Kasus Ahmadiyah di Parung Bogor memang menyebabkan polemik berkepanjangan antara pejuang HAM serta Islam Liberal (apa pula ini) Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Islam Konservatif. Bahkan dalam suatu wawancara terhadap pihak liberal di suatu harian jumpa pers bersama Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, pembicara pihak liberal Ulil Absar Abdala, tokoh JIL, sempat mengatai fatwa MUI tentang pelarangan Ahmadiyah adalah tindakan tolol dan konyol. Dzigh… tidak adakah kata yang lebih sopan lagi…
Namun menurut Pak Din Syamsudin dari MUI, fatwa MUI hanya melarang aliran Ahmadiyah yang menyimpang yaitu aliran yang mengakui pendirinya sebagai Nabi baru. Karena sudah jelas-jelas di Al-Quran dikatakan bahwa nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW. Kalaupun ada, dan itu merupakan salah satu tanda-tanda akhir jaman, adalah kemunculan kembali Nabi Isa A.S.
Apakah Ahmadiyah bentuk lain dari musuh-musuh Islam yang ingin memporak porandakan Islam? Bila memang salah kaprah dari hal-hal dan aturan yang jelas tertulis di Al Quran dan Al Hadits, maka sudah sepatutnya Ahmadiyah dilarang. Gak perlu lah denger lagi pejuang HAM, kebebasan beragama dan lainnya. Suru mereka kelaut aja.
Ahmadiyah dan Kebebasan Beragama
Related Posts
|
Ahmadiyah atau Ahmadiah: 6 tahun berlalu namun belum juga berakhir Setelah 6 tahun lalu saya menulis http://isnandi.net/2005/08/03/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/ tentang... |
Gunung Batu Bogor Semakin Macet Lain dari biasanya, Gunung Batu Bogor kali ini macet mulai dari pagi sampai dengan siang hari. Daerah... |
Daging Sapi Campur Celeng di Bogor Dua hari lalu saat menonton berita di sore hari saya dikejutkan dengan berita adanya daging celeng yang... |
Helena Merasa Dicekal RCTI Begitulah salah satu judul berita infotainment yang saya sempat baca di halaman pertama sebuah tabloid... |
Leave a comment
540 Comments.
Leave a Reply Cancel reply
Trackbacks and Pingbacks:
- Ahmadiyah atau Ahmadiah: 6 tahun berlalu namun belum juga berakhir | dony isnandi journal - Pingback on 2011/02/16/ 18:47


di laut ga ada pemandangan, di pantai ada
biar nemenin ikan-ikan
hal ini sudah tertera jelas di blog side A…
http://tausyiah275.blogspot.com/2005/07/tentang-ahmadiyah.html
no comment deh ^_^
Love for All, Hatred for None
http://www.ahmadiyya.or.id
http://www.alislam.org
Harap di garis bawahi kata-kata “Bila memang salah kaprah” di paragraf ketiga loh. Artinya saya hanya mendukung pelarangan Ahmadiyah bila memang dia begitu, karena sesungguhnya saya tiada mengetahui apapun tentang ahmadiyah ini. Dan sesungguhnya tiada seorang pun yang tahu melainkan Allah SWT.
Dalam alqur’an Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW yang patut di Imani, tidak ada Nabi ghulam, Imam Mahdi kerjanya merangi dajjal, jangan mati dulu. so what gitu lho….
orang india bikin2 tafsir dan menganggap dirinya nabi? TIDAK ADA orang yang bisa menyamai Nabi Muhammad! Dan pada kenyataanya, si Ghulam itu tidak memerangi Dajjal dan dunia tidak kiamat.
INI HANYA SEBUAH BUAH PIKIRAN MANUSIA YANG TERBATAS YANG INGIN MEMECAHKAN MISTERI ALAM SEMESTA!
dan anda tahu kenapa Ahmadiyyah dilarang naik haji? KARENA MEREKA TIDAK BERIMAN TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW!
mekkah dan ka’bah adalah tempat kuburan nabi muhammad saw. MENGAPA KALIAN TIDAK NAIK HAJI KE INDIA?! ke kuburannya ghulam?!
setuju ama Neon Bontang, Jangan ngikutin Nabi Muhammad SAW yang cara Sholatnya, si Gholum bikin sendiri aja Cara Sholat Sendiri biar si Ahmadyah ngikutin cara si Gholum, kalo mau ikut Nabi Muhammad berarti harus ngaku dan percaya kalo Nabi Muhammad itu nabi terakhir
Makanya dikasih link dimana bisa dipelajari sesuatu langsung dari sumbernya, itu juga kalo mau lho.
