a words from my life as information technology people

Archive for June, 2006

Bogor Medical Center

Thursday, June 29th, 2006

Seminggu ini Audin sudah sakit diare. Dua hari ini bahkan saya sengaja mengambil waktu ijin tidak masuk kantor hanya untuk membantu istri yang mulai kewalahan dengan keadaan Audin.
Hari selasa sore, saya dan istri akhirnya membawa Audin berobat ke Dr. Suminta yang saat itu praktek di RSIA Hermina Bogor langganan kami. Sebagai informasi, dokter yang satu ini adalah juga merupakan salah satu dokter saya juga dahulu. Kebayang kan sudah seberapa tuanya dokter ini :)
Uyut Suminta kemudian meminta Audin di tes feses dan darah. Untuk tes darah dapat dilakukan saat itu juga sementara untuk feses tidak bisa karena harus diambil saat Audin tidak mengenakan kain pampers. Pak Dokter kemudian hanya memberikan resep Pedyalite beberapa botol.
Sampel feses Audin baru bisa kami peroleh pada rabu sore-nya. Setelah hasil lab selesai kami mencoba menghubungi Pak Dokter di rumahnya dan diperoleh informasi bahwa beliau praktek di Bogor Medical Center (BMC). Segera saja saya menghubungi BMC untuk melakukan registrasi.
Sampai di BMC… komentar pertama yang keluar, gedungnya wah.. mewah betul. Saat masuk yang terpikir kemudian adalah.. kok mirip hotel yak .. hehe. Para pegawai front-nya menggunakan pakaian berwarna merah yang jauh dari kesan pegawai rumah sakit. Melakukan registrasi sebentar dan kemudian dirujuk untuk menuju poliklinik. Yah… BMC adalah rumah sakit umum dan bukan rumah sakit khusus ibu dan anak seperti Hermina.
Audin kemudian ditimbang… hmm.. masih menggunakan timbangan analog. Namun karena rewel Audin ditimbang beserta saya dan kemudian saya ditimbang sendiri. Entah mengapa suster salah menghitung berat badan Audin sampai saya meminta timbang ulang… ingat, kemarin Audin baru saja ditimbang di Hermina menggunakan timbangan digital.
Karena uyut Suminta masih “visit” pasien di ruang rawat inap, saya sempat mencicipi ruang musholla-nya BMC. Sungguh sangat kecil. Terletak di sebelah lift dan bila menilik-nilik ukurannya sepertinya ruangan ini mungkin rencana awalnya adalah lift kedua tapi kemudian dibatalkan dan dijadikan musholla. Hmmm.. mungkin di tempat lain ada musholla yang lebih besar lagi.. mudah-mudahan.
Setelah memindahkan ruangan periksa dari ruang 6 ke ruang 1 akhirnya kami masuk ke ruang periksa. Menyerahkan hasil lab dan ngobrol-ngobrol sedikit. Saya sempat memperhatikan adanya sebuah PC di ruangan tersebut. Agak bertanya-tanya juga karena bukankan ruangan periksa harusnya steril? Bagaimana sebuah PC disterilisasi di ruangan itu ya? Dan sepertinya pun jarang digunakan oleh para dokter. Yang pasti sih uyut Suminta tidak mempergunakannya :)
Apotik dan proses pembayaran… mmm.. sama saja dengan rumah sakit - rumah sakit lainnya.

Pada akhirnya saya hanya dapat berkomentar bahwa untuk wilayah Bogor, BMC memang rumah sakit umum dengan konsep modern yang jauh lebih baik dari RS PMI Bogor ataupun RS Karya Bakti. Ini semua dilihat dari segi kebersihan, kerapihan tata administrasi dan keunikan seragam. Untuk RS Azra belum bisa memberi komentar karena belum pernah (mudah-mudahan tidak pernah) menjadi pasien di sana. Sedangkan untuk rumah sakit khusus anak sepertinya belum ada yang menyaingi RSIA Hermina deh.

Hampir Kecopetan

Monday, June 26th, 2006

Pagi ini agak sedikit merepotkan. Anakku semata wayang, Fauziah, masih belum sembuh dari sakit diarenya. Sehingga aku dan istriku agak kerepotan. Ditambah pula dengan tidak masuknya baby-sitter kami. Pagi-pagi saya sudah sibuk membuat susu botol dan mengemongi anak bergantian dengan istri. Hingga akhirnya Fauziah tertidur dan sayapun bisa berangkat kantor dengan tenang.
Seperti biasa saya menumpang kereta listrik tujuan Jakarta-Kota, namun hingga stasiun depok baru saya mendengar pengumuman adanya kereta listrik dengan tujuan Tanah Abang yang akan datang di jalur yang berbeda. Berfikir bahwa turun di stasiun Sudirman (dahulu Dukuh Atas) lebih nyaman daripada turun di stasiun Cawang akhirnya saya pun pindah menggunakan kereta listrik tujuan Tanah Abang tersebut.
Sekitar satu jam kemudian sampailah saya di stasiun Sudirman. Dan tanpa fikir panjang akhirnya saya menaiki metromini 604 (640) tujuan Pasar Minggu yang sedang mengetem di depan stasiun. Saya berdiri di dekat pintu belakang dan tas dengan santai saya gendong di belakang. Saat hendak turun tiba-tiba dua orang yang sedang duduk di dekat pintu depan bergerak ke belakang. Agak heran juga mengapa orang-orang ini memilih keluar lewat pintu belakang. Namun tiba-tiba salah seorang memegang celana saya dan mengibas-gibas celana saya sambil berteriak-teriak. Begitu juga temannya yang satu lagi. Seolah ada sesuatu di celana saya. Mereka terus bergantian mengibas-gibas celana saya. Panik, karena takut bahwa mereka berniat jahat terutama hipnotis saya berusaha membebaskan diri. Seorang bapak di sebelah kiri saya tiba-tiba menarik saya untuk duduk di kursi belakang. Saat itulah saya melihat tas saya sudah terbuka semua resliting-nya. COPET. Seketika juga saya shock. Alhamdulillah saya sedang tidak membawa barang-barang berharga. Hanya dompet yang terletak di resliting dalam. Namun sekilas saya lihat tidak terbuka. Sekali lagi.. alhamdulillah. Padahal tadi malam saya sudah berniat membawa notebook.. dan alhamdulillah saya tidak membawanya. Segera saja saya turun. Masih setengah shock saya periksa keadaan tas. Dan memang tidak ada yang hilang karena memang tidak ada yang berharga. Di dalam tas saya hanya ada sebundel materi training tentang CISA IS/IT Audit, Koran Tempo, HDD Portable dan dompet. Alhamdulillah semuanya masih ada. Bahkan HDD Portable yang saya letakkan di kantong depan pun sepertinya tidak jadi diambil. Mungkin copet tersebut hanyalah mengincar HP yang alhamdulillah tidak saya bawa hari ini.
Shock… terus terang masih terbawa hingga saat saya menulis blog ini. Namun sekali lagi ini merupakan peringatan atas kelengahan saya. Anda hendak selamat di Jakarta… Jangan Pernah Lengah.

Happy Birthday ke-59 Papahku

Saturday, June 10th, 2006

Tiup Lilin
Tiup Lilin

Selamat Ulang Tahun Papah. Semoga panjang umur dan selalu bermanfaat bagi orang-orang sekitar. Dan semoga diberikan kekuatan untuk terus berusaha agar lepas dari segala penyakit yang di deritanya. Aamiiinn.

Sale: MP3/MP4 Player

Tuesday, June 6th, 2006

More function than iPod Nano !
* Music Player
* Movie Video Player
* FM Radio
* Digital Voice Recorder
* Data Storage
* Photo Viewer
* Phone Book /eBook Viewer
* Game Player
Super Slim 7mm Thickness
1GB Built-In Memory
Plug and Player USB Interface
Built-In Rechargeable Li-ion Battery
Seharga Rp 700.000,00

Silahkan hubungi saya di nol delapan satu lima sembilan sembilan dua sembilan empat sembilan dua
(more…)

WTS: Samsung E200 CDMA

Monday, June 5th, 2006

Mau dijual handphone ini yang baru dibeli kurang dari 1 minggu. Yang minat silahkan hubungi saya via handphone di nol delapan satu lima sembilan sembilan dua sembilan empat sembilan dua.
(more…)

Pesona Cilebut

Sunday, June 4th, 2006

Denah Lokasi
Denah Lokasi
Hari Kamis tanggal 1 Juni kemarin tiba-tiba Pak Zefri dari Pesona Cilebut menghubungi kami. Beliau meminta agar uang muka pertama dipercepat dari permintaan kami, yaitu sebelum tanggal 10 Juni. Agak kaget juga karena perhitungan saya bahwa untuk memenuhi plafon pembayaran uang muka pertama yang besar tersebut saya membutuhkan tambahan dari gaji bulan Mei yang biasanya diberikan di tanggal 5 hingga 9 Juni.

(more…)

Pepsi Gold

Saturday, June 3rd, 2006

Label Pepsi Gold
Label Pepsi Gold
Saat berbelanja pampers untuk keperluan Audi yang hingga lebih dari seratus ribu, saya ditawari sebotol ukuran 1.5 liter minuman soda Pepsi Gold seharga Rp 4.700 rupiah. Menurut kasir-nya ini adalah Pepsi baru. Karena memang biasanya mengkomsumsi Pepsi Blue dan penasaran rasa baru pepsi ini akhirnya saya memutuskan untuk membelinya.

Botol Pepsi Gold
Botol Pepsi Gold
Setelah beberapa hari berada di kulkas, akhirnya hari ini saya berkesempatan mencoba Pepsi Gold ini. Setelah mencobanya, terus terang saya tidak dapat mendefinisikan rasa yang diberikan oleh Pepsi Gold ini. Namun bila dibandingkan dengan Coca Cola, rasanya lebih manis. Saat melihat saya meminumnya, adikku mengira saya sedang minum teh dikarenakan warnanya yang mirip warna teh.

Bagi anda yang senang mencoba-coba rasa cola baru, sepertinya Pepsi Gold memang layak dicoba. Namun saya tampaknya akan tetap lebih menyukai rasa Pepsi Blue yang warnanya mirip spritus itu.

Yamaha Mio Hilang Bag. III: Perusahaan Pembiayaan dan Asuransi

Friday, June 2nd, 2006

Setelah membahas kronologi hilangnya Mio kami dan bagaimana berhadapan dengan birokrasi, kini akhirnya bagian ketiga dari trilogi drama hilangnya si Chunning Yamaha Mio kami selesai. Pada bagian ini saya akan membahas mengenai Perusahaan Pembiyaan dan Asuransi.
(more…)