How I Met Your Mother S07E17: Robin Lagi??

image

OK. Sebenarnya saya sudah hampir menyerah dengan sitkom How I Met Your Mother (HIMYM) ini. Dari judulnya adalah tentang ‘Your Mother’ alias istri dari Ted Mosby. Hingga episode terakhir yang saya tonton, tidak ada tanda-tanda tentang calon istri Ted ini. Beberapa episode sebelumnya bahkan hanya diisi filler yang tidak perlu. Dan di episode ke 16 kemarin, sitkom ini kembali mengeksplorasi kemungkinan hubungan Ted dengan Robin… what???? Padahal sudah jelas-jelas di episode pilot dikatakan bahwa Robin adalah tante mereka dan bukan ‘Your Mother’ atau istri Ted. Walaupun ini kemudian diluruskan di episode 17 yang diakhiri dengan Ted merasa bahwa akhirnya dia bisa menutup buku tentang Robin.

How I Met Your Mother pertama kali saya tonton tahun 2007 saat saya di London karena memang serial ini tidak ditayangkan di televisi Indonesia. Episode yang saya tonton saat itu adalah episode berjudul “Nothing Good Happens After 2 A.M” yang merupakan episode ke 18 dari sesi pertama. Tertarik, saya akhirnya berburu serial ini dan menjadi penggemar setia HIMYM.

Perlu diingat bahwa serial ini di mata penggemar seperti saya memiliki tujuan akhir, yaitu ‘How I Met Your Mother’. Tapi hingga episode terakhir yang ada hanyalah cerita tentang Ted dan gang-nya… so tidak heran banyak yang mengatakan bahwa HIMYM adalah Friends yang di buat ulang. Bahkan saking bingungnya, sesi 7 lebih banyak diisi oleh episode filler yang sangat-sangat tidak perlu. Tentu ada clue yang ditinggal disana-sini tapi itu semua hanya clue dan tidak ada kelanjutannya apapun di episode berikutnya.

Anyway kalau serial ini semakin sering diisi filler yang tidak perlu dan semakin tidak jelas kapan Ted bertemu istrinya, bisa jadi saya akan berhenti menontonnya sama sekali seperti yang saya lakukan terhadap Fringe. (isnandi.net)

Castle S04E16: Linchpin Bagian II

image
“It’s the end of the world as we know it”

Episode kali ini merupakan bagian penutup atau konklusi dari episode sebelumnya: Castle Sesion 4 Episode 15: Pandora. Episode kali ini penuh dengan kejutan. Tentang apa itu Pandora yang dimaksud di episode sebelumnya dan apa linchpin (atau motor penggerak) yang saling berkaitan satu sama lain berjalan  menuju hasil akhir dari linchpin tersebut … World War III.

Ada beberapa hal yang aneh, misalkan tentang orang yang mulai menodongkan pistol di tengah keramaian dan tidak ada yang menyadari-nya serta bagaimana tiba-tiba Castle dan Becket terselamatkan.

Walaupun begitu, episode ini menurutku lebih seru dibandingkan episode 14 sebelumnya. Walaupun setelah apa yang terjadi di episode ini tetap tidak ada perkembangan berarti dalam kisah asmara Castle dan Becket… duh, padahal banyak banget momen-momen yang harusnya bisa memperkuat hubungan mereka.

Papago M8! Pro SG&MY for iPhone

This review should be done a year ago when I’m still heavily using it in Malaysia, but it seems that I forgot to publish it.

Open-mouthed smile

The product can be viewed in here.

First of all, I was skeptical based on what other people saying in the review. But I decided to buy as it was much much more cheaper than buying a GPS Navigational device. And to my surprise, its work better than I expected. Sure it got a lot of things to fix, but this is better than Garmin Mobile XT that I used before.
Yes, its make your iPhone hot. But if I used my phone to talk with someone for about 30 minutes or more.. it get hot too.
Its find the signal as soon as I open it, very fast indeed.
Search was easy and fast. I’ve try to search a nearby POI in my old Mobile XT and it took forever to find it.
Routing was good, I’ve try the 3 different routing with my daily home-work journey and I found out that all of them serve the purposed routing. Nice.
GPS Nav is a tools, if you found out that it routes you through a funny places then you just continue with your own route, the GPS Nav would reroute to compensate it… I’ve done that when I’m using Mobile XT and I do that again when I’m using this apps.
I’ve seen the sluggish response here and there but so far I don’t find it when I’m navigating, so its still acceptable to me. If you’re looking for a blazing speed response then go ahead buy the GPS Navigational standalone devices instead an apps (I would really love to get my hand on Garmin Nuvi 3790 series). One thing for sure is, I always turn off all other apps when I’m using this apps.
Graphics need to be upgraded to support iPhone 4 Retina display though that’s why I give it a 4 star.