Salah satunya, buat menjawab postingan LPPI soal kesesatan Ahmadiyah yang kebanyakan isinya cuma fitnah, bisa dibaca di buku Bukan Sekedar Hitam Putih http://www.ahmadiyya.or.id/pustaka/buku/bshp. Atau Apakah Ahmadiyah http://www.ahmadiyya.or.id/pustaka/buku/apakahahmadiyahitu.
Yang jelas susah kalo bersandar sama media massa sekalipun, sebagai contoh berita di Jakarta “Post Service, not just prestige, sought from diplomats” dengan link http://www.thejakartapost.com/detailheadlines.asp?fileid=20050811.A06&irec=5 tadinya berisi berita “Government rejects MUI’s demand to ban Ahmadiyah” http://www.ahmadiyya.or.id/berita/?action=show&id=93. Boleh dicari versi cetaknya kalo mau bukti.
Soal fatwa (nasihat) Ahmadiyah ‘sesat dan menyesatkan’, sebenernya ga ada masalah sebab itu hak MUI untuk merasa perlu memberi nasihat yang dianggapnya benar. Yang penting jangan sampe atas dasar fatwa tadi jemaah Ahmadiyah ‘dipaksa’ berlaku ‘sesat’ seperti yang difatwakan.
Analoginya misalnya ada orang yang dipanggil anjing. Selama itu cuma panggilan ga ada masalah, tapi janganlah dia dipaksa untuk menjadi anjing, sebab itu sudah menyalahi hak hidup orang itu.
Sebagai contoh, di Pakistan itulah yang terjadi. Kalo ada orang Ahmadiyah mengucapkan kalimah syahadat, shalat, puasa atau beribadah menurut tata cara Islam, orang itu bisa ditangkap dan dipenjara. Indonesia, mau jadi kayak gitu kah???
Pertanyaan itu retorik.
-dien-
Maap ternyata masih ada beritanya tapi udah masuk archive http://www.thejakartapost.com/Archives/ArchivesDet2.asp?FileID=20050811.A06.
#4 – kalau domain name nya alislam.org (Al Islam = THE (real) Islam), tapi ternyata bukan, ya itu namanya cari gara-gara.
Invitation for people to hate you
Satu lagi domain milik Ahmadiyyah adalah muslim.org – dulu waktu awal2 dapat akses Internet di Indonesia saya sampai kebingungan, kok namanya muslim.org, tapi isinya begini ?
Ternyata Ahmadiyyah, oalah… saya tidak tahu sudah berapa orang awam yang tertipu juga.
#8 – Jadi ingat kasus detik.com
detik melaporkan bahwa Ulil bilang KH. Sahal tolol (berkaitan dengan fatwa2 MUI ini).
Ulil lalu mengirim email menjelaskan bahwa dia tidak pernah mengatai KH. Sahal tolol.
Udah, enggak jelas deh apa yang terjadi sebenarnya. Mengambang saja.
Back to this case – kalau mau clear, Ahmadi harus ketemu dengan LPPI itu di suatu forum. Lalu diskusikan semuanya sampai jelas. Biar kita semua tidak bingung terus.
Tuh Ulil kemarin sudah mau ketemu dengan Hartono, hebat dia.
Gitu lho.
ASS. WBB.
JIKA SAUDARA BELUM TAHU SELUK BELUKNYA MENGENAI AJARAN AHMADIYYAH JANGAN SOK TAHU, PELAJARI DULU, TANYA DULU. JANGAN MALU BERTANYA SESAT DIJALAN. JIKA ANDA INGIN TAHU APA SIH PENGERTIAN NAIK HAJI ? NAIK HAJI ITU ADALAH PERJALANAN NABI IBRAHIM DAN CEITA TENTANG NABI IBRAHIM.
SEKARANG JIKA ANDA TAHU RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN PASTI TAK AKAN SEHGAMPANG UNUTK MENFITNAH ALIRAN ORANG LAIN.
1. IMAN KEPADA ALLOH
2. MALAIKAT
3. PARA ROSUL (BERARTI ROSUL YANG DAHULU SPAI DEG SEKARANG)
4.IMAN PADA HARI AKHIR ATAU KIAMAT (KIAMAT KECIL & KIAMAT KUBRO)
5.IMAN KODO DAN KODAR
6.iMAN KEPADA kITAB suci.
sudah jelas toh point ke 3 iman kepada para rosul ? berarti ALLOH tdak membatasi rosul berapa jumlahnya, dia lah yg maha tinggi dan maha mengetahui siapa yang mau diutus memlalui malaikat itu semua rahasiah ALLOH.
