Archive for the ‘Malaysia’ Category
Wednesday, August 20th, 2008
Blog ini mungkin sedikit terlambat namun lebih baik terlambat daripada tidak ngeblog tentang hal ini sama sekali :D.
Ceritanya Minggu lalu, tepatnya mulai dari tanggal 11 hingga 14 Agustus 2008, saya mengikuti acara Microsoft TechEd South East Asia 2008. Ini adalah kali pertama saya ikut acara ini terutama karena TechEd SEA dilakukan di Kuala Lumpur. Saat dapat informasi acara ini dari milis dotnet di Februari 2008 langsung saya ajukan ke para bos dan mereka langsung menyetujui tanpa tedeng aling-aling.
(more…)
Posted in .NET, Indonesia, Malaysia, Social, Windows | 1 Comment »
Tuesday, August 19th, 2008
5 menit yang lalu terjadi tabrakan antara sebuah sepeda motor dan sebuah mobil di tol LebuhRaya Damansara Puchong atau LDP. Satu penumpang sepeda motor sempat terkapar dan tampaknya terkilir kakinya. Mobil yang terlibat hingga berputar 90°.
Namun terlihat tidak ada seorangpun yang bergerak menolong korban setelah melihat kejadian tersebut. Saya sendiri setengah berlari ke lokasi karena posisi saya yang cukup jauh sambil terheran-heran karena tidak adanya tindakan orang-orang yang lebih dekat ke lokasi kejadian. Alhamdulillah, seorang pengendara motor lain kemudian membantu korban sebelum saya sampai ke lokasi. Motor dan mobil yang terlibat saling menepi serta menyelesaikan masalah di pinggir jalan. Dan semuanya kembali seperti tidak ada kejadian apapun.
Posted in Malaysia, Social | 2 Comments »
Monday, August 4th, 2008

Hari Sabtu (1 Agustus 2008) kemarin akhirnya kami sekeluarga berkunjung ke pameran PC Fair Malaysia di KLCC. Berangkat dari rumah pukul 8.30 pagi dan akhirnya sampai di KLCC pada pukul 10.30. Ternyata pamerannya baru dibuka pukul 11, jadilah kami menunggu di depan pintu masuk. Pengunjung pameran ternyata cukup banyak dan sudah bergerombol di depan pintu masuk. Dan begitu jam 11 mereka langsung menyerbu masuk…
Saat masuk, langsung kaget melihat larangan membawa segala jenis trolly, kereta bayi dan (mungkin) kursi roda. Kita dipersilahkan menitipkan kereta bayi di tempat penitipan. Setelah itu dipaksa naik 3 tingkat karena pameran berlangsung di lantai 3.
Dari spanduk peta raksasa kita bisa melihat bagaimana layout PC Fair di KLCC ini yang mana berbentuk seperti huruf `U` dengan urutan Entrance -> Conference Hall -> Banquet -> Ballroom -> Hall 1 & 2 -> Hall 3 -> Hall 4 & 5 -> Exit. Atau secara kasarnya.. kita dipaksa harus menyusuri setiap bagian jengkal dari pameran ini untuk dapat keluar. Sungguh layout yang tidak manusiawi.
Di dalamnya tidak jauh berbeda dengan pameran komputer di Indonesia. Hiruk pikuk orang bergerak kesana kemari. SPG-SPG berwajah bening bertebaran membagikan brosur tanpa 100% paham apa yang ada di brosur yang dibagikannya. Tawaran darurat dan menarik dibuat dengan papan spanduk seperti demonstrasi. Namun tetap saja ada rasa salut atas sapaan sopan dan ramah dari sales Dell.
Hmm.. larangan membawa trolley sepertinya mulai dirasakan banyak orang. Beberapa orang yang membeli barang berukuran besar dari Conference Hall harus bersusah payah mengangkat benda tersebut ke pintu exit yang nun jauh disana. Namun beberapa stand (seperti Canon, Acer, HP, Dell) ternyata menyediakan trolley gratis untuk pembelian barang-barang tertentu. Saya yang membeli notebook Acer Aspire 4530 tidak memperoleh trolley gratis dari Acer karena ternyata trolley tersebut hanya diberikan untuk pembelian Acer MPC.
Akhirnya kami berhasil mencapai pintu Exit dengan segala kelelahan dan kecapaian. Ternyata perjuangan belum berakhir karena kami harus kembali ke pintu masuk untuk mengambil kereta bayi Audi. Proses ini berhasil memenuhi layout `U` pameran menjadi layout `O` … benar-benar hwarakadah.
Setelah makan siang dan beristirahat akhirnya kami kembali ke pameran karena berminat untuk membeli printer dan mp3 player. Walaupun terbayang perjuangannya namun tetap dipaksakan juga. Akhirnya kami membeli printer multifungsi Epson CX5500 murah meriah di Conference Hall dan saya menyeret printer tersebut di lantai KLCC yang berkarpet untuk mengurangi beban beratnya
Jadi terbayang kan bahwa saya dan istri membawa dua kantong besar berisi notebook dan printer plus Audi yang masih di gips dan tidak bisa jalan.
Ternyata segala cara untuk keluar (atau masuk) tidak melalui jalur yang ditentukan penyelenggara di tutup. Semua lift diantara sepanjang jalur acara diberi pita penghalang. Semua pintu keluar diberi barikade. Bah… ini pameran tidak pengunjung friendly nih.
Namun alhamdulillah ada penjaga yang berbaik hati membukakan salah satu barikade dan mengijinkan kami keluar saat masih di Conference Hall. Sehingga kali ini kami cukup turun ke lantai bawah untuk mengambil kereta bayi dan langsung pulang… alhamdulillah.
Jadi terbayang pameran komputer di JHCC Indonesia. Layout ruangan yang lebih friendly dan memudahkan pengunjung untuk entry atau exit. Dan kebebasan untuk membawa trolley atau kereta bayi untuk masuk ke dalam.
Posted in Malaysia, Personal, Social | 3 Comments »
Friday, May 2nd, 2008

Shock…
Terus terang itu yang saya rasakan waktu baca statement Credit Card dari Citibank Indonesia yang dibawa istriku dari Indonesia. Mata saya melotot saat melihat tulisan mengenai besaran bunga di statement itu… 42% p.a (per annum / per tahun). Besaran bunga terakhir yang saya ketahui adalah 36% p.a. Segera saja saya rush ke website-nya Citibank Indonesia. Tabel lengkap dari daftar bunga di Citibank Indonesia bisa dilihat disini

Kenapa saya shock? Karena besaran bunga Credit Card di Malaysia hanyalah 18% p.a. Sungguh jauh sekali antara 18% dan 42%. Coba deh bandingkan dengan bunga Citibank Malaysia disini. 18% per tahun euy, either buat belanja atau cash advance.
Orang Indonesia hanya dapat mengakses bunga 18% p.a. dari Personal Loan. Di Malaysia sini bunga Personal Loan bisa menyentuh 8% p.a.
Per-bank-an di Indonesia memang sucks.
Posted in Indonesia, Malaysia, Social | 5 Comments »
Wednesday, April 16th, 2008

Meng-import barang elektronik ke Malaysia itu ternyata gampang-gampang susah. Gampang-nya adalah karena semua prosedur jelas, namun biaya dan waktu yang harus kita korbankan untuk mengurusnya itu yang kadangkala jadi pertanyaan.
Principal di Eropa mengirimkan beberapa mobile phones ke kantor di Malaysia untuk keperluan testing dan pengembangan produk dengan menggunakan Fedex Priority. Dalam 2 hari kiriman tersebut telah sampai di KLIA, namun ternyata ditahan oleh Customs dan untuk mengeluarkannya saya memerlukan sebuah dokumen “Import Permit” dari lembaga yang bernama Sirim.
(more…)
Posted in Malaysia, Review, Social | No Comments »
Tuesday, April 15th, 2008