Updated: Setting CommandTimeOut di TableAdapter

Ternyata, object this._adapter lebih sering bernilai null sehingga code dalam partial class table adapter tidak memberikan efek apapun. Namun object this.Adapter ternyata memberikan hasil yang ingin dicapai. Jadi rubah code di tahap 4 yang terdapat disini menjadi:

public int CommandTimeout
        {
            get
            {
                if (this.CommandCollection != null)
                    return (this.CommandCollection[0].CommandTimeout);
                else
                    return 30;
            }

            set
            {
                if (this.Adapter != null)
                {
                    if (this.Adapter.InsertCommand != null)
                        this.Adapter.InsertCommand.CommandTimeout = value;
                    if (this.Adapter.UpdateCommand != null)
                        this.Adapter.UpdateCommand.CommandTimeout = value;
                    if (this.Adapter.DeleteCommand != null)
                        this.Adapter.DeleteCommand.CommandTimeout = value;
                }
                if (this.CommandCollection != null)
                {
                    foreach (System.Data.SqlClient.SqlCommand SelectCommand in this.CommandCollection)
                    {
                        if (SelectCommand != null)
                        {
                            SelectCommand.CommandTimeout = value;
                        }
                    }
                }
            }
        }

Setting CommandTimeOut di TableAdapter

Secara default, TableAdapter menggunakan TimeOut 30s untuk setiap interaksi-nya ke database. Namun ada kalanya suatu transaksi database membutuhkan waktu yang lebih lama dari 30s. Sayangnya TableAdapter tidak menyediakan akses secara langsung ke parameter TimeOut ini karena semua object yang diperlukan untuk interaksi dengan database dibuat secara on the fly saat dibutuhkan.

image
part of generated code at xxx.Designer.cs

Disinilah Partial Class berguna untuk membuat agar CommandTimeOut dapat diakses oleh source code kita.

1. Buka file .xsd tempat TableAdapter yang hendak kita buat agar CommandTimeOut dapat diakses seperti pada gambar dibawah ini;

image

2. Sorot TableAdapter yang diinginkan dan klik kanan. Pilih View Code dari PopUp Menu;

image

3. Visual Studio akan membuka file cs yang sesuai dan akan langsung menunjuk ke arah Partial Class yang relevan;

image

4. Tambahkan code berikut di dalam partial class yang relevan itu:

        public int CommandTimeout
        {
            get
            {
                return (this._adapter.InsertCommand.CommandTimeout);
            }

            set
            {
                this._adapter.InsertCommand.CommandTimeout = value;
                this._adapter.UpdateCommand.CommandTimeout = value;
                this._adapter.DeleteCommand.CommandTimeout = value;
                foreach (System.Data.SqlClient.SqlCommand SelectCommand in this._commandCollection)
                {
                    if (SelectCommand != null)
                    {
                        SelectCommand.CommandTimeout = value;
                    }
                }
            }
        }

5. Simpan dan tutup file tersebut

6. Sekarang anda sudah dapat mengakses CommandTimeOut dari TableAdapter di dalam source code. Contoh di bawah ini merubah TimeOut menjadi 120s atau 2 menit.

image

Menghapus e-mail ganda di Microsoft Outlook

Sebagai pengguna e-mail client, tentunya kita sering menghadapi masalah adanya e-mail ganda di Inbox kita. E-mail ganda ini dapat disebabkan banyak hal, namun biasanya dikarenakan jeleknya koneksi dengan server e-mail atau sibuknya server e-mail menyebabkan server tidak menerima response yang semestinya saat e-mail client telah mendownload suatu e-mail. Saat tidak adanya response ini, server e-mail menganggap bahwa client belum mendownload e-mail tersebut sehingga e-mail lama (yang seharusnya sudah terdownload) saat client mencoba menarik e-mail baru akan dikirim kembali oleh server.

Saat menggunakan Eudora atau TheBat! atau Thunderbird, banyak AddOns yang memudahkan saya untuk membuang e-mail ganda atau duplicate e-mail seperti ini. Namun hal ini ternyata agak sukar untuk Microsoft Outlook. Tapi dengan bertanya pada Om Google akhirnya saya bertemu dengan Outlook Duplicate Item Remover atau ODIR.

