Category Archives: Tips

Google Android Tips Windows

Setup Android JAVA_HOME environment variables

Untuk melakukan coding Android menggunakan Android Development Tools (ADT) berbasis Eclipse, diperlukan Java Development Kit yang telah terinstall dengan baik di komputer anda. JDK terupdate bisa anda download disini

Setelah installasi JDK selesai dengan sukses, ternyata ADT memerlukan anda untuk mensetup ‘Environment Variables’ windows untuk memberitahu dimana lokasi JDK berada.
read more »

.NET Software Tips

Updated: Setting CommandTimeOut di TableAdapter

Ternyata, object this._adapter lebih sering bernilai null sehingga code dalam partial class table adapter tidak memberikan efek apapun. Namun object this.Adapter ternyata memberikan hasil yang ingin dicapai. Jadi rubah code di tahap 4 yang terdapat disini menjadi:

public int CommandTimeout
        {
            get
            {
                if (this.CommandCollection != null)
                    return (this.CommandCollection[0].CommandTimeout);
                else
                    return 30;
            }

            set
            {
                if (this.Adapter != null)
                {
                    if (this.Adapter.InsertCommand != null)
                        this.Adapter.InsertCommand.CommandTimeout = value;
                    if (this.Adapter.UpdateCommand != null)
                        this.Adapter.UpdateCommand.CommandTimeout = value;
                    if (this.Adapter.DeleteCommand != null)
                        this.Adapter.DeleteCommand.CommandTimeout = value;
                }
                if (this.CommandCollection != null)
                {
                    foreach (System.Data.SqlClient.SqlCommand SelectCommand in this.CommandCollection)
                    {
                        if (SelectCommand != null)
                        {
                            SelectCommand.CommandTimeout = value;
                        }
                    }
                }
            }
        }

.NET Software Tips

Setting CommandTimeOut di TableAdapter

Secara default, TableAdapter menggunakan TimeOut 30s untuk setiap interaksi-nya ke database. Namun ada kalanya suatu transaksi database membutuhkan waktu yang lebih lama dari 30s. Sayangnya TableAdapter tidak menyediakan akses secara langsung ke parameter TimeOut ini karena semua object yang diperlukan untuk interaksi dengan database dibuat secara on the fly saat dibutuhkan.

image
part of generated code at xxx.Designer.cs

Disinilah Partial Class berguna untuk membuat agar CommandTimeOut dapat diakses oleh source code kita.

1. Buka file .xsd tempat TableAdapter yang hendak kita buat agar CommandTimeOut dapat diakses seperti pada gambar dibawah ini;

image

2. Sorot TableAdapter yang diinginkan dan klik kanan. Pilih View Code dari PopUp Menu;

image

3. Visual Studio akan membuka file cs yang sesuai dan akan langsung menunjuk ke arah Partial Class yang relevan;

image

4. Tambahkan code berikut di dalam partial class yang relevan itu:

        public int CommandTimeout
        {
            get
            {
                return (this._adapter.InsertCommand.CommandTimeout);
            }

            set
            {
                this._adapter.InsertCommand.CommandTimeout = value;
                this._adapter.UpdateCommand.CommandTimeout = value;
                this._adapter.DeleteCommand.CommandTimeout = value;
                foreach (System.Data.SqlClient.SqlCommand SelectCommand in this._commandCollection)
                {
                    if (SelectCommand != null)
                    {
                        SelectCommand.CommandTimeout = value;
                    }
                }
            }
        }

5. Simpan dan tutup file tersebut

6. Sekarang anda sudah dapat mengakses CommandTimeOut dari TableAdapter di dalam source code. Contoh di bawah ini merubah TimeOut menjadi 120s atau 2 menit.

image

Software Tips

Menghapus e-mail ganda di Microsoft Outlook

Sebagai pengguna e-mail client, tentunya kita sering menghadapi masalah adanya e-mail ganda di Inbox kita. E-mail ganda ini dapat disebabkan banyak hal, namun biasanya dikarenakan jeleknya koneksi dengan server e-mail atau sibuknya server e-mail menyebabkan server tidak menerima response yang semestinya saat e-mail client telah mendownload suatu e-mail. Saat tidak adanya response ini, server e-mail menganggap bahwa client belum mendownload e-mail tersebut sehingga e-mail lama (yang seharusnya sudah terdownload) saat client mencoba menarik e-mail baru akan dikirim kembali oleh server.

