Archive for September, 2006
Wednesday, September 27th, 2006
Pagi ini seperti biasa saya turun di stasiun cawang yang kemudian dilanjutkan ke Plaza Abda di Sudirman. Untuk mencapainya, dari stasiun cawang saya harus mencari kendaraan umum dengan rute tujuan Blok-M namun yang melewati Komdak. Biasanya adalah bis nomor 89 atau 921 untuk yang tidak ber AC.
Hari ini saya menaiki bis nomor 89 dan alhamdulillah duduk di samping pak supir. Pada saat naik, entah mengapa terlihat beberapa penumpang sering menutup hidungnya. Setelah beberapa lama barulah saya menyadari adanya bau menyengat.. bau kopling.
Ternyata bis tersebut mengalami masalah di koplingnya. Beberapa kali pak supir terlihat agak sukar memindahkan perslening. Tanda-tanda akan mogok mulai terlihat saat di jembatan tol pancoran. Bis hampir tidak kuat untuk menanjak. Lolos dari jembatan itu, bis kembali menghadapi masalah saat di jembatan tol kuningan/matraman. Kali ini sangat parah hingga berhenti total. Sebuah mobil derek sudah bersiap di depan bis tersebut. Namun pak supir masih merasa yakin dengan kemampuan bis-nya dan meminta kenek-nya untuk melihat keadaan mesin. Dibukalah mesin bis itu dan menyebabkan saya tidak duduk lagi… Sang kenek kemudian memompa mesin tersebut. Bis pun bisa berjalan pelan. Walhasil sang kenek terus-terusan memompa mesin hingga akhirnya bis keluar di depan kantor Dirjen Pajak… hingga akhirnya menyerah dan meminta penumpang untuk pindah.
Jakarta… memang penuh dengan bis tua
Posted in Indonesia, Social | 2 Comments »
Monday, September 25th, 2006
Numpang-numpang bila saya ada salah kepada anda
Numpang-numpang bila keluarga saya ada salah kepada anda
Mohon dimaafkan… Agar kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan hati yang bersih dan suci.
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Posted in Indonesia, Personal | No Comments »
Thursday, September 21st, 2006
Berkat CSS, desain tampilan suatu webpage dapat dirubah dengan cepat tanpa harus merombak keseluruhan kode HTML dari webpage tersebut. Keadaan ini dapat dilakukan apabila semua pengaturan tampilan dilakukan oleh CSS dan tidak di dalam kode HTML webpage tersebut. Nah dengan menggunakan kelebihan CSS inilah, kita dapat melakukan perubahan tampilan dari suatu webpage pada saat runtime misalkan tampilan setelah terjadi kesalahan menjadi bercorak merah. Tutorial ini dibuat dalam bahasa pemograman C# untuk diterapkan pada ASP.NET 2.0.
Pertama
<head runat=”server”>
<title>Judul WebPage</title>
<link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”style/style.css” />
</head>
Buat tag baru untuk me-link ke stylesheet yang akan diterapkan pada page tersebut dengan menggunakan <link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”urlcss” />. Nilai urlcss disesuaikan dengan lokasi file tempat stylesheet anda letakkan.
Kedua
public virtual void ChangeStyle(String StyleNUrl)
{
// Change Style
foreach (Control ctrl in Page.Header.Controls)
{
if ((ctrl.GetType().Name == “HtmlLink”) &&
(((System.Web.UI.HtmlControls.HtmlLink)ctrl).Attributes[”rel”] == “stylesheet”))
{
((System.Web.UI.HtmlControls.HtmlLink)ctrl).Href = StyleUrl;
break;
}
}
}
Tambahkan fungsi ChangeStyle diatas pada CodeBehind dari webpage anda. Fungsi ini akan melakukan pengecekan terhadap semua control yang ada di bagian Header untuk mencari control yang bertipe HtmlLink (tag link yang telah kita tambahkan pada bagian pertama) dan memiliki atribut rel bernilai stylesheet . Bila control ini ditemukan maka nilai Href-nya akan dirubah sesuai nilai parameter StyleUrl dari fungsi ini.
Ketiga
ChangeStyle(”style/stylebaru.css”);
Terakhir, anda cukup memanggil fungsi yang telah anda tambahkan pada bagian kedua di CodeBehind anda seperti contoh diatas. Bisa anda letakkan pada event Page_Load atau event click dari suatu button. Bebas.
Sederhana bukan? Selamat Mencoba
Posted in .NET, Software Engineer, Tips, Windows | 1 Comment »
Wednesday, September 20th, 2006
Seperti diduga sebelumnya pangsa pasar skutik (Skuter Otomatik) di Indonesia semakin ketat semenjak masuknya pabrikan Honda dan Suzuki. Bahkan di Bali menurut info salah seorang rekan melalui messenger ke saya telah ada 2000 orang yang melakukan indent untuk Honda Vario. Honda memang Toyota-nya sepeda motor di Indonesia, alias apapun yang mereka jual akan ditelan mentah-mentah oleh warga Indonesia.
Nah, tampaknya untuk menyiasati hal ini Yamaha yang dipelopori oleh Yamaha Thailand melakukan perubahan desain total pada skutik andalannya… Mio. Yamaha menerapkan model klasik dan vintage… retro style. Hasilnya adalah Yamaha Mio Fino yang menurut saya… jadul (jaman dulu) abis tapi tetap keren. Karena walaupun bentuknya jadul, tapi isinya tetap menggunakan fasilitas jaman sekarang.

Mio Fino dikeluarkan dalam dua seri, Retro Pop dan Retro Premium. Masih belum jelas perbedaan utamanya. Misal biasanya perbedaan pada Mio Sporty dan bukan yang bisa langsung dilihat adalah velg-nya, namun ternyata pada Fino keduanya menggunakan velg jari-jari untuk menekankan kesan jadul yang kuat. Dari gambar-gambar yang ada di milis YMML, tampaknya perbedaan ada pada model pewarnaan.

Berbeda dengan Mio asli, Mio Fino sudah menggunakan model kunci key shutter yang canggih seperti di iklan Honda SupraX. Mio Fino juga sudah diperlengkapi dengan keranjang sehingga tidak perlu lagi dipasangkan aksesori keranjang seperti Mio sekarang. Bentuk stang yang melengkung serta sepedometer yang oval dan kaca spion bulat menambah kuat kesan jadul yang dimilikinya.

Dari depan, lampu bulat sekarang menempel di body skutik dan emblem garpu tala diletakkan di spedometer. Tak lupa lampu sein bulat di kiri kanan menambah manis suasana.

Bagian belakang dari Mio Fino akan mengingatkan kita pada Vespa.. setengah oval memanjang. Sementara lampu rem juga berbentuk oval yang dikelilingi chrome. Lampu sein belakang dibuat lebih besar dari lampu sein depan… serta lagi-lagi berbentuk oval. Manis banget.

Untuk bagasi tampaknya tidak berbeda bentuknya dengan Mio saat ini. Dan berposisi di belakang bagasi adalah tempat bahan bakar minyak. Gosipnya daya tampung Mio Fino adalah 4.1 liter, lebih besar dari daya tampung Mio sekarang yang hanya 3.7 liter.
Walaupun tidak berbentuk futuristik seperti kebanyakan sepeda motor saat ini, Mio Fino tampaknya menempatkan diri pada kelas tersendiri. Layak dijadikan sepeda motor untuk berkeliling kota sambil bergaya. Saya sendiri langsung tertarik melihatnya dan berdoa semoga Yamaha Indonesia berniat mendatangkan Mio Fino ke Indonesia.
Posted in Personal, Review | 49 Comments »
Tuesday, September 19th, 2006
Kartu grafis terintegrasi adalah salah satu solusi penekanan harga jual PC yang paling banyak digunakan pada notebook. Intel sudah membuktikan hal ini dan mungkin inilah salah satu alasan mengapa AMD memutuskan untuk membeli ATi.
Untuk kartu grafis terintegrasi yang tidak memiliki memori sendiri, biasanya mereka menggunakan memori utama (RAM). Intel dalam hal ini memperkenalkan konsep DVMT atau Dynamic Video Memory Technology untuk Intel GMA, si kartu grafis terintegrasi-nya, agar dapat melakukan manajemen memori bagi kartu grafis sesuai kebutuhan.
Secara standard, Intel GMA biasanya mengalokasikan memori sebesar 8MB untuk keperluan aplikasi umum seperti e-mail, browser dan lain sebagainya. Saat kebutuhan akan memori grafis meningkat, DVMT akan menambah alokasi memori sebesar-besarnya sesuai ketersediaan memori utama. Sehingga secara teoritis, semakin banyak memori utama yang anda miliki maka semakin besar alokasi yang dapat dilakukan oleh DVMT.
Pada Intel GMA900/950 yang umum terdapat pada notebook saat ini, maximum alokasi memori yang dapat dilakukan adalah sebesar 224MB. Setting yang perlu anda lakukan di BIOS untuk memperoleh alokasi memori 224MB ini adalah memilih pilihan MaxDVMT. Dengan setting ini anda meminta alokasi memori untuk grafis dari minimum 8MB hingga 224MB bilamana diperlukan. Namun perlu diingatkan kembali bahwa alokasi memori 224MB ini diambil dari memori utama anda sehingga jelas tidak akan mungkin dilakukan bila memori notebook anda hanyalah 256MB. Sehingga saya perkirakan bahwa alokasi memori 224MB ini hanya akan dilakukan bilamana memori utama anda lebih dari 1GB.
Pada notebook saya yang bermemori 512MB, saya juga menggunakan setting MaxDVMT. Dari informasi yang diberikan oleh driver Intel GMA, memori grafis yang dialokasikan ternyata adalah sebesar 131MB… Tak heran Civilization 4 masih dapat berjalan dengan baik di sana.
Namun saya masih penasaran dengan algoritma yang digunakan oleh DVMT… semoga nanti saya menemukan literatur tambahan lainnya.
Posted in Review, Tips | No Comments »
Thursday, September 7th, 2006
Kebutuhan akan kendaraan bermotor terus mendera semenjak saya pindah ke Bukit Asri. Jauhnya lokasi rumah dari jalan raya yang dilalui kendaraan umum adalah alasan utamanya. Serta kerepotan yang kerap dialami saat melakukan belanja bulanan keperluan sehari-hari.
Setelah menimbang kemampuan serta kebutuhan keluarga, akhirnya saya dan istri memutuskan untuk kembali membeli sepeda motor matik. Kali ini pilihan jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu, ada Honda dengan Vario serta Suzuki dengan Spin… taklupa dengan Yamaha dengan jago lama-nya: Mio dan Nouvo. Saya sempat melihat brosur Honda Vario yang beredar serta mempelajari spesifikasi-nya. Sementara itu saya sama sekali tidak memperoleh informasi yang berarti tentang Suzuki Spin.
(more…)
Posted in Indonesia, Personal, Review | 12 Comments »