My Notebook/Laptop Round-up History

Saya pertama kali pegang laptop di tahun 1993, ketika itu seorang rekan dari Travel Agent di Denpasar Bali meminta saya untuk memeriksa laptop beliau yang rusak. Saat itu komputer PC masih merupakan barang langka di Indonesia, apalagi sebuah laptop. Namun karena laptop tersebut rusak sejak saya pertama kali menerima, sehingga saya tidak bisa mengatakan bahwa ini adalah notebook pertama saya.

So, inilah daftar notebook yang pernah saya gunakan atau miliki hingga saat ini:

  1. IBM ThinkPad 560X. Notebook ini saya gunakan tahun 1998-1999 saat kami diminta oleh seseorang untuk men-develop sistem Business Contingency Plan bagi Jakarta Stock Exchange (JSX). Notebook ini juga saya gunakan untuk presentasi skripsi saya pada tahun 1999. Setelah project BCP bagi JSX dibatalkan, notebook ini kemudian digunakan oleh M. Faizal untuk men-develop core dari sistem Kliring Berjangka Indonesia.
  2. IBM ThinkPad T20 seharga USD 3000 adalah notebook pertama yang saya gunakan secara penuh. Digunakan oleh saya untuk men-develop aplikasi BackOffice klien bagi sistem Kliring Berjangka Indonesia. Salah satu solusi aplikasi yang berbasis SOA. Notebook ini menyerah pada tahun 2000 setelah motherboardnya rusak.
  3. HP Omnibook 500 dipinjamkan ke saya dalam rangka penyelesaian proyek Sistem Akuntansi Keuangan Daerah. (2002)
  4. Twinhead Efio 2400. Nomer seri lengkapnya saya lupa. Notebook ini dibelikan oleh CDL2000 sebagai pengganti dari Thinkpad T20. Saya gunakan untuk menyelesaikan proyek dari Kliring Berjangka Indonesia, Berlian Sistem Informasi dan beberapa proyek lainnya. Notebook ini menyerah satu tahun kemudian setelah adaptor-nya terbakar. (2003-2004)
  5. Toshiba Satellite A60 kemudian dipinjamkan untuk melanjutkan proyek GIS dengan MapGuide, Sistem Akuntansi Keuangan Daerah dan beberapa proyek lainnya. (2005)
  6. Acer Travelmate TM3012 adalah notebook pertama yang saya beli sendiri pada tahun 2006. Walaupun saya beli bekas namun kualitas dan performa-nya tidak mengecewakan. Build-nya yang kecil mungil bahkan sempat membuat para klien mencuri-curi pandang.
  7. HP Pavillion DV2100CTO kemudian ditukar Travelmate TM3012 saya oleh CDL2000. Notebook ini pernah saya bawa ke London dan akhirnya tewas di Malaysia.
  8. Acer Aspire 4530 dibeli di PC Fair Malaysia dengan pertimbangan budget notebook namun cukup powerfull untuk menangani pekerjaan saya.

3 Comments

  • 17 August 2008 - 9:42 pm | Permalink

    Halo mas isnandi, salam kenal.
    Banyak juga ya leluhur notebooknya. Trend sekarang memang banyak pembeli notebook or umpc daripada desktop pc. Tapi entah kenapa, kalo saya sendiri lebih prefer ke desktop pc. Mungkin saya lebih butuh performa daripada mobile ability. Dari sisi harga vs performa pun desktop pc jauh di atas —haha…wajar atuh—

  • 20 August 2008 - 10:49 pm | Permalink

    Halo juga adit,
    saya juga berkeinginan memiliki desktop untuk menjadi server rumah pak, namun saat ini sungguh sangat tidak memungkinkan untuk hal itu.
    notebook sendiri menjadi pilihan saya karena lebih ringkas (tidak banyak kabel) dan lebih hemat listrik. namun juga banyak kekurangannya bila dilihat dari sisi harga dan performa 🙂

  • Pingback: isnandi journal » Blog Archive » Acer Aspire 4530

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *