came up with, to deceive innocent Muslims into accepting his prophethood claim was the issue of Essa death. This deceptive trick has been, over the times, so cleverly implanted into the brain of common Ahmadi that many Ahmadies still (sincerely) think that this is indeed the most important issue for Islam and Muslims and they want to talk about nothing but this issue.
The type of brainwashing the Ahmadies were subjected to can be seen from the book Hiyat-i-Qudsi by Ghulam Rasool Rajheki, one of the most respected “scholars” of Ahmadiyya. On page 9 (part 3) of his book, he writes:
This belief about Essa alive in heaven has caused more harm to Islam than anything else. Because of this belief hundreds of thousands of Muslims converted to Christianity because Christian preachers were able to prove that this belief renders Essa superior to Mohammad (saw).
We will talk about how Christian preachers “proved” superiority of Essa due to this belief, later. First, let us talk about alleged conversion of “hundreds of thousands” of Muslims to Christianity. We hear about this mass conversion of Muslims to Christianity only and only from Ahmadiyya sources. There is no evidence that such a mass conversion ever took place. Even Christians don’t know that they had converted “hundreds of thousands” of Muslims. What happened to those “hundreds of thousands”? Where did they vanish? This was obviously a lie made up by Mirza Ghulam Ahmad Quadiani like many of his other lies.
Now let us examine the allegedly devastating logic of Christian preachers that caused this rapid mass conversion. Page 10 (part 3) of the book describes that.
Christian Padres, debating with Muslim molvies asked them, “If two persons are of the same status and one dies while the other is living then who would be considered superior?” Molvies, gave the “obvious” answer, “The person who is living will be conserved superior”.
This logic of living being superior to dead is so horribly idiotic that I don’t even find it necessary to refute it. Would you consider Iblees superior because he is living while more than 100,000 while prophets of Allah have died? Was Yazeed superior to Hussain because Hussain died and Yazeed was living. Would you consider Musleemah Kazzab superior because he lived after the Holy Prophet (saw) had died.
Also, if this logic is so strong then why did Christian Church forget it. Muslims, vast majority of them, still believe that Essa is alive in heaven, therefore, the logic still stands. Why don’t we see Christians using it? In fact they don’t even know if such a logic was ever used.
Rajeki’s book also talks about Christian Preachers’ argument about allegedly humiliating and disgraceful manner in which the Holy Prophet (saw) escaped from Makkah at the time of Hijra. Let me tell you! This “argument” did not come from Christians: it was a product of Mirza Ghulam Ahmad’s perverted brain. In order to support his false claims, he, Mirza Ghulam Ahmad, argued that the manner of Holy Prophet’s escape from Makkah was humiliating and disgraceful! Rajeki did not hear it from Christians: he took it verbatim from the books of his spiritual master. It is possible that some low level Christian Priests could have borrowed this line from Mirza Ghulam Ahmad and might have used it, but we know that the majority of them has more sense and is at least a little more respectful of the Holy Prophet (saw) than Mirza Ghulam Ahmad was.
Source:
http://ahmedi.org/blog/blog1.php/2009/03/27/jesus-essa-death-issue-1#more62
By Nabi Lama on Jun 4, 2009
Ahmadiyya persecution in Bangladesh, Khatme Nabuwwat Agitation
http://video.google.com/videoplay?docid=7393463991153951128
By Irenaeus Ahmad on Jun 6, 2009
Still blind?????
By Nabi Lama on Jun 12, 2009
Quoted from:
http://z8.invisionfree.com/forumz1835/index.php?showtopic=4054
Just wanted to show that according to MGA, the coming of Messiah has nothing to do with Islam. Mr Ahmadimuslim plz pay attention here :
“First we should understand this that the belief of coming of Masih is not part of our Iman or it is part of our Deen. Coming of Masih is just a prophecy out of hundreds of prophecies and it has nothing to do with Islam. Islam was not imperfect when this prophecy wasn’t made and Islam did not become complete with this prophecy”.
(RK vol3, Izala Auham Page 171)
So Mr Ahmadimuslim, according to MGA, the coming of Masih is not part of our deen, then why do you insist that MGA will come and create the 73rd…?
By Nabi Lama on Jun 14, 2009
Posisi JK-WR terhadap kasus Ahmadiyah:
Berkomitmen untuk membubarkan Ahmadiyah
Sumber: http://eramuslim.com/berita/nasional/habib-husein-kita-menolak-sby-karena-tidak-membubarkan-ahmadiyah.htm
Posisi JK-WR di Pilpres:
Terendah perolehan suaranya, hanya dengan mendapatkan dukungan dari kisaran 12% pemilih.
Sumber: http://pemilu.detiknews.com/presquickcount
Alhamdulillah Allah SWT masih melindungi dan menyayangi umat-Nya yang mencintai=Nya dengan tulus dan keikhlasan paripurna.
Musuh-musuh umat pilihan-Nya di akhir zaman ini satu-persatu ditaklukkan dan dihinakan oleh Allah SWT sendiri.
Semoga Allah memberi ampunan dan pencerahan akan kebenaran-Nya yang Maha Hakiki kepada kita semua. Amiin.
By Irenaeus Ahmad on Jul 8, 2009
Bt Irenaeus,
“Musuh-musuh umat pilihan-Nya”, musuh maksud Sdr adalah kami, umat Islam yg anti-Ahmadiyah, begitu?
Semoga kita bisa merenung dengan ayat-ayat Allah berikut:
Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. QS-7:30
Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat, mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya.
Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya. QS-7:146
Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka. QS-10:11
orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.
QS-14:3
Maka itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan? QS-10:32
Renungkanlah sebelum ajal datang.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya serta para sahabat ridhwanullahu ‘Alaihi ajma’in.
Wassalam,
By Nabi Lama on Jul 15, 2009
Bt Irenaeus Ahmad,
Sandaran buat Anda adalah wahyu2 berikut:
“Aku telah memperoleh wahyu bahwa siapa saja yan tidak mengikutimu dan tidak menyatakan sumpah setia kepadamu maka orang yang durhaka kepada Tuhan dan nabi-Nya akan menjadi penghuni neraka” (wahyu ini ia publikasikan pada tanggal 25 Mei 1900, lihat Mi’yar al-akhyar)
” Tuhan telah mewahyukan kepadaku bahwa siapa saja yang telah mendengar seruanku tetapi tidak mau menerimanya berarti ia bukan seorang
Muslim” (lihat Zikir al-Hakim no:2)
” Aku akan sampaikan tablighmu keujung-ujung dunia. Dan siapa yang menghinakan engkau Aku akan hinakan pula dia.”
Wassalam,
By Nabi Lama on Jul 17, 2009
Sumber: http://www.almanhaj.or.id/category/view/81/page/1
Berjihad melawan orang fasik dengan lisan merupakan hak orang-orang yang memiliki ilmu dan kalangan para ulama yaitu dengan cara menegakkan hujjah dan membantah hujjah mereka, serta menjelaskan kesesatan mereka, baik dengan tulisan ataupun dengan lisan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan : “Yang membantah ahli bid’ah adalah mujahid” . Syaikhul Islam juga mengatakan : “Apabila seorang mubtadi menyeru kepada aqidah yang menyelisihi Al-Qur’an dan Sunnah, atau menempuh manhaj yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah, dan dikhawatirkan akan menyesatkan manusia, maka wajib untuk menjelaskan kesesatannya, sehingga orang-orang terjaga dari kesesatannya dan mereka mengetahui keadaannya” . Oleh karena itu, membantah ahli bid’ah dengan hujjah dan argumentasi, menjelaskan yang haq, serta menjelaskan bahaya aqidah ahli bid’ah, merupakan sesuatu yang wajib, untuk membersihkan ajaran Allah, agamaNya, manhajNya, syari’atNya. Dan berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, menolak kejahatan dan kedustaan ahli bid’ah merupakan fardu kifayah.
Wassalam,
By Nabi Lama on Jul 20, 2009
Jadi Nabi Isa as sudah wafat atau belum sih? Jadi ada janji kedatangan Nabi Isa setelah Rasulullah saw enggak sih?
Jadi gimana nih hehehehehe……
Kalau Nabi Isa sudah wafat terus gimana datengnya dong?……
Kalau Nabi Isa bakal datang ke sesuai dengan Janji Nabi Muhamad saw apa berarti Nabi Isa as masih hidup?Dimana? Umurnya udah berapa ya 2000 tahun kali? Terus gimana katanya sesudah nabi Muhamad tidak ada lagi nabi? Kok jadi enggak konsisten begitu sih umat islam?
Mana ya pendapat Ulama yang bisa dipegang dan pasti?hehehehe
Kayaknya sih pandangan ahmadiyah mengenai topik ini yang paling unggul.
By sedemir on Sep 19, 2009
Padahal beda ahmadiyah dengan yang bukan ahmadiyah hanya soal penafsiran. Kaum ahmadiyah percaya Nabi Isa as sudah wafat, sedangkan yang bukan ahmadiyah percaya NAbi Isa masih hidup di langit. Ahmadiyah dan nonahmadiyah dua-duanya percaya bahwa Nabi Isa as dijanjikan akan datang oleh Nabi Muhamad saw. Jadi kaum muslim ahmadiyah dan nonahmadiyah sebenarnya sama keyakinannya cuma berbeda dalam mempersonifikasikan siapa Nabi isa as yang akan datang itu. Dua-duanya berhak untuk mempunyai penafsiran masing-masing. Sayangnya ada pihak non-ahmadiyah yang berusaha main paksa. segelintir kecil tapi bikin masalah besar.
By sedemir on Sep 19, 2009
@nabi lama:
..ayat-ayat sandaran saya adalah:
QS:4:170
“Hai manusia, sesungguhnya Rasul telah datang kepadamu dengan kebenaran dari Tuhanmu; percaya karena itu, akan lebih baik untuk Anda. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
QS 13:43
“Dan orang-orang yang kafir berkata, ‘Engkau bukan Rasul.’ Katakanlah, ‘Cukuplah Allah sebagai saksi antara aku dan kamu, dan begitu juga dia yang memiliki ilmu Al Kitab.”
Karena itu, berdasarkan petunjuk Al-Quranul Karimtersebut, dengan segala kerendahan hati, saya hanya bisa mengatakan kepada Anda, “Cukuplah Allah sebagai saksi antara aku dan kamu.”
@All: Mohon dibaca:
Khutbah Jumat Khalifah Ahmadiyah tentang Kecintaan Para Muslim Ahmadi pada Wujud Suci Rasullulah Muhammad SAW (sudah dialih-bahasa dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia dengan Google Translate):
http://translate.google.com/translate?hl=en&sl=en&tl=id&u=http%3A%2F%2Fwww.alislam.org%2Farchives%2Ffriday%2FFSS20090313-EN.html
By Irenaeus Ahmad on Sep 24, 2009
Beda saya dan Anda,
Penafsiran Rasul di dalam Al Quran, buat saya yang disebutkan adalah Nabi SAW, buat Anda adalah MGA (keyakinan Anda akan MGA adalah bayangan Nabi SAW).
Jadi Anda menyandarkan pada keyakinan bahwa MGA adalah nabi yang turun sesudah Nabi SAW, buat kami “la nabiya ba’di”.
Keyakinan Nabi Isa yang turun buat kami bukanlah akidah, buat Anda akidah (karena mengingkari MGA, menurut Anda sama dengan kafir)
Beda nabi, beda kepercayaan/agama.
Saya Islam, Anda Ahmadiyah.
“Akan ada di akhir zaman, para dajjal pendusta. Mereka mendatangkan kepada kalian hadits-hadits yang belum pernah kalian dengar, begitu juga bapak-bapak kalian. Hati-hatilah kalian terhadap mereka. Jangan sampai mereka menyesatkan dan memberikan fitnah kepada kalian.” (Diriwayatkan oleh penulis [Abu Ja'far Ath Thahawy –pent] dalam Misykatul Atsar [4/10] dan Imam Muslim [9/1])
Wassalam
By Nabi Lama on Oct 3, 2009
@Nabi Lama:
Quote: “Beda nabi, beda kepercayaan/agama.”
Apakah setiap Nabi selalu membawa agama baru?
Musa dan Harun adalah Nabi. Mereka Kakak-beradik, hidup pada zaman yang sama. Apakah Harun punya agama sendiri? Untuk Nabi-nabi yang hidup setelah mereka, apakah masing-masing punya agama sendiri? Anda tentu tau jawabnya; mereka semua mengikuti Agama yang dibawa oleh Musa.
Jadi keberadaan Nabi Syar’i dan Nabi Pengikut adalah Sunatullah / Kehendak Allah sendiri.
Istilah pengkafiran. Secara Istilah, kafir berarti ‘pengingkaran’. Karenanya pemakaian kata Kafir pun ada tingkatannya karena tergantung konteksnya.
Orang seperti Anda yang mengingkari Hz. Ahmad as. adalah orang yang kami anggap Kafir karena mengingkari kenabiannya. TAPI, itu tidak berarti saya mengatakan Anda kafir / ingkar dari Nabi Muhammad saw. dan Agamanya Islam. Dengan kata lain kami meyakini orang-orang diluar Ahmadiyah sebagai orang Islam sepenuhnya. Soal orang tersebut mengimani atau mengingkari Imam Zamannya (i.e. Al Masih Akhir Zaman), biar Allah Yang Maha Adil yang menghakiminya. Sepanjang pehaman kami, kami melakukan ini karena perintah Junjungan kita semua Rasullulah saw. juga.
Soal Dajjal, kami mengakui kebenaran hadis itu. Seperti yang disebut di atas, tapi kami juga mengakui hadis-hadis tentang kedatangan Isa Al Masih, dan saya kira Anda juga mengakuinya.
Jadi menurut hemat saya,
Bedanya Anda dan kami adalah kami mengatakan Isa Al Masih itu sudah datang dan kami telah bai’at di tangannya. Sedangkan Anda masih menunggu wujud tersebut.
Hanya itu perbedaan kita dari segi prinsip.
Wassalam.
By Irenaeus Ahmad on Oct 3, 2009
@Irhaneus
“Sepanjang pehaman kami, kami melakukan ini karena perintah Junjungan kita semua Rasullulah saw. juga”
Sudahkah Anda pahami hadist Nabi SAW yg saya nukilkan tsb?
Siapa Dajjal pendusta itu?
Dari perbedaan itu timbul akidah2 baru. Silakan renungkan, apakah MGA membawa akidah baru terhadap ummat Nabi Muhammad SAW.
Perhatikan tulisan Muhammad Iqbal dalam ESENSI PAHAM AHMADIYYAH :
“Para pembaca hendaknya jangan beranggapan bahwa saya mempergunakan bahasa metaforik. Sejarah kehidupan bangsa-bangsa menunjukkan bahwa apabila arus kehidupan dalam suatu bangsa mulai bergerak mundur, kemunduran itu sendiri menjadi salah satu sumber inspirasi, yang mengilhami para penyair, filosuf, wali, dan negarawannya,dan yang mengubah mereka menjadi kelompok rasul yang tugas satu-satunya adalah memuji-muji, dengan kekuatan seni atau logika yang merangsang, semua hal yang tidak terpuji dan jelek dalam kehidupan rakyat mereka. Para rasul ini secara tidak sadar menutupi kecemasan mereka dengan baju-baju gemerlapan yang berisi harapan-harapan, meremehkan nilai-nilai tingkah-laku yang tradisional dan dengannya menghancurkan kekuatan spiritual orang-orang yang akan dijadikan korban mereka.
Orang hanya dapat membayangkan kondisi kehendak rakyat yang telah mengalami kemunduran, yang berdasarkan otoritas Ketuhanan, disuruh menerima lingkungan politik mereka sebagai sesuatu yang final. Jadi semua pelaku yang ikut ambil bagian dalam drama Ahmadiyyah tersebut, saya kira, hanyalah orang-orang tidak bersalah yang terbelenggu oleh kebodohannya. Drama serupa sudah pernah terjadi di Persia; tetapi ia tidak, dan bahkan tidak dapat memunculkan isu-isu keagamaan dan politik sebagaimana dimunculkan Ahmadiyya terhadap Islam di India. Rusia menunjukkan sikap tolerannya kepada paham Babiyyah[3] (yang muncul di Persia tersebut) dan mengizinkan para pengikutnya untuk mendirikan pusat kegiatan dakwahnya di Isyqabad. Inggris juga menunjukkan sikap toleran yang sama kepada paham Ahmadiyya dengan mengizinkan para pengikutnya untuk membuka pusat kegiatan dakwahnya di Woking (Inggris). Apakah sikap toleran Rusia dan Inggris ini didasarkan atas kepentingan penjajahanatau karena pandangan luasnya yang murni sulit untuk kita katakan secara pasti. Yang jelas bahwa toleransi ini telah menimbulkan berbagai persoalan rumit bagi Islam di Asia. Dengan memperhatikan struktur ajaran Islam,sebagaimana saya pahami, saya sama sekali tidak ragu-ragubahwa Islam akan muncul secara lebih murni (setelahterhindar) dari berbagai kesulitan tersebut. Waktu berjalan terus. Berbagai hal di India sudah berbalik arah.Semangat baru dalam demokrasi yang masuk ke India benar-benar mengikis keyakinan kelompok Ahmadi yang keliru dan meyakinkan mereka akan kegagalan total penemuan-penemuan teologik mereka.”
Wassalam,
By Nabi Lama on Oct 3, 2009
Alhamdulillah bertambah lagi setengah juta orang yang menghidmati Islam dalam naungan Jemaat Ahmadiyah (Qadian)
Alhamdulillah ya Allah….
Apakah ini suatu kebohongan………?
Ini kebenaran
By Ahmad Walij on Oct 3, 2009
@Ahmad Walij: Alhamdulillah, Bro
http://www.alislam.org/topics/messiah/
By Irenaeus Ahmad on Oct 4, 2009
Bt Ahmadi,
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun.” (Fathir: 28)
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani)
“Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka.” (Umar bin Abdul Aziz)
Hanyalah kepada Allah kita memohon taufik-Nya.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam beserta keluarga dan para shahabatnya.
Wassalam,
By Nabi Lama on Oct 5, 2009
The Latest Scandal of Ahmadiyya Mosque in Calgary, Canada
Ahmadiyya Mosque in Calgary, Canada, was inaugurated with great pomp and show by the 5th Khalifa, Mirza Masroor on 5th July 2008. As is the usual practice of Jamaat, present at the inauguration was the Prime Minister of Canada, Mr. Stephen Harper who was joined at the opening by several federal and provincial politicians, including Liberal Leader Stéphane Dion. Its website http://www.baitunnur.org/ says that it is one of the largest mosques in North America which has been completed through individual donations of Ahmadiyya Muslim Community. Some people sold their houses to give CHANDA for the mosque. Ahmadis were proud that Prime Minister Harper was full of praise for them. Several Newspapers published articles on it.
However all is not well and there is more than what meets the eye. According to newspaper reports from Canada (Calgary Sun and Calgary Herald) EllisDon Construction Services Inc. has filed a nearly $5-million lawsuit against Ahmadiyya Muslim Jama’at Canada Inc. It seems that Jamaat Ahmadiyya Canada had not paid them fully for the construction cost.
The construction company says it entered into a written contract in June 2006 to build the 45,000-square foot Ahmadiyya Muslim Mosque, completed in late August this year, and that the contract was breached. Naseer Ahmad, an employee or agent of Ahmadiyya also named as a defendant, is alleged to have interfered with EllisDon’s contractual and economic interests with an an intent to damage its reputation. EllisDon alleges he “encouraged subcontractors to reduce their billings on the project and to make up the reductions on other projects; issued instructions directly to subcontractors to carry out additional work then refused to pay for the work; advised contractors that delays in payments arose from the contractor’s incompetence or misconduct; and attempted to persuade the project consultant to rescind approvals and certificates of payments that had already been issued. If the dues are not cleared, then the court may decide to sell the property to pay the dues. Question is what happened to all the CHANDA given by the Ahmadis? Who misappropriated the CHANDA collected? There are rumours about some high officials in the Jamaat of Canada using that money in stock market and loosing badly. Members of the Jamaat in Canada are rightly worried that they will be asked to make more CHANDA now!
Read the newspaper reports here:
http://calsun.canoe.ca/News/Alberta/2008/12/19/7802031-sun.html
http://www.calgaryherald.com/Life/Calgary+company+sues+world+largest+mosque/1097192/story.html
Officials of Jamaat Ahmadiyya Canada has of course denied these allegations leveled by the contractors and have in return accused them of doing sub-standard work. Who was suppose to supervise this work? Why this issue of sub-standard work was not raised before inauguration? Why Jamaat waited until after the lawsuit was filed against it by the construction company to raise the issue of sub-standard construction? Perhaps these questions will be answered only through the court proceedings. One wonders what else is going on with other such construction projects of Jamaat Ahmadiyya especially in Africa. Who knows!
By Nabi Lama on Oct 5, 2009
“Once in the month of March 1905, because of shortage of earnings (he considered donations as earnings - Rashid) there was great difficulty in the expanses of Langerkhana (public kitchen) because guests were coming in abundance and in contrast monetary earnings were less, therefore prayers were made. I saw a dream on 5 March 1905 that one person who seemed like an angel came in front of me and put lot of money in my lap. I asked his name, he said no name. I said there must be some name. He said my name is Teechee Teechee…..” (Haqeeqat-ul-Wahi, Roohani Khazain vol.22 p.346)
By Nabi Lama on Oct 5, 2009
Sama apa beda?
Dalam syahadat kami Muhammad adalah Nabi Muhammad SAW, dalam syahadat Ahmadi, Muhammad = Mirza, betul betul betul?
Wassalam,
By Nabi Lama on Oct 5, 2009
“Questionable Rules And Conduct Of Ahmadiyya Canada”
Ahmadiyya Canada’ letter addressed to one of the parties to a civil conflict being dealt with by their Qaza Board, is appended below.
In this letter Ahmadiyya admin has informed the complainant that as a member of Ahmadiyya Jamaat, he cannot approach the Canadian civil courts for justice in the matter. Ahmadies are prohibited from taking their cases to the court and anyone violating these instructions is severely dealt with.
This is horrible. No citizen of a civilized country can be denied the right to go to a court of law and seek justice regardless of which religion or cult he belongs to. Denying anyone this basic right is indeed a violation of the fundamental rights of that person. This also indicates that Ahmadiyya considers itself to be above the law and all moral codes.
And what is this Qaza board that is advertised to be much superior to the court system? It is a bunch of semi-literate molvies who are trained and educated in only one thing: how to serve the Khalifa, his family and his cronies and how to make fools of common Ahmadies. They have absolutely no legal training and no idea of how a court works. The “justice” they dispense is based on what position parties hold in the Jamaat and what kind of connections and influence they have, (besides how well they can make the Qazi happy).
As the facts stand, the party to whom this letter is addressed, complained against high-handed corrupt attitude of the Qazi, and requested that the case be transferred to some other person. The request was denied. The complainant decided to withdraw his consent to have his case decided by the Qazi. In punishment, he was expelled from the Jamaat and boycott orders were issued.
Subsequently the case was decided with consent of both parties by a panel of arbitrators including Akber Choudhry and A.K. Shaikh. The arbitration was done in a matter of two days. This is a real slap in the face of Ahmadiyya Qaza system. It also shows that arrogance and high-handedness are not the only ways to settle disputes. Akber Choudhry and A.K. Shaikh did not wield any authority over the parties except their voluntary consent. If they could settle the matter to the satisfaction of both parties then why could Ahmadiyya Qaza not? The only answer is that those in Qaza Board are inapt bunch of idiots.
source: http://ahmedi.org/2009/09/questionable-rules-and-conduct-of-ahmadiyya-canada/
By Nabi Lama on Oct 5, 2009
Upaya untuk menutupi kebohongan:
Ahmadis keep hacking and deleting shaikh sahib’s videos which further proves the point that ahmadiyya is not “love for all hatred for none” its other way around. Hatred for all those who raise questions or criticizes the cruel system of jamaat ahmadiyya.
Source: http://ahmedi.org
By Nabi Lama on Oct 6, 2009
Let ones with pure hearts see the truth.. Ameen..
The War within Islam
(Translated to Bahasa Indonesia)
http://translate.google.com/translate?prev=hp&hl=en&js=y&u=http%3A%2F%2Frethinkingislam-sultanshahin.blogspot.com%2F2009%2F08%2Fwho-are-ahmadi-are-they-persecuted-lot.html&sl=en&tl=id&history_state0=&swap=1
A day with the “deviants”
(Translated to Bahasa Indonesia)
http://translate.google.com/translate?prev=hp&hl=en&js=y&u=http%3A%2F%2Fkehidupanbozo.blogspot.com%2F2009%2F10%2Fthis-is-story-about-ahmadiyyah-sect-in.html&sl=en&tl=id&history_state0=&swap=1
Sumbangan Ahmadiyah pada Pendidikan di Ghana
http://agamaislam.info/ahmadiyah/sumbangan-ahmadiyah-pada-pendidikan-di-ghana/
By Irenaeus Ahmad on Oct 11, 2009
Barahin-I- Ahmadiyya
http://www.youtube.com/watch?v=qgU3m5OOuaA&feature=rec-LGOUT-exp_fresh+div-HM
By Irenaeus Ahmad on Oct 15, 2009
QS Al Isra-15
Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah, maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
By Nabi Lama on Oct 16, 2009
Ahmadiyya Jail Chaplain
http://www.youtube.com/watch?v=St7yR5_rMQg
Jail Chaplain on Islam/Ahmadiyya
http://www.youtube.com/watch?v=xfL4k1sIvec
By Irenaeus Ahmad on Oct 16, 2009
Quote walij:
Alhamdulillah bertambah lagi setengah juta orang yang menghidmati Islam dalam naungan Jemaat Ahmadiyah (Qadian)
Alhamdulillah ya Allah….
Apakah ini suatu kebohongan………?
Ini kebenaran
jawab:
Jawaban orang yang berIQ jongkok yang merasa senang dapat info dari da’i-da’i sesat ahmadiyah yang dirinya sendiri tidak tahu kebenaran info tersebut. Ya dai-dainya hanya ingin pengikutnya senang
apa maksud ayat dibawah ini “walij”:
“Dan jika engkau mengikuti kebanyakan orang di bumi, mereka akan menyesatkan engkau dari jalan Allah.” (Al-An’am, 6:117)
Kenapa anda tidak memilih mengikuti ahmadiyah? kenapa anda tidak mengikuti Salamullah atau LDII, dst berdasarkan ayat tsb?
TO IRENAEUS AHMAD:
Nih orang bisanya cuma ngasih link tapi kalau diajak debat nyalinya langsung ciut dan ngumpet
By Friends on Oct 17, 2009
RALAT
Quote:
Alhamdulillah bertambah lagi setengah juta orang yang menghidmati Islam dalam naungan Jemaat Ahmadiyah (Qadian)
Alhamdulillah ya Allah….
Apakah ini suatu kebohongan………?
Ini kebenaran
jawab:
Jawaban orang yang berIQ jongkok yang merasa senang dapat info dari da’i-da’i sesat ahmadiyah yang dirinya sendiri tidak tahu kebenaran info tersebut. Ya dai-dainya hanya ingin pengikutnya senang
apa maksud ayat dibawah ini “walij”:
“Dan jika engkau mengikuti kebanyakan orang di bumi, mereka akan menyesatkan engkau dari jalan Allah.” (Al-An’am, 6:117)
Kenapa anda memilih mengikuti ahmadiyah? kenapa anda tidak mengikuti Salamullah atau LDII, dst berdasarkan ayat tsb?
TO IRENAEUS AHMAD:
Nih orang bisanya cuma ngasih link tapi kalau diajak debat nyalinya langsung ciut dan ngumpet
By Friends on Oct 17, 2009
Nubuatan tentang bencana yang merupakan Azab akan sempurna dan akan berjalan sangat cepat menuju kegenapannya…
Mari hindari atau setidaknya menunda azab itu dengan sadar bahwa Allah itu nyata adanya dan mengimani utusannya…
Karena Allah itu maha berkata-kata hingga waktu yang disukai-Nya…..
wahai atheis…
wahai animis…
wahai dinamis…
wahai para sadar yang melanggar (lebih keras)
Mari sadar bahwa Allah itu ada dan segera mengimani utusannya yang telah dinubuatkan sebelumnya dimana langit dan bumi mengakuinya
keputusan adalah pilihan hingga Allah menurunkan utusannya sebagai bukti Arrahman-Nya
Semoga kita diberikan hidayah dalam proses kehidupan ini….Amin!!!
By Ahmad Walij on Oct 18, 2009
Quote:
utusannya…utusannya…
Jawab:
Silakan mengimani siapa aja yang jadi utusan buat Sodara. Buat kami, muslim, Muhammad adalah utusan terakhir.
Quote:
Semoga kita diberikan hidayah dalam proses kehidupan ini
Jawab:
Silakan membaca Al Quran dengan benar dengan tafsir yang benar. Pelan2 usahakan tanpa taklid kepada Imam Sodara dulu, trus bandingkan dengan yang Sodara percayai lewat Imam Sodara.
By Nabi Lama on Oct 19, 2009
Alhamdulillah pembawa kabar gembira itu telah datang dan membawa kesempurnaan kebenaran yang telah dinubuahkan oleh Nabi suci Muhamad SAW
Allah adalah Dzat yang maha hidup dan berkata-kata
Betapa nikmatnya Islam itu yang hidup dan akan selalu hidup
Betapa meruginya dongeng-dongeng sebelum tidur itu dijadikan santapan rohani yg suci bersih pada hakikatnya
Betapa meruginya para pendusta dengan menyebut dirinya itu Nabi padahal Allah akan sesegera membinasakannya
Pembawa kabar gembira itu nyata adanya dan hingga kini tak satupun gejala racun dunia menghinggapinya……Allah hu Akbar
Saatnya kembali Kepada Tuhan yang Esa Allah SWT
dengan segala cinta kasihnya…..Amin!!!
By Ahmad Walij on Oct 19, 2009
Quote:
Allah adalah Dzat yang maha hidup dan berkata-kata
Jawab:
““Sesungguhnya akan ada tiga puluh orang pendusta di tengah umatku. Mereka semua mengaku nabi. Padahal, aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi sesudahku.”
Takhrij
Hadits ini diriwayatkan Abu Dawud (3710), At-Tirmidzi (2145), Ibnu Majah (3942), Ahmad (21361), Al-Baihaqi dalam Dala`il An-Nubuwwah (2901), Ibnu Wadhdhah dalam Al-Bida’ (249), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (8509), Ibnu Hibban dalam Shahihnya (7361), dan Ath-Thabarani dalam Musnad Asy-Syamiyyin (2623); dari Tsauban bin Bujdud RA. At-Tirmidzi berkata, “Ini adalah hadits hasan shahih.” Al-Hakim berkata, “Hadits ini shahih menurut syarat Al-Bukhari dan Muslim, namun mereka berdua tidak mengeluarkannya.” Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Tahqiq Misykat Al-Mashabih (5406), Shahih Sunan Abi Dawud (4252), Shahih Sunan At-Tirmidzi (2219), dan Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir (2654).
Dengan matan sedikit berbeda, hadits tentang akan munculnya nabi palsu juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3340), Muslim (7526), At-Tirmidzi (2144), Ahmad (6930), dan Ath-Thabarani dalam Al-Kabir (199); dari Abu Hurairah RA.
Dalam ‘Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, Imam Abu Ath-Thayyib Abadi menyebutkan sebuah atsar dari Ibnu Abi Hatim dari Abu Zumail; Ada seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Abbas RA, “Hai Ibnu Abbas, sesungguhnya Al-Mukhtar bin Abi Ubaid mengaku bahwa tadi malam dia mendapatkan wahyu.” Ibnu Abbas berkata, “Dia benar.” Abu Zumail yang saat itu berada di dekat Ibnu Abbas langsung tersentak. Dia bangun dan berkata, “Ibnu Abbas mengatakan Al-Mukhtar benar telah mendapatkan wahyu?”
Kata Ibnu Abbas, “Sesungguhnya wahyu itu ada dua macam; wahyu dari Allah dan wahyu dari setan. Wahyu Allah diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. Sedangkan wahyu setan diturunkan kepada kawan-kawannya.” Lalu, Ibnu Abbas pun membaca ayat, “Sesungguhnya setan itu memberikan wahyu kepada kawan-kawannya untuk membantah kalian.” (QS. Al-An’am: 121)
Pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan Al-Umawi, juga ada nabi palsu bernama Al-Harits bin Said Al-Kadzdzab. Dulunya, ia adalah seorang zuhud yang ahli ibadah. Namun sayang, ia tergelincir dari jalan Allah dan mengikuti jalan setan. Ia didatangi iblis dan diberi ‘wahyu.’ Ia bisa membuat keajaiban2 laksana mukjizat seorang nabi. Saat musim panas, ia datangkan buah-buahan yang hanya ada pada musim dingin. Dan ketika musim dingin, ia datangkan buah-buahan musim panas. Sehingga, banyak orang yang terpesona dan mengikuti kesesatannya.
Al-Harits ditangkap oleh Khalifah Abdul Malik. Ia disuruh bertaubat dan diberi kesempatan untuk bertaubat. Sejumlah ulama didatangkan untuk menyadarkannya. Tapi ia enggan. Ia tetap dalam kesesatannya. Akhirnya, Abdul Malik pun menjatuhkan hukuman mati padanya. Al-Ala` bin Ziyad berkata, “Aku tidak iri sedikit pun pada kekuasaan Abdul Malik. Tapi aku iri dengan vonis matinya terhadap Al-Harits. Sebab, Rasulullah SAW bersabda, ‘Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum muncul tiga puluh orang dajjal pendusta yang semuanya mengaku nabi. Oleh karena itu, barangsiapa yang mengaku nabi, maka bunuhlah ia. Dan barangsiapa yang membunuh salah seorang dari mereka, maka ia akan masuk surga’.” (HR. Ibnu Asakir)
By Nabi Lama on Oct 19, 2009
Carilah, galilah sesuatu hal langsung dari sumbernya……Insya Allah akan jelas, terperinci dan pasti
Janganlah mencari sesuatu dengan diraba-raba dan berselimut ketidak sabaran dan amarah yang menjerumuskan
Salah satu gejala kemunduran Islam adalah ketika Al-Qur’an dengan tidak sadar ditinggalkan dan lebih mengutamakan pendukungnya yang belum tentu sesuai
Bercengkramalah dengan nyata dengan tidak meraba dan menjadi Jin yang payah
Semoga Allah memberikan hakikat keselamatan kepada kita…….Amin!!!
By Ahmad Walij on Oct 19, 2009
Quote:
Carilah, galilah sesuatu hal langsung dari sumbernya
Jawab:
Betul, Islam yang diturunkan oleh Nabi Muhammad SAW, sumbernya para ulama Islam.
Ahmadiyah, dibawa oleh Mirza Ghulam Ahmad, sumbernya ulama Ahmadiyah.
By Nabi Lama on Oct 19, 2009
Baca lagi….
Bt Ahmadi,
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun.” (Fathir: 28)
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani)
“Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka.” (Umar bin Abdul Aziz)
Hanyalah kepada Allah kita memohon taufik-Nya.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam beserta keluarga dan para shahabatnya.
Wassalam,
By Nabi Lama on Oct 19, 2009
Al-Qur’an adalah nyata kebenarannya dan merupakan sumber dari segala sumber kitab tertulis…
Al-Qur’an adalah nyata kebenarannya dan merupakan sumber dari segala sember kitab tertulis…
Al-Qur’an adalah nyata kebenarannya dan merupakan sumber dari segala sumber kitab tertulis…
Didalamnya terdapat hamparan kata yang luas, indah dan bermakna dalam bagi kehidupan alam jagad raya ini…
Bersumberlah pada kandungan Al-Qur’anul karim itu, dengan tidak terbuai syair-syair penuh kebencian para penyair kuno itu, yang mana menyebut dirinya baik beralaskan ketidak jujuran yang tak disadari…
Berhubunganlah dengan sesama manusia dalam hal yang baik-baik…
Berhubunganlah dengan Allah selalu dan ketika hubungan dengan manusia itu tak bermakna kebenaran…
Karena Allah adalah Maha hidup dan berkata-kata dan Islam adalah Agama hidup dimana pembawa kebenaran itu adalah Nabi Besar Muhammad SAW dari kalangan Bani Ismail bukan dari kalangan Bani Israil yang diharapkan kedatangannya untuk Umat yang besar ini…
Salawat serta penuh kecintaan ku tujukan kepada Nabi yang besar itu Muhammad SAW…
Semoga Allah memberikan hidayah dan kekuatan hati pada kita semua…Amin!!!
By Ahmad Walij on Oct 20, 2009
Belajarlah dari kedua belah pihak…
Saya sudah baca sejumlah tulisan Ahmadiyah baik dari orang yang masih aktif atau pun yang mantan.
Juga tulisan Ulama2 Islam yang membahas Ahmadiyah.
Kesimpulan saya, Ahmadiyah versi sekarang lain dengan versi yang lama, banyak modifikasi. Tidak salah kalau para Ulama Islam juga menyandarkan pada pemahaman Ahmadiyah pada tulisan2 asli Ahmadiyah terdahulu.
Yang Sodara sendiri mungkin belum pernah melihat tulisan2 itu secara langsung.
Mohon supaya dipelajari lagi secara mendalam, yang menjadi kepercayaan Sodara itu.
Mengutip pernyataan Sodara:
Semoga Allah memberikan hidayah dan kekuatan hati pada kita semua…Amin!!!
Wassalam,
By Nabi Lama on Oct 20, 2009
Silakan baca:
“On a day of Qurban (78)two bearded Muslims wearing turbans and long robes bought a cow to
kill as a sacrifice. As they were passing a Hindu quarter on their way home, a Hindu stopped them to ask them what they were going to do with the cow. When they said they were going to kill it as a sacrifice, the Hindu began to shout, “Hey, people! Help! These men are going to sacrifice our god.” And the two Muslims also shouted, “O Muslims! Help! These men are going to seize our sacrifice.” Hindus and Muslims gathered around the place and began to fight by using sticks and knives. Hundreds of Muslims were killed. Later, however, the two people who had been taking the cow through the Hindu quarter were seen disappearing into the British embassy. This comes to mean that this event was provoked by the British. The correspondent who relates this event adds, “We know how you spoiled Muslims’ day of Qurban.” With trick of
this sort and innumerable other types of cruelty they tried to destroy Muslims.
Later on, when they saw that the Hindus were gradually rising against them, they began, by 1287 [A..D. 1870], to support the Muslims against the Hindus.
There appeared strange people who bore Muslim names yet who were hostile against the Ahl assunnat, said that it was not fard to make Jihad with the sword, said ‘halal’ about what Islam has prescribed to be haram, and attempted to change Islam’s principles of belief. Sir Sayyid Ahmad, Ghulam Ahmad Qadiyani, Abdullah Ghaznawi, Ismail-i-Dahlawi, Nazir Husain Dahlawi, Siddiq Hasan Khan Pehupali, Rashid Ahmad Kenkuhi, Wahid uz-zaman Haydar Abadi, Ashraf Ali Tahanawi, and Muhammad Ishaq, who was Shah Abd-ul-aziz’s grandson, were only a few of these people. Supporting these people, the British caused the appearance of more new sects.
They strove to make Muslims follow these sects.”
Sumber: Confession of A British Spy and
British Enmity Against Islam
http://www.hizmetbooks.org
By Nabi Lama on Oct 22, 2009
Tali yang panjang itu akan selalu terpelihara untuk kegunaannya, bahkan akan semakin panjang hakikat dibutuhkannya
Tak terhingga tali itu sebutannya, tapi hanya satu yang hakiki kebenarannya
Tidak seperti tali-tali yang lainnya milik para tetangga itu, dimana nafsu dunia mempengaruhinya hingga putus tak terhingga jumlahnya
Itulah hakikat dari kebenaran itu, dia akan selalu terikat induk dengan Maha-Nya yang Maha hidup dan berkata-kata
Allah hu Akkbar
Allah hu Akbar
Allah hu Akbar
Subhanallahu…Maha Suci Allah
Semoga Allah membuka relung kebenaran dalam hati kita yang terdalam…Amin!!!
By Ahmad Walij on Oct 22, 2009
Tergantung penterjemahannya lah ya?
Tali yang dimaksud adalah tali tauhid dari agama2 samawi.
Ujung dari tali itu ada di tangan Nabi Muhammad SAW, seperti pada hadist2 Beliau.
Ulama2 yang mukhlisin adalah ulama2 yang disebutkan sebagai pewaris Nabi SAW.
Entah, kalo talinya MGA dapet dari mana ya? Dikasih ama Inggris kali…
Kok jadi banyak yang menyalahi hadist2 Nabi SAW?
So, buka dong kaca mata kudanya….
Wassalam,
By Nabi Lama on Oct 23, 2009
Terkadang perasaan dan perkataan selalu tak disadari
Maka dari itu renungkan kembali
Kenyataan yang ada adalah konsekuensi kehidupan
Dalam rangkaian sebuah kalimat persoalan,maka jika engkau memilih “A”, adalah mutlak keinginan hatimu, dan jika aku memilih “B”, maka itu mutlak keinginan hatiku
“A” adalah baik menurutmu dan “B” adalah baik menurutku
Hak ku mengajak engkau memilih “B” dan hak mu jika engkau mengajak memilih “A”
Namun tidak ada pemaksaan dari sudut manapun perkara mengajak tersebut
Maka berlembut-lembutlah engkau dalam memilah dan memilih…..
Semoga Allah selalu menganugerahkan santun di hati kita semua…Amin
By Ahmad Walij on Oct 23, 2009
Doa Iftitah Sholat Malam Dan Penegakkan hukum Allah
Friday, October 9, 2009 at 2:25pm
oleh Ihsan Tandjung
Dalam sebuah hadits shohih riwayat Imam Muslim terdapat sebuah tanya jawab antara seorang sahabat bernama Abu Salamah ibnu Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ’anhu dengan istri Nabi Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu ’anha. Sahabat ini menanyakan soal bacaan doa yang biasa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ucapkan bila membuka sholat malam alias sholat tahajjud. Artinya beliau ingin tahu doa iftitah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ketika mengawali sholat malam. Maka Aisyah radhiyallahu ’anha menjelaskan dengan lengkap. Ternyata jika kita renungkan isinya maka tampak betapa banyak pelajaran dan mutiara hikmah yang bisa kita petik darinya. Adapun lengkap haditsnya adalah sebagai berikut:
Berkata Abu Salamah ibnu Abdurrahman bin Auf: “Aku bertanya kepada Ummul Mu’minin Aisyah: Dengan doa apakah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam membuka sholatnya bila ia bangun malam?” Aisyah menjawab: “Bila Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bangun malam beliau membuka sholatnya dengan: Allahumma Rabba Jibriila wa Mikaaiila wa Iraafiila Faathiros-samawaati wal ardhi ‘aalimal-ghaibi wasy-syahaadati anta tahkumu baina ‘ibaadika fiima kaanuu fiihi yakhtalifuuna ihdinii limakhtulifa fiihi minal-haqqi bi-idznika innaka tahdii man tasyaa-u ilaa shiraatim-mustaqiim (“Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui hal-hal yang ghaib dan nyata. Engkau yang menghukumi (memutuskan) di antara hamba-hambaMu dalam perkara yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah aku, dengan seizinMu, pada kebenaran dalam perkara yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Engkau menunjukkan jalan yang lurus bagi orang-orang yang Engkau kehendaki.”) (HR Muslim 1289)
Pertama, doa ini diawali dengan menyeru Allah dengan beberapa atribut muliaNya. Mula-mula si hamba menyebut Allah sebagai Rabb dari tiga malaikat mulia yang masing-masing mempunyai tugas-tugas tertentu yang luar biasa. Yaitu malaikat Jibril yang merupakan panglima alias pimpinan segenap malaikat lainnya. Di samping itu malaikat Jibril juga bertugas mengantarkan wahyu kepada para Rasul Allah. Subhaanallah…! Jadi, kita seolah diingatkan bahwa Allah yang kita seru di tengah malam itu ialah Rabb dari malaikat yang telah mengantarkan wahyu Kitabullah Zabur kepada Nabiyullah Daud ’alihis-salaam, Kitabullah Taurat kepada Nabiyullah Musa ’alihis-salaam, Kitabullah Injil kepada Nabiyullah Isa ’alihis-salaam serta Kitabullah Al-Quran Al-Karim kepada Nabi kita Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.
?????????? ????? ???????????? ????????????? ??????????????
“Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail dan Israfll…”
Kemudian kita menyeru Allah yang merupakan Rabb malaikat Mikail, yaitu malaikat yang bertugas mengantarkan rizki setiap makhluk ciptaan Allah. Setiap manusia memperoleh rizki, maka malaikat inilah yang bertugas mengantarkan dan memastikan ia sampai kepada manusia tersebut. Bahkan hingga rizki segenap hewan dan tumbuh-tumbuhan…. Semua memperoleh rizkinya berkat izin Allah semata via kurir istimewa malaikat Mikail ini. Subhaanallah…! Jadi, melalui potongan doa ini kita seolah diingatkan bahwa Allah yang kita jadikan tempat mengeluh di tengah malam itu ialah Rabb Pemberi Rizki yang Maha Murah dan bahwa Allah mempunyai malaikat yang bertugas sebagai aparat penyalur rizki yang tidak pernah sesaatpun lalai ataupun malas menjalankan tugasnya…!
Selanjutnya kita memanggil Allah yang merupakan Rabb dari malaikat Israfil, yaitu malaikat yang bertugas meniup sangkakala pada saatnya sebanyak dua kali. Tiupan pertama pertanda dimulainya peristiwa dahsyat hari Kiamat. Selanjutnya begitu Kiamat tegak maka tidak ada satupun makhluk yang akan dibiarkan Allah masih bernyawa selain malaikat Maut pancabut nyawa. Hingga Allah akan mencabut nyawa malaikat Maut itu dengan tanganNya sendiri. Wallahu’a’lam. Selanjutanya malaikat Israfil akan meniup sangkakala kedua kalinya sebagai pertanda dihidupkan dan dibangkitakannya kembali segenap makhluk dari kuburnya.
???????? ??? ???????? ???????? ???? ??? ????????????? ?????? ??? ?????????
?????? ???? ????? ??????? ????? ?????? ????? ??????? ??????? ???? ??????? ???????????
”Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS Az-Zumar ayat 68)
Jadi, melalui potongan doa ini kita diingatkan akan Allah sebagai Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa menetapkan bila akan terjadinya peristiwa dahsyat hari Kiamat. Hari dimana manusia tidak akan sanggup membayangkannya. Hari dimana Allah akan hancurkan segenap alam semesta yang diciptakan dengan tanganNya sendiri atas Kehendaknya sendiri. Kemudian Allah izinkan malaikat Israfil untuk meniup sangkakala sebagai pertanda diawalinya peristiwa dahsyat tersebut. Untuk selanjutnya meniup sangkakala sekali lagi pertanda tegaknya hari berbangkit dimana setiap manusia akan berdiri satu per satu menunggu giliran dirinya diperiksa dan diadili oleh Allah Yang Maha Perkasa, Maha Adil lagi Maha Bijaksana.
Kedua, selanjutnya kita menyeru Allah dalam kaitan sebagai Pencipta langit dan bumi. Artinya, melalui potongan doa ini kita diingatkan betapa kecil dan tidak berdayanya diri ini di hadapan Allah Yang Maha Agung yang telah menciptakan segenap lapisan langit dan bumi beserta segenap isinya. Subhaanallah…! Hal ini diharapkan akan menumbuhkan rasa tunduk dan berserah diri dalam hati menghadapi Allah Dzat yang Maha Kuasa satu-satunya fihak tempat kita menghamba, mengabdi, bergantung dan memohon pertolongan.
??????? ????????????? ???????????
.” Wahai Pencipta langit dan bumi.”
Ketiga, kemudian kita menyeru Allah Yang Maha Tahu perkara ghaib maupun nyata dalam kehidupan ini. Artinya, potongan doa ini menumbuhkan dalam diri bahwa fihak yang kita seru di tengah malam adalah Rabb Yang tidak saja mengetahui segenap perkara yang tampak dan bisa diindera, melainkan juga mengetahui segenap perkara tidak tampak bahkan di luar jangkauan panca indera manusia. Allah ialah Dzat Yang Maha Tahu apa yang sudah, sedang dan akan terjadi dengan segenap rincian kejadiannya. Allah ialah Dzat Yang Maha Tahu segenap perkara baik dalam dimensi yang terjangkau oleh fikiran manusia maupun tidak. Allah ialah Dzat Yang Maha Tahu segenap peristiwa yang dialami makhluk kasar manusia maupun makhluk halus, baik jin maupun malaikat. MasyaAllah…!
