PC Fair Malaysia Tidak Manusiawi

Audi and Clown
Hari Sabtu (1 Agustus 2008) kemarin akhirnya kami sekeluarga berkunjung ke pameran PC Fair Malaysia di KLCC. Berangkat dari rumah pukul 8.30 pagi dan akhirnya sampai di KLCC pada pukul 10.30. Ternyata pamerannya baru dibuka pukul 11, jadilah kami menunggu di depan pintu masuk. Pengunjung pameran ternyata cukup banyak dan sudah bergerombol di depan pintu masuk. Dan begitu jam 11 mereka langsung menyerbu masuk…
Saat masuk, langsung kaget melihat larangan membawa segala jenis trolly, kereta bayi dan (mungkin) kursi roda. Kita dipersilahkan menitipkan kereta bayi di tempat penitipan. Setelah itu dipaksa naik 3 tingkat karena pameran berlangsung di lantai 3.
Dari spanduk peta raksasa kita bisa melihat bagaimana layout PC Fair di KLCC ini yang mana berbentuk seperti huruf `U` dengan urutan Entrance -> Conference Hall -> Banquet -> Ballroom -> Hall 1 & 2 -> Hall 3 -> Hall 4 & 5 -> Exit. Atau secara kasarnya.. kita dipaksa harus menyusuri setiap bagian jengkal dari pameran ini untuk dapat keluar. Sungguh layout yang tidak manusiawi.
Di dalamnya tidak jauh berbeda dengan pameran komputer di Indonesia. Hiruk pikuk orang bergerak kesana kemari. SPG-SPG berwajah bening bertebaran membagikan brosur tanpa 100% paham apa yang ada di brosur yang dibagikannya. Tawaran darurat dan menarik dibuat dengan papan spanduk seperti demonstrasi. Namun tetap saja ada rasa salut atas sapaan sopan dan ramah dari sales Dell.
Hmm.. larangan membawa trolley sepertinya mulai dirasakan banyak orang. Beberapa orang yang membeli barang berukuran besar dari Conference Hall harus bersusah payah mengangkat benda tersebut ke pintu exit yang nun jauh disana. Namun beberapa stand (seperti Canon, Acer, HP, Dell) ternyata menyediakan trolley gratis untuk pembelian barang-barang tertentu. Saya yang membeli notebook Acer Aspire 4530 tidak memperoleh trolley gratis dari Acer karena ternyata trolley tersebut hanya diberikan untuk pembelian Acer MPC.
Akhirnya kami berhasil mencapai pintu Exit dengan segala kelelahan dan kecapaian. Ternyata perjuangan belum berakhir karena kami harus kembali ke pintu masuk untuk mengambil kereta bayi Audi. Proses ini berhasil memenuhi layout `U` pameran menjadi layout `O` … benar-benar hwarakadah.
Setelah makan siang dan beristirahat akhirnya kami kembali ke pameran karena berminat untuk membeli printer dan mp3 player. Walaupun terbayang perjuangannya namun tetap dipaksakan juga. Akhirnya kami membeli printer multifungsi Epson CX5500 murah meriah di Conference Hall dan saya menyeret printer tersebut di lantai KLCC yang berkarpet untuk mengurangi beban beratnya 😀 Jadi terbayang kan bahwa saya dan istri membawa dua kantong besar berisi notebook dan printer plus Audi yang masih di gips dan tidak bisa jalan.
Ternyata segala cara untuk keluar (atau masuk) tidak melalui jalur yang ditentukan penyelenggara di tutup. Semua lift diantara sepanjang jalur acara diberi pita penghalang. Semua pintu keluar diberi barikade. Bah… ini pameran tidak pengunjung friendly nih.
Namun alhamdulillah ada penjaga yang berbaik hati membukakan salah satu barikade dan mengijinkan kami keluar saat masih di Conference Hall. Sehingga kali ini kami cukup turun ke lantai bawah untuk mengambil kereta bayi dan langsung pulang… alhamdulillah.

Jadi terbayang pameran komputer di JHCC Indonesia. Layout ruangan yang lebih friendly dan memudahkan pengunjung untuk entry atau exit. Dan kebebasan untuk membawa trolley atau kereta bayi untuk masuk ke dalam.

6 Comments

  • 12 August 2008 - 11:59 am | Permalink

    Ass.

    Salam kenal mas, bisa minta petunjuknya soal biaya hidup di cyberjaya selangor Malaysia?
    saya dapat tawaran di sana sebagai Graphic designer dan marketing advertising, gaji yg ditawarkan
    MYR 3,000/month gross + MYR 250/month travel allowance. ijin kerja dan tiket pesawat di urus, tapi tempat sewa sendiri.
    apakah kira-kira cukup mas? untuk sewa tempat ongkos dan makan disana, mengingat saya juga harus mengirim uang ke ortu dirumah.

    Terima kasih sebelumnya.

  • 12 August 2008 - 2:39 pm | Permalink

    Apa karena lantainya dari kayu (hall untuk olah raga spt badminton, volley, dll) sampai trolly gak diperbolehkan masuk (takut rodanya merusak lantai), atau emang lorong-lorongnya sempit? yang jelas liat pameran spt itu pastinya sangat bikin capek. semoga itu cuma ada di sana, eh.. atau jangan2 krn mereka tau sampeyan dari INDONESIA???? he he he he…

  • 15 August 2008 - 11:14 am | Permalink

    @deni
    Anda sendirian mas? bila sendiri sepertinya segitu cukup. Anda bisa sewa kamar atau rumah, kamar jelas jauh lebih murah. Makan tidak jauh beda dengan Jakarta, sekitar RM3-RM5 satu kali makan. Overall bila hanya kerja dan tidak ada kegiatan lain sebulan habis RM800.

    @jaimy
    Semuanya warga dilarang. Kemarin sempat ke KLCC lagi untuk ikut pameran lain dan tidak dilarang kok bawa trolley. Jadi hanya pameran itu saja tuh 🙂

  • katikih
    26 October 2008 - 11:58 am | Permalink

    kayaknya pengunjung dari awal sudah dicurigai sebagai maling semua tuh.. kalau takut lantai tergores, ya jangan buka pameran disana dong ah 🙂 Tidak safety juga pameran model gitu.. bayangin saja kalau ada kekacauan.. jalan cuman 1, akses darurat tidak leluasa, untung semuanya lancar saja. Semoga tidak dibuka pameran di Indonesia model seperti itu…

  • 29 October 2008 - 5:55 pm | Permalink

    @katikih
    semoga saja 🙂

  • Pingback: dony isnandi journal » Blog Archive » Acer Aspire 4530

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *