Category Archives: Personal

Personal

Welcome Fauzi Ilmi Isnandi

Alhamdulillah,

Istri saya telah melahirkan putra kedua kami, Fauzi Ilmi Isnandi (Ilmi), pada hari Sabtu tanggal 19 September 2009 jam 09.15 di Ampang Puteri Specialist Hospital, Malaysia.

Welcome to the world Ilmi…
Ilmi

Indonesia Personal

Indosat Mentari 0858 gak bisa Internasional Roaming

Kesal.. sebal.. dongkol.. dan lain sebagainya.

Beberapa waktu lalu saat pulang ke Indonesia akhirnya memilih nomer mentari berkepala 0858 sebagai alat komunikasi di Indonesia. Karena adanya keperluan dengan institusi di Indonesia, akhirnya nomer itu saya bawa ke Malaysia agar institusi tersebut dapat menghubungi saya dengan menggunakan nomer lokal. Saat di Malaysia, Indosat Mentari 0858 tersebut langsung melakukan roaming dengan Digi Malaysia dan saya bisa melakukan SMS dengan lancar. Namun masalah muncul saat institusi tersebut berusaha mengontak saya via voice.
Panggilan telepon ke nomer mentari ini dapat dilakukan dengan baik, namun saat di terima telepon langsung diputus saat itu juga… seperti saya menolak telepon tersebut. Saat mencoba telepon keluar dari Mentari inipun ternyata berlaku hal yang sama… saat penerima mengangkat telepon saya maka saat itu juga telepon langsung diputus.
Selidik punya selidik dari situsnya Indosat, ternyata Mentari di Malaysia memang TIDAK BISA ROAMING. Wanjrit… Sungguh payah. Padahal saat saya pindah kemari tahun lalu, nomer Indosat Mentari saya dapat roaming dan menerima atau menelepon dengan lancar. Karena itulah saya kembali memilih Indosat Mentari. Namun sekarang sepertinya saya sangat menyesal, dan thanks to Indosat Mentari maka mau tidak mau saya harus pulang ke Indonesia untuk menyelesaikan urusan saya dengan institusi tersebut. Artinya biaya extra yang harusnya tidak perlu dikeluarkan. Sekali lagi terima kasih Indosat Mentari.

Aidul Fitri 1429H

Kami sekeluarga mengucapkan

Selamat Hari Raya Aidul Fitri 1429H

Semoga ibadah puasa kita diterima Allah SWT dan diberikan kesempatan untuk menikmati ibadah puasa tahun depan.

-: Dony Isnandi, Dini Susanti dan Fuziah Audina Hapsari :-

My Notebook/Laptop Round-up History

Saya pertama kali pegang laptop di tahun 1993, ketika itu seorang rekan dari Travel Agent di Denpasar Bali meminta saya untuk memeriksa laptop beliau yang rusak. Saat itu komputer PC masih merupakan barang langka di Indonesia, apalagi sebuah laptop. Namun karena laptop tersebut rusak sejak saya pertama kali menerima, sehingga saya tidak bisa mengatakan bahwa ini adalah notebook pertama saya.

So, inilah daftar notebook yang pernah saya gunakan atau miliki hingga saat ini:

  1. IBM ThinkPad 560X. Notebook ini saya gunakan tahun 1998-1999 saat kami diminta oleh seseorang untuk men-develop sistem Business Contingency Plan bagi Jakarta Stock Exchange (JSX). Notebook ini juga saya gunakan untuk presentasi skripsi saya pada tahun 1999. Setelah project BCP bagi JSX dibatalkan, notebook ini kemudian digunakan oleh M. Faizal untuk men-develop core dari sistem Kliring Berjangka Indonesia.
  2. IBM ThinkPad T20 seharga USD 3000 adalah notebook pertama yang saya gunakan secara penuh. Digunakan oleh saya untuk men-develop aplikasi BackOffice klien bagi sistem Kliring Berjangka Indonesia. Salah satu solusi aplikasi yang berbasis SOA. Notebook ini menyerah pada tahun 2000 setelah motherboardnya rusak.
  3. HP Omnibook 500 dipinjamkan ke saya dalam rangka penyelesaian proyek Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. (2002)
  4. Twinhead Efio 2400. Nomer seri lengkapnya saya lupa. Notebook ini dibelikan oleh CDL2000 sebagai pengganti dari Thinkpad T20. Saya gunakan untuk menyelesaikan proyek dari Kliring Berjangka Indonesia, Berlian Sistem Informasi dan beberapa proyek lainnya. Notebook ini menyerah satu tahun kemudian setelah adaptor-nya terbakar. (2003-2004)
  5. Toshiba Satellite A60 kemudian dipinjamkan untuk melanjutkan proyek GIS dengan MapGuide, Sistem Akuntansi Keuangan Daerah dan beberapa proyek lainnya. (2005)
  6. Acer Travelmate TM3012 adalah notebook pertama yang saya beli sendiri pada tahun 2006. Walaupun saya beli bekas namun kualitas dan performa-nya tidak mengecewakan. Build-nya yang kecil mungil bahkan sempat membuat para klien mencuri-curi pandang.
  7. HP Pavillion DV2100CTO kemudian ditukar Travelmate TM3012 saya oleh CDL2000. Notebook ini pernah saya bawa ke London dan akhirnya tewas di Malaysia.
  8. Acer Aspire 4530 dibeli di PC Fair Malaysia dengan pertimbangan budget notebook namun cukup powerfull untuk menangani pekerjaan saya.

PC Fair Malaysia Tidak Manusiawi

Audi and Clown
Hari Sabtu (1 Agustus 2008) kemarin akhirnya kami sekeluarga berkunjung ke pameran PC Fair Malaysia di KLCC. Berangkat dari rumah pukul 8.30 pagi dan akhirnya sampai di KLCC pada pukul 10.30. Ternyata pamerannya baru dibuka pukul 11, jadilah kami menunggu di depan pintu masuk. Pengunjung pameran ternyata cukup banyak dan sudah bergerombol di depan pintu masuk. Dan begitu jam 11 mereka langsung menyerbu masuk…
Saat masuk, langsung kaget melihat larangan membawa segala jenis trolly, kereta bayi dan (mungkin) kursi roda. Kita dipersilahkan menitipkan kereta bayi di tempat penitipan. Setelah itu dipaksa naik 3 tingkat karena pameran berlangsung di lantai 3.
Dari spanduk peta raksasa kita bisa melihat bagaimana layout PC Fair di KLCC ini yang mana berbentuk seperti huruf `U` dengan urutan Entrance -> Conference Hall -> Banquet -> Ballroom -> Hall 1 & 2 -> Hall 3 -> Hall 4 & 5 -> Exit. Atau secara kasarnya.. kita dipaksa harus menyusuri setiap bagian jengkal dari pameran ini untuk dapat keluar. Sungguh layout yang tidak manusiawi.
Di dalamnya tidak jauh berbeda dengan pameran komputer di Indonesia. Hiruk pikuk orang bergerak kesana kemari. SPG-SPG berwajah bening bertebaran membagikan brosur tanpa 100% paham apa yang ada di brosur yang dibagikannya. Tawaran darurat dan menarik dibuat dengan papan spanduk seperti demonstrasi. Namun tetap saja ada rasa salut atas sapaan sopan dan ramah dari sales Dell.
Hmm.. larangan membawa trolley sepertinya mulai dirasakan banyak orang. Beberapa orang yang membeli barang berukuran besar dari Conference Hall harus bersusah payah mengangkat benda tersebut ke pintu exit yang nun jauh disana. Namun beberapa stand (seperti Canon, Acer, HP, Dell) ternyata menyediakan trolley gratis untuk pembelian barang-barang tertentu. Saya yang membeli notebook Acer Aspire 4530 tidak memperoleh trolley gratis dari Acer karena ternyata trolley tersebut hanya diberikan untuk pembelian Acer MPC.
Akhirnya kami berhasil mencapai pintu Exit dengan segala kelelahan dan kecapaian. Ternyata perjuangan belum berakhir karena kami harus kembali ke pintu masuk untuk mengambil kereta bayi Audi. Proses ini berhasil memenuhi layout `U` pameran menjadi layout `O` … benar-benar hwarakadah.
Setelah makan siang dan beristirahat akhirnya kami kembali ke pameran karena berminat untuk membeli printer dan mp3 player. Walaupun terbayang perjuangannya namun tetap dipaksakan juga. Akhirnya kami membeli printer multifungsi Epson CX5500 murah meriah di Conference Hall dan saya menyeret printer tersebut di lantai KLCC yang berkarpet untuk mengurangi beban beratnya 😀 Jadi terbayang kan bahwa saya dan istri membawa dua kantong besar berisi notebook dan printer plus Audi yang masih di gips dan tidak bisa jalan.
Ternyata segala cara untuk keluar (atau masuk) tidak melalui jalur yang ditentukan penyelenggara di tutup. Semua lift diantara sepanjang jalur acara diberi pita penghalang. Semua pintu keluar diberi barikade. Bah… ini pameran tidak pengunjung friendly nih.
Namun alhamdulillah ada penjaga yang berbaik hati membukakan salah satu barikade dan mengijinkan kami keluar saat masih di Conference Hall. Sehingga kali ini kami cukup turun ke lantai bawah untuk mengambil kereta bayi dan langsung pulang… alhamdulillah.

Jadi terbayang pameran komputer di JHCC Indonesia. Layout ruangan yang lebih friendly dan memudahkan pengunjung untuk entry atau exit. Dan kebebasan untuk membawa trolley atau kereta bayi untuk masuk ke dalam.

Personal Tips

Update SuperCard Rumble Lite Nintendo DS

Supercard Rumble Lite
Nintendo DS (NDS) sekarang sudah menjadi salah satu bagian dari hiburan keluarga saya. Mulai dari saya sendiri, istri dan bahkan Audin gemar bermain game di NDS. NDS saya diperlengkapi dengan SuperCard Rumble Lite yang menggunakan MicroSD 1GB.
Beberapa waktu yang lalu saya sempat memperoleh beberapa ROM baru untuk NDS dan baru hari ini berkesempatan melakukan update isi NDS. ROM NDS tidak dapat langsung dimainkan oleh SuperCard Rumble, dia harus dikonversi terlebih dahulu oleh sebuah program. Hasil konversi kemudian diletakkan di MicroSD yang akan dibaca oleh SuperCard Rumble.
Nah berhubung semua peralatan tempur NDS saya ditinggal di Bogor, terpaksalah saya melakukan hunting langsung ke situs-nya SuperCard. Dari menu download yang kemudian saya ikuti, saya menemukan data-data link program terbaru untuk SuperCard Rumble disini.
Yang pertama saya lakukan adalah update Firmware 1.85. Setelah firmware di download dan di-ekstrak, isinya kemudian saya letakkan di root dari MicroSD. Berikutnya saya cukup menyalakan NDS dan SuperCard akan melakukan update firmware secara otomatis.
Kemudian saya download program konversi versi 2.66 dari sini. Di install di Windows dan segera saya add ROM NDS yang saya miliki dan melakukan proses konversi. Namun saat diupload ke NDS ternyata hanya menampilkan dua layar putih… weleh. Coba-coba semua opsi tetap tidak membuahkan hasil. Akhirnya saya meneliti setiap link program konversi. Dan menariknya di link pada versi 2.65 mengandung kata rumble. Iseng saya tambahkan kata rumble ke link semula menjadi ini dan ternyata link-nya tidak kosong. Dan saat hasil konversi dari program ini berjalan dengan lancar di NDS saya. Fiuh.

Indonesia Personal

Ringtone Burung Perkutut

Sekedar Memasyarakatkan Karya Seorang Kawan (Rekaman Persetujuan):

Dadi Rosadi (4/28/2008 3:49:30 PM): gw bikin sendiri nih http://www.geocities.com/dadi_rosadi/ring_tone.mp3
Dadi Rosadi (4/28/2008 3:49:32 PM): 50kb
Me (4/28/2008 3:49:44 PM): wah keren
Dadi Rosadi (4/28/2008 3:49:56 PM):
Me (4/28/2008 3:50:08 PM): perkutut
Dadi Rosadi (4/28/2008 3:50:17 PM): puter
Me (4/28/2008 3:50:23 PM): asli buatan sendiri?
Dadi Rosadi (4/28/2008 3:50:30 PM): iya
Dadi Rosadi (4/28/2008 3:50:36 PM): eh.. burung gw ding
Me (4/28/2008 3:50:39 PM): gw posting ke milis/blog gw ya
Dadi Rosadi (4/28/2008 3:50:46 PM): hahahaha ok
Me (4/28/2008 3:50:50 PM): atas persetujuanmu tentunya
Dadi Rosadi (4/28/2008 3:50:55 PM): iya
Me (4/28/2008 3:51:09 PM): sep

Pizza Hut Malaysia

Online Receipt
Karena penasaran, akhirnya kemarin sore kami memesan Pizza Hut secara online. Awal pemesanan berakhir dengan disaster karena adanya gangguan saat link antara Maybank Online dan Pizza Hut Online. Setelah itu online order dengan permintaan delivery selalu ditolak karena saat dilakukan di rumah kami sedang hujan lebat… tampaknya webmaster Pizza Hut online selalu meng-update situasi dan kondisi.
Sekitar pukul 17.30 hujan pun berhenti dan permintaan delivery melalui order online pun kembali diperbolehkan. Pilih menu promosi, klak klik sedikit dan selesailah order kami pada . Waktu tunggu kedatangan 45 menit (tertulis di receipt sebagai 45 minit, masih menggunakan bahasa melayu :D) pun ditampilkan di receipt dari order online.

Pizza
Ternyata kurang dari 30 menit pizza telah datang. Huhuhuy. Langsung diserbu deh. Untuk Pizza Super Supreme rasanya tidak jauh beda dengan di Indonesia. Namun untuk Royal Masala sepertinya ini berasa seperti masakan India. Next time kayanya gak bakal pesan yang Royal Masala lagi nih.