Category Archives: Notebook

Hardware Sony Vaio Z116GG Tips

Multimedia Card dan MS Pro Duo sebagai tempat penyimpanan data tambahan bagi notebook Sony Vaio Z116GG

DSC02915

Dengan SSD yang hanya 128GB, tidak terasa ruang kosong di Vaio saya ini semakin lama semakin menipis. Setelah diinstall varian Visual Studio (mulai dari 2005 hingga 2010), lalu SQL Server 2008 Web Edition, MS Office, Blender serta Unity3D plus beberapa giga data dan foto dari Sony A33 tak terasa space yang tersisa tinggal 5GB.

Sudah waktunya untuk menambah space nih. Mengupgrade SSD merupakan pilihan terakhir karena harga SSD masih betah bertahan di atas langit, apalagi dengan adanya kelangkaan stock berkat banjir Thailand. Terpikir untuk memasang SSD Express Card seperti ini namun mengingat harganya (32GB dihargai $139) yang juga masih cukup mahal jadi dikesampingkan.

DSC02926Akhirnya terpikir untuk memanfaatkan slot MS Pro Duo dan Multimedia Card karena toh extra space ini rencananya digunakan hanya untuk data dan bukan aplikasi atau sistem. Harga SD Card/MicroSD 16GB Class 4 berkisar di 100-200rb-an. Sementara MS Pro Duo 16GB dihargai hingga dua kali lipatnya.

Selidik punya selidik, ternyata sekarang ada MS Pro Duo Adapter yang akan membuat MicroSD menjadi MS Pro Duo. Saya membeli satu buah adapter dual slot dari seorang rekan di forum agan-agan.

DSC02917Dan kemudian saya membeli dua buah MicroSD V-Gen 16GB yang akan membuat saya memiliki MS Pro Duo 32GB. Namun hasil test membuktikan bahwa saat mencapai kurang lebih 19GB, Windows memberikan warning memberitahukan bahwa MS Pro Duo telah penuh.

Akhirnya saya kombinasikan antara 16GB + 2GB MicroSD sehingga saya memiliki total 18GB pada slot MS Pro Duo dan 16GB pada slot SD Card. Lumayan sebagai tempat penyimpanan data.

Setelah melakukan transfer, eng ing eng… ruang kosong di SSD saya menjadi 40GB. Mantap (isnandi.net)

Hardware Notebook Sony Vaio Z116GG

Sony Vaio Z116GG

DSC02426

Akhirnya saya memiliki dana untuk membeli Sony Vaio Z116GG yang merupakan idaman saya sejak 2010. Z116GG sebenarnya adalah kode yang terdiri dari nama produk Z1 atau VPCZ1 dan 16GG yang merupakan varian. Saya membeli Vaio Z1 keluaran 2010 ini pada bulan Oktober 2011 kemarin, saat itu Sony telah mengeluarkan Vaio Z2 yang lebih ciamik lagi dari punya saya ini. Namun menurut saya pribadi Vaio Z1 memiliki keunggulan dibanding Vaio Z2 terutama karena dalam body kecil Vaio Z1 ini masih ada optical drive dan dedicated GPU. Salah satu pertimbangan lain adalah harga Z1 jadi lebih bersahabat dibanding Z2. 
Notebook ini-pun resmi menjadi notebook ke-10 yang saya gunakan selama 14 tahun malang melintang di jagat IT.

Fitur

DSC02430Sony Vaio Z11GG datang dengan fitur standard:

  • Intel Core i5 540M (2.53GHz, Cache 3MB)
  • Nvidia GeForce GT 330M 1GB (Speed) / Intel GMA 4500MHD (Stamina)
  • 6GB RAM (Max 8GB)
  • 128GB SSD
  • DVD RW Multi
  • Wifi 802.11b/g, LAN, Bluetooth
  • 13.1” WXGA LED (1600 x 900)
  • Webcamera, Fingerprint
  • Windows 7 Professional 64-bit
  • Berat hanya 1.38kg

DSC02434Walaupun memiliki berat yang sangat enteng, yaitu 1.38kg yang bahkan lebih ringan dari Sony Vaio M126AG milik anak saya, Vaio Z1 ini dibenamkan kemampuan prima dan memiliki dedicated graphics card serta cukup banyak konektifitas seperti Lan, 3xUSB 2.0, MS Pro Duo, Memory Card Reader (MMC/SD), Express Card, VGA Out dan HDMI. Acer Aspire 4530 saya yang memiliki konektifitas yang sama terlihat sangat bongsor bila disandingkan dengan Vaio Z1.

Buildnya sangat mewah dengan warna yang elegan dan tulisan Vaio berwarna chrome di tengah-tengah lid notebook. Tentu saja karena Vaio Z merupakan produk premium dari jajaran Sony Vaio. Tidak lupa Fingerprint sensor yang terletak manis di bawah mousepad.

