HTC Tattoo, Android-based Smartphone

Pada awalnya saya berniat membeli HTC Touch3G di acara GoMobile2009 yang diadakan di KLCC hari Jum’at yang lalu. Namun saat memilah-milah, tiba-tiba saya tertarik untuk mencoba HTC Tattoo yang disediakan vendor. Saat mencobanya, terus terang saya jadi sangat tertarik dengan layar cerahnya, touchscreen-nya yang sangat responsif terhadap jari tangan saya. So dengan tidak banyak pertimbangan akhirnya saya meminta Tattoo untuk dibungkus dan dibawa pulang.

HTC Tattoo memiliki spesifikasi:

  1. Platform: Android
  2. Dimensions: 1006 x 55.2 x 14 mm
  3. Weight: 113 grams
  4. Network: HSDPA/WCDMA – GSM/GPRS/EDGE
  5. Display: 2.8-inch touch screen
  6. GPS: Internal GPS antenna
  7. Connectivity: Bluetooth, WiFi, USB, 3.5mm Audio
  8. Camera: 3.2mp
  9. Expansion Slot: microSD

Package

Tattoo dibungkus dalam box sederhana yang sangat simpel. Setelah segel dibuka, kita dapat melihat unit Tattoo dengan menggeser box ke arah bawah. Isi dari Tattoo pun sangat minimalis, terdiri dari: Tattoo itu sendiri, Warranty (Card, HTC Care, Statement), Quick Start Guide, Charger, Headset, 2GBmicroSD. Software HTCSync dan driver windows diletakkan di microSD.

Design

 

First Impression yang membuat saya suka smartphone ini tentu saja karena design-nya. Simple dan elegan. Mengingatkan saya tentang the good-old-days of PDA di tahun 2003-2004… terutama tentang Compaq iPAQ 1940.
Tapi jangan khawatir buat yang gak suka dengan tampilan Tattoo. Smartphone ini dinamakan Tattoo karena cover-nya bisa di-customized. Coba saja cek di http://www.garskin.com/htc.

Sehabis lihat, berikutnya adalah rasa. Terasa ringan di pegang namun mantap dalam genggaman saya. Saat saya letakkan di saku baju pun tidak terasa seperti membawa batu bata. Tidak terlihat perbedaan berat saat saya bandingkan dengan BlackBerry 8520 milik istri. Dan tidak terlihat menonjol saat saya selipkan di kantong celana. Jempol saya-pun dengan ringan menari-nari di atas touchscreen-nya Tattoo.

What’s Inside?

Walaupun ditenagai oleh Android, saya langsung merasa nyaman dengan user-interface-nya Tattoo. Padahal saya lebih terbiasa dengan Windows Mobile. OS lain yang pernah saya cicipi adalah PalmOS saat saya memiliki Palm M505 di tahun 2002.

 

Tattoo memiliki extended Home screen yang terdiri atas 1 main Home screen dan 6 extra Home screen yang dapat diakses dengan menggeser layar kiri dan kanan. Menggeser layar dapat dilakukan dengan menggeser layar dari tepi kiri ke kanan untuk menggeser ke arah kanan atau sebaliknya.
Dibagian atas dari Home screen terlihat adanya Notification bar yang dapat di drag down untuk melihat informasi notifikasi yang lebih detil.
Touch screen-nya sendiri cukup responsif. Tidak sesensitif Touch Hero atau iPhone namun sudah sangat cukup sensitif bagi saya.

Pengguna memperoleh hak penuh untuk mengkustomisasi Home screen. Kita bisa menambah atau mengurangi widgets, shortcut atau folder. Serta bahkan mengatur posisi dan lokasi dimana mereka berada. Dengan fitur ini setiap orang bisa mengatur Home screen Tattoo mereka sesuai selera masing-masing. Saya sendiri langsung memasang shortcut untuk men-turn on/off GPS/Bluetooth/WiFi Tattoo  dengan cepat.

Yang paling saya suka adalah Unlock Pattern dari Tattoo. Sangat unik.
Tattoo milik saya di-set untuk auto-lock setelah 1 menit atau setelah saya tekan tombol End-Call. Untuk mengaktifkan Tatto kembali, saya harus menekan tombol End-Call hingga Lock screen muncul. Lalu saya tekan bar di Lock screen dan menggeser jari ke bawah hingga muncul 9 circle. Baru kemudian saya menggambar pattern yang sudah saya set sebelumnya.

Untuk sinkronisasi, Tattoo mendukung sinkronisasi dengan Google, Exchange dan Outlook. Sayangnya daftar contact saya di Google banyak disisipi oleh spam sehingga akhirnya saya harus mem-filter Google contact.
Kita juga dapat melihat history dari komunikasi kita dengan contact, baik via mail, sms ataupun telepon.

Social Networking? Tattoo meng-integrasi-kan antara Facebook dengan list Contact-nya (People). Akibatnya saat mem-browsing daftar Contact, kita secara otomatis juga dapat melihat status facebook mereka. Sayangnya integrasi facebook hanya itu saja, tidak termasuk message ataupun wall.

Tattoo mendukung fitur multimedia dengan speaker yang lumayan. Bahkan widget Music menempati salah satu Home screen Tattoo saya. Bila Tattoo memutar lagu, maka informasi tentang hal tersebut akan muncul di Notification bar dan Lock screen.
Plus ditambah adanya program untuk mengakses YouTube.

What’s Next?

Sayangnya saya belum menjelajahi seluruh kemampuan Tattoo.
Fitur GPS sendiri belum saya optimalkan karena memerlukan Google Maps alias online terus.
Speech-to-Text di Tattoo saya masih belum mau juga di jalankan.

Sejauh ini saya belum menemukan problem yang berarti di HTC Tattoo. Bahkan dapat dikatakan saya menikmati saat-saat menggunakannya.

7 Comments

  • 3 November 2009 - 6:19 pm | Permalink

    Menarik. Harga belinya berapa ya?

  • 4 November 2009 - 11:41 am | Permalink

    Disini harganya RM1399 atau kurang lebih Rp3.8jt

  • Arief
    12 November 2009 - 3:34 am | Permalink

    Kog ringan sekali?
    Belinya dimana mas?
    Di indo udh ada lum?

  • 15 November 2009 - 9:41 pm | Permalink

    Kurang jelas juga mas.. soalnya belum pernah denger ada rekan di Indo yang menggunakannya

  • salman
    18 November 2009 - 1:23 am | Permalink

    Mas, harganya berapa yah di malaysia?? kenapa ngak beli ANDROID G1 sekalian?? kan lebih powerfull tuh kayaknya..Di Indo masih jarang sih yang pake.

  • TattooUser
    8 April 2010 - 5:38 pm | Permalink

    Speech-to-text sepertinya nggak tersedia untuk HTC Tattoo…Goggles app saja tidak tersedia bagi Tatto hanya gara-gara menurut pihak Google, Tattoo tidak memiliki sistem autofokus yang baik.

  • 16 August 2010 - 2:19 am | Permalink

    some GPS antennas have very short range compared to the advertised specs,:.

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *