Category Archives: Indonesia

Keluhan Penghuni Pesona Cilebut

Siang ini tiba-tiba seorang rekan tetangga Pesona Cilebut me-ym saya. Dia mengeluh semakin tidak aman-nya Pesona Cilebut. Karena semakin banyak maling yang beroperasi disana. Menurut beliau sebuah mesin jet pump milik tetangganya telah tercuri Jum’at kemarin. Bahkan barang di rumah beliau ada yang hilang saat ditinggal pergi beberapa hari.
Walah.. sebegitu parahnyakah Pesona Cilebut??
Sebagai salah satu mantan anggota Pesona Cilbut saya turut berduka cita. Padahal ini adalah perumahan yang harusnya keamanannya bagus. Bagaimana dengan Developer Mitra Cemerlang Prestasi? Bukankah mereka masih membuka kantor marketing di wilayah tersebut?

Mitra Cemerlang Prestasi… mana janjimu nih? Penghuni sudah bayar mahal namun sebagai timbal balik diberi rumah yang jauh tidak sebanding antara harga dan kualitas serta faktor lingkungan yang tidak mendukung.

Indonesia Personal

PulKam dengan oleh-oleh

Tanggal 7-8 Februari kemarin adalah hari libur karena Tahun Baru Cina / Imlek. Berarti long weekend dong, dan di CyberJaya berarti bencana bila anda tidak masak sendiri seperti saya. Walaupun ini berarti memperlambat perubahan status saya untuk menjadi Tax Resident serta me-reset kondisi waktu tinggal saya di luar Indonesia kembali ke nol. Tapi berhubung ada keperluan yang cukup mendesak dan terutama karena kangen keluarga, akhirnya saya putuskan untuk pulang juga. Karena-nya saya langsung meminta ijin untuk pulang ke Indonesia dan ternyata di kabulkan. 😀
Di Indonesia ternyata cuaca kurang bersahabat. Bogor bahkan lebih parah. Mendung terus menggantung. Hujan kadang turun deras kadang berhenti kadang gerimis. Betul-betul khas Kota Hujan. Angin malam yang dingin menusuk ternyata membuat kondisi badan memburuk dan akhirnya saya terkena radang tenggorokan disertai demam yang mengganggu.
Hari minggu (10-2) saya akhirnya ke dokter di RS. Azra ditemani istri. Dan ternyata memang sedang musim. Banyak sekali pasien disana dengan keluhan yang sama. Dengan obat pemberian dokter, demam saya agak berkurang. Dan akhirnya saya kembali ke Malaysia pada senin (11-2) pagi dengan membawa oleh-oleh sakit 😀

Bayar Tol Secara Elektronik

Gerbang Tol Malaysia
Bila anda sering menggunakan jalur tol seperti saya ketika di Indonesia sepertinya mulai merasa perlu berlangganan. Sehari saja saya sudah menghabiskan biaya tol IDR23,000 meliputi ruas tol Jagorawi dan ruas tol Dalam Kota Jakarta. Namun model langganan yang masih berbentuk karcis dan memiliki masa berlaku sungguh sangat tidak menarik. Apalagi karcis tersebut tidak berlaku secara umum, hanya berlaku pada ruas tol yang tertera di karcis. Duh sungguh tidak efisien.
read more »

Indonesia Personal

Berat Rasanya…

Single Entry Visa
Berangkat dari Bogor jam 4.30 sehabis subuh. Dengan menggunakan si Biru Malam yang dikendalikan oleh Mang Beben. Ditemani oleh istriku, anakku yang lincah dan ibuku. Setelah proses Check In yang cukup melelahkan ternyata bagasi saya overweight 3Kg. Merogoh kocek deh, padahal waktu overweight 9Kg dari London dulu gak mengeluarkan sepeserpun loh 😀
Hingga saat-nya boarding; tentu setelah bersalam-salaman dengan ibu dan bermesra-mesraan dengan istri, Audin ternyata agak rewel ingin ikut dengan saya ke dalam. Namun tentu saja dilarang oleh Dini dan ibuku. Apalagi ada Pak Satpam yang sangar dan menjaga pintu di depan. Akhirnya saya berbalik ke pintu kaca tidak berapa jauh dari penjaga. Audin kemudian berjalan ke arah saya sambil terus memperhatikan Pak Satpam… sungguh lucu sekali. Begitu sampai di dekat saya, langsung cium tangan dan berpelukan. Duh, sungguh berat memang meninggalkan keluarga.

Indonesia Malaysia Personal

Employment Pass Stage 1 Clear

Baru saja saya kembali dari Kedutaan Besar Malaysia di Kuningan dalam rangka mengurus Reference Visa. Disana saya bertemu langsung dengan salah satu atase kedutaan, ternyata beliau sudah dikontak oleh pihak MDeC di Malaysia untuk memberikan prioritas pengurusan Reference Visa saya dikarenakan adanya kesalahpahaman. Sehingga Visa yang biasanya membutuhkan waktu 4 hari dapat selesai sore nanti. Alhamdulillah, karena saya sudah memesan tiket untuk keberangkatan esok pagi.
Kok bisa ada kesalahpahaman?
read more »

Indonesia Personal Review

Seminggu bersama Suzuki Swift ST Matic

Suzuki Swift ST Matic Nite Blue
Sudah lebih dari seminggu saya menggunakan si Biru Malam. Sejauh ini saya cukup puas dengan performa-nya. Mesin matic-nya membuat hidup berkendara di jalanan macet menjadi sangat nyaman. Namun karena memang pada dasarnya pengguna manual, jadi tangan ini gak mau jauh-jauh dari stik kopling 😀
read more »

Indonesia Personal Review

Penerima Suzuki Swift ST Pertama di Bogor

Suzuki Swift ST Matic Nite Blue
Perburuan mobil pun berakhir sudah. Setelah sebelumnya berjuang dengan Daihatsu Xenia dan kemudian membatalkannya, akhirnya kami memutuskan untuk membeli mobil yang ready stock. Pilihan jatuh ke mobil kecil mungil Suzuki Karimun Estillo dan kami memesannya di pertengahan Oktober kemarin. Namun kemudian sales Suzuki kemudian menawarkan Swift varian ST, versi CKD dari Swift. Harganya cukup menawan, karena tidak jauh berbeda dari Karimun Estillo yang di dress-up.
Pada awalnya saya kurang tertarik mengingat jeleknya cabin varian ini saat saya melihatnya di IIMS 2007. Namun setelah diperlihatkan beberapa brosur terbaru saya akhirnya mengetahui bahwa Swift ST kali ini berbeda dengan Swift ST versi IIMS 2007. Cabin-nya lebih rapih dengan 2-Din Audio System. Apalagi dijanjikan bahwa unit akan ready pada awal November. Akhirnya saya menyetujui untuk memesan Swift ST Manual warna Merah Maroon yang kemudian diganti menjadi warna Hitam.
read more »

Kekeringan di tengah Kota Hujan

Desain pipa air di rumah yang kami tempati saat ini memang agak nyeleneh… pipa airnya diletakkan di langit-langit rumah dan bukannya di tanam di bawah lantai. Akibatnya jelas, aliran air harus memiliki tekanan yang tinggi agar bisa naik ke pipa yang diatas sehingga bisa digunakan. Satu-satunya keran yang tidak membutuhkan agar airnya naik terlebih dahulu adalah keran yang berada di garasi.
Selama ini kami sudah terbiasa air tidak dapat digunakan setelah pagi hingga sore. Pada hari senin biasanya tekanan air sudah rendah semenjak jam 6 pagi, sedangkan hari kerja lain biasanya di jam 8an. Ada kalanya kami sedang beruntung dimana tekanan air tinggi terus seharian. Namun biasanya pada jam 5 sore tekanan air sudah tinggi kembali sehingga air akan mengucur di kamar mandi dan keran lainnya.
Namun entah mengapa semenjak minggu lebaran kemarin tekanan air hampir selalu rendah. Bahkan pernah hingga jam 7 malam masih rendah. Padahal hujan deras terus melanda Bogor, sehingga tidak mungkin ada kekeringan. Bahkan hari ini hingga jam detik ini pun tekanan air masih rendah… pusing kepala.
Yaya.. memang desain perpipaan kami memang bermasalah. Namun sepertinya bila sudah begini, tetangga depan rumah-pun mengalami hal yang sama dengan kami. Artinya memang aliran air PAM yang sangat berkurang. Awalnya saya pikir karena kemungkinan petugas PDAM yang sedang berlibur lebaran, namun kok masih berlangsung hingga sekarang yah. Apakah mungkin ada orang yang mencuri Air???