DSC02428Keyboard yang sangat nyaman digunakan karena Sony merupakan salah satu pelopor keyboard chiclet. Tidak dilupakan keyboard backlit yang sangat berguna bila saya mengetik di ruangan dengan pencahayaan kurang. Walaupun masih agak kagok saat menggunakan keyboard-nya karena terbiasa dengan Dell Vostro 1400 saya, namun akhirnya terbiasa dan semakin menikmatinya.

Tidak banyak lampu yang berseliweran di sekitar keyboard sehingga tidak menggangu mata. Hanya ada lampu hijau di pojok kanan atas yang menandakan status power dari Vaio ini.

DSC02429

Kelemahan utama bagi saya(yang menurut beberapa orang kelebihan) adalah Dynamic Hybrid Graphics System dari notebook ini. Sistem ini akan mendeteksi apakah kita terhubung dengan power outlet atau tidak serta apa pilihan dari power plan kita.
Apabila kita memilih ‘Balanced’ dimana saat notebook terhubung dengan listrik maka Vaio akan menggunakan Nvidia Geforce GT 330M sementara saat menggunakan batere maka Vaio akan menggunakan Intel GMA.
Sementara bila kita memilih ‘High performance’ maka Vaio akan tetap menggunakan Nvidia Geforce biarpun kita sedang menggunakan batere yang tentu akan sangat mengurangi kinerja batere itu sendiri.

Menurut saya lemah karena saat melakukan perpindahan dari Intel GMA ke Nvidia Geforce atau sebaliknya, Windows masih saja meminta konfirmasi saya berulangkali yang dikarenakan adanya aplikasi yang mungkin terganggu dengan perpindahan tersebut.
Hal ini tentu saja dapat dihindari dengan tidak memilih Auto tapi langsung Speed (Nvidia Geforce) atau Stamina (Intel GMA).

Saat sibuk, misalkan digunakan untuk bermain game yang membutuhkan grafis 3D yang cukup berat salah satu yang pernah saya coba adalah Mass Effect 2, internal fan dari Vaio baru sibuk bekerja dan tingkat panas dari notebook terutama CPU serta GPU bisa mencapai 87° dari standard 60° (posisi Speed) atau 50° (Stamina).

Kesimpulan

Puas, puas dan puas.

DSC02432Layar LED dari Vaio Z1 ini diklaim merupakan Vaio Display Premium sehingga warna dan displaynya begitu cerah dan lebih nyaman di mata. Keyboard yang empuk dan nyaman. Masih adanya optical drive yang bisa digunakan apabila diperlukan.

Startup dari cooldboot yang hanya memakan waktu sekitar 27s. Sedangkan dari sleep hanya butuh waktu 2s dan dari hibernate sekitar 7s. Semuanya berkat SSD-nya yang bagi saya super cepat.

Saat ini Vaio Z1 telah saya gunakan selama kurang lebih 6 bulan dan tidak ada satupun komplain berarti yang bisa saya utarakan. (isnandi.net)

Acer Ferrari One Hardware Notebook

2009 Notebook Round-up / History

Daftar notebook yang saya gunakan bertambah satu, sehingga menjadi total 9, yaitu:

Dell Vostro 1400 yang dipinjamkan oleh kantor saya. Yang membuat notebook ini beda adalah resolusi maksimumnya yang 1400×900, sangat tinggi untuk notebook berukuran 14”. Notebook ini merupakan notebook ke-9 saya.

Di samping sejarah dari notebook saya, saya juga hendak menambahkan sejarah notebook dari istri saya:

TC1000 courtesy of Wikipedia

1. HP Compaq TC1000. Tablet PC berprosessor Transmeta Crusoe ini saya beli di ebay UK dan digunakan istri untuk keperluan sehari-hari saat mengerjakan proyek di Fortis Indonesia.

Foto courtesy of rightnotebooks.com

2. Sony Vaio TR2A. Menggantikan TC1000 karena istri mengeluh bahwa TC1000 sangat lambat. Dibeli second melalui milis Gadtorade dan masih bertahan hingga sekarang walaupun HDD-nya sudah menunjukkan tanda-tanda sekarat.

3. Acer Ferrari One. Saat TR2A hendak dilungsurkan, istri akhirnya saya belikan Ferrari One dengan pertimbangan performa-nya di atas Intel Atom namun tetap berukuran kecil dan ringan untuk ditenteng kemana-mana.

Acer Ferrari One Hardware Notebook Review

Acer Ferrari One 200

Acer Ferrari One adalah notebook Acer ke-6 yang saya beli baik untuk diri saya sendiri maupun untuk rekan dan keluarga. Notebook ini merupakan notebook Acer terbaru yang saya beli setelah Acer Aspire 4530 tahun lalu. Ferrari One saya belikan untuk istri saya yang hendak melungsurkan Sony Vaio TR2A-nya.

Persyaratan dari istri saya sangat mudah: kecil, ringan namun cukup powerful. Dari persyaratan tersebut, saya sebenarnya memutuskan untuk membeli Dell Inspiron 11z. Namun saat berkunjung ke PC Fair 2009 (III) di KLCC sabtu kemarin (7 Desember 2009), istri agak kurang tertarik dengan Inspiron 11z, dan saat itulah kita melihat Acer Ferrari One 200 di booth salah satu vendor Acer. Dengan harga yang sama dengan 11z namun dengan build yang lebih elegan, akhirnya kami memutuskan untuk membawa satu unit Acer Ferrari One pulang.

read more »

Acer Aspire 4530 Notebook Review Tips Windows XP

Acer Aspire 4530 Windows XP Empowering Technology

Anda masih menggunakan software Microsoft Windows XP di Acer Aspire 4530 seperti saya? Dan kemudian anda tertarik dengan software Acer Empowering Technology dan berniat meng-installnya di Windows XP anda. Namun seperti diketahui bersama, Acer saat ini masih belum menyediakan software Acer Empowering Technology ini bagi pemilik Acer Aspire 4530.

Namun jangan berkecil hati, pada dasarnya Acer Empowering Technology ini akan berjalan di notebook anda bila memiliki karakteristik yang hampir sama. Misalkan untuk Acer Aspire 4530 karakteristik paling utama adalah prosesor AMD Turion X2. Selidik punya selidik, ternyata saudara terdekat Acer Aspire 4530 adalah Acer Aspire 9300. Karenanya, untuk mendownload software Acer Empowering Technology untuk Windows XP maka anda cukup mendownload-nya dari situs ini:

http://support.acer-euro.com/drivers/notebook/as_9300.html

Dan dari 8 software Acer Empowering Technology ini, maka saya menyarankan anda untuk hanya mendownload dan menginstall:

  1. Acer Empowering Framework
  2. Acer ePerformance Management
  3. Acer eLock Management
  4. Acer ePowerManager Management
  5. Acer ePresentation Management
  6. Acer eSettings Management

Beberapa software lainnya dikhawatirkan memiliki masalah kompatibilitas dengan Acer Aspire 4530.

Acer Aspire 4530 Notebook Review Server 2008 Windows

AMD-Virtualization Hard Crash di VirtualPC 2007

Hardware Virtualization Enabled and Activated

Sebagai Product Development Manager, bekerja dengan berbagai OS adalah suatu hal yang mutlak. Karena itulah saya sangat mengandalkan VirtualPC 2007 untuk menjalankan beberapa varian Windows OS untuk melakukan testing dan pengujian produk dan bahkan sebagai tempat bekerja.

Selama ini fitur Hardware Virtualization di HP Pavilion DV2100CTO saya matikan karena dalam beberapa kali uji coba entah mengapa saya selalu merasa performa VirtualPC jauh lebih lambat. Sementara Desktop PC di kantor bahkan tidak memiliki fitur ini (Intel Core2Duo E4400).

read more »

HP Pavilion DV2100 Notebook Review Server 2008 Tips Windows

Windows Server 2008 di Notebook HP Pavilion DV2100CTO

HP Pavilion DV2100CTO saya memang sudah nyaris menjadi bangkai… teronggok dengan manisnya di pojokan. Setidaknya notebook ini kalau sudah menyala tidak tiba-tiba saja mati. Hanya untuk menyala-nya ini yang butuh kesabaran satu ton banyaknya.

Akhirnya terpikir untuk menjadikannya File Server. Setidaknya DV2100 ini harus menyala terus sehingga hanya perlu satu kali melewati penyakit 3BEEP… setelah proses installasi selesai.

Nah, pada awalnya saya hendak menginstall Windows Server 2003 Standard RC2 di DV2100. Namun berkat pengaruh dari Lutfi Royan jadilah saya menginstall Windows Server 2008 Standard.

Enough blablabla… sekarang ke persiapan:

  1. Windows Server 2008 Installation Disk dari sini. Hey… MS memberikan masa trial hingga maksimum 240 hari untuk Windows 2008… lumayan kan
  2. Driver Intel Fast Ethernet Card dari sini. Yup… anda benar… Windows Server 2008 TIDAK MENGENALI Intel® PRO/100 Network Adapter.
  3. Driver Vista dari HP Pavilion DV2100CTO dari sini. Terutama sekali nvidia Go7200.

read more »

Acer Aspire 4530 Notebook Review Tips

Acer Aspire 4530

Acer Aspire 4530 adalah notebook generasi ke 8 saya selama hampir 10 tahun berkecimpung di dunia IT Professional. Notebook ini saya beli di Malaysia sini pada saat PC Fair Malaysia yang tidak manusiawi itu loh. Pertimbangan saat membelinya adalah harganya yang cukup murah yaitu di bawah RM2000 dengan fitur yang cukup mumpuni diantara notebook sekelas.

read more »