Installasi dari ODIR di Windows 7 64-bit Sony Vaio Z1 berjalan mulus namun saat membuka Outlook, saya diminta untuk memasukkan DVD installasi Visual Studio 2010 Professional. Hmm, apakah ini hanya untuk user yang memiliki Visual Studio 2010 atau juga terjadi pada semua user ya. Anyway jikalau installasi sudah selesai maka akan terdapat menu ODIR di main menu

image

Sorot dan pilih ‘Remove duplicate items sehingga muncul tampilan ODIR

SNAGHTML159378

Pilih folder yang hendak di cek (ODIR tidak hanya menghilangkan duplicate e-mail tapi juga data-data lain Outlook) dan klik tombol ‘Remove duplicate items`. ODIR kemudian akan memproses folder tersebut untuk mencari data-data yang memiliki duplikasi

image

Setelah proses selesai, ODIR akan memindahkan semua duplicate ke sub direktori yang baru. Anda dapat melakukan cross check, menghapus secara permanen atau membatalkan duplicate

image

(isnandi.net)

Multimedia Card dan MS Pro Duo sebagai tempat penyimpanan data tambahan bagi notebook Sony Vaio Z116GG

DSC02915

Dengan SSD yang hanya 128GB, tidak terasa ruang kosong di Vaio saya ini semakin lama semakin menipis. Setelah diinstall varian Visual Studio (mulai dari 2005 hingga 2010), lalu SQL Server 2008 Web Edition, MS Office, Blender serta Unity3D plus beberapa giga data dan foto dari Sony A33 tak terasa space yang tersisa tinggal 5GB.

Sudah waktunya untuk menambah space nih. Mengupgrade SSD merupakan pilihan terakhir karena harga SSD masih betah bertahan di atas langit, apalagi dengan adanya kelangkaan stock berkat banjir Thailand. Terpikir untuk memasang SSD Express Card seperti ini namun mengingat harganya (32GB dihargai $139) yang juga masih cukup mahal jadi dikesampingkan.

DSC02926Akhirnya terpikir untuk memanfaatkan slot MS Pro Duo dan Multimedia Card karena toh extra space ini rencananya digunakan hanya untuk data dan bukan aplikasi atau sistem. Harga SD Card/MicroSD 16GB Class 4 berkisar di 100-200rb-an. Sementara MS Pro Duo 16GB dihargai hingga dua kali lipatnya.

Selidik punya selidik, ternyata sekarang ada MS Pro Duo Adapter yang akan membuat MicroSD menjadi MS Pro Duo. Saya membeli satu buah adapter dual slot dari seorang rekan di forum agan-agan.

DSC02917Dan kemudian saya membeli dua buah MicroSD V-Gen 16GB yang akan membuat saya memiliki MS Pro Duo 32GB. Namun hasil test membuktikan bahwa saat mencapai kurang lebih 19GB, Windows memberikan warning memberitahukan bahwa MS Pro Duo telah penuh.

Akhirnya saya kombinasikan antara 16GB + 2GB MicroSD sehingga saya memiliki total 18GB pada slot MS Pro Duo dan 16GB pada slot SD Card. Lumayan sebagai tempat penyimpanan data.

Setelah melakukan transfer, eng ing eng… ruang kosong di SSD saya menjadi 40GB. Mantap (isnandi.net)

Castle S04E15: Pandora Bagian I

image

Kemarin akhirnya menyempatkan diri untuk nonton serial tv Castle sesi ke 4 episode ke 15 berjudul Pandora. Harus saya akui bahwa episode kali ini lebih menarik dan fun dibandingkan dengan beberapa episode sebelumnya. Rasa cemburu Beckett karena Castle ternyata pernah memiliki ‘muse’ lain sebelum dirinya. Dan determinasi Castle untuk membantu ex-‘muse’-nya semakin menambah cemburu Beckett.

Sayangnya episode ini ternyata masih bersambung ke minggu depan.

*spoiler*

Yang paling pantas diperhatikan adalah pembahasan tentang adanya algoritma untuk menentukan suatu event kecil yang dapat membuat efek domino yang sangat besar. Jadi ingat dulu tahun 1998 gelombang mahasiswa berdemo menjadi sangat kuat setelah Penembakan di Trisakti dan pembakaran Glodok.

*end spoiler*