Category Archives: Indonesia

Tunnel ahead

One of my usual morning was using the online ojek to drive me to train station.

Bintaro Macet???

Minggu lalu, Senin tgl 9 nov sehubungan urusan kerjaan jadi keluar rumah ke arah pintu tol pondok aren pada sekitar pukul 6.30.

image

Dan ternyata antrian orang yang hendak masuk tol sudah sangat panjang. Bahkan hingga mencapai fly over.
Dari pantauan waze, kecepatan rata-rata mobil hanya 6km/h. Tapi alhamdulillah, kembali menurut Waze, saya bisa sampai di tujuan dalam waktu 1 jam lebih sedikit.
So… Enjoy macet sambil nge-blog.

Indonesia Personal Review

Iklan Sisipan dari XL

Sebagai pengguna XL, sudah cukup lama saya disodori halaman iklan saat browsing di browser handphone. Padahal saya pengguna jalur data yang membayar tapi tetap disuguhi iklan tersebut.
Namun okelah, saat ini belum ada pilihan lain.
Tapi hari ini saya disodorkan bentuk iklan lain, injection ke page yg saya kunjungi. Wow… Security breach banget. Contohnya ada screenshoot di bawah ini saat berkunjung ke web saya sendiri…

image

Please deh XL. Ini dah pelanggaran privacy saya sebagai pengguna. Terua buat apa saya bayar biaya data.

Kapankah security perbankan kita ditingkatkan??

image

Sungguh, bila dibandingkan negeri tetangga maka perbankan kita adalah perbankan yang agak tidak bersahabat dengan pelanggan.
Disamping dikenakan biaya bulanan atau tahunan yang besat, kita juga dihadapkan pada kenyataan betapa rentannya keamaan dari perbankan itu sendiri seperti pembobolan kartu ATM yang terjadi (lagi) pada salah satu bank besar di negara ini.
Padahal di negara tetangga, kewajiban menggunakan kartu ber chip sudah ada sejak lama. Kartu yang saya foto diatas adalah kartu ATM salah satu bank di Malaysia yang saya peroleh sejak 2008. Coba… dari 2008 sudah ada chipnya. Indonesia baru mewajibkan chip di kartu kredit beberapa tahun belakangan ini saja.
Semoga dengan semakin banyak kejadian akan menyadarkan pihak bank dan kita juga sebagai konsumen untuk meminta jaminan keamanan dana kita.

Ahmadiyah atau Ahmadiah: 6 tahun berlalu namun belum juga berakhir

Setelah 6 tahun lalu saya menulis http://isnandi.net/2005/08/03/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/ tentang penyerbuan di Parung, ternyata polemik tentang Ahmadiah ini masih belum berakhir. Bahkan hingga terjadi penyerbuan massa kembali.
Aduh tolong dong para penegak hukum Indonesia, jangan biarkan kegiatan anarkis seperti penyerbuan massa itu berlangsung terus di negeri tercinta Indonrsia. Either larang ahmadiah secara resmi atau tindak tegas para pelaku anarkis itu. Tidak ada tempat lagi bagi pelanggar hukum di negeri Indonesia.

Indonesia News Personal

Blog Update

Akhirnya selesai sudah upgrade dan update dari blog ini. Selain di software-nya diupgrade ke WordPress seri terbaru, saya juga sudah mengaplikasikan theme yang relevan dengan WordPress-nya. Disamping itu, saya juga merencanakan untuk lebih memperbanyak postingan dalam bahasa inggris untuk memperluas audience dari blog saya ini.

Mudah-mudahan saya masih bisa tetap aktif dalam ber-blog ria mengingat saya sudah memulainya sejak lebih dari 8 tahun lalu dengan hanya mengandalkan script php-mysql buatan sendiri dilanjutkan dengan script asp.net-mono hingga akhirnya wordpress.