Jika anda membatasi Subject seorang Nabi berarti anda melebihi Alloh SWT, dan otoriter.
Coba anda baca surat Al-baqoroh ayat 30. dengan artinya.
Lagi surqat al a-zhab ayat 40 itu kan mengenai perseteruan sahabat nabi yaitu para jaiz yang diceraikan oleh para sahabat nabi apakah boleh nikah lagi atau tidak.
Jadi setiap ayat itu harus dilihat dulu dalam rangka apa surat itu diturunkan dan semua surat ada paralelnya dengan surat lainnya jangan asal mendengar dari Ustaz yang secara lisan aja mengajarkan saudar saudara harus baca al-quran beserta kandungannya dan isinya, dan asal bunyi saja baca huruf arabnya sementara isi kandunganny tidak tahu.
Cobalah baca lagi ayat-ayat suci alqur’an yang ada tafsirnya, agar saudara tidak tersesat.
sedikit cerita
ada orang yang sangat rajin ibadah,..dari shubuh sampe malam mulai dari yg fardu sampe ke yg sunah2,….sampe sytan membisikan ke dalam pikirannya bahwa dia mempunyai karomah2 dan kedudukannya telah diangkat oleh Tuhan ke tingkat yg lebih tinggi, dan sytan menampilkan kebusukan dalam bungkus yang indah2 serta menampilkan ilusi2.
akhirnya orang ini terpedaya dan mentazkiyah dirinya, dan mulai menggunakan akal pikirannya yang terbatas untuk menafsirkan dan menterjemahkan semuanya.
hingga akhirnya dia di sebut ghollum.
kepada lia aminudin he2 selagi masih hidup
“hati2 dengan apa yang dibisikan pada pikiranmu”
Astagfirullah…astagfirullah….astagfirullah
Mohon ampun ya Allah atas kesesatan hamba. Tiada tuhan selain Engkau, Muhammad SAW adalah utusanMu. Mohon tunjukkan jalanMu yang lurus, yang Engkau ridhoi dan hindarkan hamba dari siksa api neraka.
Amiin ya robbal alamin.
sedikit informasi tentang tradisi tauhid “naik haji” dan pelarangan nak haji.
1. naik haji sudah ada sejak jaman Nabi Ibrahim AS.
2. tempat dimana orang berkumpul untuk naik haji ini bukanlah kuburan. baca lagi sumber yang anda percaya tentang apakah tempat haji itu.
3. Muslim pertama yang dilarang naik haji adalah Nabi Muhammad SAW. baca sejarah Islam tentang pelarangan atas Nabi Muhammad SAW masuk ke Makkah.
salam,
“love for all, hatred for none”
No hate at all, but truth will reveal anyway.
Alloh SWT menciptakan agama Islam dari yg pertama merupakan agama yang asing lalu dijalankan oleh orang2 yang asing dan akhirnya menjadi asing pada akhir zaman. Sekarang liat aja zaman sekarang, orang yang menjalankan syariat dgn benar, orang yang ngga pernah korupsi di tengah2 lingkungan yg korupsi, orang yg ngga pernah dugem, dll malah menjadi ‘aneh’… Ayolah saudara-saudaraku, Alloh SWT menurunkan Kitab Suci Al-Qur’an adalah semata-mata untuk jadi pegangan umat manusia, jadi kalo ada yg salah dan miring, tegakkanlah dengan berpedoman pada Al-Qur’an jangan mengambil kesimpulan sendiri, nanti ditumpangi sama yang namanya Syaiton…
Memang ada dan banyak yang aneh.
Mempelajari Quran, tapi kelakuan kok tidak sesuai. Itulah manusia, yang diciptakan Allah. Kita hanya ikuti saja petunjukNya. Jangan lupa hormati orang tua dan guru.