Saat menggunakan Eudora atau TheBat! atau Thunderbird, banyak AddOns yang memudahkan saya untuk membuang e-mail ganda atau duplicate e-mail seperti ini. Namun hal ini ternyata agak sukar untuk Microsoft Outlook. Tapi dengan bertanya pada Om Google akhirnya saya bertemu dengan Outlook Duplicate Item Remover atau ODIR.

Installasi dari ODIR di Windows 7 64-bit Sony Vaio Z1 berjalan mulus namun saat membuka Outlook, saya diminta untuk memasukkan DVD installasi Visual Studio 2010 Professional. Hmm, apakah ini hanya untuk user yang memiliki Visual Studio 2010 atau juga terjadi pada semua user ya. Anyway jikalau installasi sudah selesai maka akan terdapat menu ODIR di main menu

image

Sorot dan pilih ‘Remove duplicate items sehingga muncul tampilan ODIR

SNAGHTML159378

Pilih folder yang hendak di cek (ODIR tidak hanya menghilangkan duplicate e-mail tapi juga data-data lain Outlook) dan klik tombol ‘Remove duplicate items`. ODIR kemudian akan memproses folder tersebut untuk mencari data-data yang memiliki duplikasi

image

Setelah proses selesai, ODIR akan memindahkan semua duplicate ke sub direktori yang baru. Anda dapat melakukan cross check, menghapus secara permanen atau membatalkan duplicate

image

(isnandi.net)

Hardware Sony Vaio Z116GG Tips

Multimedia Card dan MS Pro Duo sebagai tempat penyimpanan data tambahan bagi notebook Sony Vaio Z116GG

DSC02915

Dengan SSD yang hanya 128GB, tidak terasa ruang kosong di Vaio saya ini semakin lama semakin menipis. Setelah diinstall varian Visual Studio (mulai dari 2005 hingga 2010), lalu SQL Server 2008 Web Edition, MS Office, Blender serta Unity3D plus beberapa giga data dan foto dari Sony A33 tak terasa space yang tersisa tinggal 5GB.

Sudah waktunya untuk menambah space nih. Mengupgrade SSD merupakan pilihan terakhir karena harga SSD masih betah bertahan di atas langit, apalagi dengan adanya kelangkaan stock berkat banjir Thailand. Terpikir untuk memasang SSD Express Card seperti ini namun mengingat harganya (32GB dihargai $139) yang juga masih cukup mahal jadi dikesampingkan.

DSC02926Akhirnya terpikir untuk memanfaatkan slot MS Pro Duo dan Multimedia Card karena toh extra space ini rencananya digunakan hanya untuk data dan bukan aplikasi atau sistem. Harga SD Card/MicroSD 16GB Class 4 berkisar di 100-200rb-an. Sementara MS Pro Duo 16GB dihargai hingga dua kali lipatnya.

Selidik punya selidik, ternyata sekarang ada MS Pro Duo Adapter yang akan membuat MicroSD menjadi MS Pro Duo. Saya membeli satu buah adapter dual slot dari seorang rekan di forum agan-agan.

DSC02917Dan kemudian saya membeli dua buah MicroSD V-Gen 16GB yang akan membuat saya memiliki MS Pro Duo 32GB. Namun hasil test membuktikan bahwa saat mencapai kurang lebih 19GB, Windows memberikan warning memberitahukan bahwa MS Pro Duo telah penuh.

Akhirnya saya kombinasikan antara 16GB + 2GB MicroSD sehingga saya memiliki total 18GB pada slot MS Pro Duo dan 16GB pada slot SD Card. Lumayan sebagai tempat penyimpanan data.

Setelah melakukan transfer, eng ing eng… ruang kosong di SSD saya menjadi 40GB. Mantap (isnandi.net)

MySQL Software Tips Windows

Sinkronisasi Data Model dan Live Database menggunakan MySQL Workbench

Sepanjang pengalaman saya pribadi, hampir seluruh software yang saya kembangkan selalu mengalami perubahan database sepanjang perjalanan cycle-nya… baik saat pengembangan ataupun setelah deployment. Bagi yang sering menggunakan MySQL Workbench, tentu menyadari bahwa kita lebih sering frustasi karena fitur sinkronisasi Data Model dengan Live Database sering berakhir dengan pesan error dari Database. Bahkan saya beberapa kali memperoleh laporan perbedaan Data Model dan Live Database yang sama padahal Live Database sudah saya update manual… sungguh sangat menyesakkan.
Sejauh ini saya menduga bahwa cache dari Data Model tidak terupdate sepenuhnya, walaupun kita memperoleh pesan bahwa MySQL Workbench mencoba membaca data dari Live Database. Berbekal keyakinan ini, saya mencoba melakukan cara memutar yang agak panjang dengan tetap memanfaatkan MySQL Workbench (terutama karena tools ini gratis).

Tools yang digunakan: MySQL Workbench 5.2.33 CE

  1. Lakukan Backup Live Database melalui menu Server Administrator > Manage Import / Export > Data Export / Restore dan pilih Live Database yang hendak di backup. Jangan lupa di tick `Export to Self-Contained File` dan `Dump Stored Routines`. Mari kita namakan livedata.sql
  2. Buka Data Model yang baru melalui menu Data Modelling > Open Existing EER Model dan pilih Data Model yang diinginkan.
  3. Export Data Model ini menjadi SQL Script dengan menggunakan menu File > Export > Forward Engineer SQL Create Script. Misal kita beri nama newmodel.sql dan ikuti petunjuk di layar (Biasanya cukup Klik Next dan Next dan Finish)
  4. Selanjutnya tutup Data Model/tab yang terbuka di MySQL Workbench. Kemudian lakukan load Data Model script hasil export diatas ke dalam MySQL Workbench melalui menu Data Modelling > Create EER Model From SQL Script serta memilih file newmodel.sql
  5. Setelah proses Reverse Engineer diatas selesai, maka kita siap melakukan sinkronisasi. Buka menu File > Export > Forward Engineer SQL Alter Script. Pada bagian input file, masukkan script Backup Live Database (livedata.sql). Bagian output file dapat dikosongkan.
  6. Klik Next dan ditampilkan Script perubahan yang diperlukan. Review dan save script ke file.
  7. Tutup Data Model hasil Reverse Engineer dan jalankan Script perubahan hasil dari proses diatas di SQL Editor untuk mengaplikasikan perubahan ke Live Database

Jalannya agak panjang, namun setidaknya proses sinkronisasi (tanpa harus forward engineer) bisa dilakukan tanpa pesan error yang cukup berarti.

AMD Hardware Review Tips

Apa itu AMD Vision?

amdvision

read more »

.NET Software Tips Windows

How to set default browser in Visual Studio 2008

Ok, I always forgot how to this from time to time and I think its time for me to write it down. It happens every time I change my default browser from IE to Firefox or to Chrome. So I usually turn off their annoying `please make me your default browser` dialog box. But each time I upgrade the browser to the latest version they suddenly asking that question again or worst…

Anyway… I don’t know how, but its affecting the default browser in my Visual Studio Web Development IDE too. So sometimes when I run a web apps from my Visual Studio, it would run on a different browser that I don’t want it to be run in. And trying to set it the default browser could takes minutes cause I always forgot how to do it… but actually it’s very easy.

read more »