Category Archives: Social

Lion Air dengan Fitur Delay-nya

image

Finally mengalami juga fitur utama Lion Air …, delay …
Dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Jakarta dengan jadwal penerbangan 7.50 waktu Kuala Lumpur atau 6.50 waktu Indonesia kami mengalami delay dengan alasan menurunkan bagasi penumpang yang tidak jadi naik kami diminta menunggu di kabin.
Satu jam berlalu dan belum ada tanda-tanda pesawat bergerak menuju landasan pacu… sungguh luar biasa fitur ini.
Q-nya seharusnya saya mendapatkan kompensasi atas keterlambatan ini.

Kapankah security perbankan kita ditingkatkan??

image

Sungguh, bila dibandingkan negeri tetangga maka perbankan kita adalah perbankan yang agak tidak bersahabat dengan pelanggan.
Disamping dikenakan biaya bulanan atau tahunan yang besat, kita juga dihadapkan pada kenyataan betapa rentannya keamaan dari perbankan itu sendiri seperti pembobolan kartu ATM yang terjadi (lagi) pada salah satu bank besar di negara ini.
Padahal di negara tetangga, kewajiban menggunakan kartu ber chip sudah ada sejak lama. Kartu yang saya foto diatas adalah kartu ATM salah satu bank di Malaysia yang saya peroleh sejak 2008. Coba… dari 2008 sudah ada chipnya. Indonesia baru mewajibkan chip di kartu kredit beberapa tahun belakangan ini saja.
Semoga dengan semakin banyak kejadian akan menyadarkan pihak bank dan kita juga sebagai konsumen untuk meminta jaminan keamanan dana kita.

Ahmadiyah atau Ahmadiah: 6 tahun berlalu namun belum juga berakhir

Setelah 6 tahun lalu saya menulis http://isnandi.net/2005/08/03/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/ tentang penyerbuan di Parung, ternyata polemik tentang Ahmadiah ini masih belum berakhir. Bahkan hingga terjadi penyerbuan massa kembali.
Aduh tolong dong para penegak hukum Indonesia, jangan biarkan kegiatan anarkis seperti penyerbuan massa itu berlangsung terus di negeri tercinta Indonrsia. Either larang ahmadiah secara resmi atau tindak tegas para pelaku anarkis itu. Tidak ada tempat lagi bagi pelanggar hukum di negeri Indonesia.

Perpanjang SIM di Polresta

Liburan kali ini saya manfaatkan untuk memperpanjang SIM atau Surat Ijin Mengemudi (atawa Indonesia Driving License) yang sudah mati sejak beberapa bulan yang lalu.
Mengingat pengalaman di waktu lampau dan kekhawatiran akan mengantri lama ditambah dengan hari Jum’at maka saya sudah berangkat dari rumah sejak pukul 7 pagi… mantap gak tuh. Perjalanan dari rumah ke Polresta Kota Bogor tidak memakan waktu selama yang dibayangkan, mungkin karena faktor lebaran jadi tidak terlampau macet. Sampai di Polresta pukul 8 kurang dan ternyata saya datang kepagian karena semua fasilitas Polresta baru aktif pukul 8.30. Sempat ditawarin untuk dibantu namun saya menolaknya dengan halus karena ingin merasakan jalur resmi.
Saya mem-fotokopi KTP dan membeli map seharg Rp 1.500 di warung fotokopi yang baru buka pukul 8.30 kurang. Setelah itu melakukan pemeriksaan kesehatan dimana saya diperiksa tensi dan mata serta dimintakan keterangan tentang tinggi, golongan darah serta berat badan. Disini saya diminta untuk membayar Rp 15.000.
Setelah itu saya diminta untuk menyerahkan map beserta berkas yang ada di dalamnya ke loket BRI yang ternyata baru buka pada pukul 8.40 (padahal jelas-jelas tertulis bahwa loket buka pukul 8.30). Saat buka pun, loket hanya menerima permohonan perpanjangan. Saya baru dipanggil pukul 8.47 dan diminta untuk membayar Rp 155.000 yang terdiri atas Rp 80.000 untuk SIM A dan Rp 75.000 untuk SIM C serta menandatangani 2 kuitansi pembayaran. Setelah itu saya diminta menunggu untuk pengisian formulir.
Pukul 9.35 saya dipanggil untuk mengisi formulir, karena saya melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C maka ada 2 formulir yang harus saya isi. Formulir selesai saya isi pada pukul 9.45 dan setelah di cek petugas langsung saya serahkan ke bagian foto dan kembali menunggu.
Akhirnya saya dipanggil untuk foto dan sidik jari pada pukul 10.11 dan selesai pada pukul 10.18. Nah sekarang tinggal tunggu SIM-nya jadi deh.
Eh ternyata pada pukul 10.24 saya sudah dapat memperoleh kedua SIM saya… mantap. Saat mengambil saya disodori formulir PMI senilai Rp 1.000.
Fiuh… ternyata proses resmi itu mudah sekali dan tidak terlampau mahal. Total jenderal saya mengeluarkan duit Rp 172.500 dan mengorbankan waktu 2 jam 24 menit. Not bad lah… salut buat Kepolisian RI buat peningkatan pelayanan publik-nya.

MS Partner Event: SharePoint 2007

Jum’at 23 October 2009, saya menyempatkan diri untuk menghadiri undangan acara dari Microsoft Partner Malaysia. Kebetulan acara yang sedang dibahas adalah SharePoint 2007. Baru pertama kali ini saya menghadiri acara MS Malaysia yang diadakan di Auditorium kantor MS Malaysia.

Saat datang, ternyata kantor MS masih sepi. Hanya ada 2-3 orang MS partner dan 2 atau 3 pegawai MS… mungkin karena saya datangnya kepagian. Tepat pukul 9.30 acara pun dimulai. Sebelumnya kita sempat menikmati coffee dan snack yang disediakan.

Acara berlangsung dengan mantap. Dialog antara pembawa acara dengan peserta mengalir lancar. Dan dilakukan dalam full English. Disamping membawakan SharePoint 2007, juga diberikan info tentang kesiapan peluncuran SharePoint 2010. Namun yang paling menarik perhatian adalah tentang FAST Search & Transfer, sebuah intelligent search technology.

Karena acara partner, MS Malaysia juga memberikan offering kepada para partner yang hadir… antara lain insentive penjualan SharePoint 2007 dan Fast.

Sesi pagi ditutup sebelum sholat Jum’at dan kami dipersilahkan untuk menikmati hidangan lunch yang disediakan. Namun saya tidak menghadiri sesi sore yang lebih technical.

Malaysian Government Support for their Citizens Technical Training and Certification

Pagi ini sepulang dari kompleks pemerintahan Malaysia di Putrajaya, saya memperoleh e-mail penawaran training dan sertifikasi dari salah satu vendor training centre. E-mail ini adalah hasil chit-chat saya sehari sebelumnya dengan salah satu marketing training centre tersebut. Sang marketing menawarkan fasilitas free training dan free sertifikasi kepada saya sesaat setelah saya memberikan kartu nama saya kepada beliau. Free? Gratis? Wah … gak bakal pernah deh menolak yang namanya gratisan. Dari info singkat beliau, ternyata karena beliau melihat logo MSC Status Company di kartu nama saya. So.. saya minta beliau untuk mengirimkan e-mail informasi lengkapnya ke e-mail saya.
Dan pagi ini saya melihat e-mail tersebut, lengkap dengan informasi mengapa bisa free.

Dari informasi itu saya ketahui bahwa pemerintah Malaysia melalui MDeC (badan yang menaungi perusahaan berstatus MSC) memberikan insentif 50% untuk training dan 75% untuk sertifikasi bagi karyawan perusahaan berstatus MSC. Ini artinya adalah pendistribusian dana training untuk pegawai swasta bukan pegawai kerajaan (aka PNS). Dan hanya berlaku untuk warga negara Malaysia 🙂

Lalu kok bisa free? Ternyata sang vendor akan membantu mengatur biaya-nya hingga keseluruhan biaya ditanggung oleh MDeC. Everybody happy.

Semoga suatu saat hal ini akan terjadi juga di Indonesia Raya. Amin.

Aidul Fitri 1429H

Kami sekeluarga mengucapkan

Selamat Hari Raya Aidul Fitri 1429H

Semoga ibadah puasa kita diterima Allah SWT dan diberikan kesempatan untuk menikmati ibadah puasa tahun depan.

-: Dony Isnandi, Dini Susanti dan Fuziah Audina Hapsari :-

the Microsoft TechEd South East Asia 2008

Blog ini mungkin sedikit terlambat namun lebih baik terlambat daripada tidak ngeblog tentang hal ini sama sekali :D.

Ceritanya Minggu lalu, tepatnya mulai dari tanggal 11 hingga 14 Agustus 2008, saya mengikuti acara Microsoft TechEd South East Asia 2008. Ini adalah kali pertama saya ikut acara ini terutama karena TechEd SEA dilakukan di Kuala Lumpur. Saat dapat informasi acara ini dari milis dotnet di Februari 2008 langsung saya ajukan ke para bos dan mereka langsung menyetujui tanpa tedeng aling-aling.

read more »