My Notebook/Laptop Round-up History

15 August 2008 – 12:08 pm

Saya pertama kali pegang laptop di tahun 1993, ketika itu seorang rekan dari Travel Agent di Denpasar Bali meminta saya untuk memeriksa laptop beliau yang rusak. Saat itu komputer PC masih merupakan barang langka di Indonesia, apalagi sebuah laptop. Namun karena laptop tersebut rusak sejak saya pertama kali menerima, sehingga saya tidak bisa mengatakan bahwa ini adalah notebook pertama saya.

So, inilah daftar notebook yang pernah saya gunakan atau miliki hingga saat ini:

  1. IBM ThinkPad 560X. Notebook ini saya gunakan tahun 1998-1999 saat kami diminta oleh seseorang untuk men-develop sistem Business Contingency Plan bagi Jakarta Stock Exchange (JSX). Notebook ini juga saya gunakan untuk presentasi skripsi saya pada tahun 1999. Setelah project BCP bagi JSX dibatalkan, notebook ini kemudian digunakan oleh M. Faizal untuk men-develop core dari sistem Kliring Berjangka Indonesia.
  2. IBM ThinkPad T20 seharga USD 3000 adalah notebook pertama yang saya gunakan secara penuh. Digunakan oleh saya untuk men-develop aplikasi BackOffice klien bagi sistem Kliring Berjangka Indonesia. Salah satu solusi aplikasi yang berbasis SOA. Notebook ini menyerah pada tahun 2000 setelah motherboardnya rusak.
  3. HP Omnibook 500 dipinjamkan ke saya dalam rangka penyelesaian proyek Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. (2002)
  4. Twinhead Efio 2400. Nomer seri lengkapnya saya lupa. Notebook ini dibelikan oleh CDL2000 sebagai pengganti dari Thinkpad T20. Saya gunakan untuk menyelesaikan proyek dari Kliring Berjangka Indonesia, Berlian Sistem Informasi dan beberapa proyek lainnya. Notebook ini menyerah satu tahun kemudian setelah adaptor-nya terbakar. (2003-2004)
  5. Toshiba Satellite A60 kemudian dipinjamkan untuk melanjutkan proyek GIS dengan MapGuide, Sistem Akuntansi Keuangan Daerah dan beberapa proyek lainnya. (2005)
  6. Acer Travelmate TM3012 adalah notebook pertama yang saya beli sendiri pada tahun 2006. Walaupun saya beli bekas namun kualitas dan performa-nya tidak mengecewakan. Build-nya yang kecil mungil bahkan sempat membuat para klien mencuri-curi pandang.
  7. HP Pavillion DV2100CTO kemudian ditukar Travelmate TM3012 saya oleh CDL2000. Notebook ini pernah saya bawa ke London dan akhirnya tewas di Malaysia.
  8. Acer Aspire 4530 dibeli di PC Fair Malaysia dengan pertimbangan budget notebook namun cukup powerfull untuk menangani pekerjaan saya.

PC Fair Malaysia Tidak Manusiawi

4 August 2008 – 3:41 pm

Audi and Clown
Hari Sabtu (1 Agustus 2008) kemarin akhirnya kami sekeluarga berkunjung ke pameran PC Fair Malaysia di KLCC. Berangkat dari rumah pukul 8.30 pagi dan akhirnya sampai di KLCC pada pukul 10.30. Ternyata pamerannya baru dibuka pukul 11, jadilah kami menunggu di depan pintu masuk. Pengunjung pameran ternyata cukup banyak dan sudah bergerombol di depan pintu masuk. Dan begitu jam 11 mereka langsung menyerbu masuk…
Saat masuk, langsung kaget melihat larangan membawa segala jenis trolly, kereta bayi dan (mungkin) kursi roda. Kita dipersilahkan menitipkan kereta bayi di tempat penitipan. Setelah itu dipaksa naik 3 tingkat karena pameran berlangsung di lantai 3.
Dari spanduk peta raksasa kita bisa melihat bagaimana layout PC Fair di KLCC ini yang mana berbentuk seperti huruf `U` dengan urutan Entrance -> Conference Hall -> Banquet -> Ballroom -> Hall 1 & 2 -> Hall 3 -> Hall 4 & 5 -> Exit. Atau secara kasarnya.. kita dipaksa harus menyusuri setiap bagian jengkal dari pameran ini untuk dapat keluar. Sungguh layout yang tidak manusiawi.
Di dalamnya tidak jauh berbeda dengan pameran komputer di Indonesia. Hiruk pikuk orang bergerak kesana kemari. SPG-SPG berwajah bening bertebaran membagikan brosur tanpa 100% paham apa yang ada di brosur yang dibagikannya. Tawaran darurat dan menarik dibuat dengan papan spanduk seperti demonstrasi. Namun tetap saja ada rasa salut atas sapaan sopan dan ramah dari sales Dell.
Hmm.. larangan membawa trolley sepertinya mulai dirasakan banyak orang. Beberapa orang yang membeli barang berukuran besar dari Conference Hall harus bersusah payah mengangkat benda tersebut ke pintu exit yang nun jauh disana. Namun beberapa stand (seperti Canon, Acer, HP, Dell) ternyata menyediakan trolley gratis untuk pembelian barang-barang tertentu. Saya yang membeli notebook Acer Aspire 4530 tidak memperoleh trolley gratis dari Acer karena ternyata trolley tersebut hanya diberikan untuk pembelian Acer MPC.
Akhirnya kami berhasil mencapai pintu Exit dengan segala kelelahan dan kecapaian. Ternyata perjuangan belum berakhir karena kami harus kembali ke pintu masuk untuk mengambil kereta bayi Audi. Proses ini berhasil memenuhi layout `U` pameran menjadi layout `O` … benar-benar hwarakadah.
Setelah makan siang dan beristirahat akhirnya kami kembali ke pameran karena berminat untuk membeli printer dan mp3 player. Walaupun terbayang perjuangannya namun tetap dipaksakan juga. Akhirnya kami membeli printer multifungsi Epson CX5500 murah meriah di Conference Hall dan saya menyeret printer tersebut di lantai KLCC yang berkarpet untuk mengurangi beban beratnya :D Jadi terbayang kan bahwa saya dan istri membawa dua kantong besar berisi notebook dan printer plus Audi yang masih di gips dan tidak bisa jalan.
Ternyata segala cara untuk keluar (atau masuk) tidak melalui jalur yang ditentukan penyelenggara di tutup. Semua lift diantara sepanjang jalur acara diberi pita penghalang. Semua pintu keluar diberi barikade. Bah… ini pameran tidak pengunjung friendly nih.
Namun alhamdulillah ada penjaga yang berbaik hati membukakan salah satu barikade dan mengijinkan kami keluar saat masih di Conference Hall. Sehingga kali ini kami cukup turun ke lantai bawah untuk mengambil kereta bayi dan langsung pulang… alhamdulillah.