??????? ????????? ??????????????
”Wahai Rabb yang mengetahui hal-hal yang ghaib dan nyata.”
Keempat, kemudian kita bersaksi bahwa Allah merupakan Hakim yang Maha Bijaksana, Maha Adil lagi Maha Baik. Allah memutuskan dengan keputusan terbaik dalam berbagai perkara yang diperselisihkan oleh hamba-hambaNya. Dan kita kaitkan dengan realitas dunia dimana kita saksikan dewasa ini begitu banyak perbedaan pendapat dan perselisihan antara manusia. Baik itu dalam urusan pribadi, perdagangan, politik, sosial, budaya, seni, pendidikan, hukum, militer, antar negara dan lain-lain. Melalui potongan doa ini, kita diingatkan bahwa sebaik-baiknya penyelesaian menghadapi segala perbedaan pendapat dan perselisihan antar sesama manusia ialah dengan mengembalikannya kepada Allah, Wahyu Allah, Kitabullah dan hukum Allah.
?????? ???????? ?????? ????????? ?????? ??????? ????? ?????????????
”Engkau yang menghukumi (memutuskan) di antara hamba-hambaMu dalam perkara yang mereka perselisihkan.”
Pada hakikatnya kekacauan yang timbul dewasa ini merupakan konsekuensi logis dari kesombongan manusia yang menyangka bisa menghasilkan kebijakan yang adil bagi segenap manusia padahal mereka menyelesaikannya dengan fikiran dan hukum bikinan manusia. Mereka enggan untuk mengembalikan segenap urusan hidup dan perbedaan pendapat kepada Allah Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana. Sampai kapan manusia akan terus berlaku sombong dengan meninggalkan hukum berdasarkan petunjuk dan wahyu Allah Subhaanahu Wa Ta’aala? Sampai kapan manusia akhirnya akan menyadari bahwa segenap fikiran mereka disatupadukan tidak akan pernah bisa menghasilkan hukum yang adil-bijaksana bagi manusia lainnya? Hanya dengan mengakui bahwa Allah-lah satu-satunya fihak Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana ummat manusia akan menjalani kehidupan yang penuh keadilan hakiki di dunia yang fana ini. Wallahua’lam…!
Kelima, lalu barulah kita mengajukan permohonan dengan rendah diri dan rendah hati di hadapan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Suci. Kita nyatakan ketergantungan kita akan petunjukNya untuk memberikan keputusan yang benar di tengah perselisihan pendapat yang merebak di antara umat manusia. Dan kita tegaskan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya fihak yang menunjuki manusia ke jalan yang lurus. Tidak ada manuisa manapun, sebesar apapun kekuasaan dan pengaruhnya di muka bumi ini, yang dapat mengantarkan dan menunjuki manusia lain ke jalan yang lurus dan terjamin mengantarkan kita ke surga tempat kebahagiaan sejati dan abadi.
???????? ????? ????????? ????? ???? ???????? ?????????? ??????? ??????? ???? ??????? ????? ??????? ???????????
”Tunjukkanlah aku, dengan seizinMu, pada kebenaran dalam perkara yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Engkau menunjukkan jalan yang lurus bagi orang-orang yang Engkau kehendaki.”
Lalu dengan tetap menyerahkan keputusan akhir kepada Allah, kita nyatakan dengan jujur bahwa pada akhirnya Allah saja yang berhak menentukan siapa di antara hamba-hambanya yang berhak mendapat petunjukNya. Namun tentunya kita berharap kepada Allah bahwa diri kita termasuk mereka yang dipilihNya untuk memperoleh petunjukNya di tengah kesemrawutan perselisihan di antara umat manusia.
Oleh karenanya, sebagai bukti bahwa doa yang kita baca bukan sekedar pemanis di bibir sekedar untuk ”menyenangkan” Allah belaka, maka dalam realitas selanjutnya kita berusaha sekuat tenaga merujuk kepada ketentuan-ketentuan Allah melalui kitabNya, Al-Qur’an dan tuntunan RasulNya, hadits-hadits shohih dari Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dalam menyelesaikan berbagai urusan hidup di dunia. Sebab kita sangat khawatir bahwa jika segenap masalah –baik kecil apalagi besar- tidak kita selesaikan berdasarkan apa yang Allah telah wahyukan, maka ancaman Allah sangat kita takuti. Kita sangat khawatir bahwa sikap meninggalkan hukumNya adalah sikap dusta dalam mengakui Allah sebagai Hakim yang Maha Bijaksana, Maha Adil lagi Maha Baik.
?????? ???? ???????? ????? ???????? ??????? ??????????? ???? ?????????????
”Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (QS Al-Maidah ayat 44)
?????? ???? ???????? ????? ???????? ??????? ??????????? ???? ?????????????
”Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” (QS Al-Maidah ayat 45)
?????? ???? ???????? ????? ???????? ??????? ??????????? ???? ?????????????
”Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Maidah ayat 47)
Ketiga ayat di atas merupakan ancaman bagi setiap orang yang tidak menjalankan penyelesaian perkara dengan kembali kepada Hukum Allah. Bayangkan, ancamannya sampai tiga macam label yang mengerikan..! Manusia yang memutuskan perkara tidak menurut apa yang diturunkan Allah, berarti ia dipandang Allah sebagai kafir, zalim dan fasik…! Lalu dalam ayat lainnya bahkan dengan tegas Allah hanya menawarkan dua pilihan bagi suatu masyarakat dalam kaitan dengan urusan hukum. Atau masyarakat itu mengembalikannya kepada hukum Allah dan bila tidak mau, maka masyarakat itu dipandang Allah sebagai masyarakat yang memilih hukum Jahiliyah.
?????????? ??????????????? ????????? ?????? ???????? ???? ??????? ??????? ???????? ??????????
”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al-Maidah ayat 50)
Ya Allah, tunjukkanlah pada kami bahwa yang benar itu memang benar adanya dan berilah kami kekuatan untuk mematuhinya. Dan tunjukkanlah kepada kami bahwa yang batil itu memang batil dan berilah kami kekuatan untuk meninggalkannya. Amin ya Rabb.
Sumber http://www.eramuslim.com
By Nabi Lama on Oct 24, 2009
Kebenaran itu telah nyata, nyata, nyata adanya…
Hingga hakikat ragawi dan rohani pun senantiasa ingin selalu selaras searah…
Hingga cerita lama meracuninya…
Sungguh Azab Allah itu telah sempurna adanya menuju Azab yang luar biasa kemudian…
Mari kita hambat setidaknya atau meniadakannya sama sekali dengan jalan yang Allah cintai…kasih, santun, jernih hati dan pikiran…
Hak itu memang nyata adanya hingga Allah menindak lanjutinya sebagai kasih sayang-Nya…
Namun jangan sekali-kali kau sombong akan keangkuhanmu itu…
Subhanallahu…Maha suci Allah
Wassalam
By Ahmad Walij on Oct 24, 2009
Both side of story my friend….
Cerita lama adalah sejarah, kenyataan yang telah dilalui oleh ummat manusia, jadikan itu pelajaran buat kita berjalan ke depan….
Hanyalah kepada Allah kita memohon taufik-Nya.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam beserta keluarga dan para shahabatnya.
Wassalam,
By Nabi Lama on Oct 25, 2009
Cerita lama itu terlalu banyak bumbu ceritanya hingga akal menjadi musuhnya…
Daku manusia sudah terlalu kecut merasakannya…
Sungguh hanya Allah sumber kebenarannya…
Tiada daya dan Upaya hanya pada Allah manusia meminta dari segala hal yang baik-baik pada hakikatnya…
Gunakan akal dan hati yang sehat…
buang jauh2 dongeng sebelum tidur itu dimana pembuatnya adalah kaum yang paling dirimu benci…
Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan kekuatan jiwa yang hakiki pada kita semua…Amiiiiiiiiiiiiiiiin
By Ahmad Walij on Oct 25, 2009
Hee…heee Walij tahu kalau Allah Sumber kebenarannya tetapi kenapa anda tidak mempraktekkan ucapan anda tsb. Tong kosong nyaring bunyinya
Coba dong pak buktikan pendakwaan ghulam yang macam-macam melalui Al-Qur’an. Saya tunggu jawabannya pak. Jangan pakai lagu lama dengan cara ngumpet tahu-tahu muncul mengulang dari awal lagi.
By Friends on Oct 25, 2009
An Article in HARVARD HUMAN RIGHTS JOURNAL:
“Persecution of the Ahmadiyya Community in Pakistan: An Analysis Under International Law and International Relations.”
http://www.law.harvard.edu/students/orgs/hrj/iss16/khan.shtml
The Bahasa Translation (not so good):
http://translate.google.com/translate?prev=hp&hl=en&js=y&u=http%3A%2F%2Fwww.law.harvard.edu%2Fstudents%2Forgs%2Fhrj%2Fiss16%2Fkhan.shtml&sl=en&tl=id&history_state0=
By Irenaeus Ahmad on Oct 27, 2009
Dear Ahmadi,
Acuannya cuma Human Right versi bule. Nah kalo mau urut2 sejarah penjajahan orang bule terhadap bangsa2 lainnya di dunia. Dia no.1, pelanggar hak2 asasi manusia. See the history beyond….
Wassalam,
By Nabi Lama on Oct 29, 2009
Begitulah para pelaku kebenaran fiktif itu…
mencari alasan dengan mengungkit masa lalu….
ibarat hal sempurna tanpa kesalahan belaka….
padahal keyakinan itu adalah hak bagi mereka…
selama mereka tidak memaksakan keyakinan itu dengan cara-cara yang dimurkai Allah
Maha suci Allah…
By Ahmad Walij on Nov 1, 2009
Kenapa ya ada orang merasa bangga sebagai kaki tangan orang bule. Ngga beda dengan Imam mereka yg berlindung dibawah ketiak Inggris.
Padahal orang bule sendiri merasa superior terhadap ras lainnya. Bisa kita rasakan kalo kita hidup disana, isu rasialis masih tetap hidup. Sepanjang ada orang yang membenarkan perbuatan mereka dan bangga dengan meniru2 (perbuatan) mereka.
Kemerdekaan manusia dibangun oleh Nabi SAW, dengan memerdekakan Bilal dan budak2 lainnya.
Lha, MGA kok malah berlindung di bawah penjajah Inggris. Apa bisa dibilang MGA mengikuti Nabi SAW? Jauh panggang dari api…
Kami membebaskan kok keyakinan Ahmadi, asal jangan menamakan diri Islam.
Wassalam,
By Nabi Lama on Nov 2, 2009
Kisah lama berulang kembali, namun sangat meyakinkan akan kebenaran hakiki…..
Begitulah insan lemah itu bertutur….
Hanya kata-kata duniawi tak bermakna saja yang bisa dihaturkan…..
Islam adalah seraya alam ini kepada sang pencipta yang memiliki segala Maha kebaikan itu….
Terlalu hebat bangsa Inggris itu untuk mencengkram Jemaat Allah ini…..
Apakah mereka siap melihat tetangga mereka yang mereka anggap berbeda, akan tetapi sama dalam setiap nafas hakikat tujuannya…..
Sungguh sangat meyakinkan mereka itu tak akan pernah puas mengkoyak-koyak jalan kebenaran ini….
Semoga Allah selalu melindungi kita semua…Amiiiiiiin!!!
By Ahmad Walij on Nov 2, 2009
Quote:
Sungguh sangat meyakinkan mereka itu tak akan pernah puas mengkoyak-koyak jalan kebenaran ini….
Jawab:
Sodara juga sungguh2 yakin sekali dengan “jalan kebenaran” yang dibawa oleh MGA.
Dengan menyampingkan ayat Al Quran (terjemahan dan tafsir asli) juga hadist2 Nabi SAW, yang menyatakan tiada nabi lagi sesudah Nabi SAW.
Saya hanya bisa menyampaikan:
“Lakum diinukum waliya diin”
Wassalam,
By Nabi Lama on Nov 4, 2009
Alhamdulillah….Alhamdulillah hirobbil alamiin
Satu insan telah meresapi makna sebenarnya dari bertutur kata yang ramai….
Ikutilah insan itu wahai yang lain….
Keyakinan itu adalah hak bagimu……
Hingga kekasaran dalam memaksakan kebenaran itu menghempaskan kau dari jalan kebenaran….
Alhamdulillah……
By Ahmad Walij on Nov 4, 2009
Quote:
Hingga kekasaran dalam memaksakan kebenaran
Jawab:
Maksudnya????
Saya sih cuman ingin berkata dari hati ke hati, spt yang ada tertulis dalam Al Quran:
QS 2:16 Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
QS 68:7 Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
QS 109:6 Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku
Wassalam
By Nabi Lama on Nov 7, 2009
Hingga kemenangan itu semakin dekat kedatangannya….
Hanya hati-hati yang bersih yang dapat melihatnya…..
Amiiiiiiiin
By Ahmad Walij on Nov 13, 2009
To Walij
Ckk Ckkk Ckkk Walij bicara soal kebenaran, kemenangan, dll tapi membuktikan kebenaran MGA hasilnya nihil. Disuruh memberikan bukti pendakwaan MGA di Al-Qur’an berusaha berkelit berbicara lain.
TONG KOSONG NYARING BUNYINYA
By friends on Nov 19, 2009
Tak banyak orang mengenal sosok yang satu ini. Mubaligh senior yang sempat 10 tahun bergabung dengan Ahmadiyah ini, kemudian menyadari dan insaf bahwa Ahmadiyah keliru dan sesat. Ia pun lantas meninggalkan Ahmadiyah. Meskipun awalnya pertemuan dengan tokoh sekaliber Buya Hamka dan M Natsir tak membuatnya goyah untuk tetap memeluk Ahmadiyah.
Tekadnya sekarang adalah menghabiskan sisa hidupnya untuk melakukan penyadaran bagi Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) agar kembali pada Islam yang kaffah. Ia tegaskan lagi janjinya saat tabligh akbar di Masjid Al Barkah, Matraman, Jakarta. Pemimpin Yayasan Kebangkitan Kaum Muslimin di Garut, Ahmad Hariadi, memaparkan kisahnya kepada wartawan Republika, Rachmat Santosa Basarah.
Baca seterusnya di:
http://mualaf.com/islam-is-not-the-enemy/info-liberalisme/counter-sesat-dan-liberal/5542-ahmad-hariadi-mantan-mubaligh-ahmadiyah–tugas-saya-menyadarkan-jemaat-ahmadiyah
Wassalam,
By Nabi Lama on Dec 31, 2009
@Walij, ngomong2 lu diawang2.. gak punya dalil yg valid.
By idr76 on Jan 5, 2010
Apa pendapat resmi NU tentang arti Khataman Nabiyyin:
http://islamireligius.blogspot.com/2010/01/adakah-nabi-lagi.html
By Irenaeus Ahmad on Jan 16, 2010
ISLAM
Mengapa Tuhan menamai agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW dengan agama Islam? Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu dari akar kata salima yang berarti selamat, damai, dan bebas. Akar kata yang sama melahirkan beberapa kata yang amat penting dalam Islam, seperti salam (damai), Islam (kedamaian), istislam (pembawa kedamaian), dan taslim (ketundukan, kepasrahan, dan ketenangan).
Baca selengkapnya di:
http://www.republika.co.id/berita/101510/islam
Jadi mengapa Ahmadiyah?
Wassalam,
By Nabi Lama on Jan 28, 2010
Kavling Surga
…
Sejumlah ulama sebelumnya juga mengajak penganut Ahmadiyah untuk ruju’ilal haq atau kembali kepada kebenaran. Sebelumnya, MUI dan ormas-ormas Islam bersedia membuka pintu untuk membimbing warga Ahmadiyah. Bangsa ini memang tak membutuhkan Ahmadiyah dan Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku nabi dan memperjualbelikan kavling surga.
Baca selengkapnya di:
http://mualaf.com/islam-is-not-the-enemy/info-liberalisme/counter-sesat-dan-liberal/5511-islam-tak-butuh-mirza-ghulam-ahmad
Wassalam,
By Nabi Lama on Jan 28, 2010
After reading you site, Your site is very useful for me .I bookmarked your site!My Home free battery
By free battery on Mar 7, 2010