Perpanjang SIM di Polresta

Liburan kali ini saya manfaatkan untuk memperpanjang SIM atau Surat Ijin Mengemudi (atawa Indonesia Driving License) yang sudah mati sejak beberapa bulan yang lalu.
Mengingat pengalaman di waktu lampau dan kekhawatiran akan mengantri lama ditambah dengan hari Jum’at maka saya sudah berangkat dari rumah sejak pukul 7 pagi… mantap gak tuh. Perjalanan dari rumah ke Polresta Kota Bogor tidak memakan waktu selama yang dibayangkan, mungkin karena faktor lebaran jadi tidak terlampau macet. Sampai di Polresta pukul 8 kurang dan ternyata saya datang kepagian karena semua fasilitas Polresta baru aktif pukul 8.30. Sempat ditawarin untuk dibantu namun saya menolaknya dengan halus karena ingin merasakan jalur resmi.
Saya mem-fotokopi KTP dan membeli map seharg Rp 1.500 di warung fotokopi yang baru buka pukul 8.30 kurang. Setelah itu melakukan pemeriksaan kesehatan dimana saya diperiksa tensi dan mata serta dimintakan keterangan tentang tinggi, golongan darah serta berat badan. Disini saya diminta untuk membayar Rp 15.000.
Setelah itu saya diminta untuk menyerahkan map beserta berkas yang ada di dalamnya ke loket BRI yang ternyata baru buka pada pukul 8.40 (padahal jelas-jelas tertulis bahwa loket buka pukul 8.30). Saat buka pun, loket hanya menerima permohonan perpanjangan. Saya baru dipanggil pukul 8.47 dan diminta untuk membayar Rp 155.000 yang terdiri atas Rp 80.000 untuk SIM A dan Rp 75.000 untuk SIM C serta menandatangani 2 kuitansi pembayaran. Setelah itu saya diminta menunggu untuk pengisian formulir.
Pukul 9.35 saya dipanggil untuk mengisi formulir, karena saya melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C maka ada 2 formulir yang harus saya isi. Formulir selesai saya isi pada pukul 9.45 dan setelah di cek petugas langsung saya serahkan ke bagian foto dan kembali menunggu.
Akhirnya saya dipanggil untuk foto dan sidik jari pada pukul 10.11 dan selesai pada pukul 10.18. Nah sekarang tinggal tunggu SIM-nya jadi deh.
Eh ternyata pada pukul 10.24 saya sudah dapat memperoleh kedua SIM saya… mantap. Saat mengambil saya disodori formulir PMI senilai Rp 1.000.
Fiuh… ternyata proses resmi itu mudah sekali dan tidak terlampau mahal. Total jenderal saya mengeluarkan duit Rp 172.500 dan mengorbankan waktu 2 jam 24 menit. Not bad lah… salut buat Kepolisian RI buat peningkatan pelayanan publik-nya.

Indonesia Personal Tips

Gratis Iuran Tahunan Credit Card di Indonesia? Kenapa tidak…

Sebenarnya agak sedikit sebal dengan perbankan di Indonesia yang sangat mencekik leher. Apalagi setelah tinggal di Malaysia ini dan merasakan bahwa menjadi pemegang Kartu Kredit itu sangat dimanjakan dengan berbagai macam kemudian… salah satunya adalah Free Annual Fee yang mana besarannya RM130 (atau Rp300rb) untuk Primary Card Holder.

Banyak cara yang dioffer oleh bank di Malaysia untuk memperoleh Free Annual Year. Misalkan dengan berbelanja minimal 24x setahun maka Annual Fee tahun berikutnya gratis. Dikarenakan tahun pertama sudah gratis maka boleh dikatakan dapat menjadi gratis selamanya… asal rajin menggesek kartu tersebut.

Kebetulan saya adalah pengguna Citibank Credit Card semenjak entah kapan. Beberapa tahun yang lalu saya sempat menikmati potongan Annual Fee kartu kredit saya karena saya mengancam hendak menutup kartu saya.

Berbekal niatan hendak menutup kartu tersebut, pagi ini saya menelepon ke call center Citibank. Setelah verifikasi kartu akhirnya saya mengutarakan permintaan untuk `Annual Fee Waived`. Operator di ujung telepon kemudian melakukan beberapa verifikasi dan akhirnya menginformasikan bahwa kartu kredit saya termasuk yang memperoleh undangan peniadaan iuran tahunan… dan di tagihan berikutnya akan ada `Reversal Annual Fee`. Pada intinya saya tidak perlu bayar iuran tahunan tahun ini… mantap.

So… bila anda ingin untuk iuran tahunan kartu kredit anda di-waived, all you have to is ask. Bila tidak disetujui, mungkin karena credit history anda kurang meyakinkan.
Ehem… tahun depan harus telepon lagi nih.