Liburan kali ini saya manfaatkan untuk memperpanjang SIM atau Surat Ijin Mengemudi (atawa Indonesia Driving License) yang sudah mati sejak beberapa bulan yang lalu.
Mengingat pengalaman di waktu lampau dan kekhawatiran akan mengantri lama ditambah dengan hari Jum’at maka saya sudah berangkat dari rumah sejak pukul 7 pagi… mantap gak tuh. Perjalanan dari rumah ke Polresta Kota Bogor tidak memakan waktu selama yang dibayangkan, mungkin karena faktor lebaran jadi tidak terlampau macet. Sampai di Polresta pukul 8 kurang dan ternyata saya datang kepagian karena semua fasilitas Polresta baru aktif pukul 8.30. Sempat ditawarin untuk dibantu namun saya menolaknya dengan halus karena ingin merasakan jalur resmi.
Saya mem-fotokopi KTP dan membeli map seharg Rp 1.500 di warung fotokopi yang baru buka pukul 8.30 kurang. Setelah itu melakukan pemeriksaan kesehatan dimana saya diperiksa tensi dan mata serta dimintakan keterangan tentang tinggi, golongan darah serta berat badan. Disini saya diminta untuk membayar Rp 15.000.
Setelah itu saya diminta untuk menyerahkan map beserta berkas yang ada di dalamnya ke loket BRI yang ternyata baru buka pada pukul 8.40 (padahal jelas-jelas tertulis bahwa loket buka pukul 8.30). Saat buka pun, loket hanya menerima permohonan perpanjangan. Saya baru dipanggil pukul 8.47 dan diminta untuk membayar Rp 155.000 yang terdiri atas Rp 80.000 untuk SIM A dan Rp 75.000 untuk SIM C serta menandatangani 2 kuitansi pembayaran. Setelah itu saya diminta menunggu untuk pengisian formulir.
Pukul 9.35 saya dipanggil untuk mengisi formulir, karena saya melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C maka ada 2 formulir yang harus saya isi. Formulir selesai saya isi pada pukul 9.45 dan setelah di cek petugas langsung saya serahkan ke bagian foto dan kembali menunggu.
Akhirnya saya dipanggil untuk foto dan sidik jari pada pukul 10.11 dan selesai pada pukul 10.18. Nah sekarang tinggal tunggu SIM-nya jadi deh.
Eh ternyata pada pukul 10.24 saya sudah dapat memperoleh kedua SIM saya… mantap. Saat mengambil saya disodori formulir PMI senilai Rp 1.000.
Fiuh… ternyata proses resmi itu mudah sekali dan tidak terlampau mahal. Total jenderal saya mengeluarkan duit Rp 172.500 dan mengorbankan waktu 2 jam 24 menit. Not bad lah… salut buat Kepolisian RI buat peningkatan pelayanan publik-nya.
Finally, upload ke Flickr jadi cepat
Sudah lama tidak pernah upload ke Flickr. Maklum biasanya agak bete kalau upload dalam ukuran besar karena speed-nya sangat lambat… maksimum bermain di 10KB/s.
Tapi ternyata upload speed-nya sekarang sudah mantap (atau karena ISP-ku yang makin baik ya hehehe). Anyway.. kemarin melakukan archieving foto dan video keluarga yang cukup banyak dan dapat diselesaikan dalam tempo sesingkat-singkatnya… bahkan upload speed maksimumnya mencapai 180KB/s… hohoho.
Hmmm…. jangan-jangan koneksi internet di-upgrade ke SDSL nih. Dicek dulu ahhh.
Mengambil server control identifier yang dihasilkan ASP.NET
ID yang kita berikan pada server control property di saat development biasanya tidak dapat digunakan secara sepenuhnya oleh ASP.NET. Karena itulah ASP.NET kemudian meng-generate ID sendiri yang biasanya merupakan gabungan dari ID parent dari container tempat server control itu berada dan ID dari server control itu.
Untuk mengakses nilai ID yang dibuat oleh ASP.NET secara otomatis saat runtime, kita dapat menggunakan Control.ClientID dan Control.UniqueID. Perbedaan dari kedua property ini terletak pada karakter pemisah antara bagian dari ID yang digenerate.
Sebagai contoh, misalkan kita meletakkan sebuah DropDown ber-ID DropDown1 kedalam sebuah panel ber-ID Panel1 maka
Control.ClientID-nya akan bernilai ct100_Panel1_DropDown1
dan
Control.UniqueID-nya akan bernilai ct100$Panel1$DropDown1
Hello World Again
Waduh, tidak terasa tahun 2010 sudah berjalan hampir setengahnya. Dan selama ini saya sudah sangat jarang mengupdate blog pribadi ini… bahkan sudah hampir menghilang dari dunia Internet. Facebook dan twitter saya sudah sangat lama sekali tidak teruptodate… hanya digunakan untuk menyapa beberapa kawan dan saling bertukar pesan.
Dan melalui post ini saya memohon maaf kepada rekan-rekan yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung ke situs ini karena saya tidak bisa selalu meluangkan waktu untuk menjawab komen rekan-rekan semua.
Sebagai informasi, hingga saat ini saya masih merupakan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia yang Alhamdulillah masuk dalam kategori Skilled Worker. Bidang yang ditekuni disini tentu saja bidang IT dan sekarang ini menempati posisi sebagai Manajer Riset dan Pengembangan.
Beberapa kawan dan rekan sering bertanya apakah saya berniat untuk kembali bekerja di Indonesia dan tentu saja saya balas dengan menyampaikan bahwa niatan itu selalu ada… tinggal menunggu kesempatan dan tawaran yang sesuai.
Akhir kata, Hello World… Again.
Gratis Iuran Tahunan Credit Card di Indonesia? Kenapa tidak…
Sebenarnya agak sedikit sebal dengan perbankan di Indonesia yang sangat mencekik leher. Apalagi setelah tinggal di Malaysia ini dan merasakan bahwa menjadi pemegang Kartu Kredit itu sangat dimanjakan dengan berbagai macam kemudian… salah satunya adalah Free Annual Fee yang mana besarannya RM130 (atau Rp300rb) untuk Primary Card Holder.
Banyak cara yang dioffer oleh bank di Malaysia untuk memperoleh Free Annual Year. Misalkan dengan berbelanja minimal 24x setahun maka Annual Fee tahun berikutnya gratis. Dikarenakan tahun pertama sudah gratis maka boleh dikatakan dapat menjadi gratis selamanya… asal rajin menggesek kartu tersebut.
Kebetulan saya adalah pengguna Citibank Credit Card semenjak entah kapan. Beberapa tahun yang lalu saya sempat menikmati potongan Annual Fee kartu kredit saya karena saya mengancam hendak menutup kartu saya.
Berbekal niatan hendak menutup kartu tersebut, pagi ini saya menelepon ke call center Citibank. Setelah verifikasi kartu akhirnya saya mengutarakan permintaan untuk `Annual Fee Waived`. Operator di ujung telepon kemudian melakukan beberapa verifikasi dan akhirnya menginformasikan bahwa kartu kredit saya termasuk yang memperoleh undangan peniadaan iuran tahunan… dan di tagihan berikutnya akan ada `Reversal Annual Fee`. Pada intinya saya tidak perlu bayar iuran tahunan tahun ini… mantap.
So… bila anda ingin untuk iuran tahunan kartu kredit anda di-waived, all you have to is ask. Bila tidak disetujui, mungkin karena credit history anda kurang meyakinkan.
Ehem… tahun depan harus telepon lagi nih.
Akhirnya… Thunderbird 3.0 released
Hanya dalam waktu kurang dari 14 hari, Thunderbird sudah berubah status menjadi full release. Buat kamu pengguna setia Thunderbird sejak 2.0 segera update ke 3.0, download segera disini.
Fitur utama dari Thunderbird 3.0 adalah multi tabs seperti FireFox, indexing dan search serta email archiving. Serta banyak fitur-fitur kecil lain yang dimiliki oleh e-mail client lain namun baru dimiliki Thunderbird di versi 3.0.
2009 Notebook Round-up / History
Daftar notebook yang saya gunakan bertambah satu, sehingga menjadi total 9, yaitu:
Dell Vostro 1400 yang dipinjamkan oleh kantor saya. Yang membuat notebook ini beda adalah resolusi maksimumnya yang 1400×900, sangat tinggi untuk notebook berukuran 14”. Notebook ini merupakan notebook ke-9 saya.
Di samping sejarah dari notebook saya, saya juga hendak menambahkan sejarah notebook dari istri saya:
1. HP Compaq TC1000. Tablet PC berprosessor Transmeta Crusoe ini saya beli di ebay UK dan digunakan istri untuk keperluan sehari-hari saat mengerjakan proyek di Fortis Indonesia.
2. Sony Vaio TR2A. Menggantikan TC1000 karena istri mengeluh bahwa TC1000 sangat lambat. Dibeli second melalui milis Gadtorade dan masih bertahan hingga sekarang walaupun HDD-nya sudah menunjukkan tanda-tanda sekarat.
3. Acer Ferrari One. Saat TR2A hendak dilungsurkan, istri akhirnya saya belikan Ferrari One dengan pertimbangan performa-nya di atas Intel Atom namun tetap berukuran kecil dan ringan untuk ditenteng kemana-mana.
Acer Ferrari One 200

Acer Ferrari One adalah notebook Acer ke-6 yang saya beli baik untuk diri saya sendiri maupun untuk rekan dan keluarga. Notebook ini merupakan notebook Acer terbaru yang saya beli setelah Acer Aspire 4530 tahun lalu. Ferrari One saya belikan untuk istri saya yang hendak melungsurkan Sony Vaio TR2A-nya.
Persyaratan dari istri saya sangat mudah: kecil, ringan namun cukup powerful. Dari persyaratan tersebut, saya sebenarnya memutuskan untuk membeli Dell Inspiron 11z. Namun saat berkunjung ke PC Fair 2009 (III) di KLCC sabtu kemarin (7 Desember 2009), istri agak kurang tertarik dengan Inspiron 11z, dan saat itulah kita melihat Acer Ferrari One 200 di booth salah satu vendor Acer. Dengan harga yang sama dengan 11z namun dengan build yang lebih elegan, akhirnya kami memutuskan untuk membawa satu unit Acer Ferrari One pulang.





