Tag Archives: review

8.1 Windows

Windows 8.1

image

Sudah hampir 6 bulan lebih saya meng-install MS Windows 8.1 di notebook Sony Vaio. Installasi ini saya lakukan karena keinginan untuk membuat aplikasi Windows Phone (yang sampai sekarang masih belum terlaksana juga). Dan karena memang didesain untuk tablet dan bukan untuk desktop maka seperti juga pengguna lainnya saya mengalami kesulitan.

read more »

How I Met Your Mother TV

How I Met Your Mother S07E17: Robin Lagi??

image

OK. Sebenarnya saya sudah hampir menyerah dengan sitkom How I Met Your Mother (HIMYM) ini. Dari judulnya adalah tentang ‘Your Mother’ alias istri dari Ted Mosby. Hingga episode terakhir yang saya tonton, tidak ada tanda-tanda tentang calon istri Ted ini. Beberapa episode sebelumnya bahkan hanya diisi filler yang tidak perlu. Dan di episode ke 16 kemarin, sitkom ini kembali mengeksplorasi kemungkinan hubungan Ted dengan Robin… what???? Padahal sudah jelas-jelas di episode pilot dikatakan bahwa Robin adalah tante mereka dan bukan ‘Your Mother’ atau istri Ted. Walaupun ini kemudian diluruskan di episode 17 yang diakhiri dengan Ted merasa bahwa akhirnya dia bisa menutup buku tentang Robin.

How I Met Your Mother pertama kali saya tonton tahun 2007 saat saya di London karena memang serial ini tidak ditayangkan di televisi Indonesia. Episode yang saya tonton saat itu adalah episode berjudul “Nothing Good Happens After 2 A.M” yang merupakan episode ke 18 dari sesi pertama. Tertarik, saya akhirnya berburu serial ini dan menjadi penggemar setia HIMYM.

Perlu diingat bahwa serial ini di mata penggemar seperti saya memiliki tujuan akhir, yaitu ‘How I Met Your Mother’. Tapi hingga episode terakhir yang ada hanyalah cerita tentang Ted dan gang-nya… so tidak heran banyak yang mengatakan bahwa HIMYM adalah Friends yang di buat ulang. Bahkan saking bingungnya, sesi 7 lebih banyak diisi oleh episode filler yang sangat-sangat tidak perlu. Tentu ada clue yang ditinggal disana-sini tapi itu semua hanya clue dan tidak ada kelanjutannya apapun di episode berikutnya.

Anyway kalau serial ini semakin sering diisi filler yang tidak perlu dan semakin tidak jelas kapan Ted bertemu istrinya, bisa jadi saya akan berhenti menontonnya sama sekali seperti yang saya lakukan terhadap Fringe. (isnandi.net)

Castle TV

Castle S04E16: Linchpin Bagian II

image
“It’s the end of the world as we know it”

Episode kali ini merupakan bagian penutup atau konklusi dari episode sebelumnya: Castle Sesion 4 Episode 15: Pandora. Episode kali ini penuh dengan kejutan. Tentang apa itu Pandora yang dimaksud di episode sebelumnya dan apa linchpin (atau motor penggerak) yang saling berkaitan satu sama lain berjalan  menuju hasil akhir dari linchpin tersebut … World War III.

Ada beberapa hal yang aneh, misalkan tentang orang yang mulai menodongkan pistol di tengah keramaian dan tidak ada yang menyadari-nya serta bagaimana tiba-tiba Castle dan Becket terselamatkan.

Walaupun begitu, episode ini menurutku lebih seru dibandingkan episode 14 sebelumnya. Walaupun setelah apa yang terjadi di episode ini tetap tidak ada perkembangan berarti dalam kisah asmara Castle dan Becket… duh, padahal banyak banget momen-momen yang harusnya bisa memperkuat hubungan mereka.

Hardware Notebook Sony Vaio Z116GG

Sony Vaio Z116GG

DSC02426

Akhirnya saya memiliki dana untuk membeli Sony Vaio Z116GG yang merupakan idaman saya sejak 2010. Z116GG sebenarnya adalah kode yang terdiri dari nama produk Z1 atau VPCZ1 dan 16GG yang merupakan varian. Saya membeli Vaio Z1 keluaran 2010 ini pada bulan Oktober 2011 kemarin, saat itu Sony telah mengeluarkan Vaio Z2 yang lebih ciamik lagi dari punya saya ini. Namun menurut saya pribadi Vaio Z1 memiliki keunggulan dibanding Vaio Z2 terutama karena dalam body kecil Vaio Z1 ini masih ada optical drive dan dedicated GPU. Salah satu pertimbangan lain adalah harga Z1 jadi lebih bersahabat dibanding Z2. 
Notebook ini-pun resmi menjadi notebook ke-10 yang saya gunakan selama 14 tahun malang melintang di jagat IT.

Fitur

DSC02430Sony Vaio Z11GG datang dengan fitur standard:

  • Intel Core i5 540M (2.53GHz, Cache 3MB)
  • Nvidia GeForce GT 330M 1GB (Speed) / Intel GMA 4500MHD (Stamina)
  • 6GB RAM (Max 8GB)
  • 128GB SSD
  • DVD RW Multi
  • Wifi 802.11b/g, LAN, Bluetooth
  • 13.1” WXGA LED (1600 x 900)
  • Webcamera, Fingerprint
  • Windows 7 Professional 64-bit
  • Berat hanya 1.38kg

DSC02434Walaupun memiliki berat yang sangat enteng, yaitu 1.38kg yang bahkan lebih ringan dari Sony Vaio M126AG milik anak saya, Vaio Z1 ini dibenamkan kemampuan prima dan memiliki dedicated graphics card serta cukup banyak konektifitas seperti Lan, 3xUSB 2.0, MS Pro Duo, Memory Card Reader (MMC/SD), Express Card, VGA Out dan HDMI. Acer Aspire 4530 saya yang memiliki konektifitas yang sama terlihat sangat bongsor bila disandingkan dengan Vaio Z1.

Buildnya sangat mewah dengan warna yang elegan dan tulisan Vaio berwarna chrome di tengah-tengah lid notebook. Tentu saja karena Vaio Z merupakan produk premium dari jajaran Sony Vaio. Tidak lupa Fingerprint sensor yang terletak manis di bawah mousepad.

DSC02428Keyboard yang sangat nyaman digunakan karena Sony merupakan salah satu pelopor keyboard chiclet. Tidak dilupakan keyboard backlit yang sangat berguna bila saya mengetik di ruangan dengan pencahayaan kurang. Walaupun masih agak kagok saat menggunakan keyboard-nya karena terbiasa dengan Dell Vostro 1400 saya, namun akhirnya terbiasa dan semakin menikmatinya.

Tidak banyak lampu yang berseliweran di sekitar keyboard sehingga tidak menggangu mata. Hanya ada lampu hijau di pojok kanan atas yang menandakan status power dari Vaio ini.

DSC02429

Kelemahan utama bagi saya(yang menurut beberapa orang kelebihan) adalah Dynamic Hybrid Graphics System dari notebook ini. Sistem ini akan mendeteksi apakah kita terhubung dengan power outlet atau tidak serta apa pilihan dari power plan kita.
Apabila kita memilih ‘Balanced’ dimana saat notebook terhubung dengan listrik maka Vaio akan menggunakan Nvidia Geforce GT 330M sementara saat menggunakan batere maka Vaio akan menggunakan Intel GMA.
Sementara bila kita memilih ‘High performance’ maka Vaio akan tetap menggunakan Nvidia Geforce biarpun kita sedang menggunakan batere yang tentu akan sangat mengurangi kinerja batere itu sendiri.

Menurut saya lemah karena saat melakukan perpindahan dari Intel GMA ke Nvidia Geforce atau sebaliknya, Windows masih saja meminta konfirmasi saya berulangkali yang dikarenakan adanya aplikasi yang mungkin terganggu dengan perpindahan tersebut.
Hal ini tentu saja dapat dihindari dengan tidak memilih Auto tapi langsung Speed (Nvidia Geforce) atau Stamina (Intel GMA).

Saat sibuk, misalkan digunakan untuk bermain game yang membutuhkan grafis 3D yang cukup berat salah satu yang pernah saya coba adalah Mass Effect 2, internal fan dari Vaio baru sibuk bekerja dan tingkat panas dari notebook terutama CPU serta GPU bisa mencapai 87° dari standard 60° (posisi Speed) atau 50° (Stamina).

Kesimpulan

Puas, puas dan puas.

DSC02432Layar LED dari Vaio Z1 ini diklaim merupakan Vaio Display Premium sehingga warna dan displaynya begitu cerah dan lebih nyaman di mata. Keyboard yang empuk dan nyaman. Masih adanya optical drive yang bisa digunakan apabila diperlukan.

Startup dari cooldboot yang hanya memakan waktu sekitar 27s. Sedangkan dari sleep hanya butuh waktu 2s dan dari hibernate sekitar 7s. Semuanya berkat SSD-nya yang bagi saya super cepat.

Saat ini Vaio Z1 telah saya gunakan selama kurang lebih 6 bulan dan tidak ada satupun komplain berarti yang bisa saya utarakan. (isnandi.net)