Jadi terbayang pameran komputer di JHCC Indonesia. Layout ruangan yang lebih friendly dan memudahkan pengunjung untuk entry atau exit. Dan kebebasan untuk membawa trolley atau kereta bayi untuk masuk ke dalam.

Nvidia juga buat masalah di Dell Notebook

31 July 2008 – 12:59 pm

Ternyata bukan hanya HP yang mengalami nasib buruk dengan kartu grafis Nvidia karena Dell juga mulai mengalaminya seperti yang tercantum disini. Dan gilanya Dell juga mengikuti jejak yang sama dengan HP dalam menangani kasus ini yaitu memberikan update BIOS seperti yang ada di Dell Blog Entry ini.
Sepertinya harus menghindari atau berhati-hati bila membeli notebook dengan pasangan prosesor Intel dan kartu grafis Nvidia. Ya caranya tentu dengan memilih pasangan lain, misalkan pasangan Intel dan kartu grafis terintegrasi Intel atau AMD dengan ATi. Performance-wise, kayanya lebih bagus pasangan AMD + ATi deh… hehehe. Ini artinya sama saja dengan memboikot Nvidia. Cara yang lain adalah dengan membeli garansi extra hingga 3 tahun… DOOH.

Semantics of Business Vocabulary and Business Rules (SBVR)

16 July 2008 – 1:37 pm

SBVR is an exciting new standard of Object Management Group (OMG) that will changes business from top to bottom. For the first time in history business can take control over all aspects that decide the success of an organization.

What is SBVR?
SBVR is a simple yet complete way to handle all your business knowledge.
From laws and regulations, business processes, organizational
structure, HRM policy, marketing plans, production, clients, products
and suppliers. And anything else you may find useful. For each of these
subjects you have diagrams, books, spreadsheets, specific languages and
jargon. The knowledge is scattered around your organization, some is
even only found inside of some persons head. There is no synergy between
them.

The SBVR knowledge base consolidates all these fragments of knowledge
together, permitting you to:
• Find connections
• Improve decisions
• Reduce costs
• Find new markets and clients
• Comply to Governance
• Protect your knowledge
• Build better applications, faster and cheaper
• Keep your trainings always up to date

Where does SBVR come from?
SBVR has a many sources, some started already 45 years ago. It comes
from scientists and business people from all over the world. It is based
on logic, natural language, business rules, semantics and many years of
practical use and improvements. The result: The most powerful,
understandable and controllable way to use your business knowledge.

System.GUID untuk identitas unik dari object

14 July 2008 – 3:11 pm

Bila anda sering bermain dengan `object` maka anda mau tidak mau akan membutuhkan UUID (Universally Unique Identifier) untuk memberikan nilai identitas `yang` unik bagi object tersebut. Nah Microsoft .NET sudah memiliki built-in class untuk UUID ini dan terkenal dengan GUID (Globally Unique Identifier).

Karena built-in, pemakaiannya pun cukup mudah:

Guid g = new Guid();
g = Guid.NewGuid();
Console.WriteLine(g);
Console.WriteLine(Guid.NewGuid());

Pada baris pertama, nilai g masih sama dengan nilai default atau dalam format canonical `100000000-0000-0000-0000-000000000000`. Dan dengan bantuan static method NewGuid() maka sebuah GUID baru yang (mungkin) unik akan dibuat. Penggalan code diatas akan menghasilkan 2 buah GUID yang berbeda.
Read the rest of this entry »

Ternyata itu penyakit HP dv2000

28 May 2008 – 11:04 am

Sehabis bertanya pada Om Google, ternyata penyakit Pavikoe itu adalah penyakit kronis-nya HP Pavilion dv2000. Sakit dengan tanda-tanda three beep and blank screen itu terjadi di mana-mana. Buktinya bisa dilihat di forum ini.

Penyakitnya memang datang dari nVidia Go 7200. Namun karena nVidia Go 7200 ini built-in ke dalam motherboard sehingga solusi-nya adalah mengganti motherboard. Namun permasalahannya, kerusakan ini kebanyakan muncul setelah masa garansi 1 tahun lewat. HP sendiri ternyata akhirnya menyadari kesalahan teknis ini dan memberikan Limited Warranty Service Enhancement. Sayangnya, salah satu saran pemecahan di page HP itu tidak berguna bagi saya.

Sekarang ini dv2000 saya bisa digunakan lagi. Loh kok bisa???
Awalnya kemarin saat saya iseng mencoba menyalakannya dan tetap menemukan `tiga beep dan blank screen`. Namun kemudian saya meninggalkan notebook tersebut dalam keadaan tetap on walaupun tidak ada apapun di layar. Kurang lebih 5 menit kemudian saya mendapati keadaan notebook yang agak panas di bagian dekat CPU dan kemudian saya coba matikan dan nyalakan lagi. Dan tiba-tiba tidak ada lagi three beep dan layar memunculkan logo HP dengan gagahnya.
Namun pagi tadi tadi ternyata penyakit `three beep and blank screen` itu muncul kembali. Tapi dengan mengandalkan cara kemarin, saya kembali menunggu hingga notebook panas… dan ternyata berhasil dan mudah-mudahan trik ini terus berhasil.

Update SuperCard Rumble Lite Nintendo DS

5 May 2008 – 11:51 am

Supercard Rumble Lite
Nintendo DS (NDS) sekarang sudah menjadi salah satu bagian dari hiburan keluarga saya. Mulai dari saya sendiri, istri dan bahkan Audin gemar bermain game di NDS. NDS saya diperlengkapi dengan SuperCard Rumble Lite yang menggunakan MicroSD 1GB.
Beberapa waktu yang lalu saya sempat memperoleh beberapa ROM baru untuk NDS dan baru hari ini berkesempatan melakukan update isi NDS. ROM NDS tidak dapat langsung dimainkan oleh SuperCard Rumble, dia harus dikonversi terlebih dahulu oleh sebuah program. Hasil konversi kemudian diletakkan di MicroSD yang akan dibaca oleh SuperCard Rumble.
Nah berhubung semua peralatan tempur NDS saya ditinggal di Bogor, terpaksalah saya melakukan hunting langsung ke situs-nya SuperCard. Dari menu download yang kemudian saya ikuti, saya menemukan data-data link program terbaru untuk SuperCard Rumble disini.
Yang pertama saya lakukan adalah update Firmware 1.85. Setelah firmware di download dan di-ekstrak, isinya kemudian saya letakkan di root dari MicroSD. Berikutnya saya cukup menyalakan NDS dan SuperCard akan melakukan update firmware secara otomatis.
Kemudian saya download program konversi versi 2.66 dari sini. Di install di Windows dan segera saya add ROM NDS yang saya miliki dan melakukan proses konversi. Namun saat diupload ke NDS ternyata hanya menampilkan dua layar putih… weleh. Coba-coba semua opsi tetap tidak membuahkan hasil. Akhirnya saya meneliti setiap link program konversi. Dan menariknya di link pada versi 2.65 mengandung kata rumble. Iseng saya tambahkan kata rumble ke link semula menjadi ini dan ternyata link-nya tidak kosong. Dan saat hasil konversi dari program ini berjalan dengan lancar di NDS saya. Fiuh.

Bunga Credit Card Bank di Indonesia Memang Gila

2 May 2008 – 11:09 am

Citibank Indonesia Interest Rate
Shock…
Terus terang itu yang saya rasakan waktu baca statement Credit Card dari Citibank Indonesia yang dibawa istriku dari Indonesia. Mata saya melotot saat melihat tulisan mengenai besaran bunga di statement itu… 42% p.a (per annum / per tahun). Besaran bunga terakhir yang saya ketahui adalah 36% p.a. Segera saja saya rush ke website-nya Citibank Indonesia. Tabel lengkap dari daftar bunga di Citibank Indonesia bisa dilihat disini

Citibank Malaysia Interest Rate
Kenapa saya shock? Karena besaran bunga Credit Card di Malaysia hanyalah 18% p.a. Sungguh jauh sekali antara 18% dan 42%. Coba deh bandingkan dengan bunga Citibank Malaysia disini. 18% per tahun euy, either buat belanja atau cash advance.

Orang Indonesia hanya dapat mengakses bunga 18% p.a. dari Personal Loan. Di Malaysia sini bunga Personal Loan bisa menyentuh 8% p.a.

Per-bank-an di Indonesia memang sucks.