Dari kantor memang saya diberi SIM card dari provider Maxis lengkap dengan fitur Internet Unlimited. Namun untuk urusan keluarga saya memutuskan untuk membeli kartu lain untuk saya dan istri. Melalui berbagai pertimbangan terutama perhitungan tarif IDD akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan DiGi.
DiGi dominan warna kuning. Iklan DiGi di media TV kadang membuat saya tersenyum lebar. DiGi memang mendengungkan jangkauan terluas sehingga bisa digunakan di manapun kecuali di dalam Gua, di luar angkasa atau di laut dalam 
Untuk masalah roaming, DiGi sepertinya membentuk kerjasama erat dengan Indosat sementara Maxis dengan Telkomsel.
Yang paling seru adalah siang ini saat saya hendak menonaktifkan fitur Voice Mail System (VMS). Saat menelepon ke DiGiHelpline, tiba-tiba saya disodori pilihan Bahasa Indonesia. Wah suprise sekali karena biasanya di Malaysia ini pilihan bahasa hanya tiga, yaitu Bahasa Melayu, Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Secara natural saya langsung memilih pilihan Bahasa Indonesia. Saat saya minta berbicara dengan Customer Support, saya pun disambut dengan orang yang berbahasa Indonesia yang fasih. Wah ini seh orang Indonesia asli nih, apalagi kemudian orang tersebut membenarkan dugaan saya. Salut buat DiGi karena secara tidak langsung mereka mengakui bahwa pengguna produknya yang berasal dari Indonesia sudah sedemikian banyaknya sehingga harus disediakan pelayanan khusus.
Notes:
Untuk menon-aktifkan VMS di DiGi ternyata bisa dilakukan via USSD, caranya:
- Ketik *128# dan tekan Call
- Pilih menu nomor 6
- Pilih menu nomor 4
- Pilih menu nomor 4
- Tunggu SMS konfirmasi bahwa VMS anda sudah di non-aktifkan
Posted in Malaysia, Review, Social, Tips | No Comments »
Monday, April 14th, 2008

Karena penasaran, akhirnya kemarin sore kami memesan Pizza Hut secara online. Awal pemesanan berakhir dengan disaster karena adanya gangguan saat link antara Maybank Online dan Pizza Hut Online. Setelah itu online order dengan permintaan delivery selalu ditolak karena saat dilakukan di rumah kami sedang hujan lebat… tampaknya webmaster Pizza Hut online selalu meng-update situasi dan kondisi.
Sekitar pukul 17.30 hujan pun berhenti dan permintaan delivery melalui order online pun kembali diperbolehkan. Pilih menu promosi, klak klik sedikit dan selesailah order kami pada . Waktu tunggu kedatangan 45 menit (tertulis di receipt sebagai 45 minit, masih menggunakan bahasa melayu :D) pun ditampilkan di receipt dari order online.

Ternyata kurang dari 30 menit pizza telah datang. Huhuhuy. Langsung diserbu deh. Untuk Pizza Super Supreme rasanya tidak jauh beda dengan di Indonesia. Namun untuk Royal Masala sepertinya ini berasa seperti masakan India. Next time kayanya gak bakal pesan yang Royal Masala lagi nih.
Posted in Malaysia, Personal, Review, Social | 1 Comment »
Sunday, April 13th, 2008

Aduh, belum seminggu disini kami sudah menghadapi krisis air. Tanpa sebab musabab yang jelas (atau karena kita tidak tahu), kemarin air di tempat cuci dapur tidak keluar sama sekali sejak pagi hari. Yang bikin bingung adalah air tetap keluar dari kamar mandi sehingga kami masih bisa mandi dengan normal … gak bau lah 
Pada awalnya saya mengira bahwa keran di dapur yang rusak, namun saat keluar dan melihat bahwa air dari keran di halaman depan juga tidak keluar sayapun diberi tahu tetangga bahwa air memang sedang ada masalah dan mungkin paling lambat besok baru mengalir lagi.
Namun saat siang hari air di dapur sudah mengalir kembali seperti biasa… deras dan normal.
Posted in Malaysia, Social | 2 Comments »