Ada yang bilang, dengan mempelajari agama dan mengamalkannya secara tulus ikhlas, Allah akan memberikan balasan yang berlipat-lipat. Amiin.
meskipun saya kurang respect sama gusdur, tapi ada kata-katanya yang menurut saya benar, bahwa ahmadiyah bukanlah agama, dan ahmadiyah bukanlah ISLAM.
jadi saya mensikapi mereka yang ahmadiyah seperti mereka penganut agama lain selain ISLAM, sama seperti nasrani, yahudi, atau animisme.
hmmm…temen saya si bedul juga ngaku nabi terakhir tuh, dia bikin aliran beduliyah…ada yang mau ikut?
oiya, info aja, waktu zaman khalifah, musaillamah al-kazzab bikin Islam tandingan, dan si makhluk itu berakhir dengan hukuman mati.
…hak Allah untuk mengutus nabi-Nya kedunia, kita sebagai manusia yang lemah tidak akan pernah bisa menentang apa yang akan Allah berikan dan tidak akan pernah bisa menuntut apa yang Allah tidak akan berikan. Sebagai sesama manusia, saya hanya ingin mengingatkan….jangan pernah menjadi ‘juri’ untuk masalah-masalah kenabian, Allah akan mengutus nabi-Nya ke dunia kapanpun Dia menghendaki…
Tiada petunjuk yang jelas mengenai kedatangan nabi setelah Nabi SAW (selain yang dungkap para Ahmadi). Apakah para sahabat Nabi SAW membiarkan sesorang mengaku nabi baru? Tentu tidak. Hanya ketika Mirza mengaku menerima wahyu dan sebagai Al Masih sekaligus Al Mahdi siapa yang hendak menolak dia? Tentu para ulama yang hidup di zamannya.
Hingga kini, sesudah Mirza, masih ada orang yang mengklaim menerima wahyu. Baik itu dengan tanda dua gerhana pada satu bulan Ramadhan atau yang lain. Apakah sikap para Ahmadi mengenai hal ini?
…Hz.Siti Aisyah r.a. berkata:
“Katakanlah, sesungguhnya ia [Muhammad] adalah khaatamul-anbiya’, tetapi jangan sekali-kali kamu mengatakan laa nabiyya ba’dahu (tidak ada nabi sesudahnya).” (Durrun Mantsur, jld.V, hlm.204; Takmilah Majmaul Bihar, hlm.5) –> M. Ahmad Nuruddin, Masalah Kenabian, (Jakarta: Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1997), hlm.9
Apabila menurut pendapat Hz. Aisyah r.a. sesudah Rasulullah s.a.w tidak dapat datang kenabian jenis apa pun juga, maka mengapakah beliau r.a melarang orang-orang mengatakan laa nabiyya ba’dahu (tidak ada nabi sesudahnya)? Dan apabila pendapat beliau itu salah, mengapa para Sahabat r.a. tidak ada yang menyangkal ucapan Hz. Aisyah r.a. itu?
…….
mungkin anda dapat membaca buku ‘Bukan Sekedar Hitam Putih’ karangan M.A. Suryawan.
Semoga Allah selalu memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya. Amin.
Anda hanya berpegang pada ‘satu’ hadist tersebut, sedangkan lebih dari satu hadist yang menyatakan tiada nabi sesudah Nabi SAW. Apakah anda menolak hadist yang lebih banyak itu??
Bacalah kajian Ahmadiyah oleh non Ahmadi, karena kalo cuman baca yang dikarang para Ahmadi doang,yah… wawasannya cuma sampe disitu saja (Salah satunya ‘Menguak Kesesatan Aliran Ahmadiyah’ tulisan (bukan karangan) dari Dr. Ahmad Lutfi Fathullah,MA, Jakarta, Al-Mughni Press, 2005)
Selamat menyimak!!!
Terimalah kebenaran itu walau pahit dan tolaklah kesesatan walau manis.
Kami umat Islam yang dari sebelum Mirza sampai sekarang tidak banyak berubah. Mengapakah Mirza membuat suatu umat sendiri dengan baiat atas dia, selain syahadat? Apakah ada keharusan buat umat muslim untuk mengikutinya, sedangkan dasar-dasarnya saja tidak kuat?
Mirza menerima wahyu, apakah bisa dipertanggung jawabkan? Bagaimana fenomena sekarang, orang yang mengaku menerima wahyu? Ahmadiyah belum menjawab fenomena ini.
Wassalam,
Wahai para Ahmadi….
Sudah menyimak ataukah masih berfikir untuk mencari jawaban dari buku internal Ahmadiyah???
Kami masih menunggu….
Wassalam,
Saudara bisa menyimak mengenai pertobatan seorang mantan Ahmadi pada situs di bawah ini.
http://irshad.org/info_q/reverts/akhter.php
